Tundukkan 10 Pemain Rusia, Uruguay Raih Juara Grup A

 

Uruguay melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2018 dengan status sebagai juara Grup A. Uruguay meraih predikat itu setelah menang 3-0 atas Rusia di pertandingan terakhir fase grup.

Laga yang berlangsung di Samara Arena pada hari Senin (25/6/2018) malam WIB, memperebutkan status sebagai juara grup. Uruguay dan Rusia sudah sama-sama memastikan dirinya lolos ke babak 16 besar.

Uruguay sudah memimpin 2-0 pada babak pertama melalui Luis Suarez dan gol bunuh diri Denis Cheryshev. Sementara Rusia mesti mengakhiri paruh pertama dengan 10 pemain sesudah Igor Smolnikov diusir wasit karena mendapatkan 2 kartu kuning.

Pada babak kedua, Rusia masih berusaha untuk mencetak gol balasan. Rusia tetap menyerang walaupun kalah di dalam jumlah pemain. Tapi mereka kesulitan untuk membuat peluang bersih. Malah Uruguay yang menambah gol pada menit ke-90 lewat tendangan Edinson Cavani.

Dengan hasil ini, Uruguay mengoleksi nilai 9 poin dari 3 pertandingan dan lolos ke babak 16 besar dengan status sebagai juara Grup A. Sedangkan Rusia mesti puas berada di posisi runnerup.

Jalannya Laga

Laga berjalan dengan sangat terbuka pada menit-menit awal. Kedua kesebelasan saling gantian melancarkan serangannya.

Uruguay memperoleh kesempatan pertama melalui sepakan Matias Vecino dari depan kotak penalti. Akan tetapi tembakan Vecino masih melebar dari gawang Rusia.

Pada menit ke-10, Uruguay mendapatkan sepakan bebas tepat di muka kotak penalti Rusia menyusul pelanggaran yang dilakukan Yuri Gazinskiy kepada Rodrigo Bentancur. Suarez mengeksekusi tendangan bebas itu dengan melepaskan sepakan menyusur tanah yang mengarha ke sudut kanan bawah gawang Rusia. Bola tidak mampu dijangkau Igor Akinfeev dan Uruguay pun memimpin 1-0.

Rusia langsung mencoba membalas. Umpan sundulan Artem Dzyuba langsung disambar Cheryshev. Tapi Fernando Muslera masih dapat menghalau bola.

Walaupun sudah kebobolan, Rusia masih terlihat pede. Mereka masih berusaha mencetak gol balasan. Akan tetapi Rusia malah kembali kebobolan pada menit ke-23. Bermula dari sebuah tendangan sudut untuk Uruguay, bola yang dihalau jatuh ke kaki Diego Laxalt yang berada di depan kotak penalti. Laxalt lantas melepaskan tembakan ke arah gawang. Sial buat Rusia karena bola mengenai Cheryshev dan berbelok masuk ke dalam gawang tanpa mampu diantisipasi Akinfeev. 2-0 untuk Uruguay.

Uruguay terus melancarkan serangannya dan nyaris menambah gol. Sepakan Bentancur diblok oleh Akinfeev. Bola liar lantas langsung dibuang oleh pemain Rusia.

Pada menit ke-36, Rusia mesti kehilangan salah seorang pemainnya. Smolnikov diusir oleh wasit sesudah mendapatkan kartu kuning kedua menyusul pelanggaran kepada Laxalt.

Unggul di dalam jumlah pemain, Uruguay pun mengontrol permainan. Tapi tidak ada peluang bersih yang mereka ciptakan lagi pada sisa waktu babak pertama.

Pada awal babak kedua, Uruguay mendapatkan sepakan bebas di muka kotak penalti Rusia. Namun sepakan Cavani masih mengenai pagar betis Rusia.

Walaupun kalah dalam jumlah pemain, Rusia masih bisa merepotkan Uruguay. Tapi minimnya kreativitas serta buruknya aliran bola di sepertiga akhir lapangan membuat Rusia sulit menciptakan peluang.

Unggul 2 gol, Uruguay sendiri perlahan-lahan mengendurkan intensitas serangannya. Sementara Rusia yang sesekali menyerang kesulitan menemukan ruang tembak.

Rusia membuang-buang sebuah peluang bagus pada menit ke-74. Muslera melakukan kesalahan di dalam mengoper bola dan Rusia langsung melancarkan serangan balik. Akan tetapi penyelesaian akhir Dzyuba melebar jauh dari gawang Uruguay.

Gantian Uruguay yang membuang peluang bagus sesudah pemain Rusia salah mengumpan. Cavani melancarkan serangan balik dan memberikan bola kepada Suarez. El Pistolero lantas mencoba mengembalikan bola kepada Cavani dengan melepaskan umpan ke muka gawang. Namun bola masih jauh dari jangkauan Cavani.

Cristian Rodriguez mencoba melepaskan sepakan dari depan kotak penalti. Tapi Akinfeev masih mampu menghalaunya.

Cavani yang masih belum mencetak gol di Piala Dunia 2018, terus berusaha membuka keran golnya. Menusuk dari sebelah kanan, Cavani lantas melepaskan tendangan, namun masih bisa diblok pemain Rusia.

Upaya Cavani pada akhirnya membuahkan hasil pada menitke-90. Bermula dari sepak pojok, Diego Godin menyundul bola dan bisa ditepis Akinfeev. Bola rebound di muka gawang langsung disambar Cavani ke dalam gawang untuk membawa Uruguay unggul 3-0. Tidak ada lagi gol tambahan pada sisa waktu pertandingan.

Arab Saudi Kejutkan Mesir Dengan Skor 2-1

Penyerang Liverpool memberi Mesir keunggulan dengan lob yang brilian atas kiper Yasser Al-Mosailem pada menit ke-22.Essam El Hadary dari Mesir, 45, menjadi pemain tertua yang tampil di Piala Dunia dan menyelamatkan penalti Fahad Al Muwallad.

Namun, ia tidak bisa menghentikan tendangan penalti Salman Al Faraj dan dipukuli lagi oleh Salem Al Dawsari dengan beberapa detik tersisa.Itu adalah setengah pembukaan prestasi dan pengalaman pertama.Penjaga gawang Mesir, El Hadary, menjadi pemain tertua yang tampil dalam pertandingan Piala Dunia dan tim tersebut mencetak gol pertama mereka di Piala Dunia dari permainan terbuka sejak 1934, sementara tim asal Saudi mencetak gol pertama mereka di turnamen tersebut.

Namun, fokusnya adalah pada El Hadary, yang pada 45 tahun dan 161 hari mengalahkan rekor kiper Kolombia Faryd Mondragon (43 dan tiga hari di Brasil 2014) untuk menjadi pemain tertua yang turun ke lapangan. Ia memulai karir internasionalnya pada tahun 1996.Dia memiliki sedikit hal yang harus dilakukan di babak pertama sampai menit ke-41 ketika tim Asia, yang tertinggal 1-0. dianugerahi penalti untuk handball Ahmed Fathy.

Al Muwallad melakukan tendangan penalti, tetapi tendangan kerasnya dengan gemilang didorong ke bar oleh veteran.Namun, euforia dipadamkan pada babak pertama perpanjangan waktu ketika Arab Saudi diberikan penalti kedua setelah tinjauan VAR dikonfirmasi Ali Gabr menurunkan Al Muwallad di daerah tersebut.Al Faraj mengambil alih tugas penalti dan melepaskan usahanya di sebelah kanan El Hadary pada menit keenam dari waktu tambahan babak pertama.

Pemain berusia 45 tahun itu tetap waspada dan membuat pemberhentian luar biasa dari header Hussain Al-Mogahwi dan Mohannad Aseri.Namun, ketika tampaknya kepahlawanannya telah memberi timnya poin pertama mereka di turnamen, Al Dawsari melepaskan tembakan miring untuk kemenangan pertama Piala Dunia Arab Saudi sejak 1994.Itu adalah kisah dua bagian untuk pemain Liverpool.

Pada periode pertama, ia tampak berbahaya dan bekerja dengan baik bersama gelandang Trezeguet sisi kanan.Tujuannya adalah ‘Salah klasik’ – mengumpulkan umpan panjang, menyapu dengan satu sentuhan sebelum mengangkat bola melewati kiper Arab Saudi yang maju.Pemain berusia 26 tahun itu seharusnya melipatgandakan golnya ketika ia menemukan dirinya satu lawan satu dengan Al-Mosailem, tetapi secara misterius ia menghentakkan finisnya ke tiang kiri.

Salah kurang efektif dalam menyerang setelah istirahat, dan dipaksa untuk membela karena Mesir mendapat tekanan dari lawan-lawan mereka.Cedera pra-turnamen dan kontroversi atas pertemuannya dengan pemimpin Chechnya berarti itu bukan build ideal untuk Piala Dunia pertamanya, atau finish yang diinginkannya. Namun setelah mencetak dua gol, Salah meninggalkan jejaknya di panggung terbesar sepakbola.

Kane Hattrick, Inggris Cukur Panama 6-1 dan Melangkah ke 16 Besar

 

Tim nasional Inggris mengunci tiket ke babak 16 besar Piala Dunia setelah menundukkan Panama. Tim Tiga Singa meraih kemenangan besar 6-1 atas Panama.

Di dalam laga Grup G yang berlangsung di Nizhny Novgorod Stadium pada hari Minggu (24/6/2018) malam WIB, Inggris unggul 5 gol tanpa balas pada babak pertama. Harry Kane menciptakan hattrick di dalam pertandingan ini.

Di dalam pertandingan ini, John Stones juga tidak cuma membuat satu gol. Dia membuka keunggulan Inggris pada menit ke-8, Stones mencetak gol lagi di menit ke-40.

Satu gol lain di paruh pertama diciptakan oleh Jesse Lingard. Dia membobol gawang Panama di menit ke-36.

Kemenangan ini membuat The Three Lions dipastikan lolos ke babak sistem gugur. Mereka meraih 2 kemenangan dengan mengalahkan Tunisia 2-1 di pertandingan pertama.

Namun bukan berarti pekerjaan Inggris sudah tuntas. Mereka masih ditunggu pertandingan terakhir melawan Belgia. Duel itu akan menjadi penentu juara grup.

Jalannya Laga

Laga berjalan keras sejak awal. Bahkan Lingard sudah tersungkur pada menit ke-2. Rahangnya terkena sikutan pemain Panama di dalam duel udara. Namun pemain Manchester United itu masih bisa melanjutkan permainan sesudah sempat diminta untuk mengedipkan mata berulang kali oleh wasit.

Inggris hampir kebobolan di menit ke-5. Anibal Godoy hampir menjebol gawang Jordan Pickford. Beruntung buat Inggris karena tendangan Godoy melambung.

Pada menit ke-8, Inggris memimpin 1-0. Sepak pojok Kieran Trippier bisa disundul ke dalam gawang oleh Stones dari tengah kotak penalti.

Inggris menggandakan keunggulannya menjadi 2-0 pada menit ke-22. Kali ini Kane yang mencatatkan namanya di papan skor lewat eksekusi penalti. Inggris mendapatkan penalti itu karena Lingard dijatuhkan oleh Fidel Escobar di dalam kotak terlarang. Kane pun dengan dingin menaklukkan Jaime Penedo.

Di menit ke-36, Inggris kembali memperbesar keunggulannya menjadi 3-0. Setelah bermain umpan satu dua dengan Raheem Sterling, Lingard pun melepaskan tembakan ke arah gawang yang tidak mampu dijangkau Penedo.

Empat menit kemudian, Inggris mencetak gol lagi. Stones melalui sundulannya mencetak gol keduanya dan membawa Inggris memimpin 4-0. Stones memanfaatkan bola yang ditepis Penedo usai mencoba menghalau sundulan Sterling.

Inggris diuntungkan lagi dengan kecerobohan pemain belakang Panama. Godoy melakukan pelanggaran kepada Stones yang berujung penalti untuk Inggris. Kane yang menjadi eksekutor pun berhasil mengecoh Penedo. 5-0 untuk Inggris.

Tidak ada lagi gol tambahan yang tercipta sampai turun minum. Inggris masih unggul lima gol tanpa balas.

Di babak kedua, kedua kesebelasan saling jual beli serangan. Inggris berhasil memperbesar keunggulannya lagi di menit ke-62. Kane mencetak hattrick. Ruben Loftus-Cheek melepaskan tembakan yang mengenai kaki Kane. Penedo pun terkecoh dan bola masuk ke dalam gawang Panama. Sempat ada permintaan peninjauan lewat VAR (Video Assistant Referee), tapi gol tetap dinyatakan sah. Inggris pun unggul 6-0. Bagi Kane, 3 gol ini membuat dia berada di puncak daftar topskor dengan koleksi 5 gol.

Sesudah mencetak gol, manajer Inggris, Gareth Southgate, pun menariknya keluar dan memasukkan Jamie Vardy.

Memasuki menit ke-78, gawang Inggris pun akhirnya kebobolan. Panama mendapatkan hadiah tendangan bebas di sebelah kiri pertahanan Inggris. Ricardo Avila melepaskan umpan lambung ke dalam kotak penalti dan Felipe Baloy menyambar bola untuk menaklukkan Pickford. Inggris 6 Panama 1.

Pada sisa waktu pertandingan, tidak ada lagi gol tambahan yang tercipta dari kedua tim. Inggris menang telak 6-1 atas Panama.

Nigeria Menang 2-0 Atas Islandia

 

Nigeria membuka kesempatan untuk lolos dari fase grup Piala Dunia 2018 sesudah menang 2-0 atas Islandia. Dua gol Nigeria dicetak oleh Ahmed Musa.

Di dalam laga kedua Grup D yang berlangsung di Volgograd Arena pada hari Jumat (22/6/2018) malam WIB, Nigeria baru mampu memecah kebuntuannya pada babak kedua. Musa dua kali membobol gawang Hannes Thor Halldorsson untuk memberikan Nigeria 3 poin.

Islandia sempat mendapatkan peluang emas untuk memperkecil skor sesudah diberikan hadiah penalti. Namun eksekusi Gylfi Sigurdsson malah melambung jauh dari gawang.

Dengan kemenangan ini, Nigeria saat ini berada di posisi 2 klasemen Grup D dengan nilai 3 poin. Sementara Islandia berada di posisi 3 dengan nilai 1 poin.

Jalannya Laga

Pertandingan berjalan dengan cukup terbuka pada menit-menit awal. Nigeria dan Islandia saling jual beli serangan.

Pada menit ke-3, Islandia mendapatkan sepakan bebas dari posisi yang cukup bagus di depan kotak penalti Nigeria. Eksekusi Sigurdsson melewati pagar betis Nigeria dan mengarah ke sudut kiri atas gawang, akan tetapi Francis Uzoho masih mampu menepis si kulit bundar.

Serangan kembali dilancarkan Islandia, kali ini dari sebelah kanan. Sigurdsson yang mendapatkan ruang di tengah lantas melepaskan tendangan first time, namun bola masih bisa diantisipasi Uzoho.

Nigeria perlahan-lahan mulai mengontrol jalannya pertandingan. Akan tetapi mereka masih kesulitan untuk menciptakan peluang yang membahayakan gawang Islandia.

Islandia lantas malah mampu memberikan ancaman pada menit-menit akhir paruh pertama. Birkir Bjarnason melepaskan umpan mendatar, namun tidak ada satu pun pemain Islandia yang menyambut bola.

Sepakan bebas yang diperoleh Islandia juga tidak membuahkan hasil. Sepakan Sigurdsson tidak bisa diteruskan oleh Alfred Finnbogason yang berada di muka gawang Nigeria.

Skor 0-0 tetap bertahan sampai berakhirnya babak pertama.

Di babak kedua, Nigeria mampu membuka keunggulannya menjadi 1-0, tepatnya pada menit ke-49. Bermula dari sebuah serangan balik, Victor Moses dari sisi kanan lantas melepaskan crossing ke dalam kotak penalti. Musa yang menerima bola lantas mengontrolnya terlebih dulu sebelum melepaskan sepakan keras untuk menggetarkan jala gawang Islandia.

Onyinye Ndidi mempunyai peluang lewat tendangan keras dari depan kotak penalti Islandia. Walaupun bola sempat mengenai pemain Islandia, Halldorsson masih dapat menepisnya.

Musa benar-benar menjadi ancaman untuk pertahanan Islandia. Sepakannya dari luar kotak penalti menghantam mistar gawang Islandia.

Musa menciptakan gol keduanya di pertandingan ini pada menit ke-75. Menerima umpan panjang Kenneth Omeruo, Musa yang berada di sebelah kiri mampu melepaskan diri dari kawalan pemain belakang Islandia untuk menusuk ke dalam kotak penalti. Musa sempat mengecoh Halldorsson yang keluar dari sarangnya sebelum menceploskan bola ke dalam gawang. Nigeria pun unggul 2-0.

Sebuah drama sempat terjadi pada menit ke-80. Finnbogason dijatuhkan oleh Tyronne Ebuehi di dalam kotak terlarang dan wasit asal Selandia Baru, Matthew Conger, menilai tidak ada terjadinya pelanggaran. Akan tetapi wasit akhirnya merubah keputusannya dan memberikan hadiah penalti untuk Islandia sesudah meninjau VAR (Video Assistant Referee). Sigurdsson maju sebagai algojo, namun dia gagal memanfaatkan kesempatan itu karena tembakannya malah melambung di atas mistar gawang Nigeria.

Nigeria tidak mengendurkan serangannya walaupun sudah unggul 2 gol. Kelechi Iheanacho mencoba menambah gol untuk Nigeria, akan tetapi sepakannya dari depan kotak penalti masih melebar dari gawang Islandia.

Sampai pertandingan tuntas, skor 2-0 untuk keunggulan Nigeria tetap bertahan.

Comeback, Swiss Kalahkan Serbia 2-1

 

Poin penuh berhasil diraih Swiss ketika melawan Serbia di pertandingan kedua Grup E. Sempat ketinggalan terlebih dulu, Nati akhirnya bangkit untuk menundukkan Serbia dengan skor 2-1.

Bertanding di Stadion Kaliningrad pada hari Sabtu (23/6/2018) dinihari WIB, Serbia mengejutkan Swiss dengan gol cepat pada menit ke-5 lewat sundulan Aleksandar Mitrovic. Keunggulan itu mampu dipertahankan Serbia hingga turun minum.

Pada babak kedua, Swiss bermain dengan lebih baik. Xherdan Shaqiri hampir mencetak gol balasan setelah sepakannya menghantam mistar gawang.

Hingga akhirnya Swiss berhasil menyamakan skor lewat tembakan keras Granit Xhaka dari depan kotak penalti. Swiss lantas mematahkan hati Serbia usai Shaqiri menceploskan bola ke dalam gawang pada penghujung waktu normal pertandingan.

Dengan begitu, Swiss saat ini mengumpulkan nilai 4 poin, sama dengan Brazil. Sementara Serbia mengoleksi 3 poin. Di laga terakhir, Swiss bakal menghadapi Kosta Rika, sementara Serbia akan melawan Brazil.

Jalannya Laga

Yann Sommer harus melakukan penyelamatan gemilang untuk menghalau tembakan Mitrovic pada menit ke-4. Tapi semenit kemudian gawang Swiss akhirnya kebobolan juga. Dusan Tadic melepaskan crossing terukur dari sebelah kanan. Mitrovic menyambutnya dengan sundulan kepala untuk menaklukkan penjagaan Sommer. Serbia pun memimpin 1-0.

Serangan Swiss menciptakan sebuah kesempatan pada menit ke-10. Menerima crossing Ricardo Rodriguez dari sebelah kiri, Blerim Dzemaili menyambut bola dengan tendangan dari dalam kotak penalti, akan tetapi masih melebar.

Swiss masih terus mencoba untuk membongkar pertahanan Serbia yang kokoh. Pada menit ke-24, Vladimir Stojkovic melakukan penyelamatan gemilang tepat di garis gawang untuk menghalau sepakan Dzemaili sesudah menerima umpan Steven Zuber.

Walaupun berada dalam tekanan, Serbia masih bisa menciptakan serangan berbahaya lewat situasi bola mati. Sesudah tendangan Mitrovic diblok, Tadic menyambut bola rebound dengan tembakan, tapi masih bisa diamankan Sommer.

Pada 5 menit terakhir, Serbia membuang sebuah kesempatan unguk memperbesar keunggulannya. Dari situasi tendangan sudut, Tadic melepaskan umpan ke dalam kotak penalti ke arah Dusko Tosic. Tosic yang tidak terkawal tak mampu mengarahkan bola ke gawang. Selanjutnya, tendangan Tadic dari posisi yang bagus masih melambung di atas gawang Swiss.

Paruh pertama tuntas, Serbia bisa mempertahankan keunggulan 1-0 dari Swiss.

Serangan demi serangan yang dilancarkan Swiss akhirnya membuahkan gol penyeimbang pada menit ke-52. Xhaqiri melepaskan tembakan yang masih bisa ditepis oleh Stojkovic. Bola muntah langsung disambar Xhaka dengan sepakan keras dari depan kotak penalti yang menghujam deras ke tiang jauh. Kini skor menjadi 1-1.

Berselang 6 menit, Swiss hampir menambah golnya. Shaqiri meliuk-liuk sebelum melakukan tusukan dari sebelah kiri. Shaqiri lantas mengakhiri aksinya dengan tendangan melengkung yang menghantam mistar gawang Serbia.

Kesempatan emas yang didapatkan oleh Serbia terbuang. Selepas pertandingan melewati satu jam, Aleksandar Kolarov melepaskan umpan mendatar terukur kepada Mitrovic. Namun sayangnya Mitrovic tidak mampu menjangkau si kulit bundar.

Swiss memberikan luka kepada Serbia pada menit-menit akhir pertandingan. Lewat serangan balik, Swiss memanfaatkan lini pertahanan Serbia yang terlalu tinggi sehingga dapat melepaskan umpan panjang untuk Shaqiri yang berada di depan. Shaqiri lantas menggiring bola sampai ke dalam kotak penalti. Walaupun dibayang-bayangi oleh Tosic dan Stojkovic yang sudah meninggalkan sarangnya, Shaqiri bisa menembak bola ke arah pojok bawah gawang Serbia. Swiss pun berbalik unggul 2-1 pada menit ke-90.

Tidak ada lagi gol tambahan yang tercipta pada sisa waktu pertandingan. Skor 2-1 untuk keunggulan Swiss atas Serbia pun tetap bertahan.

Amrabat Tetap Bermain Meski Gegar Otak

 

Nordin Amrabat dari Maroko telah mengungkapkan ia mengambil keputusan untuk bermain dalam kekalahan 1-0 Rabu ke Portugal meski menderita gegar otak melawan Iran lima hari lalu.

“Mereka [pelatih kepala Maroko dan dokter tim] bertanya kepada saya semalam bagaimana saya merasa dan itu adalah keputusan saya untuk bermain. Saya ingin bermain, saya mengatakan kepada mereka dan saya bermain,” katanya kepada ESPN FC pada hari Rabu.

Gelandang Maroko itu sadar bahwa ia bisa membahayakan keselamatannya, dengan bermain kembali begitu cepat setelah gegar otaknya. Seminggu adalah waktu resmi Anda harus memulihkan untuk memastikan bahwa Anda aman tetapi saya memutuskan untuk membuatnya lebih pendek. Saya tidak khawatir tentang keselamatan saya karena saya merasa baik,” katanya.

“Saya menjalani pemindaian otak di rumah sakit dan semuanya baik. Tidak ada kerusakan pada otak saya atau apa pun. Saya merasa baik, jujur, pada hari-hari berikutnya. Saya mencari konsekuensi yang gegar otak dapat terjadi pada seseorang dan saya pikir saya bisa melakukannya, saya bisa bermain.

“Saya adalah dokter saya sendiri dan semoga tidak ada yang terjadi pada saya dalam jangka panjang,” tambahnya. Amrabat juga mengungkapkan bahwa dia tidak dapat mengingat apapun tentang kejadian itu.

“Saya tidak dapat mengingat apa pun dari itu. Saya bahkan tidak dapat mengingat permulaan pertandingan sebelum insiden. Dari menit pertama pertandingan sampai saya terbangun di rumah sakit lima atau enam jam kemudian, saya telah melupakan segalanya! Ketika saya memikirkannya sekarang, itu cukup menakutkan, “lanjutnya.

Pemain Watford, yang dipinjamkan ke Leganes musim ini, mengenakan helm pelindung saat kick-off tetapi melepaskannya setelah hanya 16 menit.

“Itu terlalu panas. FIFA tidak meminta saya untuk mengenakan helm. Saya ingin memakainya dan saya memesannya sendiri. Saya merasa seperti saya memiliki kaki yang berat selama pertandingan hari ini, tetapi secara keseluruhan itu baik-baik saja,” katanya.

FIFA tidak senang bahwa dokter Maroko tidak mengikuti dengan benar protokol gegar otak setelah Amrabat menderita cederanya terhadap Iran. Amrabat berkata: “Saya tidak mengerti mengapa FIFA terlibat. Mereka mengirim surat kepada dokter kami mengenai prosedur setelah gegar otak dan perawatan yang dia berikan kepada saya di lapangan. Saya tidak tahu pasti mengapa.

 

 

Messi Menangis Dalam Mengejar Impian Menjuarai PD

 

Ibu Lionel Messi, Celia Cuccittini, mengatakan putranya telah sangat terpengaruh oleh kritik atas penampilannya dengan Argentina dan menegaskan dia tidak ingin lebih dari memenangkan Piala Dunia. Messi memiliki penalti disimpan dalam imbang Argentina 1-1 dengan Islandia pada hari Sabtu, satu hari setelah Cristiano Ronaldo memiliki hattrick dalam imbang 3-3 Portugal dengan Spanyol.

Argentina kehilangan tiga final langsung di kompetisi utama dalam rentang tiga tahun – Piala Dunia 2014 melawan Jerman dan yang kedua dan ketiga di Copa America dua tahun berikutnya. Tujuannya adalah untuk membawa pulang Piala, untuk memenangkan Piala Dunia,” kata Cuccittini dalam penampilan di acara televisi El Trece “Diario de Mariana.” “Ini salah satu keinginan terbesarnya. Kami melihat dia menderita dan menangis pada waktu itu.

“Dia adalah yang pertama yang ingin membawa Piala dengan dia. Dia lebih dari siapa pun akan memberikan segalanya untuk ini menjadi Piala Dunia-nya. Messi dan rekan-rekannya memiliki hubungan yang tegang dengan media Argentina dan sering merasa dikritik secara tidak adil. Tekanan itu menyebabkan Messi berhenti, meski sebentar, dari tugas internasional pada 2016 setelah Argentina kalah dari Cile di Copa America.

“Kami menderita semua kritik yang Leo terima,” kata Cuccittini. “Ketika orang mengatakan bahwa dia tidak merasakannya atau bahwa dia bermain untuk tim nasional karena kewajiban, yang menyakitkan sebagai ibu dan sebagai keluarga. Untungnya, orang sangat mencintainya dan mereka mengirimkan itu kepadanya dan dia menghargai ini banyak. Sebagai seorang ibu, saya juga. ”

Argentina merebut tempat di Piala Dunia ketika Messi memiliki hattrick di kualifikasi terakhir timnya, kemenangan 3-1 di Ekuador pada 10 Oktober.

“Saya melihat dia jauh lebih santai, lebih tenang dan lebih percaya diri,” kata Cuccittini. “Saya berharap dia banyak keberuntungan. Saya mengatakan kepadanya untuk menikmati dirinya sendiri, untuk hidup di saat itu dan menjadi bahagia. Saya mengatakan kepadanya untuk melakukan apa yang dia ketahui, untuk bermain seolah-olah dia sedang bermain ketika dia mulai dengan Grandoli. Saya melihatnya dengan harapan. … Semua keluarga di sini mendukungnya. ”

Cuccittini juga mengatakan bahwa bakat Messi tidak hanya di lapangan. Leo adalah putra yang ilahi, saudara yang cantik, ayah yang lebih baik dan suami yang luar biasa,” katanya. “Aku mencintai keempat anakku, tapi aku akan memberikan apa pun untuk ini menjadi Piala Dunia-nya.

Pelatih Kroasia : Argentina adalah Pertandingan Termudah kami

 

Analisis pelatih Kroasia Zlatko Dalic tentang pertandingan Piala Dunia melawan Argentina membutuhkan pengambilan ganda. Dia mengatakan pada hari Rabu bahwa Argentina akan menjadi “permainan paling mudah” bagi Kroasia di babak penyisihan grup.

Dalic menjelaskan: “Saya tidak mengatakan bahwa Argentina adalah lawan yang paling mudah. ??Saya mengatakan bahwa ini adalah pertandingan termudah bagi kami. Kami tidak akan rugi. Kami bermain melawan salah satu yang terbaik.”

Dalic berpendapat bahwa tidak ada yang mengharapkan Kroasia untuk mengalahkan Lionel Messi dan Argentina di Nizhny Novgorod pada hari Kamis dan sehingga tekanannya turun. Kami punya tiga poin di tas itu,” kata Dalic.

Kroasia terkesan mengalahkan Nigeria 2-0 untuk membuka Piala Dunia mereka. Argentina berada di ujung lain dari spektrum tekanan. Hasil imbang 1-1 yang mengejutkan dengan Islandia – yang termasuk penalti Messi yang tidak terjawab – berarti Amerika Selatan sangat membutuhkan kemenangan untuk membawa kembali Piala Dunia mereka ke jalurnya.

Memang benar Kroasia adalah yang diunggulkan dalam pertemuan Grup D, tetapi Dalic bersikap sederhana tentang timnya. Argentina memiliki Messi, yakin, pemain Dalic dan Kroasia gelandang Ivan Rakitic keduanya disebut sebagai yang terbaik di dunia.

“Saya hanya akan mengulangi sekali lagi: Bagi saya, Lionel Messi adalah pemain terbaik sepanjang masa,” kata Rakitic, rekan satu tim Messi di Barcelona. Tapi Kroasia memiliki individu yang luar biasa di tim mereka, juga, khususnya pasangan lini tengah Rakitic dan Luka Modric Real Madrid.

Rakitic dan Dalic, penuh pujian untuk Messi dan Argentina, juga mengatakan bahwa Kroasia akan diangkat dengan bermain melawan mereka. Dan itu tidak perlu, kata Rakitic, untuk menggunakan pengetahuannya bermain dengan Messi di Barcelona untuk memberi saran kepada para pembela Kroasia tentang cara menghentikannya.

“Apa yang bisa saya katakan kepada mereka bahwa mereka tidak tahu?” Kata Rakitic. “Dunia tahu. Messi adalah salah satu pemain terbaik di dunia. Dia akan memiliki momen-momennya, jelas. Itu terserah kita untuk menghentikannya, untuk bermain dengan cara yang benar melawannya, dan untuk menikmati pertandingan dan memainkan yang terbaik .

“Ini hal yang indah untuk bermain melawan salah satu tim terbaik di dunia. Kami sangat termotivasi. Kroasia akan lolos ke babak sistem gugur dengan kemenangan, yang akan menjadi kali pertama mereka lolos dari babak penyisihan grup sejak mencapai semifinal dan finish di posisi ketiga pada 1998.

Swedia Menang tipis Atas Korea Selatan

Swedia membuka kampanye Piala Dunia mereka dengan kemenangan 1-0 atas Korea Selatan di Grup F berkat penalti Andreas Granqvist, yang diberikan setelah penggunaan teknologi video yakni Sisi Janne Andersson diberikan penalti pada menit ke-64 ketika VAR membantu mengesampingkan keputusan asli wasit Joel Aguilar untuk tantangan pada Viktor Claesson oleh Yong-Joon Lee di dalam area penalti, dari mana kapten Swedia Granqvist dipecat rumah (65) dan Itu terbukti menjadi satu-satunya gol dari pertandingan saat Swedia memenangkan pertandingan pembukaan mereka di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1958 untuk bergerak sejajar dengan Meksiko di puncak Grup F menyusul kemenangan mengejutkan mereka 1-0 atas Jerman pada hari Minggu maka Kedua belah pihak melihat pertandingan yang sama di tahap pembukaan dari apa yang merupakan urusan ketat, tetapi Swedia akhirnya mulai mendominasi proses, mengambil kendali dari pertarungan lini tengah dan Kesempatan pertama dari permainan jatuh ke Swedia dan ketidaktegasan di pertahanan Korea Selatan melihat bola jatuh ke Marcus Berg di tepi kotak enam yard, tapi finish buruk striker itu diselamatkan oleh Hyun-Woo Cho.

Bola jatuh untuk Berg lagi pada tanda setengah jam dan dia ditolak lagi, kali ini dengan blok terakhir yang sangat baik dari Young-Gwon Kim dimana Korea Selatan jarang diancam sebagai pasukan penyerang, tapi jimat Heung-Min Son menunjukkan ancamannya saat istirahat, menggunakan langkahnya untuk mencapai byline tetapi tendangannya dipotong oleh kapten Swedia Andreas Granqvist sebab Kedua belah pihak keluar dengan niat menyerang lebih setelah istirahat sebagai tembakan Emil Forsberg melintas di atas mistar gawang dan header Ja-Cheol Koo memukul sisi jarring dan Swedia kemudian disajikan dengan kesempatan untuk memecahkan kebuntuan di tengah babak kedua, milik VAR sehingga Wasit awalnya bermain mengikuti tantangan Lee pada Claesson sebelum berhenti bermain dengan Korea Selatan pada serangan dan menunjuk ke titik penalti setelah diberi saran dari VAR dan menonton tayangan ulang di layar pitchside karena Granqvist mengambil keuntungan penuh, menggulirkan bola ke pojok bawah untuk mencetak gol pertama Swedia dalam 402 menit sepakbola internasional dan mengamankan tiga poin penting Ketika Swedia membutuhkan pemenang pertandingan, kapten, Granqvist, ditingkatkan dan dikirim untuk sisi Andersson dan Sudah 402 menit sejak Ola Toivonen mencetak gol terakhir internasional Swedia melawan Chile kembali pada bulan Maret.

Setelah intervensi VAR, mereka diberi kesempatan untuk memecahkan lari itu dan Granqvist yang tampak gugup melangkah, memasukkan bola ke bawah untuk mencetak gol pertama timnya di Piala Dunia sejak 2006 maka Dia juga membuat beberapa intervensi krusial di ujung lain dari lapangan untuk menutup penampilan kapten yang luar biasa saat Swedia memulai kampanye mereka untuk memulai kemenangan sehingga Swedia bermain Jerman pada Sabtu pukul 19:00 sementara Korea Selatan menghadapi Meksiko, juga pada Sabtu pukul 4 sore sebab Swedia tidak terkalahkan di semua lima pertemuan mereka sebelumnya dengan Korea Selatan dan Ini adalah kemenangan pertama Swedia dalam pertandingan pembuka mereka di Piala Dunia sejak mengalahkan Meksiko 3-0 sebagai tuan rumah pada tahun 1958, menggambar lima dan kalah dua sejak saat itu sedangkan Korea Selatan kalah dalam pertandingan pembukaan di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1998 (1-3 vs Meksiko), mengakhiri tiga kemenangan dan sekali imbang. Mereka tidak pernah menang dalam tujuh pertandingan Piala Dunia terakhir mereka (D2 L5), kalah dalam tiga terakhir berturut-turut.

 

Jepang Kalahkan 10 Pemain Kolombia

Jepang memastikan kemenangan pertama mereka di Piala Dunia di tanah Eropa saat tandukan Yuya Osako meraih kemenangan 2-1 atas Kolombia 10-orang di Saransk yakni Tim asuhan Jose Pekerman menderita kemungkinan terburuk setelah Carlos Sanchez diusir dari lapangan karena menangani tembakan ke gawang Osako dengan Shinji Kagawa di tangan untuk dengan tenang memasukkan penalti yang dihasilkan (6) Namun Kolombia menanggapi dengan baik kemunduran untuk pantas menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas pintar Juan Quintero di bawah dinding (39) maka Jepang adalah sisi dominan pada periode kedua dan setelah David Ospina dua kali dipaksa menjadi penyelamat yang baik, Osako naik ke kepala dalam gol kemenangan (73) untuk memicu adegan emosional baik di bangku cadangan maupun di tribun Stadion Mordovia jadi Permainan Piala Dunia pembukaan Jepang di Grup H dimainkan dengan latar belakang suram setelah gempa kuat di Osaka yang telah menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai lebih dari 200, tetapi sisi Akira Nishino sekarang akan berharap lolos ke babak sistem gugur menyusul keberanian ini. tampilan.

Jepang diserahkan sepotong keberuntungan setelah Sanchez benar diberhentikan karena menggunakan lengannya untuk mencegah tembakan Osako setelah Ospina melakukannya dengan baik untuk awalnya menolak Kagawa lalu Wasit Damir Skomina tidak ragu-ragu mengayunkan kartu merah pertama Piala Dunia ini – tercepat kedua dalam sejarah turnamen – dan Kagawa menunjukkan ketenangan untuk menangani penundaan panjang dan mengirim kiper Arsenal dengan cara yang salah kemudian Takashi Inui dan Osako keduanya kehilangan kesempatan emas untuk memperpanjang keunggulan Jepang karena keduanya melenceng dari sasaran dengan tembakan kaki kanan, dan Kolombia membuat mereka membayar untuk pemborosan seperti Quintero mempermalukan Eiji Kawashima dengan tendangan bebasnya yang menetes di bawah dinding dan di atas garis meskipun usahanya putus asa untuk mempertahankannya sedangkan Kolombia, setelah bergulat pijakan dalam permainan, jarang mengancam di babak kedua saat Jepang mengambil kendali. Osako memaksa Ospina masuk ke penyelamatan lain di sisi kiri setelah menggulung Davinson Sanchez sebelum Hiroki Sakai ditolak oleh penyelamatan lain dari kiper Kolombia.

Dari sudut berikutnya, Osako naik di atas Santiago Arias untuk menjentikkan sundulannya dari tiang jauh. Kolombia membawa James Rodriguez dan Carlos Bacca dalam upaya putus asa untuk menyelamatkan satu poin tetapi Jepang bertahan untuk kemenangan pertama di Piala Dunia sejak mengalahkan Denmark pada 2010 lalu Osako diserahkan awal setelah Shinji Okazaki tidak dapat sepenuhnya melepaskan masalah anak sapi, dan meskipun kehilangan kesempatan yang sangat baik di babak pertama, ia terlibat dalam kedua tujuan Jepang, termasuk sundulannya yang memenangkan pertandingan dimana Striker itu bergabung dengan tim Bundesliga Werder Bemen dari Cologne musim panas ini, dan telah menyebabkan banyak masalah pada Davinson Sanchez sepanjang sore, mereka akan senang telah mendapatkan bisnis itu di luar batas. Okazaki mungkin harus menunggu untuk memulai maka Jepang melanjutkan pencarian mereka untuk kualifikasi dari Grup H ketika mereka melakukan perjalanan ke Central Stadium di Yekaterinburg untuk menghadapi Senegal pada hari Minggu (kick-off BST 4:00). Kolombia bermain Polandia pada hari yang sama di Arena Kazan pada pukul 7 malam waktu setempat dan Jepang telah menjadi tim Asia pertama yang pernah mengalahkan lawan Amerika Selatan di Piala Dunia.