Bagaimana bintang tenis membantu menciptakan periode emas untuk olahraga Inggris

Itu tidak akan terjadi. Ini bukan akhir, hanya karena akhir telah berlangsung untuk sementara waktu sekarang – sejak operasi pinggul pertamanya setahun yang lalu, melalui comeback menyakitkan dan terpotong, setiap kali ia tertatih-tatih sepanjang garis dasar antara titik-titik seperti seorang pria dua kali lipatnya usia dan dengan setengah karunia fisiknya

Anda tidak ingin percaya itu adalah akhirnya karena masih terasa begitu dini. Murray berusia 31 tahun. Roger Federer berusia 38 tahun pada Agustus dan masuk ke Australia Terbuka untuk memenangkan gelar ketiganya saat bangkit. Rafael Nadal menjalani periode tiga tahun di mana ia gagal memenangkan Grand Slam, menderita masalah lutut sepanjang karirnya dan baru-baru ini menjalani operasi pergelangan kaki – namun masih masuk akal berharap dia menang di Paris datang awal musim panas.

menceritakan kisah yang berbeda. Mungkin tubuhnya akan bertahan dalam pertandingan babak pertama melawan Roberto Bautista Agut. Mungkin dia bahkan akan mengalahkan pria yang mengalahkan Stan Wawrinka, Novak Djokovic dan Tomas Berdych untuk memenangkan Qatar Open pekan lalu.

Akan ada lebih banyak air mata pada hari Senin tetapi juga harus terasa seperti perayaan. Murray adalah salah satu dari segelintir orang yang menciptakan masa keemasan pusing untuk olahraga Inggris yang mengambil klise lama kekalahan dan oh-begitu-dekat dan menenggelamkannya dalam banjir kesuksesan menggelikan: Olimpiade berturut-turut dibanjiri dengan emas, keempat dalam tabel medali, kemudian ketiga dan kemudian kedua; seorang lelaki Inggris yang memenangkan gelar tunggal Wimbledon, seorang Inggris yang memenangkan Tour de France, cawan-cawan itu diulangi dan menjadi lumrah.

Bagi seorang pria yang pada awalnya semuanya tampak pemalu dan pendiam sampai pada titik ia marah dan frustrasi, Murray hampir selalu membawa Anda bersamanya.

Dalam kekecewaan awal, termasuk empat kekalahan di empat final Grand Slam pertamanya, Anda merasakan campuran penyesalan yang sama untuk apa yang mungkin terjadi dan berharap untuk apa yang masih bisa terjadi.

Di Pengadilan Pusat Wimbledon, di mana ia menderita kematian karena tie-break ke Andy Roddick pada 2009, di mana ia dikalahkan oleh Nadal di semifinal berturut-turut selama dua tahun ke depan, air matanya dalam kekalahan oleh Federer di final 2012 memicu hal yang sama Menanggapi banyak menonton tanpa daya. Itu tidak akan pernah terjadi. Sisanya terlalu bagus.

Sampai mereka tidak. Lari menyerbu Murray ke emas Olimpiade di pengadilan yang sama sebulan kemudian merangkum apa yang dilakukan dua minggu di London: itu membuat Anda percaya, membuat Anda mangkuk tentang jalan-jalan yang hangat dengan senyum di wajah Anda, membuat Anda membuang prasangka lama keluar dari jendela yang terbuka.

Klise New York yang mudah akan memberi tahu kita bahwa jika Murray bisa sampai di sana, dia bisa berhasil di mana saja.

Rasanya tidak seperti itu di Centre Court pada hari Minggu, 7 Juli 2013. Orang-orang telah hidup dan mati menunggu seorang pria Inggris untuk memenangkan Wimbledon, dan banyak lagi yang mendekati tepi dalam pertandingan terakhir yang mengerikan itu.

Murray memimpin 6-4 7-5 5-4. Dia unggul 40-0. Dan melayani. Pertama, satu poin kejuaraan hilang, lalu satu lagi, lalu satu lagi, lalu tiga break point untuk Djokovic.

Anda tidak dapat melupakan saat-saat ini, tidak ketika Anda telah melewati mereka dengan olahragawan. Dan ketika pukulan backhand Djokovic ke gawang berakhir, setelah 77 tahun menunggu, tidak ada yang tahu apa yang harus dilakukan.

Murray meletakkan tangannya ke kepalanya. Kakinya pergi. Dia memasukkan bola ke kerumunan dan jatuh dan menangis. Di seluruh negeri jutaan orang melakukan hal yang sama dan lebih banyak.

Malcom Tak Lagi Mau Di Terima AS Roma

Situasi yang dimiliki oleh Malcom bersama dengan FC Barcelona pada musim ini membuatnya harus terus menerus dikaitkan dengan AS Roma. Akan tetapi, I Lupi sudah tidak lagi sudi untuk menerima pemain yang berasal dari Brasil tersebut lagi.

AS Roma sebelumnya sudah sempat sangat dekat sekali dengan Malcom pada saat bursa transfer pemain di musim panas tahun lalu. Giallorossi bahkan dikabarkan hanya tinggal melakukan pengiriman finalisasi transfer saja pada saat itu.

Malcom bahkan sudah direncanakan akan terbang langsung ke Roma. Bahkan juga Romanisti juga pada saat itu sudah menantikan pemain sayap muda tersebut untuk datang. Namun faktanya hal itu sama sekali tidak pernah terjadi dan Malcom malah terbang ke Spanyol.

Barcelona dikabarkan membajak si pemain disaat-saat akhir dan juga Girondins Bordeaux juga pada akhirnya mau melepaskan si pemain kepada tim asal Catalan itu dan hal tersebut kemudian membuat Roma merasa sangat geram sekali dengan sikap yang sangat tidak profesional yang diperlihatkan oleh Malcom dan juga pihak Barcelona.

Namun yang ironisnya, Malcom masih belum bisa memperlihatkan performa terbaik yang dimilikinya bersama dengan Barcelona. Malcom bahkan juga mengalami kesulitan untuk mendapatkan menit bermain yang jauh lebih banyak.

Tampil dengan sangat luar biasa sekali dengan membuat 23 buah gol dan memberikan 16 assist pada saat memperkuat Bordeaux, Malcom hanya mendapatkan jatah bermain sebanyak sembilan kali disemua ajang kompetisi pada musim ini bersama dengan Los Cules yang dimana dia berhasil mencetak dua buah gol.

Pada saat bursa transfer di bulan Januari ini, sudah mulai ada kabar yang mulai bermunculan kalau Malcom berpeluang untuk hengkang dari Barca. Everton dan juga Tottenham Hotspur dikabarkan tertarik untuk mendatangkannya, dan bahkan Roma disebut-sebut tertarik lagi dengan dirinya.

Akan tetapi Monchi yang merupakan Direktur Olahraga Roma langsung dengan tegas membantah hal tersebut. Dia mengaku masih merasa sangat sakit hati sekali dan memastikan kalau Roma sudah tidak akan lagi tertarik dengan Malcom, apa lagi mencoba untuk mendatangkannya lagi ke Roma.

“Malcom? Tentu saja tidak! Disaat menjadi direktur olahraga dalam sebuah tim, Anda tentu harus bisa mengerti kalau Anda juga mewakili hati dan juga perasaan dari semua fans Anda,” kata Monchi.

“Dia sudah pernah mempermainkan perasaan Roma dan juga saya sangat peduli sekali dengan cintra yang ada dalam klub ini,” tutupnya.

Pemain asal Brasil yang masih berusia 21 tahun tersebut sebelumnya didatangkan oleh Barca dengan tebusan sebesar 41 juta euro.

Tercatat Malcom sendiri tidak mendapatkan jatah bermain sebanyak 18 pertandingan dari total sebanyak 28 pertandingan. Tujuh pertandingan yang tak diikutinya tercatat karena dirinya mengalami cedera, sementara enam diantara nya karena tidak masuk kedalam skuat dan sebanyak lima lainnya dilalui oleh Malcom dengan hanya menjadi penghias bangku cadangan saja.

Barca sendiri sekarang ini masih berada di peringkat pertama dalam kompetisi La Liga. Barca juga sudah masuk kedalam babak 16 besar kompetisi Liga Champions dan copa del Rey. Dengan jadwal yang sangat padat seperti itu, tentunya Malcom masih berpeluang untuk mendapatkan jatah bermain yang cukup banyak di paruh kedua musim 2018/2019 ini.

Terlebih lagi pada bulan Januari ini yang dimana Barca memiliki total sebanyak enam pertandingan yang dimana mereka sudah menjalani dua pertandingan pertama mereka pada awal tahun ini.

Pemain MU ingin solksjaer bertahan

Manchester United berpotensi dilatih Ole Gunnar Solskjaer lebih lama. Para pemain MU dikabarkan menginginkan Solskjaer menjadi manajer permanen. Pria Norwegia itu hanya dipekerjakan sampai akhir musim 2018/19, saat ditunjuk menggantikan Jose Mourinho. Saat ini Solskjaer masih berstatus sebagai pelatih Molde.

Di sisi lain, MU masih menetapkan manajer Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino sebagai target utama di musim panas. Akan tetapi, para pemain MU akan senang kalau Solskjaer yang akan mendapatkannya. Solskjaer disukai caranya menangani para pemain, yang berkebalikan dengan Mourinho. Mourinho kerap mengkritik para pemainnya secara terbuka, sehingga hubungan mereka pun kurang harmonis.

Selain itu, taktik yang diusung Solskjaer disukai pemain-pemain Setan Merah, terutama para penyerang. Buktinya, Paul Pogba tokcer lagi dengan melesakkan empat gol dan tiga assist dalam tiga pertandingan. Sedangkan Rashford menceploskan tiga gol dan satu assist dalam lima penampilan. Sementara Romelu Lukaku sukses membukukan tiga gol dalam tiga penampilannya.

Solskjaer menginstruksikan para penyerang untuk bermain dengan kebebasan tanpa dibebani kewajiban bertahan. Solskjaer sempat mengungkapkan ingin bertahan sebagai manajer MU setelah musim ini. Sinyal positif ditunjukkan MU karena sang bos Ed Woodward dilaporkan sangat terkesan dengan start menjanjikan Pogba cs.

Bagaimanapun, akhir pekan ini menjadi momen penting bukan cuma bagi MU tapi juga Solskjaer. Pasalnya, MU ditunggu tim peringkat ketiga Tottenham di Wembley dalam lanjutan Liga Inggris. Untuk mempersiapkan laga melawan Tottenham, MU menggelar kamp pelatihan di Dubai, Uni Emirat Arab. Kemenangan melawan Spurs, tak akan sekadar terus membuka peluang MU untuk finis empat besar sekaligus juga menambah suntikan moral.

“Kupikir itu adalah sebuah pertandingan yang sangat bagus dan penting untuk kami melawan rival. kami harus mempersiapkan diri dengan cara yang baik. Kami harus fokus, dan sudah pasti, kami akan ke sana untuk merebut kemenangan,” Matteo Darmian. Duel tersebut akan menjadi alat ukur kekuatan Setan Merah. “Spurs merupakan ujian yang bagus. Kami berada dalam rentetan performa bagus dan mempunyai momentum. Kami sudah sedikit memperbaiki situasi,” kata Jones.

“Mereka ada dalam performa bagus dan kami harus mempunyai pekan yang bagus, berlatih dengan baik dan bersiap untuk laga yang berat. Semoga momentum bagus ini bisa mengantarkan kami memenangi pertandingan,” dia menambahkan.

Alisson pilih Liverpool Karena liga champions

Chelsea harus mengeluarkan uang banyak untuk mendatangkan Kepa Arrizabalaga. Padahal The Blues awalnya menginginkan Alisson Becker yang menolak karena memimpikan trofi Liga Champions. Setelah ditinggal Thibaut Courtois yang pindah ke Real Madrid musim panas lalu, Chelsea langsung bergerak untuk mencari penggantinya dengan Alisson jadi target utamanya kala itu.

Kiper AS Roma itu memang jadi primadona karena juga diincar oleh Real Madrid dan Liverpool. Alisson beberapa kali diisukan akan merapat ke London namun akhirnya berseragam liverpool setelah dibeli dengan harga 67 juta pound sterling. Chelsea yang gagal mendapatkan Alisson langsung mengamankan tanda tangan Kepa dari Athletic Bilbao. Butuh dana 71,6 juta pound agar Chelsea bisa memecahkan rekor kiper termahal dunia yang sebelumnya dipegang Alisson.

“Saya memilih Liverpool karena alasan yang sama ketika pertama kali meninggalkan Brasil. Saya pikir ini adalah keputusan terbaik dalam karier saya,” ujar Alisson. “Chelsea baru saja mengganti manajernya dan tidak bermain di Liga Champions. Saya selalu mengagumi sejarah Liverpool. Ini adalah klub dengan lima trofi Liga Champions. Saya benar-benar ingin menjadi bagian dari itu,” sambungnya.

“Saya nyaris memenangi Liga Champions bersama Roma dan saya bekerja keras mewujudkan itu bersama Liverpool. Saya memimpikan trofi Liga Champions,” tuturnya. Alisson Becker prihatin soal karier Loris Karius yang hancur usai blunder di final Liga Champions. Hal tersebut bisa terjadi pada kiper manapun termasuk dirinya.

Dia tahu kalau kiper itu rawan kritik karena satu blunder saja bisa membuat segala penyelamatan gemilang dilupakan begitu saja. Alisson tidak bisa menjamin dirinya tidak akan membuat kesalahan seperti Karius. “Setiap tim saya mencetak gol karena kesalahan kiper lawan, rasanya berbeda untuk saya. Saya tidak merayakannya seperti gol lain,” ujar Alisson.

“Saya tahu apa yang kiper pikirkan di momen seperti itu. Saya sangat sedih melihat apa yang terjadi dengan Karius, itu bisa saja terjadi pada siapapun,” sambung Alisson. Alisson sudah membuat 14 clean sheet di seluruh kompetisi namun ada catatan minus terkait dua blunder yang berujung gol di Premier League. Jumlah itu sama dengan total blunder Karius dan Simon Mignolet di liga musim lalu.

Liverpool Kalah 1-2 Atas Wolverhampton

Liverpool takluk dengan skor 1-2 dari Wolverhampton. Pada laga yang dihelat di Molineux Stadium, Selasa (8/1/2019) dini hari WIB, Liverpool tertinggal duluan pada babak pertama oleh gol Raul Jimenez. Divock Origi menyamakan skor di awal babak kedua sebelum Ruben Neves menjebol lagi gawang tim tamu.

Jalannya pertandingan

Liverpool memainkan sembilan pemain berbeda dari susunan tim yang dikalahkan Manchester City beberapa hari lalu. Simon Mignolet berada di bawah mistar dengan Daniel Sturridge dan Divock Origi dimainkan di lini depan. Dua pemain muda, Curtis Jones dan Rafael Camacho, diturunkan sebagai starter. James Milner kembali bermain sebagai kapten.

Di lima menit awal pertandingan Dejan Lovren digantikan bek muda 16 tahun Ki-Jana Hoever saat tertatih memegangi hamstringnya. Wolves coba mengambil inisiatif serangan. Satu peluang didapat pada menit ke-12 lewat sepakan keras Joao Moutinho tapi bola masih melebar. di menit ke-30 xherdan shaqiri melepaskan sepakan keras ke pojok kanan bawah, namun sepakannya masih melebar dari gawang.

Wolves berhasil unggul pada menit ke-38 ketika Diogo Jota merangsek dari sisi kiri untuk menaklukkan Fabinho dan Milner sebelum melepaskan umpan yang disontek Jimenez ke gawang Mignolet. skor 1-0 untuk keunggulan wolves hingga babak pertama usai. Memasuki babak kedua, Liverpool meningkatkan intensitas serangan untuk mencari gol balasan. Di menit ke-51 liverpool berhasil menyamakan kedudukan lewat Origi.

Origi mencatatkan namanya di papan skor setelah sepakan kaki kirinya dari luar kotak penalti menjebol gawang John Ruddy. Tapi, golnya cuma bertahan empat menit. Wolves kembali memimpin usai sepakan jarak jauh Neves tak bisa dihalau Mignolet. Liverpool berupaya mencari gol penyama kedudukan lagi namun usaha mereka gagal karena lini serang mereka kurang tajam untuk membongkar pertahanan Wolves.

Pada menit ke-69, Shaqiri punya peluang bikin gol tapi bola sepakan bebasnya menghantam tiang gawang. Semenit setelahnya Roberto Firmino dan Mohamed Salah dimasukan untuk mengejar ketertinggalan. Namun pergantian itu tidak merubah keadaan. Tak ada gol tambahan hingga pertandingan berakhir. Liverpool takluk dari wolves dengan skor 2-1.

Ole Gunnar Solskjaer Berharap Paul Pogba Siap Lawan Spurs

Manajer sekaligus pelatih Interim Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, memiliki satu harapan penting jelang duel melawan Tottenham Hotspur di Premier League. Ole Gunnar Solskjaer ingin di laga tersebut Paul Pogba sudah fit dan siap untuk bermain.

Manchester United akan berjumpa dengan Spurs pada laga pekan ke 22 Premier League, Minggu (13/1) di Wembley. Tenaga Paul Pogba tentu saja sangat di butuhkan oleh Ole Gunnar Solskjaer. Sebab, Paul Pogba akan menjadi pemain juru kunci Manchester United di beberapa laga terakhir.

Namun, kabar buruk datang bagi manajer asal Norwegia tersebut. Paul Pogba tidak berada dalam kondisi yang 100 persen bugar. Kabarnya Pogba sempat melewatkan beberapa sesi latihannya di Dubai, sebelum akhirnya bergabung.

Berharap Pogba Bermain

Paul Pogba mengalami cedera saat membela Manchester United di laga melawan Newcastle. Pada laga tersebut, pemain yang telah berusia 25 tahun tersebut mendapat tekel dari pemain Newcastle yakni Jonjoy SHelvey. Pogba pun harus absen di laga terakhir kontra melawan Reading.

Pemain asal Prancis juga sempat absen pada sesi latihan di Dubai. Dia ditinggal karena harus menjalani sesi perawatan khusus. Tapi, Pogba kemudian datang menyusul dan kini sudah menjalani latihan bersama koleganya.

Meskipun sudah kembali berlatih, Pogba masih diragukan bisa bermain lawan Spurs akhir pekan nanti. Dan, Solskjaer pun berharap agar sang pemain siap. “ Paul Pogba mendapat benturan dan dia telah menjalani beberapa hari perawaran di rumah,” ucap Ole Gunnar Solskjaer.

“Mudah mudahan saja kita bisa membuat Pogba kembali bugar pada minggu ini,” harap Ole Gunnar Solskjaer seperti di kutip dari situs resmi Man United.

Rojo dan Fred Absen?

Selain kondisi Paul Pogba, Solskjaer juga terus memantau kondisi beberapa pemain. Ada Chris Smalling yang juga masih menjalani masa perawatan. Begitu juga dengan bek tengah Eric Bailly yang berlatih secara terpisah selama berada di Dubai.

“Marcos Rojo sudah kembali ke rumah karena cedera yang dia alami butuh waktu lebih lama dari yang kami perkirakan. Fred (kekasihnya) sedang hamil dan bersiap untuk kelahiran anaknya,” papar sosok yang pernah menjadi manajer Cardiff City tersebut.

Arsenal Memprioritaskan Empat Besar di Atas Trofi, Tetapi Cech Menginginkan Trofi

Petr Cech mengakui finis empat besar adalah prioritas bagi Arsenal musim ini, tetapi ia berharap kembalinya Liga Champions dapat dilengkapi dengan trofi besar.

Kiper veteran itu fasih dalam seni pengumpulan trofi, setelah mengangkat nomor selama kariernya yang terkenal. Dia sedang mencari medali pemenang lain yang akan diberikan pada 2018-19, dalam apa yang bisa menjadi kampanye terakhirnya dengan The Gunners ketika kontraknya menurun.

Membantu klub untuk pulih dari absen selama dua tahun dari elit Eropa adalah tujuan akhir bagi semua pihak di Stadion Emirates, tetapi Piala FA dan kemuliaan Liga Eropa tetap diperebutkan.

Cech, 36, mengatakan tentang target Arsenal: “Prioritas kami adalah masuk ke empat besar [sehingga kami dapat] berada di Liga Champions dan kemudian Anda ingin maju dan berkembang sebagai klub, sebagai sebuah tim.

“Kami memiliki manajer baru dan jelas kami menetapkan target kami jadi jika kami dapat memenangkan trofi bersama di musim pertama, itu akan menjadi pencapaian yang baik.

“Anda memainkan setiap pertandingan untuk menang dan kali ini kami berada di Piala FA, kami memiliki tradisi sebagai klub untuk melakukannya dengan baik dan jika kami bisa memenangkannya, kami ingin melakukannya.

“Itu sama dengan Liga Europa – kami memulai dengan sangat baik dan berada di 32 besar. Ini adalah dua target tetapi Liga Premier tetap menjadi tujuan besar, untuk masuk ke empat besar.”

Arsenal terus memburu Piala FA lain selama tamasya terakhir mereka, dengan kemenangan 3-0 putaran ketiga dinikmati atas Blackpool.

Arsenal membuat pekerjaan ringan dari lawan-lawan League One pada hari itu, tetapi itu adalah perjalanan penting ke Bloomfield Road untuk The Gunners ketika mereka menemukan diri mereka terperangkap dalam protes yang sedang berlangsung dari dukungan ruan rumah terhadap pemilik Owen Oyston.

“Kami mulai dengan pria yang duduk di bus kami. Kami harus mengganti bus. Itu adalah salah satu hal yang disadari dan kami tahu bahwa sesuatu akan terjadi,” kata Cech.

“Kami mencoba berkonsentrasi pada permainan kami, pada kinerja kami dan jelas setelah itu Anda berpikir ‘oke, sesuatu mungkin terjadi selama pertandingan’ tapi kami siap untuk itu. Kami tahu bahwa kami harus berkonsentrasi pada kinerja kami. Kami melakukannya dengan sangat baik.”

Carroll Ingin Tetap Bertahan di West Ham Tetapi Mengakui Dia Harus Membuktikan Dirinya

Andy Carroll ingin mendapatkan kontrak baru di West Ham tetapi mengakui bahwa ia perlu mengesankan ketika diberi waktu pertandingan sebelum akhir musim.

Masa jabatan striker tersebut di Stadion London telah dinodai dengan sejumlah cedera serius dan ia gagal tampil hingga Desember musim ini karena masalah pergelangan kaki.

West Ham memiliki opsi untuk memperbarui kontraknya dengan perpanjangan dua tahun ketika kontrak itu berakhir pada Juni, dan Carroll telah diberi peluang di tim baru-baru ini, mencetak gol pertamanya melawan Birmingham City di Piala FA, Sabtu.

Bos The Hammers, Manuel Pellegrini, sementara itu, sebelumnya mengatakan dia berharap Carroll akan memiliki masa depan dengan klub.

Berbicara kepada Sky Sports, Carroll berkata: “Tentu saja saya ingin tetap bertahan. Saya hanya bermain sepakbola apa adanya dan tidak memikirkan hal itu.

“Ya, saya ingin tetap dan saya ingin kontrak baru tetapi saya tidak bisa benar-benar memikirkannya setiap hari. Saya baru saja bermain sepak bola ketika mendapat kesempatan.

“Saya punya opsi dua tahun di akhir musim sehingga kami akan melihat apa yang terjadi. Saya harus memainkan beberapa pertandingan lagi seperti ini dan, seperti kata manajer, saya harus mengesankan dia di menit dia memberi saya. ”

Pemain 30 tahun itu menunjukkan janji dengan Newcastle di masa mudanya, tetapi telah mengalami banyak kemunduran cedera sejak transfer 35 juta poundsterling ke Liverpool pada 2011.

Setelah pindah ke London timur dengan kontrak permanen pada 2013, Carroll tidak pernah berhasil memasukkan penghitungan gol Premier League-nya menjadi angka ganda selama satu musim karena sejumlah cedera serius.

Musim terbarunya di sela-sela berlangsung empat bulan dan, berbicara tentang kesulitan ruang perawatan, Carroll berkata: “Anda harus melanjutkannya dan para pemuda dan staf dan semua orang fantastis. Mereka telah membantu saya sepanjang dan itu bagus.

“Kamu harus punya teman baik di sekitarmu. Para pemuda dapat melihat aku di bawah dan ingin berada di luar sana, menjaga semangatku tetap tinggi dan aku pulang dan semua keluarga melakukan hal yang sama.

“Nona saya mengatakan saya menjengkelkan bahkan ketika saya tidak terluka. Ini sangat sulit baginya ketika saya cedera sehingga saya harus berterima kasih padanya dan para pemain di klub.”

Carroll akan berharap untuk mengesankan lagi jika dia diberi kesempatan melawan Arsenal di Liga Premier pada hari Sabtu.

Banyak Pemain Kuncinya yang Mengalami Sakit

Jurgen Klopp mengatakan dia dipaksa untuk memutar skuad Liverpool dalam pertandingan putaran ketiga Piala FA melawan Wolves karena virus yang menyebabkan sejumlah pemain tim utama absen.

The Reds menderita kekalahan 2-1, menyebabkan mereka tersingkir dari kompetisi, setelah Klopp membuat sembilan perubahan ke tim yang dibawa saat melawan Manchester City di Etihad empat hari sebelumnya.

Mereka juga mendapat pukulan besar pada menit-menit pertama ketika Dejan Lovren mengalami masalah hamstring, yang berarti Ki-Jana Hoever menjadi pemain termuda Liverpool yang pernah bermain di Piala FA.

Berbicara kepada wartawan setelah kekalahan, Klopp mengatakan: “Setelah pertandingan Man City, kami segera memiliki beberapa pemain yang sakit, sepertu sakit tenggorokan dan apa yang dapat Anda miliki dalam periode tahun ini. Jadi mereka tidak bahkan setelah pertandingan City.

“Hampir semua pemain yang tidak ada di sini hari ini memiliki masalah flu – terlepas dari Ali [Alisson]. Dan kami mengalami perubahan yang terlambat. Seperti kemarin Adam Lallana ada dalam rencana kami, Hendo ada dalam rencana kami dan Dejan tidak ada dalam rencana kami, dia seharusnya hanya duduk di bangku. Itu terjadi, apa yang terjadi. Itu tidak banyak membantu dan kita harus berubah lagi.

“Kami ingin mengendalikan permainan karena kami benar-benar baru, terutama yang benar-benar baru, jadi masuk akal untuk menjaga bola.

“Kami di sini bukan untuk menjadi pemegang rekor dunia baru untuk tim termuda di dunia. Sangat menyenangkan, anak-anak berlatih bersama kami, anak-anak ada di sekitar – itu sebabnya mereka berlatih bersama kami karena kami pikir mereka cukup baik.”

Serta debut untuk Hoever, Klopp memberi awal bagi anak-anak muda Curtis Jones dan Rafael Camacho, sementara Daniel Sturridge, Alberto Moreno, Naby Keita dan Divock Origi semuanya berbaris di Molineux.

Origi berhasil mencetak gol dengan gol menit ke-51 untuk menyamakan skor, tetapi Ruben Neves membalas untuk mendapatkan kembali keunggulan bagi Wolves.

Klopp akan berharap para anggota skuad yang hilang dapat pulih dari sakitnya tepat waktu untuk pertandingan Liverpool berikutnya di Brighton di Liga Premier, Sabtu.

Karakter Ivan Kolev di Mata Pemilik Persija

 

Ivan Kolev jadi satu dari dua calon pelatih Persija Jakarta yang telah diutarakan oleh sang direktur penting, Gede Widiade. Figur Ivan Kolev juga masih tetap menempel di daya ingat Ketua PP The Jakmania, Ferry Indrasjarief, yang memberikan pujian pada surprise yang dikerjakan sang pelatih saat menangan Persija pada Liga Indonesia VI pada 1999-2000.

Munculnya nama Ivan Kolev serta Alfred Riedl memang diutarakan sendiri oleh Direktur Penting Persija, Gede Widiade, menjadi alternatif Stefano Cugurra Teco. Ke-2 pelatih dari Eropa Timur itu benar-benar sangat akrab dengan sepak bola Indonesia.

Spesial untuk Ivan Kolev, pelatih dari Bulgaria itu pertama-tama hadir ke Indonesia juga untuk mengatasi Persija Jakarta di Liga Indonesia VI pada 1999. Sesudah itu, Ivan Kolev sempat juga diakui mengatasi Tim nasional Indonesia serta beberapa club yang lain, seperti Partner Kukar, Persipura Jayapura, Sriwijaya FC, serta yang terbaru ialah PS TNI waktu Liga 1 2017.

Akan tetapi, mesti disadari nama besar pelatih yang sempat membawa Tim nasional Indonesia jadi runner-up Piala AFF 2002 itu tercemar saat mengatasi PS TNI. Dengan materi pemain yang bukan pilihannya, Ivan Kolev tidak berhasil mengusung prestasi PS TNI serta cuma finish di tempat ke-15 yang membuat terdepak dari kursi kepelatihan.

Buat Ketua PP The Jakmania, Ferry Indrasjarief, Ivan Kolev masih adalah seseorang pelatih yang mempunyai kelebihan. Pria yang akrab dipanggil Bung Ferry ini bahkan juga masih tetap mengingat satu pergantian susunan serta taktik yang diaplikasikan Kolev bersama dengan Persija pada 1999 serta membuat Bambang Terakhir tampil demikian cemerlang.

“Janganlah lupakan figur Kolev waktu mengatasi Persija pada Liga Indonesia VI. Dia membuat Persija cukuplah disegani waktu itu. Dengan keadaan yang kurang menyenangkan, dia membuat surprise dengan memakai susunan 3-6-1,” cerita Ferry Indrasjarief.

“Waktu itu Bambang Terakhir masih tetap berumur 19 tahun berdiri di muka serta dimanjakan dengan enam orang pemain gelandang. Itu satu surprise yang sempat dibawa Kolev di Persija,” sambungnya.

Ivan Kolev disebutkan jadi figur pelatih yang lebih favorite untuk mengatasi Persija Jakarta daripada Alfred Riedl. Sampai sekarang ini Persija masih tetap selalu berusaha untuk menghadirkan Kolev ke Indonesia untuk mengatasi Macan Kemayoran.