Arsenal harus bisa bermain dengan tanpa Ivan Gazidis

Kebersamaan Ivan Gazidis dengan Arsenal tampaknya sudah berakhir. Maka dengan seorang direktur dari Arsenal akan tampaknya sudah di kabarkan melakukan pembuatan sepakat untuk bergabung dengan AC Milan di waktu yang akan mendatang.

Namun dengan Ivan Gazidis sudah bergabung sama Arsenal sudah cukup lama, dan sehingga pertama kali untuk ke London Utara pada di tahun 2008, namun ia di kabarkan sudah menjadi seorang tangan kanan Arsene Wenger saat berada di Arsenal.

Pada saat berada di musim panas ini, dengan Arsene Wenger harus melakukan pembuatan keputusan dengan Ivan Gazidis yang di kabarkan harus untuk melakukan mulai pertimbangan dengan adanya kepergan dari Londo Utara dalam waktu yang mendekat.

Dengan melakukan kepindahan kepada Ivan Gazidis yang sudah semakin mendekat. Maka dengan adanya seorang di rektur yang sudah di kabarkan sudah sepakat untuk berpindah ke AC Milan di dalam waktu yang mendekat.

Sehingga adanya laporan dari AC Milan memang benar-benar serius untuk membeli sang pemain yang bernama Ivan Gazidis. Karena dengan adanya pasalnya mereka percaya dengan seorang pria kelahiran Afrika Selatan dan sehingga mampu untuk bisa mengatasi dengan adanya masalah keuangan mereka.

Namun sudah di ketahui dengan AC Milan yang sedang tengah mengalami untuk kemasalahan uang yang cukup pelit. Sehingga dengan pemilik mereka juga sudah mengalami dengan kebangkrutan mereka yang sudah terkena dengan adanya sanksi FFP saat berada di musim panas ini.

Ivan Gazidis memang sendiri untuk di kenal menjadi salah satu seorang Direktur keuangan yang sangat cukup baik. Karena dengan Berkat dirinya, masalah keuangan dari Arsenal sangat sehat dalam beberapa tahun terakhir, sehingga dengan pihak dari AC Milan akan percaya dengan seorang sang Direktur bisa untuk menyelesaikan masalah keuangan mereka.

Sebagai dengan kompensasi dari perekrutannya yang dari Arsenal, maka Ivan Gazidis sudah di kabarkan akan mengalami dengan adanya kenaikan gaji yang cukup lumayan signifikan.

Maka dengan adanya laporan, gaji Ivan Gazidis saat di AC Milan sekitar tiga koma enam juta pounds per tahun. Dan sehingga jumlah ini akan naik satu juta pounds setelah ia digaji dengan dua koma enam juta pounds per tahun oleh manajemen Arsenal.

 

Keran Gol Cristiano Ronaldo Mulai Terbuka

Christiano Ronaldo akhirnya mencetak gol untuk Juventus. Ia mencetak gol perdananya pada pekan keempat Liga Italia 2018/19 saat Juventus menjamu tim Sassuolo di Allianz Stadium, Minggu (16/09/2018).

Tak hanya satu, Christiano Ronaldo mencetak dua gol pada laga tersebut. Ia membawa Juventus unggul di menit ke 50 setelah mampu memanfaatkan bek Sassuolo.

Ronaldo kemudian mencetak gol keduanya di menit ke 65 lewat tendangan kaki kiri yang menyusur ke tanah. Sementara itu, Sassuolo hanya dapat membalas lewat tandukan dari Khouma Babacar pada menit ke 90+1. Dan hasilnya Juventus pun menang dengan skor 2-1.

Dalam tiga laga Juventus sebelumnya, Performa Cristiano Ronaldo selalu kurang tajam dan kurang baik. Pemain yang diboyong dari Real Madrid dengan transfer 100 juta atau sekitar Rp 1,7 triliun itu seolah tidak dapat mengeluarkan kemampuannya dalam mencetak gol.

Padahal reputasi Cristiano Ronaldo sebagai penjebol gawang lawan tak perlu untuk diragukan lagi. Sejak musim 2009/10, pemenang lima kali penghargaan Ballon d’Or itu selalu mencetak di atas 25 gol dalam semusim.

Sempat Tegang  

Keputusan Ronaldo untuk meninggalkan Real Madrid dan lebih memilih untuk bergabung denga Juventus pada musim panas 2018 sangatlah mengejutkan bagi banyak pihak. Sebab, sebelumnya pemain yang berjuluk CR7 itu telah dikaitkan dengan mantan klubnya, Manchester United (MU) jika pergi dari Santiago Bernabeu.

Tak diragukan lagi, kepindahan Ronaldo ke tim yang berjulukan Si Nyonya Tua itu menjadi pembicaraan. Tidak hanya itu, sulitnya eks pemain Manchester United (MU) dalam mencatatkan namanya di papan skor pada tiga laga perdana membuat dirinya kian gencar untuk diperbincangkan.

Semua pembicaraan tersebut diakui Christian Ronaldo membuat nya sempat tegas,” Jelas, saya sedikit tegang dengan semua pembicaraan setelah pindah dari Real Madrid dan tidak mencetak gol, jadi ada banyak sekali harapan,” ujarnya.

“Tetapi, saya berterima kasih kepada rekan setim saya yang karena telah mendukung saya. Saya tahu saya bekerja dengan baik dan ini semua hanyalah tergantung pada masalah waktu saja. Saya selalu beradaptasi dengan baik di sepak bola Italia,” lanjut Ronaldo.

Blackburn Tahan Imbang Aston Villa

Tendangan bebas Conor Hourihane di menit ke-93 menyelamatkan satu poin bagi Aston Villa dalam hasil imbang 1-1 melawan Blackburn di Ewood Park seperti Film laris Bradley Dack (76) tampak seperti menyerahkan Villa pada kekalahan beruntun di Kejuaraan saat kembali ke sisi Rovers setelah cedera lutut Tapi pengganti Hourihane melangkah di menit akhir untuk menekuk set-piece-nya di luar David Raya dan menyelamatkan satu poin kemudian Villa tetap di posisi ke-12, satu tempat di atas Blackburn – yang memperpanjang home run tak terkalahkan mereka menjadi 24 pertandingan, yang terlama di sepak bola Inggris senior – dengan kedua belah pihak pada 10 poin dari tujuh pertandingan maka Ini adalah salah satu penampilan Villa yang lebih baik musim ini bahkan sebelum intervensi akhir Hourihane, tetapi Bruce akan berharap poin ini bertindak sebagai batu loncatan untuk peningkatan hasil yang lebih baik meskipun mereka sekarang tidak pernah menang dalam lima pertandingan terakhir mereka di Kejuaraan bahkan Rovers didorong oleh kembalinya mesin kreatif mereka Dack, dan gelandang merasa dirugikan setelah 27 menit ketika wasit Steve Martin mengesampingkan sundulannya dari tendangan bebas Charlie Mulgrew.

Alan Hutton tampaknya telah memainkan dia onside, tetapi Villa sendiri sedang memprotes beberapa saat kemudian ketika Richard Smallwood menangkap pergelangan kaki John McGinn di dalam kotak penalti tetapi seruan hukuman mereka dilambai-lambaikan  dan Orjan Nyland sebelumnya dipaksa menyelamatkan kakinya di garis gawang untuk mencegah Axel Tuanzebe masuk ke gawangnya sendiri, tetapi Villa lah yang menciptakan peluang lebih baik di periode kedua kemudian Tammy Abraham gagal mencapai target dengan sundulannya dari umpan silang Ahmed Elmohamady 10 menit setelah jeda sebelum striker, dengan status pinjaman dari Chelsea, menerima umpan Albert Adomah hanya untuk membelai tendangannya yang melebar lalu Villa telah dihukum karena saat-saat pemborosan mereka setelah Tony Mowbray telah membuat perubahan taktis untuk membendung gelombang ketika umpan silang Mulgrew dijaga hidup-hidup oleh pemain pengganti Ben Brereton sebelum tembakan Danny Graham secara menakjubkan diselipkan kembali oleh Dack Tapi ketika tampaknya Villa sedang menuju kekalahan, Jack Grealish dibundel oleh Harrison Reed dan menaiki Hourihane dari jarak 25 yard untuk mengekang tendangan bebas kaki kiri di sekitar tembok Raya dan rendah ke gawang.

Tony Mowbray: “Apa yang Anda lihat hari ini adalah apa yang kami hasilkan selama berminggu-minggu. Kami mungkin bukan tim sepakbola terbaik di dunia, tetapi kami memiliki hati yang besar dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan dari pihak oposisi. Saya merasakannya di ruang ganti sehingga Anda harus mengatakan itu adalah serangan yang brilian tetapi dindingnya tidak tepat. Kita bisa memiliki dua orang lagi di ujungnya. Saya bahkan tidak yakin apakah itu pelanggaran, jujur, tapi itu adalah upaya luar biasa dari tim sedangkan Steve Bruce: “Saya pikir kami pantas menyamakan kedudukan. Saya pikir kami memiliki penalti yang menyolok dan menghantam. Itu mengubah permainan, gol mengubah permainan. Itu akan menjadi keras jika kami dihajar bahkan Hourihane baru saja mengingatkan semua orang tentang apa tendangan bebas yang bagus dia karena Saya didorong oleh penampilan Tammy Abraham, tapi itu akan memakan waktu. Kami sudah praktis membangun tim lagi yang akan menjadi sulit dan mendapat equalizer lain yang terlambat sekarang tiga dari tujuh pertandingan, sehingga menunjukkan ada ketahanan di pihak kami.

Hasil Pertandingan GoJek Liga 1 Indonesia 16 September: Sriwijaya FC 3-3 Persebaya Surabaya

Laga sengit tersaji pada lanjutan dipekan ke 22 GoJek Liga 1 yang mempertemukan Sriwijaya FC dengan menjamu Persebaya yang berakhir dengan hasil imbang. Berlaga di Stadion Jakabaring, Palembang, pada hari Minggu (16/09) malam wib, kedua tim tampil sangat kuat dengan skor 3-3.

Kedua tim harus berbagi satu angka dengan masing masin tim mencetak tiga gol. Tiga gol dari Sriwijaya FC dicetak oleh Esteban Vizcarra, Manuchekhr Dzhalilov, serta Alberto Goncalves. Sementara gol dari tim tamu sendiri disumbangkan lewat aksi OK John dan dua gol dari David Da Silva. Dengan hasil ini membuat Sriwijaya tertahan di peringkat ke 11 dengan 27 poin, sementara Persebaya yang mengumpulkan 26 poin berada di peringkat 13.

Di babak pertama, kedua tim langsung tampil menyerang dengan intensitas serangan yang cukup tinggi. Bahkan saat laga baru berjalan tiga menit, sang tamu sudah mampu menggetarkan gawang Sriwijaya FC. Berawal dari kesalahan Goran Ganchev dalam mengantisipasi datangnya bola, David Da Silva yang merebut bola dan berhadapan dengan kiper Teja Paku Alam sukses menceploskan bola ke dalam gawang dengan baik. Skor pun berubah menjadi 1-0.

Tertinggal gol cepat, Sriwijaya FC berupaya untuk merespons dengan mengurung pertahanan dari sang tamu. Peluang hadir pada menit ke 11, dimana sebuah umpan tendangan bebas Yoo Hyun Koo ini disambar Goran Ganchev dengan tandukkan kepalanya, namun bola masih dapat ditangkap dengan baik oleh kiper Miswar Saputra.

Usaha dari tuan rumah yang terus tampil dengan intensitas serangan yang tinggi akhirnya menemui hasil saat laga memasuki menit ke 20. Mendapatkan bola kiriman pendek dari Yoo Hyun Koo, Esteban Vizcarra yang mendapatkan ruang tembak langsung melepaskan sepakan akurat dari luar kotak penalti yang tak bisa dijangkau oleh Miswar, sehingga skor pun kembali menjadi imbang 1-1.

Namun, tak butuh waktu lama bagi Persebaya untuk kembali memimpin lewat gol dari Onoroinde Kughebe John (OK John) dua menit berselang. Menyambut umpan lambung dari Misbakus Solikin dari sisi kiri serangan, OK John melakukan aksi overlap dengan tandukan kepalanya yang meluncur akurat ke sisi kiri gawang tanpa mampu dibendung oleh kiper Teja, skor kembali berubah menjadi 1-2.

Tim Bajul Ijo yang kembali berhasil memimpin laga, melakukan pergantian awal. Robertino Pugliara yang tampil kurang baik di sepanjang babak pertama ini ditarik ke luar lapangan dan digantikan oleh Rendi Irwan. Alhasil, agresivitas serangan sang tamu sedikit menurun. Skor 1-2 ini pun bertahan hingga jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, Persebaya kembali tampil menggebrak dan menusuk ke pertahanan tuan rumah. Alhasil, mereka semakin menjauh lewat gol kedua dari Da Silva dari pada menit ke 52. Usai menerima umpan terobosan dari Osvaldo Haay, Da Silva yang lepas dari kawalan ini melepaskan tembakan dari dalam kotak pinalti yang tak mampu diantisipasi oleh kiper Teja dan skor pun berubah menjadi 1-3.

Satu menit berselang, tuan rumah berhasil membalas gol tersebut lewat Manuchekhr Dzhalilov. Sebuah umpan sepak pojok dilanjutkan Goran Ganchev dengan umpan sundulan yang disambar Dzalilov dengan tembakan lob yang membuat kiper Miswar mati langkah, skor 2-3.

Tepat pada menit ke 62, tuan rumah kembali sukses mencetak gol lewat Alberto Goncalves untuk menyamakan skor menjadi 3-3. Berawal dari umpan terobosan Dzhalilov, Beto lantas sempat mengecoh kiper Miswar dengan tendangan keras yang masuk ke dalam gawang. Tidak ada gol tambahan lagi yang terjadi, skor 3-3 ini pun menjadi hasil akhir pada laga tersebut.

Hasil Pertandingan Serie A Italia 16 September: Juventus 2-1 Sassuolo

Dalam laga lanjutan Liga Italia Serie A di pekan ke 4, Cristiano Ronaldo akhirnya mampu mencetak gol perdana dan kedua saat menghadapi Sassuolo. Pada laga yang digelar di Allianz Stadium Turin pada hari Minggu (16/09) malam wib, Juventus menang dengan skor 2-1 atas sang tamu.

Di babak pertama, tuan rumah sudah bermain agresif sejak menit pertama dimulai. Juve langsung tampil menekan pertahanan Sassuolo, dengan pola serangan dari tengah lapangan. Pada menit ke 6, Ronaldo langsung mengancam dengan tembakan kerasnya dari sudut kotak penalti, namun bola masih bisa digagalkan oleh sang kiper. Empat menit berselang, kiper Andrea Consigli kembali bisa menepis peluang Ronaldo lewat tandukan kepalanya.

Meskipun tampil dengan intensitas serangan yang tinggi dan lebih banyak memiliki peluang, namun Juve belum mampu menghancurkan pertahanan sang tamu yang bermain disiplin. Sassuolo bahkan mampu mengimbangi permainan tuan rumah dengan baik dengan pola bertahan dan mengandalkan kecepatan dari Kevin Prince Boateng, yang bermain sebagai ujung tombak serangan Sassuolo.

Tahu sepertinya buntu, pelatih Massimo Allegri mengubah strategi serangan dengan lebih banyak dibangun dari sayap dengan umpan silang atau tusukan para pemain sayap. Strategi ini juga tampak kurang efektif karena sampai babak pertama usai, skor 0-0 ini tetap bertahan hingga jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, Juventus kembali langsung tampil menggebrak dengan meningkatkan intensitas serangan mereka. Hasilnya, lima menit interval kedua berjalan Juve akhirnya bisa memecahkan kebuntuan laga tepat di menit ke 50. Berawal dari sepak pojok yang dilepaskan oleh Sami Khedira, bola yang masuk kedalam kotak pinalti coba dibuang oleh pemain belakang Sassuolo dengan sundulan. Tapi bola liar justru berhasil disambar Ronaldo dengan tap in mudah, skor pun langsung berubah menjadi 1-0.

Unggul satu gol, Juve langsung tampil dengan mengurung pertahanan tim tamu tersebut. Tepat di menit ke 65, CR7 kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk kedua kalinya di laga ini serta gol kedua untuk Juve. Melalui sebuah serangan balik cepat, Emre Can yang menguasai bola di sisi kanan kemudian mengalirkan bola kepada Roanaldo yang disambarnya dengan tembakan keras tanpa mampu dijangkau oleh kiper Consigli. Skor pun kembali berubah menjadi 2-0.

Cristiano Ronaldo kembali unjuk gigi dan nyaris mencetak hattrick saat laga memasuki menit 77. Setelah mendapatkan umpan silang dari Douglas Costa, CR7 menerima bola dengan sontekannya, namun bola masih melenceng di sisi kanan gawang. Dua menit berselang, Dybala mencoba dengan sepakan kerasnya dari depan kotak pinalti, namun hasilnya masih melambung.

Pada penghujung pertandingan, memasuki menit injury time. Tim tamu Sassuolo sukses mencetak gol untuk memperkecil ketertinggalan mereka lewat Khouma Babacar saat mendapatkan umpan lambung dari Cristian Dell’Orco. Skor pun berubah menjadi 2-1 di menit ke 90+2. Tapi di waktu yang sama, di sisi lain lapangan, Douglas Costa terlihat bentrok dengan Federico Di Francesco, dan mendapatkan kartu kuning dari wasit.

Satu menit berselang, Costa yang awalnya cuma mendapatkan kartu kuning tetapi setelah wasit melihat kamera VAR, terlihat Costa menjatuhkan Di Francesco, menyikutnya, menanduknya dan kemudian meludahi lawan. Wasit pun kemudian memberikan kartu merah. Beberapa saat kemudian laga pun berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Juventus.

Hasil Pertandingan Liga Primer Inggris 15 September: Watford 1-2 Manchester United

Setan Merah akhirnya yang mampu menjadi tim dengan mengakhiri penampilan apik dari Watford di awal musim ini. Watford yang selalu menang dalam empat laga sebelumnya akhirnya mengakui ketangguhan sang tamu dengan skor 2-1 dalam ajang Premier League di pekan kelima yang digelar di Vicarage Road, pada hari Sabtu (15/09) malam WIB.

 

Setan Merah bisa unggul terlebih dahulu lewat dua gol yang dicetak oleh Romelu Lukaku dan Chris Smalling di babak pertama. Tuan rumah baru bisa mencetak satu gol lewat Andre Gray. Dengan hasil ini, Man United naik ke posisi delapan klasemen sementara dengan 9 poin. Sementara Watford turun ke posisi empat dengan 12 poin.

 

Jalannya pertandingan dibabak pertama ini dimulai dengan dominasi United yang langsung tampil menekan ke pertahanan tuan rumah. Pasukan Jose Mourinho ini tampak berupaya untuk secepat mungkin bisa mencetak gol lewat umpan umpan datar dengan intensitas serangan yang tinggi. Beberapa peluang bisa dihasilkan oleh United, namun belum ada yang bisa menghasilkan gol.

 

Setelah beberapa kali percobaan lewat peluang peluang yang didapat, Setan Merah baru bisa mencetak gol pada saat laga memasuki menit 35 lewat gol dari sang striker Romelu Lukaku. Berawal dari umpan tanggung dari Ashley Young yang mengecoh kiper tuan rumah Ben Foster. Lukaku membelokkan bola dengan perutnya didepan gawang yang sudah kosong, skor pun berubah menjadi 0-1.

 

Lima menit berselang, United sudah mampu menambah keunggulan mereka berkat gol dari Chris Smalling tepat dimenit ke 40. Saat mendapatkan umpan sundulan dari Marouane Fellaini, bek asal Inggris itu kemudian mengontrol bola dengan dadanya diakhiri dengan melepaskan tendangan voli yang tak bisa dijangkau oleh Foster. Skor kembali berubah menjadi 0-2 untuk sang tamu.

 

Di sisa laga babak pertama, Watford mencoba untuk keluar dari tekanan dan bermain lebih terbuka untuk mencoba menerobos pertahanan sang tamu. Namun belum ada peluang berbahaya yang didapat, skor 0-2 untuk keunggulan Manchester United bertahan hingga jeda turun minum.

 

Memasuki babak kedua, United mencoba untuk masih tetap tampil menekan. Namun kali ini, mereka mendapatkan perlawanan dari tuan rumah yang bisa bermain dengan baik. Watford yang berusaha keluar dari tekanan bisa mengimbangi permainan dari seran merah.

 

Upaya tuan rumah asuhan Javi Garcia itu pun akhirnya menemui hasil kala Andi Gray mampu memperkecil ketertinggalan di menit ke 65. Berawal dari penampilan individu dari Abdoulaye Doucoure didalam kotak pinalti yang kemudian memberikan umpan tarik kepada Gray yang tak terkawal dan langsung menceploskan bola ke dalam gawang David De Gea. Skor pun berubah menjadi 1-2.

 

Mampu memperkecil keadaan, tuan rumah Watford pun kemudian tampil menjadi lebih percaya diri. Mereka mampu memberikan perlawanan dan bisa menekan daerah pertahanan sang tamu. Pada menit 76, Abdoulaye Doucoure sempat mendapatkan peluang lewat sepakan kerasnya, sayangnya sepakannya masih melebar dari gawang United.

 

United yang terlihat mengendurkan serangan dan mulai bermain bertahan membuat Watford tampil lebih leluasa dalam melakukan serangan. Pada menit 90, Watford sempat mendapat peluang emas melalui tendangan Abdoulaye Doucoure. Namun, De Gea dengan sigap bisa menggagalkannya dengan baik.

 

Di masa Injury time, United harus kehilangan satu pemainnya yakni Nemanja Matic yang mendapatkan kartu kuning kedua alias kartu merah. Meski unggul jumlah pemain, Watford tidak bisa menyamakan kedudukan karena United yang menumpuk pemain di pertahanan. Sampai laga berakhir, Setan Merah berhasil mempertahankan keunggulan dengan meraih kemenangan 1-2.

Munchen Menang 3-1 Atas Leverkusen

Poin penuh kembali didapatkan Bayern Munchen. Munchen berhasil menundukkan perlawanan Bayer Leverkusen dengan skor 3-1 walaupun sempat ketinggalan terlebih dulu.

Bertanding di Allianz Arena pada hari Sabtu (15/9/2018) malam WIB, Leverkusen bisa mengejutkan Munchen lewat gol penalti Wendell pada menit-menit awal paruh pertama. Lantas Corentin Tolisso menyamakan kedudukan sebelum Arjen Robben membuat Munchen berbalik unggul pada babak pertama.

Leverkusen kehilangan Karim Bellarabi yang diusir oleh wasit dari permainan pada akhir babak kedua. Munchen pun memanfaatkan kesempatan ini untuk mencetak gol tambahan lewat James Rodriguez di penghujung pertandingan sekaligus memastikan kemenangan.

Dengan hasil ini, Die Roten mengokohkan dirinya di puncak klasemen Bundesliga dengan nilai 9 poin dari 3 pertandingan, unggul 2 angka atas Borussia Dortmund, Wolfsburg, Borussia Moenchengladbach dan Hertha Berlin di posisi 5 besar. Sementara itu Die Werkself berada di dasar klasemen dengan belum mengoleksi poin.

Jalannya Laga

Leverkusen langsung mendapatkan angin segar ketika laga baru berjalan 2 menit. Hadiah penalti diberikan oleh wasit Tobias Welz setelah Thiago Alcantara dianggap melakukan handball. Wasit sempat meninjau insiden ini menggunakan VAR (Video Assistant Referee). Kevin Volland maju sebagai algojo. Manuel Neuer melakukan 2 penyelamatan gemilang untuk menyelamatkan gawang Munchen. Akan tetapi penalti harus diulang karena wasit masih belum meniup peluitnya saat tendangan dilakukan. Akhirnya Wendell yang menjadi algojo dan berhasil mengirim Neuer ke arah yang salah. Leverkusen pun memimpin 1-0 atas Munchen pada menit ke-5.

Keunggulan Leverkusen cuma bertahan selama 4 menit. Tim tuan rumah berhasil mencetak gol penyeimbang pada menit ke-10 melalui Tolisso. Bermula dari sentuhan Robert Lewandowski, Tolisso menuntaskan bola dengan sepakan dari tengah kotak penalti untuk menyeimbangkan skor menjadi 1-1.

Kurang dari 10 menit kemudian, Munchen berbalik unggul 2-1. Jonathan Tah menyundul bola dengan maksud untuk membuang si kulit bundar dari dalam kotak penalti. Akan tetapi bola malah jatuh ke arah Robben yang langsung melepaskan sepakan voli untuk menaklukkan Lucas Hradecky.

Sampai berakhirnya babak pertama, tidak ada lagi gol yang tercipta dari kedua kesebelasan. Munchen masih unggul 2-1.

Laga di paruh kedua berjalan dengan ketat. Leverkusen tidak mau menyerah dan mencoba mencari gol penyeimbang. Sedangkan Munchen yang mengontrol pertandingan memperoleh kesempatan lewat Robben di menit ke-49. Namun tembakan Robben masih melebar dari sasaran.

Di menit ke-60, Robben kembali mendapatkan peluang, akan tetapi tendangannya yang sudah mengarah ke gawang bisa diselamatkan dengan baik oleh Hradecky.

Di 10 menit akhir pertandingan, upaya Leverkusen untuk mencari gol penyama kedudukan menjadi sulit usai Bellarabi yang baru masuk langsung dikartu merah wasit setelah dianggap dengan sengaja menginjak Rafinha.

Keunggulan dalam jumlah pun bisa dimaksimalkan dengan baik oleh Munchen. Pada menit ke-89, Munchen mencetak gol ketiganya lewat James sehingga skor berubah menjadi 3-1. Dari Robben, Thiago melepaskan umpan cungkilan ke James di dekat tiang gawang. Gelandang internasional Kolombia itu pun menyambut bola dengan sundulan kepala ke arah bawah sebelum masuk ke dalam gawang Leverkusen.

Pada masa injury time, James kembali menggetarkan jala gawang Leverkusen. Namun gol itu dianulir oleh wasit karena James sudah terlebih dulu berada dalam posisi offside. Wasit sempat melihat VAR untuk memastikannya.

Sampai pertandingan berakhir, keunggulan 3-1 Munchen atas Leverkusen tetap bertahan.

Pahami Pola Main He/Tan, Kevin/Marcus Sukses Balas Dendam

Kemenangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon atas He Jiting/Tan Qiang di semifinal Jepang Terbuka 2018 sekaligus membayar lunas kekalahan The Minions di Malaysia Terbuka 2018 lalu.

Pada pertemuan pertama di Malaysia Open 2018, Kevin/Marcus ditaklukkan He/Tan dengan skor 17-21, 11-21. Kevin/Marcus lalu sukses membalas kekalahan itu pada pertemuan kali ini.

Meski menang, tak mudah bagi Kevin/Marcus menumbangkan He Jiting/Tan Qiang. Butuh tiga gim dalam durasi 52 menit untuk bisa memulangkan pasangan wakil China tersebut dengan skor 21-16, 14-21, 21-13.

Di gim kedua, Kevin/Marcus sempat kewalahan menghadapi He/Tan. Pertahanan rapat yang sebelumnya diperlihatkan Kevin/Marcus terus digempur dengan smash keras dan penempatan bola dari He/Tan.

“Kami kurang sabar di gim kedua, padahal lawan tidak mudah dimatikan. Pada gim ketiga, kami mencoba untuk tidak terburu-buru dan kembali ke pola kami,” kata Kevin melalui rilis yang diterima CNNIndonesia.com dari PBSI, Sabtu (15/9).

Marcus menyebut pada pertemuan kali ini ia dan Kevin lebih siap dibanding pertemuan pertama di Malaysia Terbuka. Ia juga mengungkapkan lebih mengerti permainan lawannya itu.

“Di Malaysia Open kami tidak tahu kalau pasangan ini permainannya cepat seperti ini. Sekarang kami sudah mengerti permainan mereka, serangan mereka dari belakang cukup bagus, Tan di depannya juga cepat.”

“Jadi permainan depan dan belakang mereka ini nyambung terus, ini salah satu keunggulan mereka,” ujar Marcus.

Sementara itu jelang laga final melawan dengan Li Junhui/Liu Yuchen, Kevin/Marcus menyebut bakal mempersiapkan diri lebih baik. Kevin/Marcus berpeluang untuk mempertahankan gelar di Jepang Terbuka.

BVB Ambil Sikap Mengenai Rasisme

Borussia Dortmund telah mengambil sikap menentang rasisme di tengah iklim politik yang mengerikan di Jerman dengan menampilkan pesan khusus di baju mereka.

Gejolak politik baru-baru ini di negara itu telah menimbulkan Kebebasan Jauh, yang melihat protes besar yang melibatkan kelompok Nazi yang berlangsung di kota Chemnitz, Jerman timur pada akhir Agustus – di mana ada laporan tentang migran dan jurnalis yang diserang.

Dan Dortmund telah memutuskan untuk menunjukkan solidaritas mereka di belakang kekerasan, dengan menampilkan pesan di baju mereka untuk pertandingan Bundesliga mereka melawan Eintracht Frankfurt yang berbunyi: “Borussia bersatu.” Dan pesan itu dijelaskan oleh BVB dalam sebuah pernyataan di situs resmi mereka.

“ Ini patut dicontoh untuk komitmen Borussia Dortmund terhadap keragaman dan melawan rasisme, anti-Semitisme, homophobia dan diskriminasi dalam bentuk apa pun. Keluarga besar Hitam dan Kuning, mereka yang bertanggung jawab atas klub dan banyak penggemar dan anggota BVB, bersatu di belakangnya. Dengan bangga, kami membuat sikap ini. ”

“ Saya bangga bahwa klub saya melakukan aktivitas melawan diskriminasi secara teratur. Ini terutama penting dalam masa politik yang lebih buruk. ”

Dortmund adalah salah satu dari banyak klub Bundesliga yang mengambil sikap menentang rasisme dalam beberapa bulan terakhir dan para penggemar juga telah memprotes perkembangan di Jerman. Musim lalu, Frankfurt melarang anggota partai Far-Right Alternative fur Deutschland (AfD), dengan presiden klub, Peter Fischer, menyatakan: “Tidak ada seorang pun yang memilih partai, di mana ada kecenderungan rasis dan tidak manusiawi, dapat menjadi anggota kami.”

Selama paruh kedua musim lalu, mereka juga memainkan pertandingan melawan Hoffenheim dengan pesan: “ United Colors of Frankfurt” sebagai pengganti sponsor kaos.

Grup Werder Bremen Ultra, Caillera, siap menyuarakan kekecewaan mereka menjelang paruh kedua pertandingan mereka melawan FC Nurnberg pada hari Minggu dan telah meminta para pendukung untuk “menjadi kreatif dan menulis spanduk – bahkan hanya ‘pendukung Werder melawan rasisme.

 

3 Nomine dengan Prestasi Terburuk Sepanjang Sejarah Persaingan Ballon d’Or

Perhelatan Ballon d’Or selalu menuai atensi luar biasa dari seluruh stakeholder sepak bola sejagad. Tak heran, nama-nama pemenangan bakal mendapat sorotan, baik nantinya bakal mendapat komentar positif maupun negatif.

Tak heran lagi, penghargaaan individu yang bergengsi tersebut menjadi sorotan bagi seluruh pemain, seluruh pemain yang masuk nomine mendapatkan perhatian yang sama rata. Uniknya, sepanjang sejarah nomine Ballon d’Or, ada beberapa kejutan terkait nama pemain yang masih menjadi kandidat, tapi nyari tak memiliki prestasi apapun , terutama sumbangsih bagi klub ataupun negaranya.

Voting Ballon d’Or dilakukan kapten dan pelatih Timnas seluruh negara yang bergabung di FIFA. Suara mereka terakumulasi dengan beberapa jurnalis terpilih di seluruh dunia. Inilah mengapa Ballon d’Or dianggap sebagai puncak pencapaian seorang pemain sepak bola.

Pada 10 tahun terakhir, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo saling berbagi gelar. Pada tahun ini, dominasi kedua pemain bakal pecah. Karna setelah terlihat saat Luka Modric keluar sebagai pemain terbaik versi UEVA. Meski demikian, sepanjang sejarah Ballon d’Or, ada pemain yang tak pernah disangka bisa masuk nominasi tapi bisa menembus daftar kandidat peraih Ballon d’Or. Berikut 3 nominasi tersebut :

1.Asamoah Gyan (2010)

Asamoah Gyan memang tampil heroic saat aksinya tampil untuk Ghana di Piala Dunia 2010. Dia sukses membawa Ghana tampil ke perempat final Piala Dunia 2010.

Namun, Gyan menjadi pemeran protagonist sekaligus antagonis kala itu. Dia menciptakan gold dan membuka peluang tambah gol lewak titik penalti usai Luis Suarez sengaja menahan bola dengan tangan.

Meski begitu, Gyan juga gagal mengekusi penalti ke gawang Uruguay sehingga gagal melaju ke semifinal. Serentetan cerita ini bagaimanapun membawa ia masuk ke dalam nominasi peraih Ballon d’Or 2010.

Saat itu, dia hanya berada di posisi ke 18 , dia juga tidak pernah membawa prestasi apapun di Liga Inggir kala bermain untuk Sunderland.

2.Nani (2011)

Nani memang terkenal cukup sukses di Manchester United (MU) dan Portugal. Dia bahkann dikenal sebagai salah satu winger sukses semasa di MU.

Hal ini pun sukses membawanya secara mengejutkan masuk dalam nominasi peraih Balln d’Or 2011. Kejadian tersebut terjadi setelah Cristiano Ronaldo meninggalkan MU.

Meski tercatat ia telah 50 kali tampil bersama MU kala musim itu, masuknya Nani kedalam nominasi tetap membuat suatu kejutan. Dia pun hanya meraih posisi ke 22 dalam voting Ballon d”Or di tahun itu.

3.Younis Mahmoud (2007)

Masuknya Younis Mahmoud dalam nominasi Ballon d’Or 2007 sangat mengejutkan. Maklum, mantan striker Timnas Irak ini sekalipun tidak pernah bermain di Eropa.

Dia tercatak sebagai pencet gol terbanyak bersama Irak dengan 57 gol selama masa bakti 14 tahun. Ia pensiun bersama Timnas Irak pada 2016 lalu. Pada 2007, Ia meraih prestasi terbaik di kariernya serta mengantarkan Irak menjadi juara Piala Asia 2007.

Saat itu Younis mencetak gol di final Piala Asia, Younis juga meraih sepatu emas dan MVP Piala Asia. Saat voting Ballon d’Or, Younis sempat menempati posisi ke 29 tahun akan tetapi pada tahun tersebut Ballon d’Or diraih oleh Kaka.