3 Data Mengagumkan Sesudah Brasil Harus Tampil Seri Kontra Nigeria

 

Pertandingan menarik tersaji waktu Tim nasional Brasil melawan Nigeria di Stadion Nasional Singapura pada Minggu (13/10/2019) malam. Pada pertandingan itu, team samba tidak dapat mencetak kemenangan sesudah ditahan Nigeria 1-1.

Tim nasional Brasil harus ketinggalan terlebih dulu lewat gol yang dipersembahkan Joe Aribo sesudah manfaatkan umpan dari Moses Simon di menit ke-35. Keunggulan satu gol Nigeria bertahan sampai paruh pertandingan.

Masuk paruh ke-2 pertandingan, Brasil makin santer lakukan serangan. Akhirnya, team Samba dapat menyamai posisi sesudah Casemiro cetak gol di menit ke-48. Sesudah gol dari Casemiro, tidak ada ke-2 team tidak dapat menjebloskan bola ke gawang. Score 1-1 untuk ke-2 team bertahan sampai akhir pertandingan.

Pertandingan ini ialah yang pertama semenjak pertemuan paling akhir ke-2 team pada tahun 2003. Team Samba dapat menaklukkan team Super Elang dengan tiga gol tanpa ada balas pada laga pembukaan Stadion Nasional Abuja.

Pascalaga yang tersaji tadi malam, ada banyak bukti yang menarik untuk dibahas. Tersebut tiga bukti menarik saat pertandingan Tim nasional Brasil hadapi Nigeria.

Neymar mengalami cedera lagi

Dalam dua tahun paling akhir, Neymar sering alami luka. Keseluruhan telah delapan bulan yang ditinggalkan Neymar dalam dua tahun paling akhir sebab luka.

Sebelum hadapi Nigeria, Neymar telah alami 2x luka sepanjang tahun 2019. Luka pertama dirasakan bekas bomber Barcelona itu waktu PSG menang 2-0 atas Strasbourg di Coup de France pada Januari 2019. Kemudian, Neymar kembali alami luka waktu Brasil hadapi Qatar sebelum Copa Amerika berguling Juni kemarin. Luka itu membuat Neymar tidak berhasil tampil bersama dengan Brasil pada pagelaran Copa Amerika di dalam rumah sendiri.

Tadi malam, Neymar cuma dapat tampil sepanjang 10 menit sesudah alami luka hamstring. Tetapi, luka yang dirasakan Neymar tidak serius.

Brasil harus kembali gagal meraup kemenangan

Semenjak memenangkan Copa Amerika, Brasil belum pernah sekalinya mencetak kemenangan. Anak asuh Tite telah melalui empat laga pertemanan dengan perincian tiga hasil seimbang serta 1x kekalahan.

Sepanjang jalani 2x laga di Singapura, Brasil cuma dapat meredam seimbang Senegal serta Nigeria dengan score sama 1-1. Selain itu, Brasil mendapatkan hasil yang cukup jelek pada pertandingan pertemanan yang diadakan September kemarin. Brasil cuma dapat meredam seimbang Kolombia dengan score 2-2 serta dikalahkan Peru dengan score 0-1.

Karir yang cukup bagus untuk Nigeria

Nigeria salah satu negara yang ditakuti di pesepak bolaan Afrika. Nigeria sudah mendapatkan 3x titel juara Piala Afrika selama riwayat.

Sesudah memenangkan Piala Afrika edisi 2013, team Super Elang tidak dapat maju ke putaran final di dua edisi selanjutnya. Selanjutnya, Nigeria dapat tembus putaran final Piala Afrika pada edisi 2019. Pada edisi itu, Nigeria keluar jadi rangking ke-3.

Nigeria sudah mulai memberikan penambahan sesudah diarsiteki Gernot Rohr. Tim nasional Nigeria memberikan bukti dengan meredam seimbang Brasil 1-1.

Team Super Elang mempunyai beberapa pemain berpotensi yang menghiasi scuad. Victor Osimhen jadi mesin pencetak gol buat Lille di Ligue 1, sedang Wilfred Ndidi kuat jaga posisi tengah Leicester City di Premier League. Pemain muda yang lain seperti Samuel Chukwueze dari Villarreal, Dennis Emmanuel dari Klub Brugge, serta Samuel Kalu dari Bordeaux tampilkan tampilan memikat di Eropa.

Nigeria sudah alami masa keemasan di Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat serta Olimiade 1996 di Atlanta. Saat ini, team Super Elang sedang memberikan jika mereka mempunyai hari esok yang cerah dengan pemain muda yang ada.

Moreno Puji Rekor Apik Sergio Ramos

Sergio Ramos dipuji sebagai pengabdi luar biasa ke Spanyol oleh pelatih Robert Moreno setelah menjadi pemain yang paling tertutup dalam sejarah tim, Ramos membuat penampilan kaps ke 168nya dalam kualifikasi 1-1 Euro 2020 saat tandang ke Norwegia pada hari Sabtu, unggul dari mantan Real Madrid dan rekan setimnya internasional Iker Casillas, Bek telah memenangkan dua gelar Kejuaraan Eropa dan Piala Dunia dengan Spanyol dan telah mengindikasikan dia ingin bermain di Olimpiade tahun depan di Tokyo, sementara dia sebelumnya menetapkan mencapai 200 caps sebagai target, Sementara Olimpiade dimulai kurang dari dua minggu setelah Euro 2020 berakhir, mempersulit jadwal potensial Ramos untuk tahun depan, Moreno memuji kapten Spanyol itu karena keinginannya yang berkelanjutan. “Catatan Ramos luar biasa,” Moreno mengatakan pada konferensi pers. “Dan dia masih ingin bersaing, memenangkan gelar.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepadanya secara terbuka dan mudah-mudahan dia bisa memberi kita sukacita lebih lama.” Di antara perayaan untuk Ramos ada kekecewaan bagi Spanyol di Ullevaal Stadion, meskipun, ketika penalti Joshua King di babak kedua mencegah La Roja merebut tempat di putaran final dengan tiga pertandingan masih berlangsung, Striker Bournemouth King mencetak gol dari kotak penalti setelah bentrokan antara Kepa Arrizabalaga pada Omar Elabdellaoui membuat wasit Michael Oliver menunjuk titik putih. “Aku pergi dengan perasaan buruk karena ketika kamu mengakui equalizer pada akhirnya itu tidak baik,” tambah Moreno. “Kami mencoba menguasai bola dan mengendalikan, dan pada menit-menit terakhir kami harus mematikan permainan tapi Saya menyukai sikap tim, tetapi tidak pada babak pertama, di babak kedua kami semakin memperketat, kami menghasilkan peluang untuk mencetak gol kedua tetapi pada akhirnya kontrol telah hilang. ”

Spanyol akan memiliki kesempatan lain untuk mengamankan kualifikasi ketika mereka melakukan perjalanan untuk bermain Swedia pada hari Selasa. Moreno mengatakan “Kami akan mencoba untuk menang di Swedia, dan kami akan mencoba untuk mencetak 28 poin dalam kampanye grup karena kami tidak akan bisa mendapatkan 30. Norwegia telah sangat kuat, dan bermain dengan ambisi tim yang masih memiliki opsi untuk lolos, Mereka menjadi gila ketika ada tim yang tidak rugi, dan itulah yang terjadi pada Norwegia.” Susunan pemain Spanyol untuk menghadapi Norwegia termasuk pemain dari 11 klub yang berbeda, dengan Moreno yang menerimanya mungkin menguntungkan adalah klub seperti klub raksasa LaLiga Barcelona atau Real Madrid yang menyediakan lebih banyak bakat untuk pasukannya. “Kami memiliki banyak pemain dari banyak tim, Saya akan senang memiliki tujuh pemain dari tim yang sama, yang akan bermain bersama setiap minggu tapi bukan itu masalahnya karena Ini adalah statistik yang saya tidak tahu, tetapi itu berarti kami memiliki banyak pemain bagus di banyak tim bagus.”

“Sudah sepantasnya kalau apa yang menjadi tugas kami akan ditunaikan dalam bentuk positif, saya tahu perjuangan ini sangatlah sulit walau demikian, saya akan tetap bermain untuk negara saya hingga saya merasa badan ini tidak lagi mendukung tetapi hingga detik ini saya masih berada di  kondisi yang sangat optimal sekali tanpa ada merasa penuaan yang dikatakan oleh media, saya akan terus berkontribusi untuk gol setiap hari dan setiap saat saya dibutuhkan maka saya akan memberikan yang terbaik terus untuk negara saya.”

Leicester tidak butuh Maguire karena punya Caglar Soyuncu

Pemain internasional Turki telah menjadi penyelamat lini belakang The Fox sejak ditinggalkan oleh pemain tengah Inggris, Maguire yang bergabung dengan Man Utd musim panas ini.

Musim Liga Premier yang baru mungkin hanya beberapa bulan tetapi penggemar Leicester sekarang suka menyanyi, “Harry Maguire, kami tidak membutuhkan Anda, kami memiliki Caglar Soyuncu!”

Dan kenapa tidak? Leicester mungkin telah kehilangan bintang-setengah bintang mereka ke Manchester United selama musim panas tetapi penjualan £ 80 juta ($ 100 juta) sekarang tampak seperti masterstroke, dengan Soyuncu memastikan bahwa ketidakhadiran Maguire tidak dirasakan sama sekali.

Memang, manajer Brendan Rodgers tidak merahasiakan tujuannya untuk memecah ‘Enam Besar’ Liga Premier musim ini dan sekarang ada kepercayaan yang berkembang di sekitar Stadion King Power bahwa Fox yang berada di posisi keempat dapat ditetapkan untuk kampanye terbaik mereka sejak gelar kejutan mereka menang pada 2015-16.

Tentu saja, kekhawatiran yang muncul setelah kepergian Maguire ke Old Trafford telah ditenangkan oleh Soyuncu dan penampilannya yang bagus, dengan pemain internasional Turki itu telah memainkan peran utama dalam Leicester dengan mengirim hanya tujuh gol musim ini – hanya para pemimpin Liverpool yang kebobolan lebih sedikit.

Soyuncu awalnya berjuang untuk menetap di Inggris, setelah transfer 19 juta pound (24 juta dolar) dari Freiburg musim lalu, tetapi Hamit Altintop, mantan pemain Schalke dan Bayern Munich yang sekarang bekerja di bidang pemuda dan pengembangan pelatihan untuk Federasi Sepak Bola Turki, mengatakan bahwa Rodgers pantas menerima kredit luar biasa untuk cara dia menangani situasi pemain berusia 23 tahun itu.

“Kami melakukan pertemuan dengan Caglar untuk membahas perkembangannya dan ia sedikit gugup [tentang kurangnya waktu permainan],” Altintop mengatakan pada Goal di Leaders Week di London, saat ia mempresentasikan rencana Istanbul untuk menjadi tuan rumah final Liga Champions pada 2020.

“Kaum muda selalu berpikir bahwa, jika mereka tidak bermain, mereka adalah pemain buruk atau bahwa mereka perlu bergabung dengan tim lain. Tapi itu semua adalah bagian dari proses pembelajaran.

“Saya pikir Leicester adalah tim yang bagus untuk pengembangan pemain seperti Caglar. Waktu ketika Anda menggunakan pemain ini penting dan Caglar sekarang siap.

“Brendan Rodgers pantas berterima kasih atas perkembangan Soyuncu. Saya pikir ini adalah karir yang perlu dipahami oleh pemain Turki lainnya. Karier tidak hanya tinggi tetapi tinggi dan rendah. Yang penting adalah untuk tidak kehilangan gairah atau cinta untuk permainan dalam kesulitan ini bisnis.”

Tentu saja, hal-hal berubah dengan cepat dalam sepak bola dan luar biasa bahwa Soyuncu sudah menjadi subjek pembicaraan transfer, dengan laporan baru-baru ini mengklaim bahwa Manchester City percaya bahwa pemain asli Izmir itu bisa menjadi jawaban untuk masalah pertahanan mereka.

Tuncay Sanli tidak ragu bahwa rekan senegaranya itu bisa bermain di level yang lebih tinggi mengingat kemampuan teknis dan kekuatannya yang hampir manusiawi.

“Dia hampir bisa mematahkan tanganmu dengan jabat tangan!” mantan pemain internasional Turki itu memberitahu Goal. “Ini masalah bagimu!

“Dia sangat kuat secara fisik tetapi dia sangat nyaman dengan bola sekarang juga. Dia suka bermain sepak bola. Beberapa tim di sepak bola Inggris suka bermain bola panjang tapi dia tidak suka itu. Dia selalu mengoper bola dengan baik dan dia bisa menggiring bola juga.

“Saya pikir dia bisa pergi ke tim top, mengapa tidak? Saya menyukainya. Dia bisa menjadi pemain besar untuk tim nasional. Dia bekerja keras.

“Aku tidak ingin menghadapinya. Aku akan takut padanya. Dan aku tahu dia juga punya karakter yang baik.”

Memang, Soyuncu tentu tidak akan berpikir tentang kemungkinan transfer pada tahap musim ini, tidak dengan negaranya menghadapi dua kualifikasi besar Euro 2020 dalam beberapa hari mendatang.

Turki saat ini level pada poin dengan Prancis di Grup H tetapi menempati tempat teratas berkat kemenangan 2-0 atas juara dunia pada Juni.

Sisi Senol Gunes menjamu Albania pada hari Jumat sebelum melakukan perjalanan ke Saint-Denis pada hari Senin untuk bentrokan dengan Les Bleus.

Ini jelas waktu yang menyenangkan untuk sepakbola Turki, dengan Altintop menunjukkan bahwa Soyuncu hanyalah salah satu dari sejumlah pemain muda yang menjanjikan mulai membuat nama untuk diri mereka sendiri.

“Di Federasi Sepak Bola Turki, saya memiliki tanggung jawab untuk tim-tim muda dan melatih pendidikan dan saat ini sibuk karena kami memiliki banyak bakat,” katanya bersemangat.

“Kami memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan itu adalah tanggung jawab yang berat tetapi saya senang. Kami memiliki generasi pemain yang baik di tim nasional saat ini. Kami memulai dengan baik dalam pertandingan kualifikasi kami untuk Euro 2020. Kami mengalahkan Prancis di kandang dan ini bagus untuk kepercayaan diri kami.

Austria Tundukkan Israel 3-1

Dalam laga match day ketujuh pada fase grup G kualifikasi Piala Eropa 2020 yang berlangsung hari Jumat (11/10/2019) dini hari tadi di Ernst Happel Stadion,skuat timnas Austria yang tampil didepan publiknya sendiri itu pun berhasil mendapatkan kemenangan dan juga tambahan tiga poinnya usai menundukkan timnas Israel dengan skor 3-1. Dimana gol-gol kemenangan dari skuat timnas Austria itu pun dipersembahkan oleh Valentino Lazaro, Martin Hinteregger dan Marcel Sabitzer. Sementara itu satu buah gol dari timnas Israel itu pun dipersembahkan oleh Eran Zahavi.

Dalam jalannya laga pertandingan yang berlangsung pada dini hari tadi,skuat timnas Austria yang bermain didepan publiknya sendiri itu pun memang terlihat mendapatkan perlawanan yang ketat dan sengit saat berhadapan dengan skuat timnas Israel. Tentunya hal itu pun bisa terlihat dari jalannya permainan yang cukup berimbang diantara skuat timnas Austria dengan timnas Israel didalam sepanjang pertandingannya pada babak kedua. Akhirnya skuat timnas Israel pun berhasil unggul dan memimpin dengan skor 0-1 terlebih dahulu dimenit 34 pada babak pertama melalui raihan gol dari Eran Zahavi. Sayangnya skor 0-1 yang didapatkan oleh timnas Israel tersebut pun tidak bertahan lama didalam sisa waktu yang ada pada babak pertama,sebab empat menit menjelang akhir laga babak pertama skuat timnas Austria pun berhasil membalas dan menyamakan kedudukannya menjadi imbang 1-1 melalui raihan gol dari Valentino Lazaro.

Didalam laga babak kedua,skuat timnas Austria yang akhirnya bisa menyamakan kedudukannya menjadi imbang 1-1 didalam laga babak pertama tersebut itu pun masih tetap terlihat bermain dengan baik dan impresif dari awal mulainya laga babak kedua. Alhasil dimenit 56 pada babak kedua,skuat timnas Austria pun berhasil membalikkan keadaannya menjadi unggul 2-1 melalui raihan gol dari Martin Hinteregger. Setelah itu skor 2-1 tersebut pun bertahan cukup lama didalam sepanjang sisa waktu yang ada pada babak kedua,dan akhirnya dua menit menjelang akhir laga babak kedua timnas Austria pun berhasil menambah keunggulannya menjadi 3-1 melalui raihan gol dari Marcel Sabitzer.

Dengan adanya raihan kemenangan dan juga tambahan tiga poin yang didapatkan oleh skuat timnas Austria pada dini hari tadi itu pun tentunya membuat mereka berada diperingkat kedua pada papan klasemen grup G kualifikasi Piala Eropa 2020 dengan jumlah raihan 13 poin. Sementara itu skuat timnas Israel yang gagal dalam mendapatkan raihan poin positifnya tersebut pun membuat mereka tertahan diperingkat kelima dengan jumlah raihan 8 poin.

Prediksi Pertandingan EURO 11 Oktober: Belanda vs Irlandia Utara

Tim Oranje akan menjamu Irlandia Utara pada partai lanjutan di matchday ke enam Kualifikasi EURO 2020 Grup C. Dalam laga yang akan digelar di Stadion Feijenoord, pada hari Jumat (11/10) dini hari wib. Meski berstatus tuan rumah, laga ini akan berjalan dengan sengit.

Irlandia Utara sendiri bukanlah tim yang lemah di Grup C ini, meski berstatus sebagai under dog, tim asuhan Michael O’Neill saat ini bertengger di posisi kedua klasemen dengan 12 poin. Poin yang sama dengan Jerman yang berada di posisi puncak. Mereka berhasil memenangi empat kemenangan dengan satu kali menelan kekalahan dari lima laga yang sudah dijalani.

Sementara Belanda sendiri saat ini berada di posisi ketiga dengan sembilan poin dengan hasil tiga kali kemenangan dan sekali kalah dengan baru menjalani empat pertandingan. Meski demikian tim kincir angin ini masih diunggulkan dilaga nanti dengan status sebagai tuan rumah dan komposisi pemain yang sedang dalam performa yang bagus.

Dalam 14 laga terakhir mereka saat bermain di Stadion Feijenoord, Rotterdam, Belanda selalu mampu meraih kemenangan. Untuk itu, Oranje bakal kembali mengharapkan tuah dari stadion yang juga dikenal dengan nama De Kuip ini saat meladeni Irlandia Utara. Pertemuan terakhir kali dari kedua tim ini ditempat yang sama dalam uji coba tahun 2012 lalu, Belanda menang telak dengan enam gol tanpa balas. Kali ini, meski sulit untuk kembali berpesta gol, Belanda tetap masih difavoritkan menang.

Tidak sampai disana saja, dalam dua laga terakhirnya. Belanda sukses meraih dua kemenangan hebat dibulan September lalu. Mereka menang 4-2 di markas Jerman lewat gol-gol Frenkie de Jong, Donyell dan Georginio Wijnaldum, serta gol bunuh diri Jonathan Tah. Setelah itu, pasukan Ronald Koeman menang 4-0 di Estonia lewat gol dari Memphis Depay dan Wijnaldum, serta brace Ryan Babel.

Tiga pertemuan terakhir kedua timnas:

13/10/76 Belanda 2-2 Irlandia Utara (Kualifikasi Piala Dunia)

12/10/77 Irlandia Utara 0-1 Belanda (Kualifikasi Piala Dunia)

02/06/12 Belanda 6-0 Irlandia Utara (Uji Coba).

Lima pertandingan terakhir Belanda:

25/03/19 Belanda 2-3 Jerman (Kualifikasi EURO)

07/06/19 Belanda 3-1 Inggris (Liga Eropa)

10/06/19 Portugal 1-0 Belanda (Liga Eropa)

07/09/19 Jerman 2-4 Belanda (Kualifikasi EURO)

10/09/19 Estonia 0-4 Belanda (Kualifikasi EURO).

Lima pertandingan terakhir Irlandia Utara:

25/03/19 Irlandia Utara 2-1 Belarusia (Kualifikasi EURO)

08/06/19 Estonia 1-2 Irlandia Utara (Kualifikasi EURO)

12/06/19 Belarusia 0-1 Irlandia Utara (Kualifikasi EURO)

06/09/19 Irlandia Utara 1-0 Luksemburg (Uji Coba)

10/09/19 Irlandia Utara 0-2 Jerman (Kualifikasi EURO).

Dari statistik dan performa tim, Belanda selalu meraih kemenangan dalam 14 laga terakhirnya di Stadion Feijenoord, pasukan Ronald Koeman ini juga selalu mencetak minimal 2 gol dalam 6 laga terakhirnya di EURO, termasuk dalam laga kualifikasi.

Lini serangan tim Oranje sedang dalam masa produktif, mereka bisa menciptakan minimal tiga gol dalam 7 laga terakhirnya disemua kompetisi International. Sementara Irlandia memiliki pertahanan yang rapi. Prediksi skor untuk kemenangan Belanda dengan skor 2-0 kemungkinan akan menjadi hasil akhir dilaga nanti.

Perkiraan susunan pemain:

Belanda (4-3-3): Jasper Cillessen, Daley Blind, Virgil van Dijk, Matthijs de Ligt, Joel Veltman, Marten de Roon, Georginio Wijnaldum, Frenkie de Jong, Ryan Babel, Memphis Depay, Kevin Strootman

Pelatih: Ronald Koeman.

Irlandia Utara (4-5-1): Bailey Peacock-Farrell, Jamal Lewis, Jonny Evans, Craig Cathcart, Stuart Dallas, Niall McGinn, Patrick McNair, Steven Davis, George Saville, Corry Evans, Conor Washington

Pelatih: Michael O’Neill.

Sir Alex Ferguson Mendukung Massimiliano Allegri

Ferguson yang sudah memberi sebuah dukungan kepada terhadap Manchester Unted yang sudah di latih oleh Massimiliano Allegri. Maka seorang manajer dari klub ajang Liga Inggris telah sudah lama untuk mengagumi Massimiliano Allegri.

Mantan pelatih Juventus, Massimiliano Allegri dinilai Fergie akan menjadi pelatih yang sempurna untuk raksasa Premier League Manchester United. Allegri sendiri baru mengunjungi Inggris untuk menyaksikan laga kekalahan Tottenham Hotspur skor 7-2 lawan Bayern Munchen.

Setan Merah sudah lama mengagumi Allegri yang meninggalkan Juventus setelah mengamankan reputasi klub sebagai salah satu kekuatan domestik dominan di Eropa. Fergie yang merupakan legenda hidup The Red Devils menyarankan Allegri menjadi suksesor Ole Gunnar Solskjaer.

Fergie sendiri dilaporkan Daily Mail masih mengagumi Ole Gunnar Solskjaer, namun ia juga fan berat Allegri yang 5 kali menjuarai Serie A bersama Juventus. Terus kedodoran di klasemen sementara membuat Solskjaer cemas tidak akan selamat dari pemecatan jika timnya kalah lagi.

Laga melawan Liverpool setelah jeda internasional semakin membuat Solskjaer keringat dingin. Wajar jika Fergie mulai mengangkat nama Massimiliano Allegri sebagai nama pelatih selanjutnya yang bisa dipertimbangkan oleh manajemen Setan Merah.

Allegri sendiri merupakan pelatih yang dinilai sanggup membentuk tim yang sama dengan era Fergie dengan lini pertahanan kuat. Tim sulit dijebol membuat skuad era Ferguson jadi terkuat di Inggris pada masanya.

Gazzetta Italia terus melaporkan jika Fergie memuji-muji kemampuan luar biasa Allegri di Juve. Massimiliano Allegri juga sering membalas pujian Sir Alex Ferguson. Salah satu kekuatan Allegri adalah sanggup membuat tim tetap kuat pada saat tim mendapatkan tekanan hebat di pertandingan.

Massimiliano Allegri juga selalu bisa menikmati hubungan yang akur dengan para pemainnya. Ia telah menjadi salah satu pelatih berprofil tinggi usai menikmati sukses di Eropa. Pihak manajemen Setan Merah sendiri belum memberikan respon terhadap ide mengganti Solskjaer dengan sosok Allegri yang murah senyum dan tidak sombong tersebut. Bagaimana menurut Giboler’s, apakah Massimiliano Allegri memang sosok manajer yang oke untuk menggantikan posisi Ole Gunnar Solskjaer.

Barcelona Sukses Libas Sevilla 4-0

 

Kemenangan besar didapatkan Barcelona ketika menjamu Sevilla di dalam laga lanjutan La Liga Primera. Barcelona menundukkan Sevilla dengan skor akhir 4-0.

Bertanding di Camp Nou pada hari Senin (7/10/2019) dinihari WIB, Barcelona memainkan trio Lionel Messi, Luis Suarez dan Ousmane Dembele di lini serang. Antoine Griezmann yang dinilai belum padu pun duduk di bench selama 90 menit.

Sesudah banyak diserang pada awal paruh pertama, Barcelona membuka keunggulannya lewat sepakan akrobatik Suarez pada menit ke-27. Tidak lama kemudian, Arturo Vidal serta Dembele menambah keunggulan tim tuan rumah. Pada babak kedua sepakan bebas Messi membawa Barcelona menjauh 4-0.

Barcelona juga mesti kehilangan 2 pemainnya sekaligus akibat kartu merah menjelang pertandingan berakhir. Ronaldo Araujo menerima kartu merah langsung karena dianggap melakukan pelanggaran keras, sementara itu Dembele diusir setelah mendapatkan 2 kartu kuning karena melancarkan protes.

Walaupun tampil dengan 9 pemain, Barcelona tetap berhasil menjaga keunggulan 4-0 atas Sevilla.

Kemenangan ini membuat Los Cules berada di peringkat 2 klasemen La Liga Primera dengan nilai 16 poin. Sementara itu Los Nervionenses berada di posisi 6 dengan nilai 13 poin.

Jalannya Laga

Walaupun menang besar, Barcelona tidak meraihnya dengan mudah. Terutama pada awal laga, malah Sevilla yang bermain ganas dan berulang kali memberikan ancaman ke gawang Marc-Andre Ter Stegen.

Sevilla setidaknya mempunyai 3 kesempatan emas untuk mencetak gol. Yang pertama ketika Ter Stegen tidak bisa mengantisipasi dengan baik bola yang mengarah ke tiang jauk. Luuk De Jong kurang bagus menyambar bola yang berada tidak jauh darinya sehingga peluang pun terbuang.

De Jong kembali gagal memaksimalkan kesempatan ketika sepakannya dari dekat masih dapat diahalau Ter Stegen.

Walaupun kesulitan membuat peluang, Barcelona menghentak pada menit ke-27 lewat gol cantik Suarez. Menyambut umpan yang dikirim Nelson Semedo, Suarez melepaskan tembakan akrobatik untuk merubah skor menjadi 1-0.

Barcelona tidak perlu menunggu lama untuk menggandakan keunggulannya karena 5 menit kemudian skor berubah menjadi 2-0. Vidal lepas dari perangkap offside ketika menyambut umpan Arthur. Sama seperti gol pertama, serangan ini dilancarkan dari sebelah kiri.

Pada menit ke-35, Dembele merubah kedudukan menjadi 3-0. Menusuk dari ebelah kiri, Dembele menembak ke arah tiang jauh untuk memperdayai Tomas Vaclik.

Tidak ada lagi gol yang tercipta sampai jeda pertandingan. Barcelona masih unggul 3-0 atas Sevilla.

Di awal paruh kedua, Sevilla hampir memperkecil skor. Pertandingan baru berjalan 3 menit, tendangan De Jong gagal menjadi gol karena hanya mengenai tiang gawang.

Sesudah sejumlah upaya tendangan bebasnya gagal menjadi gol, Messi pada akhirnya bisa memperbesar keunggulan Barcelona menjadi 4-0 lewat free kick-nya. Bola yang disepak Messi melewati pagar betis pemain Sevilla dan bersarang di dalam gawang Vaclik.

Pada menit ke-87, bencana menghampiri Barcelona ketika 2 pemainnya mendapatkan kartu merah.

Pertama wasit Antoino Miguel Mateu Lahoz mengusir Araujo karena dianggap melakukan pelanggaran terhadap Javier ‘Chicharito’Hernandez. Wasit Lahoz pun langsung memberikan kartu merah kepada Araujo karena dia merupakan pemain terakhir Barcelona sebelum berhadapan dengan kiper.

Tidak lama berselang, kartu merah diacungkan wasit Lahoz kepada Dembele. Dembele mendapatkan kartu kuning kedua karena dianggap melancarkan protes yang berlebihan.

Walaupun hanya diperkuat 9 pemain, Barcelona tetap mampu menjaga keunggulannya sampai pertandingan tuntas. Skor 4-0 untuk keunggulan Barcelona pun menutup jalannya pertandingan ini.

Liverpool Menang 2-1 Atas Leicester

 

Liverpool meraih kemenangan dramatis ketika menjamu Leicester City. Penalti James Milner pada masa injury time memenangkan Liverpool. Di dalam pertandingan yang berlangsung di Anfield pada hari Sabtu (5/10/2019) malam WIB, Liverpool memimpin terlebih dulu pada paruh pertama via Sadio Mane. Keunggulan itu bisa dibalas oleh James Maddison pada menit ke-85 sebelum akhirnya Milner memastikan 3 angka melalui titik putih pada menit ke-95!

Tambahan 3 angka ini tetap mempertahankan laju sempurna Liverpool di 8 laga awal Premier League 2019/2020. Memiliki 24 poin, The Reds pun berada di puncak klasemen dengan keunggulan 8 poin atas Manchester City yang berada di posisi 2, yang baru akan melawan Wolverhampton Wanderers besok (6/10/2019). Sementara itu The Foxes berada di urutan 3 dengan nilai 14 poin.

Jalannya Laga

Liverpool langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan. Kesempatan pertama tim tuan rumah hadir di menit ke-12 saat Trent Alexander-Arnold bisa menusuk dari sebelah kanan dan melepaskan umpan silang. Milner yang berada di tiang jauh menyambutnya dengan tembakan first time, akan tetapi bola maish melayang di atas mistar gawang Kasper Schmeichel.

Sesudah peluang tersebut, Liverpool terlihat sulit menembus rapatnya lini belakang Leicester. Caglar Soyuncu dkk. di lini pertahanan tampil sangat disiplin sehingga membuat trio penyerang Liverpool kesulitan.

Pada menit ke-34, Roberto Firmino mempunyai peluang mencetak gol. Sayangnya bola operan Alexander-Arnold tidak bisa digapai Firmino yang berdiri cukup bebas di dalam kotak penalti.

Kebuntuan akhirnya terpecahkan di menit ke-40. Liverpool membangun Serangan dari sebelah kiri pertahanan mereka. Andy Robertson dan Milner memainkan umpan satu dua sebelum si nama terakhir melepaskan umpan terobosan dengan kaki kirinya. Bola tidak bisa digapai Jonny Evans dan si kulit bundar mengarah ke Mane yang dengan mudah saja menaklukkan Schmeichel di dalam duel satu lawan satu. 1-0 untuk Liverpool.

Mane hampir mencetak gol keduanya di menit ke-44 seandainya tendangannya ke arah tiang dekat tidak dihalau Schmeichel. Liverpool pun menutup paruh pertama dengan keunggulan 1-0 atas Leicester.

Di babak kedua, Liverpool langsung mendapatkan kesempatan pada menit ke-47 saat umpan mendatar Alexander-Arnold disambar Mohamed Salah di tiang dekat, namun bola masih bisa diantisipasi oleh Schmeichel.

Pada menit ke-65, Firmino juga mempunyai peluang untuk mencetak gol. Bola umpan silang Alexander-Arnold disambut Firmino dengan tembakan, akan tetapi masih melenceng di sebelah kanan gawang Leicester.

Leicester mempunyai kans pertamanya di dalam pertandingan ini semenit sesudahnya saat bola umpan terobosan tidak bisa diantisipasi Dejan Lovren. Jamie Vardy terlepas dari perangkap offside, namun Adrian dengan cepat mengamankan bola tersebut.

Maddison membungkam publik Anfield di menit ke-80 saat lolos dari kawalan Virgil Van Dijk dan meneruskan umpan terobosan Ayoze Perez dengan sepakan terukur ke dalam gawang Adrian. Kini skor menjadi sama kuat 1-1.

Sesudah gol itu, Liverpool pun semakin bernafsu mencari gol kemenangan dan mereka terus menyerang lini pertahanan Leicester. Para pemain tim tamu tidak segan untuk melakukan tekel demi menghentikan alur serangan lawan, salah satunya saat Hamza Choudhury melanggar Salah dalam posisi on goal.

Pertandingan sepertinya akan berakhir seri sebelum Marc Albrighton menjatuhkan Mane di dalam situasi berbahaya di dalam kotak penalti Leicester. Wasit Christopher Kavanagh pun langsung menunjuk titik putih walaupun sempat meninjau VAR (Video Assistant Referee) terlebih dulu. Milner yang maju sebagai algojo berhasil mengelabui Schmeichel untuk memastikan keunggulan 2-1 Liverpool.

Hasselbaink menyuruh Tammy Abraham menargetkan satu posisi di timnas Inggris

Seorang mantan pencetak gol untuk The Blues sedang mencari seorang pentolan yang berkembang di masa kini untuk mengarahkan pandangannya menjadi orang terkemuka untuk klub dan negara.

Tammy Abraham telah didesak oleh legenda Chelsea Jimmy Floyd Hasselbaink untuk mengarahkan pandangannya pada tempat yang mencolok milik Harry Kane di tim senior Inggris.

Pemain depan Blues yang sedang dalam performa kembali tampil di kandang Three Lions untuk kualifikasi Euro 2020 mendatang melawan Republik Ceko dan Bulgaria.

Dia sebelumnya telah memenangkan dua pertandingan, tetapi sekarang berada dalam posisi untuk melakukan kesetiaannya kepada Inggris dengan mengambil bagian dalam pertandingan kompetitif.

Gareth Southgate jelas percaya bahwa seorang pria dengan delapan gol klub atas namanya musim ini siap memainkan peran untuk negaranya.

Hasselbaink berbagi pendapat itu, dengan mantan pemain internasional Belanda itu menyarankan bahwa Abraham harus mencari untuk mengusir vokalis Tottenham yang produktif, Kane, dari starting XI.

“Sebagai anak muda ketika Anda bermimpi menjadi pemain bola Anda ingin bermain di level tertinggi dan level tertinggi adalah Inggris,” kata Hasselbaink kepada Sky Sports.

“Dia telah dipanggil. Dia akan mendapatkan kesempatan dan dia harus membandingkan dirinya dengan [striker] terbaik dan itulah Kane saat ini.

“Dia harus mencoba untuk mendapatkan posisi Kane. Itu tidak mudah tetapi itu akan menjadi langkah berikutnya. Dia telah diundang untuk pasukan nasional Inggris. Sekarang, bisakah kamu menjadikan tempat itu milikmu?

“Satu-satunya cara adalah melakukannya dengan baik untuk Chelsea, terus mencetak gol dan, ketika Anda pergi dengan Inggris, tunjukkan bahwa Anda bisa melakukannya di level itu juga.”

Diminta penilaiannya tentang Abraham pada 2019-20, Hasselbaink menambahkan: “Sangat bagus, sangat tajam di sekitar kotak – Saya menyukainya. Gerakannya sangat bagus.

“Saya pikir ketika dia bermain di tim dominan dia akan mencetak banyak gol karena gerakannya dan dia mendapatkan dirinya sendiri pada akhirnya. Itu adalah kebiasaan yang baik untuk dimiliki.

“Dia mengangkat bola ke atas dengan baik, mendapatkan bola melewati [bek] dan melepaskan tendangannya. Itu adalah atribut yang sangat bagus yang harus dimiliki seorang striker.

“Dia mencetak gol buruk. Jadi bagi saya dia harus bisa mendapatkan 20 gol plus.”

Abraham bukan satu-satunya lulusan akademi yang mendapat kesempatan untuk bersinar di Chelsea, dengan rekan-rekannya yang berbakat, Mason Mount dan Fikayo Tomori bergabung dengannya dalam skuad Inggris terbaru.

“Luar biasa untuk dilihat,” kata Hasselbaink, yang menghabiskan empat tahun di Stamford Bridge pada hari-hari bermainnya dan mencetak 88 gol.

“Untuk Chelsea, terutama, identitas mereka tidak seperti itu di masa lalu tetapi jika mereka dapat menjaga grup ini bersama-sama dan mereka mendapatkan Callum [Hudson-Odoi] juga, Ruben [Loftus-Cheek], Reece James.

“Jika mereka bisa menyatukan anak-anak itu, saya pikir dalam dua atau tiga tahun Chelsea benar-benar bisa mendominasi Liga Premier, jelas dengan tambahan skuad.”

Chelsea Sukses Menang 2-1 di Markas Lille

 

Chelsea mesti bersusah payah ketika melawan Lille pada pertandingan matchday II Grup H Liga Champions 2019/2020. Chelsea menang dengan skor akhir 2-1 dan meraup 3 poin perdananya.

Melawat ke Stade Pierre-Mauroy pada hari Kamis (3/10/2019) dinihari WIB, Chelsea sempat unggul terlebih dulu melalui Tammy Abraham. Tapi Lille mampu memaksakan hasil seri pada paruh pertama via aksi Victor Osimhen.

Pada babak kedua, Willian tampil sebagai pahlawan Chelsea. Gol Willian pun memastikan Chelsea menang 2-1 sampai pertandingan berakhir.

Tiga angka ini membuat The Blues naik ke peringkat 2 Grup H dengan nilai 3 poin di bawah Ajax Amsterdam (6 poin) yang pada saat bersamaan mempermalukan Valencia 3-0 di Estadio Mestalla. Sementara itu Les Dogues menjadi juru kunci dengan 0 poin.

Jalannya Laga

Kans pertama diperoleh Jonathan Ikone pada menit ke-8. Mendapatkan bola liar hasil tendangan sudut, tendangan Ikone masih bisa dihalau barisan belakang Chelsea.

Chelsea baru bisa memberikan ancaman pada menit ke-17. Mason Mount melepaskan sepakan dari depan kotak penalti, akan tetapi bolanya masih melebar jauh dari gawang.

Tim tamu akhirnya memimpin 1-0 terlebih dulu di menit ke-22. Umpan jauh Fikayo Tomori dapat diterima Abraham di dalam kotak penalti dan si penyerang pun mengkonversinya menjadi gol dengan tembakan jarak dekat.

Lille mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di menit ke-33. Osimhen bisa menyundul bola ke sudut kanan gawang Chelsea memanfaatkan umpan silang Jonathan Bamba. Skor 1-1 itu tetap bertahan sampai turun minum.

Memasuki babak kedua, pertandingan sempat berjalan dengan ketat. Chelsea yang lebih banyak menguasai bola terlihat kesulitan membongkar lini belakang tim tuan rumah.

Masuknya Callum Hudson-Odoi pada menit ke-67 menggantikan Reece James juga tidak bisa mendobrak lini pertahanan Lille. Sebaliknya, serangan balik Lille juga tidak membuahkan hasil.

Pada menit ke-72, Chelsea sempat mendapatkan kesempatan via Mount. Melalui serangan balik cepat, umpan Willian bisa diteruskan Mount dengan tendangan jarak dekat, tapi bola masih bisa dihalau Mike Maignan.

Akhirnya serangan Chelsea membuahkan gol pada menit ke-78. Hudson-Odoi melepaskan umpan ke dalam kotak penalti dan Willian menyambarnya dengan sepakan first time. Bola melesak masuk ke sudut kiri gawang Lille. 2-1 untuk Chelsea.

Pada masa injury time, Kepa Arrizabalaga melakukan blunder yang hampir membuat gawangnya kebobolan. Bermaksud untuk membuang bola, tendangan Arrizabalaga tidak sempurna sehingga bola mengarah ke Boubakary Soumare, tapi beruntung si kiper masih bisa merebutnya kembali.

Sampai pertandingan berakhir, skor 2-1 untuk keunggulan Chelsea pun tetap bertahan.