Klub Belgia Bakal Menyeret Manchester United ke Meja Hijau

Klub asal Belgia, Genk dilaporkan menyeret Manchester United ke meja hijau terkait perekrutan pemain muda Indy Boonen. Setan Merah merekrut Indy Boonen pada tahun 2015 lalu dari Genk. Dimana Saat itu Indy telah sukses membuat pihak United terkesan setelah menjalani trial di Old Trafford.

Pihak Setan Merah kemudian memberikan kontrak yang berdurasi tiga tahun pada pemain asal Belgia tersebut. United memenangkan hak atas perburuan Indy dengan Klub-Klub lain seperti Arsenal dan Manchester City.

Indy sendiri disebut memiliki bakat besar sebagai seorang gelandang. Ia bahkan sempat mendapatkan julukan The Next Adnan Januzaj.

Transfer Indy ke Inggris memang sudah berlalu tiga tahun yang lalu. Namun menurut laporan dari The Sun, Genk masih belum benar-benar tulus untuk melepas sang pemain tersebut.

Mereka belum tulus dikarenakan masalah yang menyangkut biaya perpindahan Indy Boonen ke Inggris. Genk merasa Manchester United masih berutang uang kompensasi akan latihan Indy. Pada bulan Oktober, mereka akan membawa kasus tersebut ke pengadilan Arbitrase.

Frustrasi

Indy sendiri telah mengalami masa-masa yang suram selama berada di Old Trafford. Dalam waktu tiga tahun lebih di Manchester United (MU), ia sama sekali tidak pernah bisa untuk menembus tim utama.

Alhasil, pada musim panas kemarin ia memutuskan untuk menolak tawaran kontrak dari Manchester United (MU) tersebut. Ia pun kembali memilih untuk hengkang ke klub KV Oostende dan bermain di bawah asuhan mantan pelatihnya dahulu yaitu Gert Verheyen.

“Saya Bisa menandatangani kontrak tiga tahun dengan United tetapi saya ingin waktu bermain,” pungkasnya kepada MEN Sport saat ditanya alasannya hengkang dari United tersebut.

“Saya sebelumnya bekerja dengan para pelatih dari tim U-19 di tim nasional belgia dan ia adalah pelatih tim pertama saya untuk sekarang ini. Kami memiliki sebuah percakapan yang cukup bagus dan saya piker saya akan memiliki banyak sekali peluang untuk bermain.” Kata Indy.

“Agak sulit untuk pergi tetapi setelah musim lalu bersama Ricky (sbragia), kadang-kadang ia tidak memainkan saya. Dan itu membuat saya sedikit frustrasi.”ucap Indy kembali.

Jika Ditunjuk Tangani MU, Zidane kabarnya Incar Empat Pemain Top Ini

Zinedine Zidane menjadi sosok yang dirumorkan akan berpeluang untuk menggantukan Jose Mourinho di Manchester United. Zidane bahkan disebut sebut sudah menyiapkan daftar pemain incarannya.

Masa depan Mourinho belakangan sudah dispekulasikan. Sejak pramusim, Manchester United (MU) sendiri telah diselimuti atmosfer negative menyusul bursa transfer yang tak memuaskan tersebut.

Mourinho telah gagal untuk mendapatkan sejumlah pemain, termasuk bek top yang diinginkan. Hal inin lantas berujung ke kabar hubungannya yang memanas denga Chief Executive MU, Ed Woodward.

Belum lagi soal rumor ketidakakurannya dengan Paul Pogba. Pogba sempat menyiratkan kode-kode, bahwa untuk bermain maksimal membutuhkan suasana hati yang senang dan nyaman.

MU sendiri telah mengawali musim dengan kurang apik. ‘Setan Merah’ sudah dua kali kalah dari empat laga yang mereka mainkan, dan menjadikan mereka tertahan di posisi 10 dengan enam poin hasil dari dua kemenangan.

Serangkaian momen ini telah membuat Mourinho dirumorkan dalam keadaan posisi yang sangat berbahaya. Mengingat kembali saat ini ada Zinedine Zidane yang tengah menganggur usai meninggalkan Madrid, Mu telah disebut-sebutkan untuk membuka opsi merekrut pria Prancis tersebut.

Zidane sendiri malah dilaporkan telah menganalisis MU dan telah menyiapkan serangkaian daftar pemain yang dibutuhkannya. Setidaknya ada empat pemain top yang telah masuk oleh daftarnya.

Keempat pemain tersebut merupakan mantan anak asuhnya di Madrid, Toni Kross, lalu dua gelandang Bayern Munich, James Rodriguez dan Thiago Alcantara, serta striker Paris Saint Germain (PSG) Edinson Cavani.

Kroos, Rodriguez, Thiago bisa membuat permainan Manchester United (MU) menjadi lebih kreatif, mengingat ketiganya relatif punya kemampuan sebagai seorang pengatur serangan. Sementara Cavani sendiri bisa menjadi suatu opsi sekaligus competitor untuk Romelu Lukaku di lini serang.

Sekedar Info tambahan

Timnas Prancis Bukanlah Alasan Zinedine Zidane Tinggalkan Madrid

Alasan utama Zinedine Zidane hengkang dari Real Madrid masih terus dispekulasikan . Terakhir kali, Ia dikabarkan memutus kontraknya bersama El Real lantaran ingin melatih timnas Prancis

Ketika ditanyakan mengenai apakah Zidane mengambil keputusan mundur sebagai pelatih Madrid karena ingin melatih Timnas Prancis, Zidane melontarkan bantahan.

“Yang paling penting adalah saya ingin mendukung timnas Pranis Saya hanya tidak ingin berhenti karena ingin membawa timnas Prancis meuju kemenangan.

“Saya berada di belangan  Timnas Prancis. Kami ingin membawa kembali gelar kedua di Piala Dunia,” lanjutnya.

Mengenal Naomi Osaka, Petenis Jepang Pertama Peraih Grand Slam

Petenis wanita Jepang, Naomi Osaka, membuat kejutan setelah menjuarai Grand Slam US Open (Amerika Serikat Terbuka) tahun 2018, Naomi menjadi petenis pertama jepang yang menjadi juara Grand Slam.

Naomi memulai perjalanan saat menghadapi Laura Siegemund dari jerman. Berstatus unggulan ke-20, petenis yang berusia 20 tahun itu menyudahi perlawanan Laura dengan dua set langsung, 6-3 dan 6-2.

Pada putaran kedua, Naomi tidak mengeluarkan banyak keringat ketika menghentikan langkah petenis Israel,Julia Glushko, 6-0 dan 6-0. Pada dua babak selanjutnya, Naomi mengalahkan dua wakil Belarusia, Aliaksandra Sasnovich dan Aryna Sabalenka.

Keberuntungan memang mengaungi Naomi selama berkiprah di US Open 2018. Pada perempat Final, Naomi pun menjadi satu-satunya petenis yang tidak berhadapan dengan pemain unggulan. Dia menghadapi Lesia Tsurenko dari Ukraina dan menang dua set langsung, 6-1 dan 6-1.

Tantangan terberat baru menghadap Naomi pada semifinal. Naomi berhadapan dengan petenis tuan rumah, Madison Keys, pada tahun lalu, Madison merupakan finalis yang dikalahkan  Sloane Stephens. Meski demikia, Naomi dengan penuh rasa percaya diri mampu untuk tampil maksimal. Dia meraih tiket ke final melalui kemenangan dua set langsung, 6-2 dan 6-4.

Di final. Naomi sudah ditunggu petenis wanita terbaik sepanjang masa, Serena Williams. Bak langit dan bumi, Naomi yang belum sekalipun menggenggam tittle bergengsi harus berhadapan dengan idolanya sekaligus peraih 23 gelar Grand Slam.

Meski tidak diunggulkan, Naomi terbukti bisa untuk tampil lebih baik. Tanpa kesulitan naomi menang 6-2 dan 6-4, sekaligus mengangkat trofi Grand Slam pertamanya.

“Saya mengerti para penonton lebih mendukung Serena Williams. Tetapi maaf, semua berakhir seperti ini. Saya ingin berterimakasih kepada para penonton dan penggemar pertandingan ini. Sebuah mimpi bisa untuk bermain melawan Serena di final US Open.”kata Naomi.

Keturunan Jepang-Haiti

Naomi sebenarnya tidak murni berdarah Jepang. Dia hanya mewarisi darah, Jepang dari ibunya, Tamaki Osaka. Sementara itu, ayahnya asli dari Haiti, Leonard Francois.

Irfan Jaya Selalu Melihat Peningkatan Luis Milla Bersama PSSI

Pemain Tim nasional Indonesia, Irfan Jaya, begitu direpotkan dengan jadwal latihan. Akan tetapi, dia belum pernah tinggalkan rutinitas memonitor info perubahan di Tim nasional Indonesia.

Irfan juga ikuti berita masalah pelatih Luis Milla yang diberi kontrak baru oleh PSSI, akan tetapi sampai sekarang kedua pihak belumlah sampai persetujuan. Di lain sisi, ada isu yang mengatakan jika upah pelatih dari Spanyol itu belumlah dibayar saat beberapa minggu.

Irfan mengharap ada kepastian tentang figur yang akan mengatasi Tim nasional Indonesia itu. Ditambah lagi, scuad Garuda akan tampil di Piala AFF 2018 yang mulai berjalan pada November.

“Saya selalu memonitor masalah berita coach Milla. Saya dengar kurun waktu dekat ini Tim nasional akan dipegang oleh coach Bima Sakti serta Danurwindo. Saya selalu memonitor siapa yang akan mengatasi Tim nasional,” kata Irfan pada Bola.com.

Pemain sayap punya Persebaya ini mengakui begitu suka dapat mendapatkan banyak pelajaran dari Luis Milla. Kedua-duanya merajut jalinan kerja waktu saling ada di Tim nasional Indonesia U-23 yang tampil di Asian games 2018.

Beberapa pihak bahkan juga menyebutkan jika Milla adalah figur pelatih yang sukses memoles potensi sang pemain. Irfan sudah sempat tampil jelek di Liga 1 dengan tidak berhasil cetak gol pada tujuh pertandingan awal Persebaya.

Akan tetapi, dia masih sukses memukau Milla serta masuk dalam beberapa nama yang di panggil pemfokusan latihan. Akhirnya, Irfan jadi pemain andalan saat Asian Games 2018 bersama dengan Febri Hariyadi.

“Coach Milla tetap tertarik pada semua pemain. Dia type pelatih yang begitu disiplin, menjadi kami terasa nyaman dilatih oleh dia. Umumnya memang kasih motivasi, mesti perlihatkan apakah maunya coach Milla,” tambah bekas pemain PSM Makassar U-21 itu.

Walau ingin bekerja bersama lagi dengan Milla, Irfan mengakui tidaklah terlalu dekat. Dia juga lama tidak berkomunikasi pascalangkah Tim nasional Indonesia U-23 berhenti di set 16 Asian Games 2018.

“Saya tidak sempat whatsapp atau telephone dengan beliau (Luis Milla), sungkan. Diluar itu, saya juga tidak memahami bahasanya. Dia memang tidak lancar bhs Inggris, sampai kini komunikasi dibantu oleh penerjemah,” tukas Irfan.

 

Manager Persebaya Tidak Bakal Menganggap Enteng PS Tira

Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman, tidak ingin timnya jemawa waktu bertemu PS Tira pada pertandingan minggu ke-21 Gojek Liga 1 bersama dengan Bukalapak. Duel kontra PS Tira berjalan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (11/9/2018).

Sekarang ini, PS Tira memang jadi satu diantara club lemah di Liga 1. Club berjulukan The Army itu cuma mengoleksi 21 point dari 20 laga, serta masih tetap terjerat di rangking 16 klassemen sesaat Liga 1 alias zone degradasi.

Walau demikian, Djanur, sapaan Djadjang Nurdjaman, akan tidak memandang sepele PS Tira pada laga ini. Dia lihat calon rivalnya itu mempunyai kekuatan besar untuk menyusahkan anak asuhannya.

“Dalam Liga 1 tidak ada satu juga lawan yang kami kira mudah atau lemah, termasuk juga PS Tira. Paling akhir, mereka dapat menaklukkan Persipura Jayapura. Jejak paling akhir itu memberikan indikasi mereka team yang kuat,” kata Djanur.

PS Tira memang sering melahirkan surprise di Liga 1. Mereka sudah membukukan enam kemenangan dengan empat salah satunya didapatkan waktu ketemu dengan club papan atas.

Tiga club tidak hanya Persipura yang sempat jadi korban PS Tira ialah Madura United, Barito Putera, serta Bali United. Selain itu, dua club lainnya yang ditaklukkan PS Tira ialah penghuni papan bawah, yakni PSIS Semarang serta PSMS Medan.

Djanur menilainya PS Tira mempunyai scuad dengan pemain muda yang menjanjikan. Perihal itu yang butuh dicermati karena kemungkinan besar melahirkan pertarungan seru pada dua team.

“Didalam scuad mereka ada pemain muda yang bagus, ada Wawan (Febrianto), Manahati (Lestusen), Ahmad Noviandani, serta pemain asing juga cukuplah produktif. Masih tetap miliki tiga hari lagi untuk menyiapkan team,” tambah pelatih dari Majalengka itu.

Persebaya Surabaya mempunyai modal yang apik mendekati pertandingan ini sesudah menang 14-0 atas PSBI Blitar (2/9/2018). Diluar itu, Bajul Ijo juga sukses menang 4-1 atas PS Tira dalam pertemuan paling akhir di Stadion Sultan Agung, Bantul (13/4/2018).

 

2 Sebab Mario Gomez Pantas Dijadikan Pelatih Baru Timnas Indonesia

 

Isu pelatih anyar Tim nasional Indonesia makin meluas bersamaan Luis Milla yang belumlah memberi jawaban atas penawaran kontrak baru yang disodorkan PSSI. Kesempatan ini, pelatih Persib Bandung, Mario Gomez, yang dijagokan akan jadi suksesor Luis Milla.

Nama Mario Gomez terbawa isu pelatih anyar Tim nasional Indonesia karena racikan taktiknya di Persib. Mario Gomez sukses memberi kapasitas terunggul dengan membawa Persib jadi puncak klassemen sesaat Liga 1 2018.

Bersama dengan Mario Gomez, Persib musim ini telah menghimpun 35 point. Jumlahnya itu adalah dari hasil 10 kemenangan, lima kali imbang, serta lima kali kalah.

Persib bersama dengan Mario Gomez dapat jadi team yang subur sampai minggu ke-20 Liga 1 2018. Sekitar 31 gol sudah disarangkan beberapa pemain Persib.

Tidak hanya membuat Persib jadi team yang tajam, Mario Gomez juga sukses jadikan timnya susah dibobol. Selama ini, club kebanggaan penduduk Jawa Barat itu jadi team yang sangat dikit kebobolan yaitu 19 gol.

Tidak cuma masalah tampilan, penunjukkan Mario Gomez menjadi pelatih Tim nasional Indonesia untuk periode panjang akan begitu bermanfaat. Ditambah lagi Mario Gomez dikenal juga menjadi pelatih yang suka mainkan pemain muda.

Seperti didapati, pemain U-23 yang baru tampil di Asian Games 2018 telah dapat tunjukkan tampilan terbaik. Sejumlah besar dari mereka telah wajar untuk promo ke tim nasional senior.

Misal ditunjuk jadi pelatih anyar Tim nasional Indonesia, Mario Gomez tinggal meneruskan basic yang telah dibuat Luis Milla. Dengan pengalamannya, Mario Gomez diperkirakan akan membuat beberapa pemain muda Indonesia memperoleh jam terbang yang lebih di tim nasional senior untuk keberhasilan hari esok.

Untuk permasalahan upah, mengontrak Mario Gomez untuk mengarsiteki Tim nasional Indonesia akan lebih irit daripada Luis Milla. Pelatih dari Argentina itu beritanya memperoleh bayaran Rp 14,5 miliar per dua tahun, sedang Luis Milla diperkirakan memperoleh Rp 2 miliar per bulan.

 

Hasil Laga Uji Coba 08 September: Kosta Rika Kalah 0 – 2 Atas Korea Selatan

Dalam laga persahabatan internasional kali ini, Korea Selatan yang bertindak sebagai tuan rumah berhasil membekuk Kosta Rika dengan skor meyakinkan 2–0 dalam laga yang digelarr di Goyang, Seoul Korsel, pada hari Jumat (07/09) malam wib.

Dua gol kemenangan tuan rumah ini dicetak di babak pertama oleh Lee Jae-sung dan Nam Tae-hee melengkapi kemenangan timnya dengan golnya di babak kedua. Sang tamu yang datang dari Amerika Tengah itu tidak bisa menciptakan gol meski sempat menguasai penguasaan bola di babak kedua.

Mega bintang Son Heung-min, yang merupakan bomber dari tim Premier League Tottenham Hotspur dan baru saja membawa Korsel menjadi juara Asian Games 2018 di Indonesia, berperan penting dalam dua gol yang tercipta untuk sang tuan rumah.

Setelah terjadi saling jual beli serangan, Korsel akhirnya unggul saat laga memasuki menit ke 35. Berawal dari hadiah pinalti dari wasit setelah gelandang Kosta Rika Cristian Gamboa menjatuhkan Nam Tae-hee di dalam kotak terlarang. Son yang maju sebagai eksekutor melepaskan tembakan tetapi menghantam tiang kiri gawang Kosta Rika. Bola Rebound pun kemudian disambar Lee Jae-sung masuk kedalam gawang, skor pun berubah menjadi 1-0.

Tertinggal, Kosta Rika sempat menekan hingga di penghujung laga di babak pertama. Beberapa peluang didapat oleh sang tamu, namun tidak ada gol yang tercipta. Skor 1-0 ini pun harus bertahan hingga jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, Kosta Rika mencoba menggebrak pertahanan dari tuan rumah. Namun kembali gagal menghasilkan gol. Korsel sendiri mampu dengan tenang mengimbangi permainan yang ditunjukkan oleh sang tamu dengan baik.

Namun, tuan rumah yang kembali bisa menambahkan gol lewat Nam Tae Hee yang menggandakan keunggulan tuan rumah pada menit ke 78. Usai menerima bola sodoran dari Son, Nam sempat menerobos pertahanan sang tamu ke dalam kotak penalti sebelum akhirnya melepaskan tendangan keras yang gagal ditepis oleh kiper Esteban Alvarado. Skor pun berubah menjadi 2-0.
Kosta Rika mencoba merespon dengan permainan agresifnya namun belum mampu menghasilkan gol. Keunggulan 2-0 tuan rumah ini kemudian menjadi hasil akhir pada laga tersebut.

Dedik Setiawan Terkejut Ketika Dipanggil Timnas Indonesia

 

Peran Arema FC untuk Tim nasional Indonesia makin bertambah. Tidak hanya Bagas Adi Nugroho serta Hanif Sjahbandi, ada satu nama lainnya yang di panggil untuk menguatkan team Garuda dalam eksperimen menantang Maurutius pada 11 September di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Yaitu penyerang Dedik Setiawan.

Pemain 23 tahun ini mengakui kaget waktu memperoleh surat panggilan dari tim nasional yang sekarang diakukan oleh Bima Sakti serta Danurwindo.

“Kaget sekali waktu pertama bisa panggilan dari tim nasional. Karena saya tidak pernah berpikir untuk menguatkan tim nasional. Tetapi ada pula perasaan suka serta bangga,” kata pemain dari Kabupaten Malang itu.

Dedik mengaku sekarang ini tidak mempunyai persiapan spesial untuk pergi ke tim nasional. Dia masih siap-siap seperti waktu bermain untuk Arema. Ditambah lagi team Singo Edan sekarang ini begitu konsentrasi untuk menyiapkan diri melawan kelanjutan Liga 1 bersama dengan Bukalapak menantang Persib Bandung pada tengah minggu kedepan (13/9/2018).

“Akhir minggu ini saya pergi gabung tim nasional. Karena kompetisinya Selasa (11/9/2018). Kemudian saya menyusul team ke Bandung untuk lawan Persib,” tuturnya. Berarti Dedik masih tetap dapat menguatkan Arema untuk laga Liga 1. Karena pelatih Milan Petrovic memerlukan tenaganya sesudah musim ini Arema tidak miliki penyerang asing lagi.

Waktu di tanya selanjutnya mengenai harapannya menguatkan tim nasional, Dedik masih tetap malu-malu karena di panggil cuma untuk arena uji-coba saja. Menjadi dia pilih tidak langsung besar kepala. “Kalau yang lebih berprestise itu untuk AFF. Tetapi saya belumlah berfikir sampai kesana,” lanjutnya.

Bila nanti Dedik dapat tembus scuad untuk Piala AFF, pasti dia bisa saja penerus pemain dari Malang yang bermain untuk Tim nasional Indonesia. Awal mulanya, Malang tetap miliki bakat yang bermain pada arena itu. Pada edisi awal mulanya ada nama Benny Wahyudi yang sekarang membela Madura United. Jauh sebelum itu ada Ahmad Bustomi serta Arif Suyono.

 

2 Pemain Persib yang Diwaspadai Manager Arema

 

Satu pekan lagi Arema FC akan melakukan pertandingan berat dalam kelanjutan Gojek Liga 1 bersama dengan Bukalapak. Yaitu berkunjung ke markas pimpinan klassemen sesaat, Persib Bandung pada 13 September.

Karenanya team berjulukan Singo Edan itu lakukan persiapan lebih serius. Pelatih Arema, Milan Petrovic juga pikirkan langkah untuk melawan bidang depan Persib.

Ada dua pemain yang disebutnya menjadi ancaman sangat serius. Yaitu pemain sayap Ghozali Siregar serta penyerang Ezechiel Ndouassel.

“Ghozali pemain cepat serta miliki umpan bagus. Dia akan begitu menyusahkan. Satu lagi penyerang mereka (Ezechiel). Dia kuat serta miliki postur bagus. Kuat dalam duel,” kata Milan.

Musim ini, Ghozali terdaftar menjadi pemain yang sangat banyak bermain. Dia telah memerankan 19 laga.

Walau dia pertandingan salah satunya dia turun menjadi alternatif. Sesaat Ezechiel adalah pembuat gol paling banyak Persib dengan 13 gol.

Dia menjadi pemain tersubur ke-2 di Liga 1 serta cuma selisih satu gol dari striker Partner Kukar, Fernando Rodrigues Ortega.

Tetapi rasio gol Ezechiel tambah tinggi. Karena dia baru bermain dalam 14 laga. Bila di rata-rata, tiap-tiap laga dia hampir tetap cetak gol.

“Persoalannya kami saat ini alami krisis di posisi belakang. Terpenting stoper. Menjadi saya mesti mencari pemain yang pas untuk dapat melawan Ezechiel,” jelas Milan.

Sekarang ini Arema mempunyai tiga stoper. Yaitu Hamka Hamzah, Israel Wamiau serta Bagas Adi. Selain itu, dua stoper yang sudah sempat menjadi pilihan utama di putaran pertama, yaitu Purwaka Yudi serta Arthur Cunha da Rocha sekarang ini masih juga dalam pemulihan cedera. Bila dua stoper itu telah sembuh, pasti Milan semakin lebih tenang melawan Persib.

Tetapi sampai sekarang ini Arthur serta Purwaka masih tetap latihan terpisah. Walau Purwaka sudah sempat dilibatkan dalam session game dalam latihan. Akan tetapi Milan tidak berani mengambil resiko menurunkannya semenjak awal waktu menantang Persib Bandung.

 

Djanur Akan Utamakan Pemain Junior di Persebaya

 

Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman perlahan-lahan mulai pelajari materi pemain yang dimilikinya. Dia lihat club berjulukan Bajul Ijo itu mempunyai kekuatan dengan kehadiran pemain muda.

Sama dengan tujuan dari manajemen club, pelatih yang akrab dipanggil Djanur itu ditugaskan untuk finish enam besar di klassemen akhir Gojek Liga 1 bersama dengan Bukalapak. Menurut dia, materi pemain sekarang ini lumayan bagus.

“Persebaya mempunyai pemain muda serta mungkin. Saya optimistis dapat mengusung Persebaya lebih baik lagi. Saya seringkali ikuti perubahannya, tetapi belumlah ingat benar beberapa nama pemain muda disini,” katanya.

Sesuai dengan regulasi Liga 1, Persebaya mempunyai sekitar tujuh pemain yang berumur dibawah 23 tahun. Salah satunya pemain yang masuk dalam daftar itu ialah pemain sayap Irfan Jaya.

Irfan adalah pemain muda mungkin yang sangat cemerlang dalam scuad Persebaya sekarang ini. Pemain berumur 22 tahun itu barusan jadi andalan dalam scuad Tim nasional Indonesia U-23 arahan Luis Milla di Asian Games 2018.

Diluar itu, Persebaya masih tetap mempunyai gelandang bertahan kuat pada diri M. Hidayat. Pemain dari Bontang itu dapat bersiang dengan beberapa nama senior seperti Nelson Alom serta Izaac Wanggai mendapatkan tempat di posisi tengah.

Belum juga ada penjaga gawang Miswar Saputra yang jadi andalan dibawah mistar. Musim ini, dia tampil dalam 17 laga Persebaya dari keseluruhan sekitar 20 pertandingan yang menempatkannya menjadi penjaga gawang utama.

Ditambah lagi ada Osvaldo Haay yang sudah sempat seringkali masuk scuad Tim nasional Indonesia. Lantas, bek muda Rachmat Irianto yang Justru jadi kapten Tim nasional Indonesia U-19 dibawah bimbingan Indra Sjafri.

Semetara dua pemain yang lain jarang mendapatkan peluang bermain serta kurang cemerlang. Mereka ialah Irvan Febrianto (bek kiri) serta Adam Maulana (gelandang). Lihat hal seperti ini, Djanur makin meyakini timnya bisa bicara banyak penuhi tujuan manajemen.

“Saya makin meyakini ada kekuatan yang dapat diorbitkan. Kemampuan team ini kemungkinan besar membuat kami naik ke papan atas. Materi pemain membuat saya optimistis penuhi tujuan,” papar Djadjang Nurdjaman.