Madura United Menepikan Milomir Seslija

Madura United menginformasikan sudah mengistirahatkan Milomir Seslija dari jabatan pelatih kepala. Ketentuan itu di ambil manajemen Madura United sesuai sama hasil pelajari dalam sebagian pertandingan paling akhir.

Club asal Pulau Garam itu mencapai hasil negatif di tiga pertandingan beruntun. Mereka tidak sempat menang dengan cuma sekali imbang serta 2 x kalah.

” Coach Milo juga akan istirahat sesaat karna dia butuh konsentrasi sekali lagi dengan keluarganya yang baru datang dari Bosnia. Selain itu, kami juga memperoleh hasil yang cukup tidak sesuai harapan di tiga kompetisi, dengan 2 x kalah serta 1x imbang, ” kata Haruna Soemitro, Manajer Madura United, Jumat (1/6/2018).

Bila lihat klassemen sesaat, Madura United sesungguhnya ada di papan atas. Mereka menempati posisi lima klassemen sesaat dengan mengemas 17 point.

Namun, Laskar Sape Kerrab jadi hanya satu tim di lima besar yang mempunyai selisih gol minus. Sejumlah 18 gol sukses mereka bikin, namun telah ada 20 gol yang bersarang ke gawang mereka.

Manajemen Madura United tidak mau ambil resiko dengan keadaan ini. Mereka menginginkan tampilan Fachrudin Aryanto serta kawan-kawan dapat berkelanjutan di jalur kemenangan.

” Bila lihat klassemen kami cukup gugup karna tujuan kita papan atas, agregat gol juga minus serta tidak masuk akal. Kami menginginkan memperoleh situasi yang kembali menggairahkan pemain, ” tambah Haruna.

Walau sudah mengistirahatkan Milo, Haruna masih tetap belum juga berikan kepastian status. Sebab, dia belum juga buat ketentuan apakah juga akan menjaga pelatih asal Bosnia itu atau malah melepasnya.

Untuk sesaat, dia juga akan berikan peluang pada asisten pelatih Djoko Susilo untuk mengatasi tim sepanjang dua pertandingan ke depan. Pekerjaan Djoko juga akan dibantu oleh pelatih penjaga gawang Hendro Kartiko serta asisten pelatih musim kemarin yang saat ini jadi asisten manajer, Winedy Purwito.

” Milo tetaplah dalam kontrak Madura United serta kami juga akan saksikan pelajari ke depan seperti apa tim ini. Kami menunjuk Djoko Susilo jadi caretaker dan tetaplah ada staf pelatih yang beda, Hendro serta Winedy, sembari menanti ketentuan paling baik, ” tukas Haruna.

Berusaha, Arema Berhasil Taklukkan PSIS

 

Arema FC tidak gampang merebut kemenangan waktu melawan PSIS Semarang dalam kelanjutan pertandingan GO-Jek Liga 1 2018 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (1/6/2018). Arema menang tidak tebal 1-0 karena gol tunggal Arema diciptakan Dedik Setiawan.

Arema pernah dikagetkan dengan serangan PSIS pada menit ke-2. Berawal dari Arthur Cunha yang tidak berhasil antisipasi umpan lambung Bayu, Hari Nur menyambar bola serta melepas tembakan, tapi bola melenceng dari gawang Arema.

Permainan menarik tersaji dalam pertandingan kesempatan ini, ke-2 tim bertukaran menyerang. Aldaier Makatindu sekian kali merepotkan barisan pertahanan Arema.

Arema coba membuat serangan, Dendi Santoso jadi motor serangan. Sesaat PSIS juga sekian kali coba menembus pertahanan tuan-rumah.

Tembakan Dendi masih tetap melenceng di bagian kiri gawang PSIS pada menit ke-30. Serangan Singo Edan baru berbuah pada menit ke-37 lewat Dedik Setiawan.

Umpan terobosan Atayev berhasil digunakan Dedik, yang lari ke bagian kanan ruang penalti sebelumnya melepas tembakan akurat ke gawang PSIS. Arema 1-0 PSIS. Score bertahan sampai sesi pertama selesai.

PSIS coba lebih ofensif dimuka sesi ke-2. Pada menit ke-49, Laskar Mahesa Jenar peroleh kesempatan, namun sepakan Aldaier masih tetap melambung diatas mistar Arema.

Arema banyak memercayakan serangan dari bagian lapangan untuk menggempur PSIS. Namun, serangan belum juga kembali berbuah hasil, walau pernah merepotkan.

Pada menit ke-66, PSIS memperoleh kesempatan lewat Bayu, belum juga berbuah. Sepakan keras Bayu masih tetap dapat dihalau penjaga gawang Arema, Ribowo.

Pada menit ke-71, berlangsung ketegangan di kotak penalti Arema, tapi masih tetap dapat diamankan Alfarizi. Empat menit berselang, sepakan bebas Ibrahim Conteh mengenai badan gelandang Arema serta belum juga hasilkan gol.

PSIS betul-betul menguasai permainan di sesi ke-2, Arema di buat kewalahan. Sekian kali ancaman yang di terima tidak juga merubah kedudukan.

Arema betul-betul coba menahan gempuran PSIS di sisa saat sesi ke-2. Sampai wasit meniup peluit panjang sinyal pertandingan selesai, Arema tetaplah menang 1-0 atas PSIS.

Manager PSIS Nilai Klub Papan Bawah Dapat Mengagetkan

 

PSIS Semarang masih tetap ada di posisi 17 klassemen sesaat Gojek Liga 1 2018 dengan Bukalapak. Meskipun demikian, tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu tidak patah semangat.

Pelatih PSIS, Vincenzo Alberto Annese, percaya timnya dapat melakukan perbaikan tempat di klassemen. Dia lihat pertandingan Liga 1 2018 begitu ketat. Menurut dia, jarak pada pemuncak klassemen dengan tim terikuth tidak sangat jauh, yakni 11 point.

” Dengan statistik, penilaian saya tim papan bawah masih tetap dapat miliki kesempatan naik ke atas. Dengan sekian kali menuai kemenangan, lompatan di klassemen juga akan cukup cepat, ” kata pelatih berdarah Italia itu.

Annese bukan sekedar bicara mengenai kesempatan PSIS untuk keluar dari zone degradasi, namun juga sebagian club yang lain seperti Arema FC atau PS TIRA.

” Saya juga lihat tim papan atas miliki catatan kebobolan yang banyak. Berarti, semuanya tim berpeluang untuk menang atau kalah, ” tegas pelatih 33 th. itu.

” Berlainan dengan di Italia umpamanya. Juventus yaitu tim yang paling sedikit kebobolan, serta mereka sukses jadi juara. Namun, di Indonesia tidak dapat demikian. Semuanya masih tetap miliki kesempatan, ” paparnya

Jadi perbandingan, Barito Putera yang saat ini ada di puncak klassemen sesaat Liga 1 mempunyai angka 20. Mereka cetak 20 gol serta kemasukan 16 gol.

Disamping itu, PSIS dapat cetak 14 gol, sedang Arema yang sekarang ini berada di basic klassemen dapat cetak 16 gol. ” Jadi, saya menilainya semuanya masih tetap dapat berlangsung. Tim papan bawah dapat mengagetkan serta naik ke atas, ” tegasnya.

Annese juga tidak silau dengan materi tim beda yang ditempati banyak bintang. Meski PSIS berstatus jadi tim promosi serta sebagian besar pemain dari Liga 2, dia tidak gentar.

PSIS Semarang dapat dibuktikan dapat membuat malu Partner Kukar yang komposisi pemainnya lebih memiliki pengalaman dengan score mencolok 4-0. ” Saya memanglah pelatih baru di Liga 1. Namun, saya selalu tekuni ciri-khas pertandingan di Indonesia, ” lanjut Annese.

” Saya menilainya ini begitu ketat serta menarik. Jadi kami akan tidak tersungkur waktu ada dibawah, karna kesempatan naik ke papan tengah atau atas masih tetap begitu terbuka, ” paparnya.

Pada pertandingan minggu ke-12 Gojek Liga 1 2018 dengan Bukalapak, PSIS Semarang juga akan hadapi Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Jumat (1/6/2018) malam WIB.

Portugal Bermain Seri 2-2 Melawan Tunisia

 

Timnas Portugal menjalani pertandingan pemanasan melawan Tunisia menjelang Piala Dunia 2018. Unggul 2 gol terlebih dulu, A Selecao das Quinas ditahan seri Les Aigles de Carthage dengan skor 2-2.

Di dalam laga yang berlangsung di Estadio Municipal de Braga pada hari Selasa (29/5/2018) dinihari WIB, Portugal bermain tanpa bintang utamanya, Cristiano Ronaldo, yang baru bermain di final Liga Champions bersama Real Madrid di hari Minggu (27/5/2018) lalu, dimana pemain berjuluk CR7 itu mengangkat piala untuk kali ketiga secara beruntun.

Portugal mengawali keunggulannya melalui Andre Silva pada menit ke-22. Gol itu berawal dari tusukan Bernardo Silva dari tengah, yang lantas memberikan bola kepada Ricardo Quaresma di sebelah kanan. Lalu Quaresma merangsek dan melepaskan umpan silang ke arah tiang jauh. Andre Silva yang tidak terkawal pun dengan sempurna menyundul si kulit bundar ke sudut kiri gawang Tunisia. 1-0 untuk Portugal.

Tuan rumah kemudian menggandakan keunggulannya menjadi 2-0 pada menit ke-34. Tendangan sudut Bernardo Silva coba dihalau pertahanan Tunisia, akan tetapi bola jatuh ke kaki Joao Mario. Dari muka kotak penalti, Mario pun melepaskan sepakan keras yang tidak kuasa dihalau kiper tim tamu, Mouez Hassen.

Kedudukan 2-0 itu hanya bertahan 5 menit saja. Tunisia memperkecil skor menjadi 1-2 pada menit ke-39 lewat tembakan keras Anice Badri. Badri menyambar bola liar yang terlepas dari kaki Naim Sliti di muka kotak penalti.

Portugal menutup paruh pertama dengan skor 2-1.

Pada menit ke-55, kesempatan Bernardo Silva gagal berbuah gol karena menghantam tiang gawang. Upaya Mario menyambar bola rebound pun digagalkan oleh Hassen.

Lantas Tunisia malah menyamakan skor menjadi 2-2 pada menit ke-64. Portugal tidak bisa mengamankan dengan baik sepakan bebas Ali Maaloul sehingga bola kembali jatuh ke kakinya. Lalu Maloul melepaskan umpan lambung ke tengah kotak penalti yang mampu disambut Fakhreddine Ben Youssef. Lini pertahanan Portugal hanya bisa mengangkat tangan untuk mengklaim offside, sementara itu tayanga ulang memperlihatkan jika Ben Youssef berada dalam posisi onside.

Skor 2-2 itu pun bertahan sampai pertandingan berakhir. Portugal selanjutnya akan beruji coba melawan Belgia dan Aljazair, sedangkan Tunisia akan menghadapi Turki dan Spanyol.

Portugal berada di Grup B di Piala Dunia 2018 di Rusia nanti bersama Iran, Maroko dan Spanyol. Sementara itu Tunisia berada di Grup G bersama Belgia, Inggris dan Panama.

Italia Menang 2-1 Atas Arab Saudi

 

Italia meraih kemenangan di pertandingan pertama di era pelatih Roberto Mancini. Italia menang tipis 2-1 atas peserta Piala Dunia 2018, Arab Saudi.

Di dalam laga persahabatan di Kybunpark, St. Gallen, Swiss, pada hari Selasa (29/5/2018) dinihari WIB, dua gol Gli Azzurri dicetak oleh Mario Balotelli dan Andrea Belotti. AlSuqour hanya mampu membalas sekali lewat gol Yahya Al Shehri.

Italia bermain dengan formasi 4-3-3. Balotelli yang memperkuat tim nasional untuk pertama kalinya sejak 2014, menjadi ujung tombak dengan disokong oleh Matteo Politano dan Lorenzo Insigne.

Balotelli berkesempatan untuk membawa Italia unggul di menit-menit awal. Akan tetapi sundulan Balotelli meneruskan crossing Leonardo Bonucci masih melebar.

Balotelli benar-benar membobol gawang Arab Saudi di menit ke-21. Menguasai bola di depan kotak penalti, Balotelli mengelabui seorang pemain lawan sebelum melepaskan tendangan keras yang membawa Italia unggul 1-0.

Domenico Criscito hampir mencetak gol kedua Italia di menit ke-40. Akan tetapi sepakan Criscito hanya menghantam mistar gawang Arab Saudi.

Sesudah jeda, Lorenzo Pellegrini memiliki peluang emas untuk mencetak gol. Akan tetapi sepakan dari jarak dekatnya memanfaatkan crossing Davide Zappacosta masih melambung.

Italia memasukkan pemain-pemain baru pada babak kedua, termasuk Belotti dan Federico Chiesa. Pergantian pemain ini pun berbuah mansi karena Belotti memperbesar keunggulan Italia menjadi 2-0 di menit ke-68. Bermula dari situasi tendangan sudut, Belotti menyundul bola yang dilepaskan oleh Giacomo Bonaventura, namun masih bisa ditepis oleh Mohammed Al Owais. Melihat bola muntah di hadapannya, Belotti pun langsung menyambar si kulit bundar ke dalam gawang Arab Saudi.

Insigne tidak bisa memaksimalkan kesempatan yang didapatnya 3 menit kemudian. Tendangannya ke arah tiang jauh masih dapat diantisipasi Al Owais.

Arab Saudi memperkecil skor menjadi 1-2 di menit ke-72. Gol ini berawal dari kesalahan yang dilakukan Zappacosta yang kehilangan bola di tengah lapangan. Arab Saudi pun lantas melancarkan serangan balik. Gianluigi Donnarumma yang keluar dari sarangnya mencoba untuk menghadang Al Shehri. Akan tetapi keputusan Donnarumma itu justru membuat Al Shehri dengan mudah menceploskan bola ke dalam gawang yang kosong.

Skor 2-1 untuk keunggulan Italia tetap bertahan sampai pertandingan berakhir.

Rimini Menawarkan Kontrak Untuk Karius

 

Sebuah klub Italia Serie C, Rimini FC, menawarkan kontrak untuk penjaga gawang Liverpool, Loris Karius. Rimini ingin membantu kiper asal Jerman itu untuk mengembalikan kepercayaan dirinya.

Karius mendapatkan sorotan tajam menyusul 2 kesalahan fatalnya di final Liga Champions melawan Real Madrid. Dua blunder itu pun turut memberikan kontribusi terhadap kekalahan The Reds dengan skor 1-3.

Masa depan Karius di Anfield pun saat ini menjadi tanda tanya. Liverpool dikabarkan siap untuk mencari seorang penjaga gawang baru.

Melihat situasi Karius, Rimini pun berniat untuk menawarkan kontrak setahun kepada kiper berusia 24 tahun itu. I Biancorossi ingin membantu Karius bangkit dari keterpurukannya.

“Pada tanggal 22 Juni 2018, Loris Karius akan berusia 25 tahun. Saya mau menjamu kiper internasional Jerman itu selama beberapa hari di Rimini, sebuah kota indah dan ramah yang sering dikunjungi oleh orang-orang senegaranya” tulis Presiden Rimini, Giorgio Grassi, di dalam sebuah surat terbuka.

“Saya bakal sangat senang jika bertemu dengannya di Rimini dan akan mengingatkannya kalau dia hanya membutuhkan keberanian, atau mungkin akal sehat serta untuk mengerti jika pelajaran terbaik di dalam hidup memang selalu yang paling berat, palit sulit untuk ditanggung” sambungnya.

“Kita semua pernah melalui momen-momen sulit seperti ini, sayangnya untuk Karius, momennya terjadi di hadapan jutaan orang. Pada akhirnya, satu-satunya kegagalan adalah membiarkan kekalahan menaklukkan diri kita sendiri” lanjut Grassi.

“Saya mau membantu Karius menjadi contoh untuk mereka yang ada di dalam dunia sepakbola dan juga di dalam hidup, jika kita jatuh dan mampu bangkit kembali. Saya mau menawarkan hadiah untuk ulang tahunnya, sebuah kontrak setahun di Rimini FC, klub ideal untuk mengembalikan ketenangannya, kepercayaan dirinya dan kekuatan untuk mengikuti mimpi-mimpinya” jelasnya.

“Biar saya jelaskan kembali, ini memang tak akan mudah karena dia akan bersaing dengan kiper hebat seperti Francesco ‘Ciccio’ Scotti, akan tetapi dia tentu akan menemukan keluarga besar dan sebuah kota yang siap untuk mendukungnya sembari menjadikannya seorang kiper nomor satu di Lega Pro” tuntas Grassi.

Ferdinand Kembali Desak Bale Buat Keputusan Tentang Masa Depannya

Rio Ferdinand yang merupakan mantan pemain bertahan klub Manchester United mendesak Gareth Bale untuk mulai mempertimbangkan masa depannya bersama dengan Real Madrid. Ferdinan mau Bale bisa terlepas dari bayang-bayang pemain mega bintang El Real, Cristiano Ronaldo.

 

Masa depan yang dimiliki oleh Bale didalam klub Real Madrid tengah menjadi spekulasi. Setelah berhasil membawa Madrid menjadi juara di kompetisi Liga Champions, pemain yang berasal dari Wales tersebut memberikan isyarat bahwa dirinya ingin mempertimbangkan kariernya bersama dengan El Real dikarenakan dirinya ingin mendapatkan kesempatan bermain lebih rutin lagi.

 

Disaat musim 2017/2018 ini, Bale memang tidak terlalu banyak mendapatkan kesempatan di Madrid. Bahkan disaat pertandingan final kompetisi Liga Champions saja Bale masuk kedalam lapangan pertandingan sebagai seorang pemain pengganti meskipun pada akhirnya dirinya menjadi sang bintang dengan dua gol yang diciptakannya.

 

Pada sepanjang musim 2017/2018 ini, Bale hanya mendapatkan kesempatan 24 kali saja menjadi starter didalam 35 pertandingan yang dijalaninya disemua kompetisi. Memang faktor cedera merupakan salah satu alasan Bale tidak bisa tampil banyak bersama dengan Los Blancos.

 

Melirik situasi tersebut, Ferdinand lantas berharap bahwa mantan pemain klub Tottenham Hotspurs tersebut kembali lagi mempertimbangkan masa depannya di Santiago Bernabeu. Dia menilai kalau Bale cukup pantas untuk menjadi pemain protagonis didalam sebuah klub dan bukan hanya menjadi sang pemeran pembantu saja.

 

“Dia pergi kesana dan kemudian akhirnya mengambil alih tanggung jawab dari tim dari Cristiano Ronaldo, akan tetapi mega bintang Portugal tersebut belum sepakat dengan semua gagasan yang dipunya oleh Real Madrid mengenai Bale,” tulis Ferdinand didalam akun media sosial miliknya.

 

 

“Namun sekarang ini tergantung kepada dirinya sendiri untuk memutuskan apa yang nantinya dia ingin lakukan. Beberapa tentu akan mengatakan dia tidak lagi perlu untuk membuktikan apapun dan juga saya paham itu berada di titik terntu. Akan tetapi apakah dia ingin pergi dan kemudian menjadi protagonis dan juga bertanggung jawab secara penuh kepada tim yang mau menjadi juara?”

 

“Atau dia hanya ingin bertahan dan terus melanjutkan peran yang dipegangnya sekarang ini, yaitu sebagai pemeran pembantu?”

 

“Saya pribadi akan sangat senang sekali dia pergi ke Premier League lagi (Kalau cukup memungkinkan bisa bergabung dengan Manchester United) dan kemudian bisa mendominasi lagi.”

 

“Tuuliskan sebuah babak baru sebagai seorang pemimpin dari sebuah klub yang menjadi pemain yang akan selalu diandalkan disepanjang waktu, seorang ikon. Ini merupakan apa yang orang-orang yang hebat lakukan didalam semua olahraga, bukan hanya tetang sepakbola saja, itu yang mengangkat mereka semua,” tuntasnya.

 

Bale sendiri sebelumnya didatangkan oleh Real Madrid dari Tottenham Hotspur pada saat musim 2013/2014 yang lalu dengan tebusan sebesar 101 juta euro yang kala itu membuatnya menjadi pemain termahal di dunia.

 

Bersama dengan Real Madrid, Bale telah mendapatkan kesempatan untuk bermain sebanyak 189 pertandingan disemua kompetisi yang dimana dia mampu untuk menciptakan sebanyak 88 buah gol dan memberikan 59 kali assist.

 

Bersama dengan Los Blancos selama lima musim ini, Bale mampu untuk mempersembahkan klub asal ibukota Spanyol tersebut satu titel juara La Liga, satu titel juara Copa del Rey, satu titel juara Supercopa de Espana, empat titel juara Liga Champions, dua titel juara Piala Super Eropa dan juga dua titel juara Piala Dunia Antarklub.

Virgil van Dijk Berpegang Teguh Pada Timnya

Bek Liverpool Virgil van Dijk tetap bangga dengan prestasi timnya di seluruh Liga Champions. Dia juga cemberut saingan domestik The Reds. Liverpool kehilangan 1-3 dari Real Madrid di Liga Champions pada Minggu (27/5/2018) dini hari WIB. Di gawang Liverpool, penjaga gawang Loris Karius melakukan dua kesalahan fatal yang menghasilkan gol dari El Real. Galat Karim di Kiev juga sangat menghargai liputan media tentang gim ini. Saingan domestik Liverpool juga senang. Van Dijk tidak mau fokus pada kesalahan rekan setimnya. Dia mengatakan memanggil rival domestik Liverpool dengan apa yang telah ditunjukkan Red tahun ini. Tentu saja kita harus bangga pada diri kita sendiri. Semua tim di Inggris ingin berada di posisi kami sekarang, “kata Van Dijk seperti dikutip oleh talkSport. Mereka bertingkah seperti senang, tetapi membuat mereka merasa cemburu! Kami di sini, kehilangan kami kalah. Tapi saya pikir kami harus melakukan ini sebagai modal untuk musim depan dan lebih baik dari tahun ini, “katanya.

Bek Virgil van Dijk mengatakan Liverpool mengalami kesulitan tampil di final Liga Champions meski akhirnya kalah 3-1 dari Real Madrid pada Minggu (27/5) dini hari tadi. Di dunia yang digelar di Kiev malam, Madrid mencetak gol pertama di babak kedua Karim Benzema yang menggantikan kesalahan Loris Karius, sebelum Sadio Mane mampu menyamakan kedudukan tak lama berkat antisipasi dengan cepat di depan gawang. Gareth Bale yang masuk sebagai pemain yang menghasilkan semangat Madrid mencetak gol tendangan saltoya setelah satu jam, dan bintang internasional Wales itu mencetak gol dari tendangan keras yang tidak bisa ditangkap oleh Karius.

Kekalahan di final menyakitkan, dan itu juga berlaku untuk Van Dijk. Ke halaman resmi UEFA, bek internasional Belanda itu mengatakan: “Ini tentu tidak menyenangkan. Kami menang bersama, kami juga kalah bersama – kami tidak menyalahkan Loris. Semuanya bisa terjadi dalam pertandingan seperti ini, tapi ini sangat mengecewakan. Kami harus bangga saja. Semua orang di Inggris ingin hidup di saat sekarang. Sangat menyenangkan kami mencapai final, tetapi kami sekarang sangat kecewa, “tutupnya. Setelah kekalahan Madrid, Liverpool tentu saja menyumbangkan musim ini tanpa memenangkan trofi.

Puyol Minta Barca Tepikan Copa Del Rey Dan Fokus Di Liga Champions

Carles Puyol merasa terusik dengan keberhasilan Real Madrid memenangkan kompetisi Liga Champions. Puyol lantas mendesak Barca untuk melakukan sebuah skala prioritas didalam mengejar trofi juara.

Barca didalam musim ini memang berhasil untuk memenangkan gelar ganda. Barca berjaya didalam kompetisi domestik dimana mereka memenangkan titel juara La Liga dan juga title juara Copa del Rey.

Akan tetapi Barca tidaklah mampu untuk berbicara banyak mengenai kompetisi Liga Champions. Mereka hanya mampu bertahan hingga babak perempatfinal saja pada musim ini setelah disingkirkan dengan sangat mengejutkan dari klub AS Roma.

Sedangkan Real Madrid kembali lagi berkuasa didalam kompetisi Liga Champions. Mereka bahkan menjadi sang juara didalam tiga musim beruntun setelah menaklukan Liverpool didalam partai final kompetisi Liga Champions pada saat akhir pekan yang lalu.

Kemenangan yang didapatkan oleh Real Madrid tersebut lantas membuat mereka menegaskan diri kalau mereka tetap mampu mendominasi kompetisi paling tinggi antarklub di Eropa tersebut. Mereka bahkan tercatat mampu menjadi juara sebanyak empat kali didalam lima musim yang terakhir dan total telah memiliki sebanyak 13 titel juara Liga Champions.

Melalui akun media sosial Twitter pribadi milikinya, Puyol lantas memberikan selamat kepada El Real. Namun dia juga menyebutkan bahwa Barca seharusnya bisa meninjau lagi prioritas yang mereka punya.

Ucapan yang dilontarkannya terebut lantas membuat sebuah perdebatan. Meskipun demikian, mantan kapten klub Barcelona tersebut lantas menyebutkan kalau dirinya sama sekali tidak bermaksud untuk menyerang para petinggi mantan klubnya tersebut ataupun menyerang sang pelatih, Ernesto Valverde.

Puyol hanya mau Barca bisa mempertimbangkan kembali prioritas mereka didalam mengejar titel juara. Oleh dikarenakan hal itu, Puyol menilai bahwa Copa del Rey harus menjadi korban untuk prioritas Barca.

“Saya mengyakini bahwa kali memiliki tim yang jauh lebih baik daripada yang dimiliki oleh Madrid, akan tetapi mereka telah memenangkan empat titel juara dalam lima musim terakhir di Liga Champions,” ujar Puyol.

“saya berpikir kalau solusinya merupakan menentukan apa prioritas mereka. Kami sudah kehilangan sebuah peluang yang besar dan juga sebagai seorang penggemar Barca, saya sangat marah sekali dengan hal itu.”

“Memenangkan treble juara pasti sangat sulit untuk dilakukan seperti apa yang telah diperlihatkan dalam statistik, jadi saya berpikir akan sangat masuk akan sekali dengan menepikan trofi Copa del Rey.”

“Jangan salah dengan apa yang saya maksud, saya akan sangat suka jika selalu bermain difinal, akan tetapi untuk kesana, seharusnya diberikan kepada para pemain cadangan ataupun para pemain muda untuk memperlihatan apakah mereka cukup bagus bagi tim atau tidak,” tutupnya.

Barca sendiri terakhir kali menjadi juara di kompetisi Liga Champions adalah disaat musim 2014/2015 yang lalu yang dimana itu merupakan titel juara Liga Champions kelima bagi Barca. Selain memenangkan titel juara di kompetisi kansta teratas di Eropa itu, Barca juga mampu memenangkan treble juara pada saat musim itu yang dimana mereka memenangkan titel juara La Liga dan juga Copa del Rey didalam musim yang sama.

Puyol sendiri merupakan pemain legendaris Barca yang dimana telah memberikan banyak kontribusi untuk klub tersebut. Bermain untuk Barca sebanyak 593 pertandingan dan mencetak sebanyak 19 buah gol dan memberikan 12 assist, Puyol mampu untuk membantu Barca memenangkan 6 titel juara La Liga, dua titel juara Copa del Rey, lima titel juara Piala Super Spanyol, tiga titel juara Liga Champions, dua titel Piala Super Eropa dan juga dua titel juara Paial Dunia Antarklub.

Simon Mignolet beri dukungan untuk Karius

Kiper Liverpool Simon Mignolet telah mendukung Loris Karius untuk bangkit kembali dari mimpi buruk Liga Champions dan mengatakan dia akan menawarkan kepada Jerman muda semua dukungan yang dia butuhkan.

Pasangan ini telah berkompetisi untuk jersey No 1 di Anfield musim ini dan meskipun Mignolet digulingkan pada bulan Januari, dia dapat berempati dengan apa yang dilakukan pria yang menggantikan tempatnya setelah Karius membuat dua kesalahan kunci melawan Real Madrid di final.

“Aku tahu bagaimana. Kau butuh sedikit waktu. Hal yang baik tentang final ini adalah dia akan memiliki musim panas untuk mengambilnya dan maju,” kata Mignolet.

“Jika dia ingin berbicara maka tentu saja aku akan ada di sana. Setiap kiper bisa berhubungan dengannya.

“Saya pernah berada dalam situasi ini sebelum diri saya dan hal-hal semacam itu yang Anda hadapi sendiri.

“Satu-satunya hal yang saya katakan kepadanya adalah bahwa ada alasan kami mencapai final ini, dan mengapa kami bermain di final ini, jadi pikirkanlah hal itu.

“Tetapi tentu saja sangat sulit untuk mengatakan apa pun kepadanya dan membiarkannya memahaminya.

“Dia masih muda. Saya yakin dia akan (bangkit kembali). Saya pikir kami memiliki semua alat di Liverpool juga untuk membantu dia dengan itu.”

Sebagai buntut dari kekalahan, Mignolet juga mengatakan dia merasa kasihan kepada ribuan penggemar Liverpool yang telah membuat perjalanan yang sulit dan mahal ke Kiev, setelah sebelumnya mengikuti mereka di seluruh Eropa sepanjang musim.

“Ketika Anda melihat jumlah pendukung yang berada di belakang kami sepanjang seluruh kampanye, dengan lagu-lagu istimewa mereka, mereka membuat sesuatu yang istimewa terjadi tahun ini,” tambahnya.

“Sangat pahit kami tidak bisa memberi mereka kembali dan tidak memberi mereka piala yang mereka inginkan.

“Bersama dengan para fans, bersama dengan sisa klub. Saya pikir kami bermain bukan sebagai individu, tetapi sebagai sebuah tim, kami bermain sebagai 11 bersama-sama, kami bermain sebagai skuad whol.

“Semua orang berada di belakang tim sejak saat pertama kami melangkah ke Liga Champions dan saya pikir itu akan sama di masa mendatang.

“Liverpool berdiri untuk persatuan, Liverpool berdiri untuk ‘bersama-sama’. Saya pikir itu tidak hanya akan menjadi ideal yang tepat untuk Liverpool, itu selalu menjadi sejarah mereka dan akan selalu menjadi masa depan mereka.”