Man City Bermain Imbang Tanpa Gol Dengan Huddersfield

Manchester City dibuat frustrasi oleh Huddersfield Town di Etihad Stadium pada hari Minggu (6/5/2018) malam WIB. City mendominasi di sepanjang pertandingan, namun mesti menerima hasil seri 0-0.

Hasil ini memang sudah tidak terlalu penting buat City yang sudah memastikan diri menjadi juara. Sementara itu satu poin ini sangat krusial buat Huddersfield untuk bisa bertahan di Premier League.

Hasil seri ini membuat The Citizens yang berada di puncak klasemen mengoleksi nilai 94 poin. Sementara itu The Terriers berada di urutan 16 dengan nilai 36 poin, berjarak 3 poin dari zona degradasi.

Jalannya Laga

City langsung mendominasi pertandingan begitu peluit berbunyi. Tim tuan rumah langsung menguasai permainan dan membuat tim tamu berkumpul di lini belakang mereka sendiri untuk bertahan.

Walaupun begitu, Huddersfield perlahan-lahan bisa mulai balas menyerang saat melihat ruang kosong yang ditinggal City. Aaron Mooy mendapatkan kesempatan pertama saat tendangannya masih melambung pada menit ke-10.

Berselang 2 menit, Huddersfield kembali memperoleh kesempatan. Alex Pritchard bisa membongkar pertahanan City melalui aksinya. Pritchard melepaskan kepada Florent Hadergjonaj. Hadergjonaj mendapatkan kesempatan untuk mencetak gol, namun tembakannya masih bisa dihalau Ederson Moraes. Hal ini membuat City mendapatkan kesempatan melanarkan serangan balik. Leroy Sane melepaskan umpan bagus kepada Kevin De Bruyne, tapi tendangannya masih melebar dari gawang.

Walaupun City unggul di dalam penguasaan bola, tapi serangan balik dari Huddersfield selalu berbahaya. Pritchard dan Mooy berulang kali membuat upaya serangan, namun belum berujung baik.

Di menit ke-25, City mendapatkan kans. Gabriel Jesus berhasil lepas dari pengawalan lawan dan menusuk ke dalam kotak penalti Huddersfield, akan tetapi umpan tariknya tidak mengarah ke sasaran karena Raheem Sterling sudah terlanjur kehilangan posisi.

Dua menit kemudian, hal serupa terjadi. Kali ini crossing De Bruyne yang terlewati oleh Jesus dan ditepis Jonas Loessl.

Huddersfield mendapatkan kesempatan di menit ke-30. Huddersfield melancarkan serangan balik yang baik sampai Mooy mendapatkan posisi yang bagus untuk melepaskan umpan ke Chris Loewe. Tapi sepakan kaki kiri Loewe masih melenceng dari gawang.

City nyaris selalu melancarkan serangan dari sebelah kanan pertahanan Huddersfield yang memang mudah ditembus di pertandingan ini. Pada menit ke-35, De Bruyne mendapatkan ruang menembak, namun Loessl masih bisa mengantisipasinya.

City mendominasi penguasaan bola sebesar 71%. Akan tetapi mereka cuma mengurung lawan karena penyelesaian akhirnya tidak ada yang efektif. Paruh pertama pun berakhir dengan skor 0-0.

Tidak ada yang berubah pada babak kedua. City masih mencoba berbagai cara untuk bisa menembus lini belakang Huddersfield.

Di menit ke-53, terjadi kemelut di muka gawang Huddersfield. Bermula dari sepak pojok Sane, Loessl mencoba meninju bola, akan tetapi mengenai rekannya sendiri. Bola sempat berada di depan gawang yang kosong, namun masih bisa dibuang oleh pemain Huddersfield.

Sampai menit ke-70, irama permainan kedua tim terbilang biasa-biasa saja. Upaya City untuk mencetak gol masih menemui jalan buntu. Sementara itu Huddersfield sesekali melancarkan serangan yang juga bisa dibilang tidak tajam.

Huddersfield seakan mempunyai cara untuk menahan City. Mulai dari permainan keras, sampai positioning yang bagus saat bisa membuang atau memblok bola masuk ke dalam kotak penalti mereka. Setiap umpan tarik atau umpan terobosan yang masuk ke kotak penalti Huddersfield, selalu saja terpental keluar.

City mendapatkan kesempatan pada menit ke-83. Namun sepakan keras Bernardo Silva dari depan kotak penalti masih sedikit melebar dari sasaran.

Huddersfield hampir mencetak gol pada masa injury time. Akan tetapi tembakan Scott Malone yang memanfaatkan ruang kosong masih bisa diantisipasi Ederson.

Menjelang pertandingan tuntas, Nicolas Otamendi mendapatkan kesempatan lewat serangan terakhir City. Namun tendangan Otamendi masih melebar. Sampai berakhirnya pertandingan, skor tetap imbang 0-0.

Inter Berhasil Tundukkan Udinese Dengan Skor 4-0

 

Inter Milan sukses meraih kemenangan besar atas Udinese dengan skor 4-0 di dalam laga lanjutan Serie A. Inter menunjukkan kualitasnya dan membuat lawan tidak berdaya di sepanjang babak pertama.

Di dalam laga yang berlangsung di Stadio Friuli pada hari Minggu (6/5/2018) malam WIB, Inter sudah memimpin 3-0 atas Udinese pada babak pertama. Kemenangan Inter dimantapkan oleh gol Borja Valero pada paruh kedua.

Marcelo Brozovic menjadi salah satu pemain yang tampil menonjol di pertandingan ini. Brozovic memberikan 2 assists untuk gol Andrea Ranocchia dan Mauro Icardi. Satu gol lain Inter dicetak oleh Rafinha.

Kemenangan ini tidak membuat I Nerazzurri naik peringkat. Inter masih berada di posisi 5 dengan mengumpulkan nilai 69 poin. Sementara itu I Zebrette turun ke posisi 17 dengan nilai 34 poin.

Jalannya Laga

Babak pertama berjalan dengan tempo cepat. Kedua kesebelasan langsung mengambil inisiatif serangan dan tampil dengan agresif. Kedua tim terlihat sangat bersemangat dan ingin meraup angka penuh.

Inter langsung menciptakan kesempatan di menit ke-5. Sundulan Ivan Perisic memanfaatkan umpan silang Joao Cancelo masih melayang di atas mistar gawang Udinese.

Berselang 4 menit, kesempatan emas didapatkan Inter. Brozovic mendapatkan peluang emas dan berada dalam posisi yang bagus untuk mencetak gol. Akan tetapi tembakan Brozovic masih bisa diselamatkan dengan baik oleh Albano Benjamin Bizzarri.

Tempo pertandingan amat cepat dan jual beli serangan tidak dapat dihindari pada 10 menit pertama. Sampai akhirnya Inter yang berhasil mencetak gol di menit ke-12. Bermula dari sepak pojok Brozovic, Ranocchia mendapatkan ruang dan melakukan tandukan terarah yang berujung gol buat Inter. Tim tamu pun memimpin 1-0.

Inter memperoleh momentumnya. Kesempatan emas kembali hadir pada menit ke-17 lewat Icardi yang tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Bizzarri. Akan tetapi Bizzarri masih bisa menghalau bola, namun sapuan si kiper mengarah kepada Perisic yang tembakannya justru melambung.

Tim tuan rumah sebenarnya berulang kali berhasil menusuk ke dalam kotak penalti Inter. Namun tidak ada satu pun aksi mereka yang menghadirkan peluang emas. Inter yang kembali mendapatkan kesempatan pada menit ke-34.

Udinese akhirnya mendapatka kesempatan bagus di menit ke-36. Umpan ciamik Rodrigo De Paul membuat Kevin Lasagna tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Samir Handanovic. Akan tetapi, Handanovic masih bisa menghalau sepakan Lasagna.

Inter sukses menciptakan gol keduanya di menit ke-43. Rafinha memanfaatkan blunder yang dilakukan Danilo dan menunjukkan aksi individu sebelum menceploskan bola ke dalam gawang Udinese. 2-0 untuk Inter.

Tiga menit kemudian, Inter memperbesar keunggulannya menjadi 3-0. Bermula dari umpan panjang Brozovic, Icardi memperoleh ruang dan bisa mencetak gol dengan mudah. Paruh pertama berakhir, Inter unggul 3-0.

Paruh kedua baru dimulai, Udinese langsung tampil menggebrak. De Paul dan Lasagna kembali memperlihatkan kombinasi bagu. Namun lagi-lagi tendangan Lasagna melenceng dari sasaran.

Di menit ke-49, masalah menimpa Udinese. Seko Fofana menerima kartu merah langsung dari wasit karena melanggar Perisic dengan keras. Hal ini pun menguntungkan Inter yang sudah unggul 3 gol.

Inter pun lebih nyaman dalam bermain karena unggul satu pemain. Secara penguasaan bola pun Inter lebih jelas di atas Udinese dengan 60% sampai menit ke-60.

Inter tidak banyak menciptakan peluang. Tapi mereka lebih banyak memainkan bola dan sesekali melancarkan tusukan berbahaya.

Sampai akhirnya Inter berhasil menciptakan gol keempat di menit ke-72. Tendangan Perisic berhasil dihalau Bizzarri, akan tetapi bola rebound langsung diceploskan Valero dengan mudah ke dalam gawang Udinese. Inter pun unggul 4-0.

Inter benar-benar dominan, sementaa itu Udinese seperti sudah tanpa harapan. Tapi sampai pertandingan tuntas, tak ada lagi gol tambahan yang tercipta.

Stoke Terdegradasi Usai Takluk Dari Palace

Stoke-on-Trent – Stoke City mesti mengucapkan selamat tinggal terhadap Premier League. Tim dengan nama lain The Potters itu terdegradasi setelah kalah 1-2 atas Crystal Palace.

Di pertandingan pekan ke-37 yang digelar pada Bet365 Stadium, hari Sabtu (5/5/2018) malam WIB, Stoke perlu kemenangan demi menjaga peluangnya bertahan musim depan.

Namun, Stoke justru berada di bawah tekanan dari Palace sejak awal laga. Tim tamu bikin total 11 percobaan dengan dua mengarah pada gawang dan seluruhnya menjadi gol.

Sedangkan itu Stoke hanya membuat empat attempts dengan satu tepat sasaran. Satu on target tersebut berbuah gol Xherdan Shaqiri pada menit ke-43 yang mengantarkan Stoke memimpin 1-0 pada babak pertama.

Tendangan bebas Shaqiri pada depan kotak penalti mengenai pagar hidup dan bikin kiper Wayne Hannessey terpaku menyaksikan bola masuk pada gawangnya.

Pada babak kedua, Palace baru dapat menyamakan kedudukan di menit ke-68 melalui James McArthur. Melalui serangan balik cepat, Ruben Loftus-Cheek yang memegang bola terakhir sebelum memberikan pada McArthur yang melepaskan tendangan ke tiang jauh gawang dari Jack Butland.

Publik tim tuan rumah lalu terdiam disaat Palace sukses menciptakan gol keduanya di empat menit sebelum laga usai. Kesalahan dari kapten Ryan Shawcross ketika memotong bola umpan dari Wilfried Zaha telah memudahkan Patrick van Aanholt membobolkan bola dari jarak dekat.

Skor 2-1 bagi keunggulan Palace bertahan sampai laga berakhir dan bikin Stoke akhirnya turun divisi pada Championship musim depan. Dengan menyisakan satu pertandingan, Stoke yang memiliki 30 poin tidak dapat mengejar Swansea City pada peringkat ke-17 dengan 33 poin serta menyisakan tiga pertandingan.

Stoke pun hanya tinggal menunggu dua tim yang lainnya yang bakal terdegradasi, dengan calon yang terkuat merupakan juru kunci West Bromwich Albion yang hanya tinggal menyisakan dua pertandingan serta memiliki 28 poin, dan Southampton pada posisi ke-18 dengan raihan 32 poin serta menyisakan tiga pertandingan.

Stoke pun mesti mengakhiri satu dekade partisipasinya pada Premier League usai promosi di tahun 2008.

Allegri Sebut Juve Telah Menyulitkan Diri Sendiri

Turin – Juventus mesti bersusah payah untuk dapat membalikkan keadaan ketika menjamu Bologna lantaran suatu kesalahan. Pelatih Juventus, yakni Massimiliano Allegri pun menyebut timnya membuat susah diri sendiri.

Juventus menang dengan skor 3-1 ketika menjamu Bologna pada Allianz Stadium, hari Minggu (6/5/2018) dinihari WIB. Tim yang memiliki nama lain Bianconeri itu tertinggal dengan lebih dulu sebab gol penalti dari Simone Verdi pada menit yang ke-30.

Baru pada babak yang kedua tim tuan rumah dapat merespons. Gol bunuh diri yang dilakukan oleh Sebastien De Maio menyamakan skor, kemudian Sami Khedira dan juga Paulo Dybala mengantarkan Juventus untuk berbalik unggul dan juga menang.

Allegri pun menyoroti kesalahan dari lini pertahanan timnya pada babak yang pertama. Bermain-main pada baris belakang bikin Gianluigi Buffon pada akhirnya pun memberikan umpan tanggung pada Daniele Rugani.

Bola diserobot oleh Lorenzo Crisetig yang berujung terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh Rugani, ketika berusaha untuk merebut bola. Usai itu Juventus pun kesulitan untuk mendapatkan celah sebab Bologna bertahan dengan sedemikian rapatnya.

Baru usai memasukkan Douglas Costa untuk dapat menggantikan Blaise Matuidi pada pergantian babak, Juventus bermain dengan lebih baik dan juga membuat banyak ancaman. Allegri merasa lega timnya dapat bereaksi dengan baik.

“Persaingan Scudetto masih belum berakhir, kami masih memiliki jarak tiga poin dan mesti mendapatkannya. Bologna bermain dengan amat baik pada malam ini bertahan dengan gigih, sedangkan kami menyulitkan diri sendiri dengan suatu kesalahan yang berujung dengan penalti, untungnya kami pun bereaksi,” ujar Allegri.

“Disaat Bologna bermain dengan seperti itu, dan mereka membuat hal yang sama pada babak yang pertama menghadapi Lazio, maka mereka sulit untuk dapat dibongkar atau ditemukan celahnya pada antar lini,’’ sambung Allegri.

“Ada sejumlah peluang, tak begitu bersih memang, namun kami sempat mendapatkannya. Bologna pun memimpin berkat dari kekacauan kami di belakangan dan juga kami mesti memberikan reaksi yang kuat pada babak yang kedua,” ungkap Allegri.

Persaingan Posisi 3-4 Bundesliga Berlangsung Hingga Pekan Terakhir

Dortmund – Perebutan peringkat 3-4 Bundesliga dipastikan berlangsung hingga pekan yang terakhir. Hasil-hasil pada pekan ke-33 bikin persaingan dari empat tim memanas.

Borussia Dortmund melakoni pertandingan pekan yang ke-33 dengan menjamu Mainz 05, hari Sabtu (5/5/2018) malam WIB. Perlu tiga poin untuk dapat menjaga posisi tiga, Dortmund justru kalah 1-2.

Tuan rumah telah tertinggal pada menit keempat melalui gol Ridle Bote Baku. Mainz justru menggandakannya pada menit ke-13 lewat Yoshinori Muto. Dortmund hanya dapat membalas sekali melalui Maximilian Philipp pada menit ke-16.

Beruntung untuk Dortmund, posisi mereka pada klasemen tidak tergeser oleh Hoffenheim pada peringkat empat. Sang rival juga kalah ketika bertamu ke Stuttgart.

Dua gol diciptakan Mario Gomez, masing-masing pada menit ke-25 serta 74, bikin Hoffenheim gigit jari. Bahkan usai unggul jumlah pemain semenjak menit yang ke-65 pun Hoffenheim tidak dapat membuat gol balasan.

Fakta kalau Hoffenheim kehilangan poin sejatinya dapat dimanfaatkan Bayer Leverkusen untuk naik pada peringkat empat. Tapi Leverkusen juga gagal memetik kemenangan, setelah berimbang tanpa gol pada kandang Werder Bremen.

Dengan hasil ini, Dortmund pun masih berada pada peringkat tiga dengan 55 poin, tertinggal lima poin atas Schalke 04 pada peringkat dua dan tiga poin di depan Hoffenheim serta Leverkusen pada posisi 4-5.

RB Leipzig sendiri yang berada pada peringkat enam dengan 50 poin juga masih memiliki peluang untuk finis pada empat besar, mengingat jarak mereka hanya dua poin dengan Hoffenheim.

Hal menariknya merupakan, Dortmund serta Hoffenheim bakal saling berhadapan pada pertandingan pekan terakhir, di minggu depan. Dortmund tentu saja hanya perlu hasil imbang untuk aman pada empat besar, namun Hoffenheim wajib memetik tiga poin untuk finis pada zona itu.

Sedangkan Leverkusen serta Leipzig akan berharap Hoffenheim gagal untuk meraih poin, yang tentunya bakal menjadi akhir dramatis di dalam perebutan posisi empat.

Hasil-hasil di pekan ini pun memastikan Schalke tampil pada fase grup Liga Champions di musim depan. Sedangkan Mainz dipastikan bertahan pada Bundesliga berkat kemenangan dari Dortmund.

Gary Neville Kritik Pemain Man United

Brighton – Para pemain dari Manchester United tampil dengan mengecewakan ketika takluk atas Brighton & Hove Albion. Gary Neville hingga melancarkan kritik pedas bagi MU. Apa katanya?

MU mengalami kekalahan 0-1 ketika bertamu ke Brighton, hari Sabtu (5/5/2018) dinihari WIB. Gol dari Pascal Gross pada menit ke-57 tidak dapat dibalas oleh tim yang memiliki nama lain The Red Devils tersebut yang bermain dengan enam starter yang berbeda disaat menaklukkan Arsenal.

Marouane Fellaini, Marcus Rashford, Matteo Darmian, Juan Mata, Marcos Rojo, serta Anthony Martial merupakan nama-nama pemain yang tak jadi starter ketika MU menaklukkan Arsenal, namun saat ini turun sebagai starter.

Pada konferensi pers setelah laga, Mourinho mengungkapkan bila beberapa pemain tidak tampil dengan baik. Manajer Portugal tersebut pun mengaku gagal meyakinkan pemain bila meraih empat poin lagi pada sisa musim amat penting demi untuk mengunci posisi dua.

Apa yang terjadi terhadap MU pada pertandingan tersebut serta konferensi pers Mourinho ikut bikin Gary kesal. Legenda MU yang juga pundit pada Sky Sports tersebut menilai ada kepercayaan yang telah memudar serta hubungan yang memburuk di antara Mourinho dengan beberapa pemain.

“Untuk saya, ini terasa semacam akhir baginya (Mourinho) dengan sejumlah pemain. Kepercayaan yang dirinya perlukan terhadap para pemain sudah hilang,” ujar Gary.

“Saya tak pernah berpikir semenjak paruh yang pertama bila Manchester United bakal keluar pada babak kedua serta mengulangi kinerja babak yang pertama mereka, namun mereka melakukannya. Faktanya, periode yang terbaik Brighton merupakan 20 menit usai pergantian babak,” tambahnya.

“Mourinho menyebut penting baginya untuk meraih empat poin supaya menyelesaikan musim pada posisi kedua dan dirinya tak dapat menyampaikan itu terhadap para pemainnya.”

“Disaat dirinya tidak dapat memasukkan pesannya pada para pemain, maka manajer mesti pergi atau para pemain yang mesti pergi. Pada saat ini, Manchester United tak bakal kehilangan Jose Mourinho, jadi dirinya bakal bikin perubahan besar pada ruang ganti,” ungkap Gary.

Mourinho Kritik Beberapa Pemain MU Usai Kalah Dari Brighton

Brighton – Manchester United kembali ditaklukkan tim promosi. Jose Mourinho mengatakan beberapa pemainnya tampil dengan tanpa tanggung jawab serta gairah.

MU mengalami kekalahan 0-1 ketika bertamu ke Brighton and Hove Albion, hari Sabtu (5/5/2018) dinihari WIB. Gol dari Pascal Gross pada menit ke-57 tidak dapat dibalas ‘Setan Merah’ yang tampil dengan di bawah standar.

Paul Pogba dan rekan-rekannya memang mendominasi penguasaan bola sampai 68%, tapi minim membuat ancaman. Dari 16 percobaan yang dibuat, cuma tiga yang mengarah pada gawang.

Sedangkan tuan rumah bermain efisien melalui serangan-serangan cepatnya. Dalam 11 percobaan, Brighton mengarahkan tiga yang di antaranya pada gawang.

MU sendiri pada pertandingan ini tampil dengan sejumlah pemain yang sebelumnya minim memperoleh peluang. Juan Mata, Marcos Rojo, Anthony Martial, Marouane Fellaini, Marcus Rashford, serta Matteo Darmian menjadi starter.

Dengan tanpa menyebut nama, Mourinho menilai beberapa pemain yang diberi peluang tidak menjawab kepercayaan dirinya dengan baik. Hasilnya kekalahan ketiga atas tim promosi pun diderita.

Sebelumnya MU telah kalah atas Huddersfield Town serta Newcastle United, dua tim promosi yang selain Brighton.

“Ini tidak cukup bagus. Para pemain yang telah menggantikan pemain yang lainnya tak tampil pada level yang bagus. Dan disaat individu-individu membuat itu, sulit untuk tim dapat bermain bagus,” kata Mourinho.

“Mungkin saat ini kalian tidak bakal bertanya kenapa si A, B, serta C tidak terlalu sering bermain. Diri saya sih semenjak awal telah tahu apa yang bakal terjadi dan saya katakana pada mereka, namun itulah yang kami dapat.”

“Sikap dari menit yang pertama dan khususnya pada babak pertama, lawan memiliki gairah lebih besar. Saya tidak berhasil meyakinkan para pemain saya, bila memperoleh empat poin lagi itu hal penting. Itu penting untuk saya, namun mungkin tidak bagi mereka,” ungkapnya.

MU perlu empat poin tambahan untuk dapat mengunci posisi kedua. Masih pada peringkat itu, tim arahan Mourinho itu mengumpulkan 77 poin dalam 36 pertandingan, lima poin di depan Liverpool serta enam poin atas Tottenham Hotspur (35 pertandingan).

Penjelasan Mohamed Salah Mengenai Selebrasinya Ketika Laga

Liverpool – Mohamed Salah memiliki kebiasaan bersujud setelah membuat gol. Selain itu, Salah pun juga ternyata memiliki kebiasaan berwudu sebelum bermain.

Karier dari Salah memang melejit di musim ini bersama dengan Liverpool. Ditebus dari AS Roma dengan senilai 34 juta poundsterling, dirinya tampil di luar ekspektasi, dan juga dapat menjadi andalan yang utama tim dengan raihan 43 gol yang sudah diciptakan sejauh musim ini.

Di samping hebat dengan sebagai pesepakbola, Salah pun juga dikenal dengan sebagai muslim yang taat. Hal tersebut tercermin pada setiap laga disaat dirinya selalu bersujud setelah membuat gol atau berdoa sebelum laga.

Hal ini sendiri lazim dilakukan Salah namun lantas menjadi sorotan dan omongan banyak orang menyusul dengan performa hebatnya pada musim ini.

Seperti yang dilansir Liverpool Echo, ternyata telah banyak orang yang menganggap selebrasi dari Salah tersebut merupakan mencium rumput. Maka Salah lalu coba untuk menjelaskan maksud dari balik selebrasi sujud tersebut.

“Bukan, hal itu bukan mencium rumput. Hal itu (sujud) semacam berdoa ataupun juga berterima kasih (bersyukur) terhadap Tuhan atas apa yang saya peroleh. Ya, itu merupakan doa, doa untuk kemenangan,” ujar Salah.

“Saya telah melakukan hal itu sejak muda, dimanapun saya bermain,” sambung pemain yang sempat membela Chelsea tersebut.

Ada fakta menarik yang lain mengenai Salah di samping dari selebrasi sujud. Manajer Liverpool, yakni Juergen Klopp pun juga mengaku Salah selalu berwudu sebelum laga, seperti halnya ketika umat muslim akan menunaikan salat.

“Amat fantastis mempunyai Salah. Dirinya memang mempunyai kebiasaan yang berbeda dengan pemain yang lain. Dirinya muslim dan membuat hal yang biasa dilakukan oleh muslim seperti proses mencuci (wudu) serta sebagainya,” ujar Klopp.

“Karena itu kami mesti siap satu atau dua menit dengan lebih awal pada ruang ganti supaya Salah siap untuk laga. Sama seperti Sadio Mane serta Emre Can yang juga melakukan hal tersebut. Tak ada yang mengeluhkan hal itu. Semua hal itu wajar di dunia saat ini dan Anda mesti dapat menerima perbedaan antara satu sama lain.”

Frank Lampard Siap Masuk Ke Manajemen Sepak Bola

Frank Lampard mengatakan dia siap untuk masuk ke dalam manajemen sepak bola jika ada kesempatan yang tepat datang menghampiri dirinya.

Gelandang mantan Inggris telah bekerja melalui kualifikasi kepelatihannya di mantan klub Chelsea saat ia lebih dekat dengan pekerjaan pertama dalam manajemen. Lampard mengharapkan lebih banyak generasi pemain Inggris untuk pindah ke pelatihan dalam waktu, dan didukung Steven Gerrard untuk mewujudkan ambisi pembinaan sendiri.

Sementara itu Gerrard menutup mengambil posisi manajerial yang kosong di Rangers, Lampard baru-baru ini dikaitkan dengan Ipswich dan mengakui dia bergerak semakin dekat untuk mengambil peran pembinaan lini depan. Saya sedang melakukan lencana pelatihan saya saat ini. Saya telah menghabiskan banyak waktu di Chelsea tahun ini, mendapatkan jam pengalaman, kata Lampard.

Saya sudah berhasil mendapatkan Lisensi A dalam pelatihan. Jadi ya, dengan kesempatan yang tepat dan waktu yang tepat untuk saya, saya benar-benar akan sangat memperhatikannya, karena anda ingin memberikan kembali, menunjukkan Anda dapat membantu mencoba mengembangkan pemain, dan membantu mereka secara taktis dan apakah anda bisa jadilah manajer pria yang baik.

Dan saya pasti berpikir Gerrard akan membuat kesuksesan. Saya sudah mengenal Steven sejak lama, dia adalah seorang pemikir serius tentang permainan. Saya bekerja dengannya sekarang, dan analisis dan tingkat pengetahuannya tentang permainan adalah besar sekali. Dia akan menjadi akuisisi besar bagi siapa pun untuk mengambil alih. Dan bagus untuknya, itulah yang ingin dia lakukan dan saya pikir dia akan sangat baik dalam hal itu.

FA kini bekerja lebih erat dengan mantan pemain untuk mencoba memasukkan mereka ke dalam lencana kepelatihan mereka. Saya pikir kami mengalami tahun-tahun tandus ketika bantuan tidak ada di sana, dan pemain pergi dari pertandingan. Tapi sekarang saya pikir mereka mencoba membantu pemain langsung mendapatkan lencana pelatihan mereka. Lampard memenangkan 106 caps Inggris antara 1999 dan 2014, dan pensiun sepenuhnya pada tahun 2016 setelah bertugas dengan New York City di Major League Soccer.

Pemain berusia 39 tahun itu percaya bahwa transisi dari pemain ke manajer bisa terbukti lebih sulit daripada yang disadari banyak orang. Jika Steven Gerrard dikaitkan dengan pekerjaan segera orang mengatakan dia membutuhkan pengalaman, tetapi dia harus mendapatkan pengalaman itu di suatu tempat, kata Lampard.

Saya telah belajar banyak hal sehari-hari di lapangan latihan bersama Chelsea tahun ini. Ini adalah cara yang bagus untuk memotong gigi anda, dan Steven melakukannya di akademi Liverpool telah pintar.

Jurgen Klopp Mengakui Liverpool Beruntung Bisa Masuk Ke Final

Jurgen Klopp mengakui Liverpool membutuhkan keberuntungan di sisi mereka saat mereka memenangkan pertandingan gila melawan AS Roma untuk mencapai final di Liga Champions.

The Reds dikalahkan 4-2 oleh Roma di leg kedua semi-final di Stadio Olimpico pada Rabu, tetapi mereka menang secara agregat 7-6 dan akan bertemu Real Madrid di final Liga Champions di Kiev pada 26 Mei. Roma nyaris membuat comeback yang dramatis tetapi tidak bisa mengambil beberapa peluang yang jatuh di babak kedua.

Saya harus memberikan pujian besar untuk Roma, kata manajer Liverpool, Klopp. Sungguh pertunjukan, comeback, pertandingan sepakbola yang berani. Ini adalah pertama kalinya kami tidak sebaik yang kami bisa, jadi kami membutuhkan keberuntungan dan itulah yang kami miliki, tetapi selama seluruh kampanye Liga Champions itu layak. Seperti yang saya katakan sebelum pertandingan, itu pantas untuk Roma terlalu.

Akan sangat gila jika kami bermain perpanjangan waktu. Saya tidak tahu bagaimana itu akan terjadi. Sekarang agregat 7-6 yang kedengarannya gila karena itu. Kami datang ke kompetisi sebagai kualifikasi dan sekarang di final dan saya sangat senang untuk anak-anak, untuk klub dan fans kami. Ini adalah perjalanan fantastis sejauh ini dan sekarang kita akan pergi ke Kiev, yang kedengarannya gila tetapi itu adalah kebenaran.

Kami tidak bisa pergi ke final Liga Champions dengan sepakbola yang bagus, itu tidak mungkin. Anda harus menderita dari waktu ke waktu dan kami menderita, saya tidak punya masalah dengan itu. Apakah ada yang perlu dikritik? Tidak. Anak-anak ini terus menerus melampaui batas mereka dan saya benar-benar bangga akan hal itu. Melihat ke depan untuk pertemuan melawan Real Madrid, yang mengajukan tawaran untuk memenangkan kompetisi untuk tahun ketiga berturut-turut, Klopp mengatakan. Kami akan siap tetapi itu Real Madrid. Anda tidak bisa lebih berpengalaman dalam kompetisi daripada Real Madrid.

Saya pikir hampir 80 persen dari tim mereka memainkan semua final ini empat kali dalam lima tahun terakhir dan mereka masih bersama. Mereka berpengalaman, kami tidak, tetapi kami akan terbakar. Kami menantikannya, tetapi sebelum itu kami harus memainkan dua lagi semifinal Liga Champions di Premier League dan itu tugas kami untuk dilakukan dan kemudian kami memiliki dua minggu untuk mempersiapkan final.  Liverpool kini mengalihkan perhatian mereka kembali ke Premier League saat mereka menghadapi Chelsea pada hari Minggu.

The Reds dapat memastikan finish empat besar jika mereka menang di Stamford Bridge. Chelsea pada akhir pekan adalah pertandingan yang sangat penting bagi kami, tambah Klopp. Kami memulihkan besok dan kemudian kami pergi ke Chelsea. Mereka akan berjuang untuk semuanya, itulah hidup, dan kemudian kita memiliki satu minggu sebelum Brighton, yang sangat penting mungkin.