Chelsea Dinilai Kurang Konsisten

Kondisi untuk internasional Inggris untuk berkembang sempurna di bawah Pep Guardiola tetapi Chelsea tidak berfungsi dengan playmaker mereka dari bentuk.Eden Hazard mengeja dalam sebuah wawancara dengan Play Sports, penyiar Belgia, minggu ini ketika melihat pertandingan Liga Premier antara Chelsea dan Manchester City di Stamford Bridge.

Kembalilah beberapa minggu dan ini akan menjadi puncak pertarungan di meja. Bersama Liverpool dan City, Chelsea menikmati 12 pertandingan tak terkalahkan pada awal musim. Sementara tim Jurgen Klopp berhasil mengimbangi City – dengan keduanya masih tanpa entri di kolom kerugian – Chelsea telah goyah dalam beberapa minggu terakhir.

Sarri-ball tidak berfungsi. The Blues memiliki semua tetapi keluar dari perburuan gelar dan sekarang 10 poin di belakang City yang terus mengatur kecepatan tanpa henti. Mereka gagal memenangkan tiga dari empat pertandingan terakhir mereka – dengan dua kekalahan – dan kritik mulai jatuh pada kepala manajer Italia Maurizio Sarri.

Bahaya mungkin telah memulai musim ini dalam bentuk kelas dunia – menyediakan gol dan assist yang luar biasa – tetapi bentuk itu tidak perlu diragukan lagi. Penggemar Chelsea di media sosial berusaha mengungkap masalah ini minggu ini dan menyimpulkan bahwa jika Hazard tidak bermain bagus maka Chelsea tidak bermain bagus. Dan tanpa bermain bagus, Chelsea semakin sulit memenangkan pertandingan.

“Chelsea memiliki banyak kepemilikan, tetapi kami sering harus bergantung pada tindakan individu untuk mencetak gol,” katanya. Game Wolves berakhir dengan sisi London membual 70 persen dari bola tetapi sedikit untuk menunjukkan untuk itu.

“Kota semua tentang bermain tim. Anda dapat melihat banyak gerakan dari mereka yang menciptakan ruang.“Mereka mendapatkan umpan silang mereka dan mereka menciptakan lebih banyak peluang, mencetak lebih banyak gol dan memiliki lebih banyak jawaban.“Satu-satunya hal yang tidak mereka miliki adalah Eden Hazard! Itulah bedanya. ”

 

Sean Dyche Balas Kritikan Jurgen Klopp

Sean Dyche mengakui dia sedikit bingung oleh kritik dari manajer Liverpool Jurgen Klopp atas permainan Burnley selama pertandingan Premier League hari Rabu di Turf Moor pasalnya The Reds membalikkan defisit babak kedua untuk menang 3-1, meskipun kemenangan datang dengan membayar harga bek Joe Gomez menderita patah kaki kiri di babak pertama, pemain internasional Inggris itu cedera menyusul bentrokan dari Ben Mee, dengan Klopp mengklaim setelah pertandingan dia berbicara dengan wasit Stuart Attwell tentang bahaya cedera dalam menghadapi adu fisik dengan tim tuan rumah. “Saya mengatakan setelah bentrokan pertama, saya tidak tahu siapa yang melakukannya duluan, saya berkata kepada wasit ‘itu tidak curang tapi tolong katakan pada mereka Anda tidak boleh melakukan itu’,” Kata pelatih Jerman dalam konferensi pers pasca pertandingan.

“Tidak ada yang bisa menilai itu sebab anda mendapatkan bola, bagus, tapi itu seperti bowling bisa terjadi bentrokan, Karena Anda berebut dengan pemain juga, Itu terjadi empat atau lima kali, semua orang menyukainya, tapi Joe terluka, dan mungkin tidak ringan.” Liverpool mengkonfirmasi pada hari Kamis bahwa Gomez terpaksa untuk keluar hingga enam minggu, yang berarti dia akan kehilangan laga Liga Champions penting Liverpool dengan Napoli minggu depan, serta bentrokan kandang dengan Manchester United pasalnya Joe Gomez menderita patah tulang di kaki kiri bawah saat pertandingan semalam melawan Burnley, Dyche berdoa yang terbaik kepada Mee yang berusia 21 tahun tapi bersikeras tidak melakukan kesalahan apa pun.

“Saya sedikit bingung. Saya tidak dapat melihat bagian mana yang benar dan salah, Apa yang akan saya katakan adalah ini, dan saya pikir itu penting untuk melihat lebih terperinci, ada beberapa bentrokan hebat terjadi dan Saya pikir satu-satunya yang dipertanyakan adalah dari Phil Bardsley tapi saya pikir yang terjadi pada Ben Mee adalah tackle yang fantastis lantas saya rasa ia seorang pemain yang jujur, Gomez, menyadari hal itu pastinya tapi Kami mengirimkan doa yang terbaik kepada dia jika ada cedera, tetapi itu bukan karena tekel curang. “

Mourinho Minta Diberikan Waktu Lagi Agar Skuatnya Tampil Konsisten

Jose Mourinho sangat kesal karena tim yang dilatihnya terus menerus dibandingkan dengan skuat yang dimiliki oleh Manchester United pada saat era Sir Alex Ferguson. Dia lantas meminta timnya tersebut mendapatkan waktu untuk bisa memperbaiki konsistensi atas performa mereka.

Manchester United hanya mampu untuk bermain imbang melawan Arsenal dengan skor 2-2 dalam laga yang dilangsungkan di Old Trafford di hari Kamis tanggal 6 Desember 2018. Didalam pertandingan tersebut, Setan Merah bahkan harus kesusahan untuk bisa mengimbangi performa yang dimiliki The Gunners yang membuat mereka harus ketinggalan dua kali terlebih dahulu.

Arsenal sendiri berhasil untuk membuat Manchester United kesulitan sebanyak dua kali setelah dibobol oleh Shkordran Mustafi disaat menit ke 26 dan juga Marco Rojo yang membuat gol bunuh diri disaat menit ke 68. Akan tetapi MU cukup beruntung karena mereka mampu untuk kembali lagi membuat kedudukan menjadi imbang pada saat menit ke 30 melalui Anthony Martial dan juga Jesse Lingard disaat menit ke 69.

Kegagalan MU untuk bisa mendapatkan angka penuh di markas sendiri, Old Trafford tentu sudah membuat mereka sekarang ini harus turun ke peringkat kedelapan klasemen sementara dengan terolehan sebanyak 23 angka dan harus tertinggal 18 angka dari Manchester City yang masih kokoh di puncak klasemen sementara. Kondisi yang dimilik oleh The Red Devils lantas membuat Mourinho terus menerus mendapatkan banyak kritikan dari pada fans Setan Merah.

Pelatih yang berasal dari Portugal itu juga dianggap sudah merusak tradisi yang dimiliki oleh Setan Merah saat masih dilatih oleh pelatih legendarisnya, Sir Alex Ferguson yang mampu untuk mendominasi kompetisi Liga Inggris.

Menanggapi hal itu, Mourinho lantas mengungkapkan rasa tidak senangnya dikarenakan tim yang dia latih sekarang dibandingkan terus dengan masa kejayaan MU. Dia menilai kalau para pemain asuhannya itu membutuhkan waktu agar bisa kembali lagi tampil dengan menawan.

“Saya sangat tidak setujuh dengan orang-orang yang sudah membandingkan tim yang sekarang ini dengan tim yang masih diisi dengan Ruud van Nistelrooy, Roy Keane dan juga Nemanja Vidic. Berikanlah kami waktu dan juga sedikit kesempatan lagi,” kata Mourinho kepada salah satu media di Inggris.

“Saya merasa sangat senang sekali dengan semangat serta hati yang kami punya, akan tetapi sekarang ini kami memang sedang tidak konsisten.”

“Hari ini juga kurang lebihnya sama. Akan tetapi dengan semangat yang sangat besar dan juga para pemain yang terus siap untuk berjuang dengan keras, tim kami tentulah sangat layak sekali mendapatkan pujian,” tutup mantan pelatih klub Chelsea tersebut.

Bukan hanya tertinggal jauh dari rival sekotanya, peluang MU untuk bisa finis pada peringkat empat besar sendiri masih sangat diragukan. MU tertinggal sebanyak delapan angka dari Chelsea dan juga Arsenal yang ada diurutan keempat dan kelima klasemen sementara.

Untuk laga yang berikutnya, MU masih akan menjamu Fulham dalam laga lanjutan Premier League yang akan dilangsungkan di Old Trafford pada hari Sabtu tanggal 8 Desember 2018 besok malam WIB sebelum menjalani laga terakhir babak fase grup Liga Champions dengan bertandang ke markas Valencia di tanggal 13 Desember 2018 dini hari WIB mendatang.

Dalam kompetisi Liga Champions, MU sudah memastikan diri lolos kedalam babak 16 besar bersama dengan Juventus dari Grup H.

Bigmatch Antara Manchester United vs Arsenal Berakhir Dengan Hasil Imbang

Tak ada pemenang dalam duel Manchester United versus Arsenal pada Premier League pekan ke-15, Kamis (6/12/2018) dini hari WIB. Skor 2-2 menghiasi papan skor yang terpampang di Old Trafford malam itu. Shkodran Mustafi dan Alexandre Lacazette (setelah ditinjau ulang, pihak Premier League memutuskan gol ini lahir dari aksi bunuh diri Marcos Rojo) jadi penyumbang gol Arsenal, sementara sepasang gol United dicetak Anthony Martial dan Jesse Lingard.

Hasil imbang ini membuat United dan Arsenal melorot satu setrip dari posisi sebelumya. ‘Iblis Merah’ turun ke peringkat ke-9 dengan koleksi 22 poin, sementara Arsenal terlempar ke peringkat lima dengan torehan 30 angka.

Jose Mourinho kembali mengaplikasi pakem lima bek dalam duel kali ini. Menariknya, The Special One mengubah seluruh komposisi para pemain belakangnya. Bila Phil Jones, McTominay, dan Nemanja Matic yang mengisi pos bek sentral versus Southampton akhir pekan lalu, kini Eric Bailly, Chris Smalling, dan Marcos Rojo yang jadi andalan. Begitu pula Diogo Dalot yang dijadikan starter untuk pertama kalinya, melengkapi Matteo Darmian sebagai full-back kanan.

Perombakan Mourinho tak berhenti sampai di situ, Paul Pogba dan Romelu Lukaku hanya duduk di bangku cadangan. Dia lantas menunjuk Ander Herrera sebagai tandem Matic, sementara Marcus Rashford menemani Anthony Martial di lini depan.

Lain United, lain pula Arsenal. Unai Emery masih memercayakan Pierre-Emerick Aubameyang sebagai ujung tombak. Topskorer Premier League dengan 10 gol itu disokong Alex Iwobi dan Aaron Ramsey. Terhitung hanya Granit Xhaka yang disisihkan Emery dari skuatnya lantaran suspensi. Posisinya digantikan Matteo Guendouzi yang berduet bersama Lucas Toreira di area sentral.

Secara garis besar, United lebih unggul ketimbang Arsenal di babak pertama–khususnya soal intensitas serangan. Total empat tembakan tepat sasaran sukses mereka lepaskan, kendati tiga di antaranya diukir dari luar kotak penalti.

Namun, perkara efektivitas, Arsenal masih lebih baik. Nyatanya mereka berhasil membuat publik Old Trafford bungkam via tandukan Mustafi di menit 26. David De Gea sebenarnya sempat menyentuh bola kiriman mantan bek Everton itu. Namun, bola masih meluncur kemudian melewati garis gawang.

Namun, euforia Arsenal hanya bertahan seumur jagung. Empat menit setelahnya Martial sukses mencetak gol balasan usai mengakhiri umpan mendatar Herrera dari sisi kanan, sekaligus jadi gol ketujuhnya di Premier League musim ini.

Kedudukan yang berimbang membuat tensi pertandingan makin meninggi. Di saat itu pula pelanggaran keras mulai bermunculan. Lima kartu kuning dikeluarkan wasit Andre Marriner hanya dalam durasi lima menit. Bahkan, Rob Holding pun menjadi salah satu korbannya dan kudu ditarik keluar. Emery kemudian menunjuk Stephan Lichtsteiner untuk menggantikan bek berusia 23 tahun tersebut.

Guna mendongkrak daya gedor timnya, Emery menarik Aaron Ramsey dan memasukkan Henrikh Mkhitaryan. Ramsey memang unggul dalam urusan pendistribusian bola. Akan tetapi, Emery membutuhkan winger murni demi mangakomodir Aubameyang. Itulah mengapa Alexandre Lacazette juga akhirnya diturunkan di menit 64, untuk membuat serangan di lini depan Arsenal menjadi cair.

Keputusan Emery terbukti jitu. Pada menit 68, tiga menit setelah memasuki lapangan, Lacazette berhasil membawa Arsenal kembali unggul setelah memanfaatkan kesalahan Marcos Rojo saat melancarkan tekel.

Namum, lagi-lagi United berhasil membalasnya semenit berselang. Diawali dari skema umpan lambung, Lingard yang sukses memanfaatkan kesalahan Sead Kolasinac dalam mengontrol bola, langsung menceploskan si kulit bundar ke arah gawang Bernd Leno.

Mourinho kemudian bereaksi dengan memasukkan Marouane Fellaini dan Paul Pogba. Sebelumnya, Romelu Lukaku juga sudah masuk menggantikan Martial. Kedua tim sama-sama meningkatkan tempo permainan di penghujung laga. Bahkan, Arsenal sempat mengoyak jala United di menit 9+1. Akan tetapi, wasit menganulirnya lantaran offside.

Tak ada lagi gol tambahan, United dan Arsenal harus puas berbagi angka karena laga berkesudahan dengan skor akhir 2-2.

Thierry Henry Antar Monaco Keluar Dari Zona Merah

Untuk pertama kalinya dalam hampir tiga bulan, klub Ligue 1 keluar dari tiga terbawah Untuk pertama kalinya dalam 10 minggu, AS Monaco Thierry Henry keluar dari zona degradasi karena klub Ligue 1 pindah ke peringkat 17 dengan kemenangan atas klub promosi Amiens di hari Selasa.

Monaco bertahan untuk kemenangan 2-0 atas Amiens, yang memasuki pertandingan satu tempat di depan klub kerajaan di tempat ke-18. Dengan kemenangan itu, Monaco melompati Amiens dan Dijon pada diferensial gol, sementara pindah ke tempat yang aman di Ligue 1.

Sekarang dalam Minggu 16 dari kampanye Ligue 1, ini adalah pertama kalinya klub telah lolos dari zona degradasi sejak Minggu 6. Gol pertama terjadi pada menit ke-46 dari bentrokan Selasa di Amiens ‘Stade de la Licorne, dengan Radamel Falcao menyediakan pemenang pertandingan dari titik penalti.

Falcao menambahkan satu lagi dari titik di menit ke-97, membatasi kemenangan setelah Bakaye Dibassy dari Amiens diusir pada perpanjangan waktu. Bintang Kolombia sekarang memiliki tujuh gol dan satu assist pada musim ini, dengan tanda golnya memimpin klub.

Secara total, Falcao telah berkontribusi pada persis setengah dari 16 gol Ligue 1 Monaco pada musim ini. Henry, yang bermain untuk klub dari 1994 hingga 1999, mengambil alih kekuasaan pada bulan Oktober setelah pemecatan Leonardo Jardim.

Klub berada di 18 pada saat keberangkatan Jardim, tetapi Henry juga mengalami awal yang buruk yang melihat Monaco tidak dapat mengamankan kemenangan selama lebih dari sebulan. Monaco kini telah memenangkan dua dari tiga pertandingan terakhir Ligue 1 mereka setelah mengalahkan Caen pada 24 November sebelum jatuh ke Montpellier akhir pekan lalu.

Di Liga Champions, klub telah tersingkir dari grup yang mencakup Atletico Madrid, Borussia Dortmund dan Club Brugge, setelah memastikan tempat terakhir. Selanjutnya untuk Monaco adalah bentrokan dengan mantan rekan setimnya Henry Patrick Vieira sebagai tuan rumah klub Nice pada hari Jumat.

Napoli Dengan PSG Seperti Negara Api

Paris Saint-Germain akan menghadapi Napoli di matchday Liga Champions. Superstar PSG Neymar menganggap pertandingan itu seperti final. Napoli musim ini tampil berkualitas di Liga Champions. Setelah mengalahkan Liverpool 1-0, Marek Hamsik dkk juga bisa menahan imbang PSG 2-2 pada matchday ketiga di Paris. Gantian menghibur PSG di San Paolo pada Rabu (11/7/2018) dini hari WIB, Napoli juga membawa catatan rumah yang oke. Mereka tidak terkalahkan dalam 12 pertandingan terakhir dalam kompetisi, sejak kekalahan 2-4 dari AS Roma di Liga Italia musim lalu. Saat ini, Napoli masih menduduki peringkat kedua di Grup C dengan lima poin, terpaut satu poin dari PSG. Karena itu, Neymar memprediksi tujuan selanjutnya akan sengit. “Ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit, ini seperti final bagi kami,” kata Neymar seperti dikutip oleh FourFourTwo. Striker Napoli Lorenzo Insigne menyatakan kekecewaan dengan memanggil timnya untuk menang di pertandingan perdana Liga Champions 2018-1919. Pelatih Napoli Carlo Ancelotti mengaku lega dengan hasil imbang 1-1 yang timnya temukan ketika mereka melawan Paris Saint-Germain dalam pertandingan terbuka Grup Liga Champions C di San Paolo pada Rabu (7/11) pagi.

PSG memimpin pada menit ke-45 melalui gol Juan Bernat. Setelah istirahat, kiper Napoli, Gianluigi Buffon membuat beberapa penyelamatan gemilang sebelum Lorenzo Insigne menyamakan skor dengan penalti menit ke-63. Di akhir pertandingan, Napoli hanya kebobolan lagi, tembakan beruntung Kylian Mabppe dari jarak jauh hanya menyeberang ke sisi gawang. Pertandingan berakhir dengan hasil imbang 1-1, sementara di pertemuan pertama, kedua tim sama-sama kuat 2-2. Lorenzo Insigne mengungkapkan bahwa timnya bisa menang ketika memainkan partai Liga Champions musim ini. Dimasukkan di Grup C bersama Liverpool, Paris Saint-Germain dan Crvena Zvezda, tim asuhan Carlo Ancelotti hanya mampu bermain imbang di pertandingan pertama mereka. Perjalanan Napoli ke Serbia di markas Crvena Zvezda untuk memainkan fase penyisihan grup pada Rabu (19/9/2018) dini hari.

Dalam pertandingan itu, Lorenzo Insigne dan teman-temannya hanya bisa bermain tanpa gol sampai pertandingan berakhir. “Kami harus mengatakan ini dan kami bisa mendapatkan hasil bagus untuk mencapai hasil yang baik. Kami telah mampu mewujudkannya,” tambah striker asal Brasil itu.

Pochettino Optimis Tottenham Bisa Lolos Ke 16 Besar

Kemenangan yang didapatkan dari PSV Eindhoven membuat rasa percaya diri yang dimiliki Mauricio Pochettino semakin meningkat. Pelatih klub Tottenham tersebut sangat optimis sekali menyambut dua pertandingan yang tersisa didalam kompetisi Liga Champions.

Tottenham berhasil memenangkan pertandingan melawan PSV didalam matchday empat Liga Champions. Menjalani laga di Wembley Stadion di hari Rabu tanggal 7 November 2018 dini hari WIB, Tottenham yang sempat tertinggal terlebih dahulu pada akhirnya berbalik menang dengan skor 2-1.

Kemenangan tersebut tentunya kembali membuka peluang Tottenham untuk bisa lolos kedalam babak 16 besar. The Spurs sekarang ini menempat peringkat ketiga klasemen sementara dengan terolehan enam angka didalam empat pertandingan yang sudah mereka jalani.

Tottenham berjarah enam poin dari Barca yang berada di puncak klasemen sementara dan juga sudah memastikan diri lolos kedalam babak 16 besar. Tottenham masih akan bersaing dengan Inter yang memiliki tujuh angka untuk memperebutkan satu tiket yang tersisa.

Didalam dua pertandingan yang akan datang nanti, Tottenham masih akan menghadapi Inter pada tanggal 28 November di markas sendiri dan kemudian pergi ke markas Barca disaat tanggal 11 Desember mendatang. Mereka diwajibkan untuk memenangkan dua laga tersebut agar bisa lolos kedalam babak yang berikutnya.

Setelah mengalahkan PSV, Pochettino lantas memfokuskan pertandingan melawna Inter. Pelatih berkebangsaan Argentina itu sangat yakin kalau Tottenham akan mampu untuk menaklukan Inter yang membuat jalan menuju babak 16 besar akan semakin besar.

“Ada dua lagi pertandingan dan jika kami dapat mengalahkan Inter, maka kami akan sama-sama memiliki tujuh angka dan hanya satu pertandingan yang tersisa. Semuanya pasti bisa terjadi didalam satu pertandingan,” kata Pochettino.

“Kita lihat saja, akankah Barcelona yang sudah lolos dan kami akan pergi kesana dengan memenangkan pertandingan. Saya berpikir mengenai keyakinannya saja dan masih ada dan tentu Anda kenal dengan saya, saya sangat optimis.”

“Sekarang ini fokus kepada hari Sabtu, namun didalam Liga Champions, fokusnya tentu kepada Inter dan kami sudah hampir menang dan pantas sekali dapat yang lebih dari Milan. Kami sudah bermain dengan lebih baik daripda mereka dan kami tidak beruntung pada saat kebobolan, namun saya yakin kalau kami dapat menaklukan mereka.”

“Saya sanagt optimis dan kami bisa mengalahkan mereka serta saya yakin kalau kami akan lolos ke babak berikutnya,” tutupnya.

Napoli Bermain Imbang 1-1 Dengan PSG

Tidak ada pemenang di dalam pertandingan antara Napoli melawan Paris Saint-Germain di San Paolo. Kedua kesebelasan mesti puas berbagi angka setelah bermain seri 1-1.

Persaingan di Grup C Liga Champions menjadi semakin terbuka setelah Liverpool takluk di kandang Red Star Belgrade. Liverpool saat ini mengoleksi nilai 6 poin, disusul oleh Napoli dan PSG yang masing-masing memiliki nilai 5 poin dan 4 poin sebelum pertandingan.

Akan tetapi, baik Napoli dan PSG tidak bisa memaksimalkan situasi itu. Kedua kesebelasan cuma bermain seri 1-1 di San Paolo pada hari Rabu (7/11/2018) dinihari WIB.

Tim tamu memimpin terlebih dulu melalui Juan Bernat pada akhir paruh pertama. Lantas tim tuan rumah membalasnya di babak kedua lewat tendangan penalti Lorenzo Insigne.

Dengan hasil ini, I Partenopei mengoleksi nilai 6 poin dari 4 laga. Napoli pun berbagi posisi teratas Grup C dengan Liverpool yang mempunyai jumlah poin yang sama. Sementara itu Les Parisiens berada di urutan 3 dengan nilai 5 poin dan Red Star berada di dasar dengan nilai 4 poin.

Jalannya Laga

Pertandingan berjalan dengan tempo yang lambat pada menit-menit awal. Bola lebih banyak berada di lapangan tengah.

Kesempatan pertama diperoleh PSG pada menit ke-25 melalui tendangan voli Kylian Mbappe. Akan tetapi tembakan Mbappe dari sudut sempit cuma melintas di muka gawang Napoli.

Napoli mendapatkan sepakan bebas, tapi tidak bisa memaksimalkannya. Tendangan Dries Mertens masih melenceng dari gawang PSG.

Tendangan bebas buat Napoli kembali tidak membuahkan hasil. Kali ini eksekusi Insigne mengenai pagar betis pemain PSG dan cuma menghasilkan tendangan sudut.

Tidak lama berselang, Insigne kembali mendapatkan kesempatan. Insigne melepaskan sepakan voli sambil membalikkan badan. Akan tetapi bola mengenai Marquinhos dan melenceng dari sasaran.

Malah PSG yang bisa menciptakan gol di penghujung paruh pertama. Bernat membungkam publik San Paolo setelah menggetarkan jala gawang David Ospina. Gol ini bermula dari Mbappe yang bergerak di sebelah kiri. Sesudah melakukan tusukan, lantas Mbappe melepaskan umpan tarik yang dituntaskand dengan baik oleh Bernat. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan 1-0 untuk PSG.

Di babak kedua, Napoli langsung mengambil inisiatif serangan. Tekanan yang dilancarkan oleh Napoli menghasilkan beberapa peluang.

Mertens masuk ke dalam kotak penalti usai melakukan kerjasama satu dua dan kemudian melepaskan tendangan ke arah gawang. Tembakan Mertens itu memaksa Gianluigi Buffon membuat penyelamatan bagus.

Buffon kembali menggagalkan upaya dari Mertens tidak lama berselang. Kiper veteran Italia itu menghalau sepakan lob Mertens.

Serangan-serangan yang terus dilancarkan oleh Napoli lantas menghasilkan penalti pada menit ke-61. Wasit asal Belanda, Bjorn Kuipers, memberikan hadiah penalti kepada Napoli usai Thiago Silva dan Buffon menjatuhkan Jose Maria Callejon di dalam kotak terlarang. Insigne maju sebagai algojo. Walaupun arah sepakan Insigne bisa ditebak Buffon, akan tetapi bola mengarah terlalu deras dan tidak mampu dijangkau sang kiper. Kini skor menjadi 1-1.

Mbappe membuang-buang kesempatan yang didapatnya pada menit ke-86. Berdiri dengan bebas di dalam kotak penalti saat menerima umpan Neymar, Mbappe malah tidak bisa mengarahkan tendangannya ke gawang. Tembakan Mbappe melenceng dari gawang Ospina.

Di sisa waktu pertandingan, tak ada lagi gol tambahan yang tercipta dari kedua tim. Skor 1-1 pun tetap bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.

Schmeichel Turut Berduka Atas Meninggalnya Bos Leicester

Sang kiper membuka tentang melihat kecelakaan yang merenggut nyawa Vichai Srivaddhanaprabha dan empat lainnya segera setelah lepas landas. Kasper Schmeichel mengatakan memori melihat kecelakaan helikopter yang menewaskan pemilik Leicester City Vichai Srivaddhanaprabha akan tinggal bersamanya. Helikopter itu jatuh tak lama setelah lepas landas dari lapangan Leicester pada 27 Oktober, mengklaim kehidupan pemilik klub dan empat lainnya.

The Foxes memenangkan pertandingan pertama mereka setelah insiden ketika mereka mengalahkan Cardiff City 1-0 pada hari Sabtu, yang didahului dan diikuti oleh upeti kepada Srivaddhanaprabha oleh para pemain dan penggemar. Dan Schmeichel membuka tentang dampak yang dilihat dari kecelakaan yang terjadi padanya selama seminggu terakhir, memberitahu para wartawan: “Saya ada di lapangan dan saya melambaikan tangannya. Ini adalah sesuatu yang akan tetap bersama saya, sayangnya.

“Saya melihat itu semua terjadi. Itu bukan ingatan yang bagus, tetapi saya memiliki semua dukungan yang saya butuhkan. Klub telah hebat dan semua orang telah menerima dukungan yang mereka butuhkan. ”

Kemenangan hari Sabtu terbukti sebagai pertandingan emosional bagi Schmeichel dan rekan satu timnya karena mereka terus berduka cita atas kehilangan orang yang membangun tim juara Liga Premier 2016.

“Itu sulit,” kata Schmeichel.

“Tapi kami ingin melakukannya untuk ketua dan keluarganya. Kami ingin bersama tentang ini, karena kami semua kehilangan apa yang terasa seperti anggota keluarga.

“Ketika dia mengambil alih klub ini, dia berada dalam situasi yang sangat berbahaya, dan untuk membangun apa yang dia miliki sangat menakjubkan. Ini adalah satu hal membangun tim dan klub yang dapat tampil di lapangan, tetapi kami lebih bangga dengan keluarga yang ia ciptakan dan perasaan yang ditanamkan dalam diri setiap orang yang diterima. ”

Schmeichel, Jamie Vardy dan kapten Wes Morgan adalah bagian dari delegasi pemain yang terbang ke Thailand untuk menghadiri pemakaman Srivaddhanaprabha, yang dimulai pada hari Sabtu dan akan terdiri dari satu minggu upacara untuk menghormatinya.

Performa Arsenal Hampir Sempurna

Manajer Arsenal, yakni Unai Emery, mengatakan timnya hampir tampil sempurna di sepanjang 90 menit. Namun sayangnya, dua gol Vorskla mesti menodai performa bagus tim dengan nama lain The Gunners itu.

Arsenal mengawali kiprahnya pada Liga Europa di musim ini dengan raihan tiga poin pada markas sendiri, Emirates Stadium. Melawan wakil Ukraina, yakni Vorskla, Arsenal menang 4-2, hari Jumat (21/9/2018) dinihari WIB.

Sempat kesulitan untuk membongkar pertahanan Vorskla, Arsenal pada akhirnya memecah kebuntuan di menit ke-32 melalui gol Pierre-Emerick Aubameyang. Usai itu, Arsenal dapat dengan mudah membuat peluang demi peluang.

Ada sebanyak 12 attempts dibikin Arsenal dengan lima yang mengarah ke gawang. Tiga gol tambahan diciptakan Arsenal pada babak kedua. Dimulai gol Danny Welbeck pada awal babak, kemudian Aubameyang bikin gol keduanya diikuti dengan Mesut Oezil.

Posisi unggul 4-0, Arsenal sejatinya dapat menambah gol lebih banyak bila mengingat mereka masih memiliki sisa waktu 15 menit. Tapi, Arsenal menurunkan tekanan yang dimanfaatkan oleh Vorskla untuk menciptakan dua gol hiburan pada menit ke-76 serta ke-91.

Dua gol yang masuk dalam gawang Bernd Leno ini juga sedikit menodai performa bagus Arsenal. Oleh sebab itu Emery meminta para pemainnya untuk dapat lebih fokus sepanjang laga serta tak menarik pedal gas sebelum laga usai.

“Saya pikir kami tampil bagus dalam selama 60 menit, dapat mengaplikasikan ide permainan kami melawan mereka serta, perlahan selama laga, kami dapat memenangkan duel untuk dapat menciptakan gol,” kata Emery.

“Dengan membuat empat gol, saya pikir kami pada posisi yang bagus. Namun kami mau tampil kompetitif selama dalam 90 menit dan saya pikir kami terlalu banyak membiarkan kesempatan lawan pada 20 menit terakhir. Kami mesti lebih baik lagi,” tambahnya.

“Kekecewaan kami merupakan dua gol yang masuk dalam gawang kami. Namun saya mau berpikir bila kami tampil amat bagus pada 60 menit pertama serta kami bakal terus bermain dengan gaya yang seperti itu,” ungkap Emery.