Tottenham Hotspur vs Wolverhampton Wonderes

Dalam laga lanjutan BOxing Day dipekan ke 20 Premier League 2018/19. Spurs akan menjamu Wolverhampton di Wembley Stadium, pada hari Sabtu (29/12) malam wib nanti. Spurs dipastikan membutuhkan kemenangan untuk mengamankan posisi runner up EPL.

Kedua tim sudah bertemu pada matchweek ke 13 bulan lalu di Molineux Stadium, dimana pada saat itu Spurs harus dengan susah payah mengalahkan sang tamu dengan skor tipis 2-3. Namun dilihat dari performa tim saat ini, tentu Spurs lebih siap menghadapi laga nanti.

Tim asuhan Pochettino ini pastinya akan memanfaatkan laga kandang ini untuk bisa meraih poin maksimal. Sejauh ini, mereka telah meraih kemenangan tujuh laga secara beruntun di EPL hingga bisa menempati posisi runner up dan berhasil menggusur Manchester City tengah pekan kemarin.

Sementara dari tim tamu, performa tim ini sebenarnya bisa tampil dengan cukup impresif. Sebagai tim promosi mereka saat ini menempati posisi 10 klasemen dengan 26 poin. Namun, dalam enam pertandingan terakhir mereka, tim asuhan Nuno Espirito Santo ini hanya mampu meraih dua kemenangan dan tiga kekalahan. Satu kali hasil imbang melawan Fulham pada tengah pekan kemarin.

Lima pertemuan terakhir kedua tim:

18/09/10 Tottenham 3–1 Wolves (EPL)

06/03/11 Wolves 3–3 Tottenham (EPL)

10/09/11 Wolves 0–2 Tottenham (EPL)

14/01/12 Tottenham 1–1 Wolves (EPL)

04/11/18 Wolves 2–3 Tottenham (EPL)

Lima pertandingan terakhir Wolves:

06/12/18 Wolves 2–1 Chelsea (EPL)

09/12/18 Newcastle 1–2 Wolves (EPL)

15/12/18 Wolves 2–0 Bournemouth (EPL)

22/12/18 Wolves 0–2 Liverpool (EPL)

26/12/18 Fulham 1-1 Wolves (EPL)

Lima pertandingan terakhir Tottenham:

12/12/18 Barcelona 1-1 Tottenham (UCL)

15/12/18 Tottenham 1–0 Burnley (EPL)

20/12/18 Arsenal 0–2 Tottenham (EPL)

23/12/18 Everton 2–6 Tottenham (EPL)

26/12/18 Tottenham 5-0 Bournemouth (EPL)

Jelang laga nanti, Pocchetino kemungkinan akan mengistirahatkan beberapa pilarnya dan merotasi pemain. Meski demikian, Spurs masih diunggulkan di laga ini. Prediksi skor 3-1 kemungkinan akan menjadi hasil akhir pada laga nanti.

Perkiraan susunan pemain:

Wolverhampton (3-4-3): Rui Patricio, Ryan Bennett, Conor Coady, Willy Boly, Matt Doherty, Romain Saiss, Joao Moutinho, Ruben Neves, Jonny Castro, Raul Jimenez, Adama Traore

Pelatih: Nuno Espirito Santo

Tottenham (4-4-2): Paulo Gazzaniga, Kieran Trippier, Davinson Sanchez, Toby Alderweireld, Ben Davies, Moussa Sissoko, Lucas Moura, Erik Lamela, Erik Lamela, Son Heung-Min, Harry Kane, Fernando Llorente

Pelatih: Mauricio Pocchettino

Jurgen Klopp Heran Tottenham Tak Disebut Sebagai Kandidat Juara Liga

Manajer Liverpool Jurgen Klopp mengaku sangat kebingungan dan heran mengapa Klub seperti Tottenham tidak banyak di sebut oleh media sebagai salah satu kandidat juara Liga musim ni.

Musim ini, media memang lebih banyak membahas tentang Liverpool dan Manchester City. Sebab mereka di anggap punya kemampuan untuk menjadi juara lebih besar.

Chelsea juga sempat ramai di bahas oleh media. Namun secara perlahan menghilang setelah mereka mulai menelan kekalahan demi kekalahan secara perlahan demi perlahan.

Sementara itu Spurs bermain cukup stabil untuk sejauh ini. Mereka bahkan mencatatkan hasil fenomenal saat tengah melawan Everton pada matchday 18 kemarin.

Keheranan Jurgen Klopp

Saat itu Spurs berhasil mengalahkan Everton dengan skor telak 6-2. Padahal pertandingan tersebut di helat di Goodison Park, markas The Toffees.

Jurgen Klopp memberikan pujian terhadap performa Spurs kala waktu itu. Ia pun mengaku sangat heran mengapa tim sebagus Spurs bisa luput dari perhatian media terkait perburuan gelar juara Liga musim ini.

Sekarang ini, Tottenham ada di posisi ketiga klasemen sementara EPL. Mereka mengoleksi telah 42 poin dari 18 laga.

Ancaman Spurs

Jurgen Klopp juga menyebutkan ‘kurangnya perhatian media pada pasukan Mauricio Pochettino itu bisa menjadi sebuah keuntungan bagi Spurs’. Sebab mereka bisa lebih fokus untuk mengejar Manchester City dan Liverpool dengan sangat tenang.

“Dengan semua hal yang di katakan tentang kami dan Man City, bagaimana mungkin ada (media) yang melupakan Tottenham? Itu (mengalahkan Everton) sangat mengesankan,” pujinya seperti di lansir Goal International.

“Mereka mengatakannya sendiri setelah pertandingan selesai, semua orang berbicara tentang dua hal lainnya (kemenangan dan kekalahan). Itu situasi yang sangat bagus,” cetus Jurgen Klopp.

“Kami tidak memberikan bantuan untuk siapa pun, Anda (media) yang kadang kadang melakukannya karena Anda hanya berbicara tentang kami dan mereka serta memberikan Tottenham kesempatan untuk datang dari belakang dan menyusul kami secara perlahan lahan,” tandas Jurgen Kloop.

 

 

 

 

 

 

 

Liverpool Disarankan untuk Rekrut Janco Sancho

Eks gelandang Manchester United, Paul Ince memberikan sedikit saran kepada klub Liverpool agar segera mendekati Jadon Sancho yang saat ini tengah bersinar di Bundesliga.

Janco Sancho merupakan pemain didikan dari akademi klub Manchester City. Namun ia kemudian memutuskan untuk hijrah ke Borussia Dortmund pada Agustus 2017 lalu.

Keputusan itu merupakan keputusan yang sangat tepat. Ia melakoni debutnya untuk Borussia Dortmund pada 21 Oktober sebagai pemain pengganti. Lalu pada 14 Januari 2018, ia melakoni debutnya sebagai starter bagi klub Dortmund tersebut.

Pada tanggal 21 April, ia mencetak gol profesional pertamanya. Sejauh ini, ia telah tampil sebanyak 36 kali dan telah mencetakkan delapan gol plus 14 assist bagi tim senior BorussiaDortmund tersebut.

Jangan terlalu Berlebihan

Janco Sancho pun mendapatkan banyak pujian berkat performanya yang brilian sejauh ini. Akan tetapi ia sangat mengharapkan untuk kepada semua pihak agar tidak terlalu memujinya dan memberikannya tekanan secara berlebihan.

Sebab Sancho masih sangat belia. Ia berharap karirnya tidak rusak karena tekanan yang di berikan oleh media atau pujian yang terlalu berlebihan.

“Saya pikir ketika Anda melihat seorang Janco Sancho, jangan berlebihan. Ia baru berusia 18 tahun,” serunya pada Express Sport.

“Kami tidak ingin membuat para pemain ini lebih baik dari apa yang mereka miliki saat ini, mereka masih muda dan masih memiliki jalan yang sangat panjang,” terang Ince.

“Kita sebagai bangsa memiliki kecenderungan untuk membangun orang sejak usia muda dan kemudian menjatuhkan mereka kembali,” ketusnya.

Saran untuk Liverpool

Ia lantas menyarankan pada Liverpool agar mencoba untuk mendapatkan tanda tangan sang pemain Borussia Dortmunnd tersebut. Namun, ia menyarankan pada The Reds agar tidak terlalu terburu buru mendekatinya pada musim ini.

Sebab dengan demikian karirnya bisa berkembang dengan lebih stabil di Jerman.

“Saya merasa dengan Sancho, anak itu melakukannya dengan baik dan ia berani membuat keputusan untuk pergi dan bermain di Jerman. Ia harus terus bermain game sampai ia berusia 19 atau 20 tahun,” tegasnya.

“Maka mungkin Liverpool harus mulai mengamatinya. Dan bukan hanya dirinya, ada anak-anak lain di luar sana (di Jerman) yang juga tampil bagus,” seru Ince.

Manchester United Kembali Menang, Ole Gunnar Solskjaer Puji Penyelamatan De Gea

Manajer interim atau manajer sementara Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer memuji penyelamatan yang di buat oleh sang penjaga gawang United, David De Gea dalam kemenangan melawan Huddersfield, Rabu (26/12) malam.

Manchester United yang menorehkan catatan impresif mereka di bawah asuhan tangan Ole Gunnar Solskjaer (pelatih sementara Manchester United). Usai sebelumnya mengalahkan Cardiff City dengan skor 5-1, serta kini pasukan dari The Red Devils pun kembali sukses mengandaskan Huddersfield dengan skor 3-1.

dua gol dari Paul Pogba dan satu gol lainnya di persembahkan oleh Nemanja Matic dan membuat United semakin mendekati zona empat besar di tabel klasemen.

Momen Kunci

Menurut Ole Gunnar Solskjaer, kemenangan perdananya di Old Trafford tidak akan dapat terjadi jika seandainya saja De Gea tidak melakukan penyelamatan gemilang untuk menggagalkan peluang Laurent Depoitre pada pertandingan tadi malam.

“Penyelamatan yang dilakukan oleh David De Gea merupakan sebuah momen kunci bagi kami. Setiap tim, baik kandang atau tandang, akan mendapat peluang, karena kualitas yang di miliki setiap tim Premier League,” ujar Solskjaer kepada MUTV.

“Penyelamatan itu mungkin salah satu yang terbaik yang pernah saya lihat. Mungkin yang terbaik,” tambahnya.

Review Solskjaer

Lebih lanjut kembali, Ole Gunnar Solskjaer juga mengaku gembira dengan kemenangan yang di peroleh oleh United kali ini. Menurutnya, kemenangan ini memang layak di dapat timnya yang menampilkan permainan impresif.

“Hasil pertandingan yang sungguh hebat. Kami memulai laga dengan lambat. Kami membuat terlalu banyak satu sentuhan, kami tidak terlalu banyak menciptakan peluang di awal,” tutur Ole Gunnar Solskjaer.

“Setelah kami mencetak gol pertama, saya rasa kami mulai nyaman, kami mengumpan bola dengan lebih cepat. Ada satu periode sebelum turun minum ketika saya berpikir, ‘kita akan mengakhiri laga ini dengan gol kedua’. Lalu, saat di babak kedua, saya rasa kami cukup kesulitan di tujuh atau delapan menit pertama,” jelas Solskjaer.

 

 

 

 

 

Rafael Benitez Katakan Liverpool Kandidat Kuat Juara Liga Inggris

Liverpool ialah club sebagai calon kuat juara Premier League musim 2018/19. Hal itu dikatakan oleh manajer Newcastle United yaitu Rafael Benitez.

Liverpool jadi hanya satu club Premier League yang belumlah terkalahkan. Sampai minggu ke-18, The Reds sudah mencapai 15 kemenangan serta tiga hasil imbang. Hasil itu membuat Liverpool sekarang berada di puncak klassemen.

Jordan Henderson serta kawan-kawan ada di puncak klassemen dengan perolehan 48 point, unggul empat point dari Manchester City yang berada di tempat ke-2. Liverpool juga jadi calon kuat mencapai titel juara pada musim ini.

Rafael Benitez mengatakan bila aspek yang membuat Liverpool sekarang dapat berkompetisi di papan atas ialah scuad yang bagus. Perihal ini dapat berlangsung sebab ada dukungan dana yang besar untuk berbelanja pemain, suatu yang tidak ia temukan.

“Saat saya disana kami mesti jual pemain terlebih dulu untuk beli pemain baru,” membuka Benitez pada Dailymail.

“Saat ini, saya lihat mereka miliki scuad yang begitu baik sebab dapat membelanjakan uang serta membawa pemain yang lebih baik. Waktu Anda keluarkan uang banyak, Anda dapat bisa pemain lebih baik. Mereka juga tidak sembarangan untuk mendatangkan pemain dan itu sudah tampak di musim ini sebab tim mereka sangat kompak.”

“Mereka sudah mengontrak Fabinho, lantas membayar mahal untuk (Naby) Keita, tapi menjaga (Jordan) Henderson serta (Georginio) Wijnaldum,” pungkasnya.

Akan tetapi, Rafael Benitez menyebutkan Liverpool bukan hanya satu calon peraih titel juara musim 2018/19. Figur yang sempat melatih Real Madrid, menyebutkan ada Manchester City yang miliki kesempatan bagus untuk memperoleh titel Premier League.

“Saya fikir ke-2 team semakin maju di banding club lainnya. Liverpool tengah dalam perform yang bagus, mereka bermain dengan begitu baik serta tentu ini bisa menjadi pertandingan yang begitu berat buat kami,” tandas Benitez mendekati pertandingan bertemu Liverpool, Rabu (26/12/2018) malam WIB.

3 Hal yang Buat Liverpool Jadi Calon Juara Liga Inggris Musim Ini

Liverpool bak raksasa yang menanti waktu terjaga dari tidur panjang. Peristiwa itu ada di musim ini, saat Liverpool tampil mengagetkan karena sentuhan Jurgen Klopp.

Sekarang ini koleksi titel Liverpool ‘terkunci’ pada angka 18. Berstatus satu diantara club tersukses di Inggris, Liverpool tetap tidak berhasil mengusung trofi semenjak Divisi Penting Liga Inggris menjadi Premier League pada 1992.

Terakhir kali Liverpool jadi juara Liga Inggris pada 1990. Berarti, kerinduan Liverpudlian telah ketahan 28 tahun. Keseluruhan, ada 8 manajer coba akhiri puasa titel Liverpool, tapi tidak ada yang sukses mengerjakannya. Mereka finish menjadi runner-up 3x, yang paling akhir berlangsung pada musim 2013-14.

Perjalanan Liverpool tampak bagus pada musim ini. Mereka jadi hanya satu team yang belumlah terkalahkan di panggung Premier League. The Reds telah mendapatkan ‘hadiah’, yaitu tempat puncak klassemen sesaat.

Di bawah ini tiga fakta kenapa Liverpool akan menjuara Premier League musim ini.

Barisan Depan Lebih Produktif

Liverpool miliki beberapa striker terunggul di scuad mereka serta dapat lakukan merusak pertahanan lawan di hari bagus mereka. Trio striker The Reds cetak lebih dari 90 gol pada musim kemarin.

Mohamed Salah membuat riwayat dengan jadi pemain pertama yang cetak 32 gol dalam 38 laga Premier League musim kemarin. Mereka bertiga mengawali musim ini dengan catatan yang mengesankan ikut serta Salah sekarang ini ialah pembuat gol paling banyak bersama dengan di Premier League dengan 10 gol. Sadio Mane serta Roberto Firmino ikut dalam perform yang bagus sesudah cetak enam serta empat gol.

Mengingat bukti semua berumur 26 tahun serta ada di waktu jayanya, Klopp akan berupaya jadi lebih baik serta memenangi trofi pertamanya bersama dengan club. Kehadiran Naby Keita makin meningkatkan kreatifitas di team. Diluar itu, Xherdan Shaqiri serta Daniel Sturridge adalah pemain yang bagus dari bangku cadangan.

Posisi Belakang Lebih Padu

Pertahanan tetap jadi kekurangan paling besar Liverpool. Dalam beberapa laga terpenting, mereka seringkali kehilangan point sebab kecerobohan yang dikerjakan oleh posisi belakang mereka.

Akan tetapi, kehadiran Virgil van Dijk dari Southampton pada bursa transfer Januari lantas dapat dibuktikan jadi pembelian tepat oleh club serta pemain dari Belanda itu merubah pertahanan ringkih Liverpool jadi yang terunggul di liga dalam tempo kurang dari satu tahun.

Team Merseyside saat ini miliki rekor pertahanan terunggul di divisi paling atas Inggris serta cuma kebobolan enam gol dalam 16 laga musim ini.

Pemain seperti Joe Gomez, Trent Alexender Arnold, serta Andy Robertson ikut mendapatkan keuntungan dari kualitas kepemimpinan Van Dijk serta tampil impresif semenjak kehadirannya.

Diluar itu, The Reds ikut keluarkan 62 juta pounds untuk mengambil Alisson Becker serta pemain dari Brasil itu lakukan pekerjaan yang hebat selama ini.

Fokus

Liverpool bermain cemerlang menantang tim-tim besar semenjak Jurgen Klopp datang di club, tapi mereka kadang kesusahan menantang tim-tim yang lebih kecil.

The Reds tidak melawan team yang lebih kecil dengan daya, intensitas, serta gairah yang sama dengan waktu mereka menantang team besar. Mereka kehilangan point menantang tiga team yang terdegradasi musim kemarin serta itu adalah batu sandungan besar untuk mereka.

Akan tetapi, keadaan telah beralih pada musim ini serta The Reds pada akhirnya temukan ketekunan dalam tampilan mereka. Liverpool memenangi 13 dari 16 laga pertama mereka serta adalah hanya satu team yang belumlah terkalahkan di Premier League musim ini.

Liverpool sukses menaklukkan semua team yang mereka hadapi di luar team enam besar serta sukses mencapai sekurang-kurangnya satu point menantang lawan mereka.

5 Gaji Terbesar per Minggu Pemain Manchester United

 

Macam imbas jadi ‘milik’ Manchester United menjadi brand dengan cap team raksasa. Satu salah satunya ialah permasalahan upah alias penghasilan beberapa personil Manchester United tiap-tiap minggu.

Manchester United ialah club yang dibuat atas basic cinta serta suport beberapa pengagum. Dari masa Sir Matt Busby ke Class of 92 serta bahkan juga sampai akhir kepemimpinan Sir Alex Ferguson, pemain menghormati club lebih diri diri mereka sendiri.

Setan Merah ialah satu merk serta nilai pasarnya tidak dapat dipikirkan. Saat beberapa waktu akhir-akhir ini, kemampuan finansial United naik tapi prestasi di lapangan alami penurunan.

Walau tampilan mereka menyedihkan belakangan ini, kemampuan finansial club begitu menolong club menarik pemain kelas dunia di Old Trafford. Bahkan juga beberapa pemain yang ada di club saat lima sampai enam tahun menuntut kenaikan upah besar-besaran untuk perpanjang kontrak mereka.

Di bawah ini lima pemain Manchester United yang mendapatkan upah paling tinggi, dengan 1 pound sama dengan Rp18 ribu.

Fred – Rp3,15 miliar per Minggu

Awal mulanya, Fred bermain bareng Shakhtar Donetsk di Ukraina sebelum geser ke Manchester United pada musim ini. Pensiunnya Micheal Carrick serta kurangnya kreatifitas di posisi tengah membuat Jose Mourinho membawa Fred ke Old Trafford.

Fred membawa daya serta beberapa perasaan Samba ke scuad. Ia ialah gelandang yang tidak takut untuk lakukan tekel. Pemain dari Brasil itu juga bisa dapat memberi perlindungan pada beberapa pemain belakang.

Akan tetapi, semenjak masuk dengan Setan Merah, keadaan tidak berjalan seperti yang diharapkannya. Fred kesusahan memperoleh peluang bermain reguler dibawah manajer asal Portugal. Fred pasti mengharap dapat mendapatkan peluang yang lebih baik dibawah manajer baru.

Romelu Lukaku – Rp3,6 miliar per Minggu

Romelu Lukaku mengawali karirnya di Premier League dengan Chelsea tapi tidak berhasil tampil mengesankan untuk The Blues. Ia sudah sempat dipinjamkan ke West Brom sebelum di jual ke Everton. Mulai sejak itu, Lukaku sukses cetak banyak gol untuk The Toffees serta habiskan empat tahun di Goodison Park.

Sesudah Zlatan Ibrahimovic cedera, Manchester United memerlukan seseorang penyerang baru. Walau Chelsea ikut tertarik memulangkan sang pemain, Mourinho sukses membawanya ke Old Trafford dengan cost transfer sebesar 75 juta pounds.

Lukaku saat ini tengah masuk musim kedua-duanya bersama dengan United serta tengah melakukan periode yang susah dalam karirnya. Walau musim kiprahnya cukuplah mengesankan, dia tidak berhasil sampai standard itu pada musim ini. Lukaku tampak begitu kecapekan. Ia ialah hanya satu penyerang murni yang dipunyai United sekarang ini hingga itu meningkatkan desakan pada pemain Belgia itu.

David De Gea – Rp3,6 miliar per Minggu

David De Gea ialah satu diantara pemain yang diambil saat Sir Alex Ferguson masih tetap jadi manajer Manchester United. Tampilan impresif pemain dari Spanyol itu dengan Atletico Madrid membuat jadi alternatif yang baik buat Edwin Van Der Sar yang pensiun.

De Gea tampak kesusahan pada awal karirnya dengan Setan Merah sesudah membuat beberapa kekeliruan. Akan tetapi, seiring waktu berjalan, dia sudah menunjukkan dianya menjadi salah satunya pemain terunggul di club. Ia termasuk juga salah satunya penjaga gawang top dunia sekarang ini.

De Gea telah memenangi hampir semuanya dengan Setan Merah terkecuali Liga Champions. Dia ikut hanya satu penerima penghargaan Sir Matt Busby Player of the Year dalam tiga peluang beruntun.

Paul Pogba – Rp5,22 miliar per Minggu

Paul Pogba muncul dari akademi Manchester United dibawah Sir Alex Ferguson. Akan tetapi, kurangnya peluang bermain membuat pemain Prancis itu tinggalkan United serta masuk Juventus di Italia. Pogba menunjukkan dianya menjadi salah satunya gelandang terunggul dalam dunia saat empat tahun di Turin dengan memenangi Seria A serta sampai final Liga Champions.

Saat itu, United tengah kesusahan dengan kurangnya kreatifitas di posisi tengah. Kehadiran Jose Mourinho pastikan masuknya pemain kelas dunia di club diawali dengan Paul Pogba. Pogba pada akhirnya kembali pada Old Trafford dengan status pemain termahal dunia.

Walau harga nya begitu mahal, Pogba tidak dapat tunjukkan perform yang berkelanjutan serta ikut serta konflik dengan manajernya. Ia dicadangkan oleh Jose Mourinho dalam beberapa laga paling akhir. Manchester United membayar mahal Pogba tetapi mereka belumlah memperoleh akhirnya.

Alexis Sanchez – Rp7,2 miliar per Minggu

Alexis Sanchez sempat bermain untuk Barcelona serta Arsenal sebelum masuk dengan Manchester United di bursa transfer Januari musim kemarin. Sanchez adalah pemain terunggul Arsenal. Akan tetapi, dia miliki kemauan yang kuat untuk memenangi trofi.

Pada umur 29 tahun, Sanchez akan memutuskan untuk tinggalkan Emirates untuk mencari trofi serta diperebutkan dua club Manchester. Pada akhirnya, United sukses memperoleh pemain dari Chile itu dengan diganti Henrikh Mkhitaryan.

Akan tetapi, penampilannya belumlah dapat penuhi harapan pengagum serta diberitakan tidak kerasan di United. Sanchez belum juga tampilkan permainan terbaik di Old Trafford walau memperoleh upah yang besar sekali di club.

Solskjaer Juga Layak Mendapatkan Pekerjaan di Man Utd

Ole Gunnar Solskjaer layak mendapat kesempatan untuk memaksakan dirinya di depan Mauricio Pochettino dan Zinedine Zidane dalam daftar keinginan manajerial Manchester United, kata Wes Brown.

Pelatih asal Norwegia, yang merupakan bagian dari pasukan Treble yang menang pada tahun 1999, telah kembali ke Old Trafford secara sementara setelah pemecatan Jose Mourinho.

Masa pemerintahannya dimulai dengan awal yang sempurna dengan kemenangan 5-1 atas Cardiff, dengan tim yang dianggap telah dibebaskan dari belenggu mereka yang sekarang diperkirakan akan mendorong diri mereka ke posisi empat besar.

Jika mereka dapat mengakhiri musim di dalam paket Liga Premier itu, maka Brown tidak melihat alasan mengapa Setan Merah ingin mencari pelatih lain untuk membuat janji permanen.

Mantan bek United mengatakan kepada talkSPORT karena berbagai nama terus dikaitkan dengan posting profil tinggi: “Saya belum pernah melihat Man United bermain seperti itu dalam waktu yang lama.

“Anda bisa melihat semua orang menikmatinya [melawan Cardiff] dan jelas untuk manajer sebelumnya mereka tidak melakukan itu, jadi ada sesuatu yang salah.

“Ole telah masuk ke sana, mengembalikan senyumnya dan hanya berkata ‘pergi dan bermain’. Jika Ole bisa terus begini maka aku tidak bisa melihat alasan mengapa kita tidak bisa masuk empat besar. Para pemuda akan menakuti beberapa tim jika mereka terus bermain seperti itu.

“Secara pribadi, saya pikir akan lebih baik jika Ole mendapatkan pekerjaan penuh waktu. Saya ingin melihatnya tinggal jika dia melakukannya dengan baik.

“Jelas dia sudah diberitahu itu sampai akhir musim, tapi itu selalu bisa berubah, Anda tahu bagaimana sepak bola. Jika dia bisa mulai berproduksi, terus menang dan bermain seperti itu, apa pun bisa terjadi.

“Senang rasanya mengatakan kami ingin Pochettino dan Zidane, tapi itu tidak semudah itu dilakukan. Jika Ole baik-baik saja, saya tidak melihat alasan mengapa ia tidak bisa tetap bertahan.”

Jika United menyatakan minatnya untuk mempertahankan Solskjaer, maka paket kompensasi perlu disepakati dengan atasannya saat ini di Molde.

Kesepakatan serupa perlu dilakukan untuk memikat Pochettino menjauh dari rival domestiknya, Tottenham, dan memutusnya dari kontrak jangka panjang tidak akan murah.

Tidak ada penyelesaian yang diperlukan untuk mendaratkan mantan bos Real Madrid Zidane, tetapi ia tidak memiliki pengalaman sebelumnya tentang sepakbola Inggris dari karir bermain dan melatih yang berkilauan.

Klopp Yakin Man City Tidak Berada di Bawah Tekanan Meskipun Liverpool Dipuncak Klasemen

Jurgen Klopp tidak percaya Manchester City berada di bawah tekanan setelah Liverpool berada puncak Liga Premier. The Reds akan merayakan Natal dengan unggul empat poin atas juara bertahan menyusul kekalahan baru-baru ini untuk tim Pep Guardiola melawan Chelsea dan Crystal Palace.

Kedua pembalikan itu terjadi ketika Liverpool bermain lebih awal pada akhir pekan itu dan menang melawan Bournemouth dan Wolves masing-masing.

Tetapi Klopp menolak gagasan bahwa City sedang berjuang untuk menanggapi timnya yang masih belum terkalahkan – menunjuk pada keseluruhan kualitas kinerja mereka dalam apa yang menurutnya merupakan hasil yang tidak pantas.

“Anda melihat dua pertandingan yang mereka mainkan? Sepertinya mereka tidak merasakan banyak tekanan. Mereka luar biasa dalam pertandingan-pertandingan ini,” katanya pada konferensi pers untuk melihat pratinjau pertandingan Boxing Day dengan Newcastle United di Anfield.

“Jika Anda tidak menyelesaikan peluang Anda melawan Chelsea, Anda bisa kalah. Mereka adalah tim yang lebih baik dalam pertandingan ini

“Crystal Place melakukan pekerjaan yang luar biasa dan mencetak gol luar biasa. Itu selalu membuat hidup tidak nyaman.

“Itu [berarti] sama sekali tidak ada. Sulit untuk memenangkan pertandingan sepak bola, kadang-kadang berhasil dan kadang tidak. Mereka hanya sedikit kurang beruntung dalam dua pertandingan ini dan ini terjadi dari waktu ke waktu.”

City menjamu Liverpool pada 3 Januari dan jarak antara pasukan Guardiola di urutan kedua dan Tottenham di posisi ketiga lebih sempit daripada yang ada di antara mereka sendiri dan Liverpool setelah Spurs menang 6-2 di Everton, Minggu.

Klopp berpikir tim Mauricio Pochettino adalah tim yang lebih baik dari musim lalu dan merupakan penantang kuat untuk title dan tidak mengesampingkan mereka di tempat pertama.

“Kalian membuat cerita tentang siapa yang masuk, siapa yang keluar,” katanya.

“Saya melihat pertandingan kemarin melawan Everton dan gol pertama Tottenham jelas merupakan situasi yang dibutuhkan Tottenham. Everton bermain lebih dari oke dalam beberapa menit pertama.

“Kemudian mereka melakukan segalanya, itu benar-benar mengesankan bagaimana Tottenham melakukannya. Hal yang sama dapat terjadi dengan Chelsea, Arsenal dan semua tim itu. Tidak ada yang bisa merasa aman, tidak ada yang bisa merasa keluar dari balapan atau apa pun. Ini bukan waktu untuk memikirkannya .

“Itu hanya tim sepak bola yang fantastis dan saya katakan beberapa kali bahwa Tottenham mengalami musim panas yang paling sulit, dan saya tidak bermaksud [karena mereka] tidak merekrut pemain. Delapan atau sembilan pemain bermain Piala Dunia penuh dan bermain bagaimana mereka miliki sejauh musim ini lebih dari mengesankan.

“Banyak tim berada dalam apa pun yang Anda sebut perlombaan gelar dan itulah satu-satunya perbedaan pada musim lalu, ketika tidak ada seorang pun pada saat itu mampu mendorong dominasi City. Itu bagus untuk semua pendukung.”

Alih-alih melihat terlalu jauh ke depan, Klopp ingin para pemainnya fokus penuh untuk tantangan yang diharapkan untuk menghancurkan pertahanan Newcastle yang dikelola dengan baik di bawah mantan bos The Reds, Rafael Benitez.

“Pertandingan Wolverhampton adalah tantangan besar bagi kami setelah menang melawan Napoli dan Man United,” tambahnya, setelah dikonfirmasi bek Trent Alexander-Arnold kembali dalam pelatihan penuh setelah cedera kaki.

“Dalam benak para pemain, mereka bisa sedikit fokus. Saya sangat senang ketika saya melihat sikap untuk pertandingan itu juga. Itu yang kita butuhkan – tetap marah, tetap serakah.”

Arnold dan Naby Keita Masuk Daftar Cedera Liverpool

Bek kanan akan kembali ke latihan pada hari Senin setelah cedera pergelangan kaki sementara gelandang akan bugar meskipun ada pemotongan berkelanjutan di Wolves.Trent Alexander-Arnold dan Naby Keita siap memberi Liverpool tambahan cedera menjelang pertandingan Reds ‘Boxing Day dengan Newcastle.

Pasangan ini diperkirakan akan lulus fit untuk pertandingan hari Rabu setelah mengalami cedera pergelangan kaki dan kaki masing-masing.Alexander-Arnold akan kembali ke pelatihan penuh pada hari Senin setelah melewatkan dua pertandingan terakhir timnya. Pemain berusia 20 tahun menyaksikan kemenangan Jumat di Wolves dari pertandingan tandang di Molineux, dan telah membuat kemajuan yang baik dari masalah pergelangan kaki yang berkelanjutan melawan Napoli awal bulan ini.

Berita itu datang pada saat yang tepat untuk Jurgen Klopp, yang telah menggunakan James Milner dan Nathaniel Clyne sebagai bek kanan saat absennya Alexander-Arnold. Milner mulai di sana melawan Wolves, sementara Clyne terkesan melawan Manchester United dalam apa yang merupakan liga pertamanya musim ini.Prognosis pada Keita juga positif. Gelandang Guinea itu dibawa ke Wolves setelah mengalami luka pada kaki dan tulang rusuknya dalam insiden terpisah, tetapi tidak ada kemungkinan kerusakan yang berlangsung lama.

Keita akan melaporkan untuk pelatihan seperti biasa pada hari Senin setelah dinilai oleh staf medis klub.Klopp memberikan para pemainnya hari Minggu saat mereka bersiap untuk pertandingan kandang berturut-turut minggu ini. Setelah menghadapi Newcastle dari Rafa Benitez pada Boxing Day, Liverpool menjamu Arsenal pada Sabtu, berusaha mempertahankan, atau mungkin memperpanjang, selisih empat poin mereka dengan Manchester City di puncak Liga Premier.

The Reds, tentu saja, melakukan perjalanan ke Stadion Etihad pada 3 Januari dalam apa yang menjanjikan pertemuan yang mendebarkan dan penting.Klopp akan mempertimbangkan untuk membuat perubahan pada susunan pemain starternya untuk pertandingan Newcastle, dengan Clyne, Alberto Moreno, Gini Wijnaldum, Adam Lallana dan Xherdan Shaqiri semuanya mendorong untuk memulai ketika Liverpool berusaha untuk mencatat kemenangan liga kedelapan beruntun.