Husaini Binggung Dengan Keputusan Wasit Yang Berikan Penalti Untuk Myanmar

Ada yang cukup mengganjal didalam hati Fakhri Husaini usai timnas Indonesia U-16 berhasil menaklukan Myanmar dalam kompetisi Piala AFF U-16 2018. Fakri tidak habis pikir mengapa timnasnya harus mendapatkan hukuman penalti.

Indonesia hanya menang tipis 2-1 dari timnas Myanmar didalam laga yang dilangsungkan di Stadion Gelora Delta yang terletak di Sidoarjo pada hari Selasa tanggal 31 Juli 2018 kemarin. Ini merupakan kemenangan kedua yang didapatkan oleh Indonesia dalam kompetisi Piala AFF U-16 2018 yang dimana sebelumnya mereka mampu menang dengan skor telak 8-0 atas timnas Filipina.

Amirudin Bagus Kahfi lah yang memborong kedua gol untuk timnas Indonesia itu. Sedangkan gol Myanmar datang dari eksekusi tendangna penalti Zaw Win Thein pada saat babak kedua.

Wasit menunjuk titik putih untuk timnas Myanmar dikarenakan menganggap kalau Ernando Ari yang merupakan penjaga gawang timnas Indonesia melakukan pelanggaran kepada Thaw Zin Htet yang merupakan pemain Myanmar. Padahal saat itu bola sepenuhnya telah berada ditangan Ernando dan juga Thaw yang mengadang Ernando.

Fakhri menilai kalau penalti tersebut seharusnya tidak diberikan dikarenakan saat itu Ernando yang berada didalam posisi mengamankan bola. Selain daripada itu, wasit juga tidak melihat bagaimana pemain Myanmar tersebut jatuh.

“Posisi wasit saat itu membelakangi kejadian, terus tiba-tiba pemain Myanmar langsung terjatuh. Seharusnya wasit koordinasi dulu dengan pembantu wasit di pinggir lapangan. Kami juga tidak paham dengan pelanggaran itu terjadi. Tapi wasit malah tunjuk titik putih, kehilatan kalau dia tidak melihat kejadian itu. Tapi mengapa tunjuk titik putih? Ini lucu sekali,” kata Fakhri setelah pertandingan.

“Pertandingan itu sebenarnya enak kalau ditonton jika disaat awal wasitnya bisa memimpin pertandingan dengan tegas,” kata Fahkri.

Berkat kemenagnan yang didapatkan dari timnas Myanmar, Indonesia untuk sementara ini sedang memimpin klasemen sementara Grup A dengan terolehan sebanyak enam angka dalam dua laga yang sudah mereka jalani. Indonesia hanya unggul dalam segi selisih gol saja dari timnas Vietnam yang sekarang ini menduduki peringkat kedua klasemen sementara.

“Timnas Myanmar merupakan salah satu timnas terkuat yang ada di Asia Tenggara. Bagi saya, ini merupakan hasil yang cukup positif untuk timnas Indonesia,” lanjut Fahkri.

Untuk memastikan diri lolos kedalam babak knock-out, Garuda Muda Indonesia membutuhkan dua kemenangan dari tiga laga tersisa mereka. Untuk pertandingan berikutnya, timas Indonesia akan berhadapan melawan timnas Vietnam yang merupakan sang juara bertahan di tanggal 2 Agustus. Setelah itu, Indonesia masih harus berhadapan melawan timnas Timor Leste di tanggal 4 Agustus dan yang terakhir melawan timnas Kamboja di tanggal 6 Agustus 2018.

Sementara itu, untuk peringkat klasemen sementara Grup A, Indonesia memimpin dengan enam angka di puncak klasemen dan disusul oleh Vietnam dengan terolehan poin yang sama. Pada urutan ketiga ditempati oleh Kamboja dengan terolehan tiga angka dan di peringkat diisi oleh Myanmar dengan terolehan yang sama. Pada urutan kelima dan keenam ada Timor Leste dan juga Pilipina yang sama sama masih belum mendapatkan satupun angka.

Sedangkan pada Grup B, posisi peringkat pertama tengah dipegang oleh Laos dengan tiga angka dan diikuti oleh Thailand yang juga memiliki tiga angka. Sementara di peringkat ketiga ada Singapura yang masih belum memainkan satupun pertandingan. Diperingkat keempat dan kelima ada timnas Bruney dan juga Malaysia yang sama-sama kalah dalam laga perdana mereka.

Hasil Pertandingan Liga 1 Gojek Indonesia 30 Juli: PS TIRA 2-3 Persib Bandung

Tim Maung Bandung sukses menjaga jaraknya di puncak klasemen usai mengalahkan PS TIRA. Dalam laga yang digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul Yogyakarta, pada hari Senin (30/07) sore wib, laga yang berlangsung dramatis ini berakhir dengan skor 2-3.

PS TIRA yang tampil baik dengan menyamakan kedudukan, harus rela menelan kekalahan di akhir laga. Dengan hasil ini, kemenangan bagi Persib Bandung ini membuat posisi mereka kokoh di puncak klasemen sementara dengan 32 poin selisih tiga poin dari Barito Putra dan PSM Makassar dibawahnya. Sementara PS TIRA gagal memperbaiki posisi mereka di zona merah di posisi ke 17 dengan 18 poin.

Jalannya pertandingan di babak pertama ini dimulai dengan penampilan Persib yang mengincar poin penuh di laga tandang sudah bermain agresif sejak menit awal laga dimulai. Tim Maung Bandung ini mampu bermain konsisten dengan menekan pertahanan PS TIRA di sepuluh menit pertama, namun belum ada peluang yang cukup membayahakan pertahanan tuan rumah.

Di menit ke 11, tuan rumah PS TIRA mampu menciptakan peluang pertama di laga ini. Aleksandar Rakic yang menjadi tumpuan serangan utama tim tuan rumah nyaris menciptakan gol saat melakukan serangan balik cepat, sayangnya tendangannya masih melenceng dari sisi kanan gawang.

Satu menit berselang, Persib baru menciptakan peluang lewat Bauman yang menusuk masuk ke dalam kotak penalti. Tapi ia gagal mencetak gol usai kiper Syahrul Fadil menghentikan pergerakannya. 10 menit kemudian, PS TIRA kembali menciptakan peluang. Wawan Febriyanto yang tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper Persib, gagal mengeksekusi peluang dengan sempurna karena sontekannya melambung di atas mistar gawang.

Gol akhirnya terjadi saat laga memasuki menit ke 43 untuk PS TIRA. Ganjar Mukti yang mengirimkan bola ke dalam kotak pinalti membuat bola menjadi liar akibat rebutan bola didepan gawang. Bola yang gagal dijangkau oleh Sansan Fauzi akhirnya dikuasai oleh Supardi dengan sepakan, Wawan menepus bola tapi kadung masuk kedalam gawang. PS TIRA pun unggul 1-0.

Memasuki injury time babak pertama, Persib sukses menyamakan kedudukan. Melalui umpan terobosan dari Bauman, Wanggai yang lolos dari jawbakan offside kemudian melepaskan tembakan datar yang mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1, skor ini pun b bertahan hingga jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, Persib kembali mencoba menggebrak pertahanan tuan rumah. Sebuah umpan pabjang dari Bauman nyaris berbuah gol bagi Persib. Sayangnya umpan matang itu gagal dimaksimalkan oleh Ghozali Siregar karena sepakannya justru melambung menuju tribun penonton.

Persib selanjutnya mampu mendominasi laga di awal interval kedua ini dengan terus memberikan tekanan. Di menit ke 57, Patrich Wanggai yang berdiri bebas di tiang jauh tanpa kawalan ini mendapatkan umpan lambung dari Agung Mulyadi. Tinggal menyarangkan bola kedalam gawang, penyerang baru Persib itu gagal menceploskan bola karena sepakaanya menyamping ke sisi gawang.

Persib sukses berbalaik unggul saat laga memasuki menit ke 83. Sebuah umpan cut back yang dilepaskan Bauman berhasil disambar dengan tendangan first time oleh Wanggai tanpa mampu di tepis oleh sang kiper. Skor pun berubah menjadi 1-2 untuk keunggulan Persib.

Tak lama berselang, tuan rumah sukses menyamakan kedudukan lewat Manahati Lestusen. Hadiah pinalti diberikan oleh wasit usai Indra Mustafa kedapatan handsball didalam kotak pinalti. Skor pun kembali imbang 2-2.

Menjelang akhir laga di masa injury time, giliran tim tamu yang mendapatkan hadiah penalti usai Bauman dijatuhkan di dalam kotak terlarang. Jonathan Bauman sendiri yang mengeksekusi penalti tersebut dan sekaligus membuat Persib kembali unggul 2-3 dan beberapa saat kemudian laga pun berakhir.

Mohamed Salah Akan Santai Jalani Musim Yang Baru

Michigan – Mohamed Salah mencoba untuk bermain sesantai mungkin pada musim keduanya dengan Liverpool dan tidak ingin terbebani ekspektasi. Dirinya mengaku saat ini kondisinya lebih baik.

Salah tampil dengan luar biasa pada musim pertamanya berseragam merah-merah. Dirinya menciptakan 44 gol dalam 52 penampilan dan memecahkan sejumlah rekor, termasuk jadi top skorer di Premier League dengan 32 gol.

Tidak hanya itu, Salah juga mengantarkan Liverpool lolos pada final Liga Champions sebelum ditaklukkan Real Madrid. Di pertandingan puncak tersebut, Salah mengalami cedera bahu dan mesti keluar pada pertengahan babak pertama.

Cedera tersebut juga yang bikin Salah tampil tidak maksimal pada Piala Dunia 2018 bersama dengan Mesir yang tersingkir pada fase grup. Salah pun gabung pada latihan pramusim Liverpool di awal bulan ini serta tampil untuk yang pertama kalinya semenjak final ketika melawan Manchester City pada International Champions Cup.

Salah langsung membuat gol tidak sampai semenit usai dimainkan serta Liverpool menang dengan skor 2-1. Melihat penampilan Salah pada pertandingan tersebut, fans Liverpool pasti senang bila jagoannya tersebut tetap tampil bagus walau sempat dibekap cedera.

Ekspektasi pun kian meninggi bagi Salah yang dituntut untuk tampil sama ataupun juga bahkan lebih baik daripada musim lalu. Terkait hal tersebut, Salah tidak ingin memusingkannya.

“Aku amat senang dapat kembali lagi. Aku pun merasa baik-baik saja serta bahuku pun lebih baik. Aku amat senang dapat kembali pada skuat,” kata Salah.

“Aku tampil dengan bagus musim yang lalu – seluruhnya dan bukan hanya aku. Disaat orang membicarakanku, ya memang bila ada tekanan sih sebab aku membuat rekor (gol terbanyak yang selama satu musim Premier League),” tambahnya.

“Kami juga dapat tampil lebih baik pada Liga Champions serta finis pada posisi yang lebih baik pada Premier League?”

“Namun aku tak begitu mengkhawatirkan hal itu, aku cuma butuh mempertahankan performa pada saat ini. Aku merasa senang dengan penampilanku pada saat ini, jadi aku cuma coba tampil dengan seperti itu saja,” ungkap Salah.

Arsenal Taklukkan PSG 5-1 Di ICC 2018

Singapura – Arsenal memetik kemenangan meyakinkan pada International Champions Cup 2018. Melawan Paris St. Germain, Arsenal berhasil menang telak dengan kedudukan akhir 5-1.

Di laga pada National Stadium, Singapura, hari Sabtu (28/7), Arsenal memainkan sebagian besar pemain seniornya dengan sebagai starter. Termasuk Henrikh Mkhitaryan, Mesut Oezil, Pierre-Aubameyang serta para pemain baru seperti Sokratis dan Bernd Leno.

Sedangkan itu, PSG malah kebanyakan berisi para pemain muda. Adrien Rabbiot, Gianluigi Buffon dimainkan dengan sebagai starter.

Pada babak pertama, Arsenal hanya unggul satu gol. Tetapi, lima gol terjadi pada babak yang kedua di mana tim dengan nama lain the Gunners itu menciptakan empat gol tambahan usai PSG menyamakan kedudukan melalui penalti Christopher Nkunku.

Pesta gol dari Arsenal dimulai pada menit ke-13. Melalui serangan balik, Aubameyang berada bebas untuk memberikan umpan silang pada Oezil dalam area kotak penalti. Tak terkawal, Oezil dengan mudah dapat menaklukkan penjagaan Buffon. Arsenal pun memimpin 1-0.

Arsenal hampir membuat gol tambahan 10 menit berselang. Tetapi, tendangan Mohamed Elneny dari posisi bebas dapat ditepis oleh Buffon sehingga menjadi tendangan pojok saja. Keunggulan Arsenal bertahan hingga turun minum.

Pelanggaran Sead Kolasinac terhadap Timothy Weah berakhir hadiah penalti untuk PSG. Nkunku melesakkan tendangan ke sudut atas gawang Arsenal yang tak dapat diantisipasi penjaga gawang pengganti Damian Martinez pada menit ke-60.

Kedudukan seimbang hanya bertahan enam menit. Umpan silang dari Emile Smith Rowe melalui sisi kiri pertahanan PSG disambut oleh Alexander Lacazette lewat sontekan dari jarak yang dekat untuk mengantarkan Arsenal kembali unggul 2-1.

Empat menit kemudian, Lacazette membobol gawang PSG lagi. Dari suatu umpan silang pada tiang jauh, Rob Holding menanduk bola yang diselesaikan oleh Lacazette juga dengan tandukan dari depan gawang. Skor pun bertambah untuk Arsenal 3-1.

Memasuki lima menit yang terakhir, Arsenal memperbesar kedudukan menjadi 4-1. Tendangan pojok Reiss Nelson diterima Holding pada tengah kotak penalti, untuk dilanjutkan dengan tandukan terarah yang mengalahkan penjaga gawang Sebastian Cibois.

Komentar Klopp Terkait Insiden Salah Dan Ramos

Michigan – Juergen Klopp mengungkit kembali mengenai insiden Sergio Ramos dengan Mohamed Salah pada final Liga Champions. Ramos disebutnya kejam serta brutal.

Kembali ke dua bulan lalu di Olimpiyskiy Stadium pada Kiev, Liverpool serta Madrid saling berebut gelar Liga Champions. Adanya Salah ketika itu telah bikin Madrid kerepotan setidaknya pada setengah jam pertama pertandingan.

Tetapi, insiden terjadi ketika Ramos serta Salah berebut bola yang telah mengakibatkan kedua pemain jatuh kemudian berakhir cedera bahu. Salah juga ditarik keluar serta Liverpool takluk tanpa jagoannya tersebut.

Madrid pada akhirnya menjadi juara serta Ramos pun dicemooh suporter Liverpool yang menganggap tindakannya terhadap Salah tersebut merupakan tak sportif.

Musim 2017/2018 telah berakhir serta baik Madrid ataupun juga Liverpool tengah menjalani persiapan menghadapi musim yang baru. Ternyata media masih mau mengungkit insiden itu yang lantas mencoba untuk ditanyakan terhadap Klopp pada sela-sela tur Liverpool di Amerika Serikat.

“Apakah kita bakal membicarakannya lagi? Itu merupakan serangkaian aksi serta reaksi, saya tak suka itu – namun bila Anda menontonnya kembali dan Anda bukan suporter Real Madrid – Anda bakal berpikir itu kejam serta brutal,” kata Klopp.

“Di dalam situasi yang seperti itu, seseorang mesti dapat menilainya dengan lebih baik. Bila Ada VAR, maka Anda bakal melihat kembali kejadiannya. Bukan tujuan untuk memberikan kartu merah namun cuma untuk melihat dan juga katakan: Wah, apa-apaan tuh? Hal itu kejam,” tambah Klopp.

“Saya tak yakin apakah kami bakal mengalaminya lagi – coba saja sendiri ketika Anda menyikut penjaga gawang lawan, kemudian memiting top skorer mereka seperti pegulat dan juga lalu Anda dapat menang,’’ ungkap manajer Jerman itu.

“Seperti itulah ceritanya. Banyak yang tidak saya suka terhadap ucapan Ramos. Dengan secara pribadi, saya tak suka reaksinya. Dirinya seperti: ‘Lalu, apa yang mereka mau? Hal itu wajar kok.’. Tidak, hal itu tak wajar. Anda mesti melihatnya dengan secara keseluruhan untuk dapat melihat seperti apa situasinya dengan Ramos ketika itu.”

Malcom Ingin Sesukses Neymar Dan Ronaldinho Di Barca

Barcelona – Malcom tengah akan memulai kariernya bersama dengan Barcelona. Winger asal Brasil tersebut mengungkapkan keinginannya supaya dapat sesukses pendahulunya, yakni Ronaldinho serta Neymar.

Malcom diboyong ke Catalan usai hampir bergabung ke AS Roma pada musim panas ini. Barcelona pun merebut pemain berusia 21 tahun tersebut usai mengajukan tawaran dengan yang lebih tinggi (41 juta euro) atas Roma.

Transfermarkt menyebut, Malcom menjadi pemain asal Brasil ke-31 di dalam sejarah tim Blaugrana. Misalnya saja, Ronaldinho. Dirinya sukses mempersembahkan dua gelar La Liga serta satu kali Liga Champions dan dua kali terpilih dengan sebagai Pemain yang Terbaik Dunia.

Sedangkan itu, Neymar sendiri membantu Barca meraih treble yang keduanya pada 2015. Selama dalam empat musim, pemain yang saat ini memperkuat Paris St. Germain tersebut sudah mengumpulkan delapan trofi termasuk tiga Copa del Rey, dua La Liga, serta sekali Liga Champions. Pemain gesit tersebut juga secara konsisten masuk dengan sebagai kandidat peraih Ballon d’Or.

Malcom sendiri segera menyusul rekan-rekan yang barunya untuk melakoni turpramusim pada Amerika Serikat. Dirinya dapat bikin debut kompetitif dengan berseragam Barca ketika menghadapi Sevilla pada Piala Super Spanyol, di 13 Agustusus.

“Aku memang memiliki peluang bergabung Barcelona serta semenjak kecil aku telah bermimpi bermain bagi klub ini, bersama pemain-pemain yang terbaik di dunia, yang berada di sini,” ujar Malcom.

“Disaat aku tumbuh dewasa, aku amat menyukai Ronaldinho dan lalu Neymar menjadi [idolaku]. Kuharap dapat mengikuti jejak yang sama dengan para pemain Brasil yang telah pernah bermain bagi Barcelona dan juga mempunyai kesuksesan yang sama,’’ sambung Malcom.

Kepindahan dari Malcom ke Catalan bikin kubu Roma berang dan juga tengah mempertimbangkan untuk melayangkan gugatan. Wakil presiden Barca, yakni Jordi Mestre menanggapi polemik dari saga transfer Malcom dengan santai.

“Saya dapat memahami transfernya berakhir buruk untuk Roma, Monchi [direktur olahraga] serta presiden mereka. Namun itu memang bagian dalam negosiasi. Sang pemain lah yang bikin keputusan [akhir],” ungkap Mestre.

Pusingnya Pochettino Usai Piala Dunia Berakhir

San Diego – Piala Dunia 2018 membuat manajer Tottenham Hotspur, yakni Mauricio Pochettino pusing tujuh keliling. Karena banyak pemain unggulannya yang belum pulang serta dapat mengganggu persiapan menuju musim yang baru.

Spurs termasuk di antara tim yang banyak menyumbangkan pemainnya pada Piala Dunia lalu. Bahkan paling banyak ketika telah memasuki fase semifinal yang mana lima penggawa utamanya semua tampil di sana.

Sebut saja Hugo Lloris, Jan Vertonghen, Harry Kane, Kieran Trippier, serta Dele Alli. Itu belum termasuk Toby Alderweireld, Danny Rose, serta Moussa Dembele yang merupakan pemain pelapis pada Spurs.

Alhasil, para pemain tersebut pun mesti absen disaat Spurs melakoni tur pramusim pada International Champions Cup. Cuma sejumlah nama top yang diboyong seperti Lucas Moura, Christian Eriksen, Moussa Sissoko, serta Fernando Llorente.

Tidak hanya ketika ICC, para pemain tersebut pun diperkirakan akan absen ketika Spurs melakoni pertandingan pembuka Premier League di pertengahan Agustus mendatang. Pasalnya para pemain tersebut masih istirahat serta kemungkinan baru balik pada awal Agustus.

Alhasil, Spurs tidak dapat memaksakan Kane dkk. untuk dapat langsung main demi untuk memberi waktu rehat. Mau tidak mau, Pochettino pun mesti memutar otak meracik timnya pada tiga pekan pertama yang tergolong berat

Usai melawan Newcastle United pada St James Park di pekan pertama, Spurs bakal melawan Fulham dan juga Manchester United.

“Para pemain mesti beristirahat, para pemain perlu waktu untuk memulihkan diri usai berkompetisi lebih dari 10 bulan. Saya tak bakal mengeluhkan itu,” kata Pochettino.

“Saya amat paham bila kami perlu 20 atau 21 hari untuk dapat istirahat dari sepakbola. Tentu saja bakal jadi kerugian yang besar sebab mereka mempersiapkan musim dengan cara yang seperti ini,” tambah Pochettino.

“Namun saya mesti beradaptasi dengan apa yang telah Premier League rencanakan. Kami tak dapat menunda awal musim. Kami mulai dengan lebih awal daripada liga dan juga negara yang lain. Tidak ada yang dapat diubah lagi.”

Trofi Apapun Akan Bagus Bagi Liverpool

New Jersey – Liverpool tampaknya tak bakal pilih-pilih kompetisi pada 2018/19. Liverpool hanya mau mengakhiri puasa gelar juara yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Tak dapat dipungkiri bila status Liverpool dengan sebagai klub raksasa memudar, setidaknya pada satu dekade terakhir. Semenjak menjadi juara di Piala FA 2006, Liverpool hanya dapat meraih satu gelar juara disaat memenangi Piala Liga 2012.

Puasa gelar dari Liverpool hampir berhenti pada musim lalu. Didukung kegemilangan Mohamed Salah, Liverpool berhasil melaju ke final Liga Champions yang pertamanya dalam 11 tahun namun pada akhirnya harus mengakui ketangguhan Real Madrid setelah kalah 1-3.

Keseriusan Liverpool untuk dapat kembali berjaya tampak dari geliatnya pada bursa musim panas ini. The Reds menggelontorkan 174 juta pound sterling atau sekitar Rp 3,3 triliun untuk memboyong Naby Keita, Alisson Becker, Xherdan Shaqiri, serta Fabinho.

Belanja jor-joran tersebut praktis mendatangkan tekanan untuk sukses pada musim depan. Liverpool bakal menerima trofi apapun demi untuk mengakhiri puasa gelarnya.

“Kerap seperti ini sebelum musim yang baru. Kerap seperti ini, 100 persen,” ujar manajer Liverpool, yakni Juergen Klopp. “Trofi apapun akan bagus. Apapun yang dapat Anda terima usai suatu final, terima saja.”

“Saya rasa tak ada perbedaan yang besar (tekanan untuk sukses). Cuma saja kini orang-orang mungkin dari (musim yang lalu), mereka sedikit lebih yakin, namun tak mengubah situasinya. Pekerjaan Anda pun memang meningkatkan tim di setiap tahunnya, meningkatkan sepakbola di setiap tahun, dan bila Anda melakukan hal tersebut maka peluangnya kian besar.”

“Namun masalahnya kan tim-tim yang lain tak tidur. Jadi Man City masih suatu tim yang fantastis, serta Man United bakal memiliki tim yang fantastis lagi… Chelsea, Arsenal, serta Tottenham.”

“Kami mesti menggunakan potensi serta bikin kualitas dari situ. Namun belum ada apapun untuk ditentukan saat ini. Seluruhnya mungkin serta marilah berusaha dan juga mengejar semuanya,” sambung Klopp.

Musim kompetitif Liverpool bakal dimulai di 12 Agustus ketika menjamu West Ham di pertandingan pertama Premier League.

Liverpool Lebih Favoritkan Dalam Persaingan

Liverpool adalah favorit untuk menantang Manchester City dalam perebutan gelar juara di Premier League setelah musim panas ini berlangsung kedua tim tersebut mengeluarkan dana yang besar untuk mendatangkan pemain-pemain hebat, menurut Dennis Wise.

Manajer The Reds Jurgen Klopp sudah mendatangkan Fabinho, Xherdan Shaqiri, Naby Keita dan yang paling baru Alisson Becker, yang bergabung dengan biaya rekor untuk seorang kiper dan menjadikan dia sebagai kiper termahal di dunia saat ini. Wise percaya Liverpool terlihat seperti pesaing terkuat untuk menyaingi sisi Pep Guardiola untuk meraih gelar menyusul musim panas mereka.

Saya pikir ini adalah tim untuk menantang Man City. Saya benar-benar melakukannya, kata seperti itu. Mereka menunjukkan kilasannya tahun lalu. Mereka menempati posisi keempat, tetapi mereka juga berhasil mencapai final Liga Champions, meski pada akhirnya gagal meraih juara setelah kalah 1-3 dengan Real Madrid.

Saatnya Klopp melangkah lebih jauh lagi untuk melakukan perbandingan timnya dengan rivalnya untuk menjadi pesaing pertama Man City dalam memperebutkan gelar juara di Premier League sebagai kata Bijak. Dia sudah menghabiskan lebih dari 178 juta euro untuk pemain yang dibelinya. Dia mengisi celah yang perlu diisi.

Dia punya tiga pemain yang luar biasa di depan. Mohamed Salah harus melakukannya lagi. Dengan sedikit bantuan dari Sadio Mane dan Roberto Firmino. Mereka telah menambahkan sedikit kualitas dengan Xherdan Shaqiri. Tapi, mereka sudah membeli di Alisson Becker. Itu penting. Mantan kapten Chelsea Wise tidak begitu positif tentang tim Maurizio Sarri, namun, mengatakan top empat selesai harus menjadi prioritas mereka. Ada banyak spekulasi atas Eden Hazard, Thibaut Courtois, dan Willian, tambahnya.

Kami harus mempertahankan pemain-pemain ini jika kami ingin benar-benar bersaing dan mendekati ke Liga Champions. Di tanya apakah dia berpikir Chelsea bisa memenangkan gelar, Wise berkata. Apakah saya merasa kita dapat bersaing dengan Man City? Tidak cukup pada saat ini karena situasi ini sangat sulit untuk di prediksikan lebih awal, namun yang jelas untuk kedua tim tersebut yang sudah menghabiskan banyak uang di musim panas ini akan menjadi kandidat kuat untuk persaingan juara di Premier League musim 2018-2019.

Harry Kane, Mo Salah, Kevin De Bruyne

Harry Kane, Mohamed Salah, Kevin De Bruyne dan Eden Hazard termasuk di antara nama-nama pemain yang terpilih untuk mendapatkan sebuah penghargaan sebagai Pemain FIFA Pria Terbaik.

Kane berhasil membawa Inggris ke semifinal Piala Dunia pertama mereka dalam 28 tahun di Rusia dan mencetak enam gol untuk membawa pulang Golden Boot. Dia juga mencetak 30 gol Premier League untuk Spurs saat mereka finis ketiga. Sementara itu, Salah mencetak 44 gol dan mencatat 14 assist di musim debutnya di Anfield saat Liverpool mencapai final Liga Champions dan menempati posisi keempat di Premier League.

Pemenang Golden Boot Premier League juga membawa Mesir ke Piala Dunia pertama mereka dalam lebih dari 25 tahun. Kemudian, De Bruyne mampu membawa Manhester City menjuarai Premier League dengan tim pemecahan rekor Pep Guardiola yang mengantongi 100 poin untuk pertama kalinya dalam sejarah dan mengklaim Piala Carabao dengan kemenangan 3-0 atas Arsenal.

Bersamaan dengan itu, ia dan Hazard memainkan peran kunci ketika Belgia berada di posisi ketiga di Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Hazard juga mengangkat Piala FA dengan Chelsea, mencetak gol di final melawan Manchester United di Wembley, tetapi berjuang di liga finishing di urutan kelima.

Cristiano Ronaldo juga telah membuat daftar setelah membantu Real Madrid memenangkan mahkota ketiga Liga Champions ketiga yang belum pernah terjadi sebelumnya finishing sebagai pencetak gol tertinggi kompetisi dengan 15 gol. Lionel Messi adalah kandidat lain untuk penghargaan yang telah membawa Barcelona ke liga dan piala ganda. Pemain internasional Argentina itu juga mengakhiri kampanye sebagai pencetak gol terbanyak di lima liga teratas Eropa dengan 34 gol.

Antoine Griezmann, Kylian Mbappe dan Raphael Varane semuanya telah menerima pengakuan setelah memenangkan Piala Dunia bersama Prancis di Rusia. Mbappe, 19, juga memenangkan liga dan piala ganda di Prancis mencetak 21 gol dan membantu 15 kali di musim debutnya bersama Paris Saint-Germain. Sementara itu, Griezmann membawa Atletico Madrid ke kejayaan Liga Europa dan Varane mengangkat Liga Champions bersama Real.

Calon lainnya adalah Luka Modric yang membawa Kroasia ke final Piala Dunia pertama mereka serta memainkan peran kunci dalam kemenangan bersejarah Liga Champions Real Madrid. Ketiadaan yang menonjol dari daftar pendek adalah pemain termahal dunia, Neymar, yang memenangkan liga Prancis dan piala ganda dengan PSG. Dia mendapat 28 gol dan 16 assist meski kehilangan mayoritas bagian belakang musim ini karena cedera.