Harry Kane: Sekarang Waktunya Menggempur Barcelona!

Tottenham berhasil meraih kemenangan penting saat menjamu Inter Milan pada matchday 5 Grup B Liga Champions 2018/19, Kamis (29/11) dini hari WIB. Setelah berjuang sepanjang laga, Tottenham akhirnya berhasil mencetak satu-satunya gol melalui Christian Eriksen di menit ke-80.

Kemenangan Tottenham ini kian memanaskan persaingan merebut posisi runner-up Grup B. Barcelona sudah dipastikan lolos sebagai juara grup. Inter dan Tottenham sama-sama mengoleksi 7 poin dengan satu pertandingan sisa.

Langkah Tottenham relatif lebih sulit ketimbang Inter. Di laga terakhir nanti, Tottenham akan melawat ke markas Barcelona, sementara Inter menjamu PSV. Spurs wajib menang dengan skor besar jika ingin menjaga asa lolos ke 16 besar.

Penyerang Tottenham, Harry Kane berjanji timnya akan tampil menyerang saat melawan Barca. Baca komentar selengkapnya di bawah ini:

Bermain Baik

Menurut Kane, timnya sudah bermain baik saat menjamu Inter. Kondisi lapangan Wembley Stadium memang cukup buruk tetapi skuat Tottenham sudah mulai terbiasa dengan itu dan bisa mengatasinya dengan baik.

“Sulit bermain di sana [Wembley], lapangannya tidak bagus tetapi kami sudah mulai terbiasa dengan itu seiring setiap pertandingan,” buka Kane di laman resmi UEFA.

“Kami bermain baik, kami bermain dari belakang, melalui sela-sela lini, dan kami bisa saja mencetak beberapa gol di babak pertama.”

Kini, nasib Tottenham berada di tangan mereka sendiri. Jika mampu mengalahkan Barca bulan depan, Tottenham akan mewujudkan mimpi lolos ke fase gugur.

“Clean sheet ini berarti positif dan untungnya kami berhasil mencetak gol.”

“Sekarang kami akan menggempur dengan semua kekuatan kami. Ini akan sulit (saat melawan Barca) tetapi inilah yang harus kami perjuangkan,” tandasnya.

“Meraih kemenangan disana merupakan pekerjaan yang berat, namun kami juga bukan sebuah tim yang lemah dan putus asa. Klub kami berisi para pemain yang suka bekerja keras. Kami akan berjuang disana, memberikan semua yang terbaik dari diri kami, dan semoga kami bisa memperoleh hasil yang yang terbaik.” Tutup penyerang timnas Inggris itu.

Kombo messi-dembele bagus juga

Ernesto valverde memuji duet lionel messi dan ousmane dembele yang tampil apik saat Barcelona mengalahkan PSV Eindhoven. Keduanya disebut amat padu di saat luis suarez absen karena cedera. Barca memetik kemenangan 2-1 atas PSV di matchday 5 liga champions. Dalam pertandingan di Philips stadium, kamis (29/11/2018) dinihari wib, messi dan gerrad pique pencetak gol barca. Barcelona pun memastikan lolos ke babak 16 besar liga champions dengan status sebagai juara grup B.

Dimainkannya dembele di posisi penyerang menemani messi terbilang cukup mengejutkan. Pasalnya musm ini, pemain 21 tahun tersebut tak penah bermain di posisi nomor Sembilan. Duet dadakan messi dan dembele ini justru mampu tampil apik dalam lawatan Barcelona ke belanda. Messi mampu mencetak satu gol yang membuatnya kini total mengemas 106 gol di liga champions, sementara dembele pergerakan kerap kali merepotkan lini belakang PSV. Gol messi ke gawang Eindhoven merupakan hasil assist dembele.

“dia dan dembele berpadu sangat baik, anda bisa mengandalkan untuk menghasilkan tembakan ke gawang dari hampir semua situasi,” ujar valverde. “tim saya menciptakan banyak peluang berbahaya juga, tapi ini adalah pertandingan yang sangat terbuka,” dia menambahkan. Tampil apiknya dembele di dalam beberapa pertandingan terakhir jelas menjadi berkah bagi Barcelona. Sebelumnya, pemain asal prancis itu menjadi penyelamat el barca dari kekalahan saat bermain imbang 1-1 dengan atletico Madrid. Ketika itu gentian messi yang bkin assist untuk dituntaskan jadi gol oleh dembele.

Keberhasilan dembele menjaga momentum di dua pertandingan beruntun mulai menepis banyak keraguan bahwa ia akan meredup musim ini karena sering bermasalah dengan kedisiplinan. Peluang mantan pemain borussia Dortmund ini unjuk gigi sebagai ujung tombak el barca menemani messi semakin terbuka lebar setelah luiz suarez diprediksi baru akan fit pada pertengahan desember. Dengan permainan apiknya, dembeli dipuji oleh lionel messi.

Messi menilai bahwa dembele memainkan laga yang hebat, seperti seluruh anggota tim catalan itu. “sungguh laga hebat untuknya, sama seperti seluruh tim,” kata messi. “kami sudah memetik kemenangan dan kami pergi dengan menyelesaikan misi kami (lolos sebagai juara grup),” dia menambahkan.

Hasil Pertandingan Liga Primer Inggris 28 Oktober: Crystal Palace 2-2 Arsenal

Meski sempat berbalik unggul, The Gunners harus puas berbagi angka dengan Crystal Palace pada laga dipekan ke 10 EPL. Bertandang ke Stadion Selhust Park, pada hari Minggu (28/10) malam wib, Arsenal dipaksa bermain imbang dengan skor 2-2.

Dua gol dari tuan rumah dicetak oleh Luka Milivojevic dari titik putih. sementara dua gol balasan dari Arsenal masing masing dicetak oleh Granit Xhaka dan Pierre-Emerick Aubameyang. Dengan tambahan satu poin ini, Crystal Palace masih bercokol diposisi ke 14 klasemen sementara dengan delapan poin. Sementara Arsenal masih bertahan di posisi ke empat dengan 22 poin.

Pada babak pertama, Arsenal bermain dengan cukup mendominasi penguasaan bola sejak awal laga dimulai. Meski demikian tim asuhan Unay Emery ini justru lebih banyak terancam. Crystal Palace yang tampil percaya diri ini berhasil menghadirkan beberapa kemelut didepan gawang tim tamu.

Bahkan tuan rumah mampu memecahkan keunggulan terlebih dahulu saat laga memasuki menit ke 45 lewat titik putih. Berawal dari kemelut di depan gawang, Shkodran Mustafi melanggar Wilfried Zaha sehingga membuat wasit menunjuk titik putih. Luka Milivojevic yang menjadi eksekutor pun sukses membawa tuan rumah unggul 1-0 dan bertahan hingga jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, Arsenal yang tertinggal langsung tampil menekan. Upaya dari The Gunners pun membuahkan hasil saat laga memasuki menit ke 51, Berawal dari pelanggaran di depan kotak pinalti, Granit Xhaka mengeksekusi bola tendangan bebas dengan sempurna tanpa mampu dijangkau oleh kiper Wayne Hennessey. Skor pun berubah menjadi imbang 1-1.

Lima menit berselang, Arsenal bahkan berhasil membalikkan kedudukan. Alexandre Lacazette yang menusuk lewat sisi kanan serangan langsung mengirimkan umpan sodoran yang disambut dengan tembakan Pierre-Emerick Aubameyang dari jarak dekat hingga membaut Arsenal berbalik unggul menjadi 1-2.

Tertinggal satu gol membuat tuan rumah kembali menggencarkan serangan. Beberapa peluang sempapt didapat oleh Crystal Palace. Tekanan dari tuan rumah ini akhirnya kembali membuahkan hasil pada menit ke 82. Dari sayap kiri, Wilfried Zaha melakukan aksi dalam menerobos pertahanan tim tamu. Aksi brilian dari Zaha tersebut memaksa Xhaka melakukan pelanggaran.

Wasit pun untuk kedua kalinya menunjuk titi putih untuk tuan rumah. Luka Milivojevic yang kembali maju menjadi eksekutor ini sukses membuat laga kembali seimbang usai menaklukan kiper Bernd Leno dan membaut kedudukan jadi sama kuat 2-2. Skor imbang ini pun harus bertahan dan menjadi hasil akhir padda laga tersebut.

Chelsea Berhasil Cukur Burnley 4-0

 

Chelsea menang dengan meyakinkan di kandang Burnley. Sempat kerepotan menghadapi perlawanan Burnley, Chelsea akhirnya menang dengan skor telak 4-0.

Melawat ke Turf Moor pada hari Minggu (28/10/2018) malam WIB, Chelsea langsung menghadapi agresifitas Burnley sejak awal. Tim tuan rumah bahkan sempat memberikan ancaman pada awal-awal pertandingan.

Akan tetapi Chelsea perlahan-lahan keluar dari tekanan dan gol Alvaro Morata pada menit ke-22 memudahkan tim tamu menguasai pertandingan. Gol itu cukup untuk membawa Chelsea menutup paruh pertama dalam posisi unggul.

Memasuki paruh kedua, Chelsea mampu mencetak 3 gol tambahan lewat Ross Barkley, Willian dan Ruben Loftus-Cheek di menit ke-57, 62 dan 92.

Dengan kemenangan ini, The Blues masih tidak terkalahkan di 10 pekan awal Premier League musim ini. Chelsea berada di peringkat 2 dengan nilai 24 poin, 2 angka di belakang Liverpool di puncak. Sementara itu The Clarets berada di urutan 15 dengan nilai 8 poin.

Jalannya Laga

Sejak mula, Burnley bermain dengan agresif untuk menekan Chelsea. Tendangan Robbie Brady masih mengenai Antonio Ruediger. Sementara percobaan Johann Gudmundsson mengirim umpan lewat bola mati masih bisa diantisipasi David Luiz.

Chelsea balas menebar ancaman pada menit ke-12. Sesudah beberapa umpan, Barkley menguasai bola dan melepaskan umpan ke dalam kotak penalti yang mengenai kepala Morata. Joe Hart pun menepis si kulit bundar ke atas gawangnya.

Sebuah upaya dari Brady pada menit ke-17 masih melenceng dari gawang Chelsea. Sementara sepakan Willian masih bisa diamankan Hart dengan mudah.

Willian hampir membawa tim tamu memimpin pada menit ke-21. Umpan terobosan Morata membuat Willian terbebas di sebelah kiri dan tinggal menghadapi Hart. Tendangan Willian sudah menaklukkan Hart, akan tetapi bola hanya mengenai tiang gawang.

Semenit kemudian, Chelsea benar-benar unggul 1-0. Umpan N’Golo Kante disepak Barkley ke arah Morata. Lantas Morata menuntaskannya dengan tembakan mendatar untuk menaklukkan Hart.

Sebuah kesempatan dari Morata pada menit ke-38 tidak bisa dituntaskan menjadi gol. Tendangan Morata memanfaatkan umpan Jorginho masih melenceng dari gawang Burnley.

Kans lain dari Morata pada menit ke-41. Umpan terobosan Jorginho menemui Morata di dalam kotak penalti dan dia tinggal berhadapan dengan Hart. Kali ini tendangan Morata bisa dihalau Hart. Paruh pertama pun tuntas dengan keunggulan 1-0 untuk Chelsea.

Tusukan Willian dari sebelah kiri di menit ke-56 diakhiri dengan crossing yang disambar Morata dengan sundulan kepala di muka gawang. Namun sundulan Morata masih melambung.

Semenit berselang, Chelsea menggandakan keunggulannya menjadi 2-0. Lewat serangan cepat, Kante memberikan bola kepada Barkley saat memasuki sepertiga akhir wilayah lawan. Lalu Barkley melepaskan sepakan mendatar dari depan kotak penalti ke sudut kanan bawah gawang tanpa bisa dijangkau Hart.

Chelsea kembali menciptakan gol pada menit ke-62 dan kini unggul 3-0. Willian menerima umpan Barkley dari sebelah kiri, kemudian bergerak memotong ke tengah dan melepaskan tendangan keras ke sudut kanan bawah gawang Burnley. Hart kembali tidak bisa membendung si kulit bundar.

Olivier Giroud nyaris menambah gol buat Chelsea pada menit ke-77 saat menyambar crossing Willian. Akan tetapi upaya Giroud masih bisa dihalau Hart.

Chelsea pada akhirnya benar-benar mampu menciptakan gol keempat. Di menit ke-92, Loftus-Cheek mencetak gol dari dalam kotak penalti. Chelsea pun menutup pertandingan dengan kemenangan besar 4-0 atas Burnley.

Cristiano Ronaldo Tak Ingat Gol Indah ke Gawang Empoli

Bintang Juventus, Cristiano Ronaldo mengaku tak bisa mengingat jelas gol indah yang ia cetak ke gawang Empoli di Stadion Carlo Castellani pada Sabtu (27/10).

Ronaldo jadi pahlawan kemenangan Juventus di markas Empoli. Setelah tertinggal 0-1 di babak pertama, Juventus mampu pulang dengan raihan tiga poin di tangan berkat sepasang gol Ronaldo di babak kedua.

Setelah mencetak gol penyama kedudukan melalui tendangan penalti di menit ke-54, Ronaldo mencetak gol kemenangan di menit ke-70. Gol kedua Ronaldo ini tercipta lewat proses yang indah

Pemain asal Portugal itu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras ke pojok kanan atas gawang Empoli. Menariknya, Ronaldo mengaku tidak terlalu ingat proses gol kedua yang ia ciptakan di laga tersebut.

Saya tak mengingat gol tersebut dengan baik, jadi saya harus menontonnya lagi! Semuanya terjadi dengan sangat cepat, namun yang pasti saya begitu percaya diri dan saya berusaha untuk melepaskan tembakan dengan niat mencetak gol,” kata Ronaldo seperti dikutip dari Football Italia.

Ronaldo mengakui bahwa laga sengit di markas Empoli sudah ia perhitungkan sejak awal.

“Ini adalah sebuah laga yang sangat rumit. Kami tahu bahwa laga ini akan sulit, terutama karena kami baru menjalani laga Liga Champions dan kami sedikit lelah

Kami berusaha tampil konsisten di laga tadi, meningkatkan penguasaan bola, menciptakan lebih banyak peluang setelah jeda dan pada akhirnya mendapatkan sebuah kemenangan yang layak,” ucap pemain asal Portugal ini

Juventus terus menunjukkan performa konsisten di awal musim ini. Sebelum menang lawan Empoli, Juventus juga mampu meraih kemenangan di markas Manchester United.

“Ini adalah minggu yang penting bagi kami. Kami tampil fantastis di Old Trafford dankami juga tampil baik disini ketika laga berjalan sulit,” tutur pemain bernomor punggung tujuh ini

 

 

3 Nomine dengan Prestasi Terburuk Sepanjang Sejarah Persaingan Ballon d’Or

Perhelatan Ballon d’Or selalu menuai atensi luar biasa dari seluruh stakeholder sepak bola sejagad. Tak heran, nama-nama pemenangan bakal mendapat sorotan, baik nantinya bakal mendapat komentar positif maupun negatif.

Tak heran lagi, penghargaaan individu yang bergengsi tersebut menjadi sorotan bagi seluruh pemain, seluruh pemain yang masuk nomine mendapatkan perhatian yang sama rata. Uniknya, sepanjang sejarah nomine Ballon d’Or, ada beberapa kejutan terkait nama pemain yang masih menjadi kandidat, tapi nyari tak memiliki prestasi apapun , terutama sumbangsih bagi klub ataupun negaranya.

Voting Ballon d’Or dilakukan kapten dan pelatih Timnas seluruh negara yang bergabung di FIFA. Suara mereka terakumulasi dengan beberapa jurnalis terpilih di seluruh dunia. Inilah mengapa Ballon d’Or dianggap sebagai puncak pencapaian seorang pemain sepak bola.

Pada 10 tahun terakhir, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo saling berbagi gelar. Pada tahun ini, dominasi kedua pemain bakal pecah. Karna setelah terlihat saat Luka Modric keluar sebagai pemain terbaik versi UEVA. Meski demikian, sepanjang sejarah Ballon d’Or, ada pemain yang tak pernah disangka bisa masuk nominasi tapi bisa menembus daftar kandidat peraih Ballon d’Or. Berikut 3 nominasi tersebut :

1.Asamoah Gyan (2010)

Asamoah Gyan memang tampil heroic saat aksinya tampil untuk Ghana di Piala Dunia 2010. Dia sukses membawa Ghana tampil ke perempat final Piala Dunia 2010.

Namun, Gyan menjadi pemeran protagonist sekaligus antagonis kala itu. Dia menciptakan gold dan membuka peluang tambah gol lewak titik penalti usai Luis Suarez sengaja menahan bola dengan tangan.

Meski begitu, Gyan juga gagal mengekusi penalti ke gawang Uruguay sehingga gagal melaju ke semifinal. Serentetan cerita ini bagaimanapun membawa ia masuk ke dalam nominasi peraih Ballon d’Or 2010.

Saat itu, dia hanya berada di posisi ke 18 , dia juga tidak pernah membawa prestasi apapun di Liga Inggir kala bermain untuk Sunderland.

2.Nani (2011)

Nani memang terkenal cukup sukses di Manchester United (MU) dan Portugal. Dia bahkann dikenal sebagai salah satu winger sukses semasa di MU.

Hal ini pun sukses membawanya secara mengejutkan masuk dalam nominasi peraih Balln d’Or 2011. Kejadian tersebut terjadi setelah Cristiano Ronaldo meninggalkan MU.

Meski tercatat ia telah 50 kali tampil bersama MU kala musim itu, masuknya Nani kedalam nominasi tetap membuat suatu kejutan. Dia pun hanya meraih posisi ke 22 dalam voting Ballon d”Or di tahun itu.

3.Younis Mahmoud (2007)

Masuknya Younis Mahmoud dalam nominasi Ballon d’Or 2007 sangat mengejutkan. Maklum, mantan striker Timnas Irak ini sekalipun tidak pernah bermain di Eropa.

Dia tercatak sebagai pencet gol terbanyak bersama Irak dengan 57 gol selama masa bakti 14 tahun. Ia pensiun bersama Timnas Irak pada 2016 lalu. Pada 2007, Ia meraih prestasi terbaik di kariernya serta mengantarkan Irak menjadi juara Piala Asia 2007.

Saat itu Younis mencetak gol di final Piala Asia, Younis juga meraih sepatu emas dan MVP Piala Asia. Saat voting Ballon d’Or, Younis sempat menempati posisi ke 29 tahun akan tetapi pada tahun tersebut Ballon d’Or diraih oleh Kaka.

Marouane Fellaini dapat memainkan bagian penting di musim Manchester United, menurut Danny Higginbotham

Kekalahan ke Brighton dan Tottenham menumpuk tekanan pada Mourinho dan timnya, tetapi itu berkurang dengan kemenangan di Burnley sesaat sebelum jeda internasional. Fellaini dibawa ke mitra Nemanja Matic di Turf Moor dan Higginbotham, berbicara pada The Debate, menganggap itu sesuatu yang Mourinho akan digunakan maju, mulai melawan Watford pada hari Sabtu. Bukan rahasia bahwa Mourinho menginginkan bek tengah di musim panas dan menurut saya, alasannya adalah mencetak lebih banyak gol, “katanya kepada The Debate. Saya tahu kedengarannya agak aneh tetapi jika dia memiliki bek tengah yang dia inginkan maka akan ada lebih sedikit tanggung jawab pada orang-orang seperti Alexis Sanchez, Jesse Lingard, Marcus Rashford dan Anthony Martial untuk kembali dan melakukan beberapa pekerjaan kotor. Namun, dia hanya tidak mempercayai kemitraan pertahanan pusatnya. Apa yang kami lihat melawan Burnley, dan saya pikir itu sesuatu yang juga akan kita lihat terhadap Watford juga, adalah bahwa dia memiliki dua bek tengah Victor Lindelof dan Chris Smalling dan dia membuat Matic dan Fellaini duduk di depan. Jika Matic salah satu yang berjalan sedikit lebih jauh ke depan.

Sekarang, melawan Brighton dan Tottenham, Lukaku luar biasa terisolasi, “tambahnya. Dia berdiri sendiri dan tidak memiliki dukungan, tetapi apa yang terjadi adalah efek knock-on dari memiliki Fellaini dan Matic di depan dua bek tengah. adalah bahwa Shaw dan Valencia bisa bermain sebagai pemain sayap. Dan karena mereka bermain sebagai pemain sayap dan memberi mereka lebar, dalam 45 menit pertama Sanchez, Lingard dan Lukaku, gerakan mereka tak tertahankan. Itu benar-benar brilian dan itu terjadi karena Anda memiliki kotak pertahanan ini. Fellaini pergi beberapa kali ke posisi belakang kanan. Matic pergi ke sisi kiri dan mereka melindungi dua bek tengah yang memungkinkan pemain lain bermain 10 hingga 15 meter lebih tinggi di atas lapangan dan berkeliling Lukaku.  Higginbotham melanjutkan untuk menjelaskan bahwa Fellaini tidak mendapatkan kredit yang layak ia dapatkan di Old Trafford karena gaya permainannya, tetapi dia berpikir gaya itu bisa sangat berguna bagi Mourinho untuk sisa musim ini.

Alex Oxlade-Chamberlain kehilangan sebagian besar musim 2018/19

 

Chamberlain menderita beberapa cedera ligamen di lutut kanannya ketika mencoba melakukan tackle selama paruh pertama pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions melawan Roma di Anfield pada April lalu. Dia menjalani operasi delapan hari kemudian dan perkiraan lama pemecatannya tidak terungkap pada saat itu karena permintaan dari 24 tahun. Rasanya seperti sekarang adalah waktu yang tepat untuk memberitahu orang-orang bahwa untuk Ox musim mendatang ini akan berfokus pada pemulihan dan rehabilitasi, “kata manajer Liverpool Jurgen Klopp dalam pernyataan di situs web klub. Kami telah mengetahui hal ini dari cukup banyak sehari setelah dia mendapat cedera dan setelah operasi yang sukses, kami yakin itu. Saya berharap semua orang memperlakukan informasi ini secara bertanggung jawab. Tidak ada perubahan, tidak ada kemunduran tepat pada jadwal yang kami harapkan dan rencanakan. Informasi baru adalah bahwa kami sekarang memberikan lebih banyak detail secara publik.

 

Pembedahannya  yang ia lakukan pada hari leg kedua kami di Roma – telah benar-benar sukses dan pemulihannya telah dimulai dengan sangat baik. Tetapi kebenarannya adalah kami sedang mempersiapkan musim ini dengan mengetahui dia tidak akan bersama kami di lapangan untuk pertandingan kompetitif bagi mayoritas. Jika kami melihatnya kembali musim ini, itu akan menjadi bonus. Liverpool mengatakan keputusan untuk mengungkapkan rincian lebih lanjut dari cedera dan pemulihan Oxlade-Chamberlain adalah untuk memastikan tidak ada tekanan untuk mendorong gelandang kembali. Klopp menambahkan: “Ini sangat penting karena betapa berharganya dan pentingnya dia terhadap apa yang ingin kita lakukan di sini di musim mendatang bahwa fokusnya adalah melakukan hal yang benar dan tidak terburu-buru. Ox benar-benar di atas kapal dengan pendekatan ini. Dia adalah orang yang luar biasa baik dan seseorang yang bahkan ketika tidak bermain merupakan bagian integral dari detak jantung Melwood. Saya tidak sabar untuk membawanya kembali bersama kami untuk pertandingan, tetapi kami akan menunggunya dan kami akan menunjukkan kesabaran yang diperlukan untuk memastikan dia kembali siap untuk melanjutkan di mana dia tinggalkan: sebagai salah satu pemain paling luar biasa di Sepak bola Eropa pada saat itu.

Celtic 3-0 Alashkert (Agg: 6-0): Pelayaran sisi Brendan Rodgers ke babak kualifikasi kedua Liga Champions

 

Kemenangan 3-0 Hoops di Armenia pekan lalu membuat permainan kembali sesuatu dari formalitas dan babak pertama ganda dari striker Moussa Dembele – yang kedua penalti – dan pemogokan dari James Forrest, membuat memimpin mereka tak tergoyahkan. Di antara dua gol pertama, bek Jozo Simunovic ditunjukkan kartu merah langsung oleh wasit Haratiu Fesnic untuk tantangan tinggi di Jefferson Reis. Tapi tim tuan rumah tetap dominan sampai peluit akhir untuk pergi melalui agregat 6-0 dan mengatur pertemuan dengan Rosenborg di babak berikutnya, dengan pertandingan pertama yang berlangsung di Celtic Park minggu depan. Kemenangan Celtic yang meyakinkan di leg pertama telah mengambil ketegangan dari pertandingan kembali, tetapi dengan tiket musiman yang valid ada kerumunan yang bagus di dalam stadion untuk pertandingan kandang kompetitif pertama musim ini. Brendan Rodgers memulai sisi yang sama yang dimulai di Armenia dan tidak mengejutkan mereka mengambil alih tahap awal, memimpin pada menit ketujuh karena keuletan Dembele. Dia menolak untuk gesper di bawah beberapa tekel di dalam kotak sebelum menemukan sudut gawang dengan tembakan dari 12 meter.

 

Ada beberapa kemarahan di antara fans Parkhead, bagaimanapun, empat menit kemudian, ketika sebuah tackle di Reis oleh Simunovic dekat dengan garis tengah dianggap sebagai kartu merah oleh pejabat Rumania Fesnic. Jack Hendry pindah dari kanan kembali ke pusat pertahanan dengan James Forrest meliputi tetapi ada sedikit perbedaan dengan alur permainan. Pada menit ke-18, Celtic diberikan apa yang tampak seperti penalti lembut ketika gelandang Artak Grigoryan ditangani Odsonne Edouard di area penalti tetapi ketika keributan itu mereda Dembele dengan percaya diri menempatkan rumah penalti. Permainan berjalan dengan baik di sisi Glasgow masih dalam kendali, meskipun fakta kiper Craig Gordon melakukannya dengan baik untuk mendorong drive kuat dari kapten Artak Grigoryan untuk sudut yang tidak ada artinya.

Cove Rangers 1-2 Hati: pihak Craig Levein mengklaim membuka kemenangan Betfred Cup

 

Olly Lee, putra mantan pemain Newcastle dan Inggris Rob, membuka skor dari luar daerah dan Steven MacLean menambahkan gol kedua dari jarak dekat di babak kedua. Paul McManus membalaskan satu gol untuk tuan rumah di menit ke-75 tetapi tidak dapat menemukan gol penyeimbang melawan tim Premiership Skotlandia. Pembuka datang setelah 11 menit ketika bek Austria Peter Haring memainkan bola keluar dari pertahanan untuk Lee. Dia bertukar umpan dengan Kyle Lafferty di tepi area penalti sebelum menembakkan tembakan rendah ke sudut kiri bawah dari jarak 20 meter. Hati memiliki bola di net untuk kedua kalinya setelah 31 menit sebagai MacLean mengecam bola lepas setelah Lafferty telah ditolak oleh penjaga gawang Stuart McKenzie, tetapi dikesampingkan karena offside. Mantan pemain sayap Inverness Jake Mulraney adalah kehadiran yang hidup di sebelah kiri untuk Jambos, dan dia beruntung melihat upaya melebar dari pos setelah bekerja baik dari Lafferty.

 

Cove memiliki kapten Darryn Kelly untuk berterima kasih karena membuat mereka tetap berhubungan saat istirahat, ketika dia muncul entah dari mana untuk menyangkal John Souttar, yang sundulannya telah mengalahkan McKenzie. Itu lebih sama setelah restart karena Mulraney merusak kiri sebelum melihat tembakan rendah yang disimpan oleh McKenzie. Oliver Bozanic mengirim rebound ke arah gawang tetapi Ryan Strachan berada di garis untuk membersihkan. Gol kedua datang setelah 57 menit. Bozanic mengambil tikungan dari kiri yang dijentikkan oleh Haring dan MacLean berada di tangan untuk berbalik dari jarak dekat di tiang jauh. Lee seharusnya mengantongi kedua pada jam saat ia mengitari McKenzie, hanya untuk memukul lurus. Tim tuan rumah membalaskan satu gol dengan 15 menit tersisa, Paul McManus membalikkan umpan silang Daniel Park dari jarak dekat untuk menciptakan akhir yang sangat menegangkan, tetapi tim Premiership mempertahankan untuk mengambil tiga poin.