Prediksi Pertandingan Liga Inggris 21 September: Manchester City vs Watford

The Citizens akan menghadapi Watford City pada pertandingan lanjutan Premier League 2019-20 di pekan ke enam. Dalam laga yang akan digelar di Etihad Stadium, pada hari Sabtu (21/09) malam wib nanti. Ini merupakan momen penting bagi City untuk kembali ke jalur kemenangan.

Saat ini City masih tertinggal lima poin dari Liverpool di puncak klasemen hingga pekan kelima akhir pekan kemarin. Menjamu The Hornets nanti, City mau tak mau harus bisa meraih tiga poin dengan memanfaatkan situasi sebagai tuan rumah mau. Apalagi di pertandingan sebelumnya, The Citizens dikejutkan dengan tim promosi Norwich City saat harus takluk dengan skor 3-2.

Menjamu tim yang sedang menjadi juru kunci diklasemen EPl saat ini tampaknya tidak akan begitu mudah dijalani oleh City. Pasalnya, tim tamu ini sedang berada dalam kondisi yang cukup baik usai ditangani pelatih baru Quique Sanchez Flores. Di laga debut sang pelatih mereka berhasil menahan imbang Arsenal di markas sendiri dengan skor 2-2. Sempat tertinggal dua gol di babak pertama, The Hornets pun sukses menyamakan skor di babak kedua lewat gol dari Tom Cleverley dan pinalti Roberto Pereyra.

Manchester City pun saat ini sedang mengalami paceklik di lini pertahanan mereka setelah ditinggal bek utama mereka Aymeric Laporte yang juga bakal absen cukup lama karena cidera begitu juga dengan John Stones harus menepi.

Meski demikian, City cukup tampil apik saat melibas tuan rumah Shakthar Donetsk Tengah pekan kemarin dengan tiga gol tanpa balas di matchday pertama Liga Champions. Di pertandingan tersebut, Guardiola mau tak mau harus menarik posisi Fernandinho menjadi bet tengah bersama Nicolas Otamendi. Hasil tersebut ternyata cukup baik dengan mencatatkan Clean Sheet di Metalist, Ukrania.

HLima pertandingan terakhir kedua tim:

16/09/17 Watford 0–6 Man City (EPL)

03/01/18 Man City 3–1 Watford (EPL)

05/12/18 Watford 1–2 Man City (EPL)

10/03/19 Man City 3–1 Watford (EPL)

18/05/19 Man City 6–0 Watford (FA Cup).

Lima pertandingan terakhir Manchester City:

17/08/19 Man City 2-2 Tottenham (EPL)

25/08/19 Bournemouth 1-3 Man City (EPL)

31/08/19 Man City 1-3 Brighton (EPL)

14/09/19 Norwich 3-2 Man City (EPL)

19/09/19 Shakthar 0-5 Man City (UCL).

Lima pertandingan terakhir Watford:

17/08/19 Everton 1–0 Watford (EPL)

24/08/19 Watford 1–3 West Ham United (EPL)

28/08/19 Watford 3–0 Coventry (EFL CUP)

31/08/19 Newcastle 1–1 Watford (EPL)

15/09/19 Watford 2-2 Arsenal (EPL).

Jika dilihat dari statistik pertemuan darti kedua tim, City jelas jauh lebih diunggulkan karena berhasil meraih 6 kemenangan beruntun atas Watford. Sudah terjadi minimal tiga gol saat City menjamu The Hornets di Etihad Stadium. Namun dibawah asuhan Queque, bisa jadi akan sedikit berbeda.

Menjadi tuan rumah, tentu membuat tim sebesar Manchester City diunggulkan untuk bisa meraih poin penuh. Apalagi misi untuk terus menempel Liverpool yang sudah berjarak lima poin ini akan menjadi hal utama bagi City. Prediksi skor 2-0 kemungkinan akan menjadi hasil akhir pada laga nanti.

Perkiraan susunan pemain:

Man City (4-3-3): Ederson, Olexandr Zinchenko, Nicolas Otamendi, Fernandinho, Kyle Walker, David Silva, Rodri, Kevin De Bruyne, Bernardo Silva, Sergio Aguero, Raheem Sterling

Pelatih: Pep Guardiola.

Watford (4-2-3-1): Ben Foster, Kiko Femenia, Craig Dawson, Christian Kabasele, Jose Holebas, Abdoulaye Doucoure, Etienne Capoue, Roberto Pereyra, Tom Cleverley, Gerard Deulofeu, Andre Gray

Pelatih: Quique Sanchez Flores.

Arsenal Yang Pada Akhirnya Menyamakan Skor Lawan

Sempat unggul dua gol, Arsenal harus rela imbang 2-2 saat bertemu dengan Watford. Dua gol penyeimbang Si Lebah lahir karena tim tamu kembali menjadi bek. Datang ke Vicarage Road, Minggu (15/9/2019), pada minggu kelima Liga Inggris, Arsenal mengalami kesulitan di awal pertandingan karena pertandingan menekan tuan rumah. Tetapi segalanya mulai berubah setelah Pierre Emerick-Aubameyang mencetak dua gol untuk memberi timnya keunggulan 2-0 di babak pertama. Watford bisa memperkecil ketinggalan di menit ke-53 melalui Tom Cleverly. Tujuan ini dibuat karena umpan palsu dari Sokratis. Garis belakang kecerobohan Arsenal harus dibayar mahal setelah Watford mampu menyamakan kedudukan 2-2 melalui penalti Roberto Pereyra di menit ke-81. 12 sepakan kanan diberikan oleh wasit karena Pereyra dilanggar oleh David Luiz. Hasil imbang 2-2 mengakhiri pertarungan. Tambahan satu poin membuat Arsenal kini berada di peringkat ke-7 dengan delapan poin, sementara Watford masih terpuruk di posisi juru kunci dengan hanya mengumpulkan dua poin. Pada awal pertarungan, Watford mengambil inisiatif untuk menyerang dan mampu menekan pertahanan The Gunners. Ancaman yang mereka hadirkan saat pertandingan berjalan tujuh menit. Gerard Deulofeu menusuk dari sisi kiri pertahanan Arsenal. Dia kemudian melepaskan tendangan yang masih bisa diamankan oleh Bernd Leno. Tiga menit kemudian, Leno kembali beraksi untuk menyelamatkan gawang London Cannon. Kiper Jerman itu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang dikeluarkan oleh Tom Cleverley.

Arsenal yang lebih tertekan di awal pertandingan justru mampu unggul lebih dulu di menit ke-21. Tujuannya diciptakan oleh Aubameyang. Keunggulan Arsenal bermula dari keberhasilan Sead Kolasinac memenangkan bola dari Will Hughes di lini tengah. Para pemain Watford yang merasa bahwa pelanggaran itu tidak banyak bereaksi ketika Kolasinac menggiring bola ke kotak penalti. Bek 26 tahun kemudian menyerahkan bola ke Aubameyang. Dengan satu sentuhan, dia berbalik sebelum melepaskan tendangan mendatar yang tidak bisa dibendung oleh Ben Foster. Kemenangan 1-0 membuat Arsenal tampil lebih tenang dan perlahan menguasai permainan. Pada menit ke-32, mereka berhasil menggandakan posisi. Aubameyang mencatat namanya untuk kedua kalinya di papan skor. Kali ini, ia menyelesaikan umpan yang diratakan dari Ainsley Maitland-Niles dari kanan. Setelah jeda, kesalahan fatal Sokratis pada menit ke-53 menghasilkan gol untuk Watford. Sokratis yang menerima tendangan gawang dari Leno mencoba mengalirkan bola, tetapi upayanya berhasil dipotong oleh Deulofeu.

Bola kemudian mengarah ke Cleverley yang berdiri di depan gawang Arsenal. Tidak menyia-nyiakan kesempatan, pemain Inggris ini melepaskan tendangan keras yang mampu melemahkan ketertinggalan timnya menjadi 1-2. Pada menit ke-71, Arsenal memiliki peluang untuk memperbesar keunggulan. Nicolas Pepe yang menikam dari kanan memberi bola di tengah kotak penalti Watford. Reis Nelson yang tidak dijaga kemudian menyambar bola dengan tendangan mendatar yang keras. Tetapi percobaan masih mengarah tepat ke arah Leno. Peteka hadir untuk Arsenal dengan 10 menit tersisa. Tindakan Roberto Pereyra dari sisi kanan harus dilanggar di kotak penalti oleh David Luiz. Wasit yang tidak ragu-ragu langsung menunjuk titik putih. Pereyra sendiri, yang maju sebagai eksekutif, telah berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Menjelang akhir pertandingan kedua tim saling serang untuk mencetak gol kemenangan. Namun tidak ada gol yang terjadi sehingga skor 2-2 menutup pertandingan.

Willian dikabarkan sudah nyaman untuk berada di skuad The Blues

Kini dengan seorang pemain Winger yang berasal dari Chelsea Willian telah mengakui bahwa ia sudah melakukan penolakan pinangan yang dari Barcelona pada saat di musim panas kemarin dan sehingga ia masih sangat nyaman untuk bermain di Stamford Bridge.

Namun beberapa bulan belakangan ini, banyak gosip seputar dirinya yang berseliweran di media-media Eropa. Hal tersebut tak lepas dari masa kerjanya yang segera berakhir di Stamford Bridge.

Saat ini masa kerjanya di Chelsea tersisa hingga musim panas 2020 saja. Namun ia tak kunjung meneken tanda tangan untuk memperbaharui kontraknya.

Sempat ada kabar bahwa Barcelona meminati servis Willian. Bahkan mereka disebut sempat melepas penawaran kepada Chelsea. Namun Willian tidak bergeming. Ia menegaskan ingin terus bertahan di Chelsea karena merasa nyaman bermain di klub tersebut.

“Dari sisi saya, saya ingin tetap di sini. Saya tahu saya hanya punya satu tahun lagi tetapi saya merasa senang bermain untuk Chelsea.” Tegasnya seperti dilansir Sky Sports.

“Saya suka bermain untuk Chelsea. Saya memiliki kasih sayang dengan semua orang dan para penggemar orang-orang yang bekerja di klub ini.” Serunya.

“Mungkin ini akan menjadi akhir musim. Sekarang bukan saatnya untuk memikirkannya. Saya hanya ingin bermain sepak bola dan membantu tim musim ini.” Seru Willian.

Musim ini, Willian sempat diganggu cedera hamstring. Alhasil ia pun tak bisa ikut main saat Chelsea bermain lawan Manchester United di matchday pertama Premier League.

Dan sehingga masih sempat masuk skuat Chelsea yang bermain lawan Liverpool di ajang UEFA Super Cup. Namun saat itu hanya duduk di bangku cadangan saja. Maka ia telah menjalani debutnya di bawah asuhan Frank Lampard di laga lawan Leicester City. Saat itu ia main sebagai pemain pengganti saja.

Kemudian bermain di laga lawan Norwich City dan Sheffield United. Namun lagi-lagi juga sebagai pemain pengganti. Saat baru bermain full saat Chelsea berduel lawan Wolverhampton. Namun sejauh ini, Willian belum bisa menyumbangkan gol atau pun assist bagi The Blues.

AS Roma Hajar Sassuolo 4-2

 

AS Roma meraih kemenangan perdananya di Serie A musim ini ketika berhadapan dengan Sassuolo. Di dalam pertandingan yang dihiasi setengah lusin gol itu, Roma menang dengan skor 4-2.

Roma meraih 2 hasil seri di 2 laga pertama Serie A 2019/2020, yakni saat bermain 1-1 dengan Lazio dan 3-3 vs Genoa. Pada hari Minggu (15/9/2019) malam WIB, kemenangan pertama akhirnya didapatkan saat bermain di Stadio Olimpico.

Tim tuan rumah malah sempat unggul jauh 4-0 ketika turun minum. Bryan Cristante, Edin Dzeko, Henrikh Mkhitaryan dan Justi Kluivert membawa Roma berada di atas angin. Namun tim tamu berhasil menciptakan 2 gol balasan pada paruh kedua lewat sepasang gol Domenico Berardi.

Angka penuh ini membawa I Giallorossi ke peringkat 7 klasemen Serie A dengan nilai 5 poin. Sementara itu I Neroverdi berada di posisi 15 dengan nilai 3 poin.

Jalannya Laga

Roma sepertinya akan mendapatkan gol cepat ketika wasit Daniele Chiffi menunjuk titik 12 pas di dalam kotak penalti Sassuolo di menit ke-4. Wasit Chiffi menganggap terjadi pelanggaran ketika Federico Peluso melakukan tekel kepada Kluivert dari belakang. Akan tetapi keputusan tersebut dibatalkan. Sesudah melihat tayangan ulang lewat VAR (Video Assistant Referee), wasit Chiffi menyatakan tidak ada pelanggaran.

Pada menit ke-7, Roma kembali memberikan ancaman kepada Sassuolo. Sepakan Lorenzo Pellegrini dari sebelah kanan berhasil dihalau. Gelombang serangan Roma terus berlanjut dengan upaya Dzeko yang masih bisa diantisipasi Andrea Consigli di menit ke-12.

Roma akhirnya memimpin 1-0 pada menit ke-12. Dari scenario sepak pojok, Cristante menyambar bola dan membelokkannya ke dalam gawang menggunakan kepalanya.

Usai gol penyeimbang Sassuolo di menit ke-16 dibatalkan wasit Chiffi karena offside, Roma berhasil menggandakan keunggulannya menjadi 2-0 pada menit ke-19. Kali ini Dzeko yang mengukir namanya di papan skor lewat sepakan kaki kanan dari dekat.

Berselang 4 menit, publik tuan rumah kembali bergemuruh. Gol ketiga tercipta lewat tembakan Mkhitaryan sesudah dia menerima umpan Pellegrini. 3-0 untuk Roma.

Unggul telak tidak membuat Roma mengendurkan serangannya. Sebelum jeda pertandingan, Roma mampu memperbesar keunggulannya menjadi 4-0 lewat tembakan Kluivert dari depan kotak penalti yang tidak bisa diamankan Consigli.

Pada awal paruh kedua, serangan Roma masih terus berlanjut. Berulang kali kans untuk memperbesar keunggulan datang, termasuk lewat sepakan Pellegrini yang diblok dan sundulan kepala Dzeko yang mengenai mistar gawang.

Justru Sassuolo yang lantas mampu mencetak gol untuk memperkecil skor menjadi 1-4 pada menit ke-53. Sepakan bebas Berardi melesak masuk ke dalam gawang Pau Lopez.

Berardi kembali membobol gawang Roma di menit ke-72 memanfaatkan umpan Alfred Duncan dan merubah skor menjadi 2-4.

Di sisa waktu pertandingan tidak ada lagi gol tambahan yang tercipta. Roma pun menutup pertandingan dengan keunggulan 4-2 atas Sassuolo.

Neymar tampaknya sangat ingin untuk kembali ke Barcelona

Kini dengan Lionel Messi telah mengatakan bahwa ia sudah telah mendesak dengan Barcelona yang sedang melakukan langkah transfer untuk kepada Neymar karena akan tetap kesepakatan transfer yang tidak dapat terwujudkan.

Dan sehingga dengan penyerang yang Brasil Neymar mendorong untuk pergi dari Paris Saint-Germain pada saat di musim panas ini, namun dengan hatinya yang sudah mantap untuk kembali ke Camp Nou.

Maka dengan kedua klub yang sudah gagal untuk menyutujui keseakatan meskipun ia telah sudah melakukan negosiasi panjang, dan Lionel Messi telah mempertanyakan siapa yang harus di salahkan.

“Karena dengan sejujurnya, saya tidak tahu apakah dengan Barca yang akan melakukan dengan segala kemungkinan untuk bisa kembalinya ke Camp Nou, sehingga akan tetapi memang benar bahwa ia bernegosiasi dengan PSG tidak sangat mudah.”

Kedua pemain ini membentuk kerjasama yang sangat cukup luar biasa di lini serang raksasa Catalan bersama dengan Luis Suarez yang saat masih bersama berada di Camp Nou, dan sehingga dengan klub dari Barcelona sangat menyesali dengan sebuah keputusan mereka untuk harus menjual Neymar untuk ke PSG dalam kesepakatan rekor dunia dua tahun lalu.

Namun dengan Lionel Messi yang menyatakan bahwa dia tidak merasa kecewa mereka tidak akan bekerja sama lagi di lapangan, karena akan tetapi ia sangat mengakui bahwa dengan sang pemain yang masih berusia dua puluh tujuh tahun itu memang memiliki nilai yang sangat cukup komersial besar.

“Pada saat berada di level olahraga Neymar adalah sebagai salah satu yang sangat cukup terbaik di dunia. Dan juga adanya klub untuk bisa mendapatkan keuntungan besar di level image dan sponsor jika dia masih ada berada disana.”

Lionel Messi juga mengecilkan dengan sebuah laporan bahwa ia dan bintang Barcelona lainnya menuntut klub mendatangkan Neymar. Maka La Pulga berkata dengan bahwa kami tidak pernah untuk meminta kepada Barca untuk bisa mendatangkan Neymar, dan sehingga kami hanya memberikan pendapat kami.

Pemain dari Barca tampaknya sudah tidak mau kembali ke Camp Nou

Legenda Barcelona, Dani Alves, mengaku punya pilihan untuk kembali ke Barcelona musim panas lalu. Tapi, ia akhirnya memilih untuk gabung Sao Paulo karena alasan krusial.

Pemain berusia 36 tahun itu telah menikmati karier yang sukses sejauh ini, di mana ia berhasil memenangkan trofi yang tak terhitung jumlahnya di Barcelona, plus beberapa penghargaan utama di Italia dan Prancis.

Meskipun sekarang berada dalam tahap akhir kariernya, pemain asal Brasil ini mengungkapkan bahwa ia punya kesempatan untuk kembali ke Camp Nou awal musim panas ini, ketika kontraknya di PSG berakhir.

Namun, ada alasan utama di balik mengapa ia tidak kembali Barca. Sebagai gantinya, Alves memilih untuk kembali ke Brasil dan bergabung dengan Sao Paulo – sebagai kemungkinan transfer terakhir dalam kariernya.

“Saya memiliki kesempatan untuk kembali ke Juventus. Saya juga memiliki kesempatan untuk kembali ke Barca, tetapi hanya Sao Paulo, tim impian saya, yang mempercayai saya dan memberi saya stabilitas hingga 2022.” Ujar Alves kepada Mundo Deportivo, seperti dilansir caughtoffside.

“Sebagian besar klub tidak menawarkan itu kepada saya, karena mereka tidak percaya kepada saya. Karena mereka pikir, saya memiliki tanggal kedaluwarsa.” Ujar legenda Barcelona tersebut.

“Target utama saya, adalah memiliki stabilitas untuk bisa bermain di Piala Dunia 2022. Itulah titik awal untuk tantangan saya berikutnya. Dan saya sudah mengatakannya sejak saya memulai karier saya saya bebas. Saya memutuskan kapan saya mulai. Saya memutuskan kapan saya selesai.” Tambahnya.

Alves meninggalkan Barca pada 2016 setelah membuat 391 penampilan untuk klub dan memenangkan banyak trofi termasuk enam gelar La Liga dan tiga trofi Liga Champions.

Mengingat bahwa raksasa Catalan telah kesulitan untuk benar-benar mendapatkan penggantinya dalam tiga tahun terakhir, itu bisa menjadi alasan yang cukup untuk membawanya kembali dan meningkatkan kualitas skuad Barca.

Namun, sepertinya Barcelona atau Juventus tidak bersedia memberikan bek veteran itu kesepakatan jangka panjang, karena ia akan berusia 37 tahun di tahun depan. Hal itulah yang kemudian membuka pintu bagi legenda Barcelona itu untuk pindah ke Sao Paulo sebagai gantinya, seiring target Alves untuk amankan tempat di skuad Timnas Brasil jelang Piala Dunia 2022.

Dani Ceballos Salut Dengan Kekuatan Liverpool

Dani Ceballos telah mengakui kekagumannya atas kekuatan Liverpool yang sangat menekan menyusul kekalahan 3-1 Arsenal yang mencekik di Anfield pada bulan Agustus, Mohamed Salah mencetak dua gol dan Joel Matip sekali ketika The Gunners, yang sebelumnya tidak terkalahkan, melakukan perjalanan ke Merseyside untuk pertandingan ketiga mereka di musim Liga Premier yang baru, Pemain internasional Spanyol Ceballos hanya bertahan satu jam tetapi sang juara Eropa membuat kesan besar pada sang gelandang, yang dipinjamkan ke Arsenal dari Real Madrid. “Saya belum pernah melihat yang seperti yang saya lihat di Anfield,” kata Ceballos kepada Guardian. “Saya belum melihat tim yang bermain lebih baik, yang menekan seperti mereka, cara penggemar mendukung mereka.”

“Mereka mengambil tekanan darimu, Anda menghabiskan begitu banyak waktu untuk bertahan dan ketika Anda ingin melakukan sesuatu dengan bola, ketika Anda ingin bernafas, mereka kembali mendukung Anda, Mereka sangat terlatih memang Kemarin kami mengalami hari yang sulit tetapi inilah saat-saat yang paling Anda pelajari dan ini baru saja dimulai dan kami memberikan semua yang kami miliki untuk terus tumbuh maka Kami akan berusaha semaksimal mungkin dan dukungan dari penggemar kami akan sangat penting.” Ceballos akan di bangku cadangan untuk pertandingan berikutnya Arsenal, imbang 2-2 melawan Tottenham, tetapi meluncur keluar dari starting XI tidak melakukan apa pun untuk mengurangi antusiasme untuk hidup di London utara. “Saya suka kota ini, saya suka Liga Premier dan cinta Arsenal,” katanya.

“Saya benar-benar senang menjadi bagian dari klub hebat ini, saya hampir tidak melihat perbedaan ukuran antara Real Madrid dan Arsenal Dan para penggemar sangat bersemangat, mereka mencintai para pemain. ” Ceballos percaya bahwa tiga penyerang Arsenal dapat mendorong mereka untuk sukses, memberi salut pada kualitas langsung dari Nicolas Pepe dan menggambarkan Alexandre Lacazette sebagai pemain terbaik. “Anda dapat membandingkan Pierre-Emerick Aubameyang dengan Cristiano Ronaldo ketika ia berada di Madrid dalam arti bahwa ia bermain dekat dengan gawang, ia hidup untuk mencetak gol,” tambah Ceballos.

Sadio Mane telah di kabarkan ingin segera keluar dari skuad Liverpool

Penyerang Sadio Mane telah di kabarkan ingin segera untuk meninggalkan Liverpool pada di akhir musim pada tahun 2019/2020. Namun dengan Sadio Mane telah menjawab dengan rumor tersebut dengan secara mengatakan bahwa dia sangat bahagia bermain di Liverpool.

Sadio Mane menjadi pemain kunci bagi Liverpool. Pada musim 2018/2019 lalu, dia mencetak sebanyak dua puluh dua gol dan sukses juga sukses untuk meraih gelar top skor di ajang Premier League. Itu adalah musim terbaik Sado Mane dari jumlah gol.

Puncak dengan keberhasilan Sadio Mane akan tentu saja terjadi di pentas Eropa. Dan sehingga dengan pemain yang berasal dari Senegal akan tersebut tidak bisa membawa Liverpool menjadi juara di ajang Liga Champions pada musim lalu.

Sebelum jeda internasional, Sadio Mane sempat terlibat friksi dengan Liverpool. karena dia merasa kesal ketika tidak mendapatkan umpan dari Mohamed Salah. Maka dengan kekesalan Mane tersebut terekam kamera dan membuat banyak spekulasi beredar.

“Sejujurnya, saya sangat senang menjadi bagian dari klub, keluarga di sini. Kami di sini memiliki penggemar terbaik di dunia, jadi saya selalu sangat berterima kasih atas dukungannya.” Ucap Sadio Mane di kutip dari Sportsmole.

Sehingga dengan hal yang seperti ini tidak hanya cukup bagus untuk kepada saya, karena akan tetapi itu juga tidak bisa memberikan sebuah motivasi yang cukup lebih banyak kepada seluruh anggota skuat untuk bisa bermain.

“Itu membuat kita lapar untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi bersama-sama. Aku benar-benar berjuang untuk menggambarkan betapa bahagianya aku berada di sini!.” Tegas pemain berusia 27 tahun.

Sadio Mane sudah menjadi bidikan banyak klub sejak bermain bagus untuk Southampton. Dia sempat dilirik Manchester United. Tetapi, pada akhirnya pemain asal Segenal lebih memilih pindah ke Liverpool.

Pada bursa transfer musim panas 2019 lalu, nama Sadio Mane sempat dikaitkan dengan Barcelona. Hanya saja, rumor tersebut luntur begitu saja menyusul sukses Barcelona membeli Antoine Griezmann dari Barcelona.

Mohamed Salah dikritik sebagai pemain yang egois

Pemain asal Mesir itu dikritik karena tidak mengoper cukup banyak meski Liverpool meraih kemenangan atas Burnley. Pria di atas bola pasti bisa, bahkan ketika ia berlari ke depan dengan kecepatan penuh, kursi-kursi berderak di ujung tandang saat antisipasi dibangun.

Mohamed Salah tidak memainkannya. Dia tidak melihat ke kiri. Dia tidak menggeser bola ke jalur Roberto Firmino, karena dia harus melakukannya. Dia mengabaikan lari paru-paru rekan satu timnya dan pergi solo.

Dia mencetak gol. Gol ke-50 Liga Premier-nya. Dia menunggu delapan pertandingan untuk mencetak skor; sebuah keabadian. Liverpool mengalahkan Southampton karena gol Salah.

Keegoisan Salah adalah agenda setelah pertandingan terakhir Liverpool juga. Mungkin itu mengatakan sesuatu tentang kemajuan The Reds di bawah Jurgen Klopp bahwa kemenangan 3-0 di Burnley bisa berubah menjadi perdebatan tentang keharmonisan tim dan hubungan antara dua pemain terbaiknya. Apa lagi yang tersisa untuk dikatakan tentang tim ini?

Mari kita selesaikan ini sebagai permulaan: tidak ada konflik antara Salah dan Sadio Mane. Mereka berbagi hubungan dekat, di dalam dan di luar lapangan, dan masalah yang menyebabkan Mane membentak setelah digantikan di Turf Moor dilupakan pada saat pasangan itu kembali ke ruang ganti.

Mane, dapat dimengerti, telah kesal karena tidak menerima apa yang tampak seperti izin sederhana dari Salah.

Dengan permainan pada 3-0, dan dengan Mane dan Firmino sudah ada di daftar pencetak gol, pemain Mesir itu lagi-lagi ingin bermain solo, tetapi ditolak oleh pemain belakang Burnley. Beberapa saat kemudian, setelah digantikan oleh Divock Origi, Mane membuat perasaannya sangat jelas. Dia tidak bahagia.

“Saya sangat suka itu,” kata Jordan Henderson, kaptennya. Henderson sendiri telah menerima tendangan voli dari Mane, tetapi tertawa ketika dinyatakan bahwa dia dan Salah mungkin memiliki masalah.

“Itu hanya kami saling mendorong sepanjang waktu,” katanya kepada wartawan. “Kurasa kita perlu itu.”

Henderson benar. Liverpool telah menetapkan standar yang sangat tinggi selama beberapa tahun terakhir. Yang terbaik dituntut dari setiap pemain, game demi game. Dan mereka yang gagal akan diberitahu, siapa pun mereka. Salah tidak kebal dari kritik, sama seperti Mane tidak, Firmino tidak dan Virgil van Dijk tidak.

Faktanya adalah, apa pun yang dilakukan Liverpool, itu berhasil. Mereka berada di puncak Liga Premier, satu-satunya tim di enam divisi teratas Inggris dengan rekor 100 persen. Mereka adalah juara Eropa, pemenang Piala Super UEFA, secara statistik runner-up terbaik yang pernah ada di negara ini.

Untuk mencapai semua itu, mereka membutuhkan Salah dan mereka membutuhkan Mane. Dan mereka membutuhkan rasa haus Salah yang tak terpadamkan untuk tujuan.

Keinginan itu, pikiran tunggal itu, keyakinan diri yang luar biasa, yang menjadikannya salah satu yang terbaik di dunia. Dia tidak puas; dia tidak pernah berpikir dia sudah melakukan cukup. Dia selalu menginginkan lebih. Baginya, gol adalah permainan.

Kadang-kadang, itu bisa mengaburkan penilaiannya seperti yang terjadi di Turf Moor. Dia akan tahu dia bisa dan seharusnya bermain sebagai Mane; jangan khawatir tentang itu.

Tetapi Anda tidak mendapatkan catatan seperti Salah – 74 gol dalam 110 pertandingan untuk Liverpool, 41 di 67 untuk Mesir – jika Anda tidak mendukung diri sendiri, jika Anda tidak mengambil risiko.

Southampton berisiko. Itu serangan menakjubkan melawan Chelsea musim lalu, dipalu dari 25 meter, adalah risiko. Ingat orang-orang cantik yang canggung melawan Everton, Roma, Napoli dan Arsenal, atau 45 yard melawan Manchester City? Dia tidak mencari rekan setim saat itu. Dan tidak ada yang mengeluh.

“Anda tidak akan mencetak banyak gol tanpa menjadi apa yang orang katakan ‘egois’,” kata mantan striker Liverpool Robbie Fowler. “Tapi apa yang orang inginkan?

“Apakah mereka ingin dia menjadi pencetak gol atau mereka ingin dia menjadi seseorang yang selalu ingin lulus? Anda benar-benar tidak bisa memiliki keduanya.”

Salah, kebetulan, bukan hanya pencetak gol. Dia memberikan 20 assist Liga Primer sejak tiba di 2017, lebih dari Mane, lebih dari Firmino. Faktanya, lebih dari pemain lain dalam skuad. Dia menciptakan lebih banyak peluang untuk rekan satu tim daripada pemain lain, dan menyelesaikan lebih banyak umpan di sepertiga akhir juga.

“Anda tidak bisa menjadi pencetak gol kelas atas tanpa keyakinan total bahwa Anda akan mencetak gol,” kata Fowler, dan ia harus tahu. Hanya lima orang yang mencetak lebih banyak untuk Liverpool daripada dia.

Salah saat ini duduk 28 di daftar itu, tetapi itu akan segera berubah. Segera, dia akan melewati Steve Heighway dan Fernando Torres dan Luis Suarez. John Toshack, Kevin Keegan dan Albert Stubbins yang hebat juga ada di hadapannya. Dia membutuhkan 26 gol lagi untuk mencapai 100 di baju merah. Kemungkinan besar, dia akan mendapatkannya musim ini.

Diego Maradona Mendukung Kepelatihan Gimnasia

Diego Maradona berjanji akan berjuang untuk menyelamatkan musim Gimnasia y Esgrima La Plata selama presentasi emosional kepada para pendukung setelah ia diperkenalkan sebagai pelatih kepala, Maradona menahan tangis ketika ia berbicara kepada orang banyak di Stadion Juan Carmelo Zerillo, di mana legenda Argentina telah diberikan pekerjaan pertamanya di tanah airnya sejak meninggalkan tim nasional pada tahun 2010, Pemain berusia 58 tahun itu membuat klaim aneh bahwa mantan presiden FIFA Sepp Blatter dan mantan presiden Asosiasi Sepakbola Argentina (AFA) Julio Grondona mencegahnya melatih di Argentina, sambil berjanji ia akan bekerja keras untuk mengubah nasib Gimnasia, Gimnasia berada di bawah Superliga dan Maradona, yang akan bertanggung jawab hingga akhir musim, mengatakan kepada para pendukung yang menyambutnya “Saya tidak mengharapkan semua ini, Ketika saya masuk ke sini, ketika saya melihat semua ini, saya tidak percaya.”

“Kami akan bertarung dengan anak-anak dan Insya Allah, Saya mengatakan kepada AFA bahwa setelah tim nasional mereka mencoret saya, Pada tahun 1994 dengan Sepp Blatter, Eduardo, mantan sekretaris CONMEBOL De Luca dan Grondona, mereka menghapus saya, Bagaimana saya bisa menjelaskan dengan kata-kata sensasi yang saya rasakan dan Ketika saya masuk saya mulai menangis karena saya tidak punya kata-kata tetapi wanita tua saya muncul dan menenangkan saya, Jelas saya ingin melatih di Argentina karena Ada dua orang, Blatter dan Grondona, yang mengganggu presiden sehingga mereka tidak akan mempekerjakan saya. ”

Karier kepelatihan Maradona telah dimana-mana termasuk Deportivo Mandiyu de Corrientes, Al Wasl, Al-Fujairah dan Dorados, tetapi ia mengklaim bahwa ia tidak diberi peluang untuk melatih di level klub di Argentina, Gimnasia menghadapi Racing Club pada 15 September di pertandingan pertama Maradona bertanggung jawab, dan setelah presentasinya ia mengatakan pada konferensi pers. ”Saya ingin mengambil besok untuk mengkonfirmasi seluruh staf pelatih dan apa yang akan kami lakukan selama seminggu sebelum pertandingan dengan Balap, Saya ingin membuka pintu sekarang karena saya bagian dari sepak bola Argentina, karena ketika yang lain ada di sini saya tidak ada dalam folder siapa pun, Ada pemimpin yang mengatakan kepadaku ‘Aku pergi mencarimu setelah Piala Dunia’ tetapi mereka mencoretmu dan menyebabkan kerusakan Tapi ini sudah lewat, sekarang kita harus bekerja, bekerja dan kita tidak punya pilihan lain dan Saya memberi tahu semua pemain saya. ”

“Ini akan menjadi awal untuk semua pemain yang percaya kepada saya karena saya akan terus bekerja keras agar bisa mencapai posisi yang lebih baik bagi semua orang, hampir semua tidak bisa dipercaya kalau saya bisa menjabat kembali di Argentina sebagai pelatih timnas, saya tidak akan berbesar kepala dengan hal ini karena saya akan terus berusaha untuk bisa berkembang lebih baik lagi dan membawa Argentina pada tempat yang pantas, sepakbola Argentina sudah sejak zaman dulu adalah salah satu negara sepakbola terbaik di dunia, saya melihat banyak pemain muda menjanjikan yang masih bisa berkembang di sepakbola kelas dunia, walau tidak mudah hal itu akan menjadi sesuatu yang lebih baik bagi para penggemar Argentina. Untuk awal kepelatihan saya memang saya tidak akan bisa membuat sebuah ledakan besar tetapi sepantasnya itu juga akan menjadi target utama kami yakni EURO 2020 sebagai pemenang.”