Sterling Yakini MU Bakal Kejar City Lewat Berbagai Cara

Man City telah memimpin puncak klasemen dengan keunggulan yang terbilang sudah sangat jauh dari posisi dibawahnya. Namun hal itu tidak membuat mereka percaya kalau saat ini mereka sudah mengamankan posisi yang mereka inginkan karena masih ada pesaing yang belum menyerah untuk mengejar.

Hasil papan klasemen saat ini pihak Man City unggul 11 poin dari posisi kedua yang di isi oleh Man United dengan 38 poin. Man City meyakini kalau pihak Man United akan berjuang untuk mengejar mereka meskipun saat ini mereka unggul dipuncak klasemen, hal itu juga diyakini oleh Raheem Sterling yang percaya pihak Man United tidak mudah menyerah begitu saja.

Man United mungkin saat ini tertinggal cukup jauh dari Man City namun mereka masih memiliki kesempatan untuk mengejar mengingat sisa waktu Premier League masih cukup panjang untuk mereka mengejar. namun pihak Man City sendiri akan berjuang untuk benar-benar menghentikan langkahnya meskipun itu sulit untuk dilakukan.

“ Man United tidak akan menyerah hanya karena kami unggul cukup banyak poin diposisi atas klasemen. Semua tim tau kalau mereka adalah tim yang hebat yang tidak akan menyerah bila masih ada kesempatan karena mereka juga sangat mengiginkan gelar juara yang musim ini akan benar-benar diamankan oleh kita Man City.”ujar Sterling

“ Man City akan terus menerus mengalahkan lawan-lawan yang kuat untuk menghentikan langkah Man United karena mereka benar-benar harus diperhatikan. Mereka tidak mudah menyerah dan akan terus berusaha mengejar sampai kesempatan mereka benar-benar menghilang. Untuk itu Man City harus bisa menghilangkan kesempatan itu.” tambahnya

City Gagal Menang Karena Spurs

Pria Pep Guardiola telah mencatat 15 kemenangan beruntun setelah mengalahkan Swansea City 4-0, City akan menghadapi Spurs di Etihad Stadium. Danny Rose mengakui bahwa City saat ini adalah tim yang sangat menakutkan. Namun, merenungkan pengalaman musim lalu, Rose yakin Spurs bisa menjadi tim pertama yang mengalahkan City. Musim lalu, Spurs menghentikan kemenangan Chelsea dengan 13 pertandingan dengan kemenangan 2-0 di White Hart Lane. Spurs juga mengakhiri awal tak terkalahkan Pep Guardiola di Inggris dengan kemenangan 2-0 pada Oktober 2016. Kami memiliki minggu yang baik dan ini membuat kami tampil bagus di pertandingan yang sangat sulit akhir pekan ini. Kami akan ke sana dan menikmatinya, “kata Rose seperti dikutip ESPN FC.

Mereka dalam kondisi baik. Saat ini, mereka terlihat sangat menyeramkan – mencetak banyak nilai dan tidak kebobolan (melawan Swansea) – tapi kami telah melakukannya dengan baik di beberapa musim terakhir dan ini membuat kami percaya diri pada akhir pekan. Rose mengakui jika pertandingan akan sangat sulit bagi timnya. Apalagi mereka harus bermain di Etihad Stadium yang merupakan markas Sergio Aguero dkk. Namun, Spurs memiliki catatan bagus saat menghadapi tim tetangga dari Manchester United. Orang-orang Liliywhites belum dipukuli dalam empat pertemuan terakhir, menang tiga kali dan satu kali imbang. Mereka berada dalam performa yang menanjak. Apa yang telah mereka capai sejauh ini menakutkan bagi saya. Jalur serangan dan da bertahan dengan baik. Hal itu bisa dilihat saat melawan Swansea kemarin, “kata Rose.

Sisi Mauriciio Pochettino baru saja kembali ke empat besar setelah kemenangan 2-0 pekan lalu atas Brighton. Setelah bekal, pemain berusia 27 tahun itu akan tampil habis-habisan untuk menghentikan laju City. Kami akan pergi kesana dan menikmati permainan. Musim lalu, kami adalah tim pertama yang menghentikan rekor kemenangan mereka. Hal ini membuat kita tertantang untuk mengulangi catatan serupa. Manajer akan sangat senang jika kita berhasil melakukannya lagi, “tambah Rose. Kami adalah yang pertama mengalahkan City musim lalu dan kami mematahkan pertarungan Chelsea yang tak terkalahkan. Ini adalah tantangan yang kami harapkan. Ini adalah tantangan bagi manajer Menunggu Pada pertandingan ini , tahu dia akan 100 persen dari semua pemain, “katanya.

Iniesta Dukung Barcelona Kejar Coutinho Lagi

Barcelona gagal mendapatkan Philippe Coutinho di bursa transfer musim panas lalu. Tapi untuk pemain sekelas Coutinho, Barcelona patut berupaya lagi.

Sudah menjadi rahasia umum jika Coutinho adalah target utama Barcelona di musim panas lalu. Keputusan Neymar yang memilih hijrah untuk bergabung dengan Paris St Germain membuat Blaugrana membutuhkan seorang pemain dengan kualitas setara supaya bisa mengganti peran pemain asal Brazil itu di lini depan.

 

Barcelona pun di ketahui telah tiga kali melayangkan tawaran menggiurkan kepada Liverpool supaya mau melepas Coutinho, tetapi The Reds ternyata tidak membuka pintu negosiasi bagi Barca. Klub asal La Liga pun akhirnya merekrut Ousmane Dembele dari Borussia Dortmund karena di kejar deadline penutupan bursa transfer.

 

Meski begitu, kedatangan Dembele di sinyalir tidak akan menghentikan isu ketertarikan Barcelona terhadap Coutinho. Klub yang bermarkas di Camp Nou itu di percaya masih menaruh minat yang tinggi kepada Coutinho, apalagi sang pemain juga di ketahui sangat ingin berseragam Barcelona demi meraih trofi juara. Coutinho sendiri juga di klaim sebagai pemain yang memiliki pengalaman jauh lebih baik ketimbang Dembele yang masih berusia 19 tahun.

 

Barcelona diperkirakan akan mencoba kembali meluncurkan tawaran ke Liverpool untuk Coutinho pada Januari nanti. Selain itu, tim besutan Ernesto Valverde tersebut juga dikaitkan dengan bek Palmeiras Yerry Mina.

 

Mina sendiri nantinya di proyeksikan akan menjadi pengganti Mascherano yang sejauh ini masih belum di ketahui apakah akan tetap bertahan di Barca atau tidak. Bek asal Argentina itu pernah mengungkapkan masa masa indahnya bersama Barca akan segera berakhir. Kontrak mantan pemain Liverpool itu akan berakhir 2019 mendatang.

 

Andres Iniesta menilai keduanya punya kualitas yang tepat untuk menjadi pemain Barcelona. Gelandang serang timnas Spanyol itu bakal senang jika Barca bisa mendatangkan Coutinho dan Mina di bursa musim panas mendatang.

 

“Saya rasa mereka akan jadi dua perekrutan yang penting untuk tim ini,” kata Iniesta dikutip Soccerway.

 

 “Kalau klub mau memperkuat posisi-posisi tersebut, maka harus dengan pemain yang bisa tahan dengan tekanan di klub seperti ini, dan mereka adalah dua pemain yang tepat untuk di datangkan.” Ungkapnya.

MU Unggul Dari Bournemouth 1-0

Gol dari Lukaku untuk membedakan MU dalam laga ini. Striker asal Belgia itu karyanya dengan sundulan di babak pertama. Dengan tiga poin tambahan ini, MU tetap berada di posisi kedua klasemen dengan pencapaian 38 poin. Sementara itu, Bournemouth berada di tempat ke 14 dengan 16 poin. Peluang Juan Mata di menit ke-53 belum menghasilkan gol bagi United. Menerima umpan silang Lukaku, tendangan dari dalam kotak penalti masih bisa diblok oleh pemain belakang Bournemouth.

Tujuh menit kemudian Anthony Martial melewatkan kesempatan dari jarak dekat. Bola sakuoran yang dikirim oleh Lukaku pemain Prancis ditembak ke atas. Bolanya memblok pemain lawan, Juan Mata yang menjadi pencipta serangan tersebut. Handball Nemanja Matic adalah penyebabnya. Bola diberi makan pada Ryan Fraser, kemudian De Gea menyelamatkannya dengan menangkap tendangan keras Fraser. Segera pertandingan usai. Kegagalan itu bagi manajer Manchester United, Jose Mourinho, semangat. Bela diri enam menit kemudian, digantikan oleh Marcus Rashford. Jesse Lingard menyia-nyiakan umpan Rashford di menit ke-68. Bolanya gagal dikuasi di dalam kotak penalti, karena ia terjatuh setelah melakukan sentuhan pertama. Rashford gemar membawa MU menggandakan keunggulan di menit ke-72. Kick range cruising masih membentur mistar gawang. Dua menit kemudian, Bournemuth mengembalikan serangan tersebut.

Tendangan Jermain Defoe masih bisa tertangkap kiper MU, David De Gea. Usaha Defoe di menit ke-82 kembali mentah-mentah De Gea. Defoe melesat ke pojok kiri bawah gawang MU, bisa diblok dengan kaki. Peluang Lukaku di babak kedua injury time juga tidak bisa berubah. Manchester United meraih kemenangan di kandang melawan Bournemouth League yang diperkuat Inggris. Romelu Lukaku menjadi pemenang dengan skor 1-0. Saat berlaga di Old Trafford, Manchester United sedikit lebih banyak permainan. Mereka mencatat penguasaan bola 56 persen pada data yang dilaporkan oleh situs resminya. Soal eksperimennya, MU kurang bisa mencetak peluang bersih. Hanya ada dua tembakan pada target, dibandingkan tujuh di tim tamu.

Jurgen Klopp Masih Menilai Mohamed Salah

Bos Liverpool Jurgen Klopp akan menilai Mohamed Salah menjelang pertandingan Liga Primer Rabu melawan West Brom setelah pemain internasional Mesir itu mengalami ketakutan hamstring dalam derby Merseyside.

Salah telah menikmati awal terbang di Anfield dan gol pembuka yang brilian dalam pertandingan imbang 1-1 hari Minggu melawan Everton adalah yang ke-19 di semua kompetisi sejak bergabung dari Roma dengan rekor klub £ 36.9million.

Pemain yang kini sudah berusia 25 tahun digantikan oleh Klopp di menit ke-67 dan melihat dari bangku cadangan saat Wayne Rooney meraih satu poin dari titik penalti untuk pengunjung Sam Allardyce.Kloop menggantinya karna ia  mengalami cedera yang cukup serius sehingga ia tidak bisa menyelesaikan pertandingannya.

Setelah memulai tanpa duo Brasil Philippe Coutinho dan Roberto Firmino di starting XI, keputusan untuk menyingkirkan Salah mengundang pengamatan lebih lanjut mengenai Klopp, namun mantan bos Borussia Dortmund tersebut bersikeras bahwa dia bertindak karena tindakan pencegahan yang diperlukan.

“Saya membawa Mo Salah karena dia mengalami masalah hamstring,” kata Klopp kepada wartawan. “Lalu semua orang berkata, ‘Bagaimana Anda bisa membawanya pergi?’ dan hal-hal seperti ini, saya tidak pergi keluar dan berkata, ‘Ya, tapi dia hampir terluka.’

“Dia tidak saat ini, syukurlah, semoga kita berhasil melepaskannya cukup awal.”Kemenangan atas West Brom terbagi tiga akan menjamin kembalinya ke empat besar bagi Liverpool menjelang perjalanan akhir pekan ke Bournemouth dan Salah sangat ingin bangkit kembali dari kekecewaan derby-hari.

“Kami semua kecewa setelah pertandingan itu tapi itulah hasilnya dan kami harus melanjutkan,” katanya kepada situs resmi Liverpool.”Pertandingan berikutnya adalah pertandingan penting bagi kami di rumah, kami harus mendapatkan tiga poin dan berharap ke depan.”

Kini Liverpool akan mempersiapkan penampilan yang bagus karna mereka harus bisa mendapatkan kemenangan yang bagus dan mendapatkan poin yang penuh untuk bisa melanjutkan pertandingan selanjutnya.Tapi Klopp yakin kepada para pemain nya kalo mereka bisa mendapatkan kemenangan yang penuh dan poin.

Chelsea raih kemenangan memuaskan dengan skor akhir 3-1 saat menghadapi Huddersfield Town

Juara bertahan Chelsea berhasil meraih kemenangan setelah pada laga sebelumnya harus mengamali kekalahan memalukan dengan skor 0-1 atas West Ham United. Pada laga lanjutan kompetisi Premier League pekan ke 17 musim ini, Chelsea berhasil meraih kemenanganyang memuaskan dengan skor akhir 3-1 saat melawan Huddersfield Town.

Pada pertandingan antara Chelsea yang bertandang ke markas Huddersfield Town yang di gelar pada John Smith’s Stadium pada hari Rabu (13/12/2017) dini hari WIB, The Blues sudah berhasil unggul 2-0 saat babak pertama berakhir. Pada babak kedua, Chelsea dan Huddersfield Town sama-sama mencetakj satu gol dan membuat skor akhir menjadi 3-1 untuk kemenangan Chelsea atas Huddersfield Town.

Pada babak pertama, Chelsea yang bersemangat besar setelah laga sebelumnya kalah bermain di kandang mereka dan langsung bergerak cepat dengan permainan cepat mereka. Pada menit ke 23 Chelsea berhasil memecah kebuntuhan dengan mencetak gol pembuka melalui Tiemoue Bakayoko. Gol Bakayoko itu juga tercipta tidak lepas dari Willian yang memberikan bola kepada Bakayoko yang berhasil bergerak di sisi kanan pertahan Huddersfield dan dengan tenang menceploskan bola masuk ke dalam gawang tim tuan rumah yang di kawal oleh Jonas Loessl.

Setelah berhasil mencetak satu gol membuat serangan-serangan Chelsea lebih hidup dan bersemangat untuk mencetak gol kedua mereka. Chelsea berhasil menambah keunggulan mereka pada menit ke 43 melalui Willian. Gol Willian ini tercipta setelah memanfaatkan umpan silang yang di berikan oleh Marcos Alonso dari sisi kanan pertahanan Huddersfield Town.

Skor 2-0 itu pun bertahan hingga laga usai dengan keunggulan sementara Chelsea atas Huddersfield Town. Pada babk kedua, Chelsea langsung bisa menambah keunggulan mereka pada menit ke 49 melalui Pedro Rodriguez setelah memanfaatkan umpan dari Willian yang bermain baik di laga pagi hari ini. Skor 3-0 ini pun bertahan hingga laga memasuki menit 90=1 tapi belum ada gol tambahn yang tercipta.

Namun, Huddersfield berhasil memanfaatkan kelengahan dari sektor pertahanan Chelsea dan berhasil emcetak satu gol melalui Laurent Depoitre setelah memanfaatkan umpan lambung dari Florent Hadergjonaj dan membuat skor menjadi 1-3 utnuk tetap kemenangan Chelsea atas tuan rumah Huddersfield.

Dengan kemenangan ini, Chelsea menjaga jarak mereka dengan Mancehster United yang ada di posisi ke dua. Chelsea saat ini sudah memperoleh poin yang sama dengan Manchester United 35 poin. Hanya saja Chelsea kalah dalam selisih gol, sementara itu Huddersfield Town ada di posisi 12 dengan hanya punya 18 poin dari 17 laga yang mereka mainkan.

Prediksi EPL 14 Desember: Swansea City vs Manchester City

Pimpinan klasemen EPL Manchester City, akan kembali melakoni laga tandangnya di pekan ke 17 Liga Primer Inggris melawan Swansea City. Melakoni laga di Liberty Stadium, pada hari Kamis (14/12) malam nanti. Tambahan tiga poin akan semakin mengukuhkan posisi City di puncak klasemen sekaligus membawa mereka kembali memperpanjang rekor di ajang EPL.

Akhir pekan kemarin, City dengan luar biasa mengalahkan rival sekotanya Manchester United dengan skor 2-1. Hasil itu membuat City unggul 11 poin di posisi teratas atas Setan Merah. Tak hanya itu, City juga menyamai rekor 14 kemenangan beruntun di liga Inggris yang sebelumnya diukir Arsenal pada tahun 2002 silam. Jika The Gunners melakukannya di antara dua musim 2002-2003, maka City adalah tim pertama yang melakukannya dalam satu musim yang sama.

Kemenangan atas Swansea di Liberty Stadium ini akan membuat City mencatatkan 15 kemenangan beruntun dalam sejarah Premier League. Itu akan menjadi rekor baru dalam sejarah liga tertinggi Inggris. City sendiri diprediksi bakal mampu mengukir sejarah EPL tengah pekan nanti. Dengan bermodalkan sejarah yang bagus dalam melawan Swansea. Dimana telah mengantongi 9 dari 12 pertemuan terakhir keduanya. Itu adalah rasio kemenangan terbaik City melawan tim yang sudah mereka hadapi lebih dari lima kali.

Di kubu tuan rumah, demi menghadang City dan meraih poin penuh di laga ini. Paul Clement kemungkinan besar akan memasang skema 4-5-1. Dengan skema bertahan, Wilfried Bony akan diplot sebagai penyerang tunggal timnya. Sementara Gelandang bertipe bertahan seperti Roque Mesa dan Sung Yuen Ki akan di pasang untuk membantu di belakang yang dikawal Federico Fernandez dan Alfie Mawson. Lukasz Fabianski akan dipasang sebagai palang pintu terakhir tim.

Dari tim tamu, PepGuardiola kemungkinan akan merotasi para pemainnya. Dengan skema 4-3-3,. Sergio Aguero akan dipasang sebagai starter debngan dibantu oleh Leroy Sane dan Bernardo Silva di posisi sayap. Yaya Toure juga kemungkinan dipasabng sebagai jendral laapangan tengah. Nicolas Otamendi dan Eliaquim Mangala kemungkinan diduetkan di lini belakang di depan Ederson Moraes.

Dalam laga terakhir mereka, Swansea baru saja mengalahkan West Brom 1-0 setelah melalui tujuh laga sebelumnya tanpa kemenangan. Kepercayaan diri tuan rumah pun saat ini sedang meningkat. Namun itu saja tidak bakal cukup bagi mereka untuk menghentikan City yang pastinya lebih diunggulkan dalam laga ini. City yang selalu menang dalam 14 laga terakhirnya di Premier League tentu akan melanjutkan tren positif tersebut di Liberty Stadium. Prediksi skor 0-3 untuk kemenangan City pun akan menjadi hasil akhir pada laga nanti.

Hasil EPL: Liverpool 1-1 Everton

The Reds Liverpool gagal menyalip Chelsea di klasemen usai ditahan imbang 1-1 dalam laga lanjutan Premier Leaguedi pekan ke 16 yang bertajuk Derby Merseyside saat menjamu Everton di Anfield, pada hari Minggu (10/12) malam wib

Di babak pertama, bertindak sebagai tuan rumah, Liverpool sudah tampil dengan menyerang sejak awal pertandingan dimulai. Pasukan Juergen Klopp ini mencoba menggebrak namun serangan yang dibangun Sadio Mane dkk masih belum mampu menerobos daerah pertahanan tim tamu. Sedangkan Everton sendiri bermain bertahan dengan mengandalkan serangan balik.

Terus mendominasi penguasaan bola, The Reds akhirnya sukses memecah kebuntuan saat laga memasuki di menit 42 lewat sang bintang Mohamed Salah. Aksi individu Salah saat melewati dua pemain lawan, sayap asal Mesir itu kemudian melepas tembakan didepan kotak pinalti dan membuat bola mengarah ke tiang jauh dan tak bisa dijangkau oleh Jordan Pickford. SKor pun berubah menjadi 1-0.

Tak lama berselang, Liverpool memiliki kesempatan untuk bisa menggandakan keunggulan. Namun Sadio Mane gagal mencetak gol usai tembakanya masih melebar di sisi gawang saat berhadapan dengan Pickford. Skor 1-0 pun bertahan hingga jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, pelatih tim tamu Sam Allardyce melakukan pergantian pemain. Dia memasukkan dua pemain tipe menyerang seperti Morgan Schneiderlin dan Aaron Lennon untuk menggantikan Oumar Niasse dan Tom Davies. Meski demikian, perubahan ini tak banyak berpengaruh dalam permainan mereka yang mencoba bermain lebih terbuka. Liverpool tetap dapat mendominasi laga.

Everton akhirnya mampu menggandakan keunggulan di menit 76 melalui titik putih lewat rangkaian serangan balik. Wasit Craig Pawson memberikan hadiah penalti kepada Everton usai Dejan Lovren dianggap melakukan pelanggaran dengan mendorong Calvert-Lewin di dalam kotak terlarang. Wayney Rooney yang bertindak sebagai eksekutor dengan dingin menaklukkan Simon Mignolet. Skor pun berubah menjadi imbang 1-1.

Liverpool mencoba untuk mencari gol kemenangan dengan mengepung daerah pertahanan Everton. Setelah beberapa kali melakukan percobaan, The Reds tetap tak mampu mencetak gol kemenangan tuan rumah. Skor 1-1 tetap bertahan hingga laga usai.

City Mendominasi Manchester United Dengan Perbedaan 11 Poin

Bagi Manchester City, ini bukan hanya hari mereka menyatakan diri tim terbaik di kota. Itu lebih dari itu, tentu saja, ketika sekarang ada celah 11 poin di puncak klasemen Premier League dan tim di tempat kedua baru saja belajar dengan cara yang sulit mengapa sisi Pep Guardiola menghilang ke kejauhan.

Guardiola dan para pemainnya tentu memberi kesan mereka tergesa-gesa untuk menyelesaikan perburuan gelar musim ini. Selisih gol mereka – yang lebih, hampir menggelikan, dari pada kolom gol tim lain – mencetak gol – memiliki efek pada poin lain dan meskipun tampaknya masih jauh lebih awal, dengan salju di trotoar dan kalender yang datang dua pertiga belum dibuka, siapa yang bisa melihat jalan kembali sekarang untuk Manchester United? Jauh lebih mungkin, celah hanya akan terus tumbuh. Akan menyenangkan, demi persaingan, jika masih ada sentuhan lain – tapi itu tampaknya tidak realistis dalam ekstrem. Sejauh judulnya, pasti begitu.

Ada lagi yang luar biasa setelah kemenangan liga beruntun ke-14 berturut-turut dan sebuah pertandingan yang begitu sepihak di sana adalah statistik babak pertama yang menunjukkan bahwa orang-orang José Mourinho baru saja melihat 22% bola. Detail yang lebih penting datang dalam bentuk gol dari David Silva dan Nicolás Otamendi yang memenangkan derby ini, dengan Marcus Rashford mencetak gol untuk United di antaranya, tapi kapan terakhir kali, di tempat mereka sendiri, United memiliki begitu sedikit kepemilikan? Itu saja pasti menyakitkan bagi pendukung mereka.

Ironisnya, pemain Mourinho mungkin masih bisa menyelamatkan diri. Manajer United mengeluh setelah itu bahwa Ander Herrera seharusnya mendapat penalti dari tantangan Otamendi, bukan kartu kuning untuk menyelam, dan ada saat yang luar biasa ketika Romelu Lukaku memecahkan tembakan jarak dekat ke wajah Ederson dan pemain pengganti Juan Mata juga mengarahkan lurus. di kiper dengan usaha tindak lanjut. Namun, hari-hari telah berlalu sejak Sir Alex Ferguson dulu bermegah tidak ada tim lain yang mencetak lebih banyak gol terlambat. Sebenarnya banyak yang telah berubah di Old Trafford dinilai oleh narasi game ini dan perbedaan pendekatan antara kedua belah pihak.

Kerumunan di sini mungkin masih suka bernyanyi tentang “sepak bola yang diajarkan oleh Matt Busby” tapi, karena pemain City mengerjakan pola passing mereka yang rumit, ada soundtrack yang berbeda.

Pertunjukan pertama “Park the bus, Man United” bisa didengar dari ujung jauh pada tanda 15 menit. Lagu berikutnya, serentak dihapus, bertanya apakah tim tuan rumah mungkin “takut”. Segera setelah itu ada olés dari ujung yang jauh. OK, statistik kepemilikan tidak berarti poin bonus tapi mengejutkan, bagaimanapun, untuk melihat bagaimana satu tim menjaga bola dan yang lainnya tidak melakukannya. Dengan setengah waktu, City telah bermain lebih dari empat kali angka lolos, 334 sampai 78, dari tim tuan rumah. Secara keseluruhan, City memiliki 65% kepemilikan terhadap tim yang sebelumnya hanya kebobolan satu gol di kandang sendiri.

Guardiola mengakhiri pertandingan dengan Silva sebagai pemain City yang paling maju. Pemimpin liga kehilangan kapten mereka, Vincent Kompany, cedera pada babak pertama dan memiliki mantra dengan Fernandinho yang bereksperimen sebagai babak tengah. Sergio Agüero, salah satu striker terbaik era Premier League, tidak diwajibkan untuk satu menit pun. Namun sisi jauh masih menemukan cara untuk mengungguli, mengalahkan dan mengalahkan lawan mereka. Guardiola menyimpulkannya secara ringkas: “Musim lalu sama. Kami menang karena kami lebih baik. Kami lebih baik di semua departemen. “

Gara gara Peluk Wasit, Kiper Ini Kena Kartu Merah Plus Skorsing Lima Laga

Sebuah kisah unik baru saja terjadi di kompetisi sepakbola Yunani dimana seorang kiper dikartu merah gara gara terlalu senang, plus terkena skorsing lima laga. Semua cuma gara-gara sebuah pelukan saja. Begini kisahnya

Nikos Papadopoulos, demikian nama kiper tersebut. Dia merupakan pesepakbola Yunani yang berumur 27 tahun dan membela klub bernama PAS Lamia. Kejadian ini menimpa dirinya dalam laga melawan Panaitolikos di partai liga Yunani pada akhir pekan lalu

Singkat cerita, pertandingan itu berakhir dengan skor sama kuat 2-2 berkat gol penyama kedudukan nan dramatis. Lamia yang tertinggal 2-1 pada saat itu berhasil mencetak gol penyama lewat kaki Djili Vouho ketika pertandingan memasuki masa injury time menit ketujuh alias 90+7

Nah, saking gembiranya atas gol tersebut, Papadopoulos langsung memeluk wasit yang bertugas, Ioannis Neophatiadis dalam perayaannya. Bukan Cuma itu saja, dia juga mencium dan menyalami tangan si pengadil lapangan itu. Sialnya, sang wasit rupanya tidak berkenan dengan aksi Papadopoulos dan menganggapnya sebagai sebuah pelanggaran yang layak di kartu merah

Akibatnya Papadopoulos pun harus mendahului rekan rekannya mengakhiri pertandingan lebih cepat karena di usir Neophatiadis keluar lapangan.

Selain terkena kartu merah langsung dari wasit, Papadopoulos juga terancam terkena hukuman tambahan. Menurut CNNTurk.com, penjaga gawang yang pernah memperkuat klub top Yunani Olympiakos dan Fortuna Duesseldorf di Jerman itu akan mendapat skorsing larangan tampil sebanyak lima pertandingan di kompetisi domestic. Ia dianggap melakukan perbuatan tak menyenangkan ke wasit

Lalu bagaimana tanggapan Papadopoulos sendiri terkait hukuman kartu merahnya ? Dia mengaku bahwa itu di luar dugaan ketika dirinya di usir oleh wasit yang memimpin pertandingan. Papadopoulos mengatakan bahwa pada saat itu dirinya terlalu senang sehingga lupa diri lalu memeluk wasit tanpa dia sadari, namun tidak menyangka akan mendapat bencana seperti ini.

Pihak klub Lamis telah menerima kartu merah yang di peroleh Papadopoulos dengan ikhlas, tapi tidak dengan skorsing lima laga itu. Rencananya pihak klub akan mencoba mengajukan banding ke Federasi Sepakbola Yunani