Setelah dapat Hakim Ziyech, Chelsea incar pemain Ajax baru lagi

Kini salah satu klub Chelsea telah di dukungkan kepada oleh bintang pemain dari Ajax lainnya setelah sudah di rampungkan kesepakatan dari Hakim Ziyech.

Maka Ajax telah mengumunkan pada hari kamis (13/2) waktu setempat, dan sehingga mereka telah setuju untuk menjualkan Ziyech ke Stamford Bridge dan sehingga ia akan menjadi sebagai salah satu bintang the Blues pada 1 juli mendatang. Dengan transfer pemain internasional Maroko itu menelan dengan biaya sekitar tiga puluh delapan Poundsterling, setelah dengan biaya nya yang sudah di sepakati awal pekan ini.

Tapi dengan sang mantan kiper West Ham yang bernama Shaka Hislop ia telah sudah yakin bersama dengan rekan satu tim Ziyech saat ini, Donny van de Beek, dan juga akan menjadi sebagai penandatanganan terbaik bagi the Blues. Maka gelandang yang berusia dua puluh dua tahun itu telah di kaitkan dengan transfer ke Stamford Bridge, setelah penampilannya yang menakjubkan di ajang Liga Champions pada saat musim lalu.

“Karena dengan keduannya akan berbaris untuk melawan satu sama lain di ajang Liga Champions pada awal musim, sehingga telah membuat mereka melihat satu sama lain dengan secara langsung.” Ujar Hislop kepada ESPN FC, seperti dilansir Express.

“Mengingat apa yang sudah kami telah sudah lihat dari Ajax pada selama di beberapa musim terakhir, dan sehingga hanya untuk bisa memanfaatkan hampir semua pemain Ajax. Namun ini sangat masuk akal, karena dengan semua ynag akan lihat dari klub dan Frank Lampard sangat muda dan bisa memiliki bakat di sisi baiknya.” Tambahnya.

Van de Beek juga berbicara tentang kepindahan Ziyech yang sudah di usulkan ke Stamford Bridge, dan ia telah berharap yang terbaik untuk pemain 26 tahun itu. “Ya, jika saya mendengar semua laporan, saya akan berasumsi bahwa itu sudah jauh. Saya tidak tahu apakah itu benar-benar selesai.” Tandas Van de Beek kepada VoetbalPrimeur.

Saua akan berharap kepada yang sama tebaik, dan sehingga saya juga telah berharap kepada dia yang akan melakukannya dengan yang sangat baik di sana. Namun ini menjadi sebuah langkah yang pantas bagi saya. Dan sehingga dia menjadi sebagai salah satu pemain sepak bola yang fantastis, maka saya sudah yakin bahwa dengan dia akan bisa melakukan dengan baik.” Ungkapannya.

“Saya pikir, ini klub yang sangat bagus dengan banyak pemain muda yang berkembang di dalamnya. Saya rasa, Hakim pasti akan mendapat tempat di sana. Setiap orang tentu saja punya pendapat mereka tentang itu, tapi saya pikir itu klub yang bagus untuknya.” Ujar Van de Beek.

Dengan sebuah Hislop menjadi penggemar Ziyech. Tapi dengan kedatangannya akan sudah di pastikan bahwa dia akan bisa mengehentikan dengan kemajuan Callum Hudson-Odoi saat di Chelsea. “Saya suka itu, mengingat usianya dan pengalamannya.” Kata Hislop.

“Tapi, kami telah lihat siapa yang dimiliki Chelsea, di Willian dan Hudson-Odoi. Sekali lagi, mengingat apa yang telah kita lihat dari Ajax saya akan mengambil risiko pada pemain mereka. Tapi, itu memberimu masalah nyata dengan Hudson-Odoi

 

“Willian telah dikaitkan dengan pindah, tetapi dia masih pemain yang saya ingin miliki di skuad saya. Ini memberi Frank Lampard masalah, tetapi itu adalah masalah yang ingin dimiliki manajer.” Tambah Hislop.

Greenwood: Saya merasa seperti mengikuti jejak Rashford

Striker remaja ini telah mengungkapkan bahwa ia melihat pencetak gol terbanyak Manchester United sebagai panutan, dan menarik inspirasi dari kebangkitannya hingga menjadi terkenal.

Mason Greenwood mengatakan dia merasa seperti menginjak jalan yang sama di Manchester United seperti Marcus Rashford, dan dia ingin sekali belajar sebanyak mungkin dari pemain internasional Inggris itu supaya mempunyai karir yang cemerelang di Old Trafford.

Rashford sedang menikmati musim terbaiknya dengan mengenakan seragam United sebelum menepi karena mengalami cedera bulan lalu, dimana dia berhasil mencetak 19 gol di semua kompetisi.

Pemain berusia 22 tahun itu merayakan penampilannya yang ke-200 untuk Setan Merah pada 11 Januari, dan menandai kesempatan itu dengan mencetak dua gol dalam kemenangan kandang 4-0 atas Norwich di kandang.

Greenwood merasa senang bermain bersama Rashford sejak membobol tim utama tahun lalu, dan pasangan ini telah memulai kemitraan yang efektif di sepertiga akhir lapangan.

Ole Gunnar Solskjaer menaruh kepercayaan pada Greenwood setelah mengirim Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez ke Inter, dan pemain berusia 18 tahun itu telah menghargai kepercayaan manajernya. Sejauh ini Greenwood berhasil mencetak 10 gol bagi United di seluruh kompetisi.

Pemain depan remaja ini diperkirakan akan mencapai level yang sama dengan Rashford beberapa tahun mendatang – seorang pemain yang ia anggap sebagai contoh cemerlang tentang bagaimana untuk berhasil maju melalui peringkat di Old Trafford.

Ketika ditanya apakah dia melihat Rashford sebagai panutan, Greenwood tanpa ragu mengatakan kepada SPORTBible: “Ya, tentu saja. Dia belajar di akademi dan masuk dalam barisan dan saya merasa seperti mengikuti jejaknya.

“Dia beberapa tahun lebih tua dariku tapi aku pasti bisa mengambil banyak inspirasi dari apa yang telah dia capai sejauh ini.

“Saya sudah lama mengenalnya, jadi saya telah melihat seberapa baik yang telah dia lakukan dan bagaimana dia telah berkembang sebagai pemain, jadi ada banyak yang bisa dipelajari dari berada di sekitarnya.”

Greenwood masuk ke tim senior selama tur pra-musim 2018 United dimana usia dia saat itu hanya 16 tahun, dan dia ingat sejumlah bintang tim utama berpengalaman mencari dia “di dalam dan di luar lapangan” selama periode itu.

“Itu level yang benar-benar berbeda,” katanya. “Kerumunan orang di sana jauh lebih besar daripada yang biasa saya mainkan di depan, dan ada banyak penggemar dari seluruh dunia, jadi itu adalah pengalaman yang baik.

“Pergi dengan striker seperti Anthony Martial, Marcus Rashford, Alexis Sanchez, dan Romelu Lukaku adalah cara terbaik untuk belajar, hanya melihat bagaimana mereka bekerja sebagai striker terbaik dan pemain top bagus bagi saya.

“Mereka semua menjaga saya dan membantu saya keluar-masuk lapangan.”

Greenwood menambahkan tentang bagaimana ia telah berkembang sebagai pemain selama 18 bulan terakhir dalam karir pemula: “Sangat bagus bermain di liga dan piala dengan tim utama, tapi saya masih melakukan hal yang sama seperti saya dulu. lakukan di tim U-23 dan tim muda.

“Saya pikir saya harus memercayai hal-hal yang membuat saya sampai di tempat saya sekarang dan terus mencoba melakukannya di tim utama.”

Greenwood akan kembali dalam pertarungan untuk mendapatkan tempat di jajaran Solskjaer ketika Setan Merah melakukan perjalanan penting ke Stamford Bridge untuk menghadapi Chelsea pada 17 Februari.

6 Keistimewaan Bruno Fernandes Berdasarkan Penilaian Ronaldo, Nani dan Mourinho

 

Pemburuan Manchester United untuk memperoleh pemain Portugal, Bruno Fernandes, dari Sporting Lisbon selesai manis. Sesudah melalui proses negosiasi alot sepanjang beberapa minggu, Setan Merah sah mengikat Fernandes, Kamis (30/1/2020).

Manchester United harus merogoh kocek cukup dalam untuk memperoleh servis Bruno Fernandes. Sang pemain geser ke Old Trafford dengan ongkos transfer sejumlah 67,7 juta poundsterling atau sama dengan Rp1,21 triliun.

Manchester United tidak memiliki alternatif lain. Tidak hanya telah lama membidik Fernandes, MU betul-betul perlu pemain bermutu seperti Bruno Fernandes untuk mengangkat perform team.

Kapasitas Manchester United selama ini masih angin-anginan, atau dapat disebut menyedihkan. Disamping itu, stock pemain bermutu di posisi tengah juga minim, ditambah lagi sesudah Paul Pogba tidak segera sembuh dari luka.

Bruno Fernandes dapat jadi amunisi untuk menghidupkan Manchester United yang tidak bersaing musim ini. Team garapan Ole Gunnar Solskjaer baru mengumpulkan 34 point dari 24 pertandingan, alias terpaut 36 point dari puncak klassemen Premier League, Liverpool.

Ketetapan Manchester United datangkan Bruno Fernandes di dukung legenda club, Rio Ferdinand. Bekas bek kuat MU itu menjelaskan telah bertanya mengenai kualitas Fernandes pada dua bekas pemain Setan Merah yang saling datang dari Portugal, Cristiano Ronaldo serta Nani.

Ferdinand mengklaim mendapatkan jawaban yang positif dari bekas rekanan segrupnya itu. Tidak jauh beda, manager Tottenham Hotspur Jose Mourinho memberi penilaian positif masalah Bruno Fernandes.

Di bawah ini enam kedahsyatan Bruno Fernandes di mata Cristiano Ronaldo, Nani, serta Jose Mourinho.

  1. Jago Menciptakan Kesempatan

Rio Ferdinand menjelaskan mendapatkan input dari Ronaldo mengenai kelebihan Bruno Fernandes. Menurut Ferdinand, Ronaldo memberikan pujian pada Bruno Fernandes jadi pemain yang jago membuat kesempatan.

Pengakuan Ronaldo itu bukan tanpa ada fakta. Megabintang Juventus itu sering bekerja sama juga dengan Fernandes di Tim nasional Portugal, jadi tahu kedahsyatan koleganya itu.

“Cristiano menjelaskan Bruno Fernandes pemain yang fenomenal, membuat banyak kesempatan untuk dianya saat bermain di Tim nasional Portugal,” kata Ferdinand.

Ronaldo sempat juga menyebutkan Bruno Fernandes jadi pemain yang sarat bakat. Ia sempat menanyakan kenapa Bruno Fernandes tidak selekasnya cari rintangan baru dengan tinggalkan Sporting Lisbon.

“Di timnas kami memiliki Bruno Fernandes, yang entahlah lah mengapa tidak selekasnya pergi dari Sporting Lisbon. Ia memiliki banyak bakat,” tutur Ronaldo.

  1. Pandai Merekayasa Bola

Rio Ferdinand mengutarakan pujian lain Cristiano Ronaldo untuk Bruno Fernandes. Kesempatan ini, pemain berumur 25 tahun itu disebutkan jago dalam perebutan bola.

“Cristiano katakan Bruno Fernandes pemain yang dapat merekayasa bola, merampas bola, serta yakin diri. Ini beberapa hal yang ingin Anda dengar saat Manchester United beli pemain,” kata Ferdinand.

“Jadi berdasarkan yang saya dengar mengenainya serta hasil penilaian langsung, saya mengharap serta percaya pemain ini dapat lakukan pekerjaannya secara baik,” tambah Ferdinand.

  1. Sesuai dengan Permainan di Inggris

Tidak hanya mendapatkan input dari Cristiano Ronaldo, Ferdinand cari info mengenai Bruno Fernandes dari Nani. Ia mendapatkan keterangan yang tidak kalah positif.

“Nani, bekas rekanan segrup saya, katakan Fernandes pemain yang fantasis serta pas bermain di Inggris. Ia memiliki semua modal yang diperlukan, dan semua ciri-ciri untuk sukses di Inggris,” urai Ferdinand.

  1. Memiliki Naluri serta Kemampuan untuk Ciptakan Banyak Gol

Bekas manager Manchester United asal Portugal, Jose Mourinho, pernah akui terkejut dengan perubahan Bruno Fernandes. Ia dipandang bisa menjadi gelandang yang oke serta serbabisa.

“Saya kaget dengan tampilan Bruno Fernandes. Gampang menerka kualitas, ia jelas pemain benar-benar bagus, dan cetak gol yang banyak untuk seorang gelandang,” kata Mourinho.

“Itu memperlihatkan Anda perlu insting serta kualitas untuk cetak gol serta ia mempunyai semua,” tutur Mourinho.

  1. Pemain yang Pas untuk Setan Merah

Jadi bekas pemain Manchester United, Nani memandang Bruno Fernandes sudah pilih club baru yang pas.

“Ia ada di club yang pas saat ini, bila maksudnya untuk mendapatkan keberhasilan. Ia perlu kerja keras,” tutur Nani.

  1. Potensi Lengkap di Depan Gawang Musuh

Jose Mourinho berkesan dengan potensi Bruno Fernandes waktu ada di muka gawang musuh. Menurut dia, Bruno Fernandes memiliki potensi yang lengkap.

“Ia menendang bola secara baik, sundul bagus, bagus waktu bertemu satu musuh satu dengan penjaga gawang,” kata Mourinho.

“Ia temukan ruangan di ruang penalti. Semua ada pada dianya,” tambah bekas pelatih Inter Milan serta Chelsea itu.

 

Sean Dyche sindir pemain Arsenal yang lemah

Pelatih Burnley yang bernama Sean Dyche, dilaporkan Tribal Football menyindir kubu Arsenal setelah laga imbang skor 0-0 di Stadion Turf Moor. Kubu The Gunners sudah lebih dulu menyindir dengan menyasar rumput lapangan tim lawan yang dinilai kelewat gondrong.

Suporter tuan rumah sempat mengejek pemain The Gunners David Luiz sepanjang pertandingan. Hal ini dilakukan mengingat komentar anti sepakbola yang pernah ia lontarkan saat The Clarets berlaga lawan Chelsea musim lalu.

Ia juga jadi bulan-bulanan ejekan dalam begitu banyaknya pelanggaran di pertandingan tersebut. Pelatih mereka tak mau kalah dan menyoroti betapa mudahnya pemain The Gunners terjatuh hanya karena sentuhan minimal di laga itu.

Meski menggunakan taktik diving, namun skor tidak berubah 0-0 hingga akhir laga. Karuan Sean Dyche tak tahan untuk menyindir cara tidak menghasilkan apa-apa itu setelah pertandingan di sesi wawancara.

“Kami cukup baik mengendalikan pertandingan tadi. Kami juga memiliki beberapa peluang bagus untuk mencetak gol dan keseimbangan di setiap lini juga sangat bagus.” Ujar Dyche kepada Sky Sports setelah pertandingan.

Satu lagi penampilan solid yang kami perlihatkan dan membuktikan kalau kami sudah berkembang. Kami ingin menjadi lebih berani dan mengupayakan tekanan demi tekanan. Tidak ada pernyataan luar biasa. Kami memainkan beberapa aksi masuk akal dan menciptakan banyak kesempatan bagus di laga tadi.

“Rasanya menyenangkan juga menyaksikan betapa mudahnya pemain bola terjatuh dalam satu pertandingan, itu adalah bagian yang paling saya suka.” Lanjutnya sekalian menyindir aksi diving para pemain The Gunners.

“Pertandingan tadi yang jelas sangat fantastis. Tidak ada yang ingin membahas jalannya pertandingan terpisah dari saya, jadi ya saya sangat senang dengan semua situasi dan respon kami yang terjadi di pertandingan tadi.” Pungkasnya.

Dengan hasil pertandingan tersebut, skuad Dyche duduk di tangga 11 klasemen sementara Premier League musim ini berbekal 31 poin. Mereka baru akan bertanding lagi di Liga Inggris pada hari Sabtu 15 Februari 2020, pukul 19.30 WIB.

West Ham United Ditahan Imbang 3-3 Oleh Brighton & Hove Albion

Dalam laga match day ke 25 pada ajang kompetisi Liga Premier Inggris yang berlangsung hari Sabtu (1/2/2020) malam hari di London Stadium,tim tuan rumah West Ham United yang bermain didepan publiknya sendiri itu pun harus puas dengan jumlah raihan satu poinnya usai bisa bermain imbang 3-3 dengan lawannya Brighton & Hove Albion. Dimana masing-masing gol yang tercipta pada tadi malam dari tim tuan rumah West Ham United itu pun dipersembahkan oleh Issa Diop, Robert Snodgrass yang berhasil mengemas dua buah golnya pada tadi malam. Sementara itu tiga buah gol balasan dari tim Brighton & Hove Albion itu pun dipersembahkan oleh Pascal Gross, Glenn Murray dan satu buah raihan gol bunuh diri yang dilakukan oleh Angelo Ogbonna.

Dalam jalannya laga yang berlangsung pada tadi malam,tim tuan rumah The Hammers yang bermain didepan publiknya sendiri itu pun memang terlihat memberikan perlawanan yang ketat dan sengit pada saat berhadapan dengan lawannya Brighton & Hove Albion. Tentunya hal itu pun bisa terlihat dari jalannya permainan yang cukup berimbang diantara tim tuan rumah The Hammers dengan tim Brighton & Hove Albion didalam sepanjang pertandingannya pada babak pertama. Akan tetapi tim tuan rumah The Hammers pun akhirnya bisa membuka keunggulannya dan memimpin dengan skor 1-0 terlebih dahulu dimenit 30 pada babak pertama melalui raihan gol dari Issa Diop. Keunggulan 1-0 yang didapatkan oleh tim tuan rumah The Hammers itu pun lantas bertahan cukup lama didalam sepanjang sisa waktu yang ada pada babak kedua,namun tim tuan rumah The Hammers pun akhirnya baru bisa menggandakan keunggulannya menjadi 2-0 dimenit-menit akhir laga babak pertama melalui raihan gol dari Robert Snodgrass.

Didalam laga babak kedua,tim Brighton & Hove Albion yang tertinggal 2-0 didalam laga babak pertama itu pun lantas mulai terlihat meningkatkan tempo permainannya dari awal mulainya laga babak kedua. Hasilnya laga babak kedua yang baru saja berjalan dua menit,tim Brighton & Hove Albion pun berhasil membalas dan memperkecil kedudukannya menjadi 2-1 dikarenakan adanya raihan gol bunuh diri yang dilakukan oleh Angelo Ogbonna. Skor 2-1 yang baru saja didapatkan oleh tim Brighton & Hove Albion itu pun tidak bertahan lama didalam sisa waktu yang ada pada babak kedua,karena dimenit 57 pada babak kedua tim tuan rumah West Ham United pun baru bisa menggandakan keunggulannya menjadi 3-1 melalui raihan gol kedua dari Robert Snodgrass.

Keunggulan 3-1 yang didapatkan oleh tim tuan rumah The Hammers itu pun bertahan lumayan lama didalam sepanjang sisa waktu yang ada pada babak kedua,namun tim Brighton & Hove Albion pun barulah bisa membalas dan memperkecil kedudukannya menjadi 3-2 melalui raihan gol dari Pascal Gross. Skor 3-2 yang baru saja didapatkan oleh tim Brighton & Hove Albion itu pun hanya bertahan sementara saja,sebab hanya berselang empat menit kemudian tim Brighton & Hove Albion pun berhasil membalas serta menyamakan kedudukannya menjadi imbang 3-3 melalui raihan gol dari Glenn Murray. Setelah itu skor imbang 3-3 yang didapatkan oleh tim tuan rumah The Hammers maupun tim Brighton & Hove Albion tersebut pun tidak lagi berubah dan tetap bertahan hingga akhir pertandingan babak kedua.

Dengan adanya jumlah raihan satu poin yang didapatkan oleh tim tuan rumah West Ham United pada tadi malam itu pun tentunya masih membuat mereka berada diperingkat 17 pada papan klasemen Liga Premier Inggris dengan jumlah raihan 23 poin. Sementara itu tim Brighton & Hove Albion yang juga mendapatkan tambahan satu poinnya tersebut pun membuat mereka tertahan diperingkat 15 dengan jumlah raihan 25 poin.

Barcelona menuntut gaya dan hasil tetapi Real Madrid hanya menuntut gelar

The Catalans telah terpeleset tiga poin di belakang Real Madrid dalam perburuan gelar, Jika Barcelona kalah dari Valencia, maka Real Madrid berhasil menang dari Valladolid pada Minggu malam.

Tidak ada yang akan mengingat kenangan indah dari kemenangan Real Madrid 1-0 di Real Valladolid, kecuali pencetak gol Nacho Fernandez karena satu-satunya gol dia dalam laga ini membawa Madrid memimpin tiga poin di atas Barcelona..

Apa yang akan diambil Madrid, dengan senang hati, adalah tiga poin yang menggerakkan mereka unggul tiga angka dari Barcelona di puncak La Liga, mengakhiri pekan paritas.

Setelah Barcelona jatuh 2-0 di Valencia, Madrid memutar sekrup pada Catalan dengan kemenangan ini, buah dari tampilan yang membosankan tetapi akhirnya efektif yang menjadi sesuatu yang menjadi merek dagang untuk tim ini.

Zinedine Zidane telah mantap kapal di Madrid setelah bencana musim lalu dan sementara ia tidak memiliki tim bermain sepakbola yang hebat dengan tingkat konsistensi apa pun, mereka menyempurnakan hasil.

Sepak bola yang menjadi saingan Madrid, Barcelona, ??memecat Ernesto Valverde pada awal Januari dengan tim teratas.

Sementara Quique Setien berusaha mengembalikan identitas sepakbola berbasis kepemilikan Barcelona – dengan risiko potensial membahayakan prospek tim di tiga kompetisi utama musim ini – Madrid terhubung dengan mereka. Kemenangan. Apapun, bagaimanapun, selama itu berakhir di perak.

Gaya permintaan Barcelona, ??diikuti oleh substansi. Madrid hanya menuntut gelar juara.

Sementara para penggemar tidak akan menikmati menyaksikan tim mereka menyeruputnya keluar di stadion Jose Zorilla pada malam yang dingin di wilayah barat laut Spanyol, di mana pun, tidak ada yang berarti jika berakhir dengan gelar liga yang kembali pada genggaman mereka.

Zidane menginginkan itu lebih dari apa pun, bahkan kesuksesan Eropa, setelah mencatat kesedihannya karena tidak melakukan yang lebih baik di dalam negeri ketika ia meninggalkan peran pada 2018.

Jadi pelatih Prancis akan mempertimbangkan pekerjaannya di sini, terima kasih kepada pemenang menit ke-78 Nacho.

Dalam beberapa pekan terakhir, gol Madrid datang dari seluruh penjuru, dengan Raphael Varane, Casemiro, dan Luka Modric, di antara yang lainnya, dengan pemain depan mereka yang cedera atau tidak dalam kondisi normal.

Itu tidak berbeda di Valladolid, dengan Casemiro hampir menambah dua dia memukul Sevilla dua minggu lalu, tapi sundulannya dianulir karena offside.

Itu adalah satu-satunya peluang nyata Madrid untuk babak pertama yang cerah, dengan para pengunjung jelas tidak memiliki rempah-rempah yang harus dibawa oleh Eden Hazard.

Pemain sayap Belgia yang berspesialisasi dalam pengambilan kunci dan Valladolid memiliki semua pintu tertutup rapat.

Tampaknya Madrid akan gagal memanfaatkan penampilan Barcelona yang buruk di Valencia pada Sabtu, tetapi Toni Kroos menyeberang ke Nacho untuk mengarahkan sundulannya ke rumah.

Sergi Guardiola mengalahkan Thibaut Courtois di tahap akhir tetapi offside dan menyamakan kedudukan dari catatan, dengan Madrid dinyatakan nyaman memegang kemenangan.

Itu adalah jenis kemenangan yang hanya bisa diingat oleh geeks sejarah dalam waktu beberapa minggu.

Performa seperti ini dari Barcelona akan memulai inkuisisi di Catalonia, tetapi Madrid akan mencatat poin dan terus maju.

Yang penting adalah bahwa mereka sekarang memiliki keuntungan pada Barcelona yang sedang dibangun Setien dan ketika Hazard kembali, ia memiliki platform untuk membangun. Diam-diam, Madrid telah meluncur ke posisi terdepan.

Alexandre Lacazette Ingin Arsenal Lebih Agresif

Mikel Arteta setuju dengan penilaian Alexandre Lacazette bahwa Arsenal harus menjadi tim yang lebih buruk jelang pertemuan must-win melawan Chelsea, Hasil imbang 1-1 di kandang Sheffield United pada hari Sabtu membuat The Gunners terpaut 10 poin dari empat besar dan Lacazette mendesak rekan setimnya untuk lebih ganas dan Menjelang pertandingan utama Liga Premier hari Selasa yang bertandang ke rival Chelsea, pelatih kepala Arteta ditanya apakah ia setuju dengan sang striker. “Ya, saya pikir itu bagian dari manajemen permainan,” katanya tentang komentar Lacazette pada konferensi pers prapertandingannya. “Saya pikir ada hal-hal yang bisa kami lakukan lebih baik untuk memberikan tekanan lebih pada lawan, untuk membawa bola ke area tertentu di mana kami bisa beristirahat dengan bola dan mengontrol permainan dengan lebih baik.

“Itu akan datang, Ini adalah proses yang baik bagi kita untuk belajar tentang situasi itu. ” Arteta, yang timnya kalah 2-1 dari Chelsea di Emirates Stadium bulan lalu, setuju bahwa Arsenal membutuhkan kemenangan untuk mempertahankan harapan empat besar mereka, dengan menambahkan “Sangat penting jika kita ingin memiliki tujuan untuk memperjuangkannya, Pertandingan di rumah bisa membuat perbedaan besar juga dan kami sangat dekat dengannya, jadi Selasa, kami butuh kemenangan.” Pria berusia 37 tahun itu bersikeras para pemainnya bisa metodenya ketika dia menjawab pertanyaan yang menanyakan apakah terbukti sulit meyakinkan skuad tentang kemajuan sementara hasilnya tetap mengecewakan, Arsenal hanya memenangkan dua dari enam pertandingan pertamanya yang bertanggung jawab.

Arteta berkata “Saya tidak punya perasaan itu, Umpan balik yang saya dapatkan dari mereka sangat positif, mereka tahu kapan kita belum memenangkan alasan mengapa dan ada banyak aspek berbeda untuk itu, Beberapa aspek yang dapat kita pengaruhi, beberapa kita tidak dapat memengaruhi, tetapi mereka ada di sana, dan mereka sangat menyadari hal itu, Banyak hal telah terjadi, dan rasanya lebih dari sebulan untuk bersikap adil. Jumlah permainan, jumlah yang kami latih, jumlah hal yang terjadi, Ya, banyak hal berubah, banyak hal positif dalam hal reaksi dan hal-hal yang mereka ambil, cara kami berhasil mengubah energi, atmosfer, hubungan, dan kimia dengan para penggemar kami sangat penting bagi kami.“

Franmk Lampard adaptasi taktik Conte kalahkan Spurs

Jose Mourinho terlihat tidak senang setelah Spurs mengalami kekalahan dalam pertandingan besar lainnya. Semuanya bermula saat Chelsea dan Frank Lampard datang berkunjung pada hari Minggu. Ada dua kunci baginya mengatasi mentornya Jose Mourinho dalam kemenangan 2-0 di Liga Premier melawan rival London, Tottenham.

Yang pertama adalah pembicaraan tim yang meriah di hotel tim Chelsea, di mana bos The Blues mengingat kembali pertarungan lamanya melawan rival terbesar klub tersebut, membuat grup tersebut terpacu semangatnya demi meraih kemenangan untuk penggemar.

Kedua, Lampard menuliskan formasi 3-4-3 di lembar tim yang, sebagian, terbantu oleh fakta bahwa mereka tidak memiliki pertandingan tengah pekan untuk pertama kalinya sejak Agustus.

Para pemain Chelsea menunjukkan keinginan untuk mengimplementasikan rencananya; Hasilnya melihat Mourinho secara taktik diperdaya oleh seorang manajer tentang siapa ia memiliki pengaruh besar.

Dominasi tipis yang dinikmati oleh Chelsea membuat Mourinho gusar dalam konferensi pers pasca-pertandingannya, mengklaim Lampard hanyalah tiruan Antonio Conte karena menggunakan formasi 3-4-3.

“Faktanya, saya pikir sistem Conte adalah sistem yang luar biasa yang memenangkan liga dengan Chelsea,” kata Mourinho tentang pertempuran taktis.

Kata-kata pahit yang membandingkan sisi Lampard dengan pemenang gelar Chelsea Conte 2017 harus dianggap sebagai pujian. Lampard berada di bawah kulit Mourinho dan mengatasi empat kekalahan dalam lima pertandingan liga yang mengerikan.

Terlepas dari bentuk itu, The Blues menepis Spurs dengan nyaman dengan dominasi penguasaan bola dan Kepa membuat hanya satu penyelamatan selama 90 menit.

Mengingat kembali Marcos Alonso setelah satu setengah bulan keluar dari tim adalah sebuah masterstroke oleh Lampard. Pemain internasional Spanyol telah membuktikan dirinya sebagai bek sayap yang lebih baik dari bek sayap, baik atau buruk, dan menghasilkan performa kelas atas.

Dia juga membantu Willian mengungkap kelemahan Spurs – Serge Aurier. Pemain Brasil itu beralih dari posisi sayap kanannya yang biasa ke kiri dan dua golnya menandai dia sebagai pemenang pertandingan.

Aurier tidak bisa berurusan dengan Willian dalam situasi satu lawan satu untuk gol pembuka dan veteran The Blues menghasilkan cut-inside khasnya dan melepaskan tembakan untuk mengejutkan penonton tuan rumah.

Gol kedua datang dari umpan Willian ke Alonso, yang diganjal oleh Paulo Gazzaniga karena penalti. Willian dengan tenang memasukkannya menjadi 2-0 sebelum paruh waktu dengan kedua gol datang dari pasangan sisi kiri yang menyiksa Aurier.

Willian dilengkapi dalam serangan oleh pasangan akademi yang brilian Tammy Abraham dan Mason Mount. Abraham mengatakan The Blues memiliki identitas yang bisa beradaptasi di bawah bos baru mereka, yang merupakan ciri khas tim Chelsea Mourinho di tahun-tahun berlalu.

“Ya, itu [mengubah permainan saya di 3-4-3]. Saya pikir ada sedikit lebih banyak berjalan tetapi tidak ada yang tidak bisa saya tangani,” kata Abraham ketika ditanya oleh Goal. “Kami merasa hari ini formasi akan membantu kami mengalahkan Spurs dan itu berhasil.

“Itu adalah tentang semua orang yang mengetahui peran mereka dan tetap bersama sebagai satu tim, bertahan sebagai satu tim dan menyerang sebagai satu tim. Hari ini, kami hanya memiliki sedikit waktu untuk berlatih pada formasi ini, tetapi kami melakukannya sebelum melawan Wolves dan kami memiliki kepercayaan diri itu akan berhasil. ”

Asisten pelatih kepala Lampard Jody Morris menguasai formasi 3-4-3 ketika mengelola tim U-18 Chelsea sementara Conte bekerja dengan tim utama The Blues.

Filosofi akademi Chelsea menyatakan bahwa mereka menciptakan pemain seperti Abraham, yang memahami berbagai sistem karena sifat klub untuk merekrut dan memecat manajer.

Karena itu, performa Chelsea melawan Spurs lebih dari sekadar reinkarnasi Conte.

Itu juga berbicara tentang hubungan kuat yang sudah dimiliki Lampard dengan para pemainnya, yang dicapai hanya dalam waktu singkat sebagai bos di Stamford Bridge.

“Dari awal pertandingan, dia mengatakan dia selalu menyukai persaingan antara Chelsea dan Tottenham ini,” tambah Abraham.

“Jika dia bisa, dia akan menginjak lapangan hari ini dan bermain. Dia hanya ingin kita pergi ke sana dan meninggalkan semuanya di atas lapangan dan dari menit satu, itulah yang kami tunjukkan.”

Brighton Dipermalukan Sheffield United

Sheffield United mengatasi dua gol yang dikesampingkan oleh VAR untuk mengalahkan Brighton 1-0 saat mereka naik ke posisi kelima di klasemen Liga Premier Pemogokan Oli McBurnie (24) untuk Blades terjepit di antara gol terbalik oleh John Egan, untuk bola tangan, dan Jack O’Connell, untuk offside yang jelas David McGoldrick, yang tanpa gol Liga Premier dalam lebih dari 1.000 menit, juga melewatkan satu gol terbuka tetapi momen memalukannya tidak merugikan tim Chris Wilder, yang diorganisasi dengan sangat baik melawan pakaian serang Brighton yang datar Kemenangan itu mempertahankan pelarian tak terkalahkan United dari rumah musim ini, yang berarti mereka adalah tim papan atas yang baru dipromosikan sejak 1947 yang tetap tak terkalahkan dalam sembilan pertandingan tandang pertama mereka musim ini. Mereka juga hanya satu poin dari tempat Liga Champions Bos Brighton, Graham Potter mendapatkan yang lebih baik dari Wilder di kedua kesempatan musim lalu ketika manajer Swansea – mereka hanya satu dari dua tim yang melakukan double atas Blades yang dipromosikan – tetapi Wilder membuat timnya dibentuk dengan sempurna di Amex untuk melumpuhkan permainan yang melewati Brighton.

Wilder mengira timnya unggul delapan menit ketika tendangan sudut kanan ganas dari kanan menyebabkan masalah Mat Ryan dan Egan berada di tangan untuk menyatukan bola tanpa mengetahui banyak tentang hal itu. Dengan para pemain siap untuk memulai kembali, sebuah tinjauan VAR dimulai ketika replay menunjukkan bola telah menepis lengan Egan dalam perjalanan menuju jaring Michael Oliver memberi tahu wasit Rob Jones, yang memimpin pertandingan Liga Premier pertamanya, bahwa gol itu harus dikesampingkan Pisau terus mendorong Brighton kembali dengan energi tinggi mereka. Mereka menemukan jaring lagi pada 24 menit dan VAR tidak tahan dengan yang ini Aaron Webster disingkirkan oleh tuduhan kuat oleh McBurnie, yang masuk di belakang bek Brighton dan mengalahkan Ryan di pos dekat dengan finishing rapi untuk gol kedua kampanye Brighton mengganti formasi mereka setelah jeda, membawa Glenn Murray dan Aaron Connolly untuk mendukung Neal Maupay, tetapi, meski ada tambahan pemain di area depan, Blades-lah yang membawa ancaman lebih besar McGoldrick, yang permainan pendekatannya sekali lagi luar biasa, memiliki kesempatan untuk mengakhiri menjalankan mandulnya di depan gawang ketika mengambil keuntungan dari sedikit membela diri Webster. Dia berlari melalui tujuan dan mengitari Ryan tetapi tidak pernah terlihat percaya diri dari sudut yang sempit saat ia menyelinap menyelesaikannya ke sisi jaring.

Peluang terus datang untuk Blades dan, dalam twist yang kejam, mereka sekali lagi digagalkan oleh VAR. Sundulan Chris Basham ditumpahkan oleh Ryan dan O’Connell adalah yang pertama kali rebound, memicu perayaan liar. Namun, dengan kedua tim berbaris untuk memulai kembali sekali lagi, VAR dengan benar memutuskan bahwa O’Connell setidaknya satu yard offside Biasanya, tim yang mendapat untung dari keputusan VAR mengambil alih kekuasaan dalam permainan tetapi Brighton jarang terlihat mampu menembus garis United, hanya mencatat dua tembakan tepat sasaran di pertandingan Terlepas dari penguasaan bos, itu penguasaan tanpa tujuan, dan Blades melihat permainan dengan penuh percaya diri dan tekad bulat Salah satu alasan tim memiliki begitu banyak kesulitan bermain melawan Blades adalah karena memiliki Lundstram di sisi Anda adalah seperti memiliki 12 pemain. Dia ada di mana-mana, terutama di babak pertama di mana energinya mendukung dua depan dan bermain dengan pertempuran lini tengah menonjol Mendefinisikan dia hanya sebagai pekerja keras, tidak adil – dia membawa banyak kualitas dalam permainannya seperti yang ditunjukkan oleh kepintarannya melewati lawan ketiga. Dia menyelesaikan 13 dari 14 operannya di babak oposisi – persentase tertinggi yang dicatat oleh pemain mana pun di lapangan.

Ernesto Valverde tidak suka Frenkie de Jong berada di Barca

Ernesto Valverde telah di kabarkan bahwa ternyata dia tidak ingin untuk datangkan salah satu sang pemain yang bernama Frenkie de Jong untuk bermain ke Barcelona pada saat musim panas lalu.

Hal telah di ungkapkan bahwa dengan surat kabar Belanda, De Telegraaf pelatih 55 tahun itu sebenarnya tidak tertarik pada pemain muda yang baru direkrut klub dari Ajax jelang bergulirnya musim ini. Padahal, ketika itu De Jong menjadi salah satu pemain muda yang banyak diburu tim-tim elit Eropa. Dan, Barca-lah yang memenangkan transfernya.

Kenyataannya, Barca berikan kontrak lima musim kepada bintang muda Ajax yang disebut-sebut sebagai rekrutmen besar pertama jawaran Spanyol itu jelang musim 2019/20. Dengan kontrak tersebut, De Jong akan berada di Camp Nou hingga 2024 mendatang.

Biaya transfer sebesar 75 juta Euro, plus sejumlah variabel yang mencapai 11 juta Euro, itu semua disepakati pada Januari 2019. Lalu, beberapa bulan kemudian, di saat De Jong berpikir akan membawa Ajax ke final Liga Champions, De Jong malah gabung Barcelona. Dan, kabarnya, hal itu dilakukan atas perintah Valverde.

Gelandang Belanda itupun berhasil beradaptasi dengan cukup baik di Camp Nou, termasuk dengan gaya melatih Ernesto Valverde, dan telah mendapat pujian dari banyak orang yang menyaksikan permainannya bersama Barca setiap pekan.

Namun, pada Jumat (20/12) ini, media terbitan Belanda, De Telegraaf, malah memberitakan, dengan datangkan De Jong, Barcelona telah melawan kehendak Valverde. Berita ini datang hanya sepekan setelah Ajax tersingkir di babak penyisihan grup Liga Champions musim ini. Namun, detail ceritanya di Belanda belum jelas benar.

Laporan itu menyatakan, De Jong-lah yang dekati Barcelona. “Gelandang itu jatuh cinta dengan nama dan status terkenal FC Barcelona, ??dan juga dengan pemain bintang mereka yang bernama Lionel Messi.” Demikian klaim surat kabar tersebut sebelum mengkritik cara manajer Blaugrana itu memainkan gelandang berbakat Timnas Belanda tersebut.

“Valverde menolak untuk membiarkan De Jong mengerahkan kekuatannya sebagai playmaker yang dalam, pemain nomor enam atau dalam posisi itu dari sebelah kiri.” Lanjut De Telegraaf, seperti dilansir AS.

Masih menurut surat kabar Belanda tersebut, De Jong telah dipaksa untuk bermain dia seperti di autopilot dengan rem tangan dan perannya sebagai pemain dominan tidak terlihat lagi di bawah asuhan Ernesto Valverde.

Poin lain yang dimunculkan De Telegraaf, adalah tentang manuver yang dilakukan Thomas Tuchel dan Pep Guardiola untuk mencoba meyakinkan De Jong agar mau gabung ke PSG dan Manchester City.

Tuchel mengundang De Jong ke Paris, sementara Guardiola membawanya ke Manchester. Kedua pelatih itu bahkan dikabarkan surat kabar tersebut telah berbicara lebih dulu kepada De Jong tentang perannya di lapangan.