Burnley 0-1 Arsenal: Alexis Sanchez mencetak gol kemenangan akhir dari titik penalti

Arsenal memenangkan kedua pertandingan liga mereka melawan Burnley musim lalu berkat pemenang injury time dan mereka melakukannya lagi setelah James Tarkowski dihukum karena mendorong Aaron Ramsey. Burnley mengguncang pos melalui Johann Gudmundsson sementara usaha Jack Wilshere yang dibelokkan sepuluh menit dari waktu adalah Arsenal terdekat datang sampai Sanchez memastikan kemenangan tersebut dengan tendangan terakhir pertandingan terakhir. Hasilnya berarti Arsenal telah melompati rival lokal Tottenham ke posisi keempat sementara Burnley tetap berada di urutan ketujuh. Gudmundsson memiliki kesempatan pertama yang berarti sore itu, melewatkan Nacho Monreal di dalam area penalti sebelum memukul tembakan ke tiang gawang dengan kaki kanannya yang lemah. Replay menunjukkan bahwa Petr Cech berhasil mendapatkan ujung jari pada usaha dan itu adalah penghematan yang luar biasa.

Arsenal tidak dapat mengumpulkan satu pukulan pun pada sasaran di babak pertama tapi Ramsey pasti seharusnya menguji Nick Pope di tujuan saat ia berkaki di atas mistar dari dalam kotak setelah melakukan pekerjaan bagus dari Alexandre Lacazette di sayap kiri. Robbie Brady menutup debut Burnley-nya dengan gol tendangan bebas yang indah melawan Chelsea pada bulan Februari dan dari posisi yang hampir sama, dia menarik simpanan bagus lainnya dari Cech dengan kiper veteran yang berusaha mengalihkan bola dari pojok atas. Gudmundsson hidup semarak dan dia menguji Cech dengan usaha lain dari jarak jauh saat ia memotong dari kanan dan menembak dengan kuat, meski penjaga Arsenal membacakan niatnya dan membuat save terlihat relatif nyaman. Kemungkinan berada di premium di babak kedua namun pengenalan Wilshere untuk Alex Iwobi yang tidak efektif setidaknya memberi dorongan baru bagi Arsenal di lini tengah dan pemain pengganti tersebut hampir memecahkan kebuntuan pada akhir pertandingan saat tendangannya melepaskan tembakan dari Tarkowski dan berputar melebar.

Peluang City Juara Semakin Besar Setelah Chelsea-Liverpool Imbang

Gary Cahill mengakui bahwa Manchester City adalah pemenang besar setelah Chelsea dan Liverpool  bermain imbang 1-1 di Anfield, namun Antonio Conte menegaskan bahwa dia senang dengan “reaksi menakjubkan” para pemainnya untuk mendapatkan poin setelah tertinggal.

Kedua tim melewatkan peluang sebelum Mohamed Salah menerkam kesalahan Tiemoue Bakayoko untuk membuka skor melawan mantan klubnya pada menit ke-65. Chelsea menemukan equalizer saat umpan silang Willian melingkar di pojok atas jaring Simon Mignolet dengan lima menit tersisa.

Cahill merasa sepotong keberuntungan tidak lebih dari Chelsea pantas untuk tampilan babak kedua mereka, meskipun ia mengakui bahwa tidak ada pihak yang harus bahagia dengan hasil yang akan memungkinkan Manchester City untuk menarik lebih jauh jika mereka mengalahkan Huddersfield Town pada hari Minggu.

“Pada refleksi, saya pikir di babak kedua kami pantas menyamai pertandingan,” kapten Chelsea itu mengatakan kepada BT Sport. “Mereka memiliki beberapa mantra bagus di babak pertama dan kami tampil kuat di babak kedua, terutama terlambat.

“Kami membuat beberapa perubahan dan memiliki beberapa [salib] yang melintas di seberang kotak, yang menyebabkan kami bermasalah pada waktu dan saya yakin kami melakukannya. Kami senang kami kembali ke dalamnya dan sangat memalukan kami tidak bisa ‘ Aku akan ketiganya. ”

Ketika ditanya apakah undian itu disukai City, dia menjawab: “Saya akan mengatakannya, jika kita berada di posisi mereka, kita akan senang. Sayang sekali, kita punya lebih banyak permainan yang akan datang sekarang. [Anfield] jelas Tempat yang sulit untuk datang, jadi kita akan mengambil poin dan terus berjalan. Itu penting kita tidak kalah hari ini. ”

Conte fokus pada tampilan Chelsea yang positif, kurang dari 72 jam setelah mereka menyelesaikan perjalanan 5.000 mil ke Baku untuk menghadapi Qarabag di Liga Champions.

“Saya pikir untuk keseluruhan pertandingan kami memiliki performa yang sangat bagus,” kata Conte. “Di babak pertama kami sangat solid dan selalu berbahaya saat kami memiliki bola. Di babak kedua kami menciptakan banyak peluang.

“Kami kebobolan gol mungkin pada saat terbaik bagi kami, tapi kemudian kami menemukan kekuatan untuk reaksi yang hebat. Reaksi yang menakjubkan dari pemain saya. Saya pikir kami pantas untuk menggambar tapi mungkin saya pikir kami pantas menang.

“Saya tidak berbicara dengan [Willian] tentang umpan silang atau jika dia mencoba mencetak gol dengan cara ini. Tapi pastinya kami pantas mencetak gol, dan kami menciptakan banyak peluang untuk menarik dan kemudian mencoba untuk menang.

Klopp Tak Terlalu Kecewa Dengan Hasil Laga

Liverpool melanjutkan Premier League pekan ke 13 dengan hasil yang kurang memuaskan. Menghadapi Chelsea yang memang lawan yang sulit pihak Liverpool hanya mampu meraih hasil seri 1-1 usai unggul lebih dulu pada pertandingannya namun tidak bisa mempertahankan keunggulannya  tersebut.

Sebagai tuan rumah di Anfield pihak Liverpool sudah berjuang keras pada pertandingannya. Terlihat pihak Liverpool lebih unggul namun pihak Chelsea tetap memberi perlawanan yang hebat dipertandingannya.  Keduanya sudah berjuang keras dipertandingan tersebut namun tidak ada satupun yang berhasil keluar sebagai pemenang dipertandingannya.

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp menyebutkan kalau laga pada pertandingan itu berlangsung sangat sengit dan timnya sudah berjuang keras dimana hasil seimbang tidak terlalu mengecewakan ketika ia melihat perjuangan timnya menghadapi lawan yang berat yang memang tidak mudah untuk dikalahkan.

Tak dapat meraih kemenangan, pihak Liverpool pun tertahan diposisi ke 5 dimana mereka baru saja kehilangan kesempatan yang sangat besar untuk naik keposisi yang lebih tinggi. Pertandingan itu benar-benar berlangsung sengit banyak yang memuji perjuangan diantara keduanya.

“ Saya melihat jalannya pertandingan itu, itu sungguh pertandingan yang sangat bagus dimana keduanya sama-sama mengeluarkan semua yang mereka punya dipertandingannya. Hasil pada laga itu mungkin memang kurang memuaskan karena kita tidak bisa mendapat tiga poin penuh namun melihat perjuangan yang hebat membuat saya tidak terlalu kecewa.” ujar Klopp

“  Saya berharap kemenangan akan menjadi milik kita namun kita tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi. Saya hanya bisa mengatakan kita  harus berjuang lebih keras pada pertandingan-pertandingan selanjutnya untuk mengejar ketertinggalan yang ada dipapan klasemen.” tambahnya

Salah vs Morata, Siapa Lebih Penting?

Mohamed Salah dan Alvaro Morata menjadi penyumbang gol utama Liverpool dan Chelsea sejauh ini. Bagaiman dengan kontribusi keseluruhannya untuk timnya masing-masing?

Salah dan Morata bakal memimpin timnya masing-masing ketika Liverpool berhadapan dengan Chelsea di Stadion Anfield pada hari Minggu (26/11/2017) dinihari pukul 00.30 WIB.

Salah memaksa The Reds memecahkan rekor transfer mereka pada musim panas lalu untuk mendatangkannya dari AS Roma. Begitu juga dengan The Blues saat menggaet Morata dari Real Madrid.

Kalau melihat gol, sejauh ini keduanya sudah terbilang memuaskan sesudah 12 pekan Premier League dilewati. Salah telah mencetak 9 gol dan memuncaki daftar topskor, unggul sebiji gol dari Morata.

Akan tetapi bagaiman kontribusi kedua pemain ini secara keseluruhan? Dikutip dari situs Premier League, statistik Salah dan Morata cukup berimbang.

Salah telah membuat 2 assist, 316 umpan, menciptakan 2 peluang dengan 26 kali melepaskan umpan silang. Sebaliknya Morata lebih unggul dari segi assist, yakni membuat 4 assist, akan tetapi dia hanya melepaskan 199 operan (18,09 per pertandingan), menciptakan 2 peluang dan 12 kali melakukan umpan silang.

Ketika membantu lini belakang, Salah turut melakukan 3 kali tekel, 5 kali blok, 2 kali intersepsi dan 3 kali clearance. Sementara itu Morata malah lebih rajin membantu lini belakang. Tiga kali tekel sudah dilakukan, dengan 8 kali melakukan blok, sekali intersepsi dan 13 kali melakukan clearance.

Dan di lini depan, selain jumlah gol, tercatat Salah unggul dengan 42 kali melepaskan tembakan dengan 26 yang mengarah ke sasaran, akurasinya mencapai 62%, sekali mengenai tiang dan melewatkan 6 peluang bersih.

Sementara Morata baru melepaskan tembakan sebanyak 31 kali dengan 15 di antaranya mengarah ke gawang, tingkat akurasinya mencapai 48%. Sama seperti Salah, Morata juga sudah melewatkan 6 peluang bersih.

Bersama Salah, Liverpool saat ini berada di peringkat 5 dengan mengumpulkan nilai 22 poin. Sementara Morata membawa Chelsea duduk di posisi 3 dengan nilai 25 poin.

Menarik untuk ditunggu siapakah yang akan membantu timnya meraih hasil positif di akhir pekan nanti, apakan Salah ataukah Morata?

Zidane Sangat Suka Kepada Bale

Seharusnya Real Madrid sudah menggenggam tiket ke babak 16 besar jika bisa menyudahi laga dengan kemenangan. Terlebih lagi, Los Blancos sudah unggul 2-0 berkat gol cepat Bale, serta sepakan Karim Benzema pada menit ke-35. Akan tetapi, Real Madrid seakan terlena. Legia secara mengejutkan sanggup berbalik unggul 3-2 lewat gol Vadis Odjidja-Ofoe, Miroslav Radovic, dan Thibault Moulin. Hari Jumat (24/11/2017), Bale sudah kembali berlatih bersama rekan-rekannya di Madrid. Tapi pemain berusia 28 tahun itu diperkirakan masih belum akan diturunkan saat Madrid menjamu Malaga.

Zidane mengaku kehilangan Bale dan segala kontribusinya. Tapi Zidane juga akan sabar menunggu sampai Bale benar-benar fit. Tentu, saya lebih memilih Gareth bersama kami dan saya yakin dia juga demikian,” Zidane mengatakan seperti dikutip AS. Kita semua tahu apa yang dibawa Gareth ke tim. Dia memberi kami kekuatan, dia punya kecepatan, secara teknik dia berbakat, dia bagus dalam menempatkan bola ke dalam kotak penalti, dan dia bekerja sangat keras. Tapi saat ini yang paling penting adalah dia pulih dengan baik dan kembali bugar sepenuhnya. Dia penting bagi kami dan dia tahu itu. Dia kembali berlatih dan rasa sakitnya sudah hilang, tapi kami akan memantau kapan dia siap kembali,” Zidane menambahkan.

Zinedine Zidane mengaku kehilangan Gareth Bale yang sudah cukup lama absen karena cedera. Tapi Zidane juga ingin Bale benar-benar pulih sebelum kembali bermain untuk Real Madrid. Bale sudah menepi sejak akhir September karena cedera betis yang didapat di pertandingan melawan Borussia Dortmund. Sempat pulih dan kembali berlatih, pemain asal Wales itu dihantam masalah lain berupa cedera otot aduktor pada pertengahan November. Gareth Bale merasa kecewa setelah Real Madrid ditahan imbang 3-3 oleh Legia Warszawa, dalam partai Liga Champions. Ia pun membahas beberapa hal yang perlu diperbaiki Real Madrid. Untungnya Real Madrid bisa menyamakan skor ketika waktu normal tersisa lima menit. Gol ketiga El Real dicetak oleh Mateo Kovacic.

Arsenal Takluk di Markas Koln

Arsenal pulang dengan tangan kosong dari lawatannya ke markas Koln di Liga Europa. The Gunners takluk dengan skor tipis 0-1 dari Die Geisbocke. Seperti biasanya, Arsenal selalu menurunkan pemain pelapis di ajang Liga Europa. Apalagi mereka telah dipastikan lolos ke babak 32 besar pada matchday sebelumnya.

Hasil ini tetap tidak merubah posisi Arsenal di puncak klasemen Grup H dengan nilai 10 poin dari 5 pertandingan. Tim asuhan Arsene Wenger itu pun sudah dipastikan menjadi juara grup usai di laga lainnya Red Star Belgrade bermain seri 0-0 dengan BATE Borisov. Sementara itu Koln berada di urutan 2 dengan nilai 6 poin, sama dengan nilai Red Star yang berada di peringkat 3.

Jalannya Laga

Di dalam pertandingan yang berlangsung di RheinEnergieStadion, Koln, pada hari Jumat (24/11/2017) dinihari WIB, tim tuan rumah terlebih dulu memperoleh peluang lewat aksi Jhon Cordoba di menit ke-6. Cordoba menusuk ke dalam kotak penalti dan melepaskan sepakan, namun upayanya itu masih bisa dihalau kiper tim tamu, David Ospina.

Arsenal memiliki kesempatan untuk unggul di menit ke-13. Francis Coquelin menguasai bola di depan kotak penalti dan melepaskan tendangan keras, akan tetapi hanya mengenai tiang gawang.

Tiga menit kemudian, Danny Welbeck melepaskan percobaan ke arah tiang jauh. Akan tetapi arah si kulit bundar masih melebar dari gawang.

Pada menit-menit akhir paruh pertama, percobaan dilepaskan oleh Mohamed Elneny juga tidak membuahkan gol bagi Arsenal. Sepakan jarak jauh Elneny masih sedikit melayang di atas mistar gawang Koln.

Tidak ada gol yang lahir sampai berakhirnya babak pertama. Skor masih 0-0 ketika jeda.

Koln memperoleh hadiah penalti di menit ke-62 sesudah Sehrou Guirassy dijatuhkan Mathieu Debuchy di dalam kotak terlarang. Guirassy sendiri yang maju sebagai eksekutor dan berhasil mengecoh Ospina. Tendangannya ke arah tengah membawa Koln memimpin 1-0.

Olivier Giroud memiliki kesempatan untuk menyamakan skor di menit ke-77. Giroud tinggal berhadapan dengan kiper Koln, Timo Horn, sesudah menerima umpan dari Jack Wilshere. Tapi sebelum Giroud menembak, bola terlebih dulu dibuang oleh Jannes-Kilian Horn.

Kans terbaik Arsenal untuk menyamakan kedudukan hadir di menit ke-89. Reiss Nelson melakukan aksi individu saat melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti, akan tetapi penyelesaian akhirnya masih bisa diantisipasi oleh Timo Horn.

Sergio Roberto Ingin Lebih Lama Di Barca

Manchester City dikabarkan membawa pembalap Spanyol itu pada Januari 2018. Setelah menerima penghargaan Catalan Player of the Year, akademisi Gimnastic de Tarragona akan lulus kontrak, dengan harapan tidak akan pernah tinggal di Camp Nou. Di bursa transfer musim panas 2017, Beberapa kali ia hampir menjadi bahan barter untuk transfer transfer besar Barcelona. Salah satunya adalah saat presiden klub, Josep Maria Bartomeu, mencoba membawa Philippe Coutinho dari Liverpool yang belum direalisasikan sampai sekarang.

Roberto keluar untuk Juventus dan juga melawan Valencia akhir pekan ini. Meski lolos ke dua pertandingan besar, dia berjanji akan fit untuk pertandingan balasan Real Madrid dari El Clasico pada 23 Desember 2017. Pemulihan berjalan dengan baik, saya tidak akan bermain melawan Juve atau Valencia, tapi saya berharap bisa segera kembali. mungkin. “Di tingkat internasional, Sergio belum memiliki kesempatan tapi ia tampil pada usia yang berbeda, Luis Enrique memberi Sergi Roberto siap menghadapi tim nasional Spanyol. Sangat sulit bermain untuk tim nasional, terutama tim nasional, saya pikir dia lebih siap, mendapat lebih banyak menit bermain dia lebih percaya diri untuk menunjukkan kemampuannya, hanya Neymar dan Messi yang memiliki dribel per game lebih banyak, sementara Adriano, Javier Mascherano dan Busquets adalah tiga pemain yang memiliki tekel lebih rata-rata dari dia. Tidak banyak pemain yang bisa memberi dampak instan bagi juara Barcelona tersebut, namun di usia mudanya Roberto mampu membuktikan dirinya.

Gelandang Barcelona Sergi Roberto lagi masih ingin tinggal dengan klub yang bermarkas di Estadio Camp Nou. Pemain berusia 25 tahun ini dikabarkan akan dibebaskan oleh julukan Blaugrana-Barcelona-karena kontraknya akan berakhir pada Juni 2019. Namun, pemain yang juga bisa bertindak sebagai bek kanan justru akan memperjuangkan posisinya di skuad utama. Barca telah menjadi bagian diriku sejak lahir. Karena itu, saya ingin tinggal di sini selamanya. Jadi, tidak ada lagi pertanyaan tentang masa depan saya, “kata Roberto, sebuah kutipan dari Sportsmole.

PSG Cukur Celtic 7-1

Paris Saint-Germain tetap tampil ngotot walaupun sudah dipastikan lolos ke babak 16 besar Liga Champions. PSG mencukur Celtic dengan skor akhir 7-1.

Walaupun menang dengan telak, Les Parisiens terlebih dulu ketinggalan di laga yang berlangsung di Parc des Princes, Paris, pada hari Kamis (23/11/2017) dinihari WIB. Celtic bisa mengejutkan PSG lewat gol Moussa Dembele pada menit pertama.

Akan tetapi PSG pada akhirnya menutup paruh pertama dengan keunggulan 4-1. Comeback PSG ditandai lewat gol Neymar pada menit ke-9 dan 22, lantas berlanjut dengan gol yang dicetak oleh Edinson Cavani di menit ke-28 dan Kylian Mbappe di menit ke-35.

Tempo laga pada babak kedua sempat melambat walaupun kendali permainan ada di PSG. Mereka baru mampu menciptakan gol kelima pada menit ke-75 via Marco Verratti. Lalu Cavani mencetak gol keduanya di menit ke-79 sebelum Dani Alves menutup pesta gol PSG semenit berselang.

Kemenangan ini mengantarkan PSG kian mantap di puncak klasemen Grup B dengan nilai 15 poin sesudah menyapu bersih 5 pertandingan. PSG unggul 3 angka atas Bayern Munchen yang berada di peringkat 2. Celtic tetap di urutan 3 dengan nilai 3 poin.

Jalannya Laga

Celtic langsung bermain menyerang sejak menit awal sampai mendapatkan tendangan sudut. Olivier Ntcham mengeksekusi sepak pojok dan melepaskan umpan mendatar kepada Dembele yang berada di tengah kotak penalti. Dembele pun langsung melepaskan sepakan keras yang membuat bola melesak masuk ke dalam gawang PSG yang dikawal oleh Alphonse Areola. Celtic memimpin 1-0 pada detik ke-56.

Unggul satu gol tidak lantas membuat tim tamu langsung tampil bertahan. Celtic terus melancarkan tekanan kepada pemain tuan rumah agar tidak menguasai bola dengan bebas.

Sial bagi Celtic, sebuah kesalahan pada menit ke-9 berbuah gol penyama 1-1 lewat Neymar. Gol berawal dari umpan pendek pemain Celtic yang bisa dipotong oleh Adrien Rabiot yang lantas menggiring bola hingga ke muka kotak penalti Celtic. Rabiot lantas memberikan bola kepada Neymar yang langsung melepaskan sepakan mendatar ke tiang jauh.

PSG makin percaya diri setelah mendapatkan gol penyeimbang. PSG terlihat dengan bebas mengurung pertahanan Celtic via umpan-umpan pendek.

PSG berbalik memimpin 2-1 pada menit ke-22 lewat gol kedua Neymar. Neymar yang mendapatkan umpan Rabiot di muka kotak penalti langsung memainkan umpan satu dua dengan Verratti untuk kemudian melepaskan sepakan mendatar ke arah tiang jauh.

Berselang 6 menit, giliran Cavani yang mencatatkan namanya di papan skor. Cavani dengan mudah menceploskan bola di muka gawang Celtic setelah mendapatkan umpan Neymar dari sebelah kanan di dalam kotak penalti. PSG unggul 3-1.

Pada menit ke-35, PSG memperlebar jarak menjadi 4-1 via Mbappe. Mbappe yang berdiri dengan bebas di dalam kotak penalti, sukses menyarangkan bola ke dalam gawang sesudah menerima umpan Marquinhos. Skor tersebut bertahan sampai turun minum.

Memasuki paruh kedua, tempo laga berjalan lebih lambat dibanding babak pertama. Tapi PSG tetap mengendalikan permainan dengan umpan-umpan pendek.

Kesempatan emas pertama PSG pada babak kedua tercipta pada menit ke-61. Cavani melepaskan sepakan voli, akan tetapi bola masih sedikit melenceng dari sasaran.

PSG kembali mendapatkan kesempatan emas pada menit ke-73. Bermula dari serangan balik, Mbappe mendapatkan bola di dalam kotak penalti Celtic. Mbappe sedikit memutar gerak badannya sebelum melepaskan tendangan kaki kiri, akan tetapi arah bola masih tepat ke pelukan Craig Gordon.

Usaha PSG untuk merubah skor menjadi 5-1 akhirnya berhasil pada menit ke-75. Mbappe yang bergerak di sebelah kanan melakukan penetrasi ke kotak penalti Celtic untuk melepaskan umpan mendatar. Bola berhasil dipotong pemain lawan, akan tetapi mengarah kepada Verratti yang langsung menembak si kulit bundar ke dalam gawang Gordon.

Memasuki menit ke-79, PSG kembali menciptakan gol lewat sepakan voli Cavani. Cavani sukses menceploskan bola ke dalam gawang Celtic sesudah mendapatkan crossing dari Layvin Kurzawa. PSG pun unggul 6-1.

Berselang semenit, Alves yang mengukir namanya di papan skor. Alves melepaskan tembakan dari depan kotak penalti. Bola meluncur di sudut kanan atas gawang Gordon. PSG 7 Celtic 1.

Sampai pertandingan tuntas, tidak ada lagi gol tambahan yang tercipta dari kedua kesebelasan. PSG pun menutup laga dengan kemenangan telak 7-1.

Rajagobal Bagai Sireh Kembali Ke Handel

PKNS FC secara resmi menunjuk mantan Pelatih skuad Harimau Malaya untuk kembali memulai karir sebagai pelatih kepala baru PKNS FC. Dia dibawa ke PKNS sebagai anggota dan juga seorang pemain pada tahun 1978 sebagai kudeta untuk mendiang Datuk Mokhtar Dahari, Rajagobal sukses besar dengan tim di rival domestik. Ia memperluas karirnya melalui pembinaan dengan PKNS FC di Liga Selangor dan menjadi pelatih Selangor, Kelantan dan Kelantan di Liga Malaysia.

“Saya telah bertugas sebagai anggota dan pemain PKNS FC selama 22 tahun. Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk kembali ke Padang Kelana Jaya setelah ditawari seorang pelatih tim.

“Saya akan mencurahkan semua pengalaman, termasuk melawan Manchester United, Chelsea, Arsenal dan klub Barcelona sebaik mungkin untuk membantu PKNS FC membuat terobosan,” katanya dalam sebuah pernyataan dari PKNS FC.

Sebagai catatan, pada tahun 2001, Rajagobal ditunjuk sebagai pelatih usia di Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan tugas terakhirnya adalah sebagai pelatih skuad senior sebelum pensiun pada tahun 2013, menjadikannya pelatih terlama untuk FAM.

Prestasi terbaik Rajagobal adalah membawa timnas Under 23 untuk memenangkan medali emas pertama setelah 20 tahun di SEA Games Laos 2009 dengan mengalahkan Vietnam di tahap akhir. Pada tahun 2010, Rajagobal memenangkan Piala Suzuki AFF untuk pertama kalinya sejak diperkenalkan pada tahun 1996. Keberhasilan sekuel ini membuatnya dipanggil oleh King Gopal oleh para pendukungnya.

Sebuah tanda tanya pada rumor bahwa Felda United secara legal turun ke Liga Primer pada 2018. Menurut sumber internal, The Fighters sampai hari ini (Rabu) belum menerima hasil resmi dari Malaysian Football Journal Liability Cooperation (FMLLP) mengenai status lisensi klub.

Sementara itu, CEO FMLLP Kevin Ramalingam mengatakan akan mengadakan pertemuan Dewan FMLLP Kamis malam untuk menentukan status Feldan United di Liga 2018 di Malaysia.

Ketika ditanya apakah keputusan tersebut akan diumumkan setelah pertemuan tersebut, Kevin mengatakan kepadanya bahwa dia harus berbicara dengan

Felda United menghadapi kepindahan ke Liga Primer saat gagal mendapatkan lisensi Football Association of Malaysia (FAM). Sebelumnya, skuad B.Sathianathan mengakhiri saingan Super League di tempat ketiga, namun harus menunggu ‘discretion’ FMLLP sehingga mereka tidak jatuh ke Liga Primer.

Hasil Liga Champions Grup F: SSC Napoli 3-0 Shaktar Donetsk

Napoli sukses menjaga harapan mereka untuk bisa lolos ke babak final Liga Champions usai mengalahkan Shakhtar Donetsk tiga gol tanpa balas. Pada pertandingan yang digelar di San Paolo, pada hari Selasa (21/11) malam wib.

Kemenangan ini membuat Napoli mengoleksi enam poin dan berada di peringkat ketiga Grup F. Mereka tertinggal masih tiga angka dari wakil Rusia tersebut, yang menghuni poisisi runner-up. Dengan kondisi ini, maka matchday 6 akan sangat krusial bagi Napoli, di mana mereka dituntut untuk meraih kemenangan meyakinkan dengan catatan, Shakhtar pun harus tergelincir kala melawan City.

Di babak pertama, bermain didepan hadapan pendukungnya sendiri membuat pertandingan ini terbilang berjalan mudah bagi Napoli. Beberapa peluang sudah tercipta di sepanjang babak pertama ini, namun upaya mereka dalam mencari gol tidaklah mudah karena Shaktar sendiri bermain sangat disiplin di lini belakang mereka.

Kendati mendominasi jalannya laga di babak pertama, namun Napoli masih terlihat kesulitan menembus daerah pertahanan sang tamu. Sementara Shaktar sendiri mampu memberikan perlawanan dengan beberapa kali upaya mereka menerobos daerah pertahanan tuan rumah. Namun hingga babak pertama berakhir tidak ada gol yang tercipta. Skor 0-0 ini bertahan hingga jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, tuan rumah Napoli kembali bermain dengan terbuka dengan meningkatkan intensitas serangan mereka. Beberapa peluang pun sudah tercipta. Alhasil, Napoli mampu memecahkan kebuntuan lewat sontekan Lorenzo Insigne di menit ke 56 usai memanfaatkan kemelut didepan gawang Shaktar yang tak mampu diantisipasi oleh sang kiper Andriy Pyatov. Skor pun berubah menjadi 1-0.

Piotr Zielinski pun kemudian sukses menggandakan kedudukan tuan rumah memasuki menit ke 81. Umpan matang dari Dries Mertens memudahkan pemain internasional Polandia tersebut membobol gawang dari jarak dekat. Skor kemudian kembali berubah menjadi 2-0.

Unggul dua gol membuat Napoli kian bersemangat menggempur sang tamu. Dua menit berselang. Pyatov kembali dipaksa untuk memungut bola dari dalam gawangnya lagi. Mertens mencetak gol kemenangan Napoli usai memanfaatkan umpan matang dari Raul Albiol. Skor pun berubah menjadi 3-0 dan bertahan sampai wasit meniup peluit panjang.