AC Milan Kehilangan Angka ‘Lagi’ Meski Sudah Unggul Duluan

AC Milan kembali lagi gagal untuk memenangkan pertandingan meskipun sudah unggul terlebih dahulu. Rossoneri pada musim ini memang sering sekali kehilangan angka meskipun mereka mampu untuk mencetak gol terlebih dhaulu.

Milan hanya bisa membawa pulang satu angka dalam laga ke markas Empoli pada pertandingan keenam di kompetisi Liga Italia. Menjalani laga tandang di Stadio Carlo Castellani di hari Jumat tanggal 28 September 2018 dini hari WIB, Milan harus berbagi 1 angka dengan lawannya setelah bermain imbang 1-1.

Tim yang dilatih oleh Gennaro Gattuso tersebut sempat unggul cepat melalui gol bunuh diri yang dilakukan oleh Leonardo Capezzi disaat menit ke 10. Akan tetapi Empoli dapat menyamakan kedudukan melalui tendangan penalti yang dieksekusi oleh Francesco Caputo disaat menit ke 71. Penalti tersebut diberikan kaerna Caputo dijatuhkan oleh Lucas Biglia disaat melakukan perebutan bola yang dimulai dari kesalahan Alessio Romagnoli saat mengoper bola.

Meskipun mendapatkan berbagai peluang yang bagus disisa pertandingan, namun Milan tidak berhasil mencetak gol keduanya. Milan pada akhirnya harus kehilangan angka penuh untuk kali ketiganya dalam kompetisi Serie A.

Itu bukanlah kali pertama bagi Milan harus kehilangan angka meskipun mampu untuk unggul terlebih dahulu. Didalam cacatan salah satu media di Eropa, Milan sudah kehilangan sebanyak tujuh angka dari posisi saat unggul terlebih dahulu. Terolehan tersebut setidaknya tiga angka lebih banyak dari para tim lainnya di Liga Italia.

Milan sudah tercatat kehilangan tujuh poin didalam tiga pertandingan. Tiga pertandingan tersebut adalah Napoli, Atalanta dan juga Empoli yang dimana mereka hanya bisa mendapatkan dua angka saja.

Didalam pertandingan menghadapi Napoli, Milan juga sebelumnya sempat unggul dua buah gol terlebih dahulu. Akan tetapi Napoli mampu untuk membalikan keadaan dan membuat Milan harus pulang dengan tangan kosong.

Sedangkan pada saat menghadapi Atalanta, Milan juga sempat untuk unggul dua kali. Akan tetapi Emiliano Rigoni mampu untuk membuat gol pada waktu injury time yang memaksa Milan harus puas dengan satu angka setelah imbang 2-2. Sedangkan yang terakhir ialah saat menghadapi Napoli.

Gatusso sama sekali tidak menyangkal kalau masalah Milan ada didalam kemampuan mereka untuk langsung menghabisi lawan. Oleh dikarenakan hal tersebut Milan diminta untuk segera memperbaiki masalah tersebut pada masa depan.

“Kami sudah berhasil untuk menciptakan banyak sekali peluang baik itu didalam babak pertama dan juga di babak kedua. Kemudian sebuah kesalahan terjadi dan bahkan itu sangat fatal sekali,” kata Gatusso kepada media yang ada di Italia.

“Masalah kami ialahan menghabisi peluang lawan, karena kami tampil dengan sangat bagus meskipun tidka memainkan para pemain penting layaknya Gonzalo Higuain dan itu membuat Fabio Borini harus bisa beradaptasi.”

“Sekali lagi disini kita berbicara mengenai hasil yang tidak menguntungkan, akan tetapi kami harus bisa menatap kedepan dan juga memperbaiki penyelesaian di akhir,’ lanjutnya.

“Disaat secara sistematis Anda membuat cukup banyak kesalahan, tentu kepercayaan diri juga akan sedikit terjatuh dan itu sudah tidak bisa kami sangkal lagi. Kami harus bisa fokus,” lanjutnya.

Dikarenkan hasil itu, Milan harus tetap tertahan pada peringkat ke 13 dengan terolehan enam angka didalam lima pertandingan. Mereka juga hanya mampu memenangkan satu pertandingan saja yang dimana sisanya berakhir dengan hasil imbang tiga kali dan satu kali kalah.

Kloop puji Sarri sebagai manager yang luar biasa

Chelsea akan berjumpa dengan Liverpool di Liga Premier hingga akhir pekan lalu dan Jurgen Klopp adalah penggemar berat Maurizio Sarri.

Jurgen Klopp telah menyatakan dirinya sebagai penggemar Maurizio Sarri menjelang tandukan Liverpool melawan Chelsea.

Liverpool menjamu The Blues di Anfield pada putaran ketiga Piala EFL pada Rabu sebelum pertandingan Liga Premier di Stamford Bridge, Sabtu.

Chelsea hanya dua poin di belakang sisi Klopp, setelah kehilangan 100 persen rekor mereka sendiri dengan hasil imbang 0-0 di West Ham akhir pekan lalu – setelah itu Sarri mengatakan timnya akan mengambil satu tahun untuk mencapai level Liverpool.

Namun demikian, mantan bos Napoli telah mengawasi transformasi mengesankan dalam gaya bermain tim setelah menggantikan Antonio Conte, yang sangat mengagumi Klopp.

“Perubahan terbesar yang pernah saya lihat dalam waktu singkat, wow,” katanya pada konferensi pers. “Gayanya benar-benar berbeda. Dia seorang manajer, jujur.

“Saya cukup banyak pendukungnya karena saya melihat [timnya] di Napoli. Sepak bola yang luar biasa, dan sekarang melakukannya di pra-musim yang sangat terganggu [karena Piala Dunia].

“Eden [Hazard] tidak ada di sana, [Olivier] Giroud, [N’Golo] Kante. Mulai musim ini dan Anda segera melihat dampaknya? Semua rasa hormat saya. Sangat bagus untuk menonton. Kerja bagus sejauh ini.”

Dengan demikian, Klopp tidak ragu bahwa Chelsea dapat meningkatkan tantangan berkelanjutan untuk gelar Manchester City.

“Orang-orang selalu berbicara tentang City yang jelas dan benar-benar melupakan Chelsea,” katanya.

“Tim ini benar-benar berpengalaman. Ini memenangkan gelar sebelumnya, 80 persen [pemain] memenangkannya dua kali, dan mereka tahu cara kerjanya. Itu tim sepak bola yang sangat kuat.”

Liverpool telah melakukan banyak hal untuk menggarisbawahi tip pra-musim mereka sebagai saingan utama bagi juara Pep Guardiola, tetapi Klopp ingin menjauhkan timnya dari pembicaraan tentang tantangan di empat lini menyusul kemenangan pembukaan yang mengesankan atas Paris Saint-Germain di Champions Liga.

“Saya tidak yakin apakah itu mungkin, jujur. Tidak pernah ada tim yang memenangkan keempat, kan? Karena alasan yang berbeda,” tambahnya.

“Saya pikir FA dan Liga Primer berharap bahwa tidak ada yang lolos di semua kompetisi, karena mereka tidak tahu bagaimana mengatasinya! Karena dengan begitu Anda tidak memiliki cukup hari.

“Saya ingat tahun pertama saya di sini, jika kami menang melawan West Ham [di Piala FA] mungkin kami akan bermain Senin-Rabu-Jumat atau sesuatu seperti itu? Sangat lucu!

“Ini bukan tentang tiga kompetisi lain besok malam. Ini adalah satu kompetisi, bukan empat. Begitulah cara kami akan melakukannya, dengan semua konsentrasi, dengan semua fokus, dengan semua intensitas [untuk] permainan normal.”

AS Roma Menang 4-0 Atas Frosinone

 

AS Roma berhasil bangkit dari tren negatif dengan meraih kemenangan besar. Menjamu Frosinone, Roma menang dengan skor akhir 4-0. Roma menjamu Frosinone di Stadio Olimpico pada hari Kamis (27/9/2018) dinihari WIB berbekal hasil-hasil negatif. Roma tanpa kemenangan di 5 pertandingan terakhir (2 seri dan 3 kalah), 4 di antaranya di Serie A.

Tim asuhan Eusebio Di Francesco itu mengawali laga dengan agresif dan langsung unggul pada menit ke-2. Aksi Cengiz Under mengantar tim tuan rumah memimpin.

Kemudian Javier Pastore dan Stephan El Shaarawy membuat Roma unggul 3-0 pada babak pertama. Satu gol lain dari Aleksandar Kolarov pada menit ke-87 memastikan kemenangan 4-0 Roma.

Dengan kemenangan ini, I Lupi saat ini berada di peringkat 10 dengan nilai 8 poin dari 6 laga. Sementara itu I Canarini masih tetap di posisi 19 dengan nilai satu poin.

Jalannya Laga

Roma langsung memimpin 1-0 pada menit ke-2 lewat Under. Under mendapatkan bola dari sebelah kanan, kemudian menusuk melewati 3 pemain sebelum melepaskan tembakan keras ke arah gawang. Bola sempat ditepis Marco Sportiello, namun tetap masuk ke dalam gawang.

Frosinone balas menyerang dan menciptakan kesempatan pada menit ke-11. Crossing Lorenzo Crisetig coba ditanduk Andrea Pinamonti, akan tetapi masih melenceng dari gawang. Sementara itu tendangan Francesco Cassata pada menit ke-17 masih bisa ditepis Robin Olsen.

Patrik Schick memperoleh kesempatan bagus ketika mendapatkan umpan El Shaarawy pada menit ke-21. Namun tembakan Schick masih bisa dihalau Sportiello.

Berselang 5 menit, Pastore memiliki kesempatan di muka gawang. Dalam posisi tak terkawal, sepakan Pastore memanfaatkan crossing Kolarov malah melambung.

Schick kembali memperoleh peluang pada menit ke-27. Kali ini tendangan Schick dari dalam kotak penalti hanya mengenai mistar gawang dan bola kembali ke lapangan permainan.

Semenit kemudian, Roma menggandakan keunggulannya menjadi 2-0. Davide Santon melepaskan umpan mendatar dari sebelah kanan dan mengarah ke Pastore yang berdiri tidak terkawal di tengah kotak penalti. Dengan cerdik, Pastore pun menendang bola dengan tumit dan bola bersarang di sudut kiri bawah gawang tanpa bisa diantisipasi Sportiello.

El Shaarawy menciptakan gol ketiga Roma di pertandingan ini di menit ke-35. Umpan Under dibelokkan El Shaarawy dari dekat ke dalam gawang untuk membawa Roma unggul 3-0.

Tandukan Kostas Manolas menjelang paruh pertama berakhir masih melenceng. Skor 3-0 untuk keunggulan Roma pun menutup jalannya babak pertama.

Roma mengawali paruh kedua dengan menjaga tekanannya ke Frosinone. Tim tamu sempat memperoleh momen lewat Pinamonti dan Cassata, akan tetapi tembakan mereka masih belum mengarah ke gawang.

Roma hampir mencetak gol keempat lewat Under. Tembakan Under dari sebelah kanan mengenai pemain belakang Frosinone dan mengarah ke gawang, akan tetapi hanya mengenai tiang.

Kesempatan lain diperoleh tim tuan rumah di menit ke-71. El Shaarawy berlari dengan bebas di sebelah kiri usai menerima umpan Nicolo Zaniolo. Lantas El Shaarawy mengopernya ke Schick yang langsung melepaskan tembakan, namun masih melebar.

Gantian El Shaarawy yang mendapatkan peluang pada menit ke-73. Namun sepakan El Shaarawy dari muka kotak penalti masih bisa diamankan Sportiello.

Roma tidak mengendurkan serangannya. Zaniolo menebar ancaman pada menit ke-78. Tapi tembakan Zaniolo masih bisa dijinakkan Sportiello. Percobaan Under pada menit ke-85 juga masih terlalu lemah sehingga Sportiello bisa mengamankannya.

Roma memperbesar keunggulannya menjadi 4-0 pada menit ke-87. Luca Pellegrini menusuk dari sebelah kiri dan kemudian melepaskan umpan mendatar. Bola diterima Kolarov yang langsung meneruskannya dengan tendangan keras yang tidak mampu dihalau Sportiello.

Frosinone hampir memperkecil skor pada menit ke-90. Tembakan Raman Chibsah hanya menghantam tiang gawang dan kembali ke lapangan permainan. Pertandingan pun berakhir tidak lama kemudian.

Mourinho dan Pogba Tertangkap Kamera Bersitegang Saat Latihan

Manajer Manchester United Jose Mourinho dan gelandang Paul Pogba tertangkap kamera bersitegang saat sesi latihan di Carrington, Rabu (26/9) pagi waktu setempat.

insiden bermula dari Pogba yang berlari menuju lapangan latihan. Gelandang asal Prancis itu kemudian bersalaman dengan asisten manajer Michael Carrick, Mourinho, dan salah satu ofisial pelatih Man United.  Usai bersalaman, Mourinho terlihat mengucapkan sesuatu yang membuat Pogba bingung. Pogba kemudian sedikit mundur seakan-akan terkejut dengan apa yang diucapkan Mourinho.

Dalam video berdurasi 30 detik tersebut, Mourinho dan Pogba kemudian terlihat cekcok hingga keduanya berada di tengah para pemain Man United yang sedang melakukan pemanasan di Carrington.

Insiden tersebut semakin menguatkan rumor hubungan Mourinho dengan Pogba tengah memanas. Akhir pekan lalu Pogba mengeluarkan kritikan terhadap strategi yang diterapkan Mourinho saat Man United ditahan imbang Wolverhampton. Pogba mengatakan sebagai tuan rumah seharusnya Man United menggunakan strategi menyerang.

Terakhir, Mourinho dikabarkan kecewa dengan Pogba dan memutuskan untuk mencopot ban kapten mantan gelandang Juventus tersebut. Mourinho pun membenarkan kabar itu usai Man United dikalahkan Derby County pada pertandingan Piala Liga, Selasa (25/9) waktu setempat.

Faktanya adalah saya mengambil keputusan untuk tidak menjadikan Pogba sebagai kapten kedua. Tidak ada ketegangan. Tidak ada masalah. Saya seorang manajer, saya bisa mengambil keputusan ini. Hanya satu keputusan yang tidak bisa saya jelaskan alasannya,” ujar Mourinho dikutip dari Manchester Evening News.

Rumor Pogba bersitegang dengan Mourinho sudah muncul sejak dua bulan yang lalu. Pogba bahkan dikabarkan sempat mendesak manajamen Man United untuk dijual ke Barcelona pada bursa transfer awal musim ini.

Ketegangan Mourinho dan Pogba juga mempengaruhi performa Man United di Liga Primer Inggris. The Red Devils saat ini berada di posisi ketujuh klasemen sementara dengan sepuluh poin, tertinggal delapan poin dari Liverpool di puncak klasemen

 

 

Alasan Kenapa Alexis Sanchez Kesulitan

Alexis Sanchez masih tetap kesusahan menunjukkan perform terbaik bersama dengan Manchester United. Walau sebenarnya, Sanchez diinginkan jadi figur terpenting di posisi serang scuad Setan Merah.

Pemain dari Cile itu ditebus The Red Devils dari Arsenal pada 22 Januari 2018. Dapat mendulang 80 gol dari 166 laga di semua arena pertandingan bersama dengan The Gunners jadi argumen MU kepincut meminang Sanchez.

Namun, pemain 29 tahun itu alami kesusahan untuk menunjukkan perform terbaik. Dari 23 laga yang ditempuh bersama dengan Manchester United, Alexis Sanchez cuma mendulang tiga gol serta enam assist.

Dia juga telah lumayan lama tidak membobol gawang lawan. Akhir kali dia menuliskan namanya di papan score ialah saat MU menang 2-1 atas Tottenham Hotspur pada pertandingan semi final Piala FA, 21 April 2018.

Walau demikian, tidak dikit tampilan Alexis Sanchez yang lebih baik daripada saat membela Arsenal. Berdasar pada statistik di Squawka, intersep Sanchez di MU sampai 1,1 berbanding 0,4 saat membela Arsenal, dan tekel yang sampai 1,8 berbanding 1,2.

Namun, berposisi menjadi penyerang, Alexis Sanchez lebih diinginkan untuk dapat mendulang gol. Beberapa permasalahan juga dihadapi oleh Sanchez bersama dengan Manchester United.

Di bawah ini ialah empat kesusahan yang dihadapi Alexis Sanchez bersama dengan MU:

Torehan Gol yang Kurang Bagus

Tidak dapat disangkal bila Alexis Sanchez adalah satu diantara striker terunggul di Eropa. Koleksi 215 gol di level club serta tim nasional Cile jadi bukti ketajaman Sanchez.

Namun, semenjak mengenakan seragam Manchester United, bekas bintang Barcelona itu kesusahan untuk membobol gawang lawan. Seperti dikutip Squawka, Dia memerlukan 689,5 menit untuk dapat cetak satu gol.

Jumlahnya itu kalah jauh dibanding Romelu Lukaku yang memerlukan waktu 149,78 menit untuk mencatatkan satu gol. Bahkan juga, catatan Chris Smalling lebih baik daripada Sanchez, yaitu 385,5 menit untuk satu gol semenjak Januari 2018.

Kesusahan Menjaga Bola

Semenjak menguatkan Manchester United pada Januari tahun lantas, Alexis Sanchez sering kesusahan menjaga bola. Squawka mencatat, Sanchez 347 kali kehilangan bola bersama dengan MU.

Sangat gampang kehilangan bola membuat si pemain susah untuk menjaringkan bola ke gawang lawan. Tidak cuma itu, dia juga minim dalam menolong serangan scuad Setan Merah.

Tidak Banyak Melepaskan Tendangan

Mendekati gabung ke Manchester United, Alexis Sanchez rata-rata dapat melepas 4,1 tembakan per 90 menit bersama dengan Arsenal. Bahkan juga, dia juga jadi titik serangan The Gunners.

Akan tetapi semenjak masuk ke MU, jumlahnya itu alami penurunan mencolok sampai sampai setengahnya. Masuk musim ini, dia juga cuma melepas 2,4 tembakan per 90 menit laga.

Tidak Sering Bermain Penuh

Semenjak membela Manchester United, Alexis Sanchez tidak tetap bermain saat 90 menit penuh. Dari 12 pertandingan di Premier League musim kemarin, Sanchez cuma sembilan kali bermain 90 menit, sedang bekasnya ditarik keluar.

Masuk musim ini, dia sudah tampil dalam lima laga di Premier League. Dari lima pertandingan itu, Alexis Sanchez cuma sekali tampil penuh, yaitu saat bertemu Leicester City pada 10 Agustus 2018. Selain itu bekasnya, dia ditarik keluar dan menjadi pemain cadangan.

Tidak selamanya bermain saat 90 menit penuh, Alexis Sanchez juga tidak dapat menunjukkan perform terbaik. Akhirnya, dari 17 pertandingan yang sudah dimainkan Sanchez bersama dengan MU, cuma sembilan yang selesai dengan kemenangan, 2x imbang, serta menelan enam kekalahan.

Soal Isu Kepindahan Frenkie De Jong, Agen Lebih Piih Tutup Mulut

Teka-teki yang terjadi Mengenai masa depan Frankie De Jong tampaknya kembali menjadi sebuah misteri. Agen gelandang Ajax Amsterdam (Frenkie De Jong) itu enggan buka mulut perihal masa depan untuk kliennya tersebut.

De Jong sendiri masih menjadi sebuah property panas di musim panas kemarin. Kemampuannya dalam mengolah bolanya yang di atas rata-rata membaut banyak klub top Eropa seperti Manchester United dan Barcelona jatuh hati padanya.

Pada musim panas kali ini pihak Ajak Amsterdam kembali menolak banyak tawaran untuk pemuda 21 tahun tersebut. Namun tampak nya baru-baru ini beredar akan rumor bahwa raksasa Belanda tersebut sudah berubaah pikiran dan siap untuk menjual sang gelandang.

Ketika dikonfirmasi mengenai rumor tersebut, agen sang pemain enggan berbicara banyak. “Saya tidak dapat mengonfirmasi atau membantah rumor tersebut.” Buka Ali Dursun kepada De Telegraaf.

Klub Ingin Lebih Tahu

Dursun sendiri enggan untuk memberikan bocoran apakah kliennya memang dapat untuk mengangkat kakinya dari Ajax pada bursa transfer yang akan mendatang.

Dursun menyebut sejauh ini para pihak klub yang lebih mengetahui apakah kliennya itu memang akan pergi dari Ajax atau tidak sama sekali.

“Kalian (Awak Media) seharusnya bertanya kepa Marc Overmars (Direktur Olahraga Ajax). Saya mengirimkan semua klub-klub yang menghubungi saya kepada dia.”tandasnya.

Tidak Dijual

Dalam wawancara beberapa waktu yang lalu, Overmars pernah secara tidak langsung membahas masa depan kliennya (De Jong). Ia menegaskan bahwa sang pemuda tidak akan dijual Ajax Amsterdam dalam waktu dekat ini.

Overmars menilai jika De jong adalah asset yang sangat berharga untuk Ajax Amsterdam. Untuk itu ia menyebutkan bahwa para pihaknya sama sekali tidak sedikitpun memiliki niat utnuk menguangkan sang pemain itu.

Selain itu Overmars juga menantang klub-klub peminat De Jong untuk mengajukan tawaran sebesar mungkin kepada Ajax, karena menurutnya semua tawaran itu pasti akan ditolak.

Harga Mahal

Menurut laporan yang telah beredar beberapa hari yang lalu, De jong dapat pergi dari Ajax Amsterdam jika ada klub yang berani membayarnya sebesar 80 juta euro untuk jasanya tersebut.

 

Real Madrid Selalu Terbuka Untuk Cristiano Ronaldo Dan Zidane

Real Madrid kehilangan Cristiano Ronaldo serta Zinedine Zidane pada saat yang bertepatan. Walau demikian, mereka pastikan akan tetap siap menyongsong kedua-duanya bila ingin kembali.

Sesudah sembilan tahun jadi bintang utama Madrid serta memberi 15 trofi untuk team, Ronaldo pilih penjelajahan baru bersama dengan Juventus.

Kepastian hengkangnya Ronaldo berlangsung sesudah Zidane juga akan memutus untuk mengundurkan diri tiga hari saat kepastian juara Liga Champions musim kemarin.

Banyak yang mengkritik presiden Florentino Perez sebab kepergian dua figur terpenting ini. Masalahnya tidak ada alternatif sebanding untuk Ronaldo pada bursa transfer musim panas kemarin. Sedang Julen Lopetegui juga sedikit miliki track rekor apik di level klub.

Perez barusan bicara kembali masalah keadaan Ronaldo serta Zidane. Ia mengakui begitu hormat pada dua orang itu, bahkan juga sampai saat ini.

“Ada dua profil yang ingin saya mencari kembali: Suksesor sebanding dari Alfredo di Stefano serta pembuat gol paling banyak club, Cristiano Ronaldo,” katanya dikutip Express.

“Dalam sembilan musim, dia (Ronaldo) ialah patokan serta penghargaan yang dijumpai akan diingat dari generasi ke generasi. Dia ialah contoh buat semua yang mengenakanjersey Madrid serta mereka yeng punya mimpi mengerjakannya pada saat depan. Terima kasih banyak, Cristiano.

“Rujukan hebat lainnya ialah serta tetap Zidane. Menjadi pelatih, dia masuk ke buku besar histori Real Madrid. Dia memenangkan sembilan gelar kurang dari tiga tahun dengan tiga trofi Liga Champions salah satunya.

“Zidane ialah Real Madrid serta dia paham itu, begitupun dengan Cristiano. Ini ialah rumah mereka selama-lamanya. Terima kasih, Zizou,” papar dia seperti mana yang sudah berhasil di lansir oleh media setempat.

Petr Cech Jadi Bintang Saat Arsenal Taklukan Everton 2-0

Arsenal berhasil memenangkan pertandingan yang sulit pada saat berlaga melawan Everton. Faktor dari kemenangan tersebut salah satunya dinilai berasal dari kegemilangan Petr Cech.

Arenal mampu untuk memenangkan pertadingan melawan Everton dalam laga yang dilangsungkan di Emirates Stadium di hari Minggu tanggal 23 September malam hari WIB kemarin. Dua gol lahir melalui kaki Pierre-Emerick Aubameyang dan juga Alexandre Lacazette pada saat awal babak kedua.

Didalam pertandingan yang ketat tersebut, kedua tim sama-sama tercatat melakukan sebanyak sembilan kali tembakan. Everton bahkan tercatat menembakan kearah gawang sebanyak enam kali, sementara Arsenal hanya lima kali.

Penjaga gawang yang menjadi hal yang sangat membedakan didalam pertandingan ini. Cech mampu untuk tampil dengan sangat gemilang sekali bersama didalam laga tersebut dengan melakukan enam penyelamatan yang fantastis yang dimana lima diantaranya dengan aksi menepisnya. Sedangkan Jordan Pickford yang merupakan penjaga gawang Everton hanya tercatat melakukan tiga kali penyelamatan saja.

Cech juga menjadi penampil terbaik didalam cacatan salah satu media statistik yang dimana memberikannya nilai 8,7. Unai Emery yang merupakan pelatih klub Arsenal juga sepakat dengan hal tersebut.

“Kami sangat gembira sekali dikarenakan kami mau menang untuk suporter kami dan melanjutkan terus perkembangan dan juga tiga angka sangat penting sekali bagi kami. Kami tidak mengontrol jalannya pertandingan seperti apa yang kami mau pada saat babak pertama, namun penjaga gawang kami mampu memperlihatkan performa yang sangat bagus sekali dan terus menjaga kami didalam persaingan,” ujar Emery.

“Kami telah mengontrol jalannya pertandingan jauh lebih baik pada saat babak kedua dan juga tidka memberikan peluang kepada lawan didalam babak pertama. KAmi juga sudah menuntaskan pertandingan dengan senyuman.”

“Kami katakan didalam pergantian babak kalau kami membutuhkan upaya yang lebih dan gol yang dibuat oleh Alexandre Lacazette sudah memberikan suntukan rasa kepercayaan diri yang sangat bagus,” tutup Emery.

Dengan kemenangan tersebut, Arsenal sekarang ini tengah menduduki peringkat ke enam klasemen sementara dengan terolehan 12 angka setelah hanya mampu untuk menang empat kali dan dua kali menelan kekalahan.

Terolehan itu sama dengan yang dimiliki Tottenham Hotspur yang ada diatasnya, namun The Gunners kalah dalam selisih gol. Terolehan tersebut juga membuat mereka unggul dua angka dari Manchester United dan juga Bournemouth yang ada di peringkat ketujuh dan kedelapan dengan terolehan 10 angka. Namun Arsenal masih tertinggal enam angka dari Liverpool yang masih sempurna di puncak klasemen serta tertinggal empat angka Manchester City dan Chelsea yang ada diurutan kedua dan ketiga.

Sementara Everton yang kalah didalam pertandingan tersebut harus menduduki peringkat ke 12 klasemen sementara kompetisi Premier League setelah hanya mampu untuk memenangkan satu pertandingan, tiga kali seri dan dua kali menelan kekalahan.

Sementara untuk pertandingan yang berikutnya, Meriam London akan menjamu Brentford didalam pertandingan ronde ketiga Piala Liga Inggris yang akan dilangsungkan pada hari Kamis tanggal 27 September 2018 mendatang. Setelahnya, The Gunners akan menjamu Watford di Emirates Stadium pada hari Sabtu tanggal 29 September 2018 malam hari WIB sebelum menjalani pertandingan matchday 2 Liga Europa menghadapi Qaarbak FK pada hari Kamis tanggal 4 Oktober 2018 malam hari WIB mendatang.

Dalam kompetisi Liga Europa sendiri, Arsenal juga tengah memimpin klasemen sementara dengan terolehan tiga angka setelah sukses menaklukan Vorskia dalam matchday 1 di pertengahan pekan lalu.

FC Dallas Tundukkan Tuan rumah Vancouver Whitecaps 2-1

Dalam laga match day ke 30 pada ajang kompetisi Liga Utama Sepak Bola Amerika Serikat yang berlangsung hari Senin (24/9/2018) pagi hari tadi di BC Place,tim FC Dallas yang menjalani laga tandangnya pada pagi hari tadi itu pun berhasil membawa pulang raihan kemenangan dan juga tambahan tiga poinnya usai menundukkan tim tuan rumah Vancouver Whitecaps dengan skor tipis 1-2. Dimana gol-gol kemenangan dari tim FC Dallas itu pun dipersembahkan oleh Harold Mosquera dan Matt Hedges. Sementara itu satu buah gol dari tim tuan rumah Vancouver Whitecaps itu pun dipersembahkan oleh Kei Ansu Kamara.

Dalam jalannya laga pertandingan yang berlangsung pada pagi hari tadi,tim tuan rumah Vancouver Whitecaps yang bermain didepan publiknya sendiri itu pun memang terlihat mendapatkan perlawanan yang ketat dan sengit ketika menjamu serta menghadapi lawannya FC Dallas dari awal mulainya laga babak pertama. Sebab hal itu pun bisa terlihat dari jalannya permainan yang cukup berimbang diantara tim tuan rumah Vancouver Whitecaps dengan tim FC Dallas didalam sepanjang pertandingannya pada babak pertama. Dan akhirnya tim FC Dallas pun berhasil membuka keunggulannya dan memimpin dengan skor 0-1 terlebih dahulu dimenit 42 melalui gol dari Harold Mosquera.

Memasuki laga babak kedua,tim tuan rumah Vancouver Whitecaps yang tertinggal 0-1 dari tim FC Dallas didalam laga babak pertama itu pun lantas terlihat bermain dengan lebih baik dan lebih impresif. Sebab hal itu dilakukan oleh tim tuan rumah Vancouver Whitecaps pun tentunya bertujuan untuk bisa mengejar ketertinggalannya tersebut didalam sepanjang pertandingannya pada babak kedua. Dan akhirnya dimenit 66 pada babak kedua,tim tuan rumah Vancouver Whitecaps pun akhirnya bisa membalas serta menyamakan kedudukannya menjadi imbang 1-1 melalui gol dari Kei Ansu Kamara. Skor imbang 1-1 tersebut pun bertahan cukup lama didalam sisa waktu yang ada pada babak pertama,namun akhirnya tiga menit menjelang akhir laga babak kedua tim FC Dallas pun berhasil menggandakan keunggulannya menjadi 1-2 melalui gol dari Matt Hedges.

Dengan adanya raihan kemenangan dan juga tambahan tiga poin yang didapatkan oleh tim FC Dallas pada pagi hari tadi itu pun tentunya masih membuat mereka berada diperingkat ketiga pada papan klasemen Liga Utama Sepak Bola Amerika Serikat dengan jumlah raihan 53 poin. Sementara itu tim tuan rumah Vancouver Whitecaps yang gagal dalam mendapatkan raihan poin positifnya itu pun membuat mereka tertahan diperingkat 14 dengan jumlah raihan 40 poin.

Tiga Gol Dianulir, Inter Menang 1-0 di Markas Sampdoria

 

Drama terjadi di pertandingan antara Sampdoria melawan Inter Milan saat 3 gol dianulir oleh VAR (Video Assistant Referee). Inter pada akhirnya menang tipis 1-0 melalui gol Marcelo Brozovic pada menit-menit akhir.

Di dalam pertandingan giornata 5 yang dimainkan di Luigi Ferraris pada hari Minggu (23/9/2018) dinihari WIB, Inter bermain ganas dengan mencatatkan total 11 tembakan dengan 3 di antaranya mengarah ke sasaran. Walaupun begitu, Sampdoria sempat menguasai jalannya pertandingan dengan membuat 6 tembakan dengan 3 di antaranya mengarah ke gawang.

Di sepanjang 90 menit, terjadi drama saat 3 gol dianulir oleh VAR. Dua dari kubu Inter dan satu dari Sampdoria.

Inter kemudian menjadi pemenang usai Brozovic menciptakan gol pada menit keempat masa injury time babak kedua. Tiga angka ini membuat I Nerazzurri naik ke peringkat 7 dengan nilai 7 poin, sama dengan punya I Blucerchiati di posisi 6, namun Inter kalah selisih gol.

Jalannya Laga

Inter melakukan 2 perubahan dengan mengistirahatkan Ivan Perisic dan Stefan De Vrij setelah kemenangan dramatis atas Tottenham Hotspur di Liga Champions.

Walaupun Sampdoria kehilangan 4 pemain kuncinya, akan tetapi mereka tampil agresif sejak menit awal. Baru 22 detik pertandingan berjalan, Fabio Quagliarella mendapatkan kesempatan melalui tendangan akrobatik, namun masih bisa diamankan Samir Handanovic.

Pada menit ke-10, Sampdoria mendapatkan kesempatan saat Gregoire Defrel mendapatkan bola di muka kotak penalti tim tamu. Setelah memutar badan, Defrel melepaskan tembakan, tapi Danilo D’Ambrosio masih bisa menghalaunya. Bola liar disambar oleh Karol Linetty, namun masih melenceng dari gawang. Inter benar-benar tidak mampu lepas dari tekanan Sampdoria. Ada lagi peluang dari Quagliarella pada menit ke-27 setelah menerima umpan Albin Ekdal, tapi tembakannya masih tepat ditangkapan Handanovic.

Inter baru bisa memberikan ancaman pada menit ke-33 saat umpan silang Antonio Candreva disambut Matias Vecino dengan sundulan di muka gawang, akan tetapi bola masih melambung.

Kejadian kontroversial terjadi pada penghujung babak pertama saat Inter mencetak gol melalui Radja Nainggolan yang melepaskan tendangan first time memanfaatkan kemelut di depan kotak penalti Sampdoria. Wasit tiba-tiba memutuskan untuk meninjau VAR sesudah ada kode dari ofisial diluar lapangan. Sesudah itu wasit menganulir gol Nainggolan karena Mauro Icardi yang berada dalam posisi offside dianggap mengganggu pandangan kiper tuan rumah, Emil Audero.

Skor 0-0 tetap bertahan sampai babak pertama berakhir.

Memasuki paruh kedua, Inter langsung tancap gas dan mendapatkan peluang mencetak gol pada menit ke-50. Akan tetapi tendangan kaki kiri Candreva yang menusuk dari sebelah kanan hanya menghantam tiang jauh gawang Sampdoria.

Lima menit berselang, Icardi memiliki kesempatan. Umpan silang dari sebelah kanan mengarah ke Icardi di dalam kotak penalti. Sambil menjatuhkan diri Icardi menyundul bola, tapi masih melenceng dari gawang.

Sesudah itu tidak banyak peluang yang bisa diciptakan kedua kesebelasan. Pada menit ke-85, peluang Quagliarella lewat tembakan jarak dekat masih melebar tipis dari gawang tim tamu.

Inter menjebol gawang Sampdoria di menit ke-87 lewat Kwadwo Asamoah dari sepakan jarak dekat usai memanfaatkan umpan silang rekan setimnya. Namun VAR lagi-lagi membatalkan gol itu karena sebelum bola diberikan kepada Asamoah, si kulit bundar sudah keluar dari lapangan permainan.

Dua menit berselang, gantian Sampdoria yang menjebol gawang Inter melalui Defrel lewat sepakan tepat di depan Handanovic. Defrel yang sudah terlanjur merayakan gol dengan membuka bajunya pun mesti gigit jari karena VAR kembali menganulir gol itu. Dalam tayangan ulang, Defrel sudah terperangkap offside.

Injury time 5 menit diberikan wasit dan akhirnya Inter-lah yang tampil sebagai pemenang usai Brozovic menggetarkan jala gawang Sampdoria di menit ke-94! Tendangan bebas dari sebelah kiri diarahkan ke dalam kotak penalti dan bola bisa dibuang oleh bek Sampdoria. Akan tetapi bola justru jatuh ke kaki Brozovic yang langsung menendangnya ke dalam gawang Audero. 1-0 untuk Inter.

Tidak lama kemudian pertandingan pun berakhir dan Inter pulang dengan 3 poin dari lawatannya ke markas Sampdoria.