Chelsea Dinilai Kurang Konsisten

Kondisi untuk internasional Inggris untuk berkembang sempurna di bawah Pep Guardiola tetapi Chelsea tidak berfungsi dengan playmaker mereka dari bentuk.Eden Hazard mengeja dalam sebuah wawancara dengan Play Sports, penyiar Belgia, minggu ini ketika melihat pertandingan Liga Premier antara Chelsea dan Manchester City di Stamford Bridge.

Kembalilah beberapa minggu dan ini akan menjadi puncak pertarungan di meja. Bersama Liverpool dan City, Chelsea menikmati 12 pertandingan tak terkalahkan pada awal musim. Sementara tim Jurgen Klopp berhasil mengimbangi City – dengan keduanya masih tanpa entri di kolom kerugian – Chelsea telah goyah dalam beberapa minggu terakhir.

Sarri-ball tidak berfungsi. The Blues memiliki semua tetapi keluar dari perburuan gelar dan sekarang 10 poin di belakang City yang terus mengatur kecepatan tanpa henti. Mereka gagal memenangkan tiga dari empat pertandingan terakhir mereka – dengan dua kekalahan – dan kritik mulai jatuh pada kepala manajer Italia Maurizio Sarri.

Bahaya mungkin telah memulai musim ini dalam bentuk kelas dunia – menyediakan gol dan assist yang luar biasa – tetapi bentuk itu tidak perlu diragukan lagi. Penggemar Chelsea di media sosial berusaha mengungkap masalah ini minggu ini dan menyimpulkan bahwa jika Hazard tidak bermain bagus maka Chelsea tidak bermain bagus. Dan tanpa bermain bagus, Chelsea semakin sulit memenangkan pertandingan.

“Chelsea memiliki banyak kepemilikan, tetapi kami sering harus bergantung pada tindakan individu untuk mencetak gol,” katanya. Game Wolves berakhir dengan sisi London membual 70 persen dari bola tetapi sedikit untuk menunjukkan untuk itu.

“Kota semua tentang bermain tim. Anda dapat melihat banyak gerakan dari mereka yang menciptakan ruang.“Mereka mendapatkan umpan silang mereka dan mereka menciptakan lebih banyak peluang, mencetak lebih banyak gol dan memiliki lebih banyak jawaban.“Satu-satunya hal yang tidak mereka miliki adalah Eden Hazard! Itulah bedanya. ”

 

Sean Dyche Balas Kritikan Jurgen Klopp

Sean Dyche mengakui dia sedikit bingung oleh kritik dari manajer Liverpool Jurgen Klopp atas permainan Burnley selama pertandingan Premier League hari Rabu di Turf Moor pasalnya The Reds membalikkan defisit babak kedua untuk menang 3-1, meskipun kemenangan datang dengan membayar harga bek Joe Gomez menderita patah kaki kiri di babak pertama, pemain internasional Inggris itu cedera menyusul bentrokan dari Ben Mee, dengan Klopp mengklaim setelah pertandingan dia berbicara dengan wasit Stuart Attwell tentang bahaya cedera dalam menghadapi adu fisik dengan tim tuan rumah. “Saya mengatakan setelah bentrokan pertama, saya tidak tahu siapa yang melakukannya duluan, saya berkata kepada wasit ‘itu tidak curang tapi tolong katakan pada mereka Anda tidak boleh melakukan itu’,” Kata pelatih Jerman dalam konferensi pers pasca pertandingan.

“Tidak ada yang bisa menilai itu sebab anda mendapatkan bola, bagus, tapi itu seperti bowling bisa terjadi bentrokan, Karena Anda berebut dengan pemain juga, Itu terjadi empat atau lima kali, semua orang menyukainya, tapi Joe terluka, dan mungkin tidak ringan.” Liverpool mengkonfirmasi pada hari Kamis bahwa Gomez terpaksa untuk keluar hingga enam minggu, yang berarti dia akan kehilangan laga Liga Champions penting Liverpool dengan Napoli minggu depan, serta bentrokan kandang dengan Manchester United pasalnya Joe Gomez menderita patah tulang di kaki kiri bawah saat pertandingan semalam melawan Burnley, Dyche berdoa yang terbaik kepada Mee yang berusia 21 tahun tapi bersikeras tidak melakukan kesalahan apa pun.

“Saya sedikit bingung. Saya tidak dapat melihat bagian mana yang benar dan salah, Apa yang akan saya katakan adalah ini, dan saya pikir itu penting untuk melihat lebih terperinci, ada beberapa bentrokan hebat terjadi dan Saya pikir satu-satunya yang dipertanyakan adalah dari Phil Bardsley tapi saya pikir yang terjadi pada Ben Mee adalah tackle yang fantastis lantas saya rasa ia seorang pemain yang jujur, Gomez, menyadari hal itu pastinya tapi Kami mengirimkan doa yang terbaik kepada dia jika ada cedera, tetapi itu bukan karena tekel curang. “

Mourinho Minta Diberikan Waktu Lagi Agar Skuatnya Tampil Konsisten

Jose Mourinho sangat kesal karena tim yang dilatihnya terus menerus dibandingkan dengan skuat yang dimiliki oleh Manchester United pada saat era Sir Alex Ferguson. Dia lantas meminta timnya tersebut mendapatkan waktu untuk bisa memperbaiki konsistensi atas performa mereka.

Manchester United hanya mampu untuk bermain imbang melawan Arsenal dengan skor 2-2 dalam laga yang dilangsungkan di Old Trafford di hari Kamis tanggal 6 Desember 2018. Didalam pertandingan tersebut, Setan Merah bahkan harus kesusahan untuk bisa mengimbangi performa yang dimiliki The Gunners yang membuat mereka harus ketinggalan dua kali terlebih dahulu.

Arsenal sendiri berhasil untuk membuat Manchester United kesulitan sebanyak dua kali setelah dibobol oleh Shkordran Mustafi disaat menit ke 26 dan juga Marco Rojo yang membuat gol bunuh diri disaat menit ke 68. Akan tetapi MU cukup beruntung karena mereka mampu untuk kembali lagi membuat kedudukan menjadi imbang pada saat menit ke 30 melalui Anthony Martial dan juga Jesse Lingard disaat menit ke 69.

Kegagalan MU untuk bisa mendapatkan angka penuh di markas sendiri, Old Trafford tentu sudah membuat mereka sekarang ini harus turun ke peringkat kedelapan klasemen sementara dengan terolehan sebanyak 23 angka dan harus tertinggal 18 angka dari Manchester City yang masih kokoh di puncak klasemen sementara. Kondisi yang dimilik oleh The Red Devils lantas membuat Mourinho terus menerus mendapatkan banyak kritikan dari pada fans Setan Merah.

Pelatih yang berasal dari Portugal itu juga dianggap sudah merusak tradisi yang dimiliki oleh Setan Merah saat masih dilatih oleh pelatih legendarisnya, Sir Alex Ferguson yang mampu untuk mendominasi kompetisi Liga Inggris.

Menanggapi hal itu, Mourinho lantas mengungkapkan rasa tidak senangnya dikarenakan tim yang dia latih sekarang dibandingkan terus dengan masa kejayaan MU. Dia menilai kalau para pemain asuhannya itu membutuhkan waktu agar bisa kembali lagi tampil dengan menawan.

“Saya sangat tidak setujuh dengan orang-orang yang sudah membandingkan tim yang sekarang ini dengan tim yang masih diisi dengan Ruud van Nistelrooy, Roy Keane dan juga Nemanja Vidic. Berikanlah kami waktu dan juga sedikit kesempatan lagi,” kata Mourinho kepada salah satu media di Inggris.

“Saya merasa sangat senang sekali dengan semangat serta hati yang kami punya, akan tetapi sekarang ini kami memang sedang tidak konsisten.”

“Hari ini juga kurang lebihnya sama. Akan tetapi dengan semangat yang sangat besar dan juga para pemain yang terus siap untuk berjuang dengan keras, tim kami tentulah sangat layak sekali mendapatkan pujian,” tutup mantan pelatih klub Chelsea tersebut.

Bukan hanya tertinggal jauh dari rival sekotanya, peluang MU untuk bisa finis pada peringkat empat besar sendiri masih sangat diragukan. MU tertinggal sebanyak delapan angka dari Chelsea dan juga Arsenal yang ada diurutan keempat dan kelima klasemen sementara.

Untuk laga yang berikutnya, MU masih akan menjamu Fulham dalam laga lanjutan Premier League yang akan dilangsungkan di Old Trafford pada hari Sabtu tanggal 8 Desember 2018 besok malam WIB sebelum menjalani laga terakhir babak fase grup Liga Champions dengan bertandang ke markas Valencia di tanggal 13 Desember 2018 dini hari WIB mendatang.

Dalam kompetisi Liga Champions, MU sudah memastikan diri lolos kedalam babak 16 besar bersama dengan Juventus dari Grup H.

Bigmatch Antara Manchester United vs Arsenal Berakhir Dengan Hasil Imbang

Tak ada pemenang dalam duel Manchester United versus Arsenal pada Premier League pekan ke-15, Kamis (6/12/2018) dini hari WIB. Skor 2-2 menghiasi papan skor yang terpampang di Old Trafford malam itu. Shkodran Mustafi dan Alexandre Lacazette (setelah ditinjau ulang, pihak Premier League memutuskan gol ini lahir dari aksi bunuh diri Marcos Rojo) jadi penyumbang gol Arsenal, sementara sepasang gol United dicetak Anthony Martial dan Jesse Lingard.

Hasil imbang ini membuat United dan Arsenal melorot satu setrip dari posisi sebelumya. ‘Iblis Merah’ turun ke peringkat ke-9 dengan koleksi 22 poin, sementara Arsenal terlempar ke peringkat lima dengan torehan 30 angka.

Jose Mourinho kembali mengaplikasi pakem lima bek dalam duel kali ini. Menariknya, The Special One mengubah seluruh komposisi para pemain belakangnya. Bila Phil Jones, McTominay, dan Nemanja Matic yang mengisi pos bek sentral versus Southampton akhir pekan lalu, kini Eric Bailly, Chris Smalling, dan Marcos Rojo yang jadi andalan. Begitu pula Diogo Dalot yang dijadikan starter untuk pertama kalinya, melengkapi Matteo Darmian sebagai full-back kanan.

Perombakan Mourinho tak berhenti sampai di situ, Paul Pogba dan Romelu Lukaku hanya duduk di bangku cadangan. Dia lantas menunjuk Ander Herrera sebagai tandem Matic, sementara Marcus Rashford menemani Anthony Martial di lini depan.

Lain United, lain pula Arsenal. Unai Emery masih memercayakan Pierre-Emerick Aubameyang sebagai ujung tombak. Topskorer Premier League dengan 10 gol itu disokong Alex Iwobi dan Aaron Ramsey. Terhitung hanya Granit Xhaka yang disisihkan Emery dari skuatnya lantaran suspensi. Posisinya digantikan Matteo Guendouzi yang berduet bersama Lucas Toreira di area sentral.

Secara garis besar, United lebih unggul ketimbang Arsenal di babak pertama–khususnya soal intensitas serangan. Total empat tembakan tepat sasaran sukses mereka lepaskan, kendati tiga di antaranya diukir dari luar kotak penalti.

Namun, perkara efektivitas, Arsenal masih lebih baik. Nyatanya mereka berhasil membuat publik Old Trafford bungkam via tandukan Mustafi di menit 26. David De Gea sebenarnya sempat menyentuh bola kiriman mantan bek Everton itu. Namun, bola masih meluncur kemudian melewati garis gawang.

Namun, euforia Arsenal hanya bertahan seumur jagung. Empat menit setelahnya Martial sukses mencetak gol balasan usai mengakhiri umpan mendatar Herrera dari sisi kanan, sekaligus jadi gol ketujuhnya di Premier League musim ini.

Kedudukan yang berimbang membuat tensi pertandingan makin meninggi. Di saat itu pula pelanggaran keras mulai bermunculan. Lima kartu kuning dikeluarkan wasit Andre Marriner hanya dalam durasi lima menit. Bahkan, Rob Holding pun menjadi salah satu korbannya dan kudu ditarik keluar. Emery kemudian menunjuk Stephan Lichtsteiner untuk menggantikan bek berusia 23 tahun tersebut.

Guna mendongkrak daya gedor timnya, Emery menarik Aaron Ramsey dan memasukkan Henrikh Mkhitaryan. Ramsey memang unggul dalam urusan pendistribusian bola. Akan tetapi, Emery membutuhkan winger murni demi mangakomodir Aubameyang. Itulah mengapa Alexandre Lacazette juga akhirnya diturunkan di menit 64, untuk membuat serangan di lini depan Arsenal menjadi cair.

Keputusan Emery terbukti jitu. Pada menit 68, tiga menit setelah memasuki lapangan, Lacazette berhasil membawa Arsenal kembali unggul setelah memanfaatkan kesalahan Marcos Rojo saat melancarkan tekel.

Namum, lagi-lagi United berhasil membalasnya semenit berselang. Diawali dari skema umpan lambung, Lingard yang sukses memanfaatkan kesalahan Sead Kolasinac dalam mengontrol bola, langsung menceploskan si kulit bundar ke arah gawang Bernd Leno.

Mourinho kemudian bereaksi dengan memasukkan Marouane Fellaini dan Paul Pogba. Sebelumnya, Romelu Lukaku juga sudah masuk menggantikan Martial. Kedua tim sama-sama meningkatkan tempo permainan di penghujung laga. Bahkan, Arsenal sempat mengoyak jala United di menit 9+1. Akan tetapi, wasit menganulirnya lantaran offside.

Tak ada lagi gol tambahan, United dan Arsenal harus puas berbagi angka karena laga berkesudahan dengan skor akhir 2-2.

Thierry Henry Antar Monaco Keluar Dari Zona Merah

Untuk pertama kalinya dalam hampir tiga bulan, klub Ligue 1 keluar dari tiga terbawah Untuk pertama kalinya dalam 10 minggu, AS Monaco Thierry Henry keluar dari zona degradasi karena klub Ligue 1 pindah ke peringkat 17 dengan kemenangan atas klub promosi Amiens di hari Selasa.

Monaco bertahan untuk kemenangan 2-0 atas Amiens, yang memasuki pertandingan satu tempat di depan klub kerajaan di tempat ke-18. Dengan kemenangan itu, Monaco melompati Amiens dan Dijon pada diferensial gol, sementara pindah ke tempat yang aman di Ligue 1.

Sekarang dalam Minggu 16 dari kampanye Ligue 1, ini adalah pertama kalinya klub telah lolos dari zona degradasi sejak Minggu 6. Gol pertama terjadi pada menit ke-46 dari bentrokan Selasa di Amiens ‘Stade de la Licorne, dengan Radamel Falcao menyediakan pemenang pertandingan dari titik penalti.

Falcao menambahkan satu lagi dari titik di menit ke-97, membatasi kemenangan setelah Bakaye Dibassy dari Amiens diusir pada perpanjangan waktu. Bintang Kolombia sekarang memiliki tujuh gol dan satu assist pada musim ini, dengan tanda golnya memimpin klub.

Secara total, Falcao telah berkontribusi pada persis setengah dari 16 gol Ligue 1 Monaco pada musim ini. Henry, yang bermain untuk klub dari 1994 hingga 1999, mengambil alih kekuasaan pada bulan Oktober setelah pemecatan Leonardo Jardim.

Klub berada di 18 pada saat keberangkatan Jardim, tetapi Henry juga mengalami awal yang buruk yang melihat Monaco tidak dapat mengamankan kemenangan selama lebih dari sebulan. Monaco kini telah memenangkan dua dari tiga pertandingan terakhir Ligue 1 mereka setelah mengalahkan Caen pada 24 November sebelum jatuh ke Montpellier akhir pekan lalu.

Di Liga Champions, klub telah tersingkir dari grup yang mencakup Atletico Madrid, Borussia Dortmund dan Club Brugge, setelah memastikan tempat terakhir. Selanjutnya untuk Monaco adalah bentrokan dengan mantan rekan setimnya Henry Patrick Vieira sebagai tuan rumah klub Nice pada hari Jumat.

Barcelona kalahkan villareal 2-0

Barcelona pasti menuai hasil positif saat menjalani lanjutan liga spanyol. Los cules memetik kemenangan 2-0 atas villareal. Dalam pertandingan di camp nou, senin (03/12/2018) dini hari wib, barca tampil seperti biasanya dengan penguasaan bola yang dominan. Kali ini, catatan ball possessionnya ada di angka 62 persen. Kendati dominan, Barcelona tak bisa menang dengan mudah. Gol pertama tercipta pada menit ke-36.

Gerrad pique yang menjadi pencetak golnya, dia meneruskan umpan silang dari ousmane dembele. Set-piece tendangan sudut menjadi awalnya. Sebelum gol itu, Barcelona sedikitnya memperoleh sebanyak lima kali percobaan. Salah satu yang mencapai target adalah tendangan bebas lionel messi pada menit ke-28. Arahnya sudah pas tapi bisa diantisipasi oleh kiper Villarreal, Sergio asenjo.

Percobaan Ousmane Dembele pada menit ke-31 juga masih diblok oleh barisan belakang Vilarreal. Pada babak kedua, Barcelona terus mengancam untuk menggandakan keunggulan. Sama halnya dengan Villarreal yang terus berupaya menyamakan kedudukan. Tendangan jarak jauh Messi pada menit ke-48 meneruskan umpan Jordi Alba bisa diblok.

Usaha Philippe Coutinho meneruskan umpan Messi 20 menit berselang masih belum membuahkan hasil. Sementara itu, Villarreal terus menekan via Santiago Caseres, Carlos Bacca, Santi Cazorla. Peluang Caseres pada menit ke-54 masih belum membuahkan hasil. Tendangan Dembele empat menit kemudian sebagai balasan serangan. Usaha Barcelona itu juga masih belum membuahkan hasil.

Barcelona beru mengunci kemenangan dengan gol Carles Alena pada menit ke-87. Uman terobosan Messi ke jantung pertahanan Villarreal bisa dikirim masuk ke gawang dengan tendangan terarah. Whoscored mencatat Barcelona mampu membukukan sebanyak 16 tembakan dalam laga melawan Villarreal. Ada tujuh percobaan yang mencapai sasaran. Sementara tim Kapal Selam Kuning bisa 12 kali menembak, tapi cuma dua mencapai sasaran.

Dengan kemenangan ini, Barcelona untuk sementara memuncaki klasemen dengan raihan 28 angka. Tim asuhan Ernesto Valverde itu unggul dua poin dari Sevilla yang sedang memainkan pertandingan dengan Alaves. Sementara itu, Villarreal ada di posisi ke-17 klasemen dengan koleksi 14 poin.

Pemain Vietnam memenuhi syarat untuk bermain di Eropa

Pelatih Sven-Goran Eriksson dengan saksama mempelajari permainan itu serta orang-orang Vietnam. Dalam konferensi pers sebelum semi-final Piala AFF 2018 antara tuan rumah Filipina dan tamu Vietnam, komandan Swedia mengatakan dia memiliki minat khusus untuk pelatih Hang-seo Park. Setelah bekerja di tim-tim besar Eropa, dari Benfica, Roma, Sampdoria, Lazio, Inggris atau Man City, Eriksson, dengan pengalamannya selama 41 tahun, telah bekerja dengan ribuan pemain. memiliki superstar terbaik di dunia pada waktu mereka sendiri. Karena itu, mata pelatih Eriksson mungkin sangat standar.

Di mata Sven-Goran Eriksson, Vietnam memiliki lima pemain yang memenuhi syarat untuk bermain di Eropa: “Mereka memiliki beberapa pemain seperti bek kanan, 11 (Inggris), 14 (Inggris), 14 Cong Phuong), 19 (Quang Hai) atau 20 (Van Duc), mungkin tidak cukup untuk menendang City atau Barca, tetapi para pemain ini cukup bermain untuk tim lain di Eropa. ”

“Kami siap untuk pertandingan besok,” kata pelatih Sven-Goran Eriksson dari Hang Seng FC di Piala AFF. Saya menonton banyak pertandingan Vietnam. Dalam keberhasilan U23 Vietnam dan Tel Vietnam sama. Saya menyaksikan semua pertandingan Vietnam di AFF Cup 2018. Sebenarnya Anda bermain sangat baik. Sepak bola Vietnam adalah tim yang bagus, pertahanan dan serangan yang bagus. Sulit untuk mengalahkanmu. Kami tahu kesulitannya tetapi semuanya bisa terjadi. Kami menghormati mereka. Terutama area di antara pekarangan yang Anda kuasai. Kami tahu apa yang harus dilakukan besok. Kami akan mencoba untuk memainkan pertandingan yang bagus. Filipina menghormati tetapi tidak takut terhadap Vietnam. ”

Mengomentari konfrontasi dengan Filipina di semi final yang akan datang, gelandang muda yang mengenakan kemeja HAGL mengatakan: “Pertandingan terakhir tim Vietnam bermain sangat baik, terutama pertahanan banyak. Telah membantu kami 4 pertandingan tak terkalahkan dan tidak kebobolan gol. Saya pikir dalam permainan sebelum Anda ingin memenangkan lawan, pertama jangan kalah, Filipina adalah pemain kasar dengan profil tinggi dan gaya yang kuat, tetapi tim Vietnam benar-benar dapat mengalahkan mereka, meskipun tendangan darat mereka. “Satu hari sebelum semifinal, Tuan Anh mengirim keinginannya kepada rekan-rekan setimnya:” Saya harap saudara-saudaraku di Vietnam akan berada dalam bentuk terbaik dalam perang melawan Filipina di Panaad, dan berharap semua orang mendapat hasil yang baik. “.

Madrid Menang 2-0 Atas Valencia

Real Madrid menjamu Valencia pada jornada 14 La Liga Primera 2018/2019. Madrid bisa mengatasi Valencia dengan skor akhir 2-0.

Bertanding di Santiago Bernabeu pada hari Minggu (2/12/2018) dinihari WIB, Madrid langsung tancap gas. Karim Benzema berhasil melepaskan tendangan voli setelah menerima crossing Luka Modric pada menit ke-3, akan tetapi bola tembakan penyerang asal Prancis itu melambung.

Serangan Madrid baru membuahkan hasil pada menit ke-8. Daniel Carvajal melepaskan crossing dari sebelah kanan ke muka gawang Valencia. Namun bola malah dibelokkan Daniel Wass ke dalam gawangnya sendiri. Tuan rumah memimpin 1-0.

Madrid menebar ancaman lagi pada menit ke-21 melalui sepakan bebas Gareth Bale. Bola ditendang dengan keras, akan tetapi masih belum membuahkan hasil.

Tim tamu melepaskan 2 tembakan ke arah gawang pada menit ke-27 dan 30 lewat Kevin Gameiro dan Daniel Parejo. Tapi bola masih bisa diantisipasi Thibaut Courtois. Skor 1-0 untuk keunggulan Madrid tetap bertahan sampai jeda pertandingan.

Valencia mengancam gawang Madrid ketika pertandingan babak kedua baru berjalan 5 menit. Gameiro melepaskan sepakan kaki kiri dari dekat, tapi bola masih bisa dijinakkan Courtois.

Pada menit ke-52, giliran Santi Mina yang melepaskan tembakan. Bola mengarah deras, akan tetapi masih belum mengarah ke gawang.

Madrid perlahan-lahan menekan balik. Benzema melakukan ancaman dengan menyundul bola dari dekat pada menit ke-53, tapi masih melenceng dari sasaran.

Berselang semenit, giliran Modric yang melepaskan tendangan dari depan kotak penalti. Bola meluncur dengan deras, akan tetapi masih belum mengarah ke gawang.

Valencia perlahan-lahan bisa mengambil kendali permainan. Serangan cepat dilancarkan, tapi lebih sering gagal sebelum masuk ke dalam kotak penalti Madrid.

Madrid akhirnya menggandakan keunggulannya menjadi 2-0 pada menit ke-83. Carvajal melakukan solo run sesudah menerima bola di sepertiga wilayah sendiri. Dua pemain Valencia tidak bisa menghentikan laju fullback kanan Madrid itu. Bola diberikan kepada Benzema yang langsung mengoper ke Lucas Vazquez. Lantas Vazquez langsung menuntaskan umpan itu ke dalam gawang Neto.

Tidak ada gol tambahan lagi sampai pertandingan tuntas. Madrid pun menutup pertandingan dengan kemenangan 2-0.

Kemenangan ini membawa Los Blancos naik ke peringkat 5 klasemen dengan nilai 23 poin. Madrid tertinggal 3 poin dari Sevilla yang mempunyai 26 poin, tapi belum memainkan pertandingannya. Di sisi lain, Los Che tertahan di urutan 14 dengan nilai 17 poin.

Bos PSG Sebut Jurgen Klopp Hindari Kritik

Thomas Tuchel menyarankan frustrasi pasca pertandingan Jurgen Klopp setelah kekalahan Liverpool atas Paris Saint-Germain adalah taktik pengalihan. Klopp menuduh PSG “tidak sportif” dalam kekalahan 2-1 di Liga Champions, mengatakan para pemain Liverpool, yang mengambil enam kartu kuning, dibuat agar terlihat seperti “tukang daging”.

Kekalahan itu merusak peluang The Reds untuk lolos ke babak 16 besar karena mereka sekarang harus mengalahkan Napoli 1-0 atau dengan dua gol yang jelas dalam pertandingan grup terakhir mereka. Bos PSG Tuchel mengatakan komentar Klopp tentang sportivitas dan wasit mengambil “perhatian dari hasil” di Paris.

“Saya tidak merasa itu masalah besar. Kami memiliki lima menit lembur, kami mengalami banyak pelanggaran – Anda tidak perlu melakukan pelanggaran, ”katanya.

“Saya bahkan tidak ingin membicarakannya karena bagi saya itu bukan subjek. Ketika saya kehilangan pertandingan besar saya marah dan saya berbicara tentang hal-hal hanya untuk mengalihkan perhatian dari hasil. Saya melakukan ini juga tetapi itu bukan masalah saya. Anda harus meminta Jurgen untuk itu dan saya mendengar dia memiliki pendapatnya tentang itu dan itu bagus. Saya berbicara tentang permainan. ”

PSG sekarang menuju ke Red Star Belgrade untuk pertandingan grup terakhir mereka dengan takdir mereka di tangan mereka sendiri.

“Ini adalah kesempatan terakhir kami untuk menunjukkan bahwa kami mampu bersaing dengan tim seperti Liverpool, tim dengan mentalitas luar biasa,” kata Tuchel.

“Semua orang siap untuk saling menderita. Itu perlu melawan Liverpool dan itu adalah langkah besar bagi kami. ”

Liverpool, sementara itu, menghadapi Everton pada Hari Derby pada hari Minggu, langsung di Sky Sports.

Everton hanya kalah sekali di Liga Premier sejak awal Oktober, dan Klopp mengatakan: “Everton melakukan dengan sangat baik di musim ini, mereka adalah piala EFL yang berbeda selama tiga tahun terakhir.

“Kami harus 100 persen dan itu adalah yang sulit, kami tentu tidak boleh meremehkan lawan. Mereka dapat memberi ancaman. “

Harry Kane: Sekarang Waktunya Menggempur Barcelona!

Tottenham berhasil meraih kemenangan penting saat menjamu Inter Milan pada matchday 5 Grup B Liga Champions 2018/19, Kamis (29/11) dini hari WIB. Setelah berjuang sepanjang laga, Tottenham akhirnya berhasil mencetak satu-satunya gol melalui Christian Eriksen di menit ke-80.

Kemenangan Tottenham ini kian memanaskan persaingan merebut posisi runner-up Grup B. Barcelona sudah dipastikan lolos sebagai juara grup. Inter dan Tottenham sama-sama mengoleksi 7 poin dengan satu pertandingan sisa.

Langkah Tottenham relatif lebih sulit ketimbang Inter. Di laga terakhir nanti, Tottenham akan melawat ke markas Barcelona, sementara Inter menjamu PSV. Spurs wajib menang dengan skor besar jika ingin menjaga asa lolos ke 16 besar.

Penyerang Tottenham, Harry Kane berjanji timnya akan tampil menyerang saat melawan Barca. Baca komentar selengkapnya di bawah ini:

Bermain Baik

Menurut Kane, timnya sudah bermain baik saat menjamu Inter. Kondisi lapangan Wembley Stadium memang cukup buruk tetapi skuat Tottenham sudah mulai terbiasa dengan itu dan bisa mengatasinya dengan baik.

“Sulit bermain di sana [Wembley], lapangannya tidak bagus tetapi kami sudah mulai terbiasa dengan itu seiring setiap pertandingan,” buka Kane di laman resmi UEFA.

“Kami bermain baik, kami bermain dari belakang, melalui sela-sela lini, dan kami bisa saja mencetak beberapa gol di babak pertama.”

Kini, nasib Tottenham berada di tangan mereka sendiri. Jika mampu mengalahkan Barca bulan depan, Tottenham akan mewujudkan mimpi lolos ke fase gugur.

“Clean sheet ini berarti positif dan untungnya kami berhasil mencetak gol.”

“Sekarang kami akan menggempur dengan semua kekuatan kami. Ini akan sulit (saat melawan Barca) tetapi inilah yang harus kami perjuangkan,” tandasnya.

“Meraih kemenangan disana merupakan pekerjaan yang berat, namun kami juga bukan sebuah tim yang lemah dan putus asa. Klub kami berisi para pemain yang suka bekerja keras. Kami akan berjuang disana, memberikan semua yang terbaik dari diri kami, dan semoga kami bisa memperoleh hasil yang yang terbaik.” Tutup penyerang timnas Inggris itu.