Hasil Pertandingan Liga 2 Indonesia 05 September: Persita Tangerang 1-1 Semen Padang

Pada pertandingan dipekan ke 14 Liga 2 Indonesia 2018 yang berlangsung di Stadion Benteng Taruna, Tangerang, pada hari Rabu (05/09) sore wib. Pertemuan antara Persita dan Semen Padang ini berakhir skor imbang 1-1. Tuan rumah yang sempat tertinggal lebih dahulu ini berhasil menyamakan kedudukan di pertengahan babak kedua.

Semen Padang mampu unggul terlebih dahulu lewat gol dari Riski Novriansyah di babak pertama, yang kemudian berhasil disamakan oleh tuan rumah melalui Aldi Al Achya. Hasil seri ini membuat Persita saat ini mengoleksi total 21 poin. Sementara itu, Semen Padang tetap bertahan di puncak klasemen di Wilayah Barat dengan total sudah mengumpulkan 29 poin dari 14 laga.

Di babak pertama, Tuan rumah tampil cukup impresif di awal laga dan mampu mengancam pada menit kedua lewat sundulan Sirvi Arvani saat memanfaatkan tendangan penjuru Egi Melgiansyah, namun bola masih melambung di atas gawang Rendy Oscario. Di menit ke 14, giliran Aldi Al Achya yang mengancam, dan tendangannya juga masih melambung tipis diatas mistar gawang.

Semen Padang secara perlahan mampu keluar dari tekanan tuan rumah, dan bisa membuat perlawanan. Beberapa kali tim Kabau Sirah mencoba melancarkan serangan melalui kecepatan di sektor sayap. Pada menit ke 23, Semen Padang memiliki peluang melalui sepakan jarak jauh Rudi yang mengarah ke gawang namun masih dapat diantisipasi oleh kiper Yogi Triyana dengan baik.

Jual beli serangan kemudian pun terjadi diantara kedua tim ini. Namun sang tamu yang bisa memecahkan kebuntuan laga terlebih dahulu lewat Riski Novriansyah pada menit ke 28. Gol ini berawal pada saat menerima umpan tarik dari Afriansyah, Riski yang berada bebas di dalam kotak pinalti ini dengan sigap menceploskan bola masuk kedalam gawang tuan rumah. Skor pun berubah menjadi 0-1 untuk keunggulan daari sang tamu.

Tertinggal satu gol, Persita langsung terbuka dengan terus tampil menekan dalam melakukan seranggan untuk bisa membuat beberapa peluang. Salah satunya saat Persita mencoba dengan tendangan bebas dari Sirvi Arvani, namun masih bisa diantisipasi oleh kiper Semen Padang, Rendy Oscario pada menit 32. Skor 0-1 ini pun harus bertahan hingga jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, Persita langsung tampil menggebrak dengan menekan dengan permainan yang cukup tinggi. Dua menit setelah laga berlangsung, M. Toha mendapatkan peluang usai memanfaatkan umpan dari sisi kiri serangan. Namun sayang, ia masih gagal menceploskan bola setelah tendangannya masih dapat dihadang oleh bek Semen Padang.

Terus menekan, peluang lainya kembali didapat di menit 50, Pendekar Cisadane kembali mengeksekusi tendangan bebas yang oleh Sirvi Arvani dari depan kotak pinalti. Akan tetapi sepakannya masih melambung tipis di atas mistar gawang. terus melakukan serangan akhirnya para pendukung tuan rumah bersorak di menit ke 60.

Berawal dari peluang pertama lewat sundulan Aldi Al Achya dua menit sebelumnya yang ditepis oleh kiper dan menyentuh mistar gawang, hingga menyebabkan tendangan penjuru untuk tuan rumah. Melalui umpan lambung dari Egi Melgiansyah, kali ini tandukkan dari Al Achya bisa dikonversinya menjadi gol. Skor pun berubah imbang menjadi 1-1.

Usai hasil imbang ini, kedua tim tampak melakukan jual beli serangan untuk bisa unggul dari lawannya meski tempo permainan sedikit menurun. Sama sama meiliki peluang yang didapat oleh kedua tim, akan tetapi skor 1-1 ini tak berubah pertandingan usai. Kedua tim pun harus berbagi satu poin pada laga ini.

Bertemu Selangor FA, Penyerang Persija Berniat untuk Pertajam Diri

 

Striker Persija Jakarta Marko Simic mempunyai ambisi besar waktu melawan Selangor FA. Pemain dari Kroasia itu berambisi untuk kembali temukan ketajaman kembali ke pertandingan eksperimen di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Kamis (6/9/2018).

Simic telah cetak delapan gol dari 20 pertandingan yang telah dijalani Persija di Gojek Liga 1 2018 bersama dengan Bukalapak. Tapi, dia mangkir cetak gol waktu team Macan Kemayoran berjumpa Persikabo Bogor di Piala Indonesia serta PSMS Medan pada Liga 1, sebelum libur Asian Games 2018.

Simic juga tidak cetak gol waktu Persija beruji coba menantang Bhayangkara, belakangan ini. Karenanya, Simic berhasrat tampil tajam di pertandingan menantang Selangor FA.

“Saya serta kawan-kawan berlatih bagus, berlatih keras, saya fikir ini bagus mendekati pertandingan eksperimen untuk kembalikan keadaan karena libur lumayan lama. Diluar itu, konsentrasi yang lain untuk kembalikan ketajaman serta bermain lebih baik di banding awal mulanya,” tutur Simic di Jakarta, Rabu (5/9/2018), seperti diambil dari website Persija Jakarta.

Ambisi temukan ketajaman kembali di pertandingan menantang Selangor FA dinilai cukuplah lumrah. Karena, manajemen menuntutnya untuk dapat cetak gol dengan jumlahnya banyak.

Walau disadari Simic dalam beberapa pertandingan paling akhir bek lawan di Liga 1 juga tampil bagus. “Pasti saya ingin selalu cetak gol walau tidak gampang karena team lainnya mempunyai pemain bertahan yang bagus,” katanya.

“Saya juga berupaya, ditambah juga saya juga mempunyai motivasi untuk dapat bikin gol karena bila itu tidak dipunyai saya akan tidak jadi penyerang.”

Simic begitu meyakini dapat kembali cetak gol. Ditambah lagi, pertandingan kontra Selangor FA yang diselenggarakan di di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, akan memperoleh support optimal dari Jakmania.

“Kami juga pada akhirnya kembali pada stadion ini karena tak perlu jalan jauh serta mempunyai istirahat yang lebih. Tempo hari, tiap-tiap pertandingan kandang mesti kami mainkan jauh dari sini serta itu membuat kami kesusahan. Main jauh juga membuat kami kurang pemirsa,” kata Simic.

 

Real Madrid Dan Barca Langsung Tancap Gas

Liga Spanyol baru berlangsung selama tiga pekan, tapi Barcelona serta Real Madrid telah memisahkan diri atas rival-rivalnya. Laju mereka masih sempurna.

Barca dan juga Madrid menjadi dua tim yang tersisa pada Liga Spanyol dengan rekor 100 persen usai tiga pekan. Keduanya kerap meraih kemenangan di tiga laga yang telah dimainkan.

Dengan sembilan poin, Madrid dan Barca unggul dua poin atas tim yang berada di posisi ketiga. Bukan Valencia atau Atletico Madrid, posisi ketiga pada saat ini dihuni oleh Celta Vigo yang mencatatkan dua kemenangan serta satu hasil seri.

Hingga kini, Barca serta Madrid melalui jalan yang sama selama tiga laga. Keduanya sama-sama mengawali dengan kemenangan yang nyaman pada markas sendiri (3-0 menghadapi Alaves untuk Barca serta 2-0 menghadapi Getafe untuk Madrid).

Barca serta Madrid lalu mesti bekerja keras pada pekan kedua yang mana mereka melakoni pertandingan tandang. Barca cuma menang tipis 1-0 dari Real Valladolid. Sedangkan Madrid sempat tertinggal lebih dulu atas Girona sebelum akhirnya menang 4-1.

Barca serta Madrid lalu sama-sama menang telak pada pekan keempat. Barca pesta gol dalam gawang Huesca serta menang 8-2, sedangkan Madrid menang 4-1 dari Leganes.

Tercatat, secara statistik, mereka pun merupakan tim dengan jumlah operan yang terbanyak (Madrid dengan 2.375 operan serta Barca dengan sebanyak 2.130 operan). Barca serta Madrid juga memiliki persentase operan sukses yang terbaik, masing-masing 89,06 persen serta 91,16%.

Walau sama-sama memiliki sembilan poin, Barca berhak berada pada puncak klasemen di atas Madrid. Tim Blaugrana memiliki selisih gol lebih baik ketimbang tim yang memiliki nama lain El Real itu.

Barca memiliki selisih gol +10 berkat dari 12 gol yang diciptakan serta kebobolan dua gol. Sedangkan Madrid memiliki selisih gol +8 (menceploskan 10 gol, kebobolan dua gol).

Setelah jeda internasional, Barca serta Madrid bakal sama-sama bertamu ke Basque. Barca bakal melawat ke kandang Real Sociedad, sedangkan Madrid berlaga pada markas Athletic Bilbao.

Schmeichel Percaya Mourinho Dapat Membawa MU Juara Premier League

Jose Mourinho sedang disoroti menyusul start sulit Manchester United di musim ini. Namun dia dipercaya masih dapat membawa MU juara.

MU telah mengalami dua kekalahan dalam empat laga pertama Premier League di musim ini. Usai menang dari Leicester City pada pertandingan pertama, MU kalah atas Brighton and Hove Albion serta Tottenham Hotspur.

Usai dua kekalahan tersebut, MU bangkit dengan kemenangan dari Burnley hari Minggu (2/9/2018) lalu.

Start medioker ini bikin MU pada saat ini tercecer pada posisi 10 dengan raihan enam poin. Mereka tertinggal sebanyak enam poin atas Liverpool, Chelsea, serta Watford yang masih sempurna, juga terpaut empat poin serta tiga poin atas Tottenham Hotspur dan Manchester City.

Menyusul start yang sulit ini, masa depan dari Mourinho mulai dispekulasikan. Zinedine Zidane pada belakangan dihubungkan sebagai calon penggantinya bila MU gagal menyusul para rival dalam perburuan gelar.

Eks kiper MU Peter Schmeichel yakin Mourinho masih orang yang tepat untuk mengantarkan tim mengakhiri puasa juara liga. Satu-satunya hal yang diperlukan ialah kesabaran.

Schmeichel mengatakan Mourinho butuh diberi kepercayaan untuk dapat mengembangkan tim lebih jauh.

“Dirinya selama ini telah melatih klub-klub besar. Inter Milan, Real Madrid. Dirinya memenangi Liga Champions dengan Porto. Tiga gelar Premier League bersama Chelsea. Dia telah melakukan banyak hal besar pada sepakbola,” kata Schmeichel.

“Namun Manchester United berada pada level berbeda dalam hal apapun. Pengawasan, tradisi, serta sejarah yang kami miliki. Ini jadi rumusnya di setiap hari. Setiap harinya, kami pun menghormati sejarah kami. Kami memiliki tradisi yang amat membanggakan.”

“Kami menjadi runner-up pada musim lalu dari posisi lima di musim sebelumnya. Kami langsung lolos pada Liga Champions di musim ini, kami memenangkan ajang Liga Europa, dan kami telah sampai pada dua final Piala FA.”

“Hal ini bagus. Ya kami menginginkan yang lebih, namun ini merupakan hal-hal yang amat positif. Disaat kita memberinya waktu serta kesabaran, disaat kita memahami bila ini merupakan periode di mana kami mesti berkembang, kami dapat memenangkan Premier League,” ungkapnya.

Chelsea Dapat Diuntungkan Dengan Persaingan Ketat City-Liverpool

London – Sampai saat ini cuma Manchester City serta Liverpool yang disebut-sebut dengan sebagai calon juara. Eden Hazard pun menilai situasi ini dapat menjadi keuntungan untuk Chelsea.

Ketiga tim masih belum terkalahkan di dalam empat laga yang pertama Premier League. City mengoleksi 10 poin hasil dalam tiga kemenangan dan satu kali imbang untuk duduk pada posisi empat klasemen. Sementara Liverpool serta Chelsea bahkan masih sempurna dengan mengumpulkan 12 poin untuk menghuni dua posisi yang teratas.

Pada sisi yang lain, City tak kehilangan para pemain kuncinya ketika memenangkan liga dengan rekor 100 poin di musim yang lalu. Tim yang memiliki nama lain The Citizens itu malah menambah amunisi dengan mendatangkan Riyad Mahrez dari Leicester City.

Liverpool mempunyai para pemain baru yang diperlukan untuk memperbaiki kekurangannya. Usai bermasalah dengan posisi kiper, tim dengan nama lain The Reds itu berhasil memboyong Alisson Becker terlepas juga dari blunder yang dilakukannya pada akhir pekan lalu. Liverpool pun juga memboyong Naby Keita serta Fabinho untuk memperkuat baris tengah dan Xherdan Shaqiri untuk melengkapi lini depan.

Chelsea sendiri telah kehilangan Thibaut Courtois namun mendapatkan Kepa Arrizabalaga dengan sebagai gantinya. Dan gelandang Jorginho serta Mateo Kovacic. Tetapi, Maurizio Sarri masih belum memiliki pengalaman dengan Premier League dibandingkan dengan dua Juergen Klopp (Liverpool) serta Josep Guardiola (City).

“Itu bagus,” ujar Hazard ketika ditanya mengenai City serta Liverpool yang digadang-gadang dengan sebagai kandidat juara di musim ini.

“Untuk kami, kami sedikit pada bayang-bayang, jadi kami tinggal berupaya saja untuk meneruskan pekerjaan kami, memenangkan banyak laga dan lalu kita lihat saja,” tambah Hazard.

“Pasti saja aku percaya [Chelsea dapat bersaing], terutama pada Premier League Anda tak bakal pernah tahu apa yang bakal terjadi. Mereka dapat kehilangan banyak poin serta kami dapat memenangkan banyak poin. Kurasa pada beberapa pekan kami bermain menghadapi Liverpool [pada Stamford Bridge], suatu pertandingan penting. Musim yang lalu kami menang 1-0 jadi kami butuh mengulanginya.”

Sarri Mempunyai Keyakinan Yang Tinggi Bahwa Chelsea

Maurizio Sarri mengaku kekuatan posisi belakang Bournemouth waktu menantang Chelsea. Walau demikian, ia tidak sempat hilang kepercayaan jika timnya akan membuat gol.

Chelsea menuai kemenangan 2-0 waktu menjamu Bournemouth di Stamford Bridge dalam kelanjutan Liga Inggris, Sabtu (1/9/2018) malam WIB. Gol-gol Chelsea dibuat oleh Pedro serta Eden Hazard.

Walau kuasai laga, Chelsea kesusahan membuka pertahanan Bournemouth. Usaha The Bluesuntuk memecah kebuntuan baru membawa hasil pada menit ke-72 sebelum digandakan Hazard pada menit ke-85

Sarri mengakui suka dengan perform Chelsea sekaligus juga mengaku kokohnya pertahanan Bournemouth. Akan tetapi Sarri tetap meyakini Chelsea akan dapat cetak gol.

“Saya suka dengan hasil serta performnya. Itu barusan ialah laga yang begitu susah, mereka ialah team yang begitu rapi dalam bertahan, mereka bertahan dengan begitu baik,” tutur Sarri seperti diambil website sah club.

“Set pertama begitu susah serta mungkin kami harusnya menyalurkan bola bertambah cepat serta miliki gerakan yang semakin bagus, tetapi dalam laga semacam ini, umumnya Anda dapat menang di 20 atau 25 menit paling akhir.”

Karena kemenangan atas Bournemouth, Chelsea mengawasi start sempurnanya dengan empat kemenangan dari empat pertandingan. Walau demikian, Sarri menilainya masih tetap ada ruangan buat Chelsea untuk perbaikan.

“Sekarang ini saya begitu suka dengan beberapa pemain saya. Mereka tampil begitu bagus saat satu pekan serta dalam laga,” kata Sarri.

“Saya begitu suka bisa point dari empat laga, tetapi saya tetap berfikir kami dapat lebih baik lagi, kami dapat bertambah,” tuturnya.

Dengan 12 point, Chelsea melekat ketat Liverpool di puncak klassemen Liga Inggris. Chelsea cuma kalah selisih gol dari team arahan Juergen Kloppp itu.

Manchester City Meraih Kemenangan Tipis Dari Newcastle United

Manchester City kembali pada jalan kemenangan. Menjamu Newcastle United di minggu ke-3 Liga Inggris, The Citizens menang tipis 2-1. Bermain di Etihad Fase, Sabtu (1/9/2018) malam WIB, City unggul terlebih dulu lewat Raheem Sterling. Akan tetapi sebelum turun minum Newcastle dapat menyamai posisi lewat DeAndre Yedlin.

Ialah Kyle Walker yang lalu menjadi pahlawan pahlawan kemenangan City. Sepakan jarak jauh Walker di set ke-2 merubah posisi menjadi 2-1 sekaligus juga pastikan City kembali pada jalan kemenangan, sesudah minggu lantas disertai Wolves 1-1.

Point penuh dari minggu ke empat ini membuat City menempati di tempat tiga klassemen Liga Inggris dengan point 10. City ketinggalan dua angka dari Chelsea serta Liverpool yang miliki nilai prima 12.

City membuat kesempatan pertamanya waktu laga belumlah genap empat menit. Menyerang dari bagian kanan, Riyad Mahrez masuk ke kotak penalti serta melepas tembakan, tetapi bola yang dia sepak meleset tipis dari tujuan.

Pada menit tujuh City buka kelebihan. Dimulai kekeliruan oper pemain Newcastle yang kirim umpan ke Benjamin Mendy, bola lansung dia digelindingkan ke Sterling. Didalam kotak penalti, Sterling membuat pergerakan mengelabui serta melepas sepakan kaki kanan yang tidak dapat ditepis penjaga gawang Martin Dubravka. 1-0 tuan-rumah unggul.

Gabriel Jesus hampir jadi besar kelebihan City pada menit 18. Terima umpan terobosan, dia sukses mengecoh dua pemain lawan di kotak penalti. Akan tetapi sepakan kaki kiri yang dia bebaskan kurang kuat sampai dapat diamankan penjaga gawang.

Jesus buang kesempatan lainnya pada menit 24 waktu dia tidak berhasil menanduk dengan prima umpan sepakan bebas David Silva pas di muka gawang.

Pada menit 33 Newcastle dengan mengagetkan cetak gol balasan. DeAndre Yedlin menjebol gawang Ederson Moraes sesudah dia menyerang masuk di tiang jauh tiada dapat dibayang-bayangi oleh Jesus. Salomon Rondon jadi pemberi umpan atas gol ini.

Korea Selatan Berhasil Meraih Emas Asian Games 2018

Korea Selatan sukses merampas emas cabang sepakbola Asian Games 2018. Taeguk Warriors menang 2-1 atas Jepang dalam pertandingan yang sampai set penambahan.

Dalam laga di Stadion Pakansari, Sabtu (1/9/2018) malam WIB, Korsel langsung mendesak demikian pertandingan diawali. Beberapa kesempatan terbentuk melalui kreasi Son Heung-min. Diantaranya tidak berhasil digunakan oleh Hwang Ui-jo. Sepakan keras dari Lee Jinhyun juga belumlah membawa hasil. Beberapa kesempatan itu terbentuk waktu pertandingan belumlah berusia 15 menit.

Jepang, yang diperkokoh beberapa pemain dibawah umur 21 tahun, kesusahan untuk tembus pertahanan Korsel. Mereka semakin banyak mainkan bola di daerah pertahanan sendiri

Ui-jo tidak berhasil manfaatkan kesempatan emas lagi pada menit ke-23. Bola terobosan dari Son, dapat dikuasai didalam kotak penalti. Tetapi, sepakan paling akhir Ui-jo masih tetap dapat dihalau penjaga gawang Jepang, Kojima Ryosuke.

Kesempatan Jepang terbentuk pada menit ke-25. Sepakan jarak jauh Kou Itakura masih tetap melayang-layang jauh dari gawang Korsel.

Ayase Ueda membuat penjaga gawang Korsel, Jo Hyeon-woo, berjibaku. Sesudah lakukan penetrasi dari sayap kanan, Ueda melepas sepakan yang dapat diprediksi olej Hyeon-woo.

Kerja sama Son, Hwang Inbeom, serta Ui-jo di menit ke-38 belum juga membawa hasil. Terima umpan terobosan Son, Inbeom kirim umpan tarik ke muka penalti Jepang. Sial buat Korsel, sentuhan paling akhir Ui-jo masih tetap melebar. Sampai turun minum tidak ada gol terbentuk, score masih tetap masih kaca mata alias 0-0.

Sesudah restart, Korsel selalu menguasai jalannya laga. Mereka belum juga dapat membuka kokohnya pertahanan team muda Jepang.

Sepakan jarak jauh Son di menit ke-55 masih tetap mengenai pemain belakang Jepang. Dengan gampang Ryosuke menangkap bola di muka gawangnya.

Korsel lakukan perubahan pemain pada menit ke-58. Kim Jung-min digantikan oleh Lee Seung-woo. Pemain yang dikatakan sebagai Lionel Messi-nya Korsel juga langsung dielu-elukan simpatisan di podium.

Ketegangan di muka gawang Korsel berlangsung pada menit ke-61. Sapuan salah seseorang pemain belakang Korsel tentang Ueda sampai membahayakan gawang sendiri. Mujur buat Korsel, arah bolanya menyamping.

Sepakan Ui-jo di menit ke-65 masih tetap hanya menggetarkan bagian jaring gawang Jepang. Score belum juga beralih 0-0.

Eksperimen Seung-woo di menit ke-76 juga belum juga membawa hasil Bolanya dapat diprediksi oleh Ryosuke.

Jepang seringkali meneror dengan serangan balik cepat. Diantaranya yang berlangsung pada menit ke-85. Tetapi, tembakan dari Matshumoto Taishi mentah di barisan belakang Korsel.

Ancelotti Optimis Napoli Sanggup Lolos Liga Champions

Carlo Ancelotti yakin Napoli dapat mengatasi Liverpool dan Paris Saint-Germain untuk mencapai babak sistem gugur Liga Champions, Red Star Belgrade adalah klub lain yang berdiri di jalan Partenopei untuk bisa lolos di Grup C yang sangat diperebutkan, Meskipun mereka kecewa di kompetisi klub top Eropa di bawah Maurizio Sarri musim lalu, berakhir di urutan ketiga di belakang Manchester City dan Shakhtar Donetsk untuk masuk ke Liga Europa, Ancelotti yakin Napoli dapat bertahan dari tugas yang lebih sulit kali ini. “Tidak ada yang tidak dapat diatasi, Sulit, karena ada tiga tim tingkat tinggi dan kemudian ada orang luar seperti Red Star dan Akan ada lingkungan khusus di Beograd dan saya tahu tidak mudah bermain di sana.”

“Ini adalah grup yang sulit, tetapi saya tidak berpikir teman-teman Italia kami di Paris, Gianluigi Buffon dan Marco Verratti, akan membuka tutup sampanye karena tahu mereka bermain dengan Napoli, Akan ada banyak tantangan yang sulit tapi Kami akan memainkannya dengan 100 persen. ” Mengubah perhatiannya ke Serie A, Ancelotti mengatakan bahwa beberapa pemainnya akan rotasi keluar dari tim untuk menjaga kelompok pemain tetap termotivasi dimana Napoli melakukan perjalanan ke Sampdoria pada hari Minggu dengan rekor 100 persen setelah kemenangan atas Lazio dan Milan dalam dua pertandingan liga pembuka musim ini, tetapi Ancelotti mengindikasikan dia tidak akan ragu untuk mengubahnya menjadi tim pemenang. “Jika saya mengubah beberapa hal, itu untuk menjaga kelompok tetap termotivasi, bukan karena ada yang pantas dikurangi, ada lebih dari 11 pemain yang ingin tampil di lapangan dan ada keharusan untuk merotasi skuad sedikit.”

“Ketika Anda memiliki skuad yang kompetitif, itu membuat sedikit perbedaan apakah Anda bermain 60 atau 30 menit, Misalnya, Dries Mertens sangat menentukan melawan Milan dan dia hanya turun saat setengah jam terakhir, Marek Hamsik tumbuh dalam peran barunya dan saya pikir itu adalah posisi alamiahnya serta ia bermain dengan cara yang berbeda untuk Amadou Diawara, karena Amadou memiliki kelincahan dan antusiasme, tetapi tidak memiliki pengalaman dan teknik yang sama namun Mereka berdua pemain penting bagi kami dan jika saya bisa menggunakan keduanya dalam pertandingan yang sama, saya akan mencoba memanfaatkan kesempatan itu. “

Manchester City Semakin Dekat Dengan Gelar Eropa

Direktur sepak bola Manchester City, Txiki Begiristain mengakui bahwa juara Liga Primer belum dikhawatirkan di persaingan Eropa, tetapi mengatakan bahwa kejayaan Liga Champions lebih dekat dari yang dikira, City akan masuk ke kampanye kedelapan berturut-turut di kompetisi teratas sepak bola Eropa tetapi hanya berkembang di luar tahap perempat final pada waktu itu dengan Kekalahan agregat 1-0 untuk Real Madrid di semi final 2016 di bawah Manuel Pellegrini menjadi upaya terbaik mereka, dan sejak itu Pep Guardiola telah membimbing City ke babak 16 besar di kampanye 2016-17 dan kekalahan perempat final dari Liverpool musim lalu, saat ditanya apakah Stadion Etihad adalah tempat yang menakutkan bagi pemain terbaik Eropa untuk bermain, mantan pemain sayap Spanyol itu mengatakan “Belum.”

“Kami harus meraih hasil lebih, melaju ke semi-final Liga Champions adalah target utama, Memiliki pengalaman bermain di semi final membantu Anda mencapai final dan Kami harus menjadi klub pemenang tapi Itu tidak berarti kita harus memenangkan Liga Premier selama 10 tahun ke depan, Itu berarti kita harus berjuang untuk gelar dan benar-benar bertarung, berada di sana, Jika Anda melakukan itu, Anda tahu Anda akan berjuang untuk Liga Champions sebab Ini adalah soal mendapatkan pengalaman untuk bermain di laga itu, permainan untuk memenangkan liga lalu memenangkan semifinal Liga Champions. Anda perlu waktu untuk ini. ” Begiristain mengatakan kemenangan gelar Liga Premier musim lalu telah membantu membangun reputasi dan prestise klub, sesuatu yang dia rasa harus mereka lakukan untuk bersaing dengan klub seperti Madrid, yang telah memenangkan Liga Champions di masing-masing dari tiga musim terakhir.

Sebelum kampanye 2011-12, City telah bermain di kompetisi klub top Eropa hanya sekali, pada tahun 1968-1969, mereka tersingkir di babak pertama oleh Fenerbahce. “Kami menuju ke arah lebih baik,” kata Begiristain, yang berbicara sebagai bagian dari film dokumenter All Or Nothing. “Ini lebih dekat dari yang kita duga, Apa yang terjadi musim lalu membantu sekarang untuk menjadi salah satu favorit untuk semuanya dan inilah tekanannya tapi Ini bukan hanya tentang pemain yang Anda miliki karena Itu juga apa arti klub untuk lawan, Jika Anda pergi ke stadion Real Madrid, Bernabeu, Anda bermain melawan 11 pemain tetapi Anda juga bermain melawan stadion, sejarah mereka, segalanya berpengaruh.”