Roy Hodgson Yakin Liverpool Bakal Tergelincir !

Manajer Palace percaya Manchester City tidak perlu terlalu khawatir dengan The Reds sekarang empat poin.Manajer Crystal Palace Roy Hodgson bersikukuh Liverpool akan tergelincir dalam perburuan gelar Liga Premier, menyatakan kekecewaan itu tidak bisa dihindari bagi The Reds.Prediksi Hodgson datang setelah ia mendalangi kemenangan 3-2 yang mengejutkan Palace atas Manchester City pada akhir pekan yang membuat tim Jurgen Klopp mendapat selisih empat poin sebagai pemimpin liga.

Liverpool tetap menjadi satu-satunya tim tak terkalahkan di Liga Premier musim ini setelah 18 pertandingan dan berhasil melewati Wolves 2-0 saat City secara mengejutkan kehilangan poin.Meskipun The Reds sekarang memiliki ruang bernapas di puncak, Hodgson menekankan City seharusnya tidak khawatir tentang situasi saat ini, mencatat pasukan Klopp akan cepat atau lambat akan menghilang.

“Saya tidak berpikir Pep Guardiola akan terlalu khawatir tentang kesenjangan empat poin dengan 20 pertandingan tersisa untuk dimainkan,” kata Hodgson.“Salah satunya akan melawan Liverpool, tetapi bahkan tanpa pertandingan itu kemungkinannya adalah Liverpool akan pergi ke suatu tempat dan hal seperti ini akan terjadi.”Seseorang akan mengalahkan mereka melawan rintangan, masih ada jalan panjang yang harus ditempuh dan akan ada gangguan di suatu tempat di sepanjang garis itu.”

Klopp, yang belum pernah memenangkan trofi bersama Liverpool, tentu saja tidak unggul meskipun sejarah Natal lebih memihak The Reds.

“Ada yang mengatakan empat kali terakhir yang pertama di meja saat Natal memenangkan liga, tetapi apakah itu balapan yang begitu ketat?” Kata Klopp.

Bek tengah Liverpool, Dejan Lovren, tidak berada di sisinya tergelincir dalam waktu dekat, baru-baru ini meminta mereka menyalin Invincibles Arsenal dan menjalani seluruh musim tanpa terkalahkan.

Magic Luka Modric Menangkan Ballon d’Or

Jangan tertipu oleh klaimnya bahwa ia adalah pemain “normal” – Madrid dan pahlawan Kroasia telah membuktikan sekali lagi bahwa ia adalah bakat luar biasa.Berbicara dengan lembut dan menonjolkan diri hampir karena suatu kesalahan, bahkan tidak dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia dapat mengembang ego Luka Modric.

Pemenang Ballon d’Or 2018 mengakhiri satu dekade dominasi tiran atas penghargaan oleh Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, yang telah berbagi secara adil – jika tidak selalu tidak kontroversial – 10 penghargaan terakhir. Modric, bagaimanapun, melihat kemenangannya sebagai kemenangan untuk ‘si kecil’.

“Aku senang seseorang yang normal bisa memenangkan Ballon d’Or.”

Namun, jangan tertipu oleh keangkuhan Modric. Di bawah eksterior sederhana itu adalah seorang playmaker yang benar-benar luar biasa yang sepenuhnya layak untuk menyelesaikan dua raksasa sepakbola – sebuah fakta yang digarisbawahi dengan kinerja pemenang pertandingan untuk memahkotai juara dunia Madrid pada hari Sabtu.

Pasukan Santiago Solari bisa dimaafkan karena mengambil final Piala Dunia Klub agak ringan. Di sisi berlawanan dari lapangan adalah Al Ain, sang pahlawan lokal di Abu Dhabi yang telah mengeluarkan Wellington, Esperance de Tunis dan River Plate di jalan menuju penentu tetapi yang pasti kalah melawan pemenang tiga gelar Liga Champions terakhir .

Sebagian kejatuhan River meremehkan saingan itu, dan Madrid hampir membayar kesalahan yang sama sejak awal. Kesalahan mengerikan dari Marcelo hanya 12 menit memasuki final sehingga Hussein El Shahat menerobos masuk ke gawang dan hanya perhentian ajaib Sergio Ramos di telepon yang menghentikan favorit yang tertinggal setelah penjahat Al Ain itu menari-nari melewati Thibaut Courtois.

Itu nyaris terjadi adalah menunjukkan ketidakhadiran dan kurangnya fokus yang telah menyakiti waktu Madrid dan lagi dalam awal yang sangat mengecewakan untuk musim ini. Beruntung bagi pihak Liga, mereka memiliki kartu as dalam bentuk jenius Kroasia mereka.Beberapa menit setelah intervensi Ramos, Modric diberikan satu inci ruang di tepi kotak Al Ain. Dia tidak membutuhkan lebih banyak. Gelandang itu menceploskan bola melewati kiper Eisa dengan usaha yang tak terhentikan, sebuah bayangan nyaris dari serangan yang menghabisi Argentina di Piala Dunia musim panas ini karena saat ini ia memilih untuk menggunakan sepatu kirinya. Dari titik itu dan seterusnya, dan di samping yang lain menakut-nakuti ketika Caio yang brilian meraup kepala Courtois hanya untuk dipanggil kembali karena offside marjinal, pertandingan itu adalah kehilangan Madrid.

Heracles Unggul 3-0 Tanpa Balas atas Excelsior

Dalam laga match day ke 17 pada ajang kompetisi Liga Eredivisie Belanda yang berlangsung hari Minggu (23/12/2018) dini hari tadi di Van Donge & De Roo Stadion,tim Heracles yang menjalani laga tandangnya pada dini hari tadi itu pun berhasil membawa pulang raihan kemenangan dan juga tambahan tiga poinnya usai menundukkan lawannya tuan rumah Excelsior dengan skor 0-3 tanpa balas. Dimana gol-gol kemenangan dari tim Heracles itu pun dipersembahkan oleh Kristoffer Peterson, Brandley Kuwas dan Mohammed Osman.

Dalam jalannya laga pertandingan yang berlangsung pada dini hari tadi,tim tuan rumah Excelsior yang bermain didepan publiknya sendiri itu pun memang terlihat memberikan perlawanan yang ketat dan sengit pada saat menghadapi lawannya Heracles. Sebab hal itu pun bisa terlihat dari jalannya permainan yang cukup berimbang diantara tim tuan rumah Excelsior dengan tim Heracles didalam sepanjang pertandingannya pada babak pertama. Namun tim Heracles pun akhirnya baru bisa membuka keunggulannya dan memimpin dengan skor 0-1 terlebih dahulu dimenit 35 pada babak pertama melalui gol dari Kristoffer Peterson. Dua menit menjelang akhir laga babak pertama,tim Heracles pun berhasil menggandakan keunggulannya menjadi 0-2 melalui gol dari Brandley Kuwas.

Didalam laga babak kedua,tim Heracles yang unggul dengan skor 0-2 atas tuan rumah Excelsior didalam laga babak pertama itu pun lantas masih tetap terlihat menjalani permainan yang cukup berimbang dan ketat dari awal mulainya laga babak kedua. Terlebih lagi tim tuan rumah Excelsior yang tengah tertinggal itu pun terlihat bermain dengan impresif dalam mengejar ketertinggalannya tersebut didalam sepanjang pertandingannya pada babak kedua. Sialnya bagi tim tuan rumah Excelsior karena gawang mereka pun harus mengalami kebobolan dan tertinggal 0-3 dari tim Heracles dimenit 66 pada babak kedua melalui gol dari Mohammed Osman. Setelah itu skor 0-3 yang didapatkan oleh tim Heracles itu pun lantas tidak lagi berubah dan bahkan tetap bertahan hingga akhir pertandingan babak kedua.

Atas raihan kemenangan dan juga tambahan tiga poin yang didapatkan oleh tim Heracles pada dini hari tadi itu pun tentunya membuat mereka sementara berada diperingkat kelima pada papan klasemen Liga Eredivisie Belanda dengan jumlah raihan 26 poin. Sementara itu tim tuan rumah Excelsior yang gagal dalam mendapatkan raihan poin positifnya tersebut pun harus puas untuk berada diperingkat 14 dengan jumlah raihan 16 poin.

Manchester City Takluk 2-3 Dari Palace di Kandang Sendiri

 

Manchester City mengalami kekalahan di kandang sendiri ketika menjamu Crystal Palace. Sempat unggul terlebih dulu, City pada akhirnya takluk dengan skor akhir 2-3.

Menjamu Palace di Etihad Stadium pada hari Sabtu (22/12/2018) malam WIB, City menguasai jalannya pertandingan sejak awal. Ilkay Guendogan kemudian membawa tim tuan rumah memimpin pada menit ke-27.

Akan tetapi Palace merespons tidak lama kemudian. Jeffrey Schlupp menyamakan kedudukan pada menit ke-33, lantas Andros Townsend membalikkan skor dua menit kemudian lewat tendangan dari depan kotak penalti.

City mendapatkan pukulan telak lain di dalam upayanya mengejar ketertinggalan saat dihukum penalti pada menit ke-51. Luka Milivojevic berhasil mengkonversi penalti itu dan memperbesar keunggulan tim tamu.

City pun habis-habisan mengejar gol dan mendapatkannya pada menit ke-85 lewat Kevin De Bruyne. Namun tidak ada lagi gol lain yang tercipta sehingga City menutup pertandingan dengan kekalahan 2-3.

Dengan hasil ini, The Citizens masih berada di peringkat 2 dengan nilai 44 poin. City tertinggal 4 angka dari Liverpool yang memuncaki klasemen Premier League. Sementara itu The Eagles naik ke urutan 14 dengan nilai 18 poin.

Jalannya Laga

City memberikan ancamannya pada menit ke-2 melaui Fabian Delph. Tendangan Delph mengarah ke gawang, akan tetapi masih bisa dihalau Vicente Guaita.

Sebuah kesalahan pada menit ke-11 hampir berbuah fatal buat Palace. Mamadou Sakho ceroboh di dalam memberikan umpan dan dipotong Guendogan, kemudian bola diberikan kepada Leroy Sane di sebelah kiri. Tembakan akhir Sane hanya mengarah ke samping gawang.

Kesempatan lain untuk City lima menit berselang. Umpan lambung dari sepak pojok coba disambut Raheem Sterling dengan tendangan voli, namun alih-alih mengarah ke gawang, bola malah menyasar ke Bernardo Silva. Lantas bola disepak Bernardo Silva dan masih bisa dihalau Aaron Wan-Bissaka tepat di garis gawang.

Serangan City membuahkan gol pada menit ke-27. Delph dengan lihai melihat Guendogan menusuk dan melepaskan umpan lambung. Bola pun disundul Guendogan dan menaklukkan Guaita. 1-0 untuk City.

Palace membalasnya menjadi 1-1 pada menit ke-33. Lewat serangan balik, bola diberikan James McArthur kepada Schlupp. Dalam kawalan Kyle Walker, Schlupp melepaskan tendangan mendatar ke sudut kanan bawah gawang yang tidak bisa dijangkau oleh Ederson Moraes.

Dua menit kemudian Palace berbalik unggul 2-1. Bola sapuan Bernardo Silva dari tendangan sudut jatuh tidak jauh di muka kotak penalti City. Townsend pun langsung menyambarnya dengan sepakan voli, bola meluncur deras ke sudut atas kanan gawang Ederson.

Setelah unggul, Palace kembali merapatkan barisan pertahanannya. City mendominasi pada sisa waktu babak pertama, akan tetapi tidak ada peluang bersih yang tercipta. City menutup jalannya babak pertama dengan tertinggal 1-2.

City mencoba meningkatkan daya serangnya pada babak kedua dengan memasukkan Sergio Aguero dan menarik keluar Nicolas Otamendi. Akan tetapi Palace melihat ada celah di lini pertahanan City.

Crossing berbahaya dari Wan-Bissaka disambut Townsend dengan tembakan. Bola memantul kembali ke dalam permainan setelah mengenai tiang gawang. Bola liar kemudian dikejar oleh Max Meyer yang lantas terjatuh karena ditekel Walker. Wasit Andre Marriner pun langsung menunjuk titik putih. Milivojevic maju sebagai algojo dan mengarahkan bola ke sebelah kanan. Ederson menebak arah sepakan itu dengan tepat, tapi tetap tidak bisa menghentikan laju bola. 3-1 untuk Palace.

City kian bernafsu mengejar ketertinggalannya dengan memasukkan De Bruyne dan Riyad Mahrez untuk meningkatkan daya serang. Akan tetapi peluang terbaik hadir dari situasi bola mati pada menit ke-76. Mendapatkan sepakan bebas tidak jauh dari kotak penalti Palace. Sane melepaskan tembakan langsung yang hanya mengenai sisi luar tiang gawang sebelah kanan.

City berhasil memperkecil kedudukan menjadi 2-3 pada menit ke-85. De Bruyne mencoba melepaskan crossing, akan tetapi bola mengarah ke gawang, melewati atas kepala Guaita dan masuk ke dalam gawang.

City memperoleh kans pada masa injury time. Umpan lambung De Bruyne disambut Gabriel Jesus dengan sundulan kepala di muka gawang, tapi masih melambung.

Hingga pertandingan berakhir, City tidak bisa mencetak gol lain. Palace pun berhasil menjaga keunggulan 3-2 dan meraih 3 angka di makras juara bertahan Premier League 2017/2018 itu.

West Ham Dipencundangi  Watford

Watford naik ke urutan keenam di Liga Premier ketika gol-gol dari Troy Deeney dan Gerard Deulofeu memastikan kemenangan 2-0 di West Ham kemudian Deeney memberi tim tamu keunggulan di menit ke-30, melangkah untuk mencetak gol ketiganya musim ini dari titik penalti setelah Fabian Balbuena menjatuhkan Roberto Pereyra jadi West Ham, yang turun ke peringkat 12, hampir menyamakan kedudukan di awal babak kedua ketika sundulan Michail Antonio melambung dari tiang gawang dan penyerang memiliki peluang emas lain di menit ke-85, menuju mistar gawang dari jarak dekat setelah Ben Foster menyangkal Robert Snodgrasss sebab Kehilangan itu kembali menghantui The Hammers ketika beberapa menit kemudian Deulofeu (87) mencetak tiga poin bagi tim tamu lalu The Hammers, yang ingin memenangkan lima pertandingan Liga Premier berturut-turut untuk pertama kalinya sejak Februari 2006, mulai dengan cerah dengan Declan Rice dan Michail Antonio memaksa Ben Foster melakukan penyelamatan awal Namun, Watford yang memimpin pada menit ke-30, Deeney mengalahkan Fabianski dari titik penalti setelah Balbuena menjatuhkan Pereyra ketika pemain tengah itu mencetak gol.

Tuan rumah nyaris menyamakan kedudukan sebelum turun minum ketika Antonio menyundul umpan silang jauh dari Felipe Anderson ke arah Javier Hernandez. Pemain internasional Meksiko melakukan tendangan voli ke sudut bawah tetapi Foster menukik ke kiri untuk mendorong bola ke tempat yang aman Beberapa saat setelah jeda, Antonio semakin mendekat, melirik sudut Robert Snodgrass ke tiang jauh. Foster kemudian membantah Arthur Masuaku dari jauh sebelum Hernandez benar-benar kehilangan tendangannya enam meter setelah dimainkan oleh Felipe Anderson sedangkan Abdoulaye Doucoure berpikir dia menggandakan keunggulan Watford setelah mengunci umpan silang Pereyra, tetapi Fabianski melakukan dengan gemilang untuk mengarahkan bola melewati mistar gawang sebelum juga menyangkal Deeney sedetik kemudian Manuel Pellegrini mengirim Andy Carroll dalam upaya untuk meraih equalizer terlambat tetapi dengan West Ham menumpuk ke depan, mereka meninggalkan celah di belakang dan Deulofeu dihukum kemudian dengan finish rendah melintasi Fabianski untuk menutup kemenanga dan Kiper Watford harus dalam kondisi prima untuk menjaga clean sheet-nya tetap utuh. Dia melakukan penyelamatan penting pada saat-saat genting dalam pertandingan untuk membantu timnya mengamankan kemenangan tandang kedua musim ini.

Dia melakukan dengan gemilang untuk menghindari tendangan voli Hernandez untuk menjaga keunggulan timnya menjadi separuh waktu dan kemudian dia membuat penyelamatan penting untuk mencegah upaya Snodgrass yang dibelokkan beberapa saat sebelum Deulofeu mengamankan ketiga poin maka Watford telah memenangkan lima dari delapan pertandingan Liga Premier terakhir mereka melawan West Ham, memenangkan tiga laga tandang di kandang sendiri (1-0 pada Februari 2007, 4-2 pada September 2016 dan 2-0 pada Desember 2018) lalu West Ham kehilangan hanya pertandingan kedua mereka dalam sembilan terakhir mereka di Liga Premier, setelah memenangkan masing-masing dari empat pertandingan terakhir sebelum hari ini dan The Hammers telah gagal menjaga clean sheet dalam 10 dari 11 pertandingan kandang Liga Premier terakhir mereka dimana Deeney telah mencetak gol dalam tiga dari empat penampilan liga terakhirnya melawan West Ham, dengan dua gol datang di Stadion London dan Deulofeu mencetak gol dalam penampilan Liga Primer berturut-turut untuk pertama kalinya dalam karirnya sebab Watford mengakhiri rentetan tujuh pertandingan Liga Premier berturut-turut di mana mereka gagal menjaga clean sheet.

Chelsea akan mencoba memberi sebuah penawaran Gonzalo Higuain

Klub ajang Premier League ‘Chelsea’ akan tampaknya mereka sedang dalam keseriusan untuk bisa mendatang seorang pemain yang bernama Gonzalo Higuain untuk ke Inggris. Dan sehingga dengan The Blues telah di kabarkan siap bisa mengajukan dengan sebuah penawaran yang cukup besar untuk striker Juventus.

Namun bagi mereka ini sudah bukan menjadi rahasia umum, karena dengan Chelsea sedang dalam berburu untuk penyerang baru. Namun bagi pelatih mereka yang bernama Maurizio Sarri telah di kabarkan kurang merasa puas dengan opsi di lini pertengahan serang mereka yang baru memiliki sejaih dan sehingg di mana dengan Alvaro Morata dan Olivier Giroud telah di nilai kurang merasa cocok dengan skema permainannya.

Karena dengan sejumlah nama yang sudah di kabarkan bukan menjadi sebagai buruan Chelsea saat di bursa transfer pada musim dingin yang akan mendatang. karena dengan salah satu Gonzalo Higuain yang sedang berada di tengah untuk bisa memperkuatkan AC Milan sebagai status pemain pinjaman.

“Chelsea akan tampaknya seang memprioritaskan transfer Gonzalo Higuain pada di bulan Januari yang akan mendatang. karena dengan adanya salah satu tim yang berasal dari London Barat telah di kabarkan sudah menyiapkan sebuah penawaran yang cukup lumayan mahal untuk sang striker.” Dilansir The Daily Mail.

Maka dengan rumor ketertarikan dari Chelsea yang terhadap kepada Gonzalo yang sejatinya bukan menjadi sebuah kabar baru lagi. Karena pada saat di musim panas kemarin, dengan striker Timnas yang berasal dari Argentina juga di kabarkan untuk bergabung dengan The Blues.

Pelatih Chelsea yang bernama Maurizio Sarri telah di kabarkan ingin untuk bisa mendatangkan Gonzalo Higuain untuk ke London Barat. Karena dengan pasalnya ia sudah yakin bahwa dengan Gonzalo Higuain yang bisa menjadi sebagai mesin gol dan juga bisa di andalakan kepada pihak timnya.

Maurizio Sarri dan Gonzalo Higuain akan masih sempat untuk bekerja sama di Napoli. Karena pada saat itu Maurizio Sarri telah berhasil menyulap Gonzalo Higuain yang akan menjadi sebagai salah satu pencetak gol terbanyak di Serei A mengungguli dengan sejumlah nama penyerang beken saat di Italia.

 

 

Sebab Irfan Jaya Senang Simon McMenemy Jadi Manager Timnas Indonesia

 

Striker sayap Irfan Jaya menyongsong positif kedatangan Simon McMenemy sebagai pelatih baru Tim nasional Indonesia. Pemain Tim nasional Indonesia di Piala AFF 2018 itu cukuplah tahu rekam jejak debut McMenemy.

McMenemy sempat melatih Tim nasional Filipina yang meluncur sampai semi final Piala AFF 2010. Memulai karir di Indonesia, pria berumur 41 tahun itu sempat juga melatih Partner Kukar serta Pelita Bandung Raya (saat ini Madura United).

Akan tetapi, namanya mulai diketahui publik dengan luas sesudah mengatasi Bhayangkara FC pada awal musim 2017. McMenemy ikut membawa club berjulukan The Guardian itu menjadi kampiun Liga 1 2017.

“Saya tahu ia sempat melatih Tim nasional Filipina di Piala AFF 2010. Bermakna, ia telah memiliki pengalaman melatih timnas. Ia juga tahu sepak bola Indonesia, jadi saya fikir ia pas melatih Tim nasional Indonesia,” kata Irfan, Jumat (21/12/2018).

Irfan mengakui belumlah kenal dekat dengan McMenemy. Pemain Persebaya Surabaya itu cuma sempat sekali berjumpa dengan pria asal Skotlandia itu.

Peristiwa itu berlangsung waktu Persebaya memerankan lawatan ke markas Bhayangkara FC pada kelanjutan Liga 1 2018 di Stadion PTIK, Jakarta (11/7/2018). Bahkan juga, Irfan ikut cetak satu gol dalam pertandingan yang selesai 3-3 itu.

“Saya belumlah kenal dengan pelatih baru tim nasional itu. Saya sudah mengetahui namanya, tetapi belumlah tahu ciri-ciri mainnya. Selama ini saya ketahui ia menjadi pelatih Bhayangkara,” kata pemain berumur 22 tahun itu.

“Saya sempat miliki peluang cuma sekali saja bertemu coach Simon McMenemy. Waktu itu, Persebaya berkunjung ke markas Bhayangkara di Stadion PTIK. Tetapi, saya ikut tidak pernah bercakap langsung dengan ia,” paparnya.

Sampai kini McMenemy diketahui menjadi pelatih muda yang mahir melambungkan serta memercayakan pemain muda juga. Wahyu Subo Seto (25 tahun), Awan Setho Raharjo (21), Teuku Muhammad Ichsan (21) ialah jadi bukti kekuatannya memoles pemain muda.

Bukti itu membawa angin fresh buat Irfan yang masih tetap termasuk menjadi pemain muda. Akan tetapi, bekas pemain PSM U-21 itu malas terbuai dengan catatan itu. Ia masih ingin kerja keras supaya bisa tembus Tim nasional Indonesia kembali.

“Sebagai pemain, saya juga bakal berupaya dahulu di club bersama dengan Persebaya. Jika peran bagus di club, tinggal menanti di panggil seleksi atau gabung TC di tim nasional,” tutupnya.

Luka Modric Yang Hidup Dalam Keraguan

Luka Modric selalu saja diragukan akan bisa sukses dalam dunia sepakbola oleh banyak sekali orang semenjak dirinya remaja. Pada tahun 2018 ini adalah jawaban dari semua orang yang selalu meragukannya.

Modric berhasil untuk memenangkan banyak sekali gelar individual selama tahun 2018 ini. Dia menjadi Pemain Terbaik UEFA, Pemain Terbaik FIFA, Pemain Terbaik Piala Dunia, memenangkan penghargaan Ballon d’Or, Pemain Terbaik Kroasia dan juga menjadi Pemain Terbaik versi GQ’s Sportsman.

Penghargaan itu juga tidak lantas membuat semua orang sepakat kalau Modric layak untuk mendapatkannya. Padahal Modric sudah jelas sangat membantu Madrid memenangkan titel juara Liga Champions sebanyak tiga kali secara berturut-turut dan juga membawa timnas Kroasia menuju babak final kompetisi Piala Dunia 2018 yang lalu.

“Memang benar jika saya harus bisa memenangkan hal yang jauh lebih banyak lagi supaya bisa berhasil. Memenangkan tiga kali Kroasia secara secara beruntun serta membawa negara yang kecil seperti Kroasia untuk pergi ke partai final Piala Dunia dan itu merupakan sebuah hal yang tidak dapat bisa dibayangkan,” ujar Modric.

“Baru saja ada sebuah penghargaan lain yang menyadari kalau sepakbola bukanlah sebuah hal yang selalu saja mengenai gol, gol serta gol saja,” lanjutnya.

Pemain gelandang yang memiliki tinggi 172 cm tersebut lantas bercerita mengenai bagaimana banyak sekali orang yang meragukan dirinya. Postur tubuh yang cukup mungil membuatnya sulit menghilangkan keraguan dari orang lain.

“Saya juga sudah hidup dikelilingi oleh keraguan semenjak saya masih sangat muda dan tidak terlalu tinggi. Sejumlah orang berpikir kalau penting untuk memenangkan kehidupan serta didalam sepakbola, namun tidak pernah saya meragukan hal itu didalam diri saya,” lanjutnya.

“Sangat tidaklah penting sekali apa yang dikatakan oleh orang lain dan saya selalu terus melihat kedepan dan saya tidak pernah mempunyai keraguan kalau saya akan bisa mendapatkannya. Semua itu bukanlah hadiah. Semuanya bisa tercapai dengan kerja keras,” kata Modric dengan tegas.

Kontrak profesional yang didapatkan modric pertama kali adalah dari Dinamo Zagreb. Akan tetapi tidak mendapatkan kesempatan untuk bermain didalam tim utama dan harus pergi dulu ke Zrinjski Mostar dengan status pemain pinjaman.

Modric sendiri bisa kembali lagi ke Dinamo Zagreb disaat tahun 2005 yang lalu. Disana perlana namanya mampu meroket sebelum membuat Tottenham Hotspur menginginkannya dan sekarang ini sudah bergabung bersama dengan Real Madrid.

“Saya bermain didalam klub terbaik yang ada di Kroasia, yaitu Dinamo Zagreb dan juga saya harus mendengarkan orang yang mengatakan kalau saya tidaklah bisa bermain didalam level yang seperti ini. Setelahnya saya pergi ke Inggris dan kemudian ke timnas Kriasa dengan sebuah keraguan yang sama,” ujar Modric.

“Semua itu kemudian membuat saya merasa jauh lebih baik. Berkat rasa percaya diri dan juga dukungan dari orang-orang yang sangat dekat dengan saya, saya berada didalam sebuah klub terbaik yang ada didunia. Meskipun Madrid adalah orang-orang sempat tidak percaya dengan saya. Itu merupakan bagian dari kehidupan saya dan selalu dikelilingi oleh keraguan dan juga saya selalu mendengar orang lain mengatakan kalau saya tidak akan bisa sampai ke puncak,” tuntasnya.

Meski demikian, namun performa Modric pada musim ini tidaklah terlalu memukau. Dalam 22 laga yang telah dia jalani bersama dengan Madrid pada musim ini, Modric hanya mampu memberikan tiga assist saja. Performa itu lantas membuat Madrid harus kehilangan cukup banyak angka yang dimana mereka sekarang sedang berada diurutan keempat klasemen sementara dengan terolehan 29 angka dan tertinggal 5 angka dari FC Barcelona yang sedang memimpin klasemen sementara.

Messi Sumbangan Rp 1,66 Miliar Untuk Warga Argentina Dalam Bentuk Obat-obatan

Bergaya hidup mewah ternyata tidak membuat pemain bintang klub FC Barcelona, Lionel Messi lupa untuk diri. Pemain bintang asal Argentina tersebut tida lupa untuk menyisihkan sedikit pendapatannya untuk memberikan sumbangan kepada warga Argentina yang baru saja dilakukannya dengan mengelontorkan dana hingga Rp 1,66 miliar.

Sumbangan tersebut disalutkan dari yayasan yang dimilikinya, Lionel Messi Goundation melalui UNICEF semenjak akhir tahun yang lalu. Messi sendiri telah menjadi duta badan PBB semenjak tahun 2010 yang lalu.

Salah satu media dari Spanyol juga melaporkan kalau bantuan yang disalurkannya tersebut berbentuk produk kesehatan dasar. Jumlahnya tidak lain mencapai 100 ribu euro atau setara dengan Rp 1,66 miliar.

Produk-produk kesehatan tersebut kemudian disalurkan kesebuah provinsi yang ada di Argentina yang tidak lain bernama Chacho. Ada total sebanyak 41.600 jiwa yang langsung mendapatkan manfaat dari bantuan tersebut yang dimana juga 37.775 diantaranya merupakan anak-anak.

Jumlah dari sumbangan tersebut tentunya tidak seberapa jika dibandingkan dengan gaji mingguan yang diterima oleh pemain lulusan akademi Barca, La Masia tersebut. Sekarang ini kabarnya Messi sendiri mendapatkan gaji sebesar 500 ribu poundsterling atau sebesar Rp 9.15 miliar untuk satu pekannya setelah dipotong dengan pajak penghasilannya.

Pemain yang telah berusia 31 tahun tersebut juga belum lama ini dikabarkan baru membeli sebuah jet Gulfstream V 2004 yang dimana jet pribadi tersebut dibelinya dengan harga sebesar Rp 219 miliar. Itu dikabarkan menjadi pesawat pribadi yang kedua yang dia miliki yang dimana sebelumnya dia juga sudah memiliki Emraer Legacy 650 yang kabarnya bernilai sebesar Rp 460 miliar.

Messi sendiri tercatat merupakan pemain dengan gaji terbesar saat ini di klub FC Barcelona yang kemudian disusul oleh Luis Suares dengan penghasilan sebesar 290 ribu poundsterling untuk perpekannya. Ada juga Philippe Coutinho yang mendapatkan gaji sebesar 240 ribu poundsterling untuk perpekannya diurutan ketiga pemain dengan gaji terbesar di klub yang bermarkas di Camp Nou tersebut.

Bayern Munchen Menang Tipis 1-0 Atas Leipzig

 

Bayern Munchen meraih kemenangan tipis 1-0 saat menjamu RB Leipzig. Kemenangan ini diraih Munchen dengan susah payah. Di dalam laga lanjutan Bundesliga di Allianz Arena pada hari Kamis (20/12/2018) dinihari WIB, Munchen mendapatkan perlawanan sengit dari Leipzig.

Laga berjalan dengan ketat. Walaupun Munchen unggul penguasaan bola 60% berbanding 40%, akan tetapi jumlah tembakan kedua kesebelasan tidak jauh berbeda. Munchen membuat 10 tembakan, sementara Leipzig melepaskan 8 percobaan.

Tim tuan rumah mesti menunggu sampai menit ke-83 untuk menciptakan gol. Franck Ribery yang mencatatkan namanya di papan skor.

Kemenangan ini membuat Die Roten tetap berada di posisi 3 dengan nilai 33 poin, sama dengan nilai Borussia Monchengladbach yang berada di atasnya. Sementara itu Die Bullen berada di urutan 4 dengan nilai 28 poin dan gagal menyalip Munchen.

Laga berjalan dengan menarik sejak mula. Munchen maupun Leipzig sama-sama berani melancarkan serangan. Mats Hummels memperoleh kesempatan pertama melalui tendangan yang masih melenceng pada menit ke-2.

Berselang 3 menit, gantian tim tamu yang menciptakan peluang. Kali ini Konrad Laimer yang berhasil mendapatkan ruang. Tapi sepakannya masih bisa diantisipasi Manuel Neuer.

Munchen terlihat sulit menembus lini pertahanan Leipzig yang bermain bagus di dalam pertandingan ini. Efektivitas mereka jauh dari kata memuaskan.

Leipzig juga mendapatkan kans lewat serangan-serangan cepastnya. Bruma dan Dayot Upamecano sempat memperoleh peluang, namun masih belum berhasil.

Robert Lewandowski berulang kali mendapatkan kesempatan yang cukup baik. Akan tetapi upaya Lewandowski selalu gagal, entah tendangannya yang kurang tajam atau melayang tinggi. Paruh pertama berakhir imbang tanpa gol.

Di paruh kedua, permainan berjalan lebih ketat. Kedua kesebelasan banyak memainkan bola di tengah lapangan dan sama-sama sulit menciptakan peluang bersih.

Renato Sanches yang masuk menggantikan Kingsley Coman pada menit ke-61 langsung bisa menciptakan peluang 4 menit kemudian. Sanches melancarkan sepakan yang kurang keras sehingga bisa diselamatkan dengan mudah oleh Peter Gulacsi.

Pada menit ke-73, giliran Thomas Mueller yang mencoba peruntungannya. Namun tendangan Mueller justru melebar.

Serangan demi serangan Munchen akhirnya membuahkan hasil di menit ke-83. Ribery mencetak gol usai memanfaatkan sapuan kurang sempurna Upamecano. 1-0 untuk Munchen.

Gol itu pada akhirnya memberikan kemenangan untuk Munchen karena Leipzig tidak bisa lagi menciptakan peluang terbuka di sisa pertandingan.

Malah, Stefan Ilsanker dan Sanches sama-sama mendapatkan kartu merah menjelang pertandingan berakhir.