Rafael Benitez beri hadiah kepada Liverpool dengan mengalahkan Man City

Pep Guardiola selalu mengatakan hampir tidak mungkin bagi timnya untuk menangkap para pemimpin Liverpool jika mereka kehilangan poin – dan sekarang mereka memiliki

Pep Guardiola telah mengatakan beberapa kali bahwa jika timnya di Manchester City kehilangan poin, perebutan gelar Liga Premier akan “hampir berakhir”.

Dan sementara jumlah pertandingan yang tersisa mungkin menawarkan The Blues beberapa harapan bahwa mereka masih bisa merombak Liverpool, optimisme tidak akan menjadi emosi utama setelah kekalahan yang merusak di sisi Newcastle yang dikelola oleh mantan manajer The Reds Rafael Benitez.

Rasanya seperti atap telah jatuh pada kampanye yang menjanjikan begitu banyak. Goyangan karena Natal membuat City yang lebih ramping atas Liverpool berubah menjadi defisit tujuh poin, dan dengan The Reds akan bermain melawan Leicester pada hari Rabu, sekarang dapat meningkat menjadi tujuh – secara efektif menghapuskan kemenangan City ketika kedua belah pihak bertemu awal Januari.

City memiliki beberapa masalah untuk diatasi setelah kekalahan keempat mereka musim ini, tetapi mereka tidak dapat melakukan apa-apa tentang masalah terbesar mereka: fakta bahwa Liverpool terus menang.

Ini adalah kesempatan untuk memangkas keunggulan The Reds menjadi hanya satu poin, sebuah peluang untuk menumpuk lebih banyak tekanan pada tim yang membuat penggemar mereka bermimpi sekali lagi.

Dan ketika City mencetak gol setelah 26 detik, itu tampak ke seluruh dunia seolah-olah raksasa itu akan terus bergulir. Kekalahan City atas Natal berhutang banyak pada cedera di bidang-bidang utama dan sejak itu mereka bangkit dengan gaya yang mengesankan, mencetak 33 gol dan hanya kebobolan dua dalam delapan pertandingan mereka menjelang pertandingan di St James ‘Park – final saat Guardiola menagih itu pada hari Senin.

Namun mereka tidak bisa memanfaatkan keuntungan awal itu, gerakan mereka mogok berkat umpan ceroboh atau sentuhan longgar. Newcastle tidak menawarkan banyak hal yang maju tetapi situasi mereka memaksa sedikit urgensi dan mereka membuat hidup sulit bagi City dengan mendapatkan wajah mereka dan mengurangi ruang.

Mereka masih berada dalam permainan pada jam tanda dan ketika City gagal membersihkan garis mereka, tidak mengherankan bahwa Salomon Rondon membuat mereka membayar.Itu tidak harus menjadi akhir dunia bagi City, yang melempar Gabriel Jesus untuk serangan yang diharapkan, tetapi pada perampokan Newcastle yang lain maju tuan rumah menangkap Fernandinho, yang membohongi satu orang di dalam kotaknya sendiri tetapi tidak mengharapkan yang lain , kehilangan bola dan memperparah kesalahannya dengan kebobolan dan penalti.

Premier League Tengah Pekan Ini: Menunggu Kebangkitan Tottenham

 

Tottenham Hotspur sedang dalam laju yang negatif. Misi kebangkitan Tottenham akan diuji oleh lawan yang tidak mudah, yakni Watford.

Pil pahit ditelan oleh The Lilywhites di pertengahan pekan lalu. Tottenham tersingkir dari 2 kompetisi yang diikuti.

Chelsea menghentikan langkah Tottenham di semifinal Piala Liga Inggris pada 25 Januari, disusul Crystal Palace yang menyisihkan tim asuhan Mauricio Pochettino itu di babak keempat Piala FA. Di dalam duel di Selhurst Park pada hari Minggu (27/1/2019), Tottenham kalah 0-2 dari The Eagles.

Tottenham tidak boleh berlama-lama terpuruk. Cuma memiliki waktu istirahat 4 hari, Tottenham sudah ditunggu pertandingan melawan Watford di Wembley untuk melakoni pertandingan matchday 24 Premier League 2018/2019.

Di dalam 4 laga terakhir di semua kompetisi, Watford tidak mudah untuk ditaklukkan. Ada 2 hasil seri, sekali kemenangan dan sekali kekalahan yang diraih The Hornets.

Ketika pertandingan Piala Liga Inggris pada 27 September lalu, Tottenham bermain seri 2-2 dengan Watford. Kemenangan Tottenham ditentukan melalui adu penalti.

Penampilan kandang Tottenham di Premier League juga sedang jelek. Mereka baru kalah dari Manchester United dan Wolverhampton Wanderers. Mampu untuk bangkit di Wembley pada hari Kamis (31/1/2019) dinihari WIB, Tottenham?

Tim London lainnya yang sedang mengusung misi untuk bangkit adalah Arsenal. The Gunners baru saja didepak MU dari Piala FA.

Arsenal akan menghadapi Cardiff City di Emirates Stadium pada hari Rabu (30/1/2019) dinihari WIB. Misi tim asuhan Unai Emery untuk bangkit didukung dengan catatan yang bagus ketika bertemu Cardiff. Di dalam 8 pertandingan, Arsenal tidak pernah kalah dengan catatan 6 kemenangan dan 2 kali seri. Di dalam 3 pertandingan kandang terakhir melawan The Bluebirds, Arsenal juga selalu menang.

Dua tim Manchester akan menghadapi tim papan bawah di tengah pekan ini. MU akan menjamu Burnley di Old Trafford, sedangkan Manchester City akan melawat ke St James’ Park untuk menghadapi Newcastle United.

MU mempunyai kesempatan besar untuk meneruskan laju kemenangannya bersama Ole Gunnar Solskjaer. Sudah 8 pertandingan beruntun The Red Devils selalu meraih kemenangan.

Ketika menghadapi The Clarets, MU juga belum pernah kalah di dalam 8 laga terakhirnya. Rinciannya adalah 5 kemenangan dan 3 hasil seri.

Sementara City akan bertandang ke Newcastle. The Citizens sedang ganas pada bulan Januari ini. Tim besutan Josep Guardiola itu menang di dalam 7 pertandingan di semua kompetisi dan tampil produktif dengan mencetak 30 gol. Lini pertahanan City juga bermain bagus dengan mencatatkan clean sheet sebanyak 6 kali.

City tidak pernah kalah di dalam 6 pertandingan terakhir melawan The Magpies dengan catatan 5 kemenangan dan satu kali imbang.

Chelsea akan bertamu ke kandang Bournemouth. Pertandingan di Vitality Stadium itu akan berlangsung pada hari Kamis (31/1/2019) dinihari WIB. The Blues sudah kembali ke jalur kemenangan setelah ditaklukkan Arsenal. Tottenham dan Sheffield Wednesday yang berhasil dikalahkan Chelsea.

Akan tetapi Chelsea harus waspada ketika menghadapi The Cherries agar tidak terpeleset seperti pada pertandingan 1 Februari 2018. Ketika itu, Chelsea dipermalukan 0-3 di Stamford Bridge.

Pemuncak klasemen Premier League, Liverpool, akan melawan Leicester City. Laga itu akan dimainkan di Anfield pada hari Kamis (31/1/2019) dinihari WIB.

Liverpool masih belum pernah kalah di kandang ketika bertanding di Premier League. Di dalam 11 laga, ada 10 kemenangan dan satu hasil seri yang didapatkan The Reds. Sementara rekor tandang Leicester cukup bagus dengan meraih 5 kemenangan dan 2 hasil seri di dalam 12 kali lawatan. Agar bisa tetap terus melaju, Liverpool harus mewaspadai The Foxes.

Juventus kalahkan Lazio 2-1

Juventus memetik poin penuh dari lawatan ke markas Lazio. Sempat tertinggal lebih dulu, Juventus bangkit dan akhirnya menang 2-1. Juventus tandang ke markas Lazio dalam pertandingan pekan ke-21 Liga Italia. Bertanding di Stadioin Olimpico, Senin (28/1/2019) dini hari WIB, Juventus sempat tertinggal dari tuan rumah.

Jalannya pertandingan

Lazio tampil menyerang sejak pertandingan dimulai. Tekanan yang dilancarkan tuan rumah beberapa kali mengancam pertahanan Juventus. Lazio mendapat peluang lebih dulu lewat umpan yang dilepaskan Luis Alberto. Wallace meneruskannya dengan sundulan, tapi bola masih mudah diamankan oleh Wojciech Szczesny. Kesalahan Emre Can di dekat kotak penalti nyaris membahayakan Juventus.

Correa menguasai bola dan menyodorkan kepada Alberto yang kemudian melepaskan tembakan ke arah pojok kiri bawah gawang namun Szczesny masih bisa menyelamatkan gawangnya. Ciro Immobile nyaris memberi Lazio keunggulan pada menit ke-43 ketika ia menendang bola melewati Szczesny yang keluar dari sarangnya. Namun Daniele Rugani dengan cepat menghalau bola di depan gawang. Skor 0-0 bertahan sampai babak pertama usai.

Di babak kedua juventus mencoba menggebrak pertahanan lawan. Tak lama kemudian juventus mendapatkan peluang. Bola umpan dari Douglas Costa bergulir di depan gawang tapi Ronaldo tak mampu menjangkaunya. Pada menit ke-59 tuan rumah mampu mencetak gol. Berawal dari tendangan sudut Luis alberto, bola kemudian dibelokkan oleh bastos dan mengenai emre can. Reaksi can justru mengarahkan bola ke gawang sendiri.

Lima menit berselang, Immobile mendapat kesempatan emas untuk menggandakan keunggulan Lazio. Menerima bola terobosan dari Correa, Immobile tinggal menghadapi Szczesny. Namun Immobile gagal mengarahkan tendangannya gawang. Lazio kembali melewatkan peluang untuk menggandakan keunggulan. Luis alberto mendapatkan ruang kosong di depan kotak penalti gagal mengarahkan tendangannya ke gawang.

Juventus menyamakan skor pada menit ke-74. Joao Cancelo yang baru masuk empat menit sebelumnya menjadi pencetak golnya. Juventus kemudian mendapat penalti pada menit ke-88. Wasit menunjuk titik putih usai Cancelo dijatuhkan oleh Stefan Radu. Ronaldo yang maju sebagai ekeskutor sukses mengecoh Strakosha untuk membawa Juventus berbalik unggul 2-1. tak ada gol lain yang tercipta hingga laga usai, Juve menang 2-1 atas lazio.

Kesusahan mengalahkan Lazio membuat Allegri menyebut keputusannya menempatkan Emre Can sebagai jangkar berujung kekacauan. “Kami tak tampil baik selama sejam pertama, tapi saya rasa di setengah jam terakhir jadi lebih baik. Saat turun minum, saya bilang ke anak-anak untuk mengumpan dengan lebih bersih, tidak membuat terlalu banyak kesalahan karena tergesa-gesa,” kata Allegri.

Hanya Empat Hari Saja Tottenham Sudah Angkat Koper Dalam Dua Kompetisi

Tottenham Hotspur harus tersingkir didalam dua kompetisi hanya dalam waktu empat hari saja. Mauricio Pochettino selaku manajer The Spur meminta kepada para pemainnya untuk tetap berpikiran positif dikarenakan masih banyak sekali hal yang dapat terus mereka perjuangkan.

The Lilywhites sudah heilangan dua kans mereka untuk menjadi juara hanya dalam kurun waktu selama empat hari. Di hari Kamis tanggal 25 Januari 2019 yang lalu, Spurs harus disingkirkan oleh Chelsea dalam kompetisi Piala Liga Inggris didalam babak adu penalti.

Mereka kemudian kalah lagi dari Crystal Palace di hari Minggu tanggal 27 Januari 2019 yang membuat peluang mereka di kompetisi Piala FA juga berakhir. klub asal London Utara tersebut harus terhenti di babak keempat setelah dipercundangi oleh Palace dengan skor 0-2.

Dengan demikian, maka hanya kompetisi Premier League dan juga kompetisi Liga Champions saja kesempatan yang mereka miliki untuk mengangkat trofi juara. Memenangkan dua kompetisi tersebut tentu sangatlah jelas sulit, terlebih lagi dalam segi level persaingan meskipun bukanlah 100 persen mustahil bisa mereka menangkan.

Pochettino lantas mau para pemainnya realistis saja dan yakin untuk dapat mengejar peringkat empat besar dalam kompetisi Premier League. Konsisten untuk finis pada zona Liga Champions tentunya sangatlah penting sekali bagi Tottenham didalam periode ini.

“Tentu saja kami sangat kecewa sekali dikarenakan setelah hari kamis dan kemudian hari ini, tersingkir didalam dua kompetisi. Anda merasa sangat kecewa. Anda tentu tidak dapat merasa berbeda didalam keduanya,” kata Pochettino.

“Namun sekarang ini kami harus bisa bersikap dengan positif. Kami masih punya dua lagi kompetisi dan sedang berada didalam posisi yang sangat bagus dalam Premier League dan juga Liga Champions merupakan motivasi yang sangat masif bagi semua klub. Kami juga harus tetap kuat.”

“ORang-orang juga tentunya sangat berharap kalau kami dapat memenangkan sejumlah trofi juara. Akan tetapi secara realistis juga kami tampil dengan cukup baik. Untuk memenangkan titel juara Liga Inggris tentunya juga seperti Piala Liga Inggris juga membutuhkan kemenangan, tidak hanya kualitas yang ada didalam skuat yang Anda miliki.”

“Sekali lagi kita tentu akan memulai perdebatan apakah nantinya sebuah trofi akan dapat membawa klub kedalam level yang berikutnya? Saya sama sekali tidak setuju dengan hal tersebut. Itu hanyalah membuat sebuah ego terbagun di diri Anda. Hal yang paling penting bagi kami tidak lain adalah selalu konsisten berada di peringkat empat besar,” tuntasnya.

Tottenham sendiri sekarang ini sedang berada diurutan ketiga klasemen sementara dengan terolehan 51 angka yang dimana mereka hanya tertinggal sebanyak sembilan angka dari Liverpool yang ada dipuncak klsaemen sementara dan lima angka dari Manchester City yang ada diurutan kedua. Selain itu The Spur juga masih unggul sebanyak empat angka dari Chelsea yang ada diurutan keempat dan sebanyak tujuh angka dari Arsenal dan Manchester United yang ada diurutan kelima dan keenam.

Sementara itu, dalam kompetisi Liga Champions di babak delapan besar nanti, Tottenham dipertemukan melawan Borussia Dortmund yang dimana di leg pertama akan dilangsungkan di tanggal 14 Febuari 2019 dini hari WIB dan leg kedua di tanggal 6 Maret 2019 dini hari WIB.

Namun sebelum menghadapi Dortmund, Tottenham masih harus menghadapi Watford (31 Januari), Newcastle (2 Febuari), Leicester City (10 Febuari), Burnley (Febuari), Chelsea (28 Febuari) dan Arsenal (2 Maret).

Di mana tim Vietnam terkejut di Piala Asia 2007 sekarang?

Memiliki banyak bintang sepakbola domestik, pasukan pelatih Alfred Riedl membuat seluruh Asia terkejut mendapatkan hak untuk memasuki perempat final untuk pertama kalinya.

Kiper Duong Hong Son: Setelah sukses di Piala Asia 2007, Duong Hong Son terus menjadi pilihan nomor satu di tim Vietnam di Piala AFF 2008 dan kompetisi yang memukau, membawa kejuaraan Asia Tenggara pertama. peri untuk sepak bola negara asal. Tahun itu, ia juga memenangkan gelar Pemain Terbaik Turnamen dan Bola Emas Vietnam. Di level klub, keberhasilan dimulai hingga ia pindah ke Hanoi untuk klub sejak 2008. Dalam delapan musim di sini, kiper memiliki 1 Piala Super Nasional, 3 kejuaraan Liga bersama-sama. 4 kali detik. Pada musim 2016, Hong Son memutuskan untuk pensiun dan dipindahkan ke pelatihan di akademi muda Hanoi.

Bek kanan Huynh Quang Thanh: Tujuan Quang Thanh melawan UEA selamanya akan diingat oleh para penggemar sebagai salah satu tujuan bersejarah sepakbola domestik. Setelah turnamen tahun itu, ia melanjutkan penampilannya yang mengesankan dan memilih koridor kiri nomor satu pelatih Calisto dalam perjalanannya untuk menyentuh piala emas Asia Tenggara. Saat ini, pemain ini masih mengenakan kemeja Long An club di National First Division setelah diskors selama satu tahun karena kekacauan di Stadion Thong Nhat pada Februari 2017.

Letnan Vu Nhu Thanh: Sebagai salah satu gelandang top sepakbola Vietnam, namun karier Nhu Thanh cukup sulit. Setelah sukses berturut-turut pada periode 2007-2009, performa pemain ini mulai menurun tanpa pengereman. Dalam upaya untuk menemukan citra perisai baja setiap hari, ia harus melakukan perjalanan ke banyak tim yang berbeda tetapi semuanya gagal. Pada musim 2017, Nhu Thanh memutuskan untuk kembali ke Hanoi untuk bergabung dengan klub Phu Dong dan akan bergabung dengan tim ini untuk bersaing di Divisi Pertama Nasional musim depan.

Gelandang Nguyen Huy Hoang: Memiliki permainan yang kuat, tidak takut bertabrakan dengan pemimpin alami, Huy Hoang bermain dengan harapan besar penonton tentang perisai baja di depan tim Vietnam. . Namun, tendangan sengit dari bagian memalukan pemain dan masalah berturut-turut setelah adegan membuat Huy Hoang tidak pernah mencapai harapan para penggemar. Setelah berpisah dengan lapangan, mantan pemain tim Vietnam sekarang menjadi pelatih di pusat pelatihan muda klub Song Lam Nghe An.

Gelandang tengah Nguyen Minh Phuong: Minh Phuong adalah salah satu gelandang terbaik di sepak bola Vietnam yang pernah diproduksi dengan operan akurat dan kemampuan untuk melakukan tendangan penalti yang menyedihkan, gol di final Piala AFF 2008 adalah contoh khasnya. Sangat bagus, tetapi di bangku pelatihan, ia belum menunjukkan bakat yang memadai. Setelah terdegradasi dengan klub Long An di musim 2017, Minh Phuong mengundurkan diri sebelum menerima pimpinan klub Danang. Namun, buruknya kinerja tim Sungai Han juga membuat mantan gelandang Vietnam itu segera “menerbangkan kursi” setelah akhir musim 2018.

Gelandang Phan Van Tai Em: Jangan memiliki umpan seperti Minh Phuong, tidak memiliki langkah untuk merobek angin seperti Vu Phong, tetapi Tai Em selalu menjadi faktor yang sangat diperlukan tim Vietnam berkat ketekunan. semangat kompetisi profesional. Profesionalisme itu membantu Tai Em untuk bersaing hingga berusia 35 tahun, usia langka sepakbola Vietnam sebelum memutuskan pensiun dan menjadi pelatih Klub Saigon. Tapi seperti Minh Phuong, Tai Em jatuh ke dalam pengangguran setelah dilikuidasi oleh tim Presiden Nguyen Giang Dong musim lalu.

Striker Phan Thanh Binh: Phan Thanh Binh adalah orang yang diharapkan untuk menggantikan posisi Quyen “gemuk” yang tersisa. Bahkan, ia bermain sangat baik di Piala Asia 2007 dan menyumbang gol tetapi hampir hilang sepenuhnya di tahun-tahun berikutnya.

Manchester City 5 Burnley 0: De Bruyne bersinar, City menang telak di Piala FA

Tujuan Kevin De Bruyne adalah memilih kelompok dalam kemenangan dominan Piala FA untuk Manchester City. Manchester City menyapu Burnley ke samping untuk mempertahankan perebutan medali perak di empat front dengan kemenangan putaran keempat Piala FA 5-0.

Pep Guardiola menggambarkan pembicaraan tentang City yang memenangkan quadruple sebagai “fantasi”, tetapi itu tetap merupakan pencapaian yang dapat diraih timnya pada akhir minggu ketika mereka mencapai final Piala EFL.

Tes yang lebih keras akan menunggu dari yang disajikan oleh Burnley di Stadion Etihad pada hari Sabtu, dengan para pengunjung dibatalkan oleh serangan babak pertama dari Gabriel Jesus yang sedang dalam performa dan satu masing-masing setelah istirahat dari Bernardo Silva dan Kevin De Bruyne, yang terakhir adalah memilih kelompok itu.

City juga memenangkan pertandingan Liga Premier Oktober di sini 5-0 dan tim Sean Dyche menyerah pada nasib yang sama dengan gol Kevin Long dan penalti Sergio Aguero menyelesaikan kemenangan.

Aksi yang paling menonjol dari 12 menit pertama melihat Kyle Walker mengibaskan bendera sudut saat ia berusaha untuk mengirim umpan silang, yang mengarah ke penundaan dalam aksi saat pemain pengganti bersumber.

City seharusnya memimpin dalam serangan berikutnya, umpan silang De Bruyne di bawah kaki Yesus yang bergerak maju.

Silva berikutnya nyaris karena upaya kaki sampingnya baik-baik saja dicegah oleh Nick Pope yang waspada, yang pertama kali menangkis kemudian menangkap serangan berikutnya dari Danilo.

Setelah mematahkan tongkat bendera, sasaran Walker berikutnya adalah Steven Defour, bek sayap Inggris yang menerima kartu kuning karena tantangannya yang salah terhadap pemain Belgia.

Terobosan itu terjadi segera setelah Yesus memotong dari sisi kiri area dan selesai dengan percaya diri melewati Paus untuk gol kedelapan dalam lima pertandingan.

Burnley menyia-nyiakan peluang gemilang untuk menyamakan kedudukan dalam tiga menit babak pertama dimulai ketika Nicolas Otamendi ditangkap, tetapi Matej Vydra melepaskan tembakan melebar dengan hanya Ederson yang bisa dikalahkan.

Pasukan Dyche membayar harga ketika tembakan Silva yang dibelokkan menggandakan keunggulan City setelah mengumpulkan umpan dari De Bruyne, yang kemudian mengecam gawang pada pertandingan dari jarak 25 yard.

Tamasya yang bagus dari De Bruyne ditutup ketika umpan silangnya diubah menjadi gawangnya sendiri oleh Long, yang campurannya dengan Pope menyebabkan tendangan penalti yang dilakukan Aguero.

Tetap ada kemungkinan bagi City untuk menyelesaikan penyapuan perak. Beberapa akan bertaruh melawan mereka di Piala EFL dan, pada pertunjukan ini, Piala FA dapat dengan mudah menghampiri mereka. Tentu saja Liverpool akan mengambil tangkapan di Liga Premier, sementara Liga Champions akan menjadi yang pertama bagi klub, tetapi bisakah Anda benar-benar mengabaikan vintage City ini dari mengklaim tempat parkir?

De Bruyne kunci untuk menghilangkan kunci apa pun

Guardiola diberkati dengan opsi dalam skuadnya, tetapi beberapa pemain di dunia bisa dengan memuaskan mengisi kekosongan yang diciptakan ketika De Bruyne absen, seperti yang telah ia lakukan untuk sebagian besar musim ini. Pemain internasional Belgia adalah kekuatan pendorong yang kreatif dan Burnley tidak bisa hidup bersamanya.

Mungkin kelihatannya sulit untuk memilih kritik karena seorang penyerang tunggal yang menerima layanan begitu sedikit, dan memang satu-satunya kesempatan yang datang dari kesediaannya sendiri untuk menutup Otamendi yang ceroboh. Namun, setelah memaksakan pembukaan yang jelas pada awal babak kedua, Vydra hanya harus mencetak gol. Dia malah melebar, dan lima menit kemudian itu hampir berakhir.

4 Pemain yang Didera Cedera pada awal Tahun 2019

 

Kesehatan mainkan peranan terpenting dalam berolahraga seperti sepak bola. Tidak semua pemain mampu ikut serta dalam tindakan intensitas tinggi saat 90 menit diatas lapangan.

Ditambah lagi sepak bola ialah permainan fisik yang dapat menyebabkan banyak cedera. Walau mengambil cedera kesehatan yang ketat, tidak ada pemain yang bebas dari cedera dalam permainan sepak bola, termasuk juga bintang sekelas Neymar Jr.

Walau cedera makin dikit dalam sekian waktu paling akhir, begitu disayangkan jika beberapa pemain penting mesti mangkir bulan ini. Beberapa pemain top ini cedera selesai jalani agenda padat. Kehilangan Neymar jadi kerugian buat team.

Sesudah periode repot dengan beberapa permainan sepak bola yang dimainkan saat Natal serta sesudah Tahun Baru, efeknya nyatanya tampak dengan adanya banyak pemain yang cedera.

Butuh dicatat jika sejumlah besar cedera ini akan memerlukan waktu untuk sembuh serta ini bisa merubah kesempatan semasing team musim ini. Termasuk juga Neymar, berikut 5 pemain yang sudah terluka bulan ini.

Dele Alli

Tottenham Hotspur jadi team yang sangat banyak terserang efek cedera di paruh musim ini. Dengan cedera hamstring Dele Alli dalam laga mereka menantang Fulham, Spurs saat ini tiada pasukan penuh mereka sampai Maret kelak.

Dele Alli mangkir sampai Maret serta akan melupakan beberapa laga terpenting. Sesaat laga leg pertama Spurs di Liga Champions akan ditinggalkan oleh Alli.

Derbi London menantang Arsenal serta Chelsea, tindakan Dele Alli pun akan tidak tampak. Tottenham pun belumlah merencanakan mengambil pemain baru serta konsentrasi dengan pemain yang ada.

Ousmane Dembele

Ousmane Dembele akan mangkir dalam 15 hari ke depan sesudah dia alami cedera sendi dalam kemenangan Barcelona atas Leganes pada Minggu (20/1/2019). Ia berjalan tertatih-tatih di set ke-2 pertandingan itu, dimana Barcelona menang 3-1.

Dembele saat ini akan kehilangan keseluruhan 4 laga yang termasuk juga perempat final Copa Del Rey menantang Sevilla. Pemain dari Prancis itu sering diterpa cedera serta keadaan ini begitu disayangkan mengingat ia mulai tampil baik musim ini.

Barcelona juga bakal kehilangan ia, meskipun telah mengambil Kevin Prince Boateng belakangan ini. Walau bukan alternatif baik, Boateng akan isi absennya Dembele saat beberapa waktu ke depan.

Harry Kane

Harry Kane alami cedera pergelangan kaki awal bulan ini waktu kekalahan 1-0 Spurs dari Manchester United. Karena itu, kapten Tim nasional Inggris serta Spurs akan tidak ada sampai Maret 2019. Mengingat kurangnya bomber haus gol Spurs, cedera Harry Kane bisa menjadi pemicu kecemasan buat Pochettino.

Fernando Llorente belumlah berbentuk permainan yang diinginkan serta Vincent Janssen justru punya niat geser dari Spurs. Karena itu, cedera Kane bisa merubah kampanye Spurs.

Dele Alli pun cedera serta Tottenham akan ada dalam tempat susah bulan kedepan. Karena itu, Mauricio Pochettino mesti mengutamakan mengambil striker tengah bulan ini.

Neymar

Dalam laga Coupe de France pada PSG menantang Strasbourg, Neymar alami cedera yang membuat ditukar pada set ke-2. Neymar tinggalkan lapangan dengan pendapat patah metatarsal.

Striker asal Brasil itu dilaporkan menangis saat dia dibawa pergi dari lapangan untuk ke rumah sakit. Ialah pemain Strasbourg, Anthony Goncalves, yang mencederai Neymar.

Neymar dalam keadaan bagus bersama dengan PSG di Ligue 1 musim ini. Absennya Neymar akan kurangi kemampuan PSG, terpenting saat berkiprah di Liga Champions, dimana Les Parisiens mesti berjumpa Manchester United.

Chelsea Mencapai Final Piala Carabao

Chelsea akan menghadapi Manchester City di final Piala Carabao setelah mengalahkan Tottenham 4-2 melalui adu penalti di Stamford Bridge dimana Gol dari N’Golo Kante dan Eden Hazard membuat Chelsea membalikkan keunggulan leg pertama Spurs dalam 38 menit, tetapi sundulan Fernando Llorente memastikan leg kedua semifinal berakhir agregat 2-2 Dengan tidak ada pihak yang dapat menemukan pemenang, tendangan penalti diperlukan dan Eric Dier dan Lucas Moura gagal untuk Spurs, yang memungkinkan David Luiz menembakkan pemenang dari jarak 12 yard maka Kemenangan dramatis berarti Chelsea akan menghadapi pemegang City di final pada 24 Februari di Wembley, di mana Maurizio Sarri memiliki kesempatan untuk memenangkan trofi pertama dalam karir manajerialnya namun Keuntungan leg pertama Spurs bertahan kurang dari setengah jam karena tendangan sudut yang jatuh untuk Kante di tepi area penalti, dan tendangannya yang lecet melesat melewati Paulo Gazzaniga, berkat defleksi Moussa Sissoko bahkan Tottenham menambahkan Ben Davies ke daftar cedera mereka pada 33 menit dan Hazard segera memperburuk keadaan, menerapkan sentuhan akhir pada serangan Chelsea yang apik untuk membuat tuan rumah unggul agregat untuk pertama kalinya sedangkan Hazard terlihat menambahkan gol ketiga di penghentian babak pertama tetapi Toby Alderweireld dianggap telah melakukan kontak yang cukup dengan bola sambil menantang rekan senegaranya dari belakang, mencegah gol tertentu.

Namun, dalam waktu lima menit setelah restart, Spurs kembali pada level yang sama ketika Llorente mengalahkan David Luiz dan Antonio Rudiger untuk meraih umpan silang Danny Rose yang brilian dan menyundulkan bola ke bagian belakang gawang sebab Gol itu memberi Spurs tembakan tepat waktu di daerah itu dan menyulut dasi piala, dengan kemarahan melebar pada menit ke-56 setelah Kante masuk ke dalam Rose di depan penonton tuan rumah dengan Apa yang dimulai sebagai permainan pasif sekarang hingar bingar. Hazard seharusnya mengembalikan keunggulan agregat Chelsea sebelum satu jam ketika dia berlari di belakang Serge Aurier, tetapi drive Belgia membelok ke sisi jarring kemudian Llorente kemudian menolak kesempatan emas untuk menggandakan golnya ketika operan tinggi Christian Eriksen memainkannya melalui gawang, pembalap Spanyol itu melepaskan tembakan melebar ketika ia punya waktu dan ruang untuk mengendalikan bola bahkan Chelsea terus menumpuk pada tekanan sebagai Hazard melenggang ke daerah itu dan peluang jatuh untuk Olivier Giroud dan Pedro, tetapi pertahanan Spurs tetap kokoh dimana Mauricio Pochettino membawa Moura keluar dari bangku cadangan pada menit ke-67 dan itu hampir terbukti menjadi pengganti yang diilhami ketika pemain Brasil itu mengumpan umpan panjang Gazzaniga, tetapi ia hanya bisa melepaskan tembakan melebar ke tiang dekat sehingga Giroud memiliki kesempatan untuk mengirim Chelsea ke final di menit ketiga perpanjangan waktu tetapi ia melirik sundulan lebar saat pertandingan berakhir dengan adu penalti.

Eriksen, Willian, Erik Lamela dan Cesar Azpilicueta semuanya mencetak gol sebelum Dier berkobar. Jorginho membawa Chelsea semakin dekat ke kemenangan dengan penalti yang tidak lazim sebelum Kepa Arrizabalaga menyelamatkan upaya Moura untuk memberikan poin pertandingan Chelsea Dan melangkah Luiz, yang memukul rumah tendangan penalti penting untuk mengirim Chelsea ke Wembley sebagai Spurs tergelincir ke kekalahan kelima dalam enam penampilan semifinal terakhir mereka kemudian Maurizio Sarri: “Para pemain bereaksi sangat baik [atas kritik saya]. Saya tidak menyerang pemain saya, saya hanya mengatakan kami memiliki masalah. Kami membutuhkan motivasi ini untuk melanjutkan sekarang. Saya sangat senang dengan kinerja sebelum penalti. Jika ada hasil yang berbeda saya masih akan bahagia. ”

 

 

Jonatan Christie Dan Para Wakil Indonesia Yang Ke Semifinal Indonesia Masters 2019

Jonatan Christie berhasil menjajalkan kakinya kedalam babak semifinal Indonesia Masters setelah menaklukan Kidambi Srikanth. Pemain dari India sudah tak lagi menjadi momok bagi dirinya.

Didalam pertandingan babak perempatfinal yang dilangsungkan di Istora, Senayan di hari Jumat tanggal 25 Januari, Jonatan hanya butuh selama dua gim saja untuk memulangkan Kidambi lebih awal. Pebulu tangkis peraih emas dalam Asian Games 2018 tersebut berhasil memenangkan duel tersebut dengan skor 21-18 serta 21-19.

“Puji Tuhan dapat lolos dari delapan besar Ini merupakan semifinal yang pertama di tahun 2019. Jadi saya sangat antusias sekali untuk menyambut pertandingan besok. Jujur saja tadi tidak ada pikiran bisa menang ataupun dapat masuk kedalam semifinal. Yang saya pikirin cuma harus bisa bermain dengan sebaik mungkin, menang dan juga kalah semuanya sudah ada yang atur,” ujar Jonatan setelah pertandingan.

“Dari awal pertandignan juga terlihat kalau Srikanth memang belum langsung panas. Hanya saja disaat interval, bola depan smes serta lob banyak yang masuk. Dia juga dapat mengontrol pertandingan. Sebaliknya juga saya yang terlalu terburu-buru menyerang terus,” kata Jojo.

Pada saat memasuki gim kedua, sejatinya pertandingan bisa dikatakan cukup mudah untuk Jojo. Dia mampu untuk terus memimpin pertandingan meskipun sempat harus terkejar saat mendekati akhir pertandingan.

“Memasuki gim kedua memang diawal pertandingan bisa dibilang sangat bagus. Seperti saat melawan Shi Yuqi juga saya dapat memimpin hingga 5-0, tapi yang lagi dan lagi saat posisi 11-4 Srikant bisa tampil dengan tidak ada beban dan juga jauh lebih sabar. Malahan saya yang terlalu terburu-buru untuk menyerang dan berusaha untuk segera mematikannya sampai jarak bisa terpangkas hingga 16-11 dan juga terkejar lagi 19-18,” ujar Jojo.

“Saya hanya berpikir kalau jangan harus sampai ke rubber game saja. Sayang tenaga juga. Saya cuma mau mencoba untuk bermain dengan sabar, tapi saya juga mencoba untuk terus menekan terlebih dahulu dan saya rasa berjalan,” lanjut Jojo.

Dengan kemenangan tersebut, Jonatan mampu lolos kedalam babak empat besar. Untuk duel tersebut nantinya Jojo akan berhadapan melawan wakil dari Denmark, Anders Antonsen. Antonsen sendiri berhasil melangkah ke babak semifinal setelah berhasil mengantar pulang Lee Zii Jia yang merupakan wakil dari Malaysia dalam duel dua gim juga, yakni 21-13 dan juga 21-13.

Sementara itu, pertandignan semifinal lainnya di tunggal putra, ada Kento Momota yang juga berhasil lolos setelah mengalahkan salah satu wakil kebangga Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting hanya dalam dua gim dengan skor telak 21-9 dan 21-10. Sementara itu mereka masih menunggu lawan yang akan mereka hadapi dalam duel antara Chen Long wakil dari China yang akan melawan wakil dari Denmark, Viktor Axelsen.

Dengan demikian, maka hanya Jonatahn Christie saja yang menjadi wakil dari Indonesia dalam babak semifinal. Sementara di normor yang lainnya, Indonesia hanya memiliki wakil di Ganda Putra, yakni Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang sama-sama melaju ke babak semifinal dan berkemungkinan akan bertemu di partai final. Sedangkan di ganda putri, Indonesia hanya tersisa Greysia Polii/Apriyani Rahayu serta di nomor ganda campura ada Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Indonesia hanya sudah tidak punya wakil di nomor tunggal putra saja yang semuanya sudah gugur di ronde ke2 dalam Indonesia Masters 2019 ini.

Arsenal Lawan MU: Banyak Kritikan ke Alexis Sanchez?

 

Alexis Sanchez siap tampil membela Manchester United menantang Arsenal di putaran ke empat Piala FA, Sabtu (26/1). Caretaker manajer Setan Merah, Ole Gunnar Solskjaer, mengonfirmasi akan mainkan Sanchez di pertandingan yang akan diselenggarakan di kandang lawan, Stadion Emirates ini.

Permasalahannya, Sanchez ialah bekas pemain Arsenal. Sebelum masuk dengan Setan Merah, Januari tahun kemarin, ia sudah sempat empat musim mengenakan seragam The Gunners.

Buat striker asal Chile itu, ini bisa menjadi laga pertamanya di Stadion Emirates, semenjak tinggalkan London ke arah Old Trafford, Januari tahun kemarin.

Orang juga menyangka Sanchez akan mendapatkan sambutan tidak menyenangkan dari supporter Arsenal. Bukan tidak mungkin ia akan mendapatkan cemooh selama laga.

Akan tetapi, Solskjaer mengakui tidak cemas akan keadaan ini. Ia jsutru yakin, bila Sanchez dicemooh supporter The Gunners, ia malah akan makin menggila. Sanchez semakin akan semakin terpacu untuk membungkam mereka.

“Saya fikir Sanchez malah akan suka bila mendapatkan desakan disana,” tutur Solsjaer di MUTV. “Menjadi pemain, Anda akan makin terpacu untuk tunjukkan potensi Anda sesesungguhnya.”

Sanchez sendiri baru sembuh dari cedera hamstring yang ia alami. Akan tetapi, Solskjaer yakin sang pemain telah siap untuk laga ini.”Ia demikian fenomenal waktu latihan. Mudah-mudahan ia dapat nikmati laga kelak,” tutur Solskajer, yang bekas striker Manchester United.

MU sendiri di pertandingan ini, mengincar kemenangan berturut-turut ke-8 mereka. Selama ini, dibawah bimbingan Solskajer, mereka sudah cetak tujuh kemenangan berturut-turut, enam laga di Liga Inggris, satu di Piala FA.

Dengan tujuh kemenangan berturut-turut ini, Solskjaer sudah sukses pecahkan rekor manajer lengedaris MU, Sir Matt Busby. Sang legenda, “cuma” dapat membawa Setan Merah cetak lima kemenangan berturut-turut di awalnya karirnya di Old Trafford.

Dalam peluang yang sama, Solskjaer pun memberikan pujian pada manajer baru Arsenal, Unai Emery. Ia hadir di awalnya musim ini, menukar Arsene Wenger, yang awal mulanya mengatasi The Gunners lebih dari 20 tahun.

“Memang, akan perlu waktu. Tetapi, saya duga Arsenal sudah memutuskan pas dengan menghadirkan Emery,” tutur Solksjaer.

Ia memberikan,”Dengan strategi, Emery begitu bagus. Ia miliki banyak strategi, hingga susah menebak permainan Arsenal.”