Napoli Unggul 3-1 atas FK Crvena Zvezda

Dalam laga match day kelima pada fase grup C Liga Champions yang berlangsung hari Kamis (29/11/2018) dini hari tadi di San Paolo,tim tuan rumah Napoli yang bermain didepan publiknya sendiri pada dini hari tadi itu pun berhasil mendapatkan kemenangan dan juga raihan tiga poinnya usai menundukkan lawannya FK Crvena Zvezda dengan skor 3-1. Dimana gol-gol kemenangan dari tim tuan rumah Napoli itu pun dipersembahkan oleh Marek Hamsik dan Dries Mertens yang berhasil mengemas dua buah golnya pada dini hari tadi. Sementara itu satu buah gol balasan dari tim FK Crvena Zvezda itu pun dipersembahkan oleh El Fardou Ben Nabouhane.

Dalam jalannya laga pertandingan yang berlangsung pada dini hari tadi,tim tuan rumah Partenopei  yang bermain didepan publiknya sendiri itu pun memang terlihat mendapatkan perlawanan yang ketat dan sengit dari lawannya FK Crvena Zvezda. Akan tetapi tim tuan rumah Partenopei pun berhasil membuka keunggulannya dan memimpin dengan skor 1-0 terlebih dahulu dimenit 11 pada babak pertama melalui gol dari Marek Hamsik. Setelah itu skor 1-0 yang didapatkan oleh tim tuan rumah Partenopei itu pun bertahan lumayan lama didalam sisa waktu yang ada pada babak pertama,dan akhirnya dimenit 33 pada babak pertama,tim tuan rumah Partenopei pun akhirnya bisa lagi menambah keunggulannya menjadi 2-0 melalui gol dari Dries Mertens. Setelah itu skor 2-0 tersebut pun lantas tidak lagi berubah dan bahkan tetap bertahan hingga akhir pertandingan babak pertama.

Memasuki laga babak kedua,tim tuan rumah Napoli yang sudah unggul dengan skor 2-0 didalam laga babak pertama itu pun masih tetap terlihat bermain dengan baik dan impresif dari awal mulainya laga babak kedua. Alhasil dimenit 52 pada babak kedua,tim tuan rumah Napoli pun berhasil menggandakan keunggulannya lagi menjadi 3-0 melalui gol kedua dari Dries Mertens. Meski demikian skor 3-0 tersebut pun hanya bertahan lima menit saja,sebab dimenit 57 pada babak kedua tim FK Crvena Zvezda pun berhasil memperkecil kedudukannya menjadi 3-1 melalui gol dari El Fardou Ben Nabouhane. Setelah itu skor 3-1 tersebut pun lantas tidak lagi berubah dan bahkan tetap bertahan didalam sepanjang sisa waktu yang ada pada babak kedua.

Dengan demikian raihan kemenangan dan juga tambahan tiga poin yang didapatkan oleh tim tuan rumah Partenopei pada dini hari tadi itu pun tentunya membuat mereka kini berada dipuncak klasemen grup C Liga Champions dengan jumlah raihan 9 poin. Sementara itu tim FK Crvena Zvezda yang gagal dalam mendapatkan raihan poin positifnya pada dini hari tadi itu pun tertahan diperingkat keempat dengan jumlah raihan 4 poin.

Hasil Pertandingan Liga Champions Grup B 29 November: PSV Eindhoven 1-2 Barcelona

Kemenangan El Barca di Belanda membuat mereka dipastikan untuk bisa melaju ke babak 16 besar Liga Champions musim ini sebagai juara Grup B, usai mengalahkan PSV Eindhoven dengan skor 1-2 dalam laga matchday 5 yang digelar di Philips Stadion, pada hari Kamis (29/11) dini hari wib.

Lionel Messi dan Gerard Pique sama sama menyumbang satu gol untuk Barca di babak kedua, dan PSV bisa memperkecil ketinggalan berkat satu gol dari Luuk de Jong. Dengan hasil ini, Barcelona kian kokoh di puncak klasemen dengan torehan 13 poin. Sementara PSV masih terpuruk di posisi juru kunci dengan satu poin.

Pada babak pertama, laga ini dimulai dengan gebrakan dari tuan rumah PSV sejak menit pertama laga dimulai. Sayangnya peluang emas yang didapat oleh Gaston Pereiro lewat sepakan kaki kirinya didalam kotak pinalti masih bisa dihadang oleh kiper Marc-Andre Ter Stegen.

PSV kembali membuat peluang dimenit ke 16, kembali melalui peluang Pereiro yang melepaskan sepakan dari depan kotak pinalti Barca saat melakukan serangan balik. Sayangnya sepakan dari sang pemain hanya membentur tiang gawang, bola liar pun dapat diamankan oleh kiper ter Stergen sebelum disambar Hirving Lozano.

Barca baru membalas peluang tersebut lewat Philippe Coutinho di menit ke 35. Menerima umpan sodoran dari Lionel Messi, Coutinho melepaskan sontekan melewati kiper tuan rumah Jeroen Zoet, sayangnya laju bola masih pelan dan bisa dihalau bek PSV, Nick Viergever. Skor 0-0 ini pun bertahan hingga jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, Barcelona yang mendapatkan tekanan di babak pertama ini mencoba meningkatkan efektivitas serangan mereka guna mendominasi permainan. Meski demikian, Barca masih tampak kesulitan hingga belum ada peluang berbahaya yang dihasilkan oleh tim tamu sepanjang 15 menit awal paruh kedua ini.

Terus mengepung pertahanan dari tuan rumah, Barca baru bisa memecahkan kebuntuan laga saat laga memasuki menit ke 61. Berawal dari Messi yang melakukan kerja sama satu dua dengan Ousmane Dembele, La Pulga kemudian melepasskan tembakan dari sudut sempit. Laju bola tak bisa dihentikan oleh kiper Jeroen Zoet dan mengubah skor menjadi 0-1.

Unggul satu gol membuat sang tamu terus melakukan tekanan. Peluang yang serupa saat di babak pertama terjadi lagi di menit ke 65. Dua peluang beruntun dari Philippe Coutinho dan Arturo Vidal yang memanfaatkan kemelut didepan gawang massih bisa digagalkan oleh kiper Zoet, sementara bola liar yang disambar Vidal dapat dihalau olehg bek  Jorrit Hendrix sebelum melewati garis gawang.

Barcelona sukses menambah keunggulan mereka saat laga memasuki menit ke 70. Berawal dari tendangan bebas Messi, Gerrad Pique yang berdiri bebas tanpa kawalan tersebut lantas menyontek bola melewati sang kiper sekaligus mengubah kedudukan menjadi 0-2.

Tertinggal dua gol membuat PSV mencoba bermain terbuka dan menekan pertahanan Barcelona. Alhasil, tuan rumah berhasil memperkecil ketertinggalan mereka saat laga memasuki menit ke 82. Berawal dari umpan silang yang dilepaskan Angelino dari sisi kiri serangan berhasil disambar Luuk De Jong dengan tandukkan kepalanya tanpa mampu dihadang oleh ter Stergen, skor pun berubah menjadi 1-2.

Setelah itu, jual beli serangan terus terjadi diantara dua kubu dengan Barcelona yang tampil lebih menekan. Memasuki menit akhir pertandingan, Malcom memiliki peluang lewat umpan sidirarn dari Ivan Rakitic, sayang sepakanya masih gagal membuahkan hasil. Skor 1-2 untuk kemenangan Barca ini pun menjadi hasil akhir laga ini.

Ajax Tundukkan AEK Athens 2-0 Tanpa Balas

Dalam laga match day kelima pada fase grup E Liga Champions yang berlangsung hari Rabu (28/11/2018) dini hari tadi di Athens Olympic Stadium,tim Ajax yang menjalani laga tandangnya pada dini hari tadi itu pun berhasil membawa pulang raihan kemenangan dan juga raihan tiga poinnya usai menundukkan tim tuan rumah AEK Athens dengan skor 0-2 tanpa balas. Dimana gol-gol kemenangan dari tim Ajax itu pun dipersembahkan oleh Dusan Tadic yang berhasil mengemas dua buah golnya pada dini hari tadi.

Dalam jalannya laga pertandingan yang berlangsung pada dini hari tadi,tim tuan rumah AEK Athens yang bermain didepan publiknya sendiri itu pun memang terlihat memberikan perlawanan yang ketat dan sengit kepada tim Ajax. Sebab hal itu pun bisa terlihat dari jalannya permainan yang cukup berimbang diantara tim tuan rumah AEK Athens dengan tim Ajax didalam sepanjang pertandingannya pada babak pertama. Alhasil hingga akhir pertandingan babak pertama,baik tim tuan rumah AEK Athens dan tim Ajax pun harus puas dengan kedudukan imbang sementara 0-0 yang mereka dapatkan didalam laga babak pertama.

Memasuki laga babak kedua,tim tuan rumah AEK Athens pun masih tetap terlihat memberikan permainan yang ketat dan sengit kepada lawannya tim Ajax dari awal mulainya laga babak kedua. Akan tetapi sayangnya tim tuan rumah AEK Athens pun harus bermain dengan 10 orang dimenit 67 pada babak kedua dikarenakan Marko Livaja diusir dari lapangan pertandingan atas ganjaran kartu kuning kedua yang didapatkannya tersebut. Hanya berselang 1 menit kemudian,tim Ajax pun akhirnya bisa membuka keunggulannya dan memimpin dengan skor 0-1 terlebih dahulu melalui gol hasil tendangan pinalti yang dilakukan oleh Dusan Tadic. Empat menit kemudian,tim Ajax pun berhasil menggandakan keunggulannya menjadi 0-2 melalui gol kedua dari Dusan Tadic. Setelah itu skor 0-2 yang didapatkan oleh tim Ajax itu pun tidak lagi berubah dan tetap bertahan didalam sepanjang sisa waktu yang ada pada babak kedua.

Dengan adanya raihan kemenangan dan juga raihan tiga poin yang didapatkan oleh tim Ajax pada dini hari tadi itu pun tentunya membuat mereka berada diperingkat kedua pada papan klasemen grup E Liga Champions dengan jumlah raihan 11 poin. Sementara itu tim tuan rumah AEK Athens yang gagal dalam mendapatkan raihan poin positifnya pada dini hari tadi itu pun harus tetap berada diperingkat keempat yang hingga saat ini belum mengantongi raihan poin apapun.

Simeone Abaikan Kritik Terhadap Timnya

yakni LaLiga, Copa del Rey dan Liga Champions musim ini, setelah memenangkan Piala Super UEFA setelah kemenangan 4-2 atas Real Madrid pada bulan Agustus, gol telat dari Ousmane Dembele yang membatalkan mereka menang 1-0 atas juara liga Barcelona, ??Minggu lalu, sementara kemenangan melawan Monaco pada Rabu akan menjamin tempat mereka di babak 16 besar Liga Champions Dan Simeone mengakui bahwa mungkin ada sikap yang lebih hormat dari mereka yang menuduh Atletico mengadopsi taktik negatif. “Saya tidak terlalu memikirkannya apakah Atletico dihormati atau tidak, karena saya hanya mencoba mencari solusi untuk dapat bersaing dan terus berada di posisi terbaik di liga primera, Liga Champions dan piala, “Ungkap Diego pada konferensi pers.

“Sepak bola indah karena setiap orang dapat memiliki pendapat dan membuat penilaian tentang apa yang mereka pikirkan dan lihat tentu Saya sangat menghormati dan selalu begitu, terkadang, tidak ada penghormatan untuk kami, tetapi Anda tidak dapat mengubah orang karena setiap orang dapat berpikir apa yang mereka inginkan, Itu seperti politik. ” Diego Costa akan absen dalam pertandingan Monaco dengan masalah cedera kaki dan telah diberitakan dia akan membutuhkan operasi, tetapi Simeone menunggu saran dari staf medis. “Dia berusaha keras dan Dia memiliki rasa sakit di kakinya, ”kata pelatih kepala.

“Departemen medis akan mengevaluasi apa yang terbaik untuk masa depan tapi Saya harap Costa dapat bersama kami untuk waktu yang lama dan dia memberi kami semua yang dia bisa saat dia sehat, Saya tidak bisa membayangka Atletico Madrid tanpa Costa dan Dia tahu apa yang aku pikirkan tentang dia. ” Simeone menambahkan kekecewaannya pada situasi di sekitar final Copa Libertadores antara Boca Juniors dan mantan klubnya River Plate, Leg kedua babak final akan dimainkan pada 8 atau 9 Desember di luar Argentina, setelah pertandingan awalnya ditunda karena penggemar River menyerang bus tim Boca. “Saya merasa sedih, saya sangat suka Argentina dan apa yang terjadi menyakitkan, Sayang sekali kami tidak dapat menunjukkan kepada dunia siapa kami. ”

Hasil Pertandingan Liga Primer Inggris 28 Oktober: Crystal Palace 2-2 Arsenal

Meski sempat berbalik unggul, The Gunners harus puas berbagi angka dengan Crystal Palace pada laga dipekan ke 10 EPL. Bertandang ke Stadion Selhust Park, pada hari Minggu (28/10) malam wib, Arsenal dipaksa bermain imbang dengan skor 2-2.

Dua gol dari tuan rumah dicetak oleh Luka Milivojevic dari titik putih. sementara dua gol balasan dari Arsenal masing masing dicetak oleh Granit Xhaka dan Pierre-Emerick Aubameyang. Dengan tambahan satu poin ini, Crystal Palace masih bercokol diposisi ke 14 klasemen sementara dengan delapan poin. Sementara Arsenal masih bertahan di posisi ke empat dengan 22 poin.

Pada babak pertama, Arsenal bermain dengan cukup mendominasi penguasaan bola sejak awal laga dimulai. Meski demikian tim asuhan Unay Emery ini justru lebih banyak terancam. Crystal Palace yang tampil percaya diri ini berhasil menghadirkan beberapa kemelut didepan gawang tim tamu.

Bahkan tuan rumah mampu memecahkan keunggulan terlebih dahulu saat laga memasuki menit ke 45 lewat titik putih. Berawal dari kemelut di depan gawang, Shkodran Mustafi melanggar Wilfried Zaha sehingga membuat wasit menunjuk titik putih. Luka Milivojevic yang menjadi eksekutor pun sukses membawa tuan rumah unggul 1-0 dan bertahan hingga jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, Arsenal yang tertinggal langsung tampil menekan. Upaya dari The Gunners pun membuahkan hasil saat laga memasuki menit ke 51, Berawal dari pelanggaran di depan kotak pinalti, Granit Xhaka mengeksekusi bola tendangan bebas dengan sempurna tanpa mampu dijangkau oleh kiper Wayne Hennessey. Skor pun berubah menjadi imbang 1-1.

Lima menit berselang, Arsenal bahkan berhasil membalikkan kedudukan. Alexandre Lacazette yang menusuk lewat sisi kanan serangan langsung mengirimkan umpan sodoran yang disambut dengan tembakan Pierre-Emerick Aubameyang dari jarak dekat hingga membaut Arsenal berbalik unggul menjadi 1-2.

Tertinggal satu gol membuat tuan rumah kembali menggencarkan serangan. Beberapa peluang sempapt didapat oleh Crystal Palace. Tekanan dari tuan rumah ini akhirnya kembali membuahkan hasil pada menit ke 82. Dari sayap kiri, Wilfried Zaha melakukan aksi dalam menerobos pertahanan tim tamu. Aksi brilian dari Zaha tersebut memaksa Xhaka melakukan pelanggaran.

Wasit pun untuk kedua kalinya menunjuk titi putih untuk tuan rumah. Luka Milivojevic yang kembali maju menjadi eksekutor ini sukses membuat laga kembali seimbang usai menaklukan kiper Bernd Leno dan membaut kedudukan jadi sama kuat 2-2. Skor imbang ini pun harus bertahan dan menjadi hasil akhir padda laga tersebut.

Chelsea Berhasil Cukur Burnley 4-0

 

Chelsea menang dengan meyakinkan di kandang Burnley. Sempat kerepotan menghadapi perlawanan Burnley, Chelsea akhirnya menang dengan skor telak 4-0.

Melawat ke Turf Moor pada hari Minggu (28/10/2018) malam WIB, Chelsea langsung menghadapi agresifitas Burnley sejak awal. Tim tuan rumah bahkan sempat memberikan ancaman pada awal-awal pertandingan.

Akan tetapi Chelsea perlahan-lahan keluar dari tekanan dan gol Alvaro Morata pada menit ke-22 memudahkan tim tamu menguasai pertandingan. Gol itu cukup untuk membawa Chelsea menutup paruh pertama dalam posisi unggul.

Memasuki paruh kedua, Chelsea mampu mencetak 3 gol tambahan lewat Ross Barkley, Willian dan Ruben Loftus-Cheek di menit ke-57, 62 dan 92.

Dengan kemenangan ini, The Blues masih tidak terkalahkan di 10 pekan awal Premier League musim ini. Chelsea berada di peringkat 2 dengan nilai 24 poin, 2 angka di belakang Liverpool di puncak. Sementara itu The Clarets berada di urutan 15 dengan nilai 8 poin.

Jalannya Laga

Sejak mula, Burnley bermain dengan agresif untuk menekan Chelsea. Tendangan Robbie Brady masih mengenai Antonio Ruediger. Sementara percobaan Johann Gudmundsson mengirim umpan lewat bola mati masih bisa diantisipasi David Luiz.

Chelsea balas menebar ancaman pada menit ke-12. Sesudah beberapa umpan, Barkley menguasai bola dan melepaskan umpan ke dalam kotak penalti yang mengenai kepala Morata. Joe Hart pun menepis si kulit bundar ke atas gawangnya.

Sebuah upaya dari Brady pada menit ke-17 masih melenceng dari gawang Chelsea. Sementara sepakan Willian masih bisa diamankan Hart dengan mudah.

Willian hampir membawa tim tamu memimpin pada menit ke-21. Umpan terobosan Morata membuat Willian terbebas di sebelah kiri dan tinggal menghadapi Hart. Tendangan Willian sudah menaklukkan Hart, akan tetapi bola hanya mengenai tiang gawang.

Semenit kemudian, Chelsea benar-benar unggul 1-0. Umpan N’Golo Kante disepak Barkley ke arah Morata. Lantas Morata menuntaskannya dengan tembakan mendatar untuk menaklukkan Hart.

Sebuah kesempatan dari Morata pada menit ke-38 tidak bisa dituntaskan menjadi gol. Tendangan Morata memanfaatkan umpan Jorginho masih melenceng dari gawang Burnley.

Kans lain dari Morata pada menit ke-41. Umpan terobosan Jorginho menemui Morata di dalam kotak penalti dan dia tinggal berhadapan dengan Hart. Kali ini tendangan Morata bisa dihalau Hart. Paruh pertama pun tuntas dengan keunggulan 1-0 untuk Chelsea.

Tusukan Willian dari sebelah kiri di menit ke-56 diakhiri dengan crossing yang disambar Morata dengan sundulan kepala di muka gawang. Namun sundulan Morata masih melambung.

Semenit berselang, Chelsea menggandakan keunggulannya menjadi 2-0. Lewat serangan cepat, Kante memberikan bola kepada Barkley saat memasuki sepertiga akhir wilayah lawan. Lalu Barkley melepaskan sepakan mendatar dari depan kotak penalti ke sudut kanan bawah gawang tanpa bisa dijangkau Hart.

Chelsea kembali menciptakan gol pada menit ke-62 dan kini unggul 3-0. Willian menerima umpan Barkley dari sebelah kiri, kemudian bergerak memotong ke tengah dan melepaskan tendangan keras ke sudut kanan bawah gawang Burnley. Hart kembali tidak bisa membendung si kulit bundar.

Olivier Giroud nyaris menambah gol buat Chelsea pada menit ke-77 saat menyambar crossing Willian. Akan tetapi upaya Giroud masih bisa dihalau Hart.

Chelsea pada akhirnya benar-benar mampu menciptakan gol keempat. Di menit ke-92, Loftus-Cheek mencetak gol dari dalam kotak penalti. Chelsea pun menutup pertandingan dengan kemenangan besar 4-0 atas Burnley.

Cristiano Ronaldo Tak Ingat Gol Indah ke Gawang Empoli

Bintang Juventus, Cristiano Ronaldo mengaku tak bisa mengingat jelas gol indah yang ia cetak ke gawang Empoli di Stadion Carlo Castellani pada Sabtu (27/10).

Ronaldo jadi pahlawan kemenangan Juventus di markas Empoli. Setelah tertinggal 0-1 di babak pertama, Juventus mampu pulang dengan raihan tiga poin di tangan berkat sepasang gol Ronaldo di babak kedua.

Setelah mencetak gol penyama kedudukan melalui tendangan penalti di menit ke-54, Ronaldo mencetak gol kemenangan di menit ke-70. Gol kedua Ronaldo ini tercipta lewat proses yang indah

Pemain asal Portugal itu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras ke pojok kanan atas gawang Empoli. Menariknya, Ronaldo mengaku tidak terlalu ingat proses gol kedua yang ia ciptakan di laga tersebut.

Saya tak mengingat gol tersebut dengan baik, jadi saya harus menontonnya lagi! Semuanya terjadi dengan sangat cepat, namun yang pasti saya begitu percaya diri dan saya berusaha untuk melepaskan tembakan dengan niat mencetak gol,” kata Ronaldo seperti dikutip dari Football Italia.

Ronaldo mengakui bahwa laga sengit di markas Empoli sudah ia perhitungkan sejak awal.

“Ini adalah sebuah laga yang sangat rumit. Kami tahu bahwa laga ini akan sulit, terutama karena kami baru menjalani laga Liga Champions dan kami sedikit lelah

Kami berusaha tampil konsisten di laga tadi, meningkatkan penguasaan bola, menciptakan lebih banyak peluang setelah jeda dan pada akhirnya mendapatkan sebuah kemenangan yang layak,” ucap pemain asal Portugal ini

Juventus terus menunjukkan performa konsisten di awal musim ini. Sebelum menang lawan Empoli, Juventus juga mampu meraih kemenangan di markas Manchester United.

“Ini adalah minggu yang penting bagi kami. Kami tampil fantastis di Old Trafford dankami juga tampil baik disini ketika laga berjalan sulit,” tutur pemain bernomor punggung tujuh ini

 

 

3 Nomine dengan Prestasi Terburuk Sepanjang Sejarah Persaingan Ballon d’Or

Perhelatan Ballon d’Or selalu menuai atensi luar biasa dari seluruh stakeholder sepak bola sejagad. Tak heran, nama-nama pemenangan bakal mendapat sorotan, baik nantinya bakal mendapat komentar positif maupun negatif.

Tak heran lagi, penghargaaan individu yang bergengsi tersebut menjadi sorotan bagi seluruh pemain, seluruh pemain yang masuk nomine mendapatkan perhatian yang sama rata. Uniknya, sepanjang sejarah nomine Ballon d’Or, ada beberapa kejutan terkait nama pemain yang masih menjadi kandidat, tapi nyari tak memiliki prestasi apapun , terutama sumbangsih bagi klub ataupun negaranya.

Voting Ballon d’Or dilakukan kapten dan pelatih Timnas seluruh negara yang bergabung di FIFA. Suara mereka terakumulasi dengan beberapa jurnalis terpilih di seluruh dunia. Inilah mengapa Ballon d’Or dianggap sebagai puncak pencapaian seorang pemain sepak bola.

Pada 10 tahun terakhir, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo saling berbagi gelar. Pada tahun ini, dominasi kedua pemain bakal pecah. Karna setelah terlihat saat Luka Modric keluar sebagai pemain terbaik versi UEVA. Meski demikian, sepanjang sejarah Ballon d’Or, ada pemain yang tak pernah disangka bisa masuk nominasi tapi bisa menembus daftar kandidat peraih Ballon d’Or. Berikut 3 nominasi tersebut :

1.Asamoah Gyan (2010)

Asamoah Gyan memang tampil heroic saat aksinya tampil untuk Ghana di Piala Dunia 2010. Dia sukses membawa Ghana tampil ke perempat final Piala Dunia 2010.

Namun, Gyan menjadi pemeran protagonist sekaligus antagonis kala itu. Dia menciptakan gold dan membuka peluang tambah gol lewak titik penalti usai Luis Suarez sengaja menahan bola dengan tangan.

Meski begitu, Gyan juga gagal mengekusi penalti ke gawang Uruguay sehingga gagal melaju ke semifinal. Serentetan cerita ini bagaimanapun membawa ia masuk ke dalam nominasi peraih Ballon d’Or 2010.

Saat itu, dia hanya berada di posisi ke 18 , dia juga tidak pernah membawa prestasi apapun di Liga Inggir kala bermain untuk Sunderland.

2.Nani (2011)

Nani memang terkenal cukup sukses di Manchester United (MU) dan Portugal. Dia bahkann dikenal sebagai salah satu winger sukses semasa di MU.

Hal ini pun sukses membawanya secara mengejutkan masuk dalam nominasi peraih Balln d’Or 2011. Kejadian tersebut terjadi setelah Cristiano Ronaldo meninggalkan MU.

Meski tercatat ia telah 50 kali tampil bersama MU kala musim itu, masuknya Nani kedalam nominasi tetap membuat suatu kejutan. Dia pun hanya meraih posisi ke 22 dalam voting Ballon d”Or di tahun itu.

3.Younis Mahmoud (2007)

Masuknya Younis Mahmoud dalam nominasi Ballon d’Or 2007 sangat mengejutkan. Maklum, mantan striker Timnas Irak ini sekalipun tidak pernah bermain di Eropa.

Dia tercatak sebagai pencet gol terbanyak bersama Irak dengan 57 gol selama masa bakti 14 tahun. Ia pensiun bersama Timnas Irak pada 2016 lalu. Pada 2007, Ia meraih prestasi terbaik di kariernya serta mengantarkan Irak menjadi juara Piala Asia 2007.

Saat itu Younis mencetak gol di final Piala Asia, Younis juga meraih sepatu emas dan MVP Piala Asia. Saat voting Ballon d’Or, Younis sempat menempati posisi ke 29 tahun akan tetapi pada tahun tersebut Ballon d’Or diraih oleh Kaka.

Marouane Fellaini dapat memainkan bagian penting di musim Manchester United, menurut Danny Higginbotham

Kekalahan ke Brighton dan Tottenham menumpuk tekanan pada Mourinho dan timnya, tetapi itu berkurang dengan kemenangan di Burnley sesaat sebelum jeda internasional. Fellaini dibawa ke mitra Nemanja Matic di Turf Moor dan Higginbotham, berbicara pada The Debate, menganggap itu sesuatu yang Mourinho akan digunakan maju, mulai melawan Watford pada hari Sabtu. Bukan rahasia bahwa Mourinho menginginkan bek tengah di musim panas dan menurut saya, alasannya adalah mencetak lebih banyak gol, “katanya kepada The Debate. Saya tahu kedengarannya agak aneh tetapi jika dia memiliki bek tengah yang dia inginkan maka akan ada lebih sedikit tanggung jawab pada orang-orang seperti Alexis Sanchez, Jesse Lingard, Marcus Rashford dan Anthony Martial untuk kembali dan melakukan beberapa pekerjaan kotor. Namun, dia hanya tidak mempercayai kemitraan pertahanan pusatnya. Apa yang kami lihat melawan Burnley, dan saya pikir itu sesuatu yang juga akan kita lihat terhadap Watford juga, adalah bahwa dia memiliki dua bek tengah Victor Lindelof dan Chris Smalling dan dia membuat Matic dan Fellaini duduk di depan. Jika Matic salah satu yang berjalan sedikit lebih jauh ke depan.

Sekarang, melawan Brighton dan Tottenham, Lukaku luar biasa terisolasi, “tambahnya. Dia berdiri sendiri dan tidak memiliki dukungan, tetapi apa yang terjadi adalah efek knock-on dari memiliki Fellaini dan Matic di depan dua bek tengah. adalah bahwa Shaw dan Valencia bisa bermain sebagai pemain sayap. Dan karena mereka bermain sebagai pemain sayap dan memberi mereka lebar, dalam 45 menit pertama Sanchez, Lingard dan Lukaku, gerakan mereka tak tertahankan. Itu benar-benar brilian dan itu terjadi karena Anda memiliki kotak pertahanan ini. Fellaini pergi beberapa kali ke posisi belakang kanan. Matic pergi ke sisi kiri dan mereka melindungi dua bek tengah yang memungkinkan pemain lain bermain 10 hingga 15 meter lebih tinggi di atas lapangan dan berkeliling Lukaku.  Higginbotham melanjutkan untuk menjelaskan bahwa Fellaini tidak mendapatkan kredit yang layak ia dapatkan di Old Trafford karena gaya permainannya, tetapi dia berpikir gaya itu bisa sangat berguna bagi Mourinho untuk sisa musim ini.

Mbappe telah mendapatkan bonus dari pihak Prancis dengan senilai tujuh koma satu miliar

Pada saat di tengah pertandingan, klub Prancis yang menjadi juara Piala Dunia pada tahun 2018, ternyata Kylian Mbappe tidak akan pernah lupa dengan masa kecil nya yang sedang merasa dengan kesulitan secara financial. Karena ia telah mendominasi kan USD lima ratus ribu ataupun dengan senilai tujuh koma satu miliar, maka itu dari seluruh pendapatan nya di ajang internasional tersebut.

Kylian Mbappe saat berlatih bermain sepak bola pada sejak kanak-kanak dan dia pada saat itu masih tinggal di keluarga miskin dan hidup dengan pas-pasan, sehingga di kamar Kylian Mbappe tertempel dengan pemain sepak bola idolanya yang bernama Christiano Ronaldo.

Pada saat Kylian Mbappe masih berumur Sembilan belas tahun, Mbappe yang di katakana sebagai salah satu pemain yang termuda saat di gelaran ajang Piala Dunia pada tahun 2018. Dan ia juga telah menghasilkan dengan sekitar nilai tiga ratus dua puluh koma tujuh juta dari setiap pertandingan yang di mainkan selama di dalam ajang Piala Dunia pada tahun 2018. Sehingga dengan jumlah nya masih belum termasuk bonus, dengan sebesar USD tiga ratus lima puluh ribu atau pun dengan sekitaran lima ratus koma tiga miliar karena ia telah berhasil untuk memenagkan final di akhir pekan lalu.

Pada saat Kylian Mbappe masih di PSG, ia telah mendapat kan gaji nya dengan sebesar USD satu koma tujuh juta atapun dua puluh empat koma lima miliar per bulan. Meskipun dengan jumlah USD 500 ribu yang telah di sumbang kan untuk sangat berarti bagi Premies de Cordees, sehingga asosiasi yang telah mengatur untuk ajang olah raga untuk anak-anak penyandang disabilitas.

“Mbappe, dia adalah orang yang hebat. Namun pada saat ada luang, dia akan berbagi kebahagiaan. Dan juga memiliki hubungan yang sangat baik kepada terhadap dengan anak-anak dan selalu memilki kata yang cukup tepat untuk memotivasi mereka.’’ Papar Manajer Premiers de Cordee Sebastian Ruffin.