PESAN TERAKHIR SALA SEBELUM HILANG: PESAWATNYA SEPERTI AKAN HANCUR

Emiliano Sala yang sempat juga mengirim sebuah pesan yang sangat terpenting pada saat suara sesaat sebelum pesawatnya yang ia tumpangi tersebut akan hilang begitu saja. Dan bagaimana pun juga dia yang juga sudah sangat khawatir sekali dengan adany suatu kondisi yang ia tumpangi pesawat sebelum terbang.

Selain dari itu juga pesawat yang telah ia tumpangi sala dengan bersama salah satu orang lainnya yang hilang dari radar ketika ia sedang berada di utara laut Alderney sekitar dengan Les Casquete, peristiwa itu juga sudah terjadi pada hari minggu (20/1/2019) pada pukul 20.23 waktu di prancis. Selain dari itu juga pesawat yang ia tumpangi berjenis Piper PA-46 Malibu yang tesebut terbang dari nantes menuju dengan Cardiff.

Dan setelah di lansir dari Ole.Com sala yang ternyata sempat mengirimkan sebuah pesan suara kepada para rekannya dengan melalui salah satu Whatsapp dengan rekan-rekannya sebelum pesawatnya hilang.

Spontan pada saat Ia menulis sebuah pesan melalui Whatsapp “Halo Teman, bagaimana kabarmu, orang gila? Aku juga sudah benar-benar lelah, aku disini di nantes juga sudah melakukan sangat banyak hal-hal dan itu juga tidak akan pernah berhenti begitu saja melainkan kesibukkan yang lainnya,”ujar sala dalam pesan suara yang ia kirimkan tersebut kepada rekan-rekannya.

“Aku disini, di dalam pesawat yang menurut insting saya ini sepertinya ini akan mengalami suatu kesulitan atau persamasalahan terhadap pesawat yang juga akan hancur, dan aku yang akan pergi ke Cardiff, gila,besok kami juga sudah akan mulai (berada di Cardiff), dan pada di sore hari ini kami akan mulai berlatih atau latihan bersama dengan tim baruku(Cardiff City),”tuturnya.

Pesan tersebut juga telah diyakini bahwa sebuah kiriman dari sala sesaat sebelum dia tinggal landas.

Selain dari itu juga pemain yang berusia 28 tahun ini yang baru saja direkrut oleh Cardiff City dari  Nantes dengan biaya 15 juta poundsterling(Rp 275 Miliar).

 

Gemilang Bersama MU, Pogba Bakal Perbincangkan Kontrak Baru

 

Paul Pogba makin kerasan membela Manchester United. Pogba konon siap untuk mengulas kontrak baru dengan MU. Pada awal Desember 2018 waktu lalu, Paul Pogba marak diberitakan akan geser dari United. Beberapa club dimaksud ingin menyimpan pemain yang membawa Prancis juara Piala Dunia 2018 itu.

Akan tetapi, didepaknya Jose Mourinho dari kursi manajer United membuat keadaan beralih mencolok. Pogba kembali jadi pemain terpenting di MU. Ia kembali jadi pilihan penting serta bermain baik.

Saat mendepak Jose Mourinho, Manchester United menunjuk Ole Gunnar Solskjaer jadi manajer baru. Pria asal Norwegia itu akan bekerja di Old Trafford sampai akhir musim 2018/19. Ia berstatus manajer utang dari Molde.

Nah, kehadiran Solskjaer membawa efek besar dalam karir Pogba. Pemain berumur 25 tahun itu cetak lima gol serta empat assist semenjak dilatih oleh Solskjaer. Pogba tetap jadi pilihan penting serta mendapatkan peranan terpenting di scuad United.

Pogba temukan kembali kebahagiaan diatas lapangan bersama dengan Solskjaer. Ia mengaku suka dengan pendekatan sang manejer berkaitan style bermain MU. Pogba suka sebab United sekarang bermain lebih menyerang.

Menyusul membaiknya keadaan, Pogba dimaksud siap perpanjang kontraknya di MU. Negosiasi akan selekasnya diawali dalam tempo dekat ini.

Paul Pogba kembali bermain di Manchester United pada tahun 2016 yang kemarin. Dihadirkan dari Juventus di harga 105 juta euro, Pogba mempunyai kontrak dengan waktu sampai tahun 2021. Masih tetap tersisa tiga tahun ke depan.

Diambil dari The Sun, Pogba siap-siap untuk buka negosiasi kontrak baru dengan pihak United. Karena, ia sekarang terasa bahagia dengan keadaan yang berlangsung di United.

Akan tetapi, United mesti mempersiapkan dana dalam jumlahnya yang besar bila ingin perpanjang kontrak Pogba. Sekarang ini Pogba terima upah sejumlah 290 ribu pounds pada sebuah minggu. Dalam kontrak baru, Pogba ingin upah selevel dengan Alexis Sanchez yaitu sejumlah 350 ribu pounds tiap-tiap minggu.

Arsenal Berhasil Taklukan Chelsea 2-0

Arsenal kembali lagi kedalam jalur kemenangan didalam kompetisi Liga Inggris. Menjalani pertandingan kandang menghadapi Chelsea, Arsenal memang tampil sebagai sang pemenang diakhir pertandinga d engan hasil 2-0.

Duel antara Arsenal melawan Chelsea sendiri dilangsungkan di Emirates Stadion di hari Minggu tanggal 20 Januari 2019 dini hari WIB tadi. Kemenangan The Gunners berkat dua gol yang diciptakan oleh masing-masingnya satu gol dari Alexandre Lacazette dan juga Laurent Koscielny.

Hasil itu menandatakan kebangkitan Arsenal yang sebelumnya pada pekan lalu mereka sudah dikalahkan oleh West Ham United dengan skor 0-1. Tiga angka yang mereka dapatkan dari Chelsea memang belum mengubah peringkat klasemen sementara Arsenal yang ada diurutan kelima.

Tim yang berasal dari London Utara tersebut sudah mengumpulkan sebanyak 44 angka yang dimana terolehan tersebut sama dengan yang dimiliki oleh Manchester United, namun mereka masih unggul dalam selisih gol. Sementara jarak mereka dengan Chelsea yang ada pada urutan ke empat sekarang ini hanya tertinggal tiga angka saja.

Didalam pertandingan tersebut, Arsenal mampu untuk membuat Chelsea tertekan. Pada saat pertandingan baru berjalan selama empat menit, Arsenal sudah memberikan ancaman melalui Alexandre Lacazette yang memberikan umpan silang kepada Pierre-Emerick Aubameyang yang ada dalam kotak penalti. Namun saya Aubameyang gagal untuk mengontrol bolanya dengan baik dan membuang peluang tersebut.

Arsenal pada akhir berhasil membuka keunggulan mereka disaat menit ke 14. Lacazette lah yang membuat Kepa Arrizabalaga memungut bola dari gawangnya sendiri.

Tiga menit setelahnya Kepa membuat sebuah penyelamatan yang bagus dengan mengagalkan usaha Aubameyang untuk menggandakan keunggulan. Azpilicueta yang kehilangan bola pada sayap kanan membuat Aubameyang menjadi cukup bebas. Namun penyelesaian Aubameyang masih terlalu mudah untuk diredam.

Arenal membuat tekanan lagi pada menit ke 37 melalui Aubameyang yang hampir membuat gol yang spektakuler dengan menyambut umpan silang dari Sead Kolasinac. Tapi tendangna saltonya masih belum bisa mengarah ketarget.

Dua menit setelah itu Arsenal membuat gol kedua mereka. Chelsea tidak berhasil mengamankan tendangan bebas sehingga membuat Sokratis menajdi sangat leluasa untuk mengirimkan umpan silang langsung kedalam kotak penalti yang dimana juga Laurent Koscieny berhasil lolos dari perangkap offside dan langsung menanduk bola kearah gawang.

Setelah memasuki babak kedua, Chelsea mencoba untuk kembali menekan Arsenal lebih awal. Percobaan Chelsea sayangnya berhasil dihadang oleh Koscielny yang melakukan blocking pada daerah tiang dekat. Bola liar langsung jatuh kearah Alonso, namun tembakannya terlalu melebar.

Hingga sejauh ini pertahanan Arsenal sangatlah solid sehingga serangan yang dibuat oleh Chelsea dapat langsung hilangan didaerah sepertiga akhir lapangan.

Arsenal mampu keluar dari tekanan yang diberikan oleh lawan dan membuat sejumlah peluang emas lagi. Pada saat menit ke 64, Arsenal memaksa Kepa untuk melakukan sebuah penyelamatan lagi melalui tendangan bebas yang dieksekuso oleh Aaron Ramsey dalam jarak yang sangat dekat.

Chelsea sudah tidak lagi memiliki banyak waktu dalam laga tersebut. Ross Barkley kemudian berakselerasi melalui sayap kiri lapangan dan mencoba untuk memberikan umpan tarik kepada Olivier Giroud. Akan tetapi penyelesaian mantan penyerang Arsenal tersebut tidaklah sempurna.

Hingga pertandingan berakhir alhasil tidak ada lagi gol yang terjadi dan Arsenal menang dengan skor 2-0.

Untuk laga berikutnya dalam Premier League, Arsenal akan menjamu Cardiff pada tanggal 30 Januari 2019 mendatang. Sementara Chelsea akan bertandang ke markas Bournemouth satu hari setelahnya.

Edy Rahmayadi Benar-Benar Mundur, Terus Exco PSSI Kapan Dirombak?

Keputusan yang diambil oleh Edy Rahmayadi untuk mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI dinilai masih belum cukup untuk membuat Assosiasi Sepakbola Indonesia tersebut menjadi jauh lebih baik. Executive Committee mereka juga dinilai harus dapat dirombak habis-habisan.

Edy memutuskan untuk mundur dari posisinya sebagai ketua umum dalam Kongres Tahunan PSSI yang dilangsungkan di Sofitel, Nusa Dua, Bali pada hari Minggu tanggal 20 Januari 2019 WITA. Dia merasa sudah gagal untuk menjalankan tugasnya sebagai sang pemimpin dari federasi sepakbola di Tanah Air.

Edy memutuskan untuk mudur disaat dunia persepakbolaan Indonseia sekarang ini tengah dilanda banyak sekali masalah. Selain daripada prestasi yang masih belum bagus, dugaan mengenai pengaturan skor juga terjadi didalam kompetisi Liga 2 dan juga Liga 3 turut muncul juga.

Pengamat olahraga senior, yakni Budiarto Shambazy menilai kalau Edy sudah melepaskan tanggung jawabnnya seenak dirinya dengan memilih untuk mundur dari jabatannya sabagai ketua umum. Terlebih lagi masalah dalam sepakbola Indonesia sekarang ini tengah dalam masalah yang sangat besar dan banyak yang harus dibenahi.

“Tentu itu sangat mengejutkan ya, kenapa harus mundur sekaran? Tidak ada rencana, kalau mau ya bagusnya mundur itu dirancang dulu. Akibatnya sekarang ini jadi kurang enak dan terkesan sangat tidak bertanggung jawab, terlebih lagi setelah mundur juga dia (Edy Rahmayadi) langsung pergi dari kongres, saya pikir tidak seperti itu caranya,” katanya.

“Ini tidak dapat dimain-mainkans eperti itu, menggampakan semuanya, meremehkan dan juga main mundur-mundur saja. Tentu ini ada stakeholder dan jadi repot juga. Ada pihak kemenpora yang merupakan perwakilan dari pemerintah, FIFA, Liga dan bahkan masih banyak lagi stakeholder yang lainnya,” lanjutnya.

Untuk sementara ini, posisi ketua umum yang ditinggalkan oleh Edy Rahmayadi yang juga merupakan Gubernur Provinsi Sumatera Utara tersebut ditempati oleh Joko Driyono. Dia naik dari jabatannya sebelumnya ketua umum menjadi sang petugas pelaksana ketua umum.

Budiarto juga menilai kalau pergantian tersebut masih belum cukup, hal tersebut dikarenakan para exco PSSI juga harus bisa dibenahi. Justru yang tuntutannya yang paling kencang adalah hal tersebut.

“Nah itu masalahnya lagi, dengan emberikan posisi kepada waketum, ya tentu harus dipertanyakan lagi kan, waketum juga sudah melanggar Statuta dan harus mencari orang yang jauh lebih tepat untuk sekarang ini sebagai sang pengganti dan harus ada sejumlah pembicaraan mengenai ketua umu, namun tentunya tidak untuk sekarang,” lanjutnya lagi.

“Yang paling tepatnya adalah seluruh Exco harus digantikan. Exco juga ada bayak tuntutan yang harus bisa segera dibenahi, keterwakilannya dari siapa saja, apakah orang yang diana sudah mencukupi atau malah harus menambah lagi dari pihak luar,” lanjutnya.

“Di oraganisasi FIFA saja Exco semuanya sudah dibubarkan, jadinya ya harus menggelar Kongres Luar Biasa yang sangat komprehensif. Jangan hanya ganti dari Edy kemudian menjadi Jokdri terus masalahnya langsung selesai, tidak seperti itu juga,” tutupnya.

Masalah kasus pengaturan skor sendiri bukanlah baru-baru saja didengar. Sebelum tayangan dalam salah satu acara televisi di Indonesia yang membahas tentang pengaturan skor tersebut, sebelumnya juga ada kasus ‘Sepakbola Gajah’ yang membuat nama persepakbolaan di Indonesia kala itu cukup tercoreng. Kejadian tersebut adalah saat pertandingan antara PSIS Semarang dan juga PSS Sleman serta dalam laga Indonesia vs Thailand yang dimana kasusnya baik klub maupun timnas berusaha untuk kalah dari lawannya.

Madrid Menang 2-0 Atas Valencia

Real Madrid menjamu Valencia pada jornada 14 La Liga Primera 2018/2019. Madrid bisa mengatasi Valencia dengan skor akhir 2-0.

Bertanding di Santiago Bernabeu pada hari Minggu (2/12/2018) dinihari WIB, Madrid langsung tancap gas. Karim Benzema berhasil melepaskan tendangan voli setelah menerima crossing Luka Modric pada menit ke-3, akan tetapi bola tembakan penyerang asal Prancis itu melambung.

Serangan Madrid baru membuahkan hasil pada menit ke-8. Daniel Carvajal melepaskan crossing dari sebelah kanan ke muka gawang Valencia. Namun bola malah dibelokkan Daniel Wass ke dalam gawangnya sendiri. Tuan rumah memimpin 1-0.

Madrid menebar ancaman lagi pada menit ke-21 melalui sepakan bebas Gareth Bale. Bola ditendang dengan keras, akan tetapi masih belum membuahkan hasil.

Tim tamu melepaskan 2 tembakan ke arah gawang pada menit ke-27 dan 30 lewat Kevin Gameiro dan Daniel Parejo. Tapi bola masih bisa diantisipasi Thibaut Courtois. Skor 1-0 untuk keunggulan Madrid tetap bertahan sampai jeda pertandingan.

Valencia mengancam gawang Madrid ketika pertandingan babak kedua baru berjalan 5 menit. Gameiro melepaskan sepakan kaki kiri dari dekat, tapi bola masih bisa dijinakkan Courtois.

Pada menit ke-52, giliran Santi Mina yang melepaskan tembakan. Bola mengarah deras, akan tetapi masih belum mengarah ke gawang.

Madrid perlahan-lahan menekan balik. Benzema melakukan ancaman dengan menyundul bola dari dekat pada menit ke-53, tapi masih melenceng dari sasaran.

Berselang semenit, giliran Modric yang melepaskan tendangan dari depan kotak penalti. Bola meluncur dengan deras, akan tetapi masih belum mengarah ke gawang.

Valencia perlahan-lahan bisa mengambil kendali permainan. Serangan cepat dilancarkan, tapi lebih sering gagal sebelum masuk ke dalam kotak penalti Madrid.

Madrid akhirnya menggandakan keunggulannya menjadi 2-0 pada menit ke-83. Carvajal melakukan solo run sesudah menerima bola di sepertiga wilayah sendiri. Dua pemain Valencia tidak bisa menghentikan laju fullback kanan Madrid itu. Bola diberikan kepada Benzema yang langsung mengoper ke Lucas Vazquez. Lantas Vazquez langsung menuntaskan umpan itu ke dalam gawang Neto.

Tidak ada gol tambahan lagi sampai pertandingan tuntas. Madrid pun menutup pertandingan dengan kemenangan 2-0.

Kemenangan ini membawa Los Blancos naik ke peringkat 5 klasemen dengan nilai 23 poin. Madrid tertinggal 3 poin dari Sevilla yang mempunyai 26 poin, tapi belum memainkan pertandingannya. Di sisi lain, Los Che tertahan di urutan 14 dengan nilai 17 poin.

Bos PSG Sebut Jurgen Klopp Hindari Kritik

Thomas Tuchel menyarankan frustrasi pasca pertandingan Jurgen Klopp setelah kekalahan Liverpool atas Paris Saint-Germain adalah taktik pengalihan. Klopp menuduh PSG “tidak sportif” dalam kekalahan 2-1 di Liga Champions, mengatakan para pemain Liverpool, yang mengambil enam kartu kuning, dibuat agar terlihat seperti “tukang daging”.

Kekalahan itu merusak peluang The Reds untuk lolos ke babak 16 besar karena mereka sekarang harus mengalahkan Napoli 1-0 atau dengan dua gol yang jelas dalam pertandingan grup terakhir mereka. Bos PSG Tuchel mengatakan komentar Klopp tentang sportivitas dan wasit mengambil “perhatian dari hasil” di Paris.

“Saya tidak merasa itu masalah besar. Kami memiliki lima menit lembur, kami mengalami banyak pelanggaran – Anda tidak perlu melakukan pelanggaran, ”katanya.

“Saya bahkan tidak ingin membicarakannya karena bagi saya itu bukan subjek. Ketika saya kehilangan pertandingan besar saya marah dan saya berbicara tentang hal-hal hanya untuk mengalihkan perhatian dari hasil. Saya melakukan ini juga tetapi itu bukan masalah saya. Anda harus meminta Jurgen untuk itu dan saya mendengar dia memiliki pendapatnya tentang itu dan itu bagus. Saya berbicara tentang permainan. ”

PSG sekarang menuju ke Red Star Belgrade untuk pertandingan grup terakhir mereka dengan takdir mereka di tangan mereka sendiri.

“Ini adalah kesempatan terakhir kami untuk menunjukkan bahwa kami mampu bersaing dengan tim seperti Liverpool, tim dengan mentalitas luar biasa,” kata Tuchel.

“Semua orang siap untuk saling menderita. Itu perlu melawan Liverpool dan itu adalah langkah besar bagi kami. ”

Liverpool, sementara itu, menghadapi Everton pada Hari Derby pada hari Minggu, langsung di Sky Sports.

Everton hanya kalah sekali di Liga Premier sejak awal Oktober, dan Klopp mengatakan: “Everton melakukan dengan sangat baik di musim ini, mereka adalah piala EFL yang berbeda selama tiga tahun terakhir.

“Kami harus 100 persen dan itu adalah yang sulit, kami tentu tidak boleh meremehkan lawan. Mereka dapat memberi ancaman. “

Santi Solari : Saya Akan Mencoba Mengembalikan Kejayaan Untuk Real Madrid

Bos sementara Real Madrid, Santi Solari, mengatakan skuad Real Madrid putus asa untuk membalikkan nasib klub setelah menjalani pertandingan yang menyedihkan di bawah mantan pelatih Julen Lopetegui.

Los Blancos menderita kekalahan Liga keempat dalam lima pertandingan ketika mereka dibantai 5-1 oleh Barcelona di El Clasico pada hari Minggu, hasil yang menandai berakhirnya masa jabatan Lopetegui di Santiago Bernabeu.

Lopetegui diberhentikan pada hari Senin, dengan pelatih Castilla Solari menyerahkan kontrol sampai seorang pengganti permanen ditemukan.

Mantan gelandang Madrid, yang memenangkan dua gelar liga dan Liga Champions 2001-02 dalam lima tahun di klub, mengambil pelatihan untuk pertama kalinya pada hari Selasa, dan dia mengatakan skuad bertekad untuk kembali ke jalur kemenangan.

“Mereka sedikit terluka,” katanya pada konferensi pers ketika ditanya tentang para pemain. “Tetapi mereka menantikan untuk mengubah situasi ini.

“Ini adalah sekelompok juara, sekelompok pekerja keras yang telah memenangkan banyak hal untuk klub ini. Ini bukan situasi yang paling mudah, tetapi saya melihat mereka dalam mood untuk membalikkan keadaan dan mengubah keadaan.

Dia menambahkan: “Ini adalah momen yang sulit tetapi dalam situasi ini ketika karakter sejati Anda keluar.”

Pria berusia 42 tahun itu diperkirakan tidak akan menjadi penunjukan jangka panjang, dengan Antonio Conte kandidat nomor satu, tetapi Solari berharap untuk mengambil kesempatan untuk mengesankan.

“Saya akan mencoba dan melakukan semua yang saya bisa, ini adalah peluang besar, klub hebat,” tambahnya.

“Saya tidak hanya mengatakan bahwa sebagai pelatih tim utama, saya telah berada di klub ini untuk hal-hal lain. Saya sudah bermain, saya sudah berkeringat untuk klub ini. Madrid lebih besar dari kita semua, aku hanya ingin menjadi bagian dari itu.”

Solari akan mengambil alih bentrokan Copa del Rey hari Rabu dengan Melilla, dan dia memiliki satu tujuan, untuk memenangkan pertandingan pertama.

Dia berkata: “Idenya adalah untuk pergi ke Melilla dan bermain dengan keberanian dan kebanggaan nyata.

“Saya akan mengharapkan kami untuk pergi ke permainan dan memberikan segalanya, dan saya mengharapkan mereka juga. Saya di sini untuk memenangkan pertandingan sepak bola, sesederhana itu.”

Jose Mourinho Bocorkan Target Ambisius Juventus

Manajer dari Manchester United, Jose Mourinho yang mengungkapkan bahwa Juventus tengah mengincar rekor untuk memenangkan gelar Scudetto 10 kali beruntun.

Juventus yang merupakan penguasa Italia pada saat ini dan dalam sejauh ini mereka telah memenangkan tujuh Scudetto secara beruntun. Tiga kemenangan di antaranya di rengkuh di era Antonio Conte. Empat Scudetto berikutnya di dapat saat Bianconeri di tangani oleh Massimiliano Allegri.

Pada musim kali ini, Juventus kembali di unggulkan untuk kembali meraih Scudetto yang ke delapan secara beruntun. Apalagi mereka sekarang memiliki amunisi yang lebih kuat daripada musim lalu, salah satunya berkat kehadiran seorang mantan kapten timnas Portugal, Cristiano Ronaldo.

Tak Cukup Hanya 8

Jose Mourinho yang baru saja membawa Manchester United bermain melawan Juventus di Old Trafford pada Liga Champions. Usai laga, Jose Mourinho sempat berteme dengan Presiden Juventus, Andrea Agnelli.

Pada saat itu, Jose Mourinho mengucapkan salam kepadanya. Ia juga menyebut bahwa tahun ini Juventus pasti akan dapat meraih Scudetto lagi. Namun ternyata Agnelli malah mengatakan jika Bianconeri sebenarnya tengah mengincar 10 gelar juara.

“Di terowongan menuju ruang ganti di stadion kami, saya memberi tahu Presiden Andrea Agnelli bahwa mereka akan dapat memenangkan Scudetto kedelapan berturut turut,” kata Mourinho kepada Tuttosport.

“Ia menjawab itu tidak cukup baginya dan ia ingin menang 10 kali berturut turut. Lalu Saya sangat suka bagaimana Juventus bekerja,” seru Jose Mourinho.

Treble

Manajer asal Portugal ini pun menjagokan Juvetus untuk bisa meraih tiga gelar sekaligus dalam semusim. Sebab ia menilai mereka memiliki modal tim yang sangat kuat dan sangat professional untuk bisa meraih hal tersebut.

“Mereka sudah sangat kuat namun mereka masih tetap mendatangkan empat pemain besar lainnya, seperti dalam diri Cristiano Ronaldo, Bonucci, Emre Can dan Cancelo,” ujarnya.

“Mereka akan meraih Treble dan jika mereka tidak berhasil pada musim kali ini, mereka akan mencoba lagi tahun depan dan seterusnya,” tandasnya.

Unai Emery Tak Senang Dengan Hasil Pertandingan, Namun Puas Dengan Performa Tim

Setelah sempat untuk berbalik unggul, pada akhirnya Arsenal tetap harus puas berbagi angka dengan Crystal Palace setelah ditahan imbang dengan skor 2-2. Unai Emery merasa sangat kecewa sekali dengan hasil yang didapatkan oleh Arsenal dalam pertandingan tersebut, akan tetapi tidak dalam segi performa yang diperlihatkan oleh tim yang dia latih.

Menjalani laga ke markas Selhurst Park di hari Minggu tanggal 28 Oktober 2018 malam hari WIB, Arsenal sejatinya tertinggal terlebih dahulu pada saat babak pertama. Palace berhasil untuk unggul pada saat waktu injury time melalui tendangan penalti yang dieksekusi oleh Luka Millivojec. Penalti tersebut berawal dari Cheikou Kouyate dilanggar oleh Shkodran Mustafi.

Disaat paruh babak kedua, The Gunners mampu untuk membalikan keadaan setelah Pierre-Emerick Aubameyang dan juga Granit Xhaka sukses mencetak gol. Akan tetapi ganjalan Xhaka yang ditujukan kepada Zaha membuat wasit kembali menunjuk titik putih disaat pertandingan hanya tersisa 10 menit saja. Millivojec yang kembali ditunjuk untuk menjadi sang eksekutor berhasil untuk menyelesaikan tugasnya lagi dengan menakluakn Bernd Leno.

Dengan hanya satu poin saja yang didapatkan, Arsenal gagal untuk melanjutkan tren kemenangan yang mereka miliki setelah sebelumnya mampu memenangkan tujuh pertandingan secara beruntun dalam kompetisi Liga Inggris. Emery tidak mau menyalahka Xhaka dikarenakan membuat pelanggaran yang sangat merugikan The Gunners.

“Saya merasa sangat kecewa sekali dengan hasilnya, akan tetapi pekerjaan kami sudah sangat bagus. Kami mendapatkan hasil seri, namun itu tidaklah buruk. Memang benar kalau menang itu jauh lebih baik, namun melihat pertandingan didalam 90 menit, itu merupakan hasil yang pantas kami dapatkan.”

“Dua buah gol penalti dari lawan merupakan aksi yang sulit sekali didalam lini pertahanan. Xhaka bermain dalam posisi kiri meskipun dirinya jauh lebih baik bermain pada posisi tengah. Saya juga tidak akan mengatakan apapun kepadanya karena membuat lawan mendapatkan dua tendangan penalti,” kata Emery lagi.

“Kami sudah sangat kompetitif sekali dalam 90 menit. Kami hanya perlu sebuah keseimbangan saja dan juga setelahnya 1-2 dan kami berada didalam hasil yang sangat bagus. Saya juga tahu kalau kami perlu untuk mencetak gol untuk bisa tetap tenang,” tutup pelatih yang sebelumnya pernah memperkuat klub Sevilla dan juga Paris Saint-Germain tersebut.

Arsenal sendiri tercatat baru menelan dua kekalahan dan seri 1 kali, sementara sisanya tujuh pertandingan mampu mereka menangkan. Dua kekalahan tersebut mereka dapatkan pada awal musim ini sebelum pada akhirnya memenangkan tujuh pertandingan berikutnya.

Hasil tersebut membuat Arsenal gagal untuk menyalip Manchester City yang berada pada urutan ke 3 klasemen sementara dengan terolehan 23 angka yang dimana mereka baru akan menjalani pekan ke 10 kompetisi Premier League mereka pada tanggal 30 Oktober 2018 dini hari WIB besok.

Manchester City akan menjalani pekan ke 10 mereka menghadapi Tottenham Hotspur yang sekarang ini masih berada pada peringkat ke lima dengan terolehan 21 angka. Andai City memenangkan laga tersebut, maka Arsenal akan kembali tertinggal 4 angka.

Sementara itu, untuk pertandingan yang berikutnya, Arseal akan menjalani pertandingan Piala Liga Inggris yang akan dilangsungkan pada tanggal 1 November 2018 mendatang di Emirates Stadium dengan menghadapi Blackpool. Setelahnya Arsenal juga akan mendapatkan ujian besar yang dimana mereka akan berhadapan dengan sang pemimpin klasemen sementara, Liverpool pada pekan ke 11 kompetisi Premier League pada tanggal 4 November 2018 mendatang.

Klub Belgia Bakal Menyeret Manchester United ke Meja Hijau

Klub asal Belgia, Genk dilaporkan menyeret Manchester United ke meja hijau terkait perekrutan pemain muda Indy Boonen. Setan Merah merekrut Indy Boonen pada tahun 2015 lalu dari Genk. Dimana Saat itu Indy telah sukses membuat pihak United terkesan setelah menjalani trial di Old Trafford.

Pihak Setan Merah kemudian memberikan kontrak yang berdurasi tiga tahun pada pemain asal Belgia tersebut. United memenangkan hak atas perburuan Indy dengan Klub-Klub lain seperti Arsenal dan Manchester City.

Indy sendiri disebut memiliki bakat besar sebagai seorang gelandang. Ia bahkan sempat mendapatkan julukan The Next Adnan Januzaj.

Transfer Indy ke Inggris memang sudah berlalu tiga tahun yang lalu. Namun menurut laporan dari The Sun, Genk masih belum benar-benar tulus untuk melepas sang pemain tersebut.

Mereka belum tulus dikarenakan masalah yang menyangkut biaya perpindahan Indy Boonen ke Inggris. Genk merasa Manchester United masih berutang uang kompensasi akan latihan Indy. Pada bulan Oktober, mereka akan membawa kasus tersebut ke pengadilan Arbitrase.

Frustrasi

Indy sendiri telah mengalami masa-masa yang suram selama berada di Old Trafford. Dalam waktu tiga tahun lebih di Manchester United (MU), ia sama sekali tidak pernah bisa untuk menembus tim utama.

Alhasil, pada musim panas kemarin ia memutuskan untuk menolak tawaran kontrak dari Manchester United (MU) tersebut. Ia pun kembali memilih untuk hengkang ke klub KV Oostende dan bermain di bawah asuhan mantan pelatihnya dahulu yaitu Gert Verheyen.

“Saya Bisa menandatangani kontrak tiga tahun dengan United tetapi saya ingin waktu bermain,” pungkasnya kepada MEN Sport saat ditanya alasannya hengkang dari United tersebut.

“Saya sebelumnya bekerja dengan para pelatih dari tim U-19 di tim nasional belgia dan ia adalah pelatih tim pertama saya untuk sekarang ini. Kami memiliki sebuah percakapan yang cukup bagus dan saya piker saya akan memiliki banyak sekali peluang untuk bermain.” Kata Indy.

“Agak sulit untuk pergi tetapi setelah musim lalu bersama Ricky (sbragia), kadang-kadang ia tidak memainkan saya. Dan itu membuat saya sedikit frustrasi.”ucap Indy kembali.