Pep Guardiola: Pertama kali saya melihat Messi

Manajer Manchester City yang sekarang telah menjelaskan beberapa detail di balik waktu suksesnya sebagai pelatih Blaugrana. Mantan pelatih Barcelona, ??Pep Guardiola mengatakan bahwa, begitu dia melihat Lionel Messi bermain untuk pertama kalinya, dia tahu klub akan ‘memenangkan segalanya’.

Bos Manchester City yang sekarang memimpin 247 pertandingan di Barcelona, ??memenangkan La Liga tiga kali, Copa del Rey dua kali dan dua Liga Champions, di antara gelar lainnya.

Di bawah pengawasan Guardiola, Messi dicetak ulang sebagai angka sembilan palsu dan mulai menghasilkan beberapa angka terbaik dalam karirnya.

Dalam musim keduanya di bawah Guardiola, pemain Argentina itu menggandakan golnya lebih banyak dari tahun sebelumnya saat ia melaju melalui tahap awal lintasannya menuju menjadi pemain terbaik dalam sejarah Barcelona.

“Saya sudah diberitahu oleh seseorang dari skuad bahwa ada pemain yang sangat bagus di skuad. Mereka mengatakan kepada saya bahwa dia masih sangat muda tetapi mencetak banyak gol dan dia sangat bagus,” kata Guardiola kepada Catalunya Radio. dari kesan awalnya tentang Messi.

“Saya tidak mengenalnya dan suatu hari saya melihat dia dan ayahnya di sebuah toko Nike. Saya melihatnya, dia terlihat kecil dan pemalu dan saya berpikir: “Apakah ini sebagus yang mereka katakan?”

“Kami memulai pra-musim di Skotlandia, kami menang 6-1, 5-0 dan dia akan mencetak tiga gol pertandingan untuk Anda. Saya pikir, dengan dia, kita akan memenangkan segalanya. ”

Guardiola juga memuji budaya skuad yang ia latih di Barcelona, ??berbicara tentang ikatan khusus yang ia miliki dengan grup itu hingga hari ini.

Dia berkata: “Tidak ada banyak waktu untuk, tetapi saya menikmati proses membangun tim; melihat bahwa perubahan yang kami lakukan bekerja dan semuanya mengalir; bagaimana mereka disatukan, kimia, rasa hormat.

“Mereka adalah sekelompok teman yang sering pergi makan malam; kelompok yang tahu bagaimana bergerak maju di saat-saat sulit.

“Semua ini sangat bagus, tetapi pentingnya memimpin klub sebesar Barca berarti Anda tidak punya banyak waktu untuk menikmatinya.

“Hubungan yang kita miliki dengan mereka yang membentuk bagian dari kelompok itu tidak dapat diatasi. Tidak ada kejuaraan atau gelar dunia yang dapat mengimbangi. Kami saling memberi banyak. Tapi ada saat, karena proses alami waktu, yang semuanya berakhir.”

Liverpool Seperti Tidak Ingin Terlalu Cepat

Liverpool mencoba lagi mengejar gelar Liga Inggris, setelah gagal musim lalu. James Milner mengingatkan pentingnya tetap santai. Liverpool memulai musim dengan sangat positif. ‘Si Merah’ memenangkan sembilan dari 10 partai pertama, lalu mencoba dalam satu pertandingan lainnya. Liverpool memperkirakan pihaknya harus fokus pada target memenangkan Liga Primer Inggris. Pendapat itu adalah Legenda Manchester United, Gary Neville. Menurutnya, Liverpool lebih baik menyelesaikan pertandingan Liga Premier dengan kemenangan. The Reds, yang dijuluki Liverpool, baru saja menang 0-0 oleh Everton pada pertandingan Liga Premier pekan ke 29 di Gooddison Park, Minggu (3/3/2019). Hasil imbang tersebut menyebabkan Liverpool gagal menggeser Manchester City di puncak klasemen Liga Premier. Sementara itu, Liverpool juga dihadapkan dengan tugas menaklukkan Bayern Munich di kandangnya, Allianz Arena, di leg kedua Liga Champions 16 besar, Kamis (14/3/2019) dini hari WIB. Di leg pertama di Anfield, The Reds hanya bisa bermain imbang melawan Bayern dengan skor 0-0. Neville menerima Liverpool sehingga mereka tidak terbebani dengan target di Liga Champions sehingga mereka dapat lebih fokus untuk mendapatkan Liga Premier.

“Menerima poin di Liga Premier adalah keuntungan besar. Saya harus berpikir bahwa Liverpool ingin memenangkan Liga Inggris, jadi mereka harus memperbaiki semua yang masih berdiri,” kata Neville. “Saya harus mengatakan ini, bermain melawan Bayern Munich, tetapi kedengarannya seperti hal yang gila,” katanya. “Tentu saja Anda tidak akan kehilangan pertandingan, tetapi itu akan menjadi target bagi Liverpool, sehingga mereka dapat mendukung semua pemain agar tetap fit,” tambah Neville. Neville juga mengatakan bahwa Liverpool perlu mengintip kesempatan untuk mengambil jarak lima atau enam poin dengan saingan terdekat mereka, Manchester City, memainkan pertandingan Piala FA. “City akan memainkan dua pertandingan Piala FA. Liverpool harus mengambil lima atau enam poin di depan, itu akan sangat sulit dilakukan dalam beberapa minggu ke depan,” kata pria yang juga bekerja sebagai pandit. Manchester City masih memiliki pertandingan besar Manchester Derbi melawan Manchester United dan membebaskan Tottenham Hotspur. Sementara itu, Liverpool juga akan memainkan pertandingan melawan Spurs pada akhir Maret dan masih memiliki kesempatan untuk menonton pertandingan perempat final Liga Champions.

Berawal dari itu telah membuat Liverpool memilih 28 poin dan unggul enam angka dari Manchester City di tempat kedua. Meski perjalanan masih panjang, namun perjalanan ini bisa membuat Liverpool kesulitan dalam perburuan gelar. Musim lalu, misalnya, para pemain memilih dengan gugup dari kerumunan di Anfield. Sementara para pemain dapat mengubah suasana di ruang ganti, ada sedikit tambahan yang ditambahkan ke kegugupan para penggemar. Gelandang Liverpool James Milner berharap gelar Liga Champions musim lalu membuat segalanya lebih tenang dan santai. Mereka (penggemar) mulai menjadi sangat gugup pada awal perburuan gelar musim lalu. Itulah pertama kalinya saya mendengar tentang suasana di Anfield. Tetapi tidak ada yang benar-benar mengubah suasana di ruang ganti, “kata Milner seperti dikutip. The Guardian berkata. Anak-anak selalu tenang dan percaya diri, dan Liga Champions mudah membuat orang tenang. Saya harap mereka dapat menikmati perjalanan ini. Tidak perlu “Suka banyak orang yang ingin mendapatkan trofi, perjalanan yang paling Anda inginkan,” tambahnya. Musim lalu Liverpool selesai sebagai runner-up di belakang City. Mengumpulkan 97 poin, anak-anak Merseyside hanya kehilangan satu poin dari saingan mereka.

Inter Milan bermain imbang 2-2 Dengan Parma

Dalam laga giornata ke sembilan pada ajang kompetisi Liga Serie A Italia yang berlangsung hari Sabtu (26/10/2019) malam hari di Giuseppe Meazza,tim tuan rumah Inter Milan yang bermain didepan publiknya sendiri itu pun harus puas dengan jumlah raihan satu poinnya usai hanya bisa bermain imbang 2-2 dengan lawannya Parma. Dimana masing-masing gol yang tercipta didalam laga tadi malam dari tim tuan rumah Inter Milan itu pun dipersembahkan oleh Antonio Candreva dan Romelu Lukaku. Sementara itu dua buah gol balasan dari tim Parma itu pun dipersembahkan oleh Yann Karamoh dan Gervinho.

Dalam jalannya laga pertandingan yang berlangsung pada tadi malam,tim tuan rumah Nerazzurri yang bermain didepan publiknya sendiri itu pun memang menjalani laga yang ketat cukup dan sengit saat berhadapan dengan lawannya Parma. Sebab hal itu pun bisa terlihat dari jalannya permainan yang cukup berimbang diantara tim tuan rumah Nerazzurri dengan tim Parma didalam sepanjang pertandingannya pada babak pertama. Tim tuan rumah Nerazzurri pun akhirnya bisa membuka keunggulannya dan memimpin dengan skor 1-0 terlebih dahulu dimenit 23 pada babak pertama melalui raihan gol dari Antonio Candreva.

Sayangnya keunggulan 1-0 yang baru saja didapatkan oleh tim tuan rumah Nerazzurri tersebut pun bertahan sementara saja,karena berselang tiga menit kemudina tim Parma pun berhasil membalas dan menyamakan kedudukannya menjadi imbang 1-1 melalui raihan gol dari Yann Karamoh. Kedudukan imbang 1-1 yang baru saja didapatkan oleh tim Parma tersebut pun hanya bertahan empat menit saja,sebab dimenit 30 tim Parma pun berhasil membalikkan keadaan mereka menjadi unggul 1-2 melalui raihan gol dari Gervinho. Setelah itu skor 1-2 tersebut pun tetap bertahan dan bahkan tidak lagi berubah hingga akhir pertandingan babak pertama.

Didalam laga babak kedua,tim tuan rumah Inter Milan yang tertinggal 1-2 didalam laga babak pertama itu pun mencoba untuk bisa bermain dengan lebih baik dan lebih impresif lagi agar nantinya mereka pun bisa mengejar ketertinggalannnya tersebut didalam sepanjang pertandingannya pada babak kedua. Apalagi seperti yang kita ketahui bahwa tim Inter Milan pun membutuhkan tambahan poin positifnya agar nantinya mereka pun bisa tetap menjaga jaraknya dengan tim Juventus yang saat ini ada dipuncak klasemen.

Sedangkan dilain sisi tim Parma sendiri pun masih tetap bermain dengan konsisten dari awal mulainya laga babak kedua agar nantinya mereka pun bisa tetap menjaga keunggulannya tersebut didalam sepanjang pertandingannya pada babak kedua. Namun tim Parma pun tampaknya harus kecolongan dikarenakan tim tuan rumah Nerazzurri pun berhasil membalas dan menyamakan kedudukannya menjadi imbang 2-2 disaat laga babak kedua pun baru saja berjalan enam menit melalui raihan gol dari Romelu Lukaku. Setelah itu skor imbang 2-2 yang didapatkan oleh tim tuan rumah Nerazzurri atas tim Parma tersebut pun lantas tidak lagi berubah dan bahkan sama sekali tetap bertahan didalam sepanjang sisa waktu yang ada pada babak kedua.

Dengan demikian jumlah raihan satu poin yang didapatkan oleh tim tuan rumah Nerazzurri pada tadi malam itu pun tentunya masih membuat mereka berada diperingkat kedua pada papan klasemen Liga Serie A Italia dengan jumlah raihan 22 poin. Sedangkan tim Parma yang juga mendapatkan tambahan satu poinnya pada tadi malam itu pun membuat mereka sementara berada diperingkat keenam dengan jumlah raihan 13 poin.

Bayern Munchen akan segera membeli Unai Nunez pada bulan Januari

Bayern Munchen berniat boyong pemain bertahan Athletic Bilbao, Unai Nunez Januari mendatang setelah dua andalan lini belakang mereka ambruk dalam waktu tujuh hari. Pelatih Niko Kovac putuskan untuk mencari pemain bertahan baru, setelah Niklas Sule dan Lucas Hernandez alami cedera di waktu yang hampir bersamaan dan hanya terpaut tujuh hari saja.

Rencananya, tepat di bursa transfer musim dingin Januari mendatang, Bayern akan berupaya datangkan Unai Nunez dari klub La Liga tersebut. Sementara saat ini, Kovac alami dilema dalam pemilihan pemain lini belakangnya, setelah Sule harus absen panjang akibat alami cedera ligamen lutut (anterior cruciate ligament/ACL) melawan Augsburg yang berakhir imbang 2-2 pada Sabtu (19/10) pekan lalu.

Parahnya lagi, Bayern juga kehilangan Lucas Hernandez yang bahkan harus naik meja operasi setelah alami cedera ligamen pergelangan kaki saat ia bermain melawan Olympiacos di Liga Champions pada tengah pekan ini.

Akibat cederanya dua pemain itu, skuad Kovac kini hanya memiliki satu bek tengah yang fit Jerome Boateng meskipun Javi Martinez, Benjamin Pavard dan David Alaba semuanya juga memiliki pengalaman bermain pada peran tersebut.

Meski demikian, Bayern Munchen mungkin masih akan dipaksa untuk melongok bursa transfer Januari 2020 mendatang, di mana Nunez menjadi pemain yang sudah lama mereka pantau perkembangannya.

Pemain berusia 22 tahun itu tampil cukup mengesankan bagi skuad La Liga tersebut, walau ia baru tampil dalam tiga pertandingan skuad utama musim ini. Apalagi, minimnya waktu bermain tersebut tak menghentikan langkah Timnas Spanyol untuk memanggilnya dan memberinya cap pertama pada September lalu.

Nunez pun tampil gemilang bersama La Roja walau ia bermain dari bangku cadangan untuk menggantikan Sergio Ramos di laga melawan Kepulauan Faroe di Kualifikasi Piala Eropa 2020.

Saat ini, kontrak Nunez di San Mames masih berjalan hingga akhir musim musim 2022/23 dan dia diikat dengan klausul pelepasan sebesar 30 juta Euro atau sekitar 478 miliar Rupiah.

Menurut laporan Goal dan SPOX, pembicaraan awal bahkan telah digelar antara Bayern dan perwakilan Nunez, di mana agen Giovanni Branchini yang secara teratur bekerja sebagai mediator transfer untuk De Roten telah lakukan kontak dengan Nunez segera setelah Hernandez alami cedera.

Keputusan akhir tentang apakah Bayern Munchen akan datangkan Nunez, yang sebelumnya telah dikaitkan dengan Arsenal dan Everton, akan diputuskan dalam beberapa pekan mendatang, karena hirarki klub akan lebih dulu menilai kinerja lini belakang darurat skuad Kovac.

Mampu Juara Liga Spanyol Lagi, Atletico?

 

Atletico Madrid sempat memutus dominasi dari Barcelona dan Real Madrid di La Liga Primera musim 2013/2014. Di tahun ini, Atletico mempunyai target untuk bisa kembali menjadi juara.

Los Colchoneros telah berinvestasi besar di bursa transfer musim panas ini. Tim ibukota Spanyol itu baru saja merekrut Joao Felix dengan harga 126 juta euro.

Selain Felix, ada juga Felipe, Hector Herrera, Kieran Trippier, Marcos Llorente dan Mario Hermoso yang didatangkan. Tidak kurang dari 121 juta euro digelontorkan Atletico untuk mendapatkan pemain-pemain ini.

Kehadiran sejumlah pemain ini pun menandai perubahan besar di dalam skuat besutan Diego Simeone. Mereka bakal menggantikan posisi Antoine Griezmann, Diego Godin, Filipe Luis, Gelson Martin, Juanfran, Lucas Hernandez dan Rodri yang dilepas di bursa transfer musim panas ini.

Presiden Atletico, Enrique Cerezo, sangat antusias dengan kesempatan timnya di musim depan. Target-target besar kembali diusung, termasuk memenangkan lagi La Liga Primera.

Atletico sempat memutus dominasi dari Barcelona dan Madrid di musim 2013/2014, namun kemudian puasa lagi di 5 musim beruntun. Pada musim lalu, Atletico menjadi runnerup dan cuma meraih trofi di ajang Piala Super Eropa.

“Selalu, ini adalah waktu yang tepat untuk menjadi juara. Kami selalu mengatakannya sebelum musim bergulir dan lantas segala sesuatunya tidak berjalan sesuai dengan keinginan kami. Akan tetapi saya pikir dengan arah yang sedang dituju oleh tim ini, itu merupakan hal terbaik yang bisa dilakukan Atletico Madrid” kata Cerezo.

“Kami mampu melewati musim yang luar biasa. Apapun itu, tantangan kami selalu sama, yakni untuk memperbaiki hasil dari tahun sebelumnya. Kami sebelumnya berada di posisi 2 liga, bermain bagus di Liga Champions dan juga di Copa Del Rey” lanjut pria berusia 71 tahun itu.

“Pada tahun lalu kami mengawali dengan sebuah kemenangan di Piala Super Eropa di bulan Agustus, namun kali ini kami tidak bertarung untuk gelar apapun sebelum musim dimulai. Akan tetapi perjalanan musim itu amat penting. Anda mesti tau bagaimana caranya bisa berada di setiap pertandingan dan di setiap tahap” demikian Cerezo.

Di dalam 5 musim terakhir, Atletico bisa meraih 3 trofi, yakni Liga Europa, Piala Super Eropa dan Piala Super Spanyol.

Madura Untied Masih Bertanya-tanya Tentang Pasar Kandidat Pemimpin Umum PSSI

 

Bursa calon ketua umum PSSI menghangat. Tetapi, Madura United jadi satu antara pemilik hak suara Kongres PSSI pilih bermanuver dalam senyap.

Madura United mengaku telah mempunyai calon, tetapi masih dirahasiakan. “Calon yang ajak banyak, tetapi Madura United akan mengangkat calonnya sendiri. Madura United sedang mengelus-elus calonnya sendiri,” kata Manager Madura United, Haruna Soemitro, Rabu (24/7/2019).

Beberapa profil mulai terus-terang mengatakan minat menempati bangku Ketua PSSI. Walau sebenarnya, Kongres PSSI untuk pilih tapuk kepemimimpinan baru diadakan pada tahun kedepan.

Satu diantara yang paling santer bermanuver ialah Sekretaris Penting Instansi Ketahanan Nasional (Lemhanas), Mochamad Iriawan. Iwan Bule, panggilan akrab Mochamad Iriawan, sudah berkunjung ke banyak daerah untuk menarik suport.

Satu diantara pemilik suara atau voters PSSI yang menggerakkan Iwan Bule ialah Persib Bandung. Sang manager, Umuh Muchtar, memandang pria berumur 67 tahun itu jadi tokoh yang pas pimpin PSSI.

Tidak hanya Iwan Bule, Rahim Soekasah memulai bergeliat berkampanye untuk jadi ketua umum PSSI. Bekas Manager Tim nasional Indonesia U-23 sudah sempat kumpulkan tokoh sepak bola nasional di rumah tinggalnya pada Mei 2019. Tetapi, bekas Ketua Tubuh Team Nasional (BTN) ini kurang aktif bersosialisasi seperti kompetitornya itu.

Haruna mengungkapkan pilihan Madura United bukan Iwan Bule serta Rahim. Menurut dia, figur itu sudah kenal seluk beluk dunia sepak bola nasional. Haruna kapok PSSI di pimpin oleh profil yang kurang pahami sepak bola Indonesia.

“Ya, pasti. Selain itu. Semestinya kami (voters PSSI) yang memajukan. PSSI biasa sekian tahun dibekukan, usai dibekukan pun tidak optimal. Ini penyebabnya apa? sebab yang kami majukan awalnya bukan aktor sepak bola. Jadi, harusnya yang mengatur PSSI ini yang pahami sepak bola Indonesia serta rekam jejaknya jelas. Madura United ingin mendrong supaya calon kelak itu rekam jejaknya jelas serta jelas,” tambah Haruna.

“Jujur saja. Jika cuma tokoh jenderal atau siapa juga selanjutnya diberi cap ‘oh ini, sudah pernah jadi pembina apa di club internal ini’ itu kan menipu semua. Kami tidak ingin demikian. ‘Kelaminnya’ harus jelas, trek record-nya jelas. Anda dapat memandang siapa.”

Lalu, apa Madura United akan menggerakkan profil lama di sepak bola Indonesia menjadi calon Ketua PSSI? Haruna cuma menyebutkan calon yang maju harus sesuai dengan Statuta PSSI.

“Jika punyai reputasi tentu orang lama. Jelas, minimum lima tahun aktif dibawah PSSI. Dalam statuta, jelas. Orang yang sepanjang lima tahun beruntun. Itu tidak dapat dibohongi. Jangan selanjutnya kelak, ia pembina ini, pembina itu. Jika semacam itu, jangan ingin kita ditipu ,” tambah Haruna.

3 Calon Pengganti Kapten Anyar Manchester City

 

Manchester City jadi team Inggris pertama yang memenangi quadruple domestik pada musim kemarin. Mereka sukses memenangi Community Shield, FA Cup, Carabao Cup serta Premier League. Musim mengagumkan buat scuad bimbingan Pep Guardiola.

Tetapi, keberhasilan itu jadi pesta perpisahan yang prima buat kapten Vincent Kompany. Pemain Belgia itu putuskan tinggalkan club di akhir musim kemarin.

Kepergian Kompany tentunya akan membuat tempat kapten club jadi kosong. Dengan begitu, Josep Guardiola harus temukan figur pemimpin yang baru di team.

Memang tidak gampang untuk cari penerus Kompany jadi kapten team. Karena, Kompany telah sukses mengantar The Citizens mendapatkan keberhasilan besar sepanjang ada di club.

Di bawah ini tiga calon kapten baru Manchester City:

David Silva

Selama saat kepimimpinan Josep Guardiola di Etihad, pemain Spanyol itu adalah deputi buat Kompany serta sekarang pimpin tour pra-musim Manchester City di China.

Ia salah satu dari dua pemain sisa di club, bersama dengan Sergio Aguero, yang sukses mengusung gelar Premier League pada musim 2011-2012.

Silva mempunyai kontrak setahun di club. Dia menginformasikan akan tinggalkan City di akhir musim 2019/20.

Pemain beruisa 33 tahun itu kelihatan kemungkinan besar menjadi kapten juara Premier League itu pada tahun terakhir kalinya di club.

Ini akan memberi waktu yang cukup buat pemain lain seperti Raheem Sterling, Bernardo Silva dan lain-lain untuk bertanggung jawab jadi kapten di waktu depan.

Fernandinho

Fernandinho ialah pemain veteran yang lain di Manchester City yang kontraknya sisa setahun lagi. Fernandinho lebih dari dapat untuk pimpin City pada musim depan.

Pemain berumur 34 tahun itu adalah kapten ke-3 City dibawah kepemimpinan Guardiola sampai musim kemarin. Dia seringkali memegang jadi kapten team waktu Kompany serta Silva mangkir.

Pemain Brasil itu bisa menjadi jalan keluar sesaat yang lain buat City. Karena, Fernandinho benar-benar tidak kemungkinan mendapatkan perpanjangan kontrak pada usianya.

Kehadiran Rodri dari Atletico Madrid dapat juga membuat waktu bermainnya di starting XI City menyusut dibanding dengan musim-musim awalnya. Walau demikian, Fernandinho benar-benar wajar untuk kenakan ban kapten.

Kevin De Bruyne

Calon yang paling sangat mungkin ialah Kevin De Bruyne. Pemain berumur 28 tahun itu dapat isi kekosongan yang dibiarkan oleh rekanan senegaranya untuk tempat kapten pada musim depan.

Bila pemain dari Belgia itu dapat terlepas dari luka, De Bruyne dapat kenakan ban kapten dengan reguler. Ditambah lagi, sang pemain sekarang berstatus jadi pemain favorite fans.

Bekas gelandang Chelsea itu sempat juga mengatakan kemauannya untuk ambil peranan jadi kapten bila dia ditawari peluang. Hal tersebut tunjukkan jika De Bruyne memiliki mentalitas serta sikap yang bagus jadi kapten.

Semua Hal Apapun Tidak Seperti Yang Diharapkan

Steven Gerrard menjanjikan kerja keras Jordan Henderson sebagai kapten Liverpool. Dia menghargai Henderson sebagai panutan bagi pasukan Merah. Henderson berhasil membawa Liverpool ke gelar Liga Champions keenam mereka. Pria Inggris itu memimpin pasukan Juergen Klopp untuk mengalahkan Tottenham Hotspur 2-0 pada pertandingan terakhir, Minggu (6/6/2019) dini hari di Stadion Stadion Wanda Metropolitano. Prestasi ini sekaligus memecah puasa gelar The Reds di ajang Big Ear setelah yang terakhir dilakukan pada 2005. Saat itu, Gerrard mengangkat trofi Liga Champions setelah Liverpool mengalahkan AC Milan di final. Gerrard berhasil membuat prestasinya 14 tahun yang lalu ini berhasil diulangi oleh Henderson. Liverpool juga memuji kerja keras penggantinya dengan Liverpool. Sementara Henderson di awal kepelatihan Brendan Rodgers pada 2012, ia ingin pergi ke Fulham untuk mendapatkan Clint Dempsey.

Liverpool berhasil mendapatkan hasil positif dari pertandingan final Liga Champions 2018-2019. Menghadapi Tottenham Hotspur, pasukan Merah – yang dijuluki Liverpool – mampu menutup musim dengan kemenangan 2-0 atas lawan-lawan mereka. Dalam pertandingan yang digelar di Estadio Wanda Metropolitano, Minggu (6/6/2019) dini hari tadi, Liverpool memang langsung melakukan serangan di awal pertandingan. Selain itu, mereka dapat memenangkan pertandingan kompilasi baru melalui penalti Mohamed Salah. “(Saya setuju) bangga karena Liverpool kembali ke puncak sepakbola Eropa dan terutama bangga pada Jordan karena saya tahu dia kesulitan bekerja,” tulis Gerrard mengutip The Times.

“Saya tahu pengorbanan yang ia lakukan, tekanan dan kritik yang diterimanya. Jika saya harus mengakui seseorang yang saya anggap paling profesional, Jordan akan berada di urutan teratas dalam daftar. Ia tidak memiliki kesalahan dalam cara yang ia izinkan. Beberapa orang tidak melihat hal – hal di belakang layar, latihan di gym, cara dia makan, tetapi dia adalah orang yang merupakan panutan yang luar biasa, “tambahnya. Gerrard meloloskan larangan Liverpool ke Henderson pada 2015 ketika ia memutuskan untuk meninggalkan LA Galaxy. Meski berstatus sebagai kapten Merah, Hendo sebenarnya mengawali musim dengan tidak terlalu bagus. Dia kerap dikecualikan karena persaingan ketat di lini tengah Liverpool. Namun perlahan ia mampu bangkit dan kembali menjadi andalan Klopp. Merenungkan hal ini, Gerrard yakin Henderson dapat terus meningkatkan tekanan yang ada pada dirinya. Ia dapat mendukung konsistensi dalam bermain.

Liverpool Pusing dengan Keputusan FIFA

FIFA memverifikasi jika Piala Dunia Antarklub masih diselenggarakan pada 2019 serta 2020 akan datang. Hal tersebut mereka katakan sesudah menunjuk Qatar jadi tuan-rumah pertandingan itu pada Senin (3/6/2019). Ketetapan itu membuat Liverpool harus siap berangkat ke Qatar untuk merebutkan gelar Piala Dunia Antarklub.
Awalannya, FIFA putuskan untuk merubah format Piala Dunia Antarklub pada Maret kemarin. Format baru itu akan dipertandingkan mulai 2021 hingga kompetisi pada 2019 tidak diselenggarakan.
Format baru Piala Dunia Antarklub akan berisi 24 club dari semua konfederasi. Tetapi, FIFA mendapatkan banyak tentangan dalam gagasannya itu.
Belum mendapatkan jalan keluar yang tentu, FIFA membuat ketetapan baru yakni kembalikan Piala Dunia Antarklub ke format tahunan dengan simpatisan sekitar tujuh club sampai 2020. Kemudian, FIFA akan menetapkan format baru pertandingan pada 2021.
Penunjukan Qatar jadi tuan-rumah Piala Dunia Antarklub ditujukan jadi test moment persiapan Piala Dunia 2022. Menurut FIFA, pertandingan itu akan memberikan keuntungan Qatar untuk dapat memperoleh deskripsi tentang penyelenggaraan kompetisi sekelas Piala Dunia.
Selain itu, Asosiasi Club Sepak Bola Eropa (ECA) mendapatkan suport dari UEFA tentang gagasan mereka untuk memboikot Piala Dunia Antarklub 2021 yang berisi 24 club. Keberatan beberapa klub Eropa karena agenda kompetisi yang akan diselenggarakan pada periode Juni – Juli.
“UEFA mempunyai pandangan yang sama juga dengan ECA berkaitan penyelenggaraan kompetisi pada 2021. Gagasan itu tidak sesuai kenyataan dengan menyertakan 24 club, sedang pada periode itu beberapa pemain sedang nikmati waktu istirahat,” catat penyataan sah UEFA.
Anggota ECA juga membuat pengakuan sah, jika mereka tidak ikuti kompetisi Piala Dunia Antarklub pada 2021 serta akan memperhitungkan untuk turut kompetisi itu kembali sesudah 2024.
Ketetapan FIFA pada Senin tempo hari, membuat Liverpool serta klub-klub yang lain dari beberapa konfederasi harus siap-siap untuk ke arah Qatar di akhir tahun 2019 untuk ikuti kompetisi Piala Dunia Antarklub. Paling tidak, Liverpool yang berstatus jadi juara Liga Champions mempunyai kesempatan untuk meningkatkan koleksi trofri.
Terakhir kali Liverpool tampil di kompetisi itu merupakan pada 2005. Waktu itu, The Reds kalah dari Sao Paulo pada pertandingan final.

Manchester City Melangkah Mantap ke Perempatfinal Usai Gilas Schalke 7-0

 

Manchester City melangkah ke babak perempatfinal Liga Champions dengan mulus. City menggilas Schalke 04 dengan skor akhir 7-0 pada leg II babak 16 besar.

Di dalam laga yang berlangsung di Etihad Stadium pada hari Rabu (13/3/2019) dinihari WIB, City bisa bermain dengan dominan. Ball possession tim tuan rumah berada di angka 67% di dalam data yang dilansir oleh UEFA.

Sergio Aguero mencetak sepasang gol. Sementara itu Leroy Sane, Raheem Sterling, Bernardo Silva, Phil Foden dan Gabriel Jesus masing-masing mencetak satu gol.

Dengan kemenangan ini, The Citizens pun melangkah dengan mulus ke babak perempatfinal Liga Champions. City menang agregat 10-2 atas Die Konigsblauen.

Jalannya Laga

Pada 15 menit awal pertandingan hanya ada satu tembakan yang dilepaskan City. Sterling menusuk dari sebelah kanan dan kemudian melepaskan umpan mendatar ke tengah kotak penalti. Aguero yang mendapatkan bola langsung melepaskan sepakan kaki kanan yang hanya mengenai tiang gawang Schalke.

Hingga 20 menit pertandingan berjalan, City masih menguasai jalannya pertandingan. Tim besutan Josep Guardiola itu mencatatkan ball possession mencapai 66%.

Sundulan Aguero di menit ke-30 sudah mengarah ke gawang. Tapi belum maksimal karena sundulan kepala Aguero masih lemah dan bisa diamankan Ralf Faehrmann.

Dua menit kemudian City mendapatkan hadiah penalti sesudah Bernardo Silva dijatuhkan Jeffrey Bruma di dalam kotak terlarang. Aguero menjadi algojo dan berhasil menceploskan bola ke dalam gawang Schalke. City memimpin 1-0.

Aguero tidak bisa memanfaatkan kesempatan yang didapatnya di menit ke-37. Tembakan Aguero di dalam kotak penalti masih bisa dijinakkan Faehrmann.

Lantas Aguero menggandakan keunggulan City menjadi 2-0 semenit berselang. Umpan tumit Sterling dituntaskan Aguero dengan tembakan yang mengarah ke sela kaki Faehrmann.

City semakin menjauh 3-0 di menit ke-43. Umpan terobosan Oleksandr Zinchenko diselesaikan dengan baik oleh Sane. Kali ini Sane melakukan perayaan setelah menjebol gawang mantan klubnya itu.

Sampai turun minum, tidak ada lagi gol tambahan yang tercipta. City sepertinya sudah mengunci tiket ke babak perempatfinal dengan agregat 6-2.

Memasuki babak kedua, City langsung memberikan ancaman. Sane membuang sebuah peluang di menit ke-51. Bermula dari umpan panjang dari lini belakang, Sane menusuk ke dalam kotak penalti dari sebelah kiri. Tapi tendangan Sane masih melenceng dari gawang tim tamu.

Gol Sane 3 menit kemudian dianulir oleh wasit asal Prancis, Clement Turpin. Sane gagal melepaskan diri dari perangkap offside sebelum melakukan finishing ke dalam gawang Faehrmann.

Di menit ke-57, operan Sane mampu dituntaskan Sterling dengan sepakan first time ke dalam gawang Schalke. Wasit sempat melihat VAR (Video Assistant Referee) untuk mengesahkan gol tersebut. 4-0 untuk City.

City memperbesar keunggulannya menjadi 5-0 di menit ke-71. Umpan Zinchenko bisa diterima Sane di sebelah kiri. Lantas Sane melepaskan umpan yang diselesaikan dengan sempurna oleh Bernardo Silva.

Sane memberikan assist lagi di menit ke-78. Kali ini pemain pengganti, Foden, yang dimanjakan oleh Sane. Foden yang masuk menggantikan David Silva di menit ke-64 itu berhasil mencatatkan namanya di papan skor usai melewati Faehrmann. City pun unggul 6-0.

Jesus melengkapi pesta tujuh gol City di menit ke-84. Tembakan melengkung Jesus masuk ke dalam gawang Schalke tanpa bisa diantisipasi Faehrmann. City 7 Schalke 0.

Pada sisa waktu pertandingan tidak ada lagi gol yang tercipta. City berpesta tujuh gol ke gawang Schalke.