Napoli Unggul 3-1 atas FK Crvena Zvezda

Dalam laga match day kelima pada fase grup C Liga Champions yang berlangsung hari Kamis (29/11/2018) dini hari tadi di San Paolo,tim tuan rumah Napoli yang bermain didepan publiknya sendiri pada dini hari tadi itu pun berhasil mendapatkan kemenangan dan juga raihan tiga poinnya usai menundukkan lawannya FK Crvena Zvezda dengan skor 3-1. Dimana gol-gol kemenangan dari tim tuan rumah Napoli itu pun dipersembahkan oleh Marek Hamsik dan Dries Mertens yang berhasil mengemas dua buah golnya pada dini hari tadi. Sementara itu satu buah gol balasan dari tim FK Crvena Zvezda itu pun dipersembahkan oleh El Fardou Ben Nabouhane.

Dalam jalannya laga pertandingan yang berlangsung pada dini hari tadi,tim tuan rumah Partenopei  yang bermain didepan publiknya sendiri itu pun memang terlihat mendapatkan perlawanan yang ketat dan sengit dari lawannya FK Crvena Zvezda. Akan tetapi tim tuan rumah Partenopei pun berhasil membuka keunggulannya dan memimpin dengan skor 1-0 terlebih dahulu dimenit 11 pada babak pertama melalui gol dari Marek Hamsik. Setelah itu skor 1-0 yang didapatkan oleh tim tuan rumah Partenopei itu pun bertahan lumayan lama didalam sisa waktu yang ada pada babak pertama,dan akhirnya dimenit 33 pada babak pertama,tim tuan rumah Partenopei pun akhirnya bisa lagi menambah keunggulannya menjadi 2-0 melalui gol dari Dries Mertens. Setelah itu skor 2-0 tersebut pun lantas tidak lagi berubah dan bahkan tetap bertahan hingga akhir pertandingan babak pertama.

Memasuki laga babak kedua,tim tuan rumah Napoli yang sudah unggul dengan skor 2-0 didalam laga babak pertama itu pun masih tetap terlihat bermain dengan baik dan impresif dari awal mulainya laga babak kedua. Alhasil dimenit 52 pada babak kedua,tim tuan rumah Napoli pun berhasil menggandakan keunggulannya lagi menjadi 3-0 melalui gol kedua dari Dries Mertens. Meski demikian skor 3-0 tersebut pun hanya bertahan lima menit saja,sebab dimenit 57 pada babak kedua tim FK Crvena Zvezda pun berhasil memperkecil kedudukannya menjadi 3-1 melalui gol dari El Fardou Ben Nabouhane. Setelah itu skor 3-1 tersebut pun lantas tidak lagi berubah dan bahkan tetap bertahan didalam sepanjang sisa waktu yang ada pada babak kedua.

Dengan demikian raihan kemenangan dan juga tambahan tiga poin yang didapatkan oleh tim tuan rumah Partenopei pada dini hari tadi itu pun tentunya membuat mereka kini berada dipuncak klasemen grup C Liga Champions dengan jumlah raihan 9 poin. Sementara itu tim FK Crvena Zvezda yang gagal dalam mendapatkan raihan poin positifnya pada dini hari tadi itu pun tertahan diperingkat keempat dengan jumlah raihan 4 poin.

Hasil Pertandingan Liga Champions Grup B 29 November: PSV Eindhoven 1-2 Barcelona

Kemenangan El Barca di Belanda membuat mereka dipastikan untuk bisa melaju ke babak 16 besar Liga Champions musim ini sebagai juara Grup B, usai mengalahkan PSV Eindhoven dengan skor 1-2 dalam laga matchday 5 yang digelar di Philips Stadion, pada hari Kamis (29/11) dini hari wib.

Lionel Messi dan Gerard Pique sama sama menyumbang satu gol untuk Barca di babak kedua, dan PSV bisa memperkecil ketinggalan berkat satu gol dari Luuk de Jong. Dengan hasil ini, Barcelona kian kokoh di puncak klasemen dengan torehan 13 poin. Sementara PSV masih terpuruk di posisi juru kunci dengan satu poin.

Pada babak pertama, laga ini dimulai dengan gebrakan dari tuan rumah PSV sejak menit pertama laga dimulai. Sayangnya peluang emas yang didapat oleh Gaston Pereiro lewat sepakan kaki kirinya didalam kotak pinalti masih bisa dihadang oleh kiper Marc-Andre Ter Stegen.

PSV kembali membuat peluang dimenit ke 16, kembali melalui peluang Pereiro yang melepaskan sepakan dari depan kotak pinalti Barca saat melakukan serangan balik. Sayangnya sepakan dari sang pemain hanya membentur tiang gawang, bola liar pun dapat diamankan oleh kiper ter Stergen sebelum disambar Hirving Lozano.

Barca baru membalas peluang tersebut lewat Philippe Coutinho di menit ke 35. Menerima umpan sodoran dari Lionel Messi, Coutinho melepaskan sontekan melewati kiper tuan rumah Jeroen Zoet, sayangnya laju bola masih pelan dan bisa dihalau bek PSV, Nick Viergever. Skor 0-0 ini pun bertahan hingga jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, Barcelona yang mendapatkan tekanan di babak pertama ini mencoba meningkatkan efektivitas serangan mereka guna mendominasi permainan. Meski demikian, Barca masih tampak kesulitan hingga belum ada peluang berbahaya yang dihasilkan oleh tim tamu sepanjang 15 menit awal paruh kedua ini.

Terus mengepung pertahanan dari tuan rumah, Barca baru bisa memecahkan kebuntuan laga saat laga memasuki menit ke 61. Berawal dari Messi yang melakukan kerja sama satu dua dengan Ousmane Dembele, La Pulga kemudian melepasskan tembakan dari sudut sempit. Laju bola tak bisa dihentikan oleh kiper Jeroen Zoet dan mengubah skor menjadi 0-1.

Unggul satu gol membuat sang tamu terus melakukan tekanan. Peluang yang serupa saat di babak pertama terjadi lagi di menit ke 65. Dua peluang beruntun dari Philippe Coutinho dan Arturo Vidal yang memanfaatkan kemelut didepan gawang massih bisa digagalkan oleh kiper Zoet, sementara bola liar yang disambar Vidal dapat dihalau olehg bek  Jorrit Hendrix sebelum melewati garis gawang.

Barcelona sukses menambah keunggulan mereka saat laga memasuki menit ke 70. Berawal dari tendangan bebas Messi, Gerrad Pique yang berdiri bebas tanpa kawalan tersebut lantas menyontek bola melewati sang kiper sekaligus mengubah kedudukan menjadi 0-2.

Tertinggal dua gol membuat PSV mencoba bermain terbuka dan menekan pertahanan Barcelona. Alhasil, tuan rumah berhasil memperkecil ketertinggalan mereka saat laga memasuki menit ke 82. Berawal dari umpan silang yang dilepaskan Angelino dari sisi kiri serangan berhasil disambar Luuk De Jong dengan tandukkan kepalanya tanpa mampu dihadang oleh ter Stergen, skor pun berubah menjadi 1-2.

Setelah itu, jual beli serangan terus terjadi diantara dua kubu dengan Barcelona yang tampil lebih menekan. Memasuki menit akhir pertandingan, Malcom memiliki peluang lewat umpan sidirarn dari Ivan Rakitic, sayang sepakanya masih gagal membuahkan hasil. Skor 1-2 untuk kemenangan Barca ini pun menjadi hasil akhir laga ini.

Ajax Tundukkan AEK Athens 2-0 Tanpa Balas

Dalam laga match day kelima pada fase grup E Liga Champions yang berlangsung hari Rabu (28/11/2018) dini hari tadi di Athens Olympic Stadium,tim Ajax yang menjalani laga tandangnya pada dini hari tadi itu pun berhasil membawa pulang raihan kemenangan dan juga raihan tiga poinnya usai menundukkan tim tuan rumah AEK Athens dengan skor 0-2 tanpa balas. Dimana gol-gol kemenangan dari tim Ajax itu pun dipersembahkan oleh Dusan Tadic yang berhasil mengemas dua buah golnya pada dini hari tadi.

Dalam jalannya laga pertandingan yang berlangsung pada dini hari tadi,tim tuan rumah AEK Athens yang bermain didepan publiknya sendiri itu pun memang terlihat memberikan perlawanan yang ketat dan sengit kepada tim Ajax. Sebab hal itu pun bisa terlihat dari jalannya permainan yang cukup berimbang diantara tim tuan rumah AEK Athens dengan tim Ajax didalam sepanjang pertandingannya pada babak pertama. Alhasil hingga akhir pertandingan babak pertama,baik tim tuan rumah AEK Athens dan tim Ajax pun harus puas dengan kedudukan imbang sementara 0-0 yang mereka dapatkan didalam laga babak pertama.

Memasuki laga babak kedua,tim tuan rumah AEK Athens pun masih tetap terlihat memberikan permainan yang ketat dan sengit kepada lawannya tim Ajax dari awal mulainya laga babak kedua. Akan tetapi sayangnya tim tuan rumah AEK Athens pun harus bermain dengan 10 orang dimenit 67 pada babak kedua dikarenakan Marko Livaja diusir dari lapangan pertandingan atas ganjaran kartu kuning kedua yang didapatkannya tersebut. Hanya berselang 1 menit kemudian,tim Ajax pun akhirnya bisa membuka keunggulannya dan memimpin dengan skor 0-1 terlebih dahulu melalui gol hasil tendangan pinalti yang dilakukan oleh Dusan Tadic. Empat menit kemudian,tim Ajax pun berhasil menggandakan keunggulannya menjadi 0-2 melalui gol kedua dari Dusan Tadic. Setelah itu skor 0-2 yang didapatkan oleh tim Ajax itu pun tidak lagi berubah dan tetap bertahan didalam sepanjang sisa waktu yang ada pada babak kedua.

Dengan adanya raihan kemenangan dan juga raihan tiga poin yang didapatkan oleh tim Ajax pada dini hari tadi itu pun tentunya membuat mereka berada diperingkat kedua pada papan klasemen grup E Liga Champions dengan jumlah raihan 11 poin. Sementara itu tim tuan rumah AEK Athens yang gagal dalam mendapatkan raihan poin positifnya pada dini hari tadi itu pun harus tetap berada diperingkat keempat yang hingga saat ini belum mengantongi raihan poin apapun.

Simeone Abaikan Kritik Terhadap Timnya

yakni LaLiga, Copa del Rey dan Liga Champions musim ini, setelah memenangkan Piala Super UEFA setelah kemenangan 4-2 atas Real Madrid pada bulan Agustus, gol telat dari Ousmane Dembele yang membatalkan mereka menang 1-0 atas juara liga Barcelona, ??Minggu lalu, sementara kemenangan melawan Monaco pada Rabu akan menjamin tempat mereka di babak 16 besar Liga Champions Dan Simeone mengakui bahwa mungkin ada sikap yang lebih hormat dari mereka yang menuduh Atletico mengadopsi taktik negatif. “Saya tidak terlalu memikirkannya apakah Atletico dihormati atau tidak, karena saya hanya mencoba mencari solusi untuk dapat bersaing dan terus berada di posisi terbaik di liga primera, Liga Champions dan piala, “Ungkap Diego pada konferensi pers.

“Sepak bola indah karena setiap orang dapat memiliki pendapat dan membuat penilaian tentang apa yang mereka pikirkan dan lihat tentu Saya sangat menghormati dan selalu begitu, terkadang, tidak ada penghormatan untuk kami, tetapi Anda tidak dapat mengubah orang karena setiap orang dapat berpikir apa yang mereka inginkan, Itu seperti politik. ” Diego Costa akan absen dalam pertandingan Monaco dengan masalah cedera kaki dan telah diberitakan dia akan membutuhkan operasi, tetapi Simeone menunggu saran dari staf medis. “Dia berusaha keras dan Dia memiliki rasa sakit di kakinya, ”kata pelatih kepala.

“Departemen medis akan mengevaluasi apa yang terbaik untuk masa depan tapi Saya harap Costa dapat bersama kami untuk waktu yang lama dan dia memberi kami semua yang dia bisa saat dia sehat, Saya tidak bisa membayangka Atletico Madrid tanpa Costa dan Dia tahu apa yang aku pikirkan tentang dia. ” Simeone menambahkan kekecewaannya pada situasi di sekitar final Copa Libertadores antara Boca Juniors dan mantan klubnya River Plate, Leg kedua babak final akan dimainkan pada 8 atau 9 Desember di luar Argentina, setelah pertandingan awalnya ditunda karena penggemar River menyerang bus tim Boca. “Saya merasa sedih, saya sangat suka Argentina dan apa yang terjadi menyakitkan, Sayang sekali kami tidak dapat menunjukkan kepada dunia siapa kami. ”

Liverpool Puncaki Klasemen Usai Gasak Cardiff 4-1

 

Liverpool meraih kemenangan besar 4-1 ketika menjamu Cardiff City di dalam laga lanjutan Premier League. Kemenangan ini membawa Liverpool ke puncak klasemen sementara.

Liverpool menjamu Cardiff di Anfield pada hari Sabtu (27/10/2018) malam WIB di pertandingan matchday 10 Premier League. Tim tuan rumah bermain dominan sejak awal pertandingan.

Start bagus pun dicatatkan Liverpool ketika Mohamed Salah menciptakan gol pada menit ke-10. Paruh pertama berakhir dengan skor 1-0.

Sadio Mane kemudian menggandakan keunggulan Liverpool di menit ke-66, namun dibalas oleh tim tamu lewat Callum Peterson pada menit ke-77. Liverpool menjaga tekanannya dan menciptakan 2 gol lagi lewat Xherdan Shaqiri pada menit ke-84 dan gol kedua Mane pada menit ke-87.

Kemenangan ini membawa The Reds memuncaki klasemen sementara Premier League dengan nilai 26 poin dari 10 pertandingan. Liverpool unggul 3 angka atas Manchester City yang baru akan bertanding melawan Tottenham Hotspur pada hari Selasa (30/10/2018) dinihari WIB. Sementara The Bluebirds berada di urutan 17 dengan nilai 5 poin.

Jalannya Laga

Liverpool langsung mendominasi laga sejak dimulai. Cardiff pun menumpuk pemain di dalam kotak penalti untuk menghalau serangan Liverpool.

Pada menit ke-10, Liverpool memimpin 1-0. Crossing Trent Alexander-Arnold disambar Mane, akan tetapi terhalang bek lawan. Bola liar kemudian ditendang Georginio Wijnaldum ke arah gawang, namun terhalau lagi. Barulah pada kesempatan ketiga upaya Liverpool membuahkan hasil. Salah menyambut bola di sebelah kiri di dalam kotak penalti dengan sepakan keras yang meluncur masuk ke dalam gawang Neil Etheridge.

Tiga menit kemudian, Liverpool hampir menggandakan keunggulannya. Umpan lambung Salah dari sebelah kanan disundul Virgil Van Dijk yang lepas dari penjagaan lawan. Bola mengarah ke sudut kanan gawang tanpa terjangkau Etheridge, akan tetapi si kulit bundar mengenai tiang gawang dan bisa diamankan si kipper.

Salah kalah cepat dari Etheridge ketika mengejar umpan terobosan dalam situasi satu lawan satu. Tidak lama berselang, Liverpool mengklaim penalti setelah Salah terjatuh di bawah tekanan bek Cardiff. Tapi wasit tidak bergeming.

Cardiff masih bertahan dengan rapat. Percobaan dari Alexander-Arnold dan Salah masih belum membuahkan hasil. Cardiff menebar ancaman lewat serangan balik pada menit ke-31. Akan tetapi tusukan Victor Camarasa masih bisa dihentikan Dejan Lovren.

Roberto Firmino memainkan bola sebelum melepaskan tendangan dari muka kotak penalti pada menit ke-42. Tidak membahayakan gawang Cardiff karena melayang jauh.

Liverpool mempunyai kesempatan bagus yang digagalkan lini belakang Cardiff pada menit-menit akhir paruh pertama. Tandukan Adam Lallana menyambut umpan silang Alberto Moreno dibuang tepat di garis gawang oleh Sean Morrison. Paruh pertama pun tuntas dengan skor 1-0 untuk keunggulan Liverpool.

Liverpool kebobolan pada menit ke-52, namun gol Cardiff dianulir oleh wasit Stuart Attwell. Sepakan bebas Camarasa dari kiri disundul Josh Murphy di tiang jauh. Bola hanya bergulir di muka gawang Liverpool dan disepak Camarasa masuk ke dalam gawang. Tapi Camarasa sudah terlebih dulu berada dalam posisi offside.

Tim asuhan Juergen Klopp masih dominan di dalam penguasaan bola dan berhasil mencetak gol kedua pada menit ke-66. Firmino mencoba menusuk dari sebelah kiri dan berulang kali nyaris kehilangan bola sebelum akhirnya mengoper ke Moreno. Lalu Moreno pun memberikan bola kepada Mane. Sempat kehilangan penguasaan, Mane mendapatkan lagi bolanya dan melepaskan tendangan mendatar dari sudut sempit di sebelah kiri untuk membawa Liverpool unggul 2-0.

Keasikan menyerang, Liverpool kebobolan di menit ke-77. Junior Hoilett lepas dari kawalan pemain belakang Liverpool dan menerima umpan terobosan di sebelah kanan. Kemudian Hoilett melepaskan crossing yang sempat membuat bola berbelok saat Van Dijk mencoba menghalau. Peterson yang sudah tidak terkawal pun memberikan dorongan ke bola untuk menaklukkan Alisson Becker.

Tapi Liverpool memperbesar keunggulan menjadi 3-1 pada menit ke-84. Mendapatkan bola dari sebelah kanan, Salah dengan jeli melepaskan umpan kepada Shaqiri di muka kotak penalty di tengah kerumunan pemain Cardiff. Shaqiri pun mengecoh satu pemain lawan sebelum melepaskan tembakan ke sudut kiri bawah gawang Etheridge.

Berselang 3 menit, Liverpool menciptakan gol keempatnya dan membuat skor menjadi 4-1. Kali ini lewat serangan balik, Salah melepaskan umpan terobosan kepada Mane. Dengan cerdik, Mane pun mencungkil bola untuk melewati Etheridge yang sudah bergerak keluar dari sarangnya.

Tidak ada lagi gol yang tercipta sampai pertandingan berakhir.

Pilihan Bagi Pochetino, Madrid Atau Pindah Stadion?

Mauricio Pochettino memiliki dua kemungkinan, yaitu untuk pergi ke Real Madrid ataupun tetap bertahan bersama dengan Tottenhm Hotspur dan kemudian menjajal stadion yang baru miliknya. Apa yang akan dipilih olehnya?

Pochettino masuk kedalam daftar bursa pemain yang ingin didatangkan oleh Madrid agar menggantikan posisi Julen Lopetegui. Pelatih yang berasal dari Argentina tersebut dikabarkan sedang diminati oleh El Real selain daripada Antonio Conte.

Kontrak yang dimiliki oleh Pochettino bersama dengan Tottenham Hotspur sejatinya baru akan habis pada saat tahun 2023 yang akan datang. Akan tetapi tawaran untuk melatih Madrid sendiri tentu bisa menggoyahkan pendirian yang dia miliki,

Menanggapi gosip tersebut, Pochettino lantas menapiknya. Dia menyebutkan bahwa akan lebih tertarik untuk pergi ke stadion baru milik Tottenham Hotspur yang hingga sekarang ini masih belum bisa mereka gunakan daripada pergi ke Santiago Bernabeu. Atau yang bisa dikatakan bawha dia lebih memilih untuk bertahan.

“Disaat kami pergi, saya sangat berharap kalau saya bisa kesana juga. Hanya saja Daniel Levy yang merupakan pemilik klub yang dapat mengatakan kalau klub akan bisa pergi, namun Anda juga tidak akan setuju,” ujar Pochettino.

Jauh lebih lanjut lagi, Pochettino juga mengaku kalau dirinya tidak tahu mengenai kabar kalau diriya diminanti oleh Real Madrid. Dia juga berkelakar kalau dirinya tidak memiliki media sosial.

“Saya tidak memiliki media sosial apapaun itu dan saya tidak mendapatkan informasi apapun tentang itu, Itulah yang membuat saya terlihat lebih muda dari yang seharunya,” lanjutnya.

“Hal tersebut biasa memang terjadi didalam dunia sepakbola. Anda juga tidak dapat mengubah apapun. Ini sangat normal sekali,” tutupnya menjelang laga Tottenham Hotspur melawan Manchester City didalam laga yang akan dilangsungkan di Wembley di hari Selasa tanggal 30 Oktober 2018 dini hari WIB mendatang.

Tottenham sendiri sekarang ini tengah berada diurutan ke lima klasemen sementara dengan terolehan 21 angka yang sama dengan Chelsea dan juga Arsenal yang ada diatas mereka. Sementara itu, The Spurs juga hanya tertinggal dua angka dari Manchester City yang ada dipuncak klasemen sementara dengan terolehan 23 angka.

Gol telat Welbeck beri Arsenal kemenangan di markas Sporting Lisbon

Pemain internasional Inggris ini mencetak satu-satunya gol untuk mengalahkan Sporting dan mengamankan kemenangan beruntun ke-11 bagi The Gunners di Lisbon.

Ketika Arsenal mendarat di Lisbon menjelang pertandingan Kamis malam dengan Sporting, The Gunners memposting video di media sosial dari sesi latihan terakhir mereka sebelum meninggalkan London utara. Klip enam menit memamerkan skuad dengan semangat tinggi setelah 10 kemenangan beruntun; percaya diri dalam kemampuan mereka untuk menyelesaikan pekerjaannya apa pun yang mungkin diindikasikan oleh data.

Satu orang yang menjadi pusat perhatian selama sesi adalah Danny Welbeck, finishing dengan akurasi tepat melewati kiper muda Dejan Iliev.

Bergerak cepat 24 jam, dan Welbeck bergerak menjauh menuju sudut Estádio Jose Alvalade setelah menunjukkan presisi yang sama untuk mencetak satu-satunya gol dari bentrokan The Gunners ‘dengan raksasa Portugis setelah menempel ke Lucas Torreira melalui bola melalui kesalahan dari mantan bek tengah Liverpool Sebastian Coates.

Pemogokan 78 menit internasional Inggris memastikan kemenangan 11 lurus untuk sisi Unai Emery, dan ketiga mereka di Liga Europa musim ini. Banyak yang merasa kontribusi utama Welbeck atas kampanye saat ini akan datang dalam kompetisi ini, dan sejauh ini mereka telah terbukti benar. Tetapi apakah bentuknya menunjukkan ia bisa menjadi kunci di dalam negeri dan juga di benua itu?

Dalam lima terakhir dimulai untuk sisi Emery, Welbeck telah terlibat langsung dalam lima gol setelah menemukan bersih pada empat kesempatan serta meletakkan pada bantuan soliter. Tidak buruk untuk pemain yang pada dasarnya merupakan pilihan ketiga ke depan.

Welbeck akan dimaafkan karena mengejar peluang dari Stadion Emirates. Tidak mungkin dia akan bergerak di depan Alexandre Lacazette dan Pierre-Emerick Aubameyang – yang kehilangan dua peluang terbaik Arsenal sebelum gol Welbeck di Lisbon – dalam urutan kekuasaan. Ada klub lain di enam top Liga Premier – yaitu mereka di seluruh ibukota – di mana Welbeck akan, setidaknya, berada di urutan kedua.

Sebaliknya, ia telah menyerah setelah mengalami cedera yang mengerikan dan menjadikan dirinya anggota kunci dari skuad Arsenal yang terus menentang penampilan babak pertama yang lamban dan meraih kemenangan.

Lagi di sini mereka berjuang selama 45 menit pembukaan, dengan garis depan Welbeck, Aubameyang dan Henrikh Mkhitaryan gagal menyulitkan lini belakang Sporting, meskipun tiga gelandang bertahan yang dikerahkan Jose Peseiro mungkin ada hubungannya dengan itu.

Di ujung lain, Rob Holding dan Sokratis Papastathopoulos selamat dari ketakutan, dengan yang terakhir mungkin sedikit beruntung bahwa tim yang kurang toleran dari para pejabat tidak bertanggung jawab setelah menarik kembali Fredy Montero saat ia membebani gawang.

Konon, Bernd Leno jarang bermasalah. Bahkan The Gunners tidak mengakui tembakan pada target – yang pertama di Eropa sejak perjalanan mereka ke Monako pada Maret 2015 – saat mereka mencatat kemenangan pertama mereka di pantai Portugis dalam tujuh upaya.

Dengan Lacazette dan Alex Iwobi hanya membuat akting cemerlang singkat dari bangku cadangan dan Mesut Ozil bahkan tidak diperlukan, jelas bahwa Emery memiliki garis depan yang akan ditakuti seluruh Eropa. Setelah mengawasi kemenangan klub terpanjang selama satu dekade, tantangan berikutnya adalah menemukan kinerja lengkap untuk pergi dengan hasil mentah mereka.

Apakah dia bisa atau tidak tetap harus dilihat. Satu hal yang pasti, meskipun – jika Welbeck melanjutkan wujudnya sendiri, mereka memiliki setiap kesempatan untuk menantang lebih dari sekedar Liga Eropa kali ini.

Rangers dibuat frustasi oleh Spartak Moskow

Harapan Rangers untuk lolos dari babak grouo Liga Europa tetap berada di jalur yang tepat meskipun tadi malam dibuat frustasi di Ibrox saat melawan Spartak Moskow.

Tim Steven Gerrard berjuang untuk mengubah dominasi mereka saat mereka memimpin pertandingan melawan Rusia.

Meskipun menciptakan beberapa peluang, Rangers gagal mencetak gol untuk pertama kalinya dalam 11 pertandingan di kandang musim ini.

Klub Premiership duduk bersama-sama atas grup dengan Villarreal – yang mengalahkan Rapid Vienna 5-0 – dengan lima poin.

Alfredo Morelos, Daniel Candeias dan Eros Grezda menolak peluang bagi tuan rumah selama pertandingan dominan.

Namun, Rangers memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di Eropa menjadi 11 pertandingan sebelum menghadapi Spartak di Rusia pada 8 November.

Datanglah kesimpulan dari grup Liga Europa ini, Rangers mungkin melihat kembali permainan ini sebagai titik kemenangan dalam perjalanan ke babak play-off.

Namun, perasaan awal akan menjadi salah satu dari apa yang bisa terjadi pada malam Eropa lainnya di Govan.

Pertunjukan dominan di Ibrox telah menjadi katalisator untuk Rangers ‘lari Eropa, dan dengan kisah-kisah Spartak yang berantakan, hal-hal besar yang diharapkan dari orang-orang Gerrard, yang sebelum memulai duduk jelas di puncak Grup G.

Sisi Premiership Skotlandia terbang keluar dari jebakan di babak pertama ketika Rusia dipaksa ke belakang kaki. Kemungkinan terbaik jatuh ke Candeias, tetapi ia memilih untuk menyeberang dari jarak delapan yard daripada menembak setelah menerobos ke dalam kotak.

Di babak kedua, Rangers masih memiliki peluang meski tim tamu mulai lebih cerah dari kedua tim. Morelos bersiul bola halus di kotak tanpa pengambil, yang merupakan tanda nyata dari niat mereka dan juga bahwa keberuntungan mereka mungkin tidak masuk.

Dari bangku cadangan, Eros Grezda bisa, dan benar-benar harus, telah menjadi pahlawan. Pertama, Albania jatuh di bawah tantangan canggung hanya untuk wasit Belanda Kevin Blom untuk melambai banding penalti, kemudian ia menyala kesempatan mulia di atas mistar gawang dari tepi area penalti dengan tendangan terakhir dari bola.

Namun, fakta penggemar Rangers akan membuat Ibrox frustrasi adalah indikasi seberapa jauh tim ini berada di bawah mantan kapten Liverpool Gerrard.

Sebuah tim malang yang dipukuli musim panas lalu oleh Progres Niederkorn di bawah Pedro Caixinha telah diubah oleh Gerrard menjadi salah satu yang telah melangkah ke Liga Europa tanpa rasa takut.

Dia akan yakin mereka bisa pergi ke Rusia dalam waktu dua minggu dan mengambil langkah maju yang lain.

Bagi pendukung Rangers, mungkin tidak terpikirkan, untuk berada di Eropa seperti ini. Itu enam kursi bersih, yang sensasional. Mereka memiliki keseimbangan yang sangat baik. Mereka tahu cara menutup permainan dan menjadi tabah, tetapi mereka tahu cara melakukan serangan habis-habisan juga.

Sekarang menjadi lebih tangguh, dengan dua laga tandang yang sulit dan meskipun Villarreal adalah tim terbaik di grup, Rangers tidak perlu takut pada Ibrox berdasarkan penampilan mereka di Eropa sejauh ini. Mereka akan sangat senang dengan bagaimana grup ini dimulai tetapi tiga poin malam ini akan membuat perbedaan besar.

Mauro Icardi Tidak Terlalu Senang Dengan Penampilan Inter Melawan Barca

Mauro Icardi mengatakan Inter tidak memenuhi standar mereka sendiri saat ia menyesali kekalahan Liga Champions dari Barcelona karena absennya Lionel Messi.

Messi menyaksikan dari tribun ketika rekan satu timnya di Barca meraih kemenangan 2-0 atas Inter di Camp Nou dalam pertandingan Grup B Liga Champions pada Rabu.

Icardi dan Inter mencari untuk memanfaatkan ketidakhadiran Messi, dengan kapten Barca dan pemenang Ballon d’Or lima kali absen karena lengan yang retak.

Tapi Inter meninggalkan Barcelona dengan tangan kosong menyusul gol dari Rafinha dan Jordi Alba, dan Icardi merasa frustasi

“Saya pikir perbedaannya terjadi di babak pertama, di mana kami tidak mengikuti standar Inter. Kami meninggalkan terlalu banyak ruang dan memberi mereka inisiatif,” kata Icardi kepada Sky Sport Italia.

“Pada babak kedua, kami melakukan lebih baik dan memaksa Barcelona untuk melakukan salah umpan, tetapi bisa melakukan lebih banyak untuk memanfaatkan situasi dengan menyelesaikan peluang.

“Saya tidak terlalu senang dengan penampilan itu, karena kami bisa melakukannya dengan baik sejak awal dan sebagai gantinya kami harus kembali. Kami harus melakukan perubahan besar di San Siro dan mendapatkan poin untuk lolos.

“Kami tahu bahwa kami melawan juara kelas dunia yang telah memenangkan segalanya selama bertahun-tahun. Jika Anda membiarkan mereka mencapai tujuan, itu menjadi sulit untuk pulih.”

Kekalahan itu mengakhiri awal sempurna Inter untuk Grup B, dengan tim Luciano Spalletti sekarang tiga poin di belakang Barca menuju ke pertandingan terbalik di San Siro pada 6 November.

Setelah awal yang lambat di liga bermain Inter telah menjalankan lima kemenangan di musim ini, termasuk hasil 1-0 melawan AC Milan di Derby della Madonnina, untuk naik ke posisi ketiga di klasemen Serie A.

Mereka menghadapi pertandingan yang sulit melawan tim urutan keempat Lazio pada akhir pekan dan akan mengambil bagian lain di babak pertama di Genoa sebelum menjamu Barcelona pada 6 November.

Dari keberhasilan U23, Vietnam Tel haus untuk kemuliaan Piala AFF

Menurut ESPN, musim U23 Vietnam tahun ini membantu para penggemar nasional mendambakan Piala Asia Tenggara setelah 10 tahun menunggu. John Duerden, seorang penulis olahraga Asia, mengomentari potensi Piala AFF dibandingkan dengan perkembangan sepakbola dunia.  AFF Cup 2018 akan diadakan mulai awal November, di mana dua putaran akan diadakan pada 11 dan 15 Desember. Menurut penulis, ini akan menjadi “pertunjukan paling menarik di dunia pada akhir tahun ini”.

Duerden menulis: “Menurut perkiraan, stadion Jakarta akan memiliki kehadiran 90.000 penonton (penggemar), hal yang sama telah terjadi di Kuala Lumpur. Di Vietnam pada tahun 2008, negara ini bahkan membuka jalan untuk merayakan malam karena yang pertama prestasi kejuaraan regional. ”

Untuk berbicara tentang Asia Tenggara, banyak yang menyebutnya “dataran rendah” sepakbola benua. Namun, pada tingkat mendapatkan perhatian para penggemar, olahraga raja di daerah ini dapat menciptakan kegembiraan dan kekecewaan ekstrim, lebih dari liga di daerah yang lebih maju seperti Asia Selatan, Barat dan Timur. Dapat dikatakan bahwa tim nasional seperti Korea, Jepang, Arab Saudi atau Irak memiliki kekuatan yang cukup untuk mencapai benua dan dunia, sehingga mereka tidak lagi tertarik pada arena regional. Turnamen ini sangat sempit hanya lingkungan yang bermanfaat, gosokan, bukan perhatian kritis.

Bukti adalah bahwa turnamen Asia Timur telah dua kali tidak teratur dan jarang mendapat perhatian media internasional. Dengan pemain yang telah bermain di Eropa dan tidak dapat kembali untuk melayani tim nasional, tim Korea atau Jepang hanya melihat arena regional sebagai kesempatan untuk membuktikan kemampuan mereka berdampingan. Selain itu, turnamen di Asia Barat cukup menarik tetapi menang atau kalah tidak terlalu mempengaruhi karir pemain. Parahnya, Asia Selatan belum banyak berkembang dalam hal keahlian maupun cinta dengan olahraga ini. Sebaliknya, Asia Tenggara menunjukkan gairah tak berujung untuk bola. Di sini, beberapa tim berada di tengah benua, yang berarti mereka jarang memenuhi syarat untuk Piala Asia (meskipun ini berubah ketika Piala Asia memanjang dari 16 menjadi 24 di Piala Asia. 2019).

Piala Dunia juga merupakan mimpi yang jauh. Mungkin segala sesuatunya harus menunggu hingga 2026 menjadi sedikit lebih baik ketika FIFA meningkatkan jumlah tim Asia menjadi 48. Oleh karena itu, tidak terlalu banyak pemain di negara-negara di kawasan ini bermain sepakbola di Asing, tim nasional masih banyak kekuatan untuk masuk turnamen regional dengan tekad untuk menang.

Dianggap sebagai sepak bola termuda di benua itu, Piala AFF (sebelumnya dikenal sebagai Piala Macan) telah diselenggarakan selama 22 tahun, memainkan peran penting dalam memperkuat lapangan sepakbola negara itu. Asia Tenggara menunjukkan gairah tak berujung untuk bola. Di sini, beberapa tim berada di tengah benua, yang berarti mereka jarang memenuhi syarat untuk Piala Asia (meskipun ini berubah ketika Piala Asia memanjang dari 16 menjadi 24 di Piala Asia. 2019). Piala Dunia juga merupakan mimpi yang jauh. Mungkin segala sesuatunya harus menunggu hingga 2026 menjadi sedikit lebih baik ketika FIFA meningkatkan jumlah tim Asia menjadi 48. Oleh karena itu, tidak terlalu banyak pemain di negara-negara di kawasan ini bermain sepakbola di Asing, tim nasional masih banyak kekuatan untuk masuk turnamen regional dengan tekad untuk menang.

Asia Tenggara kemudian menyaksikan kejuaraan Vietnam yang legendaris pada tahun 2008, kebangkitan sepakbola Filipina pada tahun 2010, tetapi Thailand terus mendominasi Piala AFF dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan potensi pengembangan Piala AFF saat ini, negara-negara Asia Tenggara tidak hanya memenuhi syarat untuk menghadiri Piala Asia, tetapi juga dapat menargetkan tahap internasional yang lebih besar. , di mana turnamen Asia Tenggara akan menjadi batu loncatan yang baik dan berguna. “Semua masih menunggu untuk dijawab, tetapi Piala AFF akan menjadi taman bermain terbesar di benua ini,” tulis John Duerden.