Ventura di Pecat Setelah Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia

Gian Piero Ventura telah dipecat sebagai pelatih Italia setelah gagal membimbing mereka ke Piala Dunia musim panas mendatang, Federasi Sepak Bola Italia telah mengumumkan.

Kekalahan agregat 1-0 dari Swedia di playoff kualifikasi Piala Dunia membuat Azzurri absen di tempat berlabuh Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 60 tahun, dan Ventura telah membayar harganya.

Mantan pelatih Torino telah mengakhiri kontraknya setelah bertemu dengan bos FA Italia (FIGC) pada hari Rabu, dan Italia sekarang akan memulai pencarian mereka untuk penggantinya, dengan pertandingan persahabatan melawan Inggris di Wembley pada pertandingan 27 Maret berikutnya.

“Selama pertemuan yang disebut oleh presiden FIGC Carlo Tavecchio, sebuah ujian diluncurkan menyusul kegagalan untuk lolos ke Piala Dunia di Rusia pada 2018,” sebuah pernyataan di situs FIGC terbaca. “Sebagai poin pertama dalam agenda hari ini, Tavecchio mengumumkan bahwa, sampai hari ini, Gian Piero Ventura bukan lagi pelatih tim nasional.”

Rekor Ventura sebagai pelatih Italia adalah 10 kemenangan, empat kali seri dan tiga kekalahan dalam 17 pertandingan, kalah 0-1 dari Swedia di Solna pada Jumat malam. Dua kekalahan lainnya adalah ke Spanyol – 3-0 selama kampanye kualifikasi Piala Dunia – dan 3-1 ke Prancis dalam pertandingan pertamanya yang bertanggung jawab, sebuah pertandingan persahabatan pada 1 September 2016.

Masa jabatannya berakhir di bawah awan dan di tengah rumor kerusuhan di ruang ganti dan pemberontakan para pemain senior, yang tidak senang dengan taktiknya.

“Tidak ke Rusia adalah masalah dan kami tidak cukup bodoh untuk tidak menyadarinya,” Ansa melaporkan Renzo Ulivieri, presiden Asosiasi Pelatih Italia (ARAC), yang mengatakan sebelum pertemuan hari Rabu di Roma. “Mengingat hasilnya, seluruh sistem perlu dipertanyakan, akan salah [bagi Ventura] untuk mengundurkan diri pada panasnya saat ini – selalu yang terbaik untuk bertemu lebih dulu.”

Carlo Ancelotti telah tampil sebagai favorit untuk menggantikan Ventura, dengan mantan pelatih AC Milan, Chelsea, Paris Saint-Germain, Real Madrid dan Bayern Munich saat ini tidak bekerja setelah dipecat oleh klub Bundesliga bulan lalu.

“Itu akan menjadi solusi termudah, jika memungkinkan,” kata Ulivieri. “Tapi kita tidak harus memilih nama besar, saya sangat menghormati Carlo, tapi saat ini kita tidak dapat dipaksa melakukan keputusan seperti itu, kita perlu memikirkannya dengan keras dan mengeksplorasi semua jalan.”

Mendapatkan kritikan soal performa dan soal gol, Karim Benzema pun mengaku tugasnya bukan hanya membuat gol bagi timnya

Kabar kali ini dikaitkan dengan salah satu pemain bintang milik klub Real Madrid, sebagaimana berita tersebut dikaitkan dengan striker andalan bagi Madrid yang dinilai penampilannya itu tidak lagi sesuai harapan bagi para fans atau pengukung raksasa Spanyol ini. Pemain yang dimaksudkan itu tak lainya ialah Karim Benzema, penyerang berusia 29 tahun ini pun terlihat tampil di sepanjang musim 2017-2018 dengan menuai banyak kritikan dari Madridista yang merupakan nama pendukung klub berjulukan Los Blancos tersebut. Pasalnya, Benzema sendiri bisa dikatakan pemain yang tampil di musim ini dengan tidak sesuainya harapan terlebih lagi soal gol.

Membicarakan soal bentuk performa sang anak asuhan milik Zinedine Zidane sebagai pelatih utama di Stadion Santiago Bernabeu, memang bisa dikatakan bentuk penampilan dari striker berkebangsana Prancis ini telah tampil buruk. Hasilnya pun bisa anda lihat sendiri, dari kesempatan tampil di 12 pertandingan bersama pasukan Real Madrid nyatanya tidak membuat Benzema bisa tampil maksimal. Tercatat, sebagai striker andalan bagi Madrid ini Benzema sendiri hanya mampu membuat dua gol saja di semua kompetisi yang sudah dia jalani. Berita yang sempat terdengar bukan sampai disini saja, bahkan sempat terdengar rumor yang berisi jika para Madridista menyebutkan jika penampilan Benzema itu kala berlaga saat di atas lapangan.

Mendengar kritikan yang dituju padanya, Karim Benzema pun disebut-sebut sempat angkat bicara mengenai semua kritikan yang tertuju padanya yang di berikan para fans Madrid. Pria berkebansaan Prancis ini pun menjelaskan soal tugasnya sebagai striker, menurutnya soal penilaian para pendukung Madrid telah salah melihat statusnya sebagai penyerang di tim skuad utama Los Blancos. Lantas, Benzema secara langsung menjelaskan apabila tugas bagi seorang pemain yang bermain sebagai posisi penyerang tidak hanya membuat gol saja melainkan memastikan timnya itu bisa memenangkan setiap pertandinganya. Sebagai tambahanya, dia pun menyebutkan soal membuat gol tidak bisa membuat timnya menang jika dia tidak memberikan penampilan yang paling maksimal kepada timnya itu.

Melihat salah satu anak asuhannya kerap mendapatkan kritikan dari Madridista, sebagai pelatih utama di Stadion Santiago Bernabeu ini langsung membuat Zidane angkat bicara. Pelatih berusia 45 tahun ini pun menepis semua kritikan yang tertuju pada salah satu anak asuhanya, menurut Zidane penampilan Benzema tidak buruk melainkan dia mampu tampil baik seperti memberikan ruang kepada rekan-rekan setimnya untuk bisa menciptakan peluang membuat gol. Pembelaan yang di lakukan seorang pelatih, Benzema pun setuju atas apa yang diucapkan Zidane mengenai penampilannya yang memberikan dampak positif bagi tim skuad utama Madrid.

“Menjadi seorang pemain yang bermain di lini serang memang di tuntut agar dapat tampil maksimal di setiap pertandingannya, dan hal itu pun seperti membuat gol-gol kemenangan adalah yang menjadi tanggung jawab bagi seorang striker. Meski begitu dengan status sebagai pemain lini serang, namun anda juga harus bisa tampil seperti memberikan ruang untuk rekan-rekan anda peluang untuk membuat gol,” ucap Karim Benzema.

“Dalam 12 pertandingan yang telah saya ikut, memang saya hanya mampu membuat dua gol saja dari semua kesempatan yang telah saya miliki untuk tampil bersama Real Madrid. Tapi di pertandingan kami dituntut agar tetap tampil menang, bearti seorang striker tidak di haruskan membuat gol. Maka dari itu, saya sangat setuju dengan pemikiran pelatih kami yang mengutamakan kerja sama tim yang baik di setiap pertandingan,” lanjutnya.

Ini Dia Deretan Pemain Bintang Yang Karirnya Meredup Setelah Bermain Di Liga Inggris

Liga Inggris merupakan sebuah kompetisi sepakbola yang bisa menarik banyak bintang untuk terlibat di dalamnya. Meski begitu, tidak sedikit pula di antara mereka yang gagal memenuhi ekspetasi. Berikut ini adalah daftarnya.

  1. George Weah

Mantan pesepakbola asal Liberia, Afrika ini punya reputasi yang besar selama aktif bermain sepakbola. Dia pernah meraih gelar Ballon d’Or. Mencetak 58 gol dari 147 laga di AC Milan, juga 43 gol/118 laga di PSG. Tapi keputusannya bermain di Liga Inggris pada usia 34 tahun mungkin pilihan yang tidak tepat. Karirnya langsung meredup dan dia cuma mencetak 5 gol saja dari 15 laga bersama Chelsea.

  1. Mario Jardel

Sebelum bermain di Liga Inggris, Mario Jardel merupakan seorang striker yang sangat produktif dan mendapat julukan sebagai dewa gol. Dia mencetak 168 gol dari 170 laga di FC Porto, 34 gol dari 43 laga bersama Galatasaray, lalu 67 gol dari 62 laga di Sporting Lisbon. Tapi statistik mentereng itu langsung tidak berarti ketika dia bermain di Inggris bersama Bolton Wanderers, dia cuma bikin 3 gol/11 laga dan tak satupun dicetak di liga.

  1. Radamel Falcao

Pemain berjuluk El Trige ini sebelum hijrah ke Inggris juga punya statistik mencetak gol yang tidak kalah mentereng. Dia mencetak 72 gol dari 87 laga bersama FC Porto, dan mencetak 70 gol dari 91 laga di Atletico Madrid. Musim perdananya bersama AS Monaco juga tidak terlalu mengecewakan dimana dia mencetak 11 gol dari 19 laga. Tapi saat dipinjamkan ke Manchester United dan Chelsea, torehan golnya  merosot tajam, dia cuma mencetak 4 gol/29 laga di MU dan 1 gol/12 laga di Chelsea.

  1. Paulo Futre

Mantan pesepakbola asal Portugal ini di kenal sebagai pemain yang memiliki bakat alami. Dia bahkan sudah menembus skuat inti di timnas senior pada umur 17 tahun saja. Selama masa jayanya, dia berhasil mempersembahkan gelar juara liga kepada FC Porto dan juga Liga Champions. Ketika pindah ke Atletico Madrid, dia juga berhasil memenangi Copa del Ray. Setelah melewati serangkaian masa sulit di Benfica, Marseille, Reggiana, dan Milan, dia mencoba menghidupkan lagi karier di West Ham United, tapi gagal.

5 Penyerang Yang di Segani di Inggris

Kompetisi Liga Premier Inggris termasuk salah satu kompetisi terbesar didunia, banyak penyerang hebat bermain disana. Sewaktu liga Premier Inggris digelar tahun 1992, Inggris menjadi kompetisi yang cukup disegani karena banyak penyerang hebat.

Contoh saja Didier Drogba, terbang ke Inggris awalnya ia diragukan, akan tetapi perlahan ia berhasil membuktikan kemampuannya. Bahkan ia menjadi legenda The Blues, laga yang paling dikenang sewaktu Chelsea menghadapi Bayern Muenchen dikompeitis Liga Champions, ia berhasil menjadi pahlawan dari sudulannya. Selama membela Chelsea tercatat ia berhasi menyumbangkan 10 tittle juara. Namun ternyata bukan hanya Drogba saja yang di segani oleh penjaga gawang, tercatat masih ada 5 penyerang yang lain, berikut 5 penyerang tersebut.

  1. Ian Wright

Tidak hanya terkenal didalam lapangan hijau saja, ternyata Ian Wright juga pernah masuk penjara. Ia merupakan penyerang yang disegani dari Arsenal dan West Ham United, selama bermain di Inggris tercatat ia berhasil mengoleksi 113 gol dari 213 pertandingan, bahkan ia juga mengoleksi 22 asist dan tittle juara kepada Arsenal.

 

  1. Eric Cantona

Siapa yang tidak mengenal pemain 1 ini, maestro dari Manchester United adalah sosok penting Setan Merah dikala itu. Selama bermain di Inggris tercatat ia berhasil mengoleksi 70 gol serta 56 assist dari 156 laga.

 

  1. Rudd Van Nistelrooy

Rudd Van Nistelrooy adalah penyerang yang lengkap, ia mempunyai akurasi, finishing dan perebutan bola diudara yang baik. Selama bermain di Inggris ia berhasil mengoleksi 95 gol serta 14 assis.

 

  1. Alan Shearer

Dengan Alan Sherer Newcstle United menjadi klub yang cukup disegani di Inggris kala itu, ia menjadi penyerang yang cukup disegani oleh penjaga gawang lawannya, kenapa tidak selama 441 laga ia berhasil mengoleksi 260 gol.

 

  1. Thierry Henry

Siapa yang tidak mengenal legenda Arsenal 1 ini, ia adalah sosok penyerang yang ditakuti oleh penjaga gawang dan pemain bertahan lawannya. Ia bahkan berhasil mendapatkan pengargaan sepatu emas beberapa kali dan juga menjadi pengoleksi assist paling banyak. Selama 258 laga ia mengoleksi 175 gol dan menyumbangkan 2 tittle juara kepada Arsenal.

 

FAM Berikan waktu untuk pengembangan kualitas

Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) perlu diberi waktu untuk menghasilkan program pengembangan berkualitas untuk menghidupkan kembali citra sepakbola nasional di masa depan. Masalah tersebut disuarakan oleh Direktur Dewan Olahraga Wilayah Federal Datuk Mohd. Razlan Rafii, yang menggambarkan program pengembangan olahraga, membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan hasil positif.

Dia mengatakan bahwa kepemimpinan baru FAM, yang dipimpin oleh Tunku Mahkota Johor, Tunku Ismail Sultan Ibrahim, seharusnya tidak dihukum dengan tuduhan ekstrem setelah gagal membawa dampak besar pada skuad Harimau Malaya.

“Semua pihak harus memberi pimpinan baru kepada FAM untuk merencanakan program baru dan tidak adil bagi kita semua untuk menghukum mereka.

“Di dunia olahraga, setiap program yang dirancang butuh waktu lama untuk mendapatkan hasil yang bagus,” katanya kepada Utusan Malaysia, di sini hari ini.

Pada hari Senin, media melaporkan bahwa Tunku Ismail bertanggung jawab penuh atas kekalahan Malaysia yang ke 1-4 yang mengejutkan ke Korea Utara dalam pertandingan kualifikasi Piala Asia 2019 pertama mereka di Buriram, Thailand.

Dia mengatakan bahwa sebuah pertemuan dengan Direktur Teknis Peter De Roo akan diadakan segera setelah regu Nelo Vingada kembali ke rumah dari Thailand untuk menemukan cara untuk memperbaiki Harimau Malaya.

Kekalahan di Stadion I-Mobile, Buriram memprovokasi kemarahan pendukung saat Harimau Malaya gagal meraih kemenangan setelah menyelesaikan lima pertandingan Grup B. Malaysia juga gagal menang dalam tujuh pertandingan sejak diambil alih oleh operator Portugal Vingada pada bulan Mei.

Pada berit lain, banyak yang mencoba mengembalikan kemuliaan tim Kedah menyusul kegagalannya merebut trofi Piala Malaysia 2017, awal bulan ini. Ini termasuk upaya sponsor Kedah, ECK Group Sdn Bhd melalui ECK Development Sdn Bhd membawa pelatih kepala baru ke tim Red Eagle untuk menggantikan Mohd Nidzam Adzha Yusof.

Sutradaranya, Nyonya Ginney Chew di Facebook pada hari Senin mengatakan bahwa dia membutuhkan 25.000 orang untuk mendatangkan mantan manajer musim Kedah 2015, Ramon Marcote sebagai pelatih kepala.

Mane Tinggalkan Sesi Latihan Liverpool

Jurgen Klopp cemas Liverpool juga akan kembali kehilangan Sadio Mane yang saat ini dinyatakan alami cedera hamstring. Pemain berumur 25 th. itu terlebih dulu sudah tidak hadir sepanjang sebulan karna problem yang serupa. Tetapi, Mane lalu turut kembalikan kejayaan Liverpool, dengan bukukan kemenangan 4-1 atas West Ham United, 4 November yang lalu.

Sadio Mane lantas menolong Senegal maju ke Piala Dunia Rusia 2018, dengan bermain penuh sepanjang 90 menit waktu Senegal menang 2-0 atas Afrika Selatan, akhir minggu kemarin. Senegal juga dijadwalkan bagi bermain sekali lagi di Afrika Selatan minggu ini. Namun Mane jadi di kirim kembali pulang ke Liverpool, karena cedera hamstring serta juga akan lakoni tes bagi ketahui tingkat keparahan cederanya. “Secara spesial, dia kembali pada Melwood lebih awal bagi tinggal dengan kami. Terang, itu mencemaskan, ” tutur Jurgen Klopp.

“Kami tengah berfikir apakah ia kembali alami cedera hamstring, perlu untuk kami bagi memantaunya selalu dalam sekian hari yang akan datang, ” lebih Klopp dalam website resmi Liverpool.

Sekarang ini, disibakkan manajer asal Jerman itu, pihaknya belum juga dapat yakinkan bagaimana sesungguhnya cedera yang dihadapi Mane. “Tapi yang pasti, keadaan tim mesti tetaplah ada di puncak sepanjang sisa minggu ini, serta yakinkan kita waspada dalam menjaganya, ” tandas Klopp.

“Ada komunikasi yang begitu kuat pada kami serta manajemen Timnas Senegal, bagi yakinkan kalau pemain kami dilindungi serta diurus dengan baik. Kami hargai begitu perlunya dia untuk Senegal, serta oleh karenanya mesti senantiasa berlangsung kalau mereka dapat memutuskan waktu ada dibawah perawatan mereka, ” imbuhnya.

“Seharusnya itu juga tidak dilupakan di Liverpool, begitu perlunya untuk Sadio kalau dia dapat mewakili negaranya kapanpun dia fit bagi mengerjakannya. Dia begitu bangga dengan negaranya, serta mengaku begitu dia teladan untuk mereka, ” tutur Klopp.

Menurut dia, sekarang ini yang betul-betul dapat di pastikan Liverpool yaitu lakukan kontrol kelanjutan pada cedera Sadio Mane, sesegera mungkin saja sesudah ia kembali pada Anfield. Dengan hal tersebut, club juga akan tahu bagaimana pemulihan serta penyembuhan yang perlu dikerjakan supaya selekasnya pulih serta sembuh.

Prancis Membuat Wales Susah Tidur

Prancis mengatasi perlawanan Wales dalam laga persahabatan di Stade de France, Sabtu (11/11/2017) dinihari WIB. Gol Antoine Griezmann dan Olivier Giroud membantu Les Bleus menang 2-0. Griezmann terlihat apik dalam pertarungan ini. Selain mencetak gol, striker Atletico Madrid itu juga merupakan pusat serangan Prancis di babak pertama. Di menit kedelapan, Griezmann menciptakan peluang bagi Corentin Tolisso. Tapi tembakan Tolisso tidak sesuai target. Prancis hampir memimpin beberapa saat kemudian. Kylian Mbappe langsung berhadapan dengan kiper Wayne Hennessey dan melepaskan tembakan jarak dekat. Tapi, Mbappe menembak Hennessey lalu menabrak mistar gawang. Prancis benar-benar unggul di menit ke-18. Griezmann menyambut umpan silang Tolisso dengan tembakan pertama kali melawan kiper Wales.

Antoine Griezmann dan Olivier Giroud memimpin Prancis meraih kemenangan 2-0 atas Wales dalam pertandingan persahabatan di Stade de Franc. Kedua pemain mencetak gol di setiap babak sebagai “Les Bleus,” yang akan ambil bagian di final Piala Dunia tahun depan, meraih kemenangan rutin. Griezmann menembakkan tendangan voli ke area penalti dari umpan silang Corentin Tolisso di menit ke-18 untuk membawa tim asuhan Didier Deschamps ke posisi terdepan. Ini adalah kesepuluh kalinya dalam 12 pertandingan terakhirnya untuk skuad, di mana striker Atletico Madrid terlibat dalam proses pembuatan gol. Wales, yang harus absen dalam turnamen grand tahun depan di Rusia, dipaksa bermain pertahanan.

Di babak kedua, umpan silang Kylian Mbappe tertuju pada Giroud yang menaklukkan Wayne Hennessey dengan tembakan kaki kiri di menit ke-71 untuk memastikan kemenangan tersebut. Wales tidak memiliki kesempatan. Di menit ke-36, Chris Gunter membantu serangan dan tendangannya dari dalam kotak penalti menuju sasaran. Tapi, kiper Prancis Steve Mandanda cepat menangkap bola. Prancis memiliki dua peluang bagus di awal babak kedua. Giroud ditembak keras mendorong Hennessey, sementara tendangan Kingsley Coman dari luar kotak penalti masih melenceng tipis. Mandanda membuat dua gol berturut-turut untuk menjaga kiper Prancis tetap aman. Dia mendorong Aaron Ramsey dalam jarak yang cukup dekat, lalu memblokir tembakan keras Gunter. Giroud memperbaiki keunggulan Prancis di menit ke-71. Setelah menerima umpan dari Mbappe, striker Arsenal melepaskan tembakan dengan kaki kirinya untuk membawa Prancis unggul 2-0. Di sisa waktu, Prancis hampir menambah dua gol lagi. Namun, tembakan Samuel Umtiti di atas mistar, sementara tembakan Benjamin Pavard membentur tiang gawang.

Hasil Leg 1 Play-off Piala Dunia: Swedia 1-0 Italia

Gol tunggal Jakob Johansson sudah mampu untuk memastikan kemenangan Swedia atas Italia dalam babak playoff kualifikasi zona Eropa. Ancaman gagal lolos ke Piala Dunia 2018 bagi Italia pun semakin besar dan kian memberatkan dalam duel di leg pertama tersebut yang berakhir dengan menelan kekalahan tipis 1-0 atas Swedia di Friends Arena, pada hari Sabtu (11/11) dini hari WIB.

Dengan hasil tersebut, Italia mengemban tugas berat saat akan menjadi tuan rumah tengah pekan nanti dalam leg kedua. Tim Azurri sendiri harus mampu paling tidak keunggulan dua gol atas Swedia demi untuk bisa lolos ke Piala Dunia Russia tahun depan.

Di babak pertama, laga sudah berjalan dengan keras sejak awal lada kick off dibunyikan oleh wasit. Dengan ditandai adanya sejumlah kontak fisik dari kedua kubu tersebut yang terutama dilakukan oleh para punggawa dari tim Swedia. Peluang pertama sempat didapatkan oleh tim ITalia saat Andrea Belotti hampir membuka keunggulan memasuki menit ke lima lewat tandukkanya usai meneruskan umpan silangdari Matteo Darmian, sayangnya sundulannya membuat bola justru melenceng di sisi kanan gawang.

Italia secara perlahan mampu bermain dengan mengontrol tempo permainan dan berusaha meredam tempo permainan cepat yang diperagakan oleh tim tuan rumah hingga pertengahan babak pertama. Salah satu peluang terbaik dari Swedia datang pada saat laga memasuki menit ke 32, namun sayangnya tembakan keras dari Ola Toivonen masih melebar ke sisi gawang.

Menjelang akhir babak pertama, barisan pertahanan Italia yang dijaga oleh Giorgio Chiellini, Leonardo Bonucci dan Andrea Barzagl ini tampak lebih sering mendapatkan ancaman dari Swedia. Beruntung penampilan gemilang dari Gianluigi Buffon mampu mencegah timnya kebobolan. Sementara sebaliknya serangan tim asuhan Giampiero Ventura ini terkesan kesulitan dalam menerobos lini belakang tuan rumah, karena sering kehilangan bola saat mendekati daerah kotak pinalti Swedia. Tak ada gol yang tercipta hingga babak pertama usai, Skor 0-0 tanpa gol pun bertahan hingga jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, Italia tampil dengan berusaha langsung menggebrak. Mereka pun nyaris membuka keunggulan lewat aksi dari Antonio Candreva pada menit ke 48. Sayangnya, usaha dari winger Inter Milan tersebut masih bisa diselamatkan oleh kiper Swedia Robin Olsen.

Swedia terlihat bermain dengan strategi permainan yang berbeda di babak kedua ini. Itu setelah keputusan pelatih Janne Andersson yang mengganti Albin Ekdal dengan Jakob Johansson pada menit ke 57. Tampak serangan dari tuan rumah lebih hidup dan agresif.

Strategi baru yang diperagakan tuan rumah pun akhirnya membuahkan hasil. Memasuki menit ke 61, Swedia akhirnya mampu memecahkan kebuntuan tim lewat gol gelandang AEK Athens Jacob Johansson. Berawal dari lemparan kedalam, bola tandukkan dari Ola Toivonen disambut oleh Johansson dengan tembakan keras yang mampu mengecoh Gianluigi Buffon lantaran sempat membentur kaki dari Bonucci sebelum masuk kedalam gawang Italia.

Tertinggal satu gol, Gli Azzurri berusaha keras untuk mengejar ketertinggalan mereka. Kesempatan untuk menyamakan kedudukan datang pada menit ke 70, akan tetapi tembakan keras dari winger Manchester United tersebut kandas setelah bola membentur tiang gawang.

Ventura pun melakukan sedikit perubahan dengan menambah amunisi di lini depan dengan memasukkan Lorenzo Insigne dan Eder. Namun usaha tersebut tak membawa dampak yang signifikan, karena Italia tak mampu menyamakan kedudukan hingga laga usai. Skor 1-0 untuk kemenangan Swedia pun menjadi hasil akhir pada laga tersebut.

Allardyce Bersikeras Tolak Everton

Sam Allardyce menegaskan bahwa dia tidak sedang dalam pembicaraan dengan Everton dengan cara apapun, atau syarat apapun karena pencarian pengganti Ronald Koeman di Goodison Park berlanjut dan Mantan manajer Inggris tersebut tampaknya menjadi kandidat terdepan untuk pekerjaan tersebut di awal pekan ini, meski menolak untuk berbicara dengan pemegang saham mayoritas Farhad Moshiri kendati David Unsworth sekarang menjadi favorit untuk mengambil alih dan Allardyce, yang menyatakan ketertarikannya pada peran manajerial kosong Amerika Serikat, menegaskan bahwa tidak ada kebenaran dalam laporan bahwa dia mengadakan pembicaraan di Merseyside. “Saya tidak akan duduk di sini jika Everton membicarakan kontrak dengan saya, itu akan dinegosiasikan tapi Saya berada di Skotlandia selama dua hari terakhir di St. Andrews, saya terbang turun dan saya di sini hari ini.”

“Jika itu benar, saya akan membicarakan kontrak dengan Everton dan apakah saya bisa mencapai kesepakatan karena tidak ada pembicaraan kontrak dengan Everton.” Allardyce menambahkan bahwa fokus manajer Everton yang baru harus terus menyeret klub keluar dari keadaan sulit saat ini, berada di posisi 15 di Liga Primer hanya dengan tiga kemenangan dari 11 pertandingan. “Everton adalah klub sepakbola yang fantastis dengan sejarah dan tradisi yang sangat besar, Ada kesulitan saat ini dan saya berpikir bahwa apa yang direncanakan untuk masa depan harus terus bertahan untuk saat ini, hanya untuk fokus pada apa yang benar-benar dibutuhkan pada saat ini, dan itu adalah untuk membuat Everton mewujudkannya. “

“Kemudian bicaralah tentang masa depan cerah yang akan datang di musim depan atau apa pun itu dan arah mana klub mengambil keputusan sangatlah penting karena Ada sejumlah besar perencanaan yang harus dilakukan dan Saya merasakan manajer yang tepat yang menetapkan kios yang tepat tentang masa depan Everton, bukan hanya hari ini karena Hari ini adalah hal yang paling penting saat ini tapi pasti akan menjadi masa depan yang cerah.”

Ventura Sebut Wasit Jadi Biang Kekalahan Italy

Gian Piero Ventura mengatakan Italia tidak pantas kalah 1-0 dari Swedia di leg pertama playoff Piala Dunia hari Jumat dan menyalahkan pihak wasit karena terlalu lunak.

Pemain pengganti Swedia Jakob Johansson mencetak gol internasional pertamanya sesaat setelah tanda jam dengan tembakan dari tepi area penalti yang dibelokkan dari Daniele De Rossi dan kiper kaki tangan salah Gianluigi Buffon.

Peluang terbaik Italia adalah usaha keras Matteo Darmian yang secara tepat membentur tiang di menit ke-70, namun satu-satunya kesempatan penting lainnya adalah sundulan Andrea Belotti di luar sasaran enam menit.

Tapi Ventura menganggap timnya adalah tim yang lebih baik setelah menikmati 64 persen kepemilikan, meski Italia hanya menunjukkan tuan rumah mereka 10-8.

“Mengingat apa yang terjadi di lapangan, itu adalah kekalahan yang tidak patut,” kata pelatih tersebut kepada Rai Sport. “Gigi Buffon tidak memiliki save to make, kami memiliki peluang dan memukul kayu.”

Ventura juga mengkritik wasit asal Turki Cuneyt Cakir karena mengizinkan Swedia untuk menjadi bek fisik Leonardo Bonucci mengatakan bahwa hidungnya patah pada saat pembukaan – namun pelatih tetap yakin akan peluang Italia di leg kedua Senin di San Siro Milan.

“Saya berharap di Milan mereka mengizinkan kami apa yang diizinkan oleh wasit, karena dalam permainan yang begitu penting dengan begitu banyak yang dipertaruhkan, Anda tidak dapat mengambil pendekatan itu,” katanya.

“Tapi itu bukan pembenaran. Hasil imbang adalah minimum yang bisa kami targetkan untuk mempertimbangkan dua pertunjukan tersebut. Saya ulangi, pada level ini, wasit harus lebih memperhatikan.

“Sekarang kita hanya perlu mendapatkan hasilnya Kami tahu itu akan dimainkan lebih dari 180 menit, saya tidak berpikir ini adalah hasil yang benar selama 90 menit, tapi kita bisa mengubahnya. San Siro dapat membantu kita, tapi Kita juga harus membawa San Siro ke tangan. “