Ipswich Menang Tipis Atas Leeds

Pemogokan terakhir Collin Quaner yang menghasilkan 10 pemain Ipswich menang moral 3-2 atas Leeds, yang menuju babak play-off dalam bentuk yang mengerikan karena Sisi Marcelo Bielsa memasuki pertandingan pertama dari pertandingan dua kaki dengan Derby setelah membuang promosi otomatis setelah kekalahan beruntun ke Wigan dan Brentford diikuti oleh hasil imbang melawan Aston Villa dan kemunduran terbaru di Suffolk dan Itu hanya kemenangan kelima musim ini bagi Tractor Boys yang terdegradasi, dengan Flynn Downes dan Andre Dozzell pencetak gol lainnya kemudian Leeds telah menyamakan kedudukan dua kali melalui Mateusz Klich dan Stuart Dallas, sementara Kemar Roofe melewatkan penalti yang diberikan setelah pelanggaran profesional padanya oleh Luke Chambers, yang dikeluarkan dari lapangan sebab Gelandang kota Downes mendapati dirinya hanya dengan kiper Kiko Casilla untuk dikalahkan pada menit ke-19 setelah bermain rapi dengan Quaner dan Alan Judge, tetapi upayanya yang terikat dengan gol dibelokkan untuk mendapatkan sudut Pada menit ke-28, striker Ipswich Quaner mengumpulkan umpan silang dari Dozzell hanya untuk dilanggar di luar area oleh Casilla. Tapi dari tendangan bebas yang dihasilkan oleh Hakim tim tuan rumah memimpin melalui Downes setelah bola jatuh kepadanya di kotak enam yard

Sesaat sebelum jeda, Klich menyamakan kedudukan bagi tim tamu ketika ia membanting bola melewati Bartosz Bialkowski di tiang dekat setelah umpan silang dari bek sayap Luke Ayling Namun, Ipswich kembali memimpin dengan tendangan luar biasa dua menit memasuki babak kedua. Sentuhan rapi satu-dua di lini tengah antara Trevoh Chalobah dan Quaner memberi makan Dozzell dan dia melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti sedangkan Bialkowski turun dengan cepat untuk menyelamatkan tembakan dari Pablo Hernandez pada saat itu dan bek Pontus Jansson menyempit ke arah melebar di menit ke-69 menyusul tendangan sudut saat Leeds berjuang untuk menyamakan kedudukan dalam Sebuah penyelamatan hebat dari kiper Ipswich dari upaya Klich dan Hernandez membuat tim tamu terhindar Tapi mereka melakukan level imbang setelah 76 menit setelah umpan silang yang bagus dari Ayling. Dia menemukan Roofe yang tembakannya membentur mistar dan melambung, mengenai Dallas dan bola berakhir di jarring dan Leeds kemudian dianugerahi penalti di menit ke-80 ketika Chambers diputuskan melanggar Roofe sedangkan Kapten Ipswich ditunjukkan kartu merah langsung ketika Roofe bersiap untuk mengambil penalti tetapi ia melepaskan tembakan tinggi di atas mistar gawang, yang sangat menyenangkan para penggemar Ipswich.

Paul Lambert: “Itu adalah kemenangan yang brilian, kemenangan yang fantastis, tetapi saya pikir itulah yang kami layak dapatkan dengan semua hasil imbang yang kami miliki dan jika kami memenangkan enam pertandingan lagi, saya tidak berpikir ada orang yang akan menyesalinya karena kami bermain dengan baik jadi ini hanya tiga pertandingan terakhir atau lebih sehingga angin dikeluarkan dari layar kami. Saya tidak bisa meminta apa-apa lagi sebab Leeds United adalah tim yang sangat bagus dan tidak banyak tim yang mengalahkan mereka. Kami mendapat istirahat pada saat yang tepat maka Kami pantas mendapatkannya, tetapi kami memainkan sepakbola yang bagus dan energetik dan saya pikir kami cocok dengan mereka dalam banyak pertandingan dan kami selalu terlihat berbahaya sedangkan Marcelo Bielsa: “Jika Anda mengesampingkan kesalahan yang kami buat dari pertandingan ini, kinerja tim cukup baik jadi Di akhir pertandingan, Anda tidak dapat berpikir bahwa lawan ini (Ipswich) dapat mencetak tiga gol melawan kami dan tidak mungkin kami tidak bisa mencetak tiga atau empat gol meski Kami kebobolan tiga gol dan ini adalah sesuatu yang sejujurnya tidak mungkin dijelaskan dan kami juga hanya mencetak dua gol, yang juga sulit dibenarkan.”

 

 

Liverpool Berhasil Melaju Ke Puncak Klasemen Setelah Berhasil Mengalahkan Newcastle

Liverpool dengan susah payah menaklukkan Newcastle United 3-2. Kemenangan itu membuat The Reds kembali merampas pucuk klassemen dari Manchester City.

Main di St James’ Park, Minggu (5/5/2019) dini hari WIB, Liverpool telah unggul 1-0 pada menit ke-13 melalui Virgil Van Dijk. Team tuan-rumah baru dapat menyamai skor jadi 1-1 pada menit ke-20 melalui Christian Atsu.

Liverpool kembali unggul melalui Mohamed Salah pada menit ke-28. Salomon Rondon membuat score kembali seimbang 2-2 melalui gol di set ke-2.

Jordan Henderson dkk. dapat merusak kebuntuan pada menit ke-86. Divock Origi bawa Liverpool menang 3-2 melalui gol tandukan.

Kemenangan ini membuat Liverpool pimpin klassemen dengan 94 point dari 37 pertandingan. The Reds merubah City ke tempat dua dengan 92 point dari 36 pertandingan.

Liverpool langsung mendesak pertahanan Newcastle diawalnya pertandingan. Mohamed Salah melepas dua tembakan dari jarak dekat pada menit ke-10 serta ke-12, tetapi belumlah ada yang ke arah gawang.

Usaha Liverpool baru berbuah hasil pada menit ke-13. Virgil van Dijk melesakkan gol melalui tandukan sesudah menyongsong umpan sepak sudut Trent Alexander-Arnold.

Kelebihan itu hanya bertahan tujuh menit. Newcastle sukses menyamai score jadi 1-1 melalui tembakan Christian Atsu. Gol itu hadir sesudah Atsu mengambil bola rebound tembakan Salomon Rondon.

Newcastle membuat intimidasi pada menit ke-26. Ayoze Perez melepas tembakan dari jarak dekat, tetapi bola masih tentang mistar gawang Liverpool.

Liverpool kembali unggul 2-1 pada menit ke-28. Operan silang Alexander-Arnold sukses diselesaikan melalui tembakan Salah dari jarak dekat.

Si Merah hampir jadi besar kelebihan pada menit ke-32. Sadio Mane melepas tembakan dari jarak dekat sesudah terima umpan wilayah dari Salah. Bola tembakan Mane masih dapat gagalkan Martin Dubravka.

Setelah kembali unggul, Liverpool terlihat dikit turunkan tempo permainan. Akhirnya, score 2-1 bertahan untuk team garapan Juergen Klopp sampai turun minum.

Liverpool melepas tiga tembakan di lima menit awal set ke-2. Tetapi semua tembakan yang dilepaskan pemain The Reds masih belumlah ada yang ke arah gawang.

Newcastle malah sukses menyamakan score jadi 2-2 pada menit ke-54. Rondon melepas tembakan keras dari dalam kotak penalti sesudah menyongsong umpan Javier Manquillo.

Liverpool tidak segera melepas tembakan sesudah score sama. Pada menit ke-72, Si Merah justru harus kehilangan Salah yang alami cedera. Divock Origi masuk menukar Salah.

Newcatle main begitu oke dalam bertahan. Liverpool berkali-kali tidak berhasil masuk ke kotak penalti The Magpies.

Usaha keras Liverpool berbuah hasil pada menit ke-86. Origi melesakkan gol melalui tandukan selesai menyongsong umpan sepakan bebas Xherdan Shaqiri.

Tidak ada gol penambahan yang terbentuk sampai pertandingan selesai. Liverpool pimpin klassemen Liga Inggris selesai menang 3-2.

Barca Menelan Kekalahan Di Markas Celta Vigo

Barcelona menanggung derita kekalahan saat menutup gelar juara Liga Spanyol 2018/19. Melawat ke tempat Celta Vigo, Barca menyerah dengan score akhir 0-2.

Pada laga di Stadion Balaidos, Minggu (5/5/2019) dini hari WIB, Barca mengistirahatkan hampir semua pemain terutamanya. Mengingat ditengah-tengah minggu kedepan, Los Cules akan melawan pertandingan penting waktu melawat ke tempat Liverpool di semi final leg II Liga Champions.

Ke-2 team main sama kuat tanpa ada gol di selama set pertama. Kemenangan Celta baru dipastikan di paruh ke-2 dengan gol-gol dari Maximilliano Gomez serta penalti Iago Aspas.

Karena kemenangan ini, Celta naik ke rangking ke-14 klassemen sesaat dengan pencapaian 40 point hasil 36 laga. Celta berjarak lima point dari Real Valladolid di zone degradasi. Sesaat Barca menghimpun 83 point.

Barcelona mendapatkan kesempatan pertama dari sepak sudut pada menit ke-2. Bola melaju ke tiang dekat untuk di sundul Carles Alena pada Moussa Wague, tetapi sebelum tiba di tujuan Ruben Blanco telah mencegat.

Celta kesukaran untuk kuasai bola di menit-menit awal laga ini serta diminta bertahan. Walau demikian, team tuan-rumah malah sukses membuat kesempatan riil pada menit ke-9.

Satu bola panjang dari Blanco di terima Maximiliano Gomez yang lari di kotak. Si striker menyongsong bola dengan tembakan first-time, tetapi masih meleset dari tiang gawang.

Celta makin lama makin makin nyaman kuasai bola. Iago Aspas cs lalu mulai menyalurkan bola bertambah cepat untuk buka sela di pertahanan Barcelona.

Di menit-menit akhir set pertama, Barca membuat intimidasi ke gawang Celta. Wague menyerang dari bagian kanan, sebelum melepas tembakan yang dapat ditepis Blanco.

Celta lalu memberi respon. Dari sepak sudut, Aspas kirim bola ke tengah kotak penalti yang disundul Nestor Araujo walau masih ke arah Jasper Cillessen.

Setelah turun minum, tandukan Gustavo Cabral hasil sepak sudut Sofianne Boufal diselamatkan Cilessen. Bola rebound ke arah pada Araujo untuk diceploskan ke gawang Barca. Tetapi, gol itu pada akhirnya dibatalkan sesudah wasit mengecek lewat VAR sebab Araujo dapat dibuktikan offside.

Celta lalu selalu mendobrak pertahanan Barca. Pada menit ke-56, sepakan bebas Boufal dari sayap kiri melaju ke pojok atas gawang, tetapi bola kurang melengkung hingga meleset.

Semenit lalu, Boufal meneror . Bufal mengecoh bola dari sayap kiri sebelum lakukan tembakan melengkung ke pojok atas gawang. Bola masih membumbung.

Kebuntuan pada akhirnya terpecah. Pada menit ke-67, Celta membobol gawang Barca untuk pimpin 1-0. Operan silang Boudebouz di terima Gomez untuk dituntaskan dengan tembakan ke pojok bawah gawang.

Pemain cadangan Brais Mendez hampir membuat efek instant. Cuma lima menit sesudah masuk ke lapangan, Mendez melepas tembakan melengkung ke tiang dekat tetapi masih melebar.

Celta mengaku penalti pada lima menit paling akhir sebelum waktunya normal habis. Wasit mengecek VAR, sebelum menunjuk titik putih. Aspas maju jadi pelaksana eksekusi, serta sukses mengelabui Cillessen untuk jadi besar kelebihan Celta jadi 2-0 di mentit ke-88.

Di bekas waktu permainan, Barca tidak dapat membuat gol balasan. Score 2-0 untuk kelebihan Celta bertahan sampai pertandingan bubar.

Kembali Seri, Inter Ditahan Oleh Udinese Dengan Skor 0-0

Inter Milan cuma bisa satu point dari lawatannya ke tempat Udinese. Nerazzurri harus senang share point selesai bermain seri 0-0.

Pertandingan Udinese versus Inter pada minggu ke-35 Liga Italia dimainkan di Dacia Arena, Minggu (5/5/2019) pagi hari WIB. Walau tampil menguasai, Inter tidak tak dapat membobol gawang Udinese.

Dengan perebutan bola sampai 72%, Inter melepas 21 tembakan selama pertandingan. Tetapi cuma empat yang pas tujuan. Penjaga gawang Udinese, Juan Musso, tampil oke dengan lakukan empat penyelamatan.

Ini bermakna Inter cuma bisa hasil seri dalam tiga laga paling akhir di Serie A. Awalnya, team instruksi Luciano Spalletti itu bermain seri dengan AS Roma serta Juventus.

Inter sekarang menghimpun 63 point di rangking ke-3 dari 35 laga. Tempat mereka di empat besar belum seutuhnya aman hanya karena unggul lima angka dari AS Roma yang berada di posisi ke lima serta mempunyai empat pertandingan bekas. Sedang Udinese berada di rangking ke-17 dengan 34 point.

Di menit awal, Inter semakin banyak kuasai bola walau tidak menyerang dengan intensif. Selain itu, Udinese semakin banyak bertahan.

Inter menyebar intimidasi ke gawang Udinese melalui tembakan Radja Nainggolan. Bola ke arah sudut bawah gawang, tetapi Juan Musso masih dapat menjangkaunya.

Inter hampir membobol gawang Udinese di menit ke-22. Dari pojok sempit disamping kanan gawang, Danilo D’Ambrosio menanduk bola untuk mengarahkannya pada Lautaro Martinez. Tetapi dia tidak berhasil mengarahkan bola ke gawang walau dari jarak dekat.

Udinese gantian mendapatkan kesempatan di menit ke-38. Rolando Mandragora lolos disamping kiri serta dan melepas tembakan dari pojok sempit disamping kiri di gawang Inter. Usaha Mandragora itu dihentikan oleh Musso.

Mendekati berakhirnya set pertama, Udinese sudah sempat mengaku penalti atas pelanggaran yang dikerjakan Marcelo Brozovic pada Mandragora. Tetapi wasit memandang tidak ada pelanggaran.

Inter langsung ambil ide menyerang diawalnya set ke-2. Martinez melepas tembakan yang memaksakan Musso lakukan penyelamatan di sudut bawah gawang.

Musso kembali lakukan penyelamatan penting di menit ke-64. Tembakan Nainggolan di luar kotak penalti dikit beralih arah sesudah bola mengenai Stefan de Vrij. Musso tampilkan reaksi yang bagus untuk menepis bola dengan kakinya.

Inter selalu mendesak. Dari sepakan pojok, bola di sundul Milan Skriniar. Tetapi usaha Skriniar itu membumbung diatas mistar gawang.

Operan silang Danilo D’Ambrosio dari bagian kanan dilanjutkan oleh Keita sekalian menjatuhkan diri. Bola ke arah gawang serta dihalau oleh Musso.

Sampai laga selesai, tidak ada gol yang terbentuk. Score 0-0 bertahan sampai wasit meniup semprit panjang.

Everton 2 Burnley 0: The Toffees tutup pertandingan kandang terakhir dengan kemenangan

Tampilan babak pertama merajalela melihat Everton menang 2-0 atas Burnley di pertandingan kandang terakhir mereka di Liga Premier musim ini.

Everton mengakhiri kampanye kandang mereka dengan gaya dengan kemenangan 2-0 di Liga Premier atas Burnley di Goodison Park.

Membutuhkan kemenangan untuk tetap dalam perburuan untuk kualifikasi Liga Europa ketujuh dan potensial, tim Marco Silva unggul dua dalam 20 menit.

Mengikuti gol Ben Mee sendiri, Seamus Coleman memanfaatkan kesalahan Tom Heaton untuk pulang sebentar.

Ashley Barnes melakukan upaya yang dianulir karena offside dan Johan Gudmundsson melewatkan peluang terbaik Burnley setelah jeda, ketika Everton meraih kemenangan dengan nyaman dalam pertandingan kandang terakhir mereka di musim ini.

Everton membuat awal yang dominan – Gylfi Sigurdsson melihat tendangan voli yang diblok diblok sebelum ia mengayuh Richarlison, yang usahanya dibelokkan lebar-lebar oleh Mee.

Bek tengah Burnley tidak begitu beruntung dari upaya Richarlison berikutnya, namun, dengan tegas membelokkan tembakan pemain internasional Brasil itu ke sudut kanan bawah.

Keunggulan Everton dengan cepat berlipat ganda saat pemogokan yang dilakukan oleh Lucas Digne menyebabkan malapetaka bagi Heaton, yang hanya bisa menangkis ke Coleman yang sudah menunggu.

Barnes berpikir dia telah menyeret Burnley kembali ke kontes setelah setengah jam, tetapi bendera offside memotong perayaannya, sementara Ashley Westwood beruntung hanya dapat dipesan setelah menerjang Morgan Schneiderlin.

Cedera pada Richarlison membuat Everton mendapat pukulan setelah restart, dan tuan rumah kedinginan ketika Gudmundsson mengunci umpan silang, hanya untuk mempersulit usahanya.

Michael Keane beruntung tidak dihukum karena apa yang tampak sebagai dorongan pada Matej Vydra, tetapi Everton adalah orang-orang yang hampir memiliki keputusan akhir ketika Ademola Lookman mengguncang mistar gawang dan Heaton berdiri kokoh untuk menolak rekan pengganti Theo Walcott.

Goodison Park bangkit untuk memuji Phil Jagielka di penghentian waktu ketika bek yang sudah lama bekerja datang untuk penampilan perpisahan.

Ini merupakan akhir yang kuat untuk musim dari Everton, terutama di rumah, dan Silva akan mencari untuk menggunakan formulir ini sebagai launchpad untuk musim depan. Harapan ketujuh tetap utuh untuk saat ini, meskipun kemenangan untuk Wolves melawan Fulham yang terdegradasi pada hari Sabtu akan mengakhiri peluang tersebut.

Burnley, sementara itu, duduk dengan aman di urutan ke-15. Mereka akan turun ke urutan 16 jika Southampton mengalahkan West Ham.

Juventus 1 Torino 1: gol telat Ronaldo selamatkan Juventus dari kekalahan

Juventus berhutang budi kepada gol akhir Cristiano Ronaldo untuk mempertahankan rekor kandang tak terkalahkan mereka di Serie A melawan rival lokal Torino.

Cristiano Ronaldo mencetak enam menit sebelum waktunya untuk menyelamatkan hasil imbang 1-1 Seri A yang tidak layak bagi Juventus dalam derby Turin hari Jumat melawan Torino.

Sisi Walter Mazzarri berada di jalur untuk kemenangan pertama tandang ke juara sejak 1995 berkat gol pertama Sasa Lukic untuk klub di babak pertama.

Ronaldo – yang nyaris sebelum jeda – muncul terlambat, meskipun, menuju dari enam meter untuk menjaga rekor tak terkalahkan timnya di liga musim ini.

Terlepas dari tujuan itu, kampanye Bianconeri berada dalam bahaya gagal dengan cara yang mengecewakan, dengan kemenangan mereka atas Fiorentina pada 20 April – hasil yang mengukuhkan gelar liga kedelapan berturut-turut – satu-satunya keberhasilan mereka dalam enam pertandingan terakhir di semua kompetisi.

Torino mulai dalam suasana hati yang percaya diri dan, setelah Andrea Belotti menguji Wojciech Szczesny dengan tendangan sudut awal, berhasil unggul setelah 18 menit.

Setelah ditekan oleh lemparan Joao Cancelo yang ceroboh, Miralem Pjanic dikeluarkan dari bola di dalam kotak penalti oleh Lukic, yang dengan luar biasa melewati Szczesny dari jarak 12 yard.

Gol itu membangunkan tuan rumah dari tidur mereka dan mereka dua kali nyaris menyamakan kedudukan segera setelah itu – tendangan voli Blaise Matiuidi digaruk oleh Salvatore Sirigu dan Ronaldo mendesis melebar dari jarak 25 yard.

Leonardo Spinazzola menyeret lebar dari 20 meter setelah satu jam untuk pasukan Massimiliano Allegri, sementara upaya rendah 77 menit Moise Kean itu terlalu dekat dengan Sirigu.

Dengan Torino tampaknya berada di jalur untuk kemenangan yang terkenal, Ronaldo naik tertinggi di tiang belakang untuk mengubah umpan silang sayap kiri Spinazzola untuk gol liga ke 21 musim ini.

Tidak mengherankan jika Juventus kehilangan sebagian dari percikan mereka, Scudetto kedelapan berturut-turut yang telah lama menjadi formalitas. Namun, pertandingan derby benar-benar seharusnya cukup untuk menyuntikkan beberapa kehidupan ke sisi Allegri. Namun, mereka jauh dari kecepatan, dan beruntung dapat mengikis satu poin – Ronaldo siap menyelamatkan mereka seperti yang dilakukannya di Derby d’Italia melawan Inter terakhir kali.

Torino, sementara itu, akan dibiarkan menyesali pukulan yang berpotensi fatal terhadap harapan mereka untuk mengamankan posisi empat besar. Mereka dua poin di belakang Atalanta yang berada di urutan keempat, yang memiliki satu pertandingan di tangan.

Ernesto Valverde mendukung Xavi masuk dalam jajaran kepelatihan Barca

Gelandang akan pindah ke pelatihan setelah pensiun dan bos Blaugrana saat ini percaya bahwa ia akan cocok untuk pekerjaan di Camp Nou

Pelatih kepala Barcelona Ernesto Valverde tidak ragu bahwa Xavi memiliki potensi untuk mengambil pekerjaan teratas di Camp Nou di masa depan.

Xavi menegaskan pada hari Kamis bahwa ia akan pensiun dari bermain di akhir musim dan pindah ke kepelatihan, setelah meninggalkan Barca pada akhir kampanye 2014-15 yang memenangkan treble untuk bergabung dengan Al Sadd di Qatar Stars League.

Salah satu pemain paling dihiasi dalam sejarah sepak bola, Xavi memenangkan 19 penghargaan utama selama 17 tahun tinggal bersama Barca, termasuk delapan mahkota La Liga dan empat gelar Liga Champions yang luar biasa.

Dan Valverde, yang tampaknya berada di posisi yang tepat untuk membimbing klub ke treble hanya di musim kedua yang bertanggung jawab, membayar upeti kepada pensiunan hebat dalam konferensi media pada hari Jumat.

“Dia salah satu gelandang terbaik dalam beberapa tahun terakhir, dia memainkan permainan posisi, tidak ada umpan yang tidak penting,” kata Valverde menjelang perjalanan Sabtu ke Celta Vigo.

“Xavi adalah salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepakbola. Sungguh menakjubkan menyaksikannya bermain.

“Saya pikir semua orang mengharapkan Xavi menjadi pelatih dan dia memiliki profil di Barcelona atau di mana pun dia berada. Saya berharap dia beruntung, tentu saja.”

Xavi memiliki silsilah bermain yang tampaknya dicari Barcelona dalam diri seorang manajer.

Dengan pengecualian dari Gerardo “Tata” Martino, setiap pelatih kepala Barcelona sejak Frank Rijkaard mengambil alih pada tahun 2003 telah bermain untuk klub, setidaknya di masa muda mereka.

Xavi bergabung dengan Barcelona B saat berusia 17 tahun pada tahun 1997 dan melakukan debut Liga untuk tim utama pada Oktober 1998, di mana ia bermain bersama pelatih Barcelona di masa depan di Luis Enrique.

Gelandang itu kemudian mewakili raksasa Catalan 505 kali, sebelum pergi untuk bermain di Qatar pada 2015, mengatakan ia akan bekerja pada kualifikasi kepelatihannya saat bermain untuk Al Sadd.

Dalam pengumuman pensiunnya Xavi memberi penghormatan kepada cara Barcelona dan mengatakan itu telah mempengaruhi gaya kepelatihannya.

“Filosofi saya sebagai pelatih mencerminkan gaya yang kami kembangkan selama bertahun-tahun di bawah pengaruh Johan Cruyff dan La Masia, dan itu memiliki eksponen terbesar dalam cara bermain sepakbola di Barcelona.”

Alisson Memang Bagus, Namun Xavi Yakin Tak Bisa Hentikan Messi

Xavi Hernandez menilai kalau Alisson merupakan seorang penjaga gawang yang sangat bagus. Akan tetapi yang menjadi persoalan adalah disaat menghadapi seorang pemain terbaik yang ada di planet, Lionel Messi.

Barcelona akan menjamu Liverpool dalam laga yang dilangsungkan di Camp Nou untuk leg pertama babak semifinal Liga Champions di hari Kamis tanggal 2 Mei 2019 dini hari WIB. Lionel Messi sendiri akan menjadi tumpuan utama bagi tim yang dilatih oleh Ernesto Valverde untuk bisa mendapatkan keunggulan bagi Barca menuju pertandingan leg kedua yang akan dilangsungkan di Anfield yang merupakan markas Liverpool, terlebih lagi mengingat kalau pemain bintang asal Argentina itu juga sudah mendapatkan waktu istirahat yang banyak disepanjang bulan April yang lalu.

Kapten timnas Argentina itu juga merupakan mesin pencetak gol utama bagi Blaugrana didalam musim ini. Dia sekarang ini sudah mencatatkan 46 buah gol didalam 45 pertandingan yang dia jalani didalam musim ini.

Ketajaman yang dimiliki oleh Messi pada musim ini tentunya akan mendapatkan adangan yang cukup tangguh dari Alisson yang menjaga gawang Liverpool. Penjaga gawang berkebangsaan Brasil itu menjadi tembok yang kokoh pada lini pertahanan Si Merah.

Alisson sendiri tercatat hanya kebobolan sebanyak sembilan pertandingan saja didalam kompetisi Liga Champions pada musim ini dan hanya mencatatkan 20 kali dibobol lawan dalam kompetisi Premier League yang dimana itu membuat Liverpool menjadi tim yang paling sulit untuk dibobol lini pertahanannya.

Akan tetapi Xavi Hernandez yang merupakan mantan pemain gelandang klub Barcelona tidak terlalu yakin kalau Alisson akan bisa meredam ketajaman yang dimiliki oleh Messi.

“Messi adalah yang terbaik di planet ini dan juga yang terhebat disepanjang masa. Pada musim ini dia sudah membuat hal yang sangat luar biasa dan memperlihatkan rasa laparnya,” kata Xavi.

“Alisson merupakan seorang kiper yang bagus dan juga akan terus mengeluarkan salah satu performa terbaiknya andai dia mau menghentikan MEssi. Akan tetapi saya tidak terlalu yakin akan hal tersebut,” tutupnya.

Kepolisian Spanyol Tangkap 6 Suporter Liverpool

Ada kabar yang menyebutkan kalau sebanyak enam orang suporter Liverpool yang harus diamankan oleh pihak kepolisian Barcelona. Mereka dianggap sudah melakukan keonaran pada Placa Reial yang merupakan pusat kota Barcelona.

Liverpool sendiri akan pergi menghadapi Barcelona di Camp Nou pada hari Kamis tanggal 2 Mei 2019 dini hari WIB. Kejadian tidak mengenakan bagi tim tamu malah datang sebelum pertandingan tersebut.

“Kami mau menegaskan kepada semua publik kalau kami tidak akan merasa sedikitpun ragu dalam menindak semua bentuk dari kriminal, ataupun tindakan yang dapat merugikan banyak orang,” ujar Paul White yang merupakan Inspektur kepolisian Merseyside.

“Perilaku yang seperti ini memang sangat tidak dapat diterima. Saya juga mengimbau kepada suporter yang mempunyai tiket untuk bisa mengikuti semua saran yang diberikan oleh klub ataupn mencoba untuk mencari informasi yang resmi di laman resmi milik klub agar bisa mempermudah kunjungan mereka ke Barcelona.”

Pada awalnya, rombongan suporter dari klub Liverpool berkumpul di alun-alun Placa Reial dan meminum bir serta bernyanyi di hari Selasa tanggal 30 April 2019. Kemeriahan itu ternyata berbuntuk hingga pelemparan benda-benda yang tepat mergarah kearah polisi.

Mereka juga tercatat menyerang dua orang karyawan Placa Reial Hotel. Karena kejadian tersebut, tercatat ada dua karyawan hotel yang harus mendapatkan perawatan medis dan dua orang yang lainnya harus mendapatkan luka ringan dari insiden pelemparan itu.

Aksi tidak terpuji yang dilakukan oleh suporter Liverpool juga harus menimpa seorang turis Asia yang ada di Placa Reial yang tengah mengambil foto. Mereka mendorong salah seorang pria kedalam kolam air mancur dan tidakan tersebut terekam kamera dan kemudian beredar luas di media sosial.

Menanggapi insiden itu, pihak dari Liverpool sendiri melontarkan kecaman mereka. Hal itu diungkapkan oleh Peter Moore yang merupakan pejabat klub yang meminta kepada para suporter tetap menjaga ketertiban dan juga kesopanan mereka.

“Liverpool FC dan pihak kepolisian Merseyside dan juga kepolisian Spanyol sekarang ini sedang mencoba untuk mengindentifikasi para pelaku. Perilaku yang seperti itu sama sekali tidak dapat diterima,” ujar Moore melalui situs resmi milik klub.

Lionel Messi Yang Suka Bobol Gawang Tim Asal Inggris

Lionel Messi yang merupakan pemain mega bintang klub Barcelona memiliki rekor yang bagus pada saat menghadapi klub-klub asal Inggris. Namun tim mana yang paling sering dipermalukan oleh La Pulga?

Barcelona akan menjalani pertandingan babak semifinal kompetisi Liga Champions musim 2018/2019 ini dengan melawan Liverpool. Untuk pertandingan leg pertama akan dilangsungkan di Camp Nou pada hari Kamis tanggal 2 Mei 2019 dini hari WIb nanti. Satu pekan setelahnya giliran Barca yang akan pergi ke Anfield.

Messi sudah jelas menjadi pemain yang paling diandalkan oleh Barca untuk membobol gawang Liverpool. Hingga sekarang ini dia merupakan pemain tersubur Barca dalam kompetisi Liga Champions dengan cacatan 10 buah gol yang telah dia kemas.

Selain itu, Messi juga mempunyai cacatan rekor yang bagus kala menghadapi tim asal Inggris. Didalam 32 pertandingan dengan para tim asal Inggris, dia tercatat sudah mencetak sebanyak 24 buah gol.

Arsenal sekarang ini yang paling gemar di bobol Messi. Klub yang berasal dari London Utara itu sudah dibobol oleh Messi sebanyak sembilan kali banyaknya didalam enam pertandingan yang mereka jalani didalam kompetisi Liga Champions.

Cacatan terbaik yang dimiliki oleh Messi pada saat menghadapi Meriam London adalah saat mencetak sebanyak empat buah gol saat di Camp Nou pada pertandingan leg kedua babak perempatfinal Liga Champions musim 2009/2010 yang lalu. Dia mampu membawa Barca memenangkan laga tersebut dengan skor telak 4-1 didalam pertandingan yang dilangsungkan di tanggal 6 April 2010.

Sedangkan didalam pertandingan menghadapi Liverpool, Messi tercatat dua pertandingan tidak mencetak gol. Momen tersebut terjadi pada saat babak 16 besar kompetisi Liga Champions di musim 2006/2007 yang lalu.

Barca kalah dengan skor 1-2 didalam pertandingan yang dilangsungkan di tanggal 21 Febuari yang dimana gol Barca dicatatkan oleh Deco. Sedangkan pada saat leg kedua Barca mampu menang dengan skor 1-0 didalam laga yang dilangsungkan di Anfield di tanggal 6 Maret 2007 yang dimana Eidur Gudjohnsen yang menjadi pencetaknya.

Didalam Liga Champions musim ini, Messi sendiri sudah mencatakan diri membobol gawang klub asal Inggris sebanyak empat buah gol. Dua gol disarangkan MEssi kedalam gawang Tottenham Hotspur dan juga Manchester United.