Van Dijk Mirip Dengan John Terry dan Tony Adams di Puncak Karirnya

Mark Lawrenson, seorang Legenda Liverpool yang menyebutkan bahwa Virgil Van Dijk saat ini tampil mirip dengan John Terry dan Tony Adams saat berada di puncak karirnya. Van Dijk merupakan bek termahal di dunia saat ini. Ia di beli oleh Liverpool dari Southampton seharga 75 juta pounds pada Januari 2018 lalu.

Setelah ia di beli, bek asal Belanda ini terbukti memiliki efek yang sangat masif pada performa Liverpool. Ia tak cuma membuat lini belakang menjadi sangat kuat namun juga membuat para pemain di sekitarnya tampil lebih baik.

Hebatnya lagi, ia bisa melakukannya meski kerap berganti pasangan. Partner utamanya adalah Joe Gomez, namun bek muda itu cedera hingga posisinya kadang diisi oleh Joel Matip atau Dejan Lovren.

Mirip Terry dan Adams

Van Dijk sekarang membantu Liverpool berpeluang meraih gelar juara liga untuk pertama kalinya sejak tahun 1990. Ia pun dinominasikan untuk bisa memenangkan gelar pemain terbaik Premier League.

Lawrenson pun mendukungnya meraih penghargaan tersebut. Pasalnya Van Dijk memang tampil luar biasa, mirip di puncak karir Terry bersama Chelsea dan Adams bersama Arsenal.

“Kami tahu tentang kemampuan Van Dijk dan kepemimpinannya, tetapi hal yang paling mengesankan adalah bahwa ia telah bermain dengan suksesi mitra bek tengah yang berbeda musim ini: Dejan Lovren, Joe Gomez, Joel Matip dan bahkan Fabinho,” tuturnya pada BBC Sport.

“Apakah itu memengaruhi tim? Tidak, karena ini semua tentang dirinya,” seru Lawrenson.

“Jujur, ia sangat bagus, ia pada saat itu di mana John Terry dan Tony Adams berada di puncak karir mereka, di mana Anda bisa memainkan siapa pun dengan mereka dan itu tidak ada bedanya sama sekali,” terangnya.

Dukungan Carragher

Jamie Carragher menilai Virgil van Dijk sangat pantas untuk memenangkan penghargaan PFA Player of the Year. Sebab, sang pemain sudah menunjukkan penampilan yang konsisten di lini belakang The Reds.

“Dengan penampilan yang dia berikan tahun ini, saya pikir dia adalah pemain terbaik di Premier League,” kata Carragher di situs resmi Liverpool.

“Saya akan terkejut jika dia tidak memenangkan PFA Player of the Year.” pungkasnya.

Ernesto Valverde Kehabisan Kata-kata untuk Puji Messi

Ernesto Valverde, Pelatih Barcelona yang mengakui sendiri bahwasannya ia telah kehabisan kata-kata untuk menggambarkan betapa spesialnya seorang Lionel Messi.

Menurutnya, Messi selalu tampil istimewa, seperti biasanya, bagi Barca pada musim 2018-19 ini. Ia mencetak 45 gol di semua ajang kompetisi. Ia pun membawa Barca berpeluang meraih gelar juara liga. Ia juga berpeluang membawa rekan-rekannya membawa jadi juara di Liga Champions.

Salah satu performa terbaiknya muncul padad saat Barca bermain melawan Manchester United di leg kedua perempat final Liga Champions. Saat itu ia mencetak dua gol dan membawa timnya menang dengan skor 3-0.

Pujian Ernesto Valverde

Performa Lionel Messi di leg kedua itu mampu membungkam orang-orang yang sebelumnya mengkritik dirinya atas performanya di leg pertama. Valverde sendiri akhirnya memberikan pujian kepadanya, meski kehabisan kata-kata, jelang duel antara Real Sociedad akhir pekan ini.

“Saya ingin memiliki bermacam-macam kata. Tetapi apa yang bisa saya katakan tentang Leo?” ucapnya seperti dilansir Goal International.

“Ia memecahkan semua rekor, dan yang masih akan ia pecahkan sendiri. Ia membuat publik selalu mengharapkan sesuatu yang istimewa darinya, dan ia (selalu) memberikannya,” serunya.

“Kita tahu siapa dirinya, apa arti dirinya dari sudut pandang global dan kita menikmatinya,” tandas Ernesto Valverde.

Pujian Ole Gunnar Solskjaer

Seusai laga, pelatih asal Norwegia juga turut kagum atas kemampuan yang di miliki oleh seorang Lionel Messi, Ole Gunnar Solskjaer ia pun mengaku sangat terkesima dengan kehebatan yang telah di tunjukkan oleh Lionel Messi sepanjang pertandingan. Menurutnya, La Pulga menjadi alasan besarnya jurang perbedaan antara kedua tim tersebut.

“Saya harus katakan bahwa Lionel Messi memiliki kualitas top dan tentu saja ia yang menjadi pembeda. Ketika skor 2-0 pertandingan sudah selesai,” ujar Solskjaer kepada BT Sport.

“Ia (Messi) memiliki kelas yang berbeda. Ia dan Cristiano Ronaldo merupakan pemain terbaik dalam satu dekade terakhir, semua setuju soal itu. Messi menunjukkan kualitasnya,” pujinya.

Ernesto Valverde: Guardiola Tetap yang Terbaik

Josep Guardiola gagal untuk membawa Manchester City lolos ke semifinal Liga Champions 2018/19. Tim besutannya di kandaskan oleh Tottenham lewat gol tandang dalam agregat 4-4 di babak perempat final.

Man City gagal lolos setelah hanya menang 4-3 di Etihad Stadium pada leg kedua. Satu keputusan VAR yang krusial di penghujung laga membuat mereka harus menelan kekecewaan.

Meskipun begitu, pelatih yang pernah membawa Barcelona dua kali juara Liga Champions tersebut tetap merupakan pelatih terbaik. Hal ini diutarakan oleh Ernesto Valverde, yang Barcelona besutannya lolos ke empat besar usai mengeliminasi Manchester United.

“Meski tereliminasi di Liga Champions, Guardiola tanpa perlu di ragukan tetap seorang pelatih yang terbaik yang pernah ada,” kata Ernesto Valverde, seperti dikutip Marca.

Di semifinal, Barcelona akan menghadapi Liverpool. Sementara itu, Tottenham akan melawan Ajax Amsterdam – yang telah menyingkirkan Real Madrid dan Juventus. Barcelona sendiri kini kembali fokus ke La Liga, di mana mereka hanya butuh sembilan poin dari enam laga tersisa untuk jadi juara. Minggu (21/4) dini hari nanti, mereka akan menjamu Real Sociedad. Ernesto Valverde menekankan pentingnya kemenangan tersebut.

Langkah Penting Menuju Juara

“Real Sociedad memiliki pemain-pemain hebat,” ujar Ernesto Valverde. “Namun kami butuh kemenangan, dan itu adalah dorongan terbesar kami.” sambungnya.

“Kami menatap pekan di mana kami bisa mendapatkan sembilan poin yang dapat membuat kami jadi juara liga. Kami bermain untuk gelar liga dan kami mengetahuinya.” lanjutnya.

“Laga ini bukan laga biasa, tapi ini bisa menjadi salah satu langkah penting menuju juara.” tutupnya.

Valverde: Liverpool Lawan yang Sangat Kuat

Barcelona lolos ke semifinal Liga Champions 2018/19 usai menyingkirkan Manchester United di perempat final. Barcelona melaju ke empat besar dengan keunggulan agregat empat gol tanpa balas. Lawan Barcelona di semifinal adalah Liverpool, yang mengeliminasi Porto dengan agregat telak 6-1.

Liverpool, yang merupakan runner-up edisi sebelumnya, di nilai oleh pelatih Barcelona Ernesto Valverde sebagai lawan yang sangat berbahaya. Kata Valverde, Liverpool sangat kuat, khususnya trio penyerang mereka – Sadio Mane, Roberto Firmino dan Mohamed Salah. Bagaimana kans Barcelona untuk lolos ke final? Menurut Valverde, itu takkan mudah.

Unai Emery Cocok Dengan Liga Europa

Trend bagus Unai Emery di Liga Europa selalu bersambung. Menyusul sukses pelatih dari Spanyol itu melepaskan Arsenal ke semi final dengan singkirkan Napoli.

Kelolosan Arsenal diyakinkan sesudah membuat malu Napoli 1-0 di Stadion San Paolo, Jumat (19/4/2019) dini hari WIB dalam pertandingan leg ke-2 perempatfinal. The Gunners meluncur selesai unggul agregat 3-0.

Dengan sukses ini Emery jadi pelatih dengan perolehan kemenangan paling banyak di babak gugur Liga Europa [26]. Pria berumur 47 tahun ini pula tetap melepaskan tim-tim yang dilatihnya sangat tidaklah sampai perempatfinal.

Trend bagus Unai Emery di Liga Europa selalu bersambung. Menyusul sukses pelatih dari Spanyol itu melepaskan Arsenal ke semi final dengan singkirkan Napoli.

Kelolosan Arsenal diyakinkan sesudah membuat malu Napoli 1-0 di Stadion San Paolo, Jumat (19/4/2019) dini hari WIB dalam pertandingan leg ke-2 perempatfinal. The Gunners meluncur selesai unggul agregat 3-0.

Dengan sukses ini Emery jadi pelatih dengan perolehan kemenangan paling banyak di babak gugur Liga Europa [26]. Pria berumur 47 tahun ini pula tetap melepaskan tim-tim yang dilatihnya sangat tidaklah sampai perempatfinal.

“Saya tumbuh besar di pertandingan ini, Liga Europa, serta saya fikir itu memberikan kami kesempatan besar saat kita tidak dapat bermain di Liga Champions. Ini ialah peluang untuk bikin suatu yang penting, pertandingan ini penting buat kami sebab memberikan kami peluang untuk bermain di Liga Champions tahun kedepan,” tutur Emery dikutip dari situs sah Arsenal.

“Di liga domestik banyak team kuat coba ada di (empat besar), serta Liga Europa buat saya serta buat kami saat ini penting,” katanya memberikan.

Seterusnya, Arsenal akan melawan Valencia di semi final, yang akan diawali pada awal bulan kedepan. Duel ini bisa menjadi arena reuni buat Emery dengan sisa club yang sempat dilatihnya pada 2008 sampai 2012.

Well, akankah Emery dapat menajamkan catatan bagusnya di Liga Europa bersama dengan Arsenal? Kita tunggu saja.

Dries Mertens: Arsenal Tidak Jauh Beda Dengan Napoli

Napoli mesti menelan pil pahit selesai didepak Arsenal dari Liga Europa. Tetapi, Dries Mertens tidak ingin menyebutkan The Gunners tampil lebih baik dari timnya.

Napoli tidak berhasil meluncur ke semi final Liga Europa. Kepastian ini didapatkan selesai mereka kalah 0-1 dari Arsenal di San Paolo pada pertandingan leg ke-2 perempatfinal Jumat (19/4/2019) pagi hari WIB.

Gol tunggal team tamu dibuat oleh tendangan bebas Alexandre Lacazette di menit ke-36. Dengan agregat Napoli kalah 0-3 dari wakil Inggris ini.

Hal itu berlangsung sesudah pada leg pertama di Emirates Fase, team asal Naples ini kalah 0-2 dari Arsenal. Dua gol pasukan Unai Emery waktu itu terbentuk lewat Aaron Ramsey serta bunuh diri Kalidou Koulibaly di set pertama.

Walau kalah dari Arsenal di dua leg, Mertens malas menyebutkan kualitas Meriam London lebih baik dari Napoli. Dia menyatakan hasil jelek yang dicapai timnya lebih sebab kegagalan scuad Carlo Ancelotti manfaatkan momen.

“10-15 menit pertama, kami mempunyai beberapa kesempatan untuk cetak gol serta itu akan merubah semuanya. Kami lalu kebobolan serta Itu menjatuhkan mental kami,” katanya dikutip dari Sky Sport Italia.

“Kami menjelaskan di ruangan ubah jika kami masih tetap meyakini, sebab Arsenal tidak sebaik yang kami duga. Tidak ada jarak kualitas diantara kita.”

“Kami lakukan kekeliruan di Emirates serta itu merusak semuanya. Kami tidak mengawalinya dengan baik, Arsenal ambil keuntungan serta kami coba semuanya untuk menebusnya, tapi mereka bertahan dengan baik,” tutur pemain dari Belgia ini penuh penyesalan.

Pengakuan Mertens itu dapat dibuktikan dengan statistik pertandingan leg ke-2. Dikutip dari WhoScored, Napoli tampil begitu menguasai selama 90 menit.

Mereka kuasai perebutan bola sebesar 70 % dibandingkan Arsenal. Dengan jumlahnya tembakan mereka sangat agresif. Tetapi Arsenal memang tampil lebih efisien di pertandingan ini.

Napoli keseluruhan melepas 20 tembakan dengan cuma dua yang ke arah gawang Petr Cech. Sesaat dari tujuh usaha tembakan Arsenal empat salah satunya ke arah gawang.

Etihad Membara Kembali: Manchester City Melawan Tottenham

Manchester City akan bertemu dengan Tottenham Hotspur di Liga Inggris. Duel itu cuma berjarak tiga hari selesai kelolosan menegangkan Tottenham di Liga Champions.

Spurs melukai City selesai maju ke semi final. Pada laga penetapan di Stadion Etihad, City menang 4-3 tetapi masih tersisih sebab kalah agresivitas gol tandang dalam agregat 4-4.

Sekarang ke-2 club kembali bertemu dalam tempat yang sama untuk memainkan minggu ke-35, Sabtu (20/4/2019) petang WIB. City akan coba membalas kekalahan itu untuk selalu mengawasi persaingannya dengan Liverpool.

Sekarang ini City mengumpulkan 83 point, ketinggalan dua point dari Liverpool yang nongkrong di posisi paling atas klassemen. Tetapi, the Citizens masih tetap mempunyai satu laga bekas.

Selain itu angka penuh pun jadi target Tottenham, yang menempati tempat ke-3. Spurs hanya ketinggalan satu point saja dari Arsenal serta Chelsea, dan tiga point dari Manchester United.

Empat pertandingan paling akhir Liverpool akan diawali dengan lawatan ke Cardiff City, Minggu (21/4) malam WIB. Si Merah tengah diliputi atmosfer yang demikian positif sesudah tundukkan Chelsea serta maju ke semi final Liga Champions.

Pada pertemuan pertama musim ini, Liverpool menang gampang 4-1 atas Cardiff di Anfield. Tetapi, laga di Cardiff punya potensi lebih susah sebab the Blue Birds akan berusaha lolos dari jeratan degradasi.

Pertandingan tricky ditemui Manchester United saat berkunjung ke Everton di Goodison Park. The Red Devils kembali inkonsisten selesai menanggung derita dua kekalahan dalam lima pertandingan paling akhir di Liga Inggris. Perform MU terlihat kurang memberikan keyakinan walau menang 2-1 atas West Ham di minggu awal mulanya.

Everton harus ditaklukkan MU untuk selalu buka kesempatan finish empat besar. Tetapi, the Toffees sering menyusahkan sesudah 2x mengambil point dalam lima pertemuan paling akhir mereka di pertandingan ini.

Arsenal akan memainkan pertandingan kandang waktu kehadiran Crystal Palace di Stadion Emirates. The Gunners temukan kembali bentuk penampilannya sesudah memenangkan tiga laga terakhir kalinya.

Arsenal di dukung statistik keren sebab belum pernah kalah di muka publik sendiri menantang Si Elang. Semenjak dibuat malu Palace 1-2 pada 1994, Arsenal mencapai enam kemenangan serta hanya sekali seri dalam tujuh pertandingan kandang terakhir kalinya.

Chelsea akan bermain terakhir saat kehadiran Burnley di Stamford Bridge, Selasa (23/4) dini hari WIB. Di pertemuan pertama musim ini, the Blues sukses membabat Burnley empat gol tanpa ada balas di Turf Moor.

Akan tetapi, Burnley tengah onfire sesudah memenangkan tiga laga terakhir kalinya selesai meluncur negatif dengan menanggung derita empat kekalahan berturut-turut. Di bekas empat pertandingan, Burnley masih juga dalam jangkauan degradasi sebab hanya terpaut delapan point dari Cardiff di posisi 18 klassemen.

Arsenal Melaju ke Semifinal, Ramsey Jadi Korban !

The Gunners membukukan tempat mereka di semi-final Liga Europa dengan kemenangan 1-0 melawan Napoli, tetapi kehilangan gelandang yang pergi karena cedera.Itu hampir malam yang sempurna untuk Arsenal. Hampir.

Diberikan catatan tandang mereka musim ini, ada banyak yang percaya tim Unai Emery akan layu di tengah suasana stadion Sao Paolo yang panas. Mereka melakukan sebaliknya.

Ini bukan Arsenal yang kita lihat di jalan musim ini, tim yang hancur di Rennes atau direndahkan di Borisov. Ini adalah tim Arsenal yang dipimpin oleh Alexandre Lacazette yang terinspirasi, yang membawa pertandingan ke Napoli dan sepatutnya mengalahkan mereka 1-0 untuk mencapai semi-final Liga Eropa untuk musim kedua berturut-turut.

Itu adalah malam untuk membungkam beberapa orang yang ragu, untuk mengembalikan lebih banyak kepercayaan pada perjalanan mereka. Tapi itu juga malam diwarnai dengan penyesalan karena cedera yang diderita oleh Aaron Ramsey di babak pertama.Pemain internasional Wales, yang telah memulai permainan dengan sangat baik, segera menariknya sambil memegangi hamstringnya setelah melakukan peregangan untuk bola yang longgar dan digantikan oleh Henrikh Mkhitaryan setelah setengah jam.

Arsenal memiliki lima pertandingan tersisa di Liga Premier musim ini, berpotensi delapan keseluruhan jika mereka melewati Valencia dan mencapai final Liga Eropa di Baku pada 29 Mei.Jika cedera hamstring Ramsey adalah yang serius, bisa jadi ia telah memainkan pertandingan terakhirnya untuk Arsenal. Untuk seorang pemain yang telah melakukan begitu banyak untuk klub selama dekade terakhir, itu bukan cara dia harus mundur sebelum pindah ke Juventus.

Tapi itu semua akan terurai selama beberapa minggu mendatang. Untuk saat ini Arsenal dapat kembali ke London dengan sangat bangga dengan cara mereka tampil di salah satu tempat paling bermusuhan di Eropa.Sebelum kunjungan Arsenal, hanya Juventus yang mengalahkan Napoli di kandang mereka sendiri musim ini. Italia mengalahkan Liverpool di kandang di babak grup Liga Champions dan bermain imbang dengan Paris Saint-Germain.

Tapi tim Emery menunjukkan kepercayaan diri terhadap permainan mereka yang jarang kita lihat musim ini di luar London utara. Alih-alih layu di atmosfer, mereka berdiri dan unggul di dalamnya.

Tottenham tetap ke semifinal walau kalah dari City

Tottenham Hotspur lolos ke semifinal Liga Champions. Meski kalah 3-4 dari Manchester City di leg II perempatfinal, The Lilywhites unggul gol tandang dalam agregat 4-4. Bermain di Etihad Stadium, Manchester, Kamis (18/4/2019) dini hari WIB, lima gol tercipta di babak pertama. City unggul 3-2 atas Tottenham. Gol The Citizen dicetak Raheem Sterling di menit ke-4 dan 21, serta Bernardo Silva. Adapun Tottenham mendapat dua gol dari aksi Son Heung-min di menit ke-7 dan 10.

Di babak kedua, kedua tim sama-sama menambah satu gol. Sergio Aguero sempat membawa City unggul 4-2, sebelum Fernando Llorente memperkecil skor menjadi 4-3. Skor bertahan hingga jeda. Di menit akhir, Sterling sempat membobol gawang Tottenham. Tapi VAR menganulirnya karena sebelumnya Aguero, yang memberi umpan, sudah dalam berada dalam posisi offside. Skor 3-4 tetap bertahan saat peluit tanda akhir laga berbunyi.

Hasil itu mengantarkan Tottenham lolos ke semifinal dengan keunggulan gol tandang dalam agregat 4-4, setelah menang 1-0 di kandang pada leg pertama. Selanjutnya, Tottenham akan menghadapi Ajax Amsterdam di semifinal. Meski menerima kegagalnan City, Pep Guardiola mempertanyakan gol Fernando Llorente. Memanfaatkan sepak pojok Kieran Trippier, penyerang asal Spanyol ini dianggap menggunakan tangan saat menggetarkan jala Ederson.

Tersingkir dengan cara demikian diakui Guardiola menyakitkan. Namun ia tak punya pilihan lain kecuali menerima kenyataan ini. “Ini menyakitkan tapi itulah yang terjadi dan kami harus menerimanya. Setelah 20 menit kami unggul 3-2. Di babak kedua kami menciptakan banyak peluang dan kami mencetak gol yang kami butuhkan,” ujar Guardiola. “Sayangnya, laga berakhir buruk bagi kami jadi selamat untuk Tottenham dan semoga sukses untuk semifinal.”

Terkait gol Llorente, mantan pelatih Barcelona ini menilai gol yang diciptakan oleh kompatriotnya tersebut memang layak untuk diperdebatkan. “Saya mendukung VAR tetapi mungkin dari satu sudut pandang gol Fernando Llorente adalah handball, mungkin dari pandangan wasit itu bukan,” ucap Guardiola.

Meredam Badai Juventus, Ajax Harus Mampu Untuk Mengunci Kemenangan Dengan Lebih Cepat

Ajax menang selesai mencatat comeback atas Juventus. Pelatih De Godenzonen Erik ten Hag yakin timnya seharusnya dapat menutup kemenangan bertambah cepat.

Ajax menang 2-1 sesudah ketinggalan terlebih dulu dari Juventus di Allianz Fase, Rabu (17/4/2019) dini hari WIB. Dibobol Cristiano Ronaldo di menit ke-28, Ajax membalas melalui Donny van de Beek serta Matthijs de Ligt pada menit ke-34 serta 67.

Kemenangan ini membuat Ajax maju ke semi final dengan agregat 3-2. Ke-2 team awal mulanya sama 1-1 di Johan Cruyff Ajang pada leg pertama.

Pada pertandingan di markas Juventus ini, Ajax awalannya tertekan. 45 menit pertama berjalan relatif berat untuk scuad garapan Ten Hag itu.

Anak-anak Amsterdam cuma mencatat empat eksperimen dengan satu yang on tujuan –berbuah gol– di periode ini. Sesaat Juventus miliki sembilan tembakan dimana tiga salah satunya ke arah gawang.

Meskipun begitu hanya satu tembakan on tujuan di set pertama itu menolong Ajax memperoleh sela semakin besar di set ke-2. Kenyataannya mereka dapat melepas 10 tembakan dimana tiga salah satunya mengarah gawang di paruh ke-2.

Ten Hag mengaku timnya harus menahan Juventus terlebih dulu di set pertama. Tetapi di set ke-2 ada sela besar yang dapat digunakan, akan tetapi ia cukuplah menyayangkan timnya kurang dapat mengoptimalkan.

“Ini ialah laga yang begitu berlainan dengan (Real Madrid – set 16 besar) di Bernabeu. Di awalnya, ini adalah duel fisik. Organisasi permainan kami bagus, tetapi kami harus meredam badai serangan lawan,” papar Ten Hag di situs sah UEFA.

“Cuma ada banyak peristiwa yang tidak sukses. Di set ke-2, mereka tidak dapat menjalankan permainan mereka serta Anda dapat lihat celah-celah itu mulai muncul. Kami lalu dapat lebih mainkan bola.”

“Kami membuat tiga, empat, peluang-peluang 100%. Kami semestinya dapat menutup laga bertambah cepat, tetapi nyatanya kami perlu kondisi bola mati untuk memperoleh gol kemenangan,” pungkasnya.

Barca Melawan Manchester United

Barcelona singkirkan Manchester United untuk maju ke semi final Liga Champions. MU melahirkan satu catatan jelek selesai kalah 0-3 di leg II perempatfinal.

Barca membuat MU tidak berdaya waktu berlaga di Camp Nou, Rabu (17/4/2019). Lionel Messi memberikan inspirasi kemenangan Blaugrana dengan sepasang golnya, plus satu gol lainnya dari kaki Philippe Coutinho.

Pasukan Ernesto Valverde itu lolos dengan memberikan keyakinan dengan agregat 4-0, sekaligus juga menandai empat besar pertamanya dalam empat musim.

Sedang buat MU kekalahan ini bermakna nirgelar pada musim 2018/19. Setan Merah telah tersisih di Piala FA, serta jauh-jauh hari keluar dari perebutan gelar Liga Inggris.

Di bawah ini ialah statistik menarik dari pertandingan Barcelona versus Man United semalam, yang dirangkum BBC Sport:

Barcelona maju ke semi final Liga Champions untuk pertama-tama semenjak 2014/15 saat masih tetap dilatih Luis Enrique.

Manchester United tereliminasi di perempatfinal Liga Champions sekitar tujuh kali, lebih beberapa dari team mana saja.

Lionel Messi cetak gol pertamanya di perempatfinal Liga Champions semenjak April 2013 menantang PSG, akhiri laju 12 laga serta 50 tembakan tanpa ada satu gol di laga perempatfinal.

Ini ialah kekalahan agregat paling besar Manchester United [0-4] dalam satu pertandingan dua leg di Eropa. Awal mulanya, kekalahan agregat paling besar terkena MU dari AC Milan 2-5 di semi final Piala Eropa 1957/58 serta 1-4 dari Atletico Madrid di set 16 besar Piala Winners 1991/92.

Manchester United menanggung derita empat kekalahan tandang berturut-turut di semua pertandingan semenjak Oktober 1999. Manajer MU sekarang ini Ole Gunnar Solskjaer tampil di empat laga itu di 1999.

Lionel Messi sudah cetak 45 gol untuk Barcelona di semua pertandingan musim ini, 10 gol semakin banyak dibanding pemain lainnya di lima liga top Eropa.

Manchester United telah lima kali kalah di Liga Champions musim ini, jumlahnya kekalahan paling banyak mereka sama dengan musim 1996/97.

Tim-tim Spanyol hanya kalahan sekali dari 24 laga knockout Liga Champions paling akhir menantang tim-tim Inggris (menang 16, seri 7, kalah 1), dengan kemenangan Leicester City 2-0 atas Sevilla di Maret 2018, jadi hanya satu kemenangan team Inggris di periode itu.

Lionel Messi sudah cetak 2x semakin banyak gol Liga Champions menantang tim-tim Inggris dibanding dengan pemain lainnya (24 gol).