Sudut taktis Arsenal – Leicester: Film dan sutradara hebat

Arsenal dan Leicester City memulai Liga Primer Inggris musim ini dengan tim tertinggal dan tidak stabil. Sementara “Gunners” kehilangan duo Koscielny (diskors) Mustafi dan Sanchez, “Fox” tidak melayani dua gelandang tengah Drinkwater, Iborra, bek tengah Robert Huth dan striker Islam Slimani karena cedera.

Itu mungkin mengapa kedua tim terkena banyak masalah dalam pertandingan tersebut. Dalam lima menit pertama, dua gol datang dari dua pemain terendah di lapangan: 52 juta pound Lacazette dan Okazaki. Arsenal dan Leicester jauh dari sana seolah-olah lawan tak berpenghuni, mudah dijangkau untuk membuat skor hujan.

Monreal, Holding dan Kolasinac trilogi dalam skema 3-4-2-1 Arsenal sangat kusut. Kemampuan untuk saling melapisi tidak baik, dan dengan striker secepat Vardy, dia sangat menyukai ruang belakang yang luas. Vardy mencetak gol pertama di kaki kanannya, flashing the counter-attack, sementara babak kedua mendapat keuntungan dari defleksi di pertahanan Arsenal.

Namun pertahanan Arsenal belum makan dibanding Leicester. Keempat gol tersebut (selain Lacazette juga memiliki Welbeck, Ramsey dan Giroud untuk merekam) dengan “Fox” masih sedikit jika melihat jumlah peluang yang diciptakan Arsenal. Maguire terlalu muak dengan Morgan, dukungan dari lini tengah untuk Leicester tidak stabil, terutama kekecewaan Ndidi.

Arsenal telah membuat debut yang sukses dan merupakan salah satu pemain dengan nilai tertinggi dalam permainan. Tapi yang paling terpuji saat ini mungkin Wenger. Meski mengalami kesulitan personil dan sakit kepala yang menangani Sanchez (bersikeras untuk terus melaju, diharapkan bisa bergabung dengan PSG), “Profesor” masih mengatasi kesulitan, di luar musim yang salah. Tidak ada Koscielny dan Mustafi, Wenger telah bermain di masa lalu dengan Monreal – Holding – Kolasinac. Rencana ini benar-benar bangkrut karena mereka bermain sangat buruk. Tapi orang Prancis itu tahu bagaimana cara membalikkan keadaan, dan penggemar Arsenal belum pernah melihat untuk waktu yang lama.

Itu mungkin mengapa kedua tim terkena banyak masalah dalam pertandingan tersebut. Dalam lima menit pertama, dua gol datang dari dua pemain terendah di lapangan: 52 juta pound Lacazette dan Okazaki. Arsenal dan Leicester jauh dari sana seolah-olah lawan tak berpenghuni, mudah dijangkau untuk membuat skor.

 

 

Napoli

Napoli Sukses Hajar Espanyol 2-0 Dilaga Uji Coba

Dries Mertens – Untuk bisa  tampil lebih bagus lagi dipertandingan yang di inginkan Napoli telah memperlihatkan kalau pihaknya lebih dari siap untuk memulai musim baru yang akan datang. Mereka baru saja melakukan laga uji coba melawan Espanyol dan hasilnya mereka menang 2-0 pada pertandingannya.

Meski laga itu tidak terlalu berarti bagi Napoli namun tetap saja laga itu cukup untuk membuktikan kalau pihak Napoli sudah benar-benar siap untuk memulai perebutan trofi seperti musim-musim sebelumnya. Laga melawan Espanyol bukanlah laga yang mudah sebab Espanyol terlihat berusaha keras dan Napoli dapat mengalahkannya ketika mereka benar-benar berusaha.

Pada pertandingan dibabak pertama terlihat Napoli memulai laga dengan cukup cepat. Pihak Napoli tanpa menunggu langsung melancarkan serangan kepertahanan Espanyol terus menerus membuat pihak Espanyol langsung mendapat kesulitan dimenit-menit awal pertandingan dan laga itu benar-benar berlangsung sengit untuk keduanya.

Napoli yang berusaha ungguk dalam waktu cepat terlihat mendapat kesulitan untuk menjebol gawang Espanyol. Pihak Napoli baru bisa menciptakan keunggulan pertamanya di menit ke 35 dimana sosok Dries Mertens menjadi pemain yang menciptakan gol itu mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk keunggulan Napoli.

Gol itu merupakan gol awal sekaligus gol akhir untuk babak pertama pertandingan. Usai gol itu tercipta tak ada gol kembali tercipta hingga babak pertama berakhir membuat pertandingan beralih kebabak kedua.

Pada babak kedua pihak Napoli kembali melangsungkan serangannnya kepertahanan lawan dan dalam waktu yang cukup cepat mereka mendapat keunggulan keduanya. Di menit ke 55 sosok Raul Albiol menjadi pemain yang menciptakan keunggulan kedua membuat Napoli kini sudah unggul 2-0 pada pertandingannya. Pertandingan kembali dilangsungkan dan Espanyol berusaha untuk membalas namun hingga pertandingan berakhir skor tetap bertahan untuk kemenangan Napoli.

Persebaya Incar Hasil Positif Saat Melawan Persepam

 

Pemuncak klassemen sesaat Group 5 Liga 2, Persebaya Surabaya, juga akan melakukan pertandingan tandang ke markas Persepam Madura Paling utama, Kamis (10/8/2017) di Stadion Ratu Pamelingan, Pamekasan.

Pada pertandingan tandang kesempatan ini, tim berjulukan Green Force akan memperoleh perlawanan ketat dari tuan-rumah. Pasalnya, ada aspek nonteknis yang sering buat tuan-rumah tampak tambah baik di banding lawan yang lain. Maklum, bukanlah rahasia sekali lagi bila lawan yang berjumpa Persebaya mengusung motivasi berlipat.

Manajer Persebaya, Chairul Basalamah, yakini, kalau nama serta reputasi besar Persebaya sering menyebabkan semangat tim beda untuk menaklukkan tim garapan Angel Alfredo Vera itu, tidak kecuali Persepam.

” Melawan Persebaya senantiasa mengusung motivasi besar, karenanya kami mesti tampak tambah baik dari lawan bila menginginkan mencapai hasil positif, ” terang Basalamah.

Pada kompetisi ini, Persebaya membanderol tujuan menang untuk menjaga tempat di puncak klassemen sesaat yang sekarang ini mereka kuasai. Jadi itu, di pertandingan ini Persebaya juga akan mengerahkan semua kemampuan terbaiknya.

Ada peluang, Alfredo menempatkan dua pemain baru asal Papua, Ricky Kayame serta Nerius Alom. Dengan perasaan menyerang yang dipunyai ke-2 pemain eks Persipura ini, Alfredo memanglah tidak kesusahan mengaplikasikan alur permainan esktra ofensif yang ia angkat.

” Namun semuanya bergantung pelatih. Kami belum juga tahu apakah kelak pelatih juga akan turunkan satu diantara atau jadi keduanya. Yang tentu, kami menginginkan mengambil point di Pamekasan, ” tutur Basalamah.

Sesaat kubu tuan-rumah tidak ingin kalah. Pelatih Persepam, Suwandi HS. mengaku timnya begitu siap hadapi kompetisi ini.

” Sesudah kalah di minggu terlebih dulu, kami segera konsentrasi ke kompetisi lawan Persebaya. Saya sendiri telah mencermati permainan Persebaya pada dua kompetisi paling akhir, dan lihat rekaman pertandingannya, ” tutur Suwandi.

Suwandi menyebutkan, sekarang ini keadaan semua pemainnya dalam keadaan bagus. Tak ada satu juga pemainnya yang cedera. Hingga Persepam juga akan turun dengan scuad komplit pada pertandingan kontra Persebaya kesempatan ini.

” Saat ini tinggal doa dan support dari orang-orang Pamekasan. Saya optimis dapat capai point penuh di kompetisi kelak, ” koar eks asisten pelatih Persegres Gresik United pada putaran pertama Liga 1.

Real Madrid sukses mengalahkan Manchester United

Real Madrid telah menunjukkan bahwa ketika sebuah pertandingan serius terjadi, kekuatan penuh mereka ditunjukkan saat Real mengalahkan Manchester United 2-1 untuk memenangkan Piala Super Eropa. Namun, mereka masih memiliki dua pertandingan besar untuk dimainkan di Piala Super Spanyol dengan rival Barcelona, ??dan tampaknya Madrid tidak dihargai seperti sebelum pertandingan.

Barcelona baru saja mengalami musim panas yang ganas. Lionel Messi membukukan perpanjangan kontrak namun Neymar meninggalkan klub tersebut untuk Paris Saint-Germain, dan Barca akan menerima para pemula yang lebih mahal dalam beberapa hari ke depan. Di bangku cadangan, Luis Enrique meninggalkan kontrak dan Ernesto Valverde pindah dari Athletic Bilbao.

Meski sempat bergerak, klub Catalan tampaknya lebih dihargai dari Real Madrid menjelang Super Cup mendatang. Menurut media Spanyol, Real memiliki catatan bagus di La Liga dan Liga Champions, namun Barcelona adalah tempat yang sulit ketika Zinedine Zidane memimpin Los Blancos.

Dalam 5 laga terakhir melawan Barca, Real kehilangan 3 Super Classics. Kegagalan 2-3 di paruh terakhir La Liga musim lalu membuat Madridis tidak melupakan gol terakhir Lionel Messi, namun Real juga kalah 0-4 di kandang pada paruh pertama La Liga pada 2015/16. (Dalam pertandingan cadangan Messi), dan butuh Sergio Ramos yang diselamatkan di penghujung pertandingan imbang 1-1 di Camp Nou musim lalu.

Satu-satunya kemenangan dari lima pertandingan di leg kedua musim 2015/16 saat Ronaldo dan Benzema membantu Real kembali 2-1 di Camp Nou, tapi itu satu-satunya kemenangan Zidane dalam pertandingan Super Classics sejak saat dia menjadi pelatih.

Real di seri Supercup yang datang ke sini akan menemui duet berbahaya Messi – Suarez dari Barca, Messi dalam performa puncaknya masih bisa membuat gol Real membubarkan meski mereka memiliki lini tengah terkuat La Liga.

Tak hanya itu, Real Madrid juga mengalami kerugian di leg pertama. Gelandang veteran Luka Modric akan diskors karena larangan larangan pada tahun 2014. Modric menerima kartu kuning keduanya dalam kekalahan Atletico Madrid di Piala Super Spanyol tahun itu dan satu pertandingan suspensi. Alhasil,  setelah tiga tahun Modric absen dalam kompetisi di Piala Super Spanyol, kini berada di laga pertama.

Juventus Sedang Incar Pemain Liverpool

Sekarang ini Juventus dengan fokus mengincar pemain tengah yang mereka perlukan, dari beberapa nama yang masuk dalam daftar incaran, Juventus sekarang hanya fokus kepada pemain tengah Liverpool yaitu Emre Can.

Awalnya Juventus mengincar pemain dari Paris Saint Germain, Blaise Matuidi dan pemain dari Sevilla Stevan N’Zonzi akan tetapi klub raksasa Italia tersebut diketahui perlahan meninggalkan pemain Paris Saint Germain dan Sevilla tersebut, serta lebih fokus kepada pemain Liverpool, Emre Can.

Bahkan ada kabar yang beredar Juventus sudah memberikan tawaran kepada Liverpool sebesar 25 juta euro untuk membawa Emre Can akan tetapi tawaran tersebut masih ditolak oleh Liverpool karena mereka tak ingin kurang dari nilai yang dipatok yaitu 30 juta euro.

Biarpun demikian dipastikan Liverpool akan memikirkan hal tersebut lagi karena kontrak Can akan segera berakhir 1 musim lagi, dan sampai saat ini Liverpool juga belum memberikan kontrak baru kepada Can, apa bila Liverpool tidak bergerak cepat maka dimusim yang akan datang mereka tidak akan mendapatkan dana seperserpun dari Can.

Can telah menjadi incaran Juventus dari beberapa musim lalu, Juventus semakin menginginkan Can setelah mereka kehilangan Leonardo Bonucci yag pergi ke AC Milan, Juventus mengingkan Can menganti posisi Bouncci, biarpun Can bermain sebagai gelandang akan tetapi Can juga mempunyai kemampuan untuk bertahan.

Emre Can adalah pemain jebola dan akademi Bayern Muenchen, sebelumnya ia juga pernah belajar diakademi Frankfurt dan memulai karier sepak bolanya ditahun 2012 dan kemudian pindah ke Bayern Leverkusen ditahun 2013 dengan nilai 5 juta euro. Perfoma yang ditunjukan Emre Can semakin membaik sehingga membuat Liverpool tertarik dan membawanya dari Bayern Leverkusen ditahun 2014, ia dibawa dengan nilai 12 juta euro. Selama 3 musim bermain dengan Liverpool, tercatat ia berlaga sebanyak 129 pertandingan dan mengoleksi 8 gol serta 7 assist.

 

 

 

Lacazette Berdampak Besar Buat Arsenal, Namun Rotasi Juga Disebut Penting

Thierry Henry sangat berharap Alexandre Lacazette melalui musim perdana yang oke bersama Arsenal. Akan tetapi pria berusia 39 tahun itu juga percaya opsi-opsi di lini depan bakal krusial buat The Gunners.

Lacazette direkrut Arsenal di bursa transfer musim panas ini dengan nilai yang kabarnya mencapai 46,5 juta poundsterling, yang memecahkan rekor transfer klub. Striker internasional Prancis itu pun diharap bisa menjadi andalan baru di lini depan Arsenal.

Pada musim lalu, Lacazette memperlihatkan ketajamannya di Ligue 1 dengan mencetak 28 gol dari 30 laga. Itu merupakan musim ketiga Lacazette secara beruntun dimana penyerang berusia 26 tahun itu mencetak lebih dari 20 gol dalam semusim di liga.

Tantangan di Premier League disebut Henry akan berbeda dan itu akan menjadi tantangan bagi Lacazette. Akan tetapi mempertimbangkan skuat di Arsenal yang juga lebih bagus dari Olympique Lyon (klub Lacazette sebelumnya), Henry pun merasa tidak akan ada masalah berarti.

“Alexandre Lacazette melakukannya di Ligue 1 dan orang-orang mungkin mengatakan itu liga yang berbeda. Akan tetapi dengan memberi rasa hormat untuk Olympique Lyon, dia juga bakal bermain dengan para pemain yang lebih bagus. Saya mendukungnya untuk menjalani musim bagus di Arsenal” kata Henry.

“Namun rotasi bakal menjadi kunci. Terkadang Anda bakal memerlukan Olivier Giroud atau Alexis Sanchez di posisi penyerang tengah dan kadang Anda membutuhkan Danny Welbeck atau Theo Walcott. Siapapun bakal memberikan dampak untuk tim” sambung pria berusia 39 tahun itu.

Rotasi ini diperlukan guna menghadapi lawan dengan karakter berbeda-beda. Giroud misalnya, dapat diandalkan untuk mengatasi kebuntuan via bola-bola atas.

Henry juga heran dengan situasi Lacazette dan Giroud, dimana keduanya mempunyai peran yang bertolak belakang di timnas dan klub.

“Lacazette memiliki permainan berbeda dengan Giroud, yang mana saya pikir itu bagus karena Anda memerlukan tipe-tipe penyerang yang berbeda-beda” lanjut Henry.

“Ironis kalau Anda memikirkan jika Giroud menjadi starter untuk Prancis dan Lacazette adalah penggantinya. Sepertinya di level klub, Giroud yang justru akan menjadi pengganti” tutup pria kelahiran Les Ulis, 17 Agustus 1977 itu.

Peluang Chelsea Untuk Mempertahankan Gelar Liga Inggris

Sesudah menjadi juara pada musim lalu, Chelsea melewati musim panas yang tak ideal. Kebijakan transfer The Blues dikritik, hasil pertandingan ujicoba juga tidak bagus. Mampukah tim besutan Antonio Conte itu mempertahankan mahkotanya?

Ada sejumlah faktor yang harus disorot terkait upaya Chelsea untuk mempertahankan titel juara Premier League. Yang pertama adalah aktivitas belanja Chelsea. ‘Si Biru’ dikritik karena keputusannya merombak skuat untuk musim depan.

Chelsea mengeluarkan dana sebesar 127 juta poundsterling di bursa transfer musim panas ini. Tiga pemain digaet, Antonio Rudiger, Timoue Bakayoko dan Alvaro Morata. Sementara yang dilepas adalah Diego Costa dan Nemanja Matic. Matic sudah resmi dijual ke Manchester United, sedangkan Costa tidak masuk ke dalam rencana Conte pada musim depan dan masih berupaya mencari klub baru.

Chelsea pun dikritik karena melepas 2 pemain itu. Keduanya mempunyai peran penting di dalam keberhasilan merajai Premier League 2016/2017. Jumlah skuat di Chelsea juga bisa terbilang minim. The Blues hanya memiliki 23 pemain dengan 17 pemain senior dan sisanya pemain junior macam Andrea Christensen, Charly Musonda, Jeremie Boga, Kyle Scott dan Lewis Baker.

Skuat yang pas-pas itu pun dikritik oleh Frank Lampard. Topskor sepanjang masa Chelsea itu mengatakan Conte masih memerlukan tambahan pemain mengingat mereka juga bakal bermain di Liga Champions.

Di pertandingan pramusim, Chelsea pun menjadi terlihat kurang meyakinkan. Mereka mengalami 2 kekalahan dari 3 pertandingan yang dimainkan. Chelsea mengawali pramusim dengan mengalahkan Arsenal 3-0, lalu mengalami kekalahan beruntun di 2 pertandingan International Champions Cup 2017 melawan Bayern Munchen (2-3) dan Inter Milan (1-2).

Hasil negative itu berlanjut saat Chelsea melawan Arsenal lagi di ajang Community Shield (2017/2018). Thibaut Courtois dkk. takluk via adu penalti 1-4 sesudah bermain imbang 1-1 di waktu normal.

Morata jadi salah satu pemain yang sangat disorot selama pramusim. Bagaimana tidak, dibeli dengan harga 70 juta pounds (Rp 1,2 triliun) dari Real Madrid, Morata masih belum mencetak gol selama pramusim.

Morata sebenarnya bukan penyerang yang benar-benar diincar oleh Chelsea. Pada awalnya mereka mendekati Romelu Lukaku, akan tetapi belakangan MU yang berhasil mendapatkannya, sehingga penyerang internasional Spanyol itu direkrut.

Morata pun diprediksi akan kesulitan di Premier League. Conte mengakui jika pemain barunya itu memang memerlukan waktu untuk beradaptasi. Sementara Rudiger masih belum teruji benar dan Bakayoko masih mengalami cedera.

Selain problem di atas, Conte masih harus memutar otak mengenai taktik di musim depan. Formasi 3-5-2 tentu sudah menjadi hal yang tidak asing di Premier League, sejak diterapkan pada musim lalu.

Skema 3 bek Chelsea sudah bisa terbaca dengan banyak tim yang juga mulai menerapkannya. Mulai dari MU, Arsenal dan Tottenham Hotspur mulai belajar bermain dengan formasi 3 bek sejajar.

Dengan skuat yang pas-pas dan rekrutan yang masih belum maksimal, tentu Chelsea masih mempunyai pekerjaan rumah yang besar menjelang musim 2017/2018. Chelsea juga mesti ingat jika mereka mampu menjuarai Premier League 2016/2017 karena fokus mereka tak terbagi ke Eropa. Sementara pada musim ini The Blues kembali tampil di Liga Champions.

Setajam Apa Romelu Lukaku di MU?

Perburuan penyerang Manchester United berakhir ke sosok Romelu Lukaku. Lalu bisa setajam apa striker internasional Belgia itu ketika berseragam The Red Devils?

Satu pos penyerang MU lowong sesudah Zlatan Ibrahimovic dilepas karena mengalami cedera parah. Kontrak striker asal Swedia itu pun habis pada bulan Juni lalu dan kemudian tidak diperpanjang.

Pada mulanya, MU dikabarkan mendekati striker Real Madrid, Alvaro Morata. Akan tetapi berkat peran agen Paul Pogba, Lukaku yang berhasil didatangkan. Sementara Morata bergabung dengan Chelsea.

Lukaku digaet MU dari Everton dengan harga senilai 75 juta poundsterling. Striker berusia 24 tahun itu pun menjadi penjualan termahal The Toffees di sepanjang sejarah berdirinya Everton.

Lukaku memang memperlihatkan penampilan yang oke di Premier League musim lalu. Dia mencetak 25 gol untuk tim besutan Ronald Koeman itu. Lukaku berada di peringkat kedua daftar topskor di Premier League. Catatan tersebut 10 gol lebih banyak daripada torehan gol Ibrahimovic di Premier League.

Akurasi tembakan Lukaku juga cukup tinggi. Tercatat jika striker kelahiran Antwerp, 13 Mei 1993 itu memiliki 64% tembakan akurat. Ketika melakukan duel, Lukaku juga memiliki catatan yang terbilang oke, dengan memenangkan 46% di antaranya.

Selama berkarir di Premier League, Lukaku telah melakoni pertandingan sebanyak 186 kali. Dia mampu membuat 85 gol, alias rata-rata 0,46 gol di setiap laga.

Kekuatan kaki kiri Lukaku menjadi andalannya di dalam menjebol gawang lawan dengan 42 gol yang sudah dibuat di Liga Inggris. Sementara itu dengan kaki kanan, striker yang pernah berseragam West Bromwich Albion itu membuat 24 gol.

Dengan tinggi yang mencapai 1,9 meter, kepala Lukaku juga amat berbahaya. Dia telah mencetak 18 gol dengan kepalanya itu. Enam gol lain dicetak lewat tendangan penalti. Kelemahan Lukaku adalah eksekusi tendangan bebas, dengan cuma mencetak satu gol dari  freekick.

Rata-rata gol Lukaku di dalam setiap laga bahkan lebih oke dibandingkan topskor sepanjang masa MU, Wayne Rooney, dan penyerang MU asal Bulgaria, Dimitar Berbatov. Rooney memiliki rata-rata 0,43 gol di setiap laga, sementara Berbatov rata-rata 0,41 gol.

Hanya Robin Van Persie yang memiliki rata-rata gol lebih oke dari Lukaku. Van Persie rata-rata membuat 0,51 gol di setiap laga.

Produktivitas Lukaku bersama Everton di dalam 3 musim terakhir pun terus merangkak naik. Sebanyak 10 gol dibuatnya pada musim 2014/2015, kemudian 18 gol pada musim 2015/2016 dan 7 gol lebih banyak dibuatnya di musim 2016/2017.

Dengan dukungan dari pemain-pemain top semacam Pogba, Juan Mata, Anthony Martial, Henrikh Mkhitaryan, Marcus Rashford dan Jesse Lingard, berapa banyak gol yang bisa dicetak Lukaku untuk MU?

Premier League 2017/2018 Adalah Persaingan Manajer Top Yang Semakin Panas

 

Musim Premier League yang baru akan bergulir di pekan ini. Adu strategi di antara para manajer top di Premier League pun akan semakin panas.

Antonio Conte adalah yang terbaik bersama Chelsea pada musim lalu. The Blues juga dibawanya meraih sejumlah rekor, salah satunya adalah catatan 30 kemenangan di sepanjang musim.

Selain Conte, masih ada sejumlah manajer top lagi di Premier League musim mendatang. Jose Mourinho masih menukangi Manchester United. Josep Guardiola, yang nilgelar pada musim lalu masih berada di kursi manajer Manchester City dan Arsene Wenger pada akhirnya bertahan di Arsenal.

Sementara Mauricio Pochettino masih tetap dipercaya oleh Tottenham Hotspur mengarsiteki tim asal London Utara itu. Sedangkan Liverpool dilatih oleh Jurgen Klopp dan Everton dibesut Ronald Koeman.

Masih ada 3 manajer yang ikut meramaikan persaingan, yakni Frank De Boer, Rafael Benitez dan Slaven Bilic. Bilic masih melatih West Ham United, Benitez baru saja membawa Newcastle United promosi dari Championship. Sedangkan De Boer yang menganggur setelah dipecat Inter Milan mengadu nasib dengan mengarsiteki Crystal Palace.

Sesudah gagal pada musim lalu, Guardiola dan City langsung melakukan belanja besar. Ada 5 pemain direkrut untuk memperkuat tim, total transfernya lebih dari 200 juta poundsterling. Dengan tambahan amunisi seperti Ederson, Benjamin Mendy, Danilo, Kyle Walker dan Bernardo Silva, The Citizens pun difavoritkan untuk memenangkan gelar juara Premier League. Sesudah gagal meraih piala untuk yang pertama kalinya sebagai pelatih, Guardiola jelas bakal semakin termotivasi untuk mendapatkannya.

Sementara Mourinho juga sudah memperkuat timnya agar bisa lebih bersaing di dalam perebutan gelar juara Premier League. Pada musim lalu, The Red Devils hanya finis di peringkat 6. Walaupun begitu, MU juga sukses besar dengan memenangkan 3 trofi.

Romelu Lukaku, Nemanja Matic dan Victor Lindelof sudah direkrut untuk membuat skuat MU menjadi lebih oke. Selama ujicoba, MU sudah memperlihatkan penampilan yang sip dengan meraih 6 kemenangan dari 7 kali bertanding.

Conte dan Chelsea jelas tidak mau begitu saja menyerahkan gelar Premier League yang diraih musim lalu ke tim yang lainnya. Dengan perubahan di dalam skuat yang tidak begitu banyak dibandingkan musim 2016/2017, ‘Si Biru’ jelas masih menjadi tim yang sulit untuk dikalahkan. Antonio Rudiger direkrut untuk menambal lini belakang sepeninggal John Terry yang kontraknya berakhir, sementara itu Alvaro Morata digaet untuk menggantikan Diego Costa di lini depan.

Wenger dan Arsenal sudah menuntaskan saga perundingan kontrak baru. Keduanya pun sudah sepakat untuk bersama selama 2 tahun lagi. Wenger, yang sudah puasa gelar Premier League lebih dari satu dasawarsa jelas mau memberikan kado indah buat para suporter The Gunners.

Alexandre Lacazette direkrut dari Olympique Lyon agar Arsenal memiliki mesin gol yang lebih bisa diandalkan. Sementara itu Sead Kolasinac digaet dengan cuma-cuma dari Schalke. Kolasinac pun menjadi pencetak gol Arsenal ke gawang Chelsea di ajang Community Shield.

Wenger mesti mampu melakukan rotasi pemain dengan cermat supaya tidak keteteran. ‘Meriam London’ juga bakal tampil di Liga Europa, yang membuat jadwal mereka semakin padat dibandingkan musim-musim sebelumnya.

Klopp masih belum mampu membawa Liverpool mengakhiri puasa gelar selama lebih dari 2 dekade. Membawa The Reds lolos ke Liga Champions musim ini menjadi prestasi terbaik Klopp di Premier League 2016/2017.

Mohamed Salah sudah dibeli untuk menajamkan lini serang. Ada Andrew Robertson yang direkrut dari Hull City untuk memperkokoh lini belakang. Dengan skuat yang tidak banyak berubah, Klopp pun masih berada di daftar kandidat juara untuk musim depan.

Sesudah semusim absen, Benitez akhirnya kembali mencicipi kasta tertinggi sepakbola di Inggris. Status Benitez sebagai manajer peraih trofi Liga Champions bersama Liverpool jelas bakal membuat persaingan di Premier League semakin sengit.

Pochettino kehilangan sejumlah pemain kunci menatap kompetisi yang baru. Walker adalah penjualan termahal The Lilywhites. Dengan skuat yang tidak banyak berubah, Tottenham pantas disebut sebagai salah satu tim yang akan bersaing di papan atas.

Sementara itu, Bilic dan Koeman juga didukung belanja pemain yang banyak agar mampu lebih berprestasi di Premier League. West Ham mendatangkan kiper nomor satu Inggris, Joe Hart, dan Javier ‘Chicharito’ Hernandez. Sedangkan Everton merekrut sejumlah pemain top seperti Wayne Rooney, Davy Klaassen, Sandro dan Wayne Rooney.

Dengan peta kekuatan yang semakin merata, persaingan untuk menjadi juara atau bahkan sekedar meraih tiket ke Liga Champions pun jelas bakal bertambah sengit.

Lini Pertahanan Liverpool Masih Rentan Kebobolan

 

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, mengaku puas dengan lini pertahanannya saat ini. Pertanda tidak ada pembelian bek baru lagi di bursa transfer musim panas ini?

The Reds bisa dikatakan mempunyai barisan depan yang amat menakutkan saat di musim lalu mereka menjadi salah satu dari 5 tim tertajam di Premier League, dengan catatan lebih dari 70 gol per musim. Kombinasi Adam Lallana, Philippe Coutinho, Roberto Firmino dan Sadio Mane begitu menakutkan.

Ditambah lagi kehadiran Mohamed Salah di musim ini, maka lini depan Liverpool bisa dibilang begitu dahsyat. Tidak hanya tajam, para pemain tersebut pun memiliki kecepatan yang dapat membuat lini pertahanan lawan kocar-kacir.

Akan tetapi bicara mengenai lini depan Liverpool tidak lengkap tanpa menyebut lini pertahanan tim ini yang sayangnya berbeda jauh bak langit dan bumi. Ketajaman di depan tidak dibarengi dengan kokohnya lini pertahanan.

Semenjak musim 2010/2011, tidak pernah kurang dari 40 gol yang bersarang ke dalam gawang Liverpool walaupun sudah menggaet kiper-kiper semacam Pepe Reina, Simon Mignolet dan sekarang Loris Karius. Masalah akut di lini pertahanan pun sepertinya masih belum terpecahkan.

Bahkan ketika menjadi runnerup pada musim 2013/2014, Liverpool kebobolan 50 gol walaupun berhasil mencetak 102 gol. Terakhir kali Liverpool kebobolan di bawah 40 gol adalah di musim 2009/2010, musim terakhir Rafael Benitez dengan 35 gol.

Padahal selama ditukangi Benitez sejak musim 2004/2005, gawang Liverpool rata-rata hanya kemasukan 30 gol permusim, walaupun secara produktivitas tidaklah mengagumkan, dengan rata-rata cuma sekitar 50 gol permusim.

Kemudian masalah ini yang mesti dipecahkan Klopp menjelang bergulirnya musim 2017/2018. Tentunya ‘Si Merah’ tidak mau masalah akut ini kembali terulang walaupun potensi ke arah sana masih amat besar terkait aktivitas belanja mereka di bursa transfer musim panas ini.

Dari 3 pemain yang digaet, hanya Andrew Robertson yang berposisi pemain belakang. Akan tetapi bek kiri yang direkrut dari Hull City itu tentu tidak cukup untuk membuat barisan pertahanan Liverpool lebih solid.

Dari sejumlah bek yang dipunyai Liverpool sekarang ini, hanya Nathaniel Clyne dan Joel Matip yang dianggap oke. Sisanya nama-nama seperti Dejan Lovren, Ragnar Klavan, Joe Gomez, Alberto Moreno, Jon Flanagan dan Trent Alexandre-Arnold masih belum bermain dengan bagus.

Sebenarnya Liverpool masih memiliki Mamadou Sakho yang mempunyai kualitas oke untuk mengawal lini belakang mereka, akan tetapi bek internasional Prancis itu statusnya dibekukan dan tinggal menunggu dijual.

Di tengah problem lini belakang yang masih belum ketemu obatnya, The Reds dikabarkan mundur perlahan-lahan di dalam perburuan bek asal Southampton, Virgil Van Dijk, yang sebelumnya kuat digosipkan akan bergabung ke Anfield dengan harga sebesar 65 juta poundsterling.

Hingga sekarang ini Southampton masih sakit hati atas pendekatan illegal yang dilakukan oleh Liverpool beberapa waktu lalu. Apalagi Klopp sendiri ternyata tidak begitu ngotot untuk mengejar Van Dijk dan mengaku puas dengan stok pemain bertahannya saat ini.

“Coba kita lihat diluar sana dan katakana kepada saya, 5 bek yang bisa membuat pertahanan kami jadi lebih bagus. Kemudian silahkan ambil hadiahnya. Amat sulit mencari bek dengan kualitas yang bagus” kata Klopp.

“Kami mempunyai 4 bek tengah. Saya pikir kami tak membutuhkan bek baru lagi. Untuk sekarang ini sudah bagus. Kami masih memiliki waktu sampai 31 Agustus. Kami tak dapat memaksakan apapun dan kami tak akan membeli bek karena kami ingin” lanjut manajer asal Jerman itu.

“Kami akan membeli karena perlu, kami memerlukan itu, akan tetapi Anda tak dapat membeli semuanya. Itu tak akan berhasil. Saya sendiri tidak begitu mempermasalahkan lini belakang kami” tutup Klopp.