Nama David Neres akan memasuki di kubu Setan Merah

Kini dengan klub dari Manchester United telah di beritakan bahwa ia sduah memiliki sebuah target pada saat di musim panas yang akan mendatang.  bagi Ajax Amsterdam yang bernama David Neres.

Manchester United memang cukup ramai diberitakan ingin memperkuat lini serang mereka di musim panas nanti. Ole Gunnar Solskjaer ingin lini serangnya lebih hidup paska musim lalu para pemain menyerang MU tampil melempem sepanjang musim.

Salah satu posisi yang menajdi prioritas transfer Solskjaer adalah winger kanan. Hal ini menyusul ia tidak memiliki stok winger kanan yang memadai, di mana ia hanya mengandalkan Juan Mata dan Jesse Lingard di posisi tersebut musim ini.

Dilansir Euro United, Solskjaer memiliki target transfer baru di musim panas nanti. Ia disebut tertarik memboyong David Neres dari Ajax Amsterdam. Neres sendiri bisa dikatakan masih menjadi pendatang baru di Ajax. Ia dibeli dari klub Brasil, Sao Paolo pada tahun 2017 silam dengan mahar 10,8 juta pounds.

Neres sendiri langsung membuat kontribusi yang besar di Ajax. Di musim keduanya di Belanda, ia berhasil membawa timnya menjuarai Eredivisie dan lolos ke semifinal Liga Champions musim ini.

Catatan pribadinya musim ini juga tidak buruk. Ia membuat 12 gol dan 15 assist bagi Ajax dari total 50 penampilan, sehingga Solskjaer optimis pesepakbola 22 tahun itu akan sangat cocok untuk timnya musim depan.

Laporan itu mengklaim bahwa Manchester United akan menindaklanjuti ketertarikan mereka terhadap Neres. Mereka disebut akan mengajukan tawaran perdana untuk sang pemuda dalam waktu dekat ini. Transfer Neres sendiri diperkirakan akan memakan dana yang cukup besar. Pasalnya pada bulan September 2018 kemarin ia memperpanjang kontraknya di Ajax hingga tahun 2022.

Namun dengan klub Manchester United akan tampaknya sedang mencoba dengan tes ombak dan sehingga bisa mengajukan dengan adanya sebuah penawaran sebesar empat puluh juta pounss kepada Ajax Amsterdam.

Final Liga Champions Antara Liverpool vs Tottenham Bakal Meninggalkan PR Buat Timnas Inggris

 

Inggris bisa berbangga diri karena menempatkan 2 tim di final Liga Champions, yakni Liverpool vs Tottenham Hotspur. Akan tetapi setelah pertandingan itu, persoalan besar akan dihadapi oleh tim nasional The Three Lions.

Liverpool dan Tottenham bakal saling berhadapan di Wanda Metropolitano, Madrid, pada hari Minggu (2/6/2019) mendatang. Ini merupakan pertemuan pertama kedua kesebelasan di final Liga Champions.

Bagi Tottenham, ini adalah pengalaman pertama bisa tampil di laga puncak kompetisi paling bergengsi di antar klub Eropa itu. Sementara buat Liverpool, ini merupakan final kesembilan dimana tahun lalu mereka juga mencapai final.

Keberhasilan 2 tim ini mencapai final menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Inggris. Sudah sejak 2007/2008 silam, saat Chelsea melawan Manchester United, mereka tidak melihat all English final.

Namun situasi ini juga bakal menjadi masalah tersendiri buat tim nasional Inggris. Manajer ‘Tim Tiga Singa’, Gareth Southgate, memprediksi bakal ada beberapa pemain yang sedikit kesulitan secara mental setelah final nanti.

Padahal Inggris sudah ditunggu babak semifinal UEFA Nations League di awal bulan Juni mendatang. Inggris akan melawan Belanda di Guimaraes pada 6 Juni 2019, kemudian melawan pemenang antara Portugal vs Swiss kalau berhasil lolos.

Sementara ini tercatat ada 3 pemain Liverpool dan 6 pemain Tottenham di dalam 27 skuat awal untuk babak semifinal tersebut. Skuat ini masih akan mereduksi menjadi 23 pemain pada 27 Mei mendatang.

“Kami mesti membuat keputusan yang cepat namun akurat mengenai dimana kondisi mereka pada hari-hari tersebut. Bakal menjadi sesuatu yang sangat bergantung kepada individu, memainkan pertandingan sebesar itu” kata Southgate.

“Bakal menjadi pertama kalinya kami mengalami hal ini. Tahun lalu kami punya Jordan Henderson dan Trent Alexander-Arnold di pusat latihan usai sebuah kekecewaan besar dan itu tidak mudah buat mereka” lanjut manajer berusia 48 tahun itu.

“Jadi sayangnya seseorang bakal datang dengan kondisi pikiran seperti itu. Ini situasi yang sangat unik. Saya pikir manajer tim nasional Spanyol sudah mengalami hal itu di dalam beberapa waktu terakhir dan akan ada orang lain yang mesti berurusan dengan itu” sambung Southgate.

“Ini adalah ujian untuk kemampuan manajemen kami dan kepada semangat kami sebagai sebuah tim. Merupakan tantangan besar untuk bersaing satu sama lainnya, kemudian meninggalkan itu semua dan mengingat jika kami merupakan sebuah tim di tim nasional Inggris karena kami menyokong satu sama lainnya” tutup manajer kelahiran Watford, 3 September 1970 itu.

City vs Watford: Pep Guardiola Mewaspadai Sengatan Si Lebah

 

Josep Guardiola mewaspadai Watford karena bisa merepotkan Manchester City di pertandingan final Piala FA. Manajer asal Spanyol itu menganggap The Hornets merupakan tim terbaik diluar 6 besar.

City sedang mengincar trofi ketiga di kompetisi domestik musim ini ketika menghadapi Watford di final Piala FA pada hari Sabtu (18/5/2019) di Wembley. Kalau City memenangkan pertandingan ini, The Citizens akan menyandingkan trofi Piala FA dengan Premier League dan Piala Liga Inggris yang sebelumnya sudah mereka dapatkan.

Kans skuat Guardiola meraih Piala FA bisa dibilang terbuka lebar karena lawan yang mereka hadapi ‘hanya’ Watford. Di musim ini, Si Lebah menuntaskan musim di posisi 11 dengan nilai 50 poin, berjarak 48 poin dari City yang menjadi kampiun.

Selain hal itu, City juga amat dominan ketika bertemu dengan Watford. City selalu menang di dalam 6 laga terakhir dengan tim asuhan Javi Gracia itu. Walaupun lebih diunggulkan, Guardiola tidak mau menganggap remeh Watford. Guardiola menyebut merupakan tim terbaik diluar 6 besar.

Manajer berusia 48 tahun itu mewaspadai serangan Watford apalagi dari situasi bola mati. Dilansir oleh Whoscored, Watford sudah mencetak 12 gol lewat situasi set piece di Premier League musim ini.

“Watford dan Wolverhampton Wanderers merupakan tim terbaik diluar 6 besar. Mereka merupakan tim yang sangat konsisten, Everton penampilannya naik turun, Leicester City berakhir amat baik di bawah Brendan Rodgers. Javi Gracia merupakan manajer berpengalaman yang pernah melatih di berbagai negara dan saya rasa dia merupakan pria yang amat brilian dan tau persis apa yang mesti dilakukan” ucap Guardiola.

“Mereka mempunyai talenta hebat di lini serang, banyak mengandalkan fisik dan bagus di dalam situasi bola mati. Ini adalah pertandingan final, kami tau apa yang bisa terjadi. Kami percaya kepada diri kami sendiri dan kami mesti menemukan cara untuk mengalahkan Watford” sambung manajer kelahiran Santpedor, 18 Januri 1971 itu.

“Ini merupakan final kejuaraan, apapun dapat terjadi seperti kartu merah. Watford bisa mempersiapkan final dengan lebih baik dan mereka bisa membuat strategi yang tak kami inginkan. Di dalam satu pertandingan, apapun bisa terjadi” demikian Guardiola.

Bernardo Silva Adalah Alasan Sterling Tampil Menggila Bersama City

 

Raheem Sterling terpacu untuk bermain bagus bersama Manchester City sejak kehadiran Bernardo Silva. Sterling merasa posisinya mulai terancam oleh Bernardo Silva.

Sterling menjadi salau satu pemain kunci dari keberhasilan City meraih gelar Premier League di dalam 2 musim beruntun. Winger berusia 24 tahun itu mampu mencetak 17 gol dan 11 assists pada musim ini.

Sterling meneruskan penampilan gemilangnya pada musim lalu. Ketika itu, Sterling juga memberikan kontribusi besar bagi The Citizens dengan mencetak 18 gol dan 15 assists.

Torehan Sterling di atas sekaligus memperlihatkan jika penampilannya meningkat pesat setelah awal yang buruk bersama City. Sterling cuma mencetak 8 gol dan 7 gol pada 2 musim perdana berseragam City usai ditransfer dari Liverpool di 2015.

Sterling mengatakan bergabungnya Bernardo Silva ke City di musim lalu menjadi awal titik balik penampilan bagusnya bersama tim besutan Josep Guardiola itu. Sterling merasa kehadiran Bernardo Silva memacunya untuk makin bermain bagus bersama City.

“Saya kembali ke London Barat, saya pergi menemui teman saya dan dia mengatakan, ‘Mereka baru saja mendapatkan Bernardo Silva’. Dia membuat saya khawatir” kata Sterling.

“Dan saya seperti berkata, ‘Itu sangat sakit, kawan’. Dia benar-benar terkejut, namun saya rasa ini bagus, ini persaingan dan itu menghasilkan yang terbaik di dalam diri saya” lanjut winger kelahiran Kingston, 8 Desember 1994 itu.

“Itu merupakan titik balik besar saat pemain sayap ini datang untuk mendorong saya. Itu adalah hal yang bagus. Di saat itu, cuma aku dan Leroy Sane, aku tau itu bakal mendorongku lagi untuk melakukan hal yang lebih baik karena aku tau ada orang lain disana. Anda berada di dalam tim, ini bukang mengenai ego, ini mengenai meningkatkan permainan Anda untuk membantu tim” sambung Sterling.

“Orang-orang mulai meragukan performa saya dan saya mulai meragukan diri saya sendiri serta percaya apa yang mereka katakan. Ini bukan mengenai mengembalikan kepercayaan diri saya, namun saya lebih agak menghalangi orang untuk berbicara. Itu seperti, ‘Oke, tak masalah, saya bakal memperlihatkan kepada Anda penampilan saya’” tuntas pemain bernomor punggung 7 di City itu.

Manchester City Bantai Brighton

Manchester City bangkit dari ketinggalan untuk mempertahankan gelar Liga Premier dalam gaya dengan kemenangan 4-1 di Brighton pada hari terakhir musim ini kemudian City mencari jalan keluar untuk pertandingan terakhir yang menegangkan di Stadion Amex ketika pembuka Sadio Mane untuk Liverpool melawan Wolves – yang untuk sementara memindahkan Reds di puncak klasemen – diperparah oleh Glenn Murray yang membawa Brighton memimpin pada menit ke-27 Namun City menghasilkan respons juara. Sergio Aguero mencetak gol hanya 83 detik setelah pertandingan pembuka Murray, sebelum sundulan Aymeric Laporte memastikan keunggulan di babak pertama sedangkan Riyad Mahrez mencetak gol ketiga City ke sudut atas pada menit ke-63 sebelum tendangan bebas Ilkay Gundogan yang sangat indah memicu adegan liar perayaan di antara para pemain dan staf Pep Guardiola sebab Kemenangan liga ke 14 secara beruntun City membuat mereka mengakhiri salah satu perburuan gelar Liga Premier yang paling luar biasa di puncak tumpukan dengan 98 poin, dan melihat mereka menjadi tim pertama sejak 2009 untuk mempertahankan gelar tersebut

Brighton menikmati prospek menentang naskah yang berpotensi menumbangkan penobatan City. Alireza Jahanbakhsh melakukan tembakan melebar beberapa sentimeter di sembilan menit, upaya yang memaksa Guardiola berjongkok di area teknis saat tekanan meningkat bahkan Berita pembuka Mane pada menit ke-17 di Anfield berdatangan, dan plot bertambah 10 menit kemudian ketika Murray mengalahkan Ederson di tiang dekat untuk memimpin Brighton di depan dengan golnya yang ke-14 musim ini Tapi timah itu berumur pendek. Film rapi David Silva dikendalikan oleh Aguero, dan ia segera menenangkan saraf sang juara dengan penyelesaian klinis melewati Mat Ryan sedangkan Kiper Brighton mencegah Bernardo Silva dari memimpin kota yang sekarang merajalela menjadi memimpin pada tanda setengah jam, tetapi ia tak berdaya tujuh menit sebelum jeda karena Laporte diberi kebebasan area penalti dan menyelesaikan perputaran dengan sundulan dari Pojok Mahrez maka City mengepung gawang Brighton di awal babak kedua dan mendapatkan bantal dua gol yang mereka inginkan ketika Mahrez menggeser bola menjauh dari Lewis Dunk dan melepaskan tembakan melalui penyelaman putus asa Ryan Dan perayaan City digerakkan pada 72 menit ketika Gundogan meninggalkan Ryan tanpa peluang saat ia melengkung tendangan bebas 25 meter mewah di atas dinding Brighton dan ke sudut atas.

Pep Guardiola: “Saya harus mengucapkan selamat kepada Liverpool tentu saja. Terima kasih banyak. Mereka membantu mendorong kami dan meningkatkan standar kami dari musim lalu. Bersaing melawan tim ini mendorong kami untuk melakukan apa yang telah kami lakukan. Luar biasa, 198 poin dalam dua musim berturut-turut. Kami membuat standar lebih tinggi musim lalu dan Liverpool membantu kami – untuk memenangkan gelar ini kami harus menang 14 kali berturut-turut. Kami tidak bisa kehilangan satu poin pun. Ini adalah gelar terberat kami telah memenangkan semua karier saya, sejauh ini sedangkan Chris Hughton: “Untuk periode permainan yang bagus, kami bisa memberi mereka permainan yang bagus dan itulah yang saya inginkan, tetapi fakta bahwa equalizer mereka begitu cepat setelah gol kami, itu benar-benar melukai kami Setelah membuka pintu ke Liverpool dalam perburuan gelar dengan penalti yang gagal di Anfield pada Oktober, Mahrez menebus kesalahan dengan gol yang mengawali perayaan gelar Manchester City di pantai selatan. Itu pas dan hanya mengakhiri musim pertama Aljazair dengan City saat ia mendapatkan medali juara Liga Premier keduanya.

 

 

Leicester Ditahan Imang Chelsea Tanpa Gol

Hasil akhir yang buruk membuat Leicester dan Chelsea menang, karena kedua belah pihak bermain imbang 0-0 di pertandingan terakhir musim ini dan Ross Barkley seharusnya membuka skor awal untuk Chelsea ketika Jorginho menyobek bola di atas pertahanan Leicester untuk ditemani gelandang tengahnya tetapi tendangannya yang keras diblok oleh dada Kasper Schmeichel sedangkan Cesar Azpilicueta tergelincir tidak hanya sekali, tetapi dua kali, untuk memungkinkan Jamie Vardy berlari pada tujuan tetapi ketika saat krisis datang ia mengirim umpan buruk ke Youri Tielemans, yang tidak bisa membuat peluang yang berarti dari sudut yang buruk, memungkinkan Willy Caballero kesempatan. untuk menyimpan jadi Peluang terbaik dari periode pembukaan jatuh ke Gonzalo Higuain setelah kerja keras antara Willian dan Marcos Alonso memungkinkan yang terakhir mengirim umpan melintasi kotak enam yard tetapi pemain Argentina itu mengaburkan peluang dengan gawang yang menganga Untuk Chelsea, Eden Hazard akhirnya datang di babak kedua, berpotensi untuk terakhir kalinya seiring rumor tentang masa depannya terus berlanjut lalu Tielemans memiliki kesempatan untuk memenangkan pertandingan pada malam hari ketika dia menemukan ruang di tepi area penalti tetapi dia menghancurkan tembakan patuh yang tinggi dan lebar.

Maurizio Sarri: “Saya pikir kami bermain bagus di akhir pertandingan. Mungkin kami tidak memiliki energi yang tepat, energi fisik dan mental yang tepat untuk memenangkan pertandingan jadi Musim ini baik. Kami berada dalam masalah dua, tiga bulan lalu tetapi kami mampu bereaksi dengan sangat baik. Pada akhirnya, tempat ketiga adalah hasil yang sangat bagus dan Tentang Hazard: “Eden hari ini lelah, tentu saja, dia ada di bangku cadangan. Kami berusaha memenangkan pertandingan dengannya selama 25 menit terakhir karena Kami tahu bagi para penggemar ia sangat penting. Kami tahu Eden telah bermain di sini di Chelsea selama tujuh musim; ia berusaha di setiap pertandingan untuk melakukan yang terbaik dan sekarang saatnya menghormati keputusannya. Saya harap dia akan tetap bersama kami sedanghkan Brendan Rodgers: “Itu adalah pertandingan yang benar-benar bagus untuk 0-0. Ada peluang yang terlewatkan oleh kedua tim. Anda bisa melihat ada niat kedua tim untuk menang maka

Tentang Simpson dan Okazaki: “Mereka berdua pergi sebagai juara dan legenda. Tentu saja, ini adalah kesempatan terakhir bagi mereka untuk mengucapkan selamat tinggal. Keduanya adalah pelayan yang hebat dan mereka pergi dari sini dengan rasa hormat penuh dari para pemain dan pendukung. Dan Bek sayap asal Portugal ini menawarkan banyak energi ke kanan, menghasut sejumlah serangan balik dan membuat Willian dan kemudian Hazard tetap tenang, yang mengesankan pada hari yang tenang untuk sepak bola di Stadion King Power dan Hanya ada satu gol yang dicetak dalam tiga pertemuan Liga Premier terakhir antara Leicester dan Chelse maka Ini adalah hasil imbang tanpa gol keempat Chelsea di Liga Premier musim ini, yang terbesar sejak 2013-14 (juga empat dimana Chelsea hanya memenangi dua dari sembilan pertandingan tandang Liga Primer terakhir mereka musim ini dan menggambar dua pertandingan terakhir mereka lalu Manajer Leicester Brendan Rodgers menghadapi Chelsea lebih sering daripada tim Liga Premier lainnya tanpa kemenangan maka hasil ini membuta kedua tim sama puas sebab tidak berpengaruh besar dalam posisi klasemen mereka.

 

Liverpool Menang Meyakinkan Atas Wolves

Sadio Mane mencetak dua gol tetapi kemenangan 2-0 Liverpool atas Wolves sia-sia karena mereka hanya kalah satu poin dari Manchester City setelah perburuan gelar Liga Premier yang berdenyut dimana Kemenangan 4-1 City di Brighton berarti mereka mempertahankan gelar di atas Liverpool yang menunggu 29 tahun untuk gelar liga papan atas berlangsung meskipun catatan rekor 97 poin untuk sisi tempat kedua jadi Membutuhkan kemenangan dan bagi City untuk kehilangan poin di Brighton, Liverpool memimpin melalui finish jarak dekat Mane (17), sebelum periode kekacauan dan kebingungan di Anfield sebelum dan sesudah Glenn Murray menempatkan Brighton memimpin. Tapi gol dari Sergio Aguero, Aymeric Laporte, Riyad Mahrez dan Ilkay Gundogan membuat City memimpin, sementara di Anfield, Liverpool menangkis Serigala yang mantap, yang seharusnya menyamakan kedudukan melalui Matt Doherty dan Diogo Jota sedangkan Mane menuju rumah kedua terlambat (81) untuk membungkus kemenangan, dan penggemar tuan rumah memberi tepuk tangan meriah Liverpool pada waktu penuh sebagai perhatian sekarang beralih ke final Liga Champions melawan Tottenham pada 1 Juni. Serigala finish ketujuh, yang berarti mereka akan bermain di kualifikasi Liga Eropa dari 26 Juli jika Manchester City memenangkan final Piala FA pada hari Sabtu melawan Watford.

Liverpool unggul menyusul seperempat jam pembukaan yang tidak rapi ketika Trent Alexander-Arnold mondar-mandir di kanan sebelum melihat jatuhnya kembali yang dibelokkan ke jalur Mane, dan penyerang Senegal itu tidak membuat kesalahan untuk menyerang Rui Patricio kemudian Liverpool berada di puncak setelah Andrew Robertson menyengat tangan Rui Patricio dari jarak, ada 21 menit hiruk pikuk di Anfield. Pertama, informasi yang salah tentang gol Brighton membuat Anfield merayakan sebelum waktunya, sebelum Murray benar-benar memimpin, memimpin kekacauan di stadion Tapi itu tidak berlangsung lama karena Aguero dan kemudian Laporte memimpin City, dan itu bisa lebih buruk bagi Liverpool jika upaya Matt Doherty dari kanan kotak tidak membentur mistar dan melewati gawang Alisson maka Wolves mendorong untuk menyamaratakan, tetapi Anfield diratakan oleh gol di tempat lain ketika Mahrez menempatkan City 3-1 di pantai selatan, ketika Divock Origi melihat peluang emas yang diblok diblok oleh Conor Coady kemudian Jota melihat peluang satu lawan satu dibantah oleh Alisson di ujung lain, tetapi Liverpool menghentikan pertandingan setelah City melakukan hal yang sama melalui tendangan bebas Gundogan, ketika Mane mendapat akhir dari pengiriman Alexander-Arnold yang lain ke kepala dari jarak dekat.

Mane menyelesaikan musim dengan 22 gol, berbagi tempat teratas di tangga lagu pencetak gol terbanyak Liga Premier dengan rekan setimnya Mo Salah dan pemain Arsenal Pierre-Emerick Aubameyang, sedangkan 13 assist Alexander-Arnold adalah yang terbanyak oleh bek dalam sejarah Liga Premier sebab Virgil van Dijk menuju sudut Alexander-Arnold melawan bar beberapa saat kemudian, tetapi berakhir 2-0 karena musim domestik yang tak terlupakan berakhir tanpa hadiah domestik pamungkas untuk tim Jurgen Klopp dan Orang mungkin mengatakan kita bisa melakukan ini atau itu tetapi tidak terlalu, saya tidak berpikir [kita bisa melakukannya lagi]. Kota beruntung di saat-saat, kami beruntung di saat-saat. Itu tentang tetap dalam perlombaan dan percaya dan itulah yang kami lakukan Ketika lawan Anda adalah City, itu sulit. Mereka tidak bisa menyingkirkan kita dan kita tidak bisa menyingkirkan mereka. Menjadi yang kedua di Liga Premier bukan yang saya inginkan, tetapi kita harus melihatnya sebagai langkah pertama untuk tim ini. Kami memiliki tiga minggu untuk mempersiapkan final Liga Champions.

Mansfield Ditahan Imbang Tanpa Gol Oleh Newport

Newport masuk ke final play-off League Two setelah mengalahkan Mansfield 5-3 melalui adu penalti menyusul hasil imbang tanpa gol (agregat 1-1) di Stadion One Call Dalam pertandingan yang penuh dengan peluang mencetak gol tetapi tidak ada yang dikonversi, pertandingan mengambil adu penalti untuk menentukan pemenang dengan penalti Tyler Walker di adu penalti, diselamatkan oleh Joe Day, membuktikan sangat penting jadi Newport akan menghadapi pemenang Forest Green vs Tranmere dari semifinal play-off League Two lainnya di Wembley pada 25 Mei kemudian Newport menembakkan tembakan peringatan pertama di menit ke-12 dengan tendangan Josh Sheehan yang dipicu oleh Conrad Logan. Sepuluh menit kemudian dan pemain tengah itu melewatkan peluang gemilang, melepaskan tembakan melebar dari tiang dekat Dan hanya dua menit kemudian, Newport membuat gol lagi ketika Jamille Matt melewati Padraig Amond, tetapi tendangannya dari tiang dekat membentur tiang gawang setelah mendapatkan yang lebih baik dari Logan Pada menit ke-39, sundulan Joss Labadie dari jarak dekat membentur mistar sebelum Amond mengangguk, meski tanpa tanda, pada pukulan setengah waktu.

Mansfield membaik di babak kedua, tetapi Newport datang dekat lagi melalui Scot Bennett di menit ke-59, yang tendangan kerasnya dari jarak 30 yard membentur mistar gawang. Dua menit kemudian, tendangan voli Sheehan ditahan oleh Logan bahkan Day dipanggil untuk beraksi untuk menghentikan Ben Turner dan Walker, dan yang terakhir melewatkan peluang permainan lima menit dari waktu ketika ia menyeret voli setengah melebar sebab Permainan berlanjut ke perpanjangan waktu dengan Hamilton melakukan tembakan di atas mistar, dan perebutan mulut gawang mengakibatkan Regan Poole dipaksa untuk membersihkan rebound dari garis Dengan kedua belah pihak masih terikat, itu pergi ke adu penalti dengan Day membuktikan pahlawan saat ia menolak Walker dari tempat itu untuk mengamankan rute Newport ke final dengan hasil ini kedua pihak harus puas karena berbagi angka maka di pertandingan ini kedua tim juga bermain dengan sangat luar biasa akan tetapi mereka bermain dengan sangat hati hati hati sekali

Michael Flynn: “Mereka sulit dipercaya di babak pertama dan kami seharusnya sudah tiga atau empat tetapi melewatkan beberapa peluang bagus maka Kami harus memberikan kredit kepada Mansfield ketika mereka kembali ke permainan di babak kedua dan itu menjadi ujung ke ujung kemudian Anda mulai bertanya-tanya apakah ini akan menjadi hari kami ketika kami membentur mistar, tetapi saya percaya pada para pemain ini dan staf saya. Saya hanya tahu kami akan terus maju sampai akhir, dan jika harus adu penalti, maka jadilah. Saya sedangkan David Flitcroft: “Pertama-tama selamat kepada Newport, itu adalah ikatan yang sangat kuat antara kedua pertandingan jadi Tidak ada banyak di antara kami. Seseorang harus menang dan seseorang harus kalah. Ketika sampai pada penalti Anda berharap bahwa pada saat-saat besar Anda melangkah Tapi apa yang aku katakan kepada mereka sebelum hukuman adalah para pemuda yang telah naik sudah berani dengan melangkah jadi pergilah dengan keyakinanmu dan mereka melakukannya sehingga Sekarang akan mengambil pemain dan pendukung tetapi itu tugas saya sebagai manajer dan Hari membuat sejumlah penyelamatan penting selama pertandingan untuk menjaga permainan tanpa gol dan kemudian melangkah untuk memberikan heroik dalam tembak-menembak untuk mengirim Newport melalui final play-off

 

Derby Kalah Tipis Dari Leeds

Derby memiliki keputusan penalti terbalik secara kontroversial karena mereka dikalahkan 1-0 dalam pertandingan leg pertama semifinal Kejuaraan mereka melawan Leeds di Pride Park dimana Setengah babak yang relatif baru dibuat untuk detik panik di Derbyshire; Kemar Roofe memasang pembuka yang rapi melewati stoples Rams Kelle Roos 10 menit setelah istirahat, sebelum emosi mulai menggelembung Setelah Jayden Bogle tampaknya dijatuhkan oleh pemain sayap Leeds Jack Harrison, pemberian awal tendangan penalti dibatalkan, sementara Mateusz Klich beruntung tidak menerima hukuman setelah headbutt yang jelas ke hulu Fikayo Tomori kemudian gagal mencetak gol di kandang, tim asuhan Frank Lampard harus pergi ke Elland Road, Rabu depan dengan harapan menjadi tim pertama yang melakukan perjalanan jauh dari rumah dalam pertandingan play-off kedua Kejuaraan dan membalikkan defisit sehingga Luka lama agak terbuka pada minggu menjelang bentrokan di Pride Park, dengan ‘Spygate’ dibawa ke permukaan sekali lagi, tetapi setiap perasaan darah buruk terhapus di babak pertama yang relatif pejalan kaki maka Peluang pertama permainan jatuh ke tuan rumah, ketika Harry Wilson mengendarai tantangan dan menyodok ke depan untuk David Nugent, tetapi Leeds – yang kehilangan Adam Forshaw karena cedera dalam 25 menit – tumbuh nyaman dan menetap di permainan.

Mengambil keuntungan dari kecenderungan menyerang bek kanan Derby Bogle, Roofe melayang ke kiri beberapa kali, namun produk terakhirnya kurang menggigit. Bahkan, itu berlaku untuk kedua belah pihak karena setengah waktu tiba tanpa satu tembakan tepat sasaran di pertandingan lalu Leeds telah menderita malaise akhir musim, tetapi setelah istirahat mereka merebut momentum dari Derby. Harrison memanfaatkan keunggulan yang dimainkan oleh Pawson dan mengkuadratkan Roofe untuk memasukkannya ke sudut kiri bawah Sekitar 20 menit kemudian, insiden play-off EFL yang paling signifikan sejauh ini terjadi; Pawson sekali lagi menjadi sorotan, menunjuk ke tempat itu setelah Bogle tampak tenggelam di bawah tantangan Harrison Namun, setelah berkonsultasi dengan hakim garis Eddie Smart, keputusan itu dibatalkan, banyak mengecewakan para penonton, karena Rams gagal mendapatkan pijakan dalam permainan Seperti yang telah ia lakukan pada kesempatan sebelumnya, Roofe kembali menghantui Derby di Pride Park, menyelipkan upaya rapi menyusul umpan silang Harrison 10 menit setelah jeda pertandingan sebab Pergerakannya yang konstan untuk menerima umpan ke kakinya menambahkan dimensi yang sulit ditahan Derby, meskipun, untungnya bagi mereka, itu hanya dari posisi sentral di mana ia tampil paling mematikan.

Frank Lampard: “Saya tidak yakin apakah itu penalti – saya pikir itu salah satu yang bisa Anda dapatkan atau tidak. Wasit memberikannya, tetapi hakim garis memutuskan sudah cukup jelas untuk tidak menjadi penalti. Ini seperti manusia VAR, tetapi dengan VAR yang sebenarnya, satu-satunya cara mereka mengubah keputusan, seperti yang Anda dengar dari aturan, adalah jika itu adalah tantangan yang jelas dan jelas, bukan .. Saya tidak bisa memahaminya jadi Saya kira kita tidak cukup. Saya pikir, di bagian awal permainan, kami bagus, menciptakan beberapa peluang dan kami positif. Ketika saya berbicara sebelum pertandingan, saya mengatakan bahwa Leeds adalah favorit karena di mana mereka berada di liga dan karena mereka berpengalaman sebab Lima pertandingan lalu, kami hanya terpaut lima poin dari posisi play-off dan para pemain telah menerima tantangan itu dan masuk ke play-off. Sekarang tergantung pada kami untuk menunjukkan kepada tim yang sebenarnya bahwa kami berada sedangkan Marcelo Bielsa: “Kami banyak bertarung, kami sangat fokus dan kami bertahan dan menyerang sesuai dengan kebutuhan pertandingan. Saya pikir kami sudah matang karena Di awal pertandingan, Derby mendominasi sedikit dan kemudian, selama 35 menit terakhir babak pertama, kami mendominasi. Gagasan kami adalah terus mendominasi untuk memastikan kemenangan di awal babak kedua.

 

 

Doncaster Dipermalukan Tamunya,  Charlton Dengan skor Tipis

Lyle Taylor dan Joe Aribo mencetak gol untuk memberi Charlton kemenangan 2-1 atas Doncaster di leg pertama semifinal play-off League One mereka dimana Taylor mencetak gol pembuka dan kemudian mencetak gol kedua untuk Aribo, memberi mereka keuntungan masuk ke leg kedua di Valley pada hari Jumat, yang akan lebih besar jika bukan karena pemogokan Matty Blair yang terlambat sedangkan James Coppinger menawarkan ancaman pertama dari permainan ketika ia mengendalikan bola di tepi kotak, sebelum membuat ruang di area untuk dirinya sendiri tetapi ia melepaskan tembakan ke arah gawang dan melebar sebab Di ujung lain, Ben Purrington mengirim umpan silang yang lemah ke Josh Parker tetapi mantan pemain Gillingham itu gagal menghasilkan kecepatan atau akurasi pada sundulan yang melebar dan Itu adalah Coppinger veteran sekali lagi yang menyebabkan masalah bagi pertahanan Charlton ketika ia jatuh ke ruang 25 meter dari gawang, memaksa Dillon Phillips untuk menyelam penuh untuk memberi tip pada tembakannya yang melebar maka Tidak ada yang bisa dilakukan Phillips beberapa saat kemudian ketika Danny Andrew menggetarkan mistar gawang dengan tendangan bebas dari jarak 30 yard

Marko Marosi adalah orang berikutnya yang diuji kewaspadaannya ketika Taylor membalikkan kotak dan melepaskan tembakan rendah ke arah gawang yang ditolak penjaga gawang di sebelah kanannya sebab Stopper Doncaster tidak mendapatkan hadiah untuk penyelamatannya di menit ke-32 saat umpan silang mengarah ke Josh Cullen di tiang belakang, ia menariknya kembali untuk Taylor yang tendangannya melambung dari Marosi, yang melebar dari tiang pada saat itu , memungkinkan striker Charlton untuk pulang pada upaya kedua kemudian Segalanya menjadi lebih baik bagi Charlton – dan lebih buruk bagi Marosi – ketika Taylor menyelinap di Aribo di sebelah kanan, memungkinkan pemain berusia 22 tahun itu untuk melepaskan tembakan melintasi kiper, yang masuk di bawah tangannya dan ke belakang gawang sebab Doncaster mencetak gol telat melalui Blair ketika dia menyarangkan bola ke kotak penalti untuk memaksa umpan silang dalam dari Mallik Wilks dari jarak enam meter untuk menambah intrik pada leg kedua.

Lee Bowyer: “Sangat [bahagia], pulang dari rumah dan memenangkan pertandingan. Saya sangat senang karena Ya, itu [gol Doncaster] mengecewakan karena kami telah bekerja sangat keras dan tutup mulut dengan baik. Mereka tidak terlalu banyak peluang. Kami membatalkannya, jadi mengecewakan setelah semua kerja keras yang kami lakukan jadi Cara klub ini kembali bersama dengan para penggemar dan para pemain, sangat menyenangkan untuk dilihat karena Itu [tekanan] bagian dari permainan, itu sebabnya Anda bermain sepak bola, untuk saat-saat seperti ini. Kami tidak akan melepaskan kaki dari pedal se4hingga Striker itu selalu waspada, meskipun dalam periode pembukaan yang tenang dia pertama kali bereaksi untuk pembuka, menuju rumah rebound dari tembakannya sendiri dan kemudian melihat lari Aribo, memilihnya keluar untuk mencetak gol kedua dan Taylor bisa memiliki sepertiga, hampir pasti menyelesaikan pertandingan, tetapi bola hanya sedikit terlalu tinggi untuknya dan Pekerjaan hari yang mengesankan, semuanya maka kedua tim sangat bermain dengan waspada akan tetapi tuan rumah harus mengakui keunggulan tim tamu yang sukses meraih kemenangan dan membawa pulang tiga point penting dalam pertandingan ini.