Munchen Menang 3-1 Atas Leverkusen

Poin penuh kembali didapatkan Bayern Munchen. Munchen berhasil menundukkan perlawanan Bayer Leverkusen dengan skor 3-1 walaupun sempat ketinggalan terlebih dulu.

Bertanding di Allianz Arena pada hari Sabtu (15/9/2018) malam WIB, Leverkusen bisa mengejutkan Munchen lewat gol penalti Wendell pada menit-menit awal paruh pertama. Lantas Corentin Tolisso menyamakan kedudukan sebelum Arjen Robben membuat Munchen berbalik unggul pada babak pertama.

Leverkusen kehilangan Karim Bellarabi yang diusir oleh wasit dari permainan pada akhir babak kedua. Munchen pun memanfaatkan kesempatan ini untuk mencetak gol tambahan lewat James Rodriguez di penghujung pertandingan sekaligus memastikan kemenangan.

Dengan hasil ini, Die Roten mengokohkan dirinya di puncak klasemen Bundesliga dengan nilai 9 poin dari 3 pertandingan, unggul 2 angka atas Borussia Dortmund, Wolfsburg, Borussia Moenchengladbach dan Hertha Berlin di posisi 5 besar. Sementara itu Die Werkself berada di dasar klasemen dengan belum mengoleksi poin.

Jalannya Laga

Leverkusen langsung mendapatkan angin segar ketika laga baru berjalan 2 menit. Hadiah penalti diberikan oleh wasit Tobias Welz setelah Thiago Alcantara dianggap melakukan handball. Wasit sempat meninjau insiden ini menggunakan VAR (Video Assistant Referee). Kevin Volland maju sebagai algojo. Manuel Neuer melakukan 2 penyelamatan gemilang untuk menyelamatkan gawang Munchen. Akan tetapi penalti harus diulang karena wasit masih belum meniup peluitnya saat tendangan dilakukan. Akhirnya Wendell yang menjadi algojo dan berhasil mengirim Neuer ke arah yang salah. Leverkusen pun memimpin 1-0 atas Munchen pada menit ke-5.

Keunggulan Leverkusen cuma bertahan selama 4 menit. Tim tuan rumah berhasil mencetak gol penyeimbang pada menit ke-10 melalui Tolisso. Bermula dari sentuhan Robert Lewandowski, Tolisso menuntaskan bola dengan sepakan dari tengah kotak penalti untuk menyeimbangkan skor menjadi 1-1.

Kurang dari 10 menit kemudian, Munchen berbalik unggul 2-1. Jonathan Tah menyundul bola dengan maksud untuk membuang si kulit bundar dari dalam kotak penalti. Akan tetapi bola malah jatuh ke arah Robben yang langsung melepaskan sepakan voli untuk menaklukkan Lucas Hradecky.

Sampai berakhirnya babak pertama, tidak ada lagi gol yang tercipta dari kedua kesebelasan. Munchen masih unggul 2-1.

Laga di paruh kedua berjalan dengan ketat. Leverkusen tidak mau menyerah dan mencoba mencari gol penyeimbang. Sedangkan Munchen yang mengontrol pertandingan memperoleh kesempatan lewat Robben di menit ke-49. Namun tembakan Robben masih melebar dari sasaran.

Di menit ke-60, Robben kembali mendapatkan peluang, akan tetapi tendangannya yang sudah mengarah ke gawang bisa diselamatkan dengan baik oleh Hradecky.

Di 10 menit akhir pertandingan, upaya Leverkusen untuk mencari gol penyama kedudukan menjadi sulit usai Bellarabi yang baru masuk langsung dikartu merah wasit setelah dianggap dengan sengaja menginjak Rafinha.

Keunggulan dalam jumlah pun bisa dimaksimalkan dengan baik oleh Munchen. Pada menit ke-89, Munchen mencetak gol ketiganya lewat James sehingga skor berubah menjadi 3-1. Dari Robben, Thiago melepaskan umpan cungkilan ke James di dekat tiang gawang. Gelandang internasional Kolombia itu pun menyambut bola dengan sundulan kepala ke arah bawah sebelum masuk ke dalam gawang Leverkusen.

Pada masa injury time, James kembali menggetarkan jala gawang Leverkusen. Namun gol itu dianulir oleh wasit karena James sudah terlebih dulu berada dalam posisi offside. Wasit sempat melihat VAR untuk memastikannya.

Sampai pertandingan berakhir, keunggulan 3-1 Munchen atas Leverkusen tetap bertahan.

Pahami Pola Main He/Tan, Kevin/Marcus Sukses Balas Dendam

Kemenangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon atas He Jiting/Tan Qiang di semifinal Jepang Terbuka 2018 sekaligus membayar lunas kekalahan The Minions di Malaysia Terbuka 2018 lalu.

Pada pertemuan pertama di Malaysia Open 2018, Kevin/Marcus ditaklukkan He/Tan dengan skor 17-21, 11-21. Kevin/Marcus lalu sukses membalas kekalahan itu pada pertemuan kali ini.

Meski menang, tak mudah bagi Kevin/Marcus menumbangkan He Jiting/Tan Qiang. Butuh tiga gim dalam durasi 52 menit untuk bisa memulangkan pasangan wakil China tersebut dengan skor 21-16, 14-21, 21-13.

Di gim kedua, Kevin/Marcus sempat kewalahan menghadapi He/Tan. Pertahanan rapat yang sebelumnya diperlihatkan Kevin/Marcus terus digempur dengan smash keras dan penempatan bola dari He/Tan.

“Kami kurang sabar di gim kedua, padahal lawan tidak mudah dimatikan. Pada gim ketiga, kami mencoba untuk tidak terburu-buru dan kembali ke pola kami,” kata Kevin melalui rilis yang diterima CNNIndonesia.com dari PBSI, Sabtu (15/9).

Marcus menyebut pada pertemuan kali ini ia dan Kevin lebih siap dibanding pertemuan pertama di Malaysia Terbuka. Ia juga mengungkapkan lebih mengerti permainan lawannya itu.

“Di Malaysia Open kami tidak tahu kalau pasangan ini permainannya cepat seperti ini. Sekarang kami sudah mengerti permainan mereka, serangan mereka dari belakang cukup bagus, Tan di depannya juga cepat.”

“Jadi permainan depan dan belakang mereka ini nyambung terus, ini salah satu keunggulan mereka,” ujar Marcus.

Sementara itu jelang laga final melawan dengan Li Junhui/Liu Yuchen, Kevin/Marcus menyebut bakal mempersiapkan diri lebih baik. Kevin/Marcus berpeluang untuk mempertahankan gelar di Jepang Terbuka.

BVB Ambil Sikap Mengenai Rasisme

Borussia Dortmund telah mengambil sikap menentang rasisme di tengah iklim politik yang mengerikan di Jerman dengan menampilkan pesan khusus di baju mereka.

Gejolak politik baru-baru ini di negara itu telah menimbulkan Kebebasan Jauh, yang melihat protes besar yang melibatkan kelompok Nazi yang berlangsung di kota Chemnitz, Jerman timur pada akhir Agustus – di mana ada laporan tentang migran dan jurnalis yang diserang.

Dan Dortmund telah memutuskan untuk menunjukkan solidaritas mereka di belakang kekerasan, dengan menampilkan pesan di baju mereka untuk pertandingan Bundesliga mereka melawan Eintracht Frankfurt yang berbunyi: “Borussia bersatu.” Dan pesan itu dijelaskan oleh BVB dalam sebuah pernyataan di situs resmi mereka.

“ Ini patut dicontoh untuk komitmen Borussia Dortmund terhadap keragaman dan melawan rasisme, anti-Semitisme, homophobia dan diskriminasi dalam bentuk apa pun. Keluarga besar Hitam dan Kuning, mereka yang bertanggung jawab atas klub dan banyak penggemar dan anggota BVB, bersatu di belakangnya. Dengan bangga, kami membuat sikap ini. ”

“ Saya bangga bahwa klub saya melakukan aktivitas melawan diskriminasi secara teratur. Ini terutama penting dalam masa politik yang lebih buruk. ”

Dortmund adalah salah satu dari banyak klub Bundesliga yang mengambil sikap menentang rasisme dalam beberapa bulan terakhir dan para penggemar juga telah memprotes perkembangan di Jerman. Musim lalu, Frankfurt melarang anggota partai Far-Right Alternative fur Deutschland (AfD), dengan presiden klub, Peter Fischer, menyatakan: “Tidak ada seorang pun yang memilih partai, di mana ada kecenderungan rasis dan tidak manusiawi, dapat menjadi anggota kami.”

Selama paruh kedua musim lalu, mereka juga memainkan pertandingan melawan Hoffenheim dengan pesan: “ United Colors of Frankfurt” sebagai pengganti sponsor kaos.

Grup Werder Bremen Ultra, Caillera, siap menyuarakan kekecewaan mereka menjelang paruh kedua pertandingan mereka melawan FC Nurnberg pada hari Minggu dan telah meminta para pendukung untuk “menjadi kreatif dan menulis spanduk – bahkan hanya ‘pendukung Werder melawan rasisme.

 

3 Nomine dengan Prestasi Terburuk Sepanjang Sejarah Persaingan Ballon d’Or

Perhelatan Ballon d’Or selalu menuai atensi luar biasa dari seluruh stakeholder sepak bola sejagad. Tak heran, nama-nama pemenangan bakal mendapat sorotan, baik nantinya bakal mendapat komentar positif maupun negatif.

Tak heran lagi, penghargaaan individu yang bergengsi tersebut menjadi sorotan bagi seluruh pemain, seluruh pemain yang masuk nomine mendapatkan perhatian yang sama rata. Uniknya, sepanjang sejarah nomine Ballon d’Or, ada beberapa kejutan terkait nama pemain yang masih menjadi kandidat, tapi nyari tak memiliki prestasi apapun , terutama sumbangsih bagi klub ataupun negaranya.

Voting Ballon d’Or dilakukan kapten dan pelatih Timnas seluruh negara yang bergabung di FIFA. Suara mereka terakumulasi dengan beberapa jurnalis terpilih di seluruh dunia. Inilah mengapa Ballon d’Or dianggap sebagai puncak pencapaian seorang pemain sepak bola.

Pada 10 tahun terakhir, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo saling berbagi gelar. Pada tahun ini, dominasi kedua pemain bakal pecah. Karna setelah terlihat saat Luka Modric keluar sebagai pemain terbaik versi UEVA. Meski demikian, sepanjang sejarah Ballon d’Or, ada pemain yang tak pernah disangka bisa masuk nominasi tapi bisa menembus daftar kandidat peraih Ballon d’Or. Berikut 3 nominasi tersebut :

1.Asamoah Gyan (2010)

Asamoah Gyan memang tampil heroic saat aksinya tampil untuk Ghana di Piala Dunia 2010. Dia sukses membawa Ghana tampil ke perempat final Piala Dunia 2010.

Namun, Gyan menjadi pemeran protagonist sekaligus antagonis kala itu. Dia menciptakan gold dan membuka peluang tambah gol lewak titik penalti usai Luis Suarez sengaja menahan bola dengan tangan.

Meski begitu, Gyan juga gagal mengekusi penalti ke gawang Uruguay sehingga gagal melaju ke semifinal. Serentetan cerita ini bagaimanapun membawa ia masuk ke dalam nominasi peraih Ballon d’Or 2010.

Saat itu, dia hanya berada di posisi ke 18 , dia juga tidak pernah membawa prestasi apapun di Liga Inggir kala bermain untuk Sunderland.

2.Nani (2011)

Nani memang terkenal cukup sukses di Manchester United (MU) dan Portugal. Dia bahkann dikenal sebagai salah satu winger sukses semasa di MU.

Hal ini pun sukses membawanya secara mengejutkan masuk dalam nominasi peraih Balln d’Or 2011. Kejadian tersebut terjadi setelah Cristiano Ronaldo meninggalkan MU.

Meski tercatat ia telah 50 kali tampil bersama MU kala musim itu, masuknya Nani kedalam nominasi tetap membuat suatu kejutan. Dia pun hanya meraih posisi ke 22 dalam voting Ballon d”Or di tahun itu.

3.Younis Mahmoud (2007)

Masuknya Younis Mahmoud dalam nominasi Ballon d’Or 2007 sangat mengejutkan. Maklum, mantan striker Timnas Irak ini sekalipun tidak pernah bermain di Eropa.

Dia tercatak sebagai pencet gol terbanyak bersama Irak dengan 57 gol selama masa bakti 14 tahun. Ia pensiun bersama Timnas Irak pada 2016 lalu. Pada 2007, Ia meraih prestasi terbaik di kariernya serta mengantarkan Irak menjadi juara Piala Asia 2007.

Saat itu Younis mencetak gol di final Piala Asia, Younis juga meraih sepatu emas dan MVP Piala Asia. Saat voting Ballon d’Or, Younis sempat menempati posisi ke 29 tahun akan tetapi pada tahun tersebut Ballon d’Or diraih oleh Kaka.

Marouane Fellaini dapat memainkan bagian penting di musim Manchester United, menurut Danny Higginbotham

Kekalahan ke Brighton dan Tottenham menumpuk tekanan pada Mourinho dan timnya, tetapi itu berkurang dengan kemenangan di Burnley sesaat sebelum jeda internasional. Fellaini dibawa ke mitra Nemanja Matic di Turf Moor dan Higginbotham, berbicara pada The Debate, menganggap itu sesuatu yang Mourinho akan digunakan maju, mulai melawan Watford pada hari Sabtu. Bukan rahasia bahwa Mourinho menginginkan bek tengah di musim panas dan menurut saya, alasannya adalah mencetak lebih banyak gol, “katanya kepada The Debate. Saya tahu kedengarannya agak aneh tetapi jika dia memiliki bek tengah yang dia inginkan maka akan ada lebih sedikit tanggung jawab pada orang-orang seperti Alexis Sanchez, Jesse Lingard, Marcus Rashford dan Anthony Martial untuk kembali dan melakukan beberapa pekerjaan kotor. Namun, dia hanya tidak mempercayai kemitraan pertahanan pusatnya. Apa yang kami lihat melawan Burnley, dan saya pikir itu sesuatu yang juga akan kita lihat terhadap Watford juga, adalah bahwa dia memiliki dua bek tengah Victor Lindelof dan Chris Smalling dan dia membuat Matic dan Fellaini duduk di depan. Jika Matic salah satu yang berjalan sedikit lebih jauh ke depan.

Sekarang, melawan Brighton dan Tottenham, Lukaku luar biasa terisolasi, “tambahnya. Dia berdiri sendiri dan tidak memiliki dukungan, tetapi apa yang terjadi adalah efek knock-on dari memiliki Fellaini dan Matic di depan dua bek tengah. adalah bahwa Shaw dan Valencia bisa bermain sebagai pemain sayap. Dan karena mereka bermain sebagai pemain sayap dan memberi mereka lebar, dalam 45 menit pertama Sanchez, Lingard dan Lukaku, gerakan mereka tak tertahankan. Itu benar-benar brilian dan itu terjadi karena Anda memiliki kotak pertahanan ini. Fellaini pergi beberapa kali ke posisi belakang kanan. Matic pergi ke sisi kiri dan mereka melindungi dua bek tengah yang memungkinkan pemain lain bermain 10 hingga 15 meter lebih tinggi di atas lapangan dan berkeliling Lukaku.  Higginbotham melanjutkan untuk menjelaskan bahwa Fellaini tidak mendapatkan kredit yang layak ia dapatkan di Old Trafford karena gaya permainannya, tetapi dia berpikir gaya itu bisa sangat berguna bagi Mourinho untuk sisa musim ini.

Giroud menyusul Zidane dalam daftar pencetak gol terbanyak untuk Prancis

Striker Chelsea telah pindah ke tempat keempat langsung di chart penilaian Les Bleus, dengan upaya ke-32 yang dicatat dalam pertemuan dengan Belanda

Olivier Giroud telah unggul lebih dulu dari Zinedine Zidane di daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Prancis, dengan striker Chelsea itu telah mengambil penghitungan internasionalnya menjadi 32 gol.

Pemain berusia 31 tahun harus menunggu sampai 2011 sebelum diserahkan debut oleh Les Bleus, setelah gagal mewakili mereka di tingkat pemuda.

Itu adalah eksploitnya untuk Montpellier pada waktu itu yang membawanya ke perselisihan, dengan target yang telah ditemukan secara teratur untuk klub dan negara sejak itu.

Sepak bola domestik telah membawanya ke Inggris di Arsenal dan sekarang Chelsea, dengan lebih dari 100 upaya dicatat untuk The Gunners.

Dia tetap menjadi pemain reguler bagi Prancis sejak membuat terobosan, dengan topi yang sekarang mencapai 82.

Acara-acara itu membuatnya menjadi pemenang Piala Dunia, dengan mahkota global yang dijamin di Rusia selama musim panas meski gagal menemukan target.

Giroud harus kembali ke gawang selama pertemuan dengan Belanda pada hari Minggu, dengan pemogokan yang menakjubkan yang terbukti penting karena membawa dia di atas Zidane legendaris di bagan gol Perancis.

Dia sekarang duduk keempat di atas gulungan kehormatan itu sendiri, dengan hanya dua serangan lagi yang diperlukan untuk menangkap David Trezeguet.

Michel Platini berada di urutan kedua dalam bagan gol dengan 41 upaya untuk namanya, sementara ikon Arsenal Thierry Henry menempati posisi teratas di peringkat 51.

Giroud akan berharap untuk terus menutup celah pada para pahlawan Prancis tersebut, dengan upaya terakhirnya melihat dia mengakhiri permainan mandul 10 pertandingan dengan gaya.

Pada menit ke-74 dari pertandingan Liga UEFA dengan Belanda, Benjamin Mendy mengayunkan umpan silang dari kiri.

Giroud ditandai dengan ketat di sekitar titik penalti, tetapi mengayunkan sepatu bot kirinya di bola untuk mengirim tendangan voli menyambar menabrak bagian belakang gawang.

Upaya itu terbukti pada pemenang pertandingan, dengan Ryan Babel yang sebelumnya membatalkan pembuka dari Kylian Mbappe.

Hasil Pertandingan Gojek Liga 1 Indonesia 12 September: Bhayangkara FC 1-0 Perseru Serui

Dalam laga lanjutan Liga 1 Indonesia pada pekan ke 21, Bhayangkara FC sukses mengunci kemenangan atas sang tamu Perseru Serui dengan skor tipis 1-0. Laga yang digelar di Stadion PTIK, Jakarta, pada hari Rabu (12/09) malam WIB ini, pahlawan kemenangan tuan rumah ini dicetak oleh gol tunggal dari Herman Dzumafo di babak kedua.

Dengan hasil kemenangan ini, Bhayangkara FC berhasil naik ke posisi puncak klasemen sementara Liga 1 dengan torehan 35 poin, poin yang sama dengan Persib Bandung dan Bali United di tiga besar. Posisi Bhayangkara massih bisa tergeser karena Persib baru akan menjalani laga kesokan harinya menjamu Arema. Sementara Perseru sendiri harus terpuruk ke posisi 16 dengan 23 poin.

Jalannya laga di babak pertama ini dimulai dengan gebrakan dari tuan rumah yang tampil menyerang sejak awal laga dimulai. Tuan rumah yang menurunkan Herman Dzumafo dan Marinus di lini serang membuat mereka tampil agresif. Pada saat laga baru berjalan dua menit, tim asuhan Simon Mcmenemy mendapatkan peluang melalui sepakan keras Dzumafo. Namun bola hasil sepakannya masih membentur tiang gawang.

The Guardians terus tampil menyerang dengan mengurung pertahanan sanga tamu. Peluang dari Sani lewat tendangan jarak jauh masih bisa diantisipasi dengan mudah oleh kiper Samuel Reimas. Begitu juga dengan peluang dari Mauritius di menit ke 15, dimana bola hasil eksekusi sang striker masih dapat ditangkap dengan baik oleh sang kiper.

Dominasi terus diperlihatkan oleh tim tuan rumah dalam mencari gol pembuka, namun rapatnya pertahanan dari tim Cendrawasih Jingga mampu membuat pasukan The Guardians frustasi. Hal ini tak terlepas dari penampilan apik dari kiper Samuel Reimas, dia beberapa kali mampu menggagalkan peluang dari serangan tuan rumah.  Pada menit ke 22, Lee Yu-Joon melepaskan tendangan bebas dari depan kotak pinalti namun lagi lagi sang kiper mampu menepis peluang tersebut.

Lima menit jelang babak pertama usai, Le Yu Joon kembali menciptakan peluang lewat akselarasinya dengan melewati beberapa pemain belakang Perseru. Pemain yang berasal dari Korea Selatan ini kemudian melepaskan sepakan terarah, namun masih bisa diantisipasi Samuel Reimas.

Meski terus menerus ditekan, Perseru mampu mempertahankan gawangnya dari kebobolan. Bahkan sang kapten tim Perseru harus ditarik keluar akibat cidera pada menit 43 dan terpaksa digantikan dengan Arthur Bona. Perseru mampu terus bermain bertahan hingga babak pertama usai, skor 0-0 ini bertahan hingga jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, The Guardians kembali tampil menggebrak. Lima menit laga berlangsung, Adam Alis mencoba melakukan sepakan jarak jauh dengan deras namun bola masih bisa diamankan kiper Samuel Reimas dengan sangat baik. Sedangkan sang tamu sekali melakukan serangan balik namun masih belum mampu merepotkan pertahanan dari tuan rumah.

Terus melakukan serangan dengan intens, Bhayangkara FC akhirnya mampu memcahkan kebuntuan laga melalui Herman Dzumafo pada menit ke 54. Mendapat umpan dari sisi kiri serangan, pemain naturalisasi tersebut sempat mengontrol bola terlebih dahulu sebelum akhirnya melakukan sepakan dengan membalikkan badan yang kali ini tidak bisa dibendung oleh sang kiper dan mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.

Tertinggal satu gol, Perseru mencoba merespon dengan tampil terbuka demi mencari gol penyeimbang laga. Alhasil jual beli serangan terus terjadi di laga ini, bahkan Perseru mampu tampil menekan di sisa laga. Namun hingga wasit meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan, skor tetap 1-0 untuk kemenangan Bhayangkara FC menjadi hasil akhir di laga ini.

Manajer Tite Komentari Presiden Amerika

Pelatih kepala Selecao menanggapi Presiden Amerika Serikat, yang bergurau tentang keluarnya Piala Dunia Amerika Selatan bulan lalu Donald Trump berada di garis tembak setelah Tite mengingatkan presiden Amerika Serikat dari lima gelar dunia Brasil saat ia menanggapi bercanda tentang penghapusan Piala Dunia Selecao.

Trump bercanda tentang kesibukan akhir perempat final Brasil di Piala Dunia di Rusia setelah kunjungan Gianni Infantino ke Gedung Putih di Washington bulan lalu. Saat menjamu bos FIFA, Trump mengajukan pertanyaan dari seorang reporter Brasil sebelum menjawab, “Sepak bola negara … Saya pikir Anda punya masalah baru-baru ini”.

“Jawaban saya untuk Trump adalah bahwa kami memiliki lima gelar juara dunia. Mungkin, secara historis dia mungkin lebih tahu. ”

Brasil akan menghadapi minnows El Salvador di FedEx Field setelah menang 2-0 pekan lalu atas Amerika Serikat. Neymar adalah target melawan Amerika Serikat dalam pertandingan pertamanya sebagai kapten permanen raksasa Amerika Selatan, setelah Roberto Firmino membuka skor.

Jika Neymar turun ke lapangan pada hari Selasa, pemain berusia 26 tahun itu akan naik level dengan legenda Brasil, Pele, pada 92 penampilan internasional – masih terpaut dengan rekor 142-topi milik Cafu.

“Semua catatan ini penting. Saya percaya atlet itu mencari ini dalam konteksnya. Tetapi juga memiliki pengakuan itu.

“Memiliki pengakuan bukanlah dosa, tumbuh dewasa bukanlah dosa, menjadi bintang bukanlah dosa, memiliki keahlian teknis bukanlah dosa. Untuk berevolusi dalam apa yang salah juga merupakan proses jatuh tempo. Saya tidak membela siapa pun. Saya memberi kesempatan untuk menemukan kembali dan tumbuh. Sama seperti aku memberi diriku sendiri. Semua yang kita miliki.

“Neymar memiliki catatan penting dan luar biasa. Dan dia juga memiliki sisi solidaritas yang akan dia tunjukkan secara bertahap. Dia seharusnya hanya berpartisipasi di bagian dari permainan besok. Mengapa? Karena kita harus mengelola beberapa situasi dan faktor penting. Pertama: tim Brasil harus bermain dengan baik dan menang. Bermainlah dengan baik dan menangkan. ”

Antoine Griezman Adalah Pemain Terbaik

Diego Simeone mengatakan dia tidak ragu bahwa Antoine Griezmann adalah pesepakbola terbaik di dunia selama tahun lalu. Striker Atletico Madrid yang tersisa dari podium Pemain Terbaik FIFA dengan Luka Modric, Cristiano Ronaldo dan Mohamed Salah sebagai gantinya.

“Pada tahun lalu dia, tanpa ragu, pemain terbaik di dunia,” Simeone mengatakan setelah menamai semua piala dan prestasi individu yang dimenangkan Griezmann selama 2018.

Griezmann hampir meninggalkan Atletico Madrid di musim panas tetapi membuat keputusan untuk tetap, yang dia dokumentasikan dalam acara televisi yang disiarkan sebelum Piala Dunia. Simeone, bagaimanapun, mengatakan dia tidak pernah takut kehilangan pemain andalannya.

“Saya bersumpah pada anak-anak saya bahwa saya tidak pernah melihat kami kehilangan dia,” kata Simeone ketika dia menjelaskan dia menemukan berita ketika dia berada di Los Angeles pada hari libur. “Saya tidak pernah melihatnya di Barcelona. Saya selalu merasa seperti dia akan tinggal. ”

Pemain Atletico lain yang telah diabaikan selama musim penghargaan adalah Jan Oblak, dan Simeone yakin dia telah sulit dilakukan. Baru-baru ini, Gianluigi Buffon, Thibaut Courtois, David De Gea, Keylor Navas dan Marc-Andre ter Stegen terpilih di antara nominasi untuk kiper musim ini untuk Penghargaan FIFPro. Simeone menganggap itu suatu kekeliruan.

“Oblak adalah yang terbaik, dan setidaknya di tiga penjaga teratas di dunia,” kata Simeone. “Untuk tidak berada dalam kelompok itu memberikan kredibilitas yang sangat kecil.”

Manajer Atletico Madrid juga mengatakan bahwa Thibaut Courtois tidak akan masuk ke timnya saat ini. “Oblak lebih baik,” katanya tanpa pikir panjang. Pemain asal Argentina itu sering mengatakan bahwa Atletico Madrid berjuang untuk tempat ketiga di Spanyol tetapi percaya tanpa Ronaldo, mereka bergerak lebih dekat ke rival sekota mereka.

“Dalam hasil, tidak,” katanya ketika ditanya apakah Atletico lebih buruk dari Real Madrid. “Tapi karakteristik, ya,” menambahkan bahwa timnya memiliki kesempatan yang lebih baik untuk menyelesaikan menjelang Los Blancos sekarang Ronaldo telah pindah.

Thomas Tuchel Kagum Terhadap Performa Adrien Rabbiot

Adrien Rabiot terus menarik minat dari tim papan atas di Eropa, tetapi ia tetap menjadi komponen kunci untuk bos PSG Thomas Tuchel. Eks pelatih Borusia Dortmund itu telah menegaskan kembali pentingnya Adrien Rabiot ke Paris Saint-Germain karena ia terus dikaitkan dengan pindah dari juara Ligue 1. Disarankan di jendela transfer terakhir bahwa Barcelona tertarik mengambil Rabiot ke Camp Nou, tetapi PSG mampu menangkis minat.

Namun, laporan baru menunjukkan bahwa Juventus, Bayern Munich dan Chelsea juga memantau situasi Rabiot. Tapi pelatih PSG Tuchel memiliki sedikit keinginan untuk melepaskan gelandang Prancis, yang dihilangkan dari skuad Les Bleus untuk Piala Dunia dan memilih untuk tidak menjadi bagian dari daftar siaga.

” Saya suka bekerja dengan Rabiot,” kata Tuchel kepada wartawan bola.

” Saya sangat menyukai Adrien, dia memiliki situasi yang sulit ketika dia secara sukarela melewatkan Piala Dunia, tetapi usahanya dengan tim telah maksimal, dia tidak melewatkan pelatihan apapun.

” Dia bisa beradaptasi dengan sistem apa saja dan jika dia sehat secara fisik dia sangat penting untuk pendekatan kami.

”  Dia memiliki potensi besar dan pemain yang dilatih di klub. Sangat penting untuk memiliki pemain seperti ini.”

Kontrak PSG Rabiot berakhir musim panas mendatang, setelah tiba di Paris dari Toulouse pada 2013. Selama waktunya di ibukota Perancis, pemain berusia 23 tahun itu telah memainkan lebih dari 200 pertandingan di semua kompetisi dan memiliki satu tujuan dalam empat penampilan Ligue 1 sejauh ini di musim 2018-19.

Dia telah mengangkat gelar Ligue 1 empat kali serta empat Piala Prancis dan lima Piala de la Ligue.

Memang Rabiot telah berkembang dengan berlalunya waktu dan telah mampu memperkuat posisi awal di lini tengah juara Prancis. Taktik cerdas dikombinasikan dengan mata untuk lulus pembunuh; Dia pasti memiliki semua sifat untuk melihat dia menjadi seorang maestro lini tengah sejati meskipun kecepatannya agak berkurang.