Tuchel : Neymar Tidak Memiliki Profil Seorang Kapten

Thomas Tuchel menegaskan kembali bahwa ia memiliki keyakinan penuh pada Thiago Silva dan Marquinhos dan tidak yakin mengapa Neymar dianggap akan mengambil alih sebagai kapten Paris Saint-Germain.

Bos PSG mengesampingkan kemungkinan menyerahkan Neymar ban kapten ketika berbicara dengan wartawan pada malam perjalanan timnya ke Angers.

Tetapi setelah penyerang Brasil itu mengingatkan kualitasnya dengan gol dan assist dalam kemenangan 2-1 di Stade Raymond Kopa, Tuchel kembali ditekankan pada topik tersebut.

“Kami memiliki dua kapten, dengan Thiago Silva dan Marquinhos, dan kami tidak akan berubah,” katanya kepada Canal Plus. “Bagi saya, [Neymar] tidak memiliki profil untuk menjadi kapten dengan ban kapten.

“Dia adalah pemimpin teknis dan penyerang. Saya tidak mengerti mengapa semua orang membicarakan hal ini. Kami memiliki Thiago Silva dan Marquinhos, mereka fantastis.”

Kemenangan Sabtu melawan Angers adalah kemenangan tandang pertama PSG dalam empat upaya sejak akhir Maret dan hanya kemenangan kedua dari delapan pertandingan secara keseluruhan dalam satu musim yang gagal.

Kemenangan itu datang dengan bayaran lain, karena Marquinhos ditunjukkan kartu merah langsung karena menjatuhkan Wilfried Kanga di dalam kotak dengan lima menit tersisa dan PSG dua gol untuk yang baik.

Dan Tuchel merasa para pejabat salah mengambil keputusan karena memberikan penalti, yang dikonversi oleh Flavien Tait pada upaya kedua setelah Gianluigi Buffon menyelamatkan tendangan penalti, seharusnya sudah cukup hukuman.

“Kami semua sangat terkejut dengan keputusan itu karena kami memiliki kesan bahwa aturannya tidak seperti itu,” katanya. “Dia mencoba mendapatkan bola dan dia terlambat, ada pelanggaran tetapi merahnya parah.

“Selalu bagus untuk menang. Kami memiliki sedikit keberuntungan karena Angers memiliki peluang untuk membuka skor, tetapi kami menang dan ada banyak momen bagus.”

PSG menghadapi Dijon di pertandingan kandang terakhir mereka akhir pekan depan, sebelum mengakhiri kampanye mereka dengan perjalanan ke Reims pada hari terakhir.

Kepa, Si Pecundang di Final Piala Liga Inggris, Pahlawan di Semifinal Liga Europa

 

Kepa Arrizabalaga mengatakan telah belajar banyak dari kegagalan di final Piala Liga Inggris. Hal ini menjadi kunci performa gemilangnya ketika melawan Eintracht Frankurt.

Kepa menjadi pahlawan keberhasilan The Blues menembus final Liga Europa di musim ini. Kiper asal Spanyol itu bermain gemilang ketika menggagalkan 2 penendang Frankurt di babak adu tos-tosan di leg II babak semifinal pada hari Jumat (10/5/2019) dinihari WIB.

Pertandingan yang dimainkan di Stamford Bridge ini terpaksa dilanjutkan ke babak adu penalti karena skor 1-1 bertahan selama 90 menit plus 2 kali 15 menit extra time. Chelsea unggul terlebih dulu lewat gol Ruben Loftus-Cheek sebelum Luka Jovic menyamakan skor pada awal paruh kedua.

Secara agregat, kedua kesebelasan bermain seri 2-2 karena di leg I pertandingan juga tuntas dengan skor 1-1. Pada babak adu penalti 2 penyelamatan yang dibuat Kepa memastikan Chelsea menang 4-3. Pasalnya cuma Cesar Azpilicueta yang gagal di dalam melaksanakan tugasnya sebagai penendang ‘Si Biru’.

Kepa secara beruntun menggagalkan tembakan penendang keempat dan kelima Frankurt, yakni Martin Hinteregger serta Goncalo Paciencia. Sesudah pertandingan, Kepa mengaku kegemilangannya ini tidak lepas dari timnya yang sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi adu penalti sebelum pertandingan.

Kepa juga mengaku sudah banyak belajar dari kegagalan timnya pada final Piala Liga Inggris di musim ini. Ketika itu, Chelsea kalah 3-4 dari Manchester City lewat babak adu tos-tosan. Di dalam pertandingan itu juga Kepa mendapatkan kritik hebat karena tidak mau digantikan Willy Caballero sehingga membuat manajer Maurizio Sarri kesal bukan main.

“Penalti merupakan soal keberuntungan. Hari ini kami menang dan di sewaktu di final Piala Liga Inggris kami kalah, namun inilah sepakbola. Hari ini amat bagus dan kami tampil menghadapi tim yang amat sulit dan kami sungguh senang” kata Kepa.

“Kami selalu mempersiapkan diri kami untuk menghadapi adu penalti di setiap pertandingan dan hari ini kami beruntung. Saya sudah belajar banyak dari kegagalan di masa lalu di Wembley” sambung kiper berusia 24 tahun itu.

“Saya mengucapkan permintaan maaf ketika itu, tapi kami terus harus move on. Hari ini merupakan pertandingan lain dan kami senang bisa berada di final” lanjut Kepa.

“Musim ini sedikit sulit buat kami, namun kami sudah mencapai 2 final dan lolos ke Liga Champions, jadi saya rasa ini merupakan musim yang bagus. Saat ini kami bakal menjalani derby London yang sengit dengan Arsenal di Baku” tuntas kiper kelahiran Ondarroa, 3 Oktober 1994 itu.

Chelsea akan melawan Arsenal di Baku pada 29 Mei mendatang. Mampukah Kepa menjadi pahlawan lagi?

Ketenangan Arsenal Menjadi Kunci Lolos ke Final

 

Arsenal memulai pertandingan di kandang Valencia dengan kebobolan gol cepat. Akan tetapi para pemain Arsenal mampu menjaga ketenangan dan memberikan respons dengan segera.

The Gunners melawat ke Estadio Mestalla pada hari Jumat (10/5/2019) dinihari WIB di dalam pertandingan semifinal leg II Liga Europa dengan modal kemenangan 3-1 dari leg I. Alhasil, Valencia pun berupaya langsung menguasai permainan sesudah pertandingan dimulai demi mengejar selisih dan membalikkan keadaan.

Upaya Los Che membuahkan hasil saat Kevin Gameiro sudah membawa Valencia memimpin pada menit ke-11. Gol itu tidak ayal memunculkan nuansa comeback buat tim tuan rumah.

Namun Arsenal tidak bertindak gegabah untuk merebut kendali permainan. Justru cukup dengan serangan balik, tim asuhan Unai Emery itu mencetak gol balasan pada menit ke-17 lewat tendangan Pierre-Emerick Aubameyang.

Arsenal pada prosesnya menciptakan 3 gol lagi, sementara Valencia cuma satu. Arsenal pun lolos ke babak final Liga Europa dengan agregat 7-3.

“Saya amat bangga dengan para pemain dan pendukung. Para pemain berupaya sebisa mereka dan kami dapat merasa bangga bersama klub ini” kata Emery.

“Kami tau jika kami mesti bermain dengan tenang sesudah mereka mencetak gol dan mesti bisa menguasai emosi kami. Amat sulit mencetak 4 gol menghadapi tim seperti Valencia karena mereka bermain sangat rapi. Melihat para penyerang mampu memaksimalkan peluang-peluang, itu memberikan kami kepercayaan diri untuk mencetak gol” lanjut manajer asal Spanyol itu.

Arsenal bermain efisien dan lebih memberikan ancaman. Arsenal melepaskan 10 tembakan dengan 6 di antaranya mengarah ke gawang dari 42% ball possession. Sementara Valencia memiliki 58% ball possession dengan 18 tembakan dan cuma 3 yang mengarah ke bidang.

Arsenal selanjutnya bakal melawan Chelsea di laga puncak. Arsenal bakal berharap pengalaman Emery 3 kali juara di kompetisi Liga Europa bisa memberikan tuah.

“Masa lalu itu untuk pengalaman dan bisa dipakai di masa depan. Amat sulit bermain di final dan kami mengambil kesempatan kami hari ini, yang membuat kami berada disana” tutup Emery.

Sedih Karena Ajax Tersingkir, Alderweireld Tidak Antusias Merayakan Kelolosan Tottenham

 

Toby Alderweireld tidak begitu senang merayakan keberhasilan Tottenham Hotspur ke final Liga Champions. Itu terjadi karena dia mesti menyingkirkan Ajax Amsterdam.

Tottenham dengan dramatis berhasil melangkah ke babak final Liga Champions untuk berhadapan dengan Liverpool. Hal itu dipastikan usai The Lilywhites menang dengan skor 3-2 atas De Godenzonen pada hari Kamis (9/5/2019) dinihari WIB di pertandingan leg II babak semifinal.

Di pertandingan yang dimainkan di Johan Cruyff Arena ini, Tottenham sebenarnya ketinggalan 0-2 terlebih dulu pada paruh pertama. Lantas Tottenham baru bisa bangkit setelah turun minum melalui hattrick yang dibuat Lucas Moura.

Gol terakhir winger internasional Brazil itu bahkan lahir pada menit akhir pertandingan. Walaupun agregat sama kuat 3-3, Tottenham yang berhak melangkah ke partai puncak karena unggul produktivitas gol di kandang lawan.

Ketika laga berakhir, para pemain Tottenham langsung merayakan keberhasilan mereka ini di atas lapangan. Tapi sikap yang berbeda malah dilakukan oleh Alderweireld.

Bek internasional Belgia itu lebih memilih menghampiri Dusan Tadic yang terduduk lesu di lapangan. Alderweireld lantas berupaya menghibur Tadic yang terpukul karena timnya mesti tersingkir dari Liga Champions.

Alderweireld juga mengatakan tidak terlalu senang merayakan kemenangan Tottenham ini. Pasalnya bek berusia 30 tahun itu merasa sedih mesti mendepak Ajax yang sebenarnya adalah tim yang sudah membesarkan namanya. Alderweireld memperkuat Ajax sejak level junior dari 2004 sebelum memutuskan untuk pergi di tahun 2013 ke Atletico Madrid.

“Yah, memang kedengaran gila, akan tetapi aku amat senang hari ini sudah berakhir. Saya benar-benar tidak senang dengan kondisi disini, itu benar-benar membuat saya sakit, mesti menyingkirkan Ajax Amsterdam seperti itu. Ini sebuah perasaan campur aduk” kata Alderweireld.

“Saya amat berterima kasih atas sambutan disini di Johan Cruyff Arena. Saya melihat Luis Suarez di hari Selasa di Anfield yang mendapatkan kecaman, namun kami (Alderweireld, Jan Vertonghen dan Christian Eriksen) tidak menerima reaksi yang negatif, begitu banyak rasa hormat. Saya amat berterima kasih untuk itu” tutup bek kelahiran Antwerp, 2 Maret 1989 itu.

Mourinho Sorot Taktik Manager Sebagai sebab Kekalahan Ajax dari Spurs

 

Bekas manajer Manchester United, Jose Mourinho, mengkritik sikap keras kepala pelatih Ajax Amsterdam, Erik ten Hag, yang malas merubah filosofi main hingga pada akhirnya tersisih menegangkan dari Liga Champions sesudah kalah 2-3 dari Tottenham Hostpur, Kamis (9/5/2019) pagi hari WIB.

Mourinho menyentil Ajax sebab melayani Tottenham dengan strategi seperti di dalam bermain melawan Vitesse di liga domestik alias Eredivisie. Ajax terlebih dulu unggul 2-0 pada set pertama lewat gol Matthijs de Ligt serta Hakim Ziyech, hingga unggul agregat 3-0. Ticket final tinggal 1/2 langkah masuk genggaman.

Menurut Mourinho, waktu itu Erik ten Hag semestinya merubah strategi agresif mereka, jadi lebih bertahan untuk menyelamatkan kemenangan. Tetapi, itu tidak berlangsung. Ajax tersisih sebab pada set ke-2 Tottenham sukses melesakkan tiga gol yang diborong Lucas Moura, termasuk juga di menit ke-96.

“Filosofi membuat team Anda tumbuh. Anda butuh basic itu, Anda perlu filosofi itu, Anda perlu style yang sesuaikan dengan kualitas pemain yang dipunyai serta Ajax wajar memperoleh credit atas hal tersebut,” kata Mourinho, seperti dikutip Fox Sports.

“(Tetapi) sepak bola ialah berolahraga pertarungan. Dalam pertarungan Anda perlu taktik untuk memenangkan laga, khususnya pertandingan spesial, terkadang Anda harus menantang filosofi untuk memenangkan laga sepak bola,” tambah bekas pelatih Real Madrid itu.

Mourinho menjelaskan saat sedang unggul seperti Ajax, yang perlu dikerjakan ialah mengawasi team masih imbang.

“Kesetimbangan diawali dengan garis pertahanan serta sesudah itu tempat beberapa pemain tetap ada di belakang bola. Tetapi, mereka masih bertahan dengan filosifinya. Mereka (Ajax) main di set ke-2 seperti menantang Vitesse di Liga Belanda,” sergan Mourinho.

“Tottenham beralih. Mereka terlatih dengan strategi sepak bola terukur, mereka mujur, Spurs mempunyai beberapa Dewa sepak bola, tapi mereka memburu peruntungan itu,” kata Jose Mourinho.

Menurut Jose Mourinho, ketakmampuan untuk main fleksibel yang membuat Ajax Amsterdamtersungkur serta terdepak dari panggung Liga Champions.

Tangis Senang Legenda NBA ketika Spurs Lolos ke Puncak Liga Champions

 

Kesuksesan Tottenham Hotspur tembus final Liga Champions diterima bahagia legenda NBA, Steve Nash. Bahkan juga, Nash menangis terharu saat Lucas Moura cetak gol yang bawa Tottenham ke final.

Melawat ke tempat Ajax Amsterdam pada pertandingan putaran kedua semi final Liga Champions di Johan Cruyff Ajang, Rabu (8/5/2019) malam waktu ditempat, The Lilywhites mengangkat misi yang cukuplah berat.

Masalahnya mereka menerima kekalahan 0-1 dari Ajax pada pertemuan pertama di Tottenham Hotspur Fase, 30 April 2019. Spurs harus menang dengan beda dua gol atau unggul agresivitas gol tandang bila ingin menyelamatkan ticket ke partai pucuk Liga Champions.

Langkah Tottenham Hotspur makin berat sesudah ketinggalan dua gol dari Ajax pada paruh pertama. Matthijs de Ligt di menit ke-5 serta Hakim Ziyech pada menit ke-35, sukses menjebol gawang Tottenham.

Tetapi pada set ke-2, The Lilywhites tampil trengginas. Sepasang gol Lucas Moura di menit ke-55 serta 59′ dapat bawa Tottenham menyamai posisi.

Saat laga terlihat akan selesai seimbang, Moura tampil jadi pahlawan. Bola hasil tendangan mendatar pemain dari Brasil itu di menit ke-90+6 bawa Spurs menang 3-2 atas Ajax.

Hasil itu membuat club bimbingan Mouricio Pochettino itu maju ke final Liga Champions dengan agresivitas gol tandang. Pada partai pucuk di Wanda Metropolitano, 1 Juni 2019, Tottenham Hotspur akan bertemu Liverpool yang sukses mendepak Barcelona.

Pria 45 tahun ini adalah satu diantara legenda NBA yang menyukai sepak bola. Pemegang dua titel MVP NBA ini juga diketahui jadi simpatisan setia Tottenham Hotspur.

Saat jadi pengamat duel Ajax vs Tottenham di acara Turner Sports, Steve Nash rasakan waswas waktu team pujaannya ketinggalan dua gol. Tetapi perlahan-lahan, Tottenham Hotspur dapat memburu ketinggalan sampai pada akhirnya kembali unggul.

Saat Lucas Moura cetak gol pahlawan kemenangan sekaligus juga bawa Spurs ke final, Nash lari kegirangan. Bekas bintang Dallas Mavericks serta LA Lakers ini juga sampai menitikkan air mata, sebab club kesayangannya sukses wujudkan hal yang dipandang susah.

“Saya begitu tua untuk menangisi sepak bola,” kata Nash.

“Sebelum laga… Air mata… Laga selesai. Sampai bertemu di Madrid (final Liga Champions) @spursofficial. Terima kasih semua!!” catat pria yang pensiun dari NBA pada 2015 itu di account Instagram-nya.

Di Balik Kemenangan Spurs, ada Jasa Harry Kane

Harry Kane, yang sedang cedera, tidak dapat turut menolong Tottenham Hotspur berusaha pada putaran kedua semi final Liga Champions kontra Ajax Amsterdam di Johan Cruyff Ajang, Kamis (9/5/2019). Tetapi, sang penyerang punyai terlibat dibalik comeback fantatis Spurs pada set ke-2 yang berbuntut ticket ke final.

Spurs berdiri di pinggir jurang eliminasi saat ketinggalan 0-2 pada set pertama. Ajax telah unggul 3-0 dengan agregat. Waktu interval, Kane mendatangi ruangan ubah Tottenham.

Bek Spurs, Kieran Trippier, menjelaskan Kane memberi beberapa kata penyemangat pada peristiwa itu. Apapun yang disebutkan Kane nampaknya kerja secara baik untuk memecut semangat beberapa pemain Spurs.

Tottenham main berlainan pada set ke-2. Dimotori Lucas Moura, sebagai alternatif Kane, Spurs bangun. Moura sukses cetak hattrick, termasuk juga di menit ke-96, yang mengantarkan Tottenham maju ke final dengan agregat 3-3, unggul gol tandang atas Ajax.

“Set pertama menyedihkan serta kami biarkan mereka menjalar. Saya pergi ke ruangan ubah pada halttime serta kami ketahui apa yang kami kerjakan (di set pertama) tidak cukuplah,” kata Kane, yang alami cedera sendi waktu perempat final Liga Champions kontra Manchester City.

“Kami menjelaskan punyai 45 menit untuk memberi semuanya. Saya menempatkan diri jadi fans serta saya ketahui begitu berartinya (maju ke final) buat club,” tambah Harry Kane.

Kane menjelaskan beberapa pemain tunjukkan gairah besar pada set ke-2, seperti yang diinginkan. Sebaliknya, Ajax gantian tertekan.

“Kami harus menanti sampai menit paling akhir serta temukan jalan. Saya tidak dapat berbicara. Saya seseorang fan, saya ingin menang, serta saya ketahui betap berartinya ini buat tiap orang di club,” urai Kane.

“Saya lihat laga serta berpikir apa yang kami kerjakan disana. Anda dapat merubah strategi, tetapi beberapa pemain tunjukkan gairah, spirit, serta hati,” tambah Kane.

Tottenham Hotspur akan melawan sama-sama club Inggris, Liverpool, pada final Liga Champions di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, pada 1 Juni 2019.

Luis Suarez : Barcelona Terlihat Seperti Tim Pemula Dalam Kekalahan Atas Liverpool

Luis Suarez telah menawarkan permintaan maaf atas penampilan Barcelona dalam kekalahan 4-0 klub di tangan Liverpool pada hari Selasa. Pemain Uruguay dan rekan satu timnya memimpin 3-0 dalam pertandingan semifinal Liga Champions menuju leg kedua di Anfield.

Tapi, dengan cara yang sama dengan klub yang kalah melawan Roma di Liga Champions pada tahun 2018, Liverpool merespons dengan empat gol – masing-masing dua dari Divock Origi dan Georginio Wijnaldum – untuk mengetuk juara La Liga keluar dari kompetisi.

Kehilangan Liverpool telah membawa panas langsung pada bos Barcelona Ernesto Valverde, tetapi Suarez cepat mendukung manajernya dan mengatakan hasilnya jatuh pada para pemain.

“Kami adalah orang-orang yang bermain, pelatih membuat taktik yang ia buat di leg pertama,” katanya kepada wartawan. “Kami, para pemain, harus sadar diri, kami adalah orang-orang yang bermain.

“Kami harus meminta maaf atas sikap itu, kami bukan tim. Bagi keluarga kami, anak-anak kami, penggemar kami, kami harus meminta maaf kepada mereka, tidak bisa bahwa dalam semenit kami kebobolan dua gol. Di gol keempat kami tampak seperti tim yunior. Kami harus memahami semua kritik yang akan menghujani kami.”

Dan Suarez mengatakan sudah waktunya bagi Barcelona untuk mencari ke dalam setelah gagal di Liga Champions dalam mode epik di musim back-to-back.

“Kita harus melakukan banyak kritik diri, ini adalah kedua kalinya hal yang sama terjadi pada kita,” tambahnya.

“Kita tidak bisa membuat kesalahan ini dua tahun berturut-turut, kita harus menyalahkan diri kita sendiri atas apa yang kita lakukan salah, berpikir bahwa semuanya sudah selesai.”

Penyerang itu juga mengatakan dia dan rekan satu timnya sakit tetapi mereka harus memastikan diri mereka untuk apa yang akan terjadi.

“Kami sangat sedih, sakit hati, kami adalah manusia, kami merasakan sakit, frustrasi, kami harus melakukan kritik diri, menaruh dada kami untuk peluru dari apa yang akan datang sekarang.”

Barcelona masih memiliki tiga pertandingan tersisa di musim mereka, dengan dua pertandingan La Liga dan final Copa del Rey melawan Valencia pada 25 Mei.

Derby Menang Meyakinkan Atas West Brom

Derby mengalahkan Middlesbrough ke tempat play-off terakhir di Sky Bet Championship dengan kemenangan 3-1 yang pantas atas West Brom kemudian Martyn Waghorn meredakan ketegangan Derby di awal dengan sundulan bagus dari umpan silang Jayden Bogle yang sangat baik, tetapi Rams membiarkan West Brom kembali ke permainan ketika Stefan Johansen menghasilkan menit menyamakan kedudukan yang indah ke babak kedua jadi Pride Park adalah kuali ketegangan ketika beredar kabar bahwa Middlesbrough mengalahkan Rotherham, tetapi pemain pengganti Mason Bennett membuat Derby kembali memimpin dengan hasil akhir yang diambil dengan baik dari jarak dekat, sebelum Harry Wilson memastikan kemenangan dari titik penalti lalu Derby Frank Lampard sekarang akan menghadapi Leeds United di semifinal play-off playoff Championship sebab Para pengunjung sudah yakin tempat play-off, dan akan menghadapi rival Aston Villa untuk tempat di Wembley. The Baggies akan tanpa Hal Robson-Kanu setelah ia dikeluarkan dari lapangan pada menit akhir pertandingan lalu Waghorn menenangkan para pendukung tuan rumah setelah 19 menit ketika ia menyundul umpan silang Jayden Bogle dari kanan ke sudut bawah untuk mencetak golnya yang ke-13 musim ini.

West Brom menciptakan banyak peluang untuk menyamakan kedudukan, dengan tendangan bebas yang bekerja dengan baik setelah setengah jam melihat Murphy memotong bola kembali ke Dwight Gayle, yang entah bagaimana melepaskan tembakan melebar dari jarak delapan yard Hanya dua menit setelah jeda, tim tamu berhasil menyamakan kedudukan. Rodriguez memainkan bola dari kiri dan Johansen melakukan upaya dengan kaki kiri ke sudut jauh dari jarak 12 yard bahkan Derby nyaris membalas dengan cepat, dengan pemain pengganti David Nugent ditolak oleh Johnstone di dalam kotak enam yard sebab Mason Mount kemudian melihat upaya 30-halaman ganas yang ditepis oleh Johnstone, drive Malone dari sudut kotak harus dicakar dan Duane Holmes melepaskan tembakan lebar ketika tuan rumah menikmati mantra permainan terbaik mereka karena Rams mengembalikan keunggulan mereka 20 menit dari waktu. Backheel cerdas Nugent dimainkan di Lawrence, dan upayanya dibelokkan ke jalur Bennett untuk menerapkan finish karena Wilson menambahkan gol ketiga dari titik penalti setelah 72 menit ketika Kyle Bartley menjatuhkan Lawrence di kotak penalti.

Frank Lampard: “Sedikit lega tetapi lebih banyak kegembiraan. Dalam konteks ada pekerjaan yang harus dilakukan dan kami belum memenangkan apa pun sebab Kebanggaan mungkin adalah emosi utama, untuk melihat tim bermain mulai 1-1 dan seterusnya, dengan kualitas dan tingkat kerja serta sifat tenang untuk memainkan sepakbola yang kami mainkan jadi Kami perlu mencoba dan membawa momentum itu – kami akan diunggulkan karena kami berada di urutan keenam. Ada alasan mengapa kami menyelesaikan poin di belakang Leeds, Villa dan West Brom karena Run-in telah baik bagi kita, jadi mari kita masuk ke dalamnya tanpa rasa takut dan mencoba membuat marah beberapa orang. Saya akan merencanakan untuk memainkan sisi Leeds yang sangat kuat sepanjang musim jadi Saya tidak akan merencanakan bahwa mereka dalam kondisi yang buruk, saya akan merencanakan untuk Leeds yang mengalahkan kami dengan baik dan melihat Natal seolah-olah mereka akan memenangkan liga sedangkan James Shan: “Setelah mereka mencetak skor ketiga tingkat aplikasi dan etos kerja kami tidak dapat diterima. Namun kami berdandan apa yang terjadi hari ini, itu bukan akhir bisnis sebab Ada beberapa penilaian jujur ??dari para pemain di sana. Tidak ada alasan sekarang maka Kami harus bermain jauh lebih baik dari itu jika kami akan sukses melawan Aston Villa.

 

 

Blackburn Ditahan Imbang Swansea

Blackburn memainkan hasil imbang 2-2 dalam lanjutan Championship dengan Swansea dalam pertemuan akhir musim yang menghibur sehingga Tidak ada pihak yang memiliki sesuatu untuk dimainkan saat memasuki pertandingan – tetapi para pendukung mendapatkan uang mereka di Ewood Park sedangkan Kiper lucu memungkinkan Darragh Lenihan untuk memaksa tuan rumah membuka gol pada menit ke-21 yang dibatalkan oleh sundulan pintar Courtney Baker-Richardson untuk tim tamu empat menit kemudian sebab Pencetak gol terbanyak Swans Oliver McBurnie melakukan sundulan bebas – gol ke-24 musim ini – pada menit ke-35 tetapi penyelesaian akhir Bradley Dack tepat setelah turun minum membuat tuan rumah mendapat satu poin jadi Baker-Richardson seharusnya mencetak lebih banyak dan Dack membentur mistar gawang tetapi hasilnya mencerminkan fakta bahwa kedua belah pihak mendominasi masing-masing setengah kemudian Blackburn mengakhiri musim tanpa terkalahkan dalam tiga pertandingan kandang, sementara performa tandang Swansea yang buruk – hanya dua kemenangan pada 2019 – pada akhirnya menyingkirkan mereka dari perhitungan play-off.

Corry Evans lebih disukai daripada Jack Rodwell untuk Blackburn, sementara Daniel James yang berperingkat tinggi absen untuk Swansea karena cedera jari kaki. Ia digantikan oleh Baker-Richardson dalam satu dari tiga perubahan sebab Pembukaan yang lancar berakhir pada menit ke-21 saat Blackburn memecah kebuntuan dengan cara yang aneh kemudian Tinju Kristoffer Nordfeldt yang tidak meyakinkan jatuh ke tangan Joe Rothwell, yang tendangannya mengarah ke gawang. Dia lagi membuat kekacauan izinnya di bawah tekanan dari Lenihan, yang memaksa bola melewati garis dimana Swansea menyamakan kedudukan empat menit kemudian ketika Wayne Routledge menemukan ruang di sebelah kiri dan umpan silangnya yang sempurna inci dilirik ke sudut jauh oleh Baker-Richardson untuk gol keempatnya musim ini dan Perputaran selesai 10 menit sebelum jeda, dan itu semua terlalu mudah karena tendangan bebas Matt Grimes menemukan top skorer Swans ‘McBurnie sendirian untuk mengarahkan sundulan ke sudut kiri bawah dari jangkauan Jayson Leutwiler – gol keenamnya dalam tujuh pertandingan lalu Baker-Richardson seharusnya mencetak setidaknya sekali lagi sebelum babak pertama, tetapi tembakan pertama melebar dengan hanya kiper untuk mengalahkan, kemudian melihat usahanya benar-benar diselamatkan oleh Leutwiler.

Rovers keluar dengan niat menekan Swansea dan membayar dividen dalam waktu dua menit, ketika mereka memenangkan bola kembali tinggi di atas lapangan dan boneka pintar dari Danny Graham memungkinkan umpan Derrick Williams untuk menemukan Dack bebas di kotak penalti dan dia dengan percaya diri memasukkan bola ke gawangnya. Gol liga ke 15 musim ini karena Pertemuan kacau-balau hampir mengayunkan jalan Blackburn lima menit kemudian, ketika umpan silang Adam Armstrong diubah ke tiang gawang oleh Dack, ketika tuan rumah meningkatkan intensitas mereka lalu Debut debut Blackburn, Jacob Davenport, nyaris mencuri berita utama 11 menit sebelum waktunya, tetapi usahanya yang keras sejauh 25 yard ditolak oleh Nordfeldt jadi Armstrong langsung menembak ke arah Nordfeldt, karena tidak ada pihak yang bisa menemukan pemenang maka Tony Mowbray: “Saya pikir 20 menit pertama kami sangat bagus Untuk bermain melawan Swansea, harus ada intensitas yang nyata. Setelah 20 menit awal membuat mereka kehilangan setengahnya, mereka naik ke puncak dengan memilih umpan yang tepat karena Kami tahu bagaimana mereka akan bermain dan apa yang harus dilakukan terhadap mereka, tetapi mereka mengikuti ritme mereka.