Blackburn Tahan Imbang Aston Villa

Tendangan bebas Conor Hourihane di menit ke-93 menyelamatkan satu poin bagi Aston Villa dalam hasil imbang 1-1 melawan Blackburn di Ewood Park seperti Film laris Bradley Dack (76) tampak seperti menyerahkan Villa pada kekalahan beruntun di Kejuaraan saat kembali ke sisi Rovers setelah cedera lutut Tapi pengganti Hourihane melangkah di menit akhir untuk menekuk set-piece-nya di luar David Raya dan menyelamatkan satu poin kemudian Villa tetap di posisi ke-12, satu tempat di atas Blackburn – yang memperpanjang home run tak terkalahkan mereka menjadi 24 pertandingan, yang terlama di sepak bola Inggris senior – dengan kedua belah pihak pada 10 poin dari tujuh pertandingan maka Ini adalah salah satu penampilan Villa yang lebih baik musim ini bahkan sebelum intervensi akhir Hourihane, tetapi Bruce akan berharap poin ini bertindak sebagai batu loncatan untuk peningkatan hasil yang lebih baik meskipun mereka sekarang tidak pernah menang dalam lima pertandingan terakhir mereka di Kejuaraan bahkan Rovers didorong oleh kembalinya mesin kreatif mereka Dack, dan gelandang merasa dirugikan setelah 27 menit ketika wasit Steve Martin mengesampingkan sundulannya dari tendangan bebas Charlie Mulgrew.

Alan Hutton tampaknya telah memainkan dia onside, tetapi Villa sendiri sedang memprotes beberapa saat kemudian ketika Richard Smallwood menangkap pergelangan kaki John McGinn di dalam kotak penalti tetapi seruan hukuman mereka dilambai-lambaikan  dan Orjan Nyland sebelumnya dipaksa menyelamatkan kakinya di garis gawang untuk mencegah Axel Tuanzebe masuk ke gawangnya sendiri, tetapi Villa lah yang menciptakan peluang lebih baik di periode kedua kemudian Tammy Abraham gagal mencapai target dengan sundulannya dari umpan silang Ahmed Elmohamady 10 menit setelah jeda sebelum striker, dengan status pinjaman dari Chelsea, menerima umpan Albert Adomah hanya untuk membelai tendangannya yang melebar lalu Villa telah dihukum karena saat-saat pemborosan mereka setelah Tony Mowbray telah membuat perubahan taktis untuk membendung gelombang ketika umpan silang Mulgrew dijaga hidup-hidup oleh pemain pengganti Ben Brereton sebelum tembakan Danny Graham secara menakjubkan diselipkan kembali oleh Dack Tapi ketika tampaknya Villa sedang menuju kekalahan, Jack Grealish dibundel oleh Harrison Reed dan menaiki Hourihane dari jarak 25 yard untuk mengekang tendangan bebas kaki kiri di sekitar tembok Raya dan rendah ke gawang.

Tony Mowbray: “Apa yang Anda lihat hari ini adalah apa yang kami hasilkan selama berminggu-minggu. Kami mungkin bukan tim sepakbola terbaik di dunia, tetapi kami memiliki hati yang besar dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan dari pihak oposisi. Saya merasakannya di ruang ganti sehingga Anda harus mengatakan itu adalah serangan yang brilian tetapi dindingnya tidak tepat. Kita bisa memiliki dua orang lagi di ujungnya. Saya bahkan tidak yakin apakah itu pelanggaran, jujur, tapi itu adalah upaya luar biasa dari tim sedangkan Steve Bruce: “Saya pikir kami pantas menyamakan kedudukan. Saya pikir kami memiliki penalti yang menyolok dan menghantam. Itu mengubah permainan, gol mengubah permainan. Itu akan menjadi keras jika kami dihajar bahkan Hourihane baru saja mengingatkan semua orang tentang apa tendangan bebas yang bagus dia karena Saya didorong oleh penampilan Tammy Abraham, tapi itu akan memakan waktu. Kami sudah praktis membangun tim lagi yang akan menjadi sulit dan mendapat equalizer lain yang terlambat sekarang tiga dari tujuh pertandingan, sehingga menunjukkan ada ketahanan di pihak kami.

Hasil Pertandingan GoJek Liga 1 Indonesia 16 September: Sriwijaya FC 3-3 Persebaya Surabaya

Laga sengit tersaji pada lanjutan dipekan ke 22 GoJek Liga 1 yang mempertemukan Sriwijaya FC dengan menjamu Persebaya yang berakhir dengan hasil imbang. Berlaga di Stadion Jakabaring, Palembang, pada hari Minggu (16/09) malam wib, kedua tim tampil sangat kuat dengan skor 3-3.

Kedua tim harus berbagi satu angka dengan masing masin tim mencetak tiga gol. Tiga gol dari Sriwijaya FC dicetak oleh Esteban Vizcarra, Manuchekhr Dzhalilov, serta Alberto Goncalves. Sementara gol dari tim tamu sendiri disumbangkan lewat aksi OK John dan dua gol dari David Da Silva. Dengan hasil ini membuat Sriwijaya tertahan di peringkat ke 11 dengan 27 poin, sementara Persebaya yang mengumpulkan 26 poin berada di peringkat 13.

Di babak pertama, kedua tim langsung tampil menyerang dengan intensitas serangan yang cukup tinggi. Bahkan saat laga baru berjalan tiga menit, sang tamu sudah mampu menggetarkan gawang Sriwijaya FC. Berawal dari kesalahan Goran Ganchev dalam mengantisipasi datangnya bola, David Da Silva yang merebut bola dan berhadapan dengan kiper Teja Paku Alam sukses menceploskan bola ke dalam gawang dengan baik. Skor pun berubah menjadi 1-0.

Tertinggal gol cepat, Sriwijaya FC berupaya untuk merespons dengan mengurung pertahanan dari sang tamu. Peluang hadir pada menit ke 11, dimana sebuah umpan tendangan bebas Yoo Hyun Koo ini disambar Goran Ganchev dengan tandukkan kepalanya, namun bola masih dapat ditangkap dengan baik oleh kiper Miswar Saputra.

Usaha dari tuan rumah yang terus tampil dengan intensitas serangan yang tinggi akhirnya menemui hasil saat laga memasuki menit ke 20. Mendapatkan bola kiriman pendek dari Yoo Hyun Koo, Esteban Vizcarra yang mendapatkan ruang tembak langsung melepaskan sepakan akurat dari luar kotak penalti yang tak bisa dijangkau oleh Miswar, sehingga skor pun kembali menjadi imbang 1-1.

Namun, tak butuh waktu lama bagi Persebaya untuk kembali memimpin lewat gol dari Onoroinde Kughebe John (OK John) dua menit berselang. Menyambut umpan lambung dari Misbakus Solikin dari sisi kiri serangan, OK John melakukan aksi overlap dengan tandukan kepalanya yang meluncur akurat ke sisi kiri gawang tanpa mampu dibendung oleh kiper Teja, skor kembali berubah menjadi 1-2.

Tim Bajul Ijo yang kembali berhasil memimpin laga, melakukan pergantian awal. Robertino Pugliara yang tampil kurang baik di sepanjang babak pertama ini ditarik ke luar lapangan dan digantikan oleh Rendi Irwan. Alhasil, agresivitas serangan sang tamu sedikit menurun. Skor 1-2 ini pun bertahan hingga jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, Persebaya kembali tampil menggebrak dan menusuk ke pertahanan tuan rumah. Alhasil, mereka semakin menjauh lewat gol kedua dari Da Silva dari pada menit ke 52. Usai menerima umpan terobosan dari Osvaldo Haay, Da Silva yang lepas dari kawalan ini melepaskan tembakan dari dalam kotak pinalti yang tak mampu diantisipasi oleh kiper Teja dan skor pun berubah menjadi 1-3.

Satu menit berselang, tuan rumah berhasil membalas gol tersebut lewat Manuchekhr Dzhalilov. Sebuah umpan sepak pojok dilanjutkan Goran Ganchev dengan umpan sundulan yang disambar Dzalilov dengan tembakan lob yang membuat kiper Miswar mati langkah, skor 2-3.

Tepat pada menit ke 62, tuan rumah kembali sukses mencetak gol lewat Alberto Goncalves untuk menyamakan skor menjadi 3-3. Berawal dari umpan terobosan Dzhalilov, Beto lantas sempat mengecoh kiper Miswar dengan tendangan keras yang masuk ke dalam gawang. Tidak ada gol tambahan lagi yang terjadi, skor 3-3 ini pun menjadi hasil akhir pada laga tersebut.

Hasil Pertandingan Serie A Italia 16 September: Juventus 2-1 Sassuolo

Dalam laga lanjutan Liga Italia Serie A di pekan ke 4, Cristiano Ronaldo akhirnya mampu mencetak gol perdana dan kedua saat menghadapi Sassuolo. Pada laga yang digelar di Allianz Stadium Turin pada hari Minggu (16/09) malam wib, Juventus menang dengan skor 2-1 atas sang tamu.

Di babak pertama, tuan rumah sudah bermain agresif sejak menit pertama dimulai. Juve langsung tampil menekan pertahanan Sassuolo, dengan pola serangan dari tengah lapangan. Pada menit ke 6, Ronaldo langsung mengancam dengan tembakan kerasnya dari sudut kotak penalti, namun bola masih bisa digagalkan oleh sang kiper. Empat menit berselang, kiper Andrea Consigli kembali bisa menepis peluang Ronaldo lewat tandukan kepalanya.

Meskipun tampil dengan intensitas serangan yang tinggi dan lebih banyak memiliki peluang, namun Juve belum mampu menghancurkan pertahanan sang tamu yang bermain disiplin. Sassuolo bahkan mampu mengimbangi permainan tuan rumah dengan baik dengan pola bertahan dan mengandalkan kecepatan dari Kevin Prince Boateng, yang bermain sebagai ujung tombak serangan Sassuolo.

Tahu sepertinya buntu, pelatih Massimo Allegri mengubah strategi serangan dengan lebih banyak dibangun dari sayap dengan umpan silang atau tusukan para pemain sayap. Strategi ini juga tampak kurang efektif karena sampai babak pertama usai, skor 0-0 ini tetap bertahan hingga jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, Juventus kembali langsung tampil menggebrak dengan meningkatkan intensitas serangan mereka. Hasilnya, lima menit interval kedua berjalan Juve akhirnya bisa memecahkan kebuntuan laga tepat di menit ke 50. Berawal dari sepak pojok yang dilepaskan oleh Sami Khedira, bola yang masuk kedalam kotak pinalti coba dibuang oleh pemain belakang Sassuolo dengan sundulan. Tapi bola liar justru berhasil disambar Ronaldo dengan tap in mudah, skor pun langsung berubah menjadi 1-0.

Unggul satu gol, Juve langsung tampil dengan mengurung pertahanan tim tamu tersebut. Tepat di menit ke 65, CR7 kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk kedua kalinya di laga ini serta gol kedua untuk Juve. Melalui sebuah serangan balik cepat, Emre Can yang menguasai bola di sisi kanan kemudian mengalirkan bola kepada Roanaldo yang disambarnya dengan tembakan keras tanpa mampu dijangkau oleh kiper Consigli. Skor pun kembali berubah menjadi 2-0.

Cristiano Ronaldo kembali unjuk gigi dan nyaris mencetak hattrick saat laga memasuki menit 77. Setelah mendapatkan umpan silang dari Douglas Costa, CR7 menerima bola dengan sontekannya, namun bola masih melenceng di sisi kanan gawang. Dua menit berselang, Dybala mencoba dengan sepakan kerasnya dari depan kotak pinalti, namun hasilnya masih melambung.

Pada penghujung pertandingan, memasuki menit injury time. Tim tamu Sassuolo sukses mencetak gol untuk memperkecil ketertinggalan mereka lewat Khouma Babacar saat mendapatkan umpan lambung dari Cristian Dell’Orco. Skor pun berubah menjadi 2-1 di menit ke 90+2. Tapi di waktu yang sama, di sisi lain lapangan, Douglas Costa terlihat bentrok dengan Federico Di Francesco, dan mendapatkan kartu kuning dari wasit.

Satu menit berselang, Costa yang awalnya cuma mendapatkan kartu kuning tetapi setelah wasit melihat kamera VAR, terlihat Costa menjatuhkan Di Francesco, menyikutnya, menanduknya dan kemudian meludahi lawan. Wasit pun kemudian memberikan kartu merah. Beberapa saat kemudian laga pun berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Juventus.

Hasil Pertandingan Liga Primer Inggris 15 September: Watford 1-2 Manchester United

Setan Merah akhirnya yang mampu menjadi tim dengan mengakhiri penampilan apik dari Watford di awal musim ini. Watford yang selalu menang dalam empat laga sebelumnya akhirnya mengakui ketangguhan sang tamu dengan skor 2-1 dalam ajang Premier League di pekan kelima yang digelar di Vicarage Road, pada hari Sabtu (15/09) malam WIB.

 

Setan Merah bisa unggul terlebih dahulu lewat dua gol yang dicetak oleh Romelu Lukaku dan Chris Smalling di babak pertama. Tuan rumah baru bisa mencetak satu gol lewat Andre Gray. Dengan hasil ini, Man United naik ke posisi delapan klasemen sementara dengan 9 poin. Sementara Watford turun ke posisi empat dengan 12 poin.

 

Jalannya pertandingan dibabak pertama ini dimulai dengan dominasi United yang langsung tampil menekan ke pertahanan tuan rumah. Pasukan Jose Mourinho ini tampak berupaya untuk secepat mungkin bisa mencetak gol lewat umpan umpan datar dengan intensitas serangan yang tinggi. Beberapa peluang bisa dihasilkan oleh United, namun belum ada yang bisa menghasilkan gol.

 

Setelah beberapa kali percobaan lewat peluang peluang yang didapat, Setan Merah baru bisa mencetak gol pada saat laga memasuki menit 35 lewat gol dari sang striker Romelu Lukaku. Berawal dari umpan tanggung dari Ashley Young yang mengecoh kiper tuan rumah Ben Foster. Lukaku membelokkan bola dengan perutnya didepan gawang yang sudah kosong, skor pun berubah menjadi 0-1.

 

Lima menit berselang, United sudah mampu menambah keunggulan mereka berkat gol dari Chris Smalling tepat dimenit ke 40. Saat mendapatkan umpan sundulan dari Marouane Fellaini, bek asal Inggris itu kemudian mengontrol bola dengan dadanya diakhiri dengan melepaskan tendangan voli yang tak bisa dijangkau oleh Foster. Skor kembali berubah menjadi 0-2 untuk sang tamu.

 

Di sisa laga babak pertama, Watford mencoba untuk keluar dari tekanan dan bermain lebih terbuka untuk mencoba menerobos pertahanan sang tamu. Namun belum ada peluang berbahaya yang didapat, skor 0-2 untuk keunggulan Manchester United bertahan hingga jeda turun minum.

 

Memasuki babak kedua, United mencoba untuk masih tetap tampil menekan. Namun kali ini, mereka mendapatkan perlawanan dari tuan rumah yang bisa bermain dengan baik. Watford yang berusaha keluar dari tekanan bisa mengimbangi permainan dari seran merah.

 

Upaya tuan rumah asuhan Javi Garcia itu pun akhirnya menemui hasil kala Andi Gray mampu memperkecil ketertinggalan di menit ke 65. Berawal dari penampilan individu dari Abdoulaye Doucoure didalam kotak pinalti yang kemudian memberikan umpan tarik kepada Gray yang tak terkawal dan langsung menceploskan bola ke dalam gawang David De Gea. Skor pun berubah menjadi 1-2.

 

Mampu memperkecil keadaan, tuan rumah Watford pun kemudian tampil menjadi lebih percaya diri. Mereka mampu memberikan perlawanan dan bisa menekan daerah pertahanan sang tamu. Pada menit 76, Abdoulaye Doucoure sempat mendapatkan peluang lewat sepakan kerasnya, sayangnya sepakannya masih melebar dari gawang United.

 

United yang terlihat mengendurkan serangan dan mulai bermain bertahan membuat Watford tampil lebih leluasa dalam melakukan serangan. Pada menit 90, Watford sempat mendapat peluang emas melalui tendangan Abdoulaye Doucoure. Namun, De Gea dengan sigap bisa menggagalkannya dengan baik.

 

Di masa Injury time, United harus kehilangan satu pemainnya yakni Nemanja Matic yang mendapatkan kartu kuning kedua alias kartu merah. Meski unggul jumlah pemain, Watford tidak bisa menyamakan kedudukan karena United yang menumpuk pemain di pertahanan. Sampai laga berakhir, Setan Merah berhasil mempertahankan keunggulan dengan meraih kemenangan 1-2.

Munchen Menang 3-1 Atas Leverkusen

Poin penuh kembali didapatkan Bayern Munchen. Munchen berhasil menundukkan perlawanan Bayer Leverkusen dengan skor 3-1 walaupun sempat ketinggalan terlebih dulu.

Bertanding di Allianz Arena pada hari Sabtu (15/9/2018) malam WIB, Leverkusen bisa mengejutkan Munchen lewat gol penalti Wendell pada menit-menit awal paruh pertama. Lantas Corentin Tolisso menyamakan kedudukan sebelum Arjen Robben membuat Munchen berbalik unggul pada babak pertama.

Leverkusen kehilangan Karim Bellarabi yang diusir oleh wasit dari permainan pada akhir babak kedua. Munchen pun memanfaatkan kesempatan ini untuk mencetak gol tambahan lewat James Rodriguez di penghujung pertandingan sekaligus memastikan kemenangan.

Dengan hasil ini, Die Roten mengokohkan dirinya di puncak klasemen Bundesliga dengan nilai 9 poin dari 3 pertandingan, unggul 2 angka atas Borussia Dortmund, Wolfsburg, Borussia Moenchengladbach dan Hertha Berlin di posisi 5 besar. Sementara itu Die Werkself berada di dasar klasemen dengan belum mengoleksi poin.

Jalannya Laga

Leverkusen langsung mendapatkan angin segar ketika laga baru berjalan 2 menit. Hadiah penalti diberikan oleh wasit Tobias Welz setelah Thiago Alcantara dianggap melakukan handball. Wasit sempat meninjau insiden ini menggunakan VAR (Video Assistant Referee). Kevin Volland maju sebagai algojo. Manuel Neuer melakukan 2 penyelamatan gemilang untuk menyelamatkan gawang Munchen. Akan tetapi penalti harus diulang karena wasit masih belum meniup peluitnya saat tendangan dilakukan. Akhirnya Wendell yang menjadi algojo dan berhasil mengirim Neuer ke arah yang salah. Leverkusen pun memimpin 1-0 atas Munchen pada menit ke-5.

Keunggulan Leverkusen cuma bertahan selama 4 menit. Tim tuan rumah berhasil mencetak gol penyeimbang pada menit ke-10 melalui Tolisso. Bermula dari sentuhan Robert Lewandowski, Tolisso menuntaskan bola dengan sepakan dari tengah kotak penalti untuk menyeimbangkan skor menjadi 1-1.

Kurang dari 10 menit kemudian, Munchen berbalik unggul 2-1. Jonathan Tah menyundul bola dengan maksud untuk membuang si kulit bundar dari dalam kotak penalti. Akan tetapi bola malah jatuh ke arah Robben yang langsung melepaskan sepakan voli untuk menaklukkan Lucas Hradecky.

Sampai berakhirnya babak pertama, tidak ada lagi gol yang tercipta dari kedua kesebelasan. Munchen masih unggul 2-1.

Laga di paruh kedua berjalan dengan ketat. Leverkusen tidak mau menyerah dan mencoba mencari gol penyeimbang. Sedangkan Munchen yang mengontrol pertandingan memperoleh kesempatan lewat Robben di menit ke-49. Namun tembakan Robben masih melebar dari sasaran.

Di menit ke-60, Robben kembali mendapatkan peluang, akan tetapi tendangannya yang sudah mengarah ke gawang bisa diselamatkan dengan baik oleh Hradecky.

Di 10 menit akhir pertandingan, upaya Leverkusen untuk mencari gol penyama kedudukan menjadi sulit usai Bellarabi yang baru masuk langsung dikartu merah wasit setelah dianggap dengan sengaja menginjak Rafinha.

Keunggulan dalam jumlah pun bisa dimaksimalkan dengan baik oleh Munchen. Pada menit ke-89, Munchen mencetak gol ketiganya lewat James sehingga skor berubah menjadi 3-1. Dari Robben, Thiago melepaskan umpan cungkilan ke James di dekat tiang gawang. Gelandang internasional Kolombia itu pun menyambut bola dengan sundulan kepala ke arah bawah sebelum masuk ke dalam gawang Leverkusen.

Pada masa injury time, James kembali menggetarkan jala gawang Leverkusen. Namun gol itu dianulir oleh wasit karena James sudah terlebih dulu berada dalam posisi offside. Wasit sempat melihat VAR untuk memastikannya.

Sampai pertandingan berakhir, keunggulan 3-1 Munchen atas Leverkusen tetap bertahan.

DFB Membantah Tudingan Diskriminatif Dan Rasialis Dari Oezil

Mesut Oezil memutuskan pensiun dari timnas Jerman sebab merasa didiskriminasi serta ditekan dengan secara rasial. DFB yang dituding pun menepis anggapan itu.

Oezil seperti yang diketahui mundur dari timnas Jerman karena merasa diperlakukan tidak adil. Beredarnya foto dirinya dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada sebelum Piala Dunia 2018 kemudian yang menjadi pemicu utama.

Semenjak kemunculan foto tersebut, Oezil mendapatkan sorotan yang tajam serta dikritik. Ketua DFB, yakni Reinhard Grindel menyayangkan kejadian itu serta menilai Oezil –dengan Ilkay Guendogan—telah membiarkan diri mereka untuk dieksploitasi dengan kepentingan politik.

Kondisi memburuk disaat Jerman tersingkir pada fase grup Piala Dunia 2018 yang lalu. Oezil kembali dikritik, pada kali ini lantaran performanya dianggap buruk serta tidak menunjukkan gairah.

Oezil pun akhirnya memutuskan pensiun sebab merasa diperlakukan tidak adil serta secara spesifik menuding DFB. DFB lalu merespons.

“Apa yang mesti kita semua kombinasikan dalam serta luar lapangan merupakan kepatuhan pada hak asasi, advokasi dalam kebebasan berekspresi serta toleransi, respek, dan juga fair play. Komitmen kepada nilai-nilai dasar ini diperlukan untuk seluruh pemain yang bermain sepakbola bagi Jerman,” bunyi pernyataan resmi DFB.

“Oleh sebab itu, foto bersama Presiden Turki Erdogan sudah menimbulkan pertanyaan bagi banyak orang pada Jerman. Kami pribadi mengakui bila DFB juga sudah berkontribusi untuk menangani topik serta disesalkan bila Mesut Oezil merasa kalau dirinya tidak dilindungi secara cukup dengan sebagai target slogan rasialisme.”

“Namun penting bila Mesut Oezil memberikan jawabannya pada foto ini, terlepas dari hasil pada olahraga turnamen di Rusia. Pada DFB, kami menang serta kalah bersama-sama, sebagai suatu tim.”

Terkait dengan tudingan Oezil bila dirinya diperlakukan berbeda lantaran memiliki darah Turki, DFB menegaskan hal tersebut tak berdasar. DFB menyebut telah selalu bekerja dengan rasa hormat pada keberagaman.

“Fakta bila DFB diasosiasikan dengan rasialisme, kami pun menolak. Selama dalam bertahun-tahun, DFB telah amat terlibat dalam tugas integrasi pada Jerman,” lanjut pernyataan resmi DFB.

Maurizio Sarri Membawa Perubahan Untuk Chelsea

Perth – Chelsea bakal muncul dengan wajah yang baru di musim depan. Menempatkan Maurizio Sarri dengan sebagai manajer yang baru, The Blues juga bakal memiliki formasi baru serta gaya main yang baru juga.

Ketika masih ditangani Antonio Conte, Chelsea pun begitu identik dengan menggunakan formasi tiga bek. Klub asal London Barat tersebut muncul dalam lapangan dengan menggunakan formasi 3-4-3 atau 3-5-2.

Chelsea bakal meninggalkan formasi itu usai Sarri menjadi manajer. Sarri menggunakan formasi 4-3-3 ketika masih menangani Napoli dan formasi tersebut kemungkinan besar bakal ia terapkan pada Chelsea.

Bukan hanya tentang formasi, gaya main Chelsea pun juga bakal berubah. Di bawah asuhan Sarri, Chelsea tidak bakal lagi menjadi tim yang fokus pada pertahanan serta mengandalkan serangan-serangan balik.

Sarri dikenal dengan sebagai pelatih yang mengutamakan dalam penguasaan bola tinggi, permainan tempo yang cepat, dan memberikan pressing agresif terhadap lawan disaat timnya tidak menguasai bola.

Salah satu merupakan persoalan besar yang dihadapi oleh Sarri pada Chelsea merupakan minimnya waktu yang dipunyai para pemain untuk dapat menyesuaikan diri dengan filosofinya. Sarri sendiri baru diangkat sebagai manajer yang baru di 14 Juli lalu atau sekitar satu bulan sebelum dimulainya musim yang baru Premier League.

Padahal, hingga sekarang banyak pemain Chelsea yang masih belum bergabung untuk latihan pramusim sebab masih berlibur setelah memperkuat negara masing-masing pada Piala Dunia 2018.

“Dirinya (Sarri) membawa gaya bermain yang berbeda, formasi yang berbeda, serta kami mesti menyesuaikan diri. Kami mesti belajar,” sebut gelandang Chelsea, Cesc Fabregas pada situs resmi klub.

“Kami selama dua tahun bersama Antonio, bekerja dengan sistem 5-4-1, 3-5-2, bergantung di pertandingan. Main dengan sebanyak lima atau tiga bek amat berbeda dengan main dengan menggunakan empat bek. Kami perlu waktu untuk beradaptasi kembali dengan formasi empat bek serta dengan apa yang bos inginkan dari kami. Namun, saya yakin kami merupakan para pemain cerdas serta para pemain pada level top, yang bakal berusaha beradaptasi dengan sesegera mungkin,” sambung Fabregas.

Klopp Tak Pernah Meragukan Kualitas Sturridge Saat Fit

Juergen Klopp merasa puas melihat perkembangan kondisi dari Daniel Sturridge di sepanjang pramusim ini. Klopp pun mengindikasikan si penyerang masih memiliki peluang pada klub.

Kiprah Sturridge dengan Liverpool pada beberapa musim yang terakhir tidak istimewa. Setelah tampil impresif bersama dengan Luis Suarez pada musim 2013/2014, pemain berusia 28 tahun tersebut menurun dan selalu diganggu dengan cedera.

Setelah membuat 24 gol di 2013/2014, dirinya cuma menciptakan lima gol dalam 18 pertandingan pada musim selanjutnya. Sempat membaik dengan membuat 13 gol dalam 25 pertandingan di 2015/2016, kontribusinya merosot lagi menjadi cuma tujuh gol di 27 pertandingan pada 2016/2017.

Musim yang lalu usai tiga gol di dalam 14 pertandingan di separuh musim, Sturridge pun dipinjamkan pada West Bromwich Albion. Bersama dengan West Brom, tidak ada gol yang diciptakannya pada enam penampilan.

Cedera sendiri memang menjadi faktor penghambat yang utama dari karier Sturridge. Semenjak musim 2014/2015, eks pemain Manchester City dan juga Chelsea ini telah mengalami total sebanyak 12 cedera mulai dari betis, panggul, hamstring, dan juga lutut.

Kompaknya trio Mohamed Salah, Sadio Mane, serta Roberto Firmino bikin Sturridge tidak lagi mendapatkan tempat yang utama. Namun Klopp mengindikasikan bila Sturridge masih dapat mendapatkan peran pada musim depan.

Perkembangan kondisinya sampai saat ini dinilai amat bagus. Bila dapat terus fit, Klopp yakin Sturridge dapat jadi opsi yang penting bagi tim.

“Dirinya dalam kondisi yang amat baik, itu benar. Pramusim berlangsung dengan amat intens sampai saat ini dan dirinya kurang lebih ambil bagian pada seluruh sesi. Dirinya terlihat pada kondisi yang amat bagus. Siapa sih yang telah meragukan Daniel Sturridge disaat dia fit? Saya sih tidak,” sebut Klopp di situs resmi Liverpool.

“Dia merupakan pemain yang luar biasa dan semoga dapat terus fit, dengan seperti itu masa depannya bakal cerah. Dirinya masih cukup muda, bukannya dirinya telah 30-an. Dia pun berpengalaman serta memiliki karakter arogan yang natural, yang Anda perlukan dalam lapangan,” ungkapnya.

Jordan Pickford Mengenakan Jersey No 1 Untuk Inggris, Kata Peter Shilton

Peter Shilton yakin Jordan Pickford harus menjadi penjaga gawang pilihan pertama Inggris di Piala Dunia karena posisi Joe Hart kini tidak masuk ke dalam skuad timnas Inggris setelah namanya tidak di ikut sertakan oleh pelatih.

Kiper Everton telah diberi kaos Inggris No 1 untuk turnamen dari pada Jack Butland dan Nick Pope, yang telah diberi kaus No. 13 dan 23 masing-masing. Butland bermain selama lebih dari satu jam dari kemenangan 2-0 atas Kosta Rika di Elland Road sebelum ia digantikan oleh Paus, tetapi Shilton lebih memilih Pickford dari ketiganya.

Dia mengatakan seperti ini. Saya akan memilih Pickford, saya pikir dia memiliki sedikit karakter, dia tampak mengintimidasi tetapi Jack Butland malam ini menunjukkan bahwa dia mendapat kepercayaan diri. Saya pikir Pickford sedikit lebih cepat di sekitar kakinya, Jack besar hebat dalam hal-hal besar, tetapi hanya sesekali dia melakukan sedikit di sekitar kakinya. Itu akan menjadi satu kritik kecil yang akan saya buat dalam apa yang merupakan penjaga hebat.

Shilton adalah penjaga gawang Inggris yang lebih disukai di depan Ray Clemence dan Joe Corrigan di Piala Dunia 1982 di Spanyol dan dia ditanya apakah ada kesamaan dengan trio penjaga tahun ini. Saya pikir kami mungkin memiliki sedikit lebih banyak pengalaman, katanya. Saya masuk ke tim Inggris 12 tahun sebelumnya dan harus menunggu hingga tahun 1982 untuk mendapatkan Piala Dunia pertama saya.

Tetapi itu tidak berarti bahwa hanya karena anda masih muda anda tidak dapat menangani tekanan. Saya pikir kita akan tahu tentang kiper ketika mereka sampai ke Piala Dunia dan tekanannya menyala, anda tidak pernah tahu sampai panggung besar. Inggris terbang ke Rusia pada hari Selasa di belakang dua kemenangan dalam seminggu dan Shilton memiliki beberapa saran untuk skuad 23 orang. Dapatkan diri anda terfokus, atur semua kondisi fisik dari saat anda sampai di sana, katanya.

Jangan biarkan apa pun mengalihkan perhatian anda, bersenang-senang, rileks, memiliki semangat tim yang baik, tetapi fokuslah pada diri anda karena ini terjadi setiap empat tahun sekali. Anda tidak mendapatkan banyak peluang untuk pergi ke Piala Dunia dan menangkannya. Senang rasanya melihat beberapa pemuda berkata kami ingin memenangkannya.

Tidak apa-apa mengatakan itu, tetapi anda harus memiliki kekuatan dan tekad yang nyata. Ketika datang untuk mencocokkan itu adalah sikap over my dead body dan itu hanya bisa datang dari hati bukan datang dari sebuah fisik kita.

Belgia Dapat Mengelola Tanpa Vincent Kompany, Kata Kevin De Bruyne

Kevin De Bruyne bersikeras jika Belgia memiliki pemain untuk melihat mereka melalui grup tanpa rekan setimnya Vincent Kompany di Piala Dunia di Rusia.

Kompany dimasukkan dalam skuad Piala Dunia untuk 23 pemain Belgia oleh pelatih kepala Roberto Martinez, meski mengalami cedera pangkal paha saat pertandingan persahabatan pada Sabtu. Rekan setimnya di Manchester City De Bruyne yakin mereka memiliki cukup bakat untuk melihat mereka melalui Grup G yang terdiri dari Inggris, Tunisia, dan Panama.

Dia akan baik-baik saja, mungkin tidak untuk beberapa pertandingan pertama jika mungkin, tetapi saya tidak tahu bagaimana dia akan bereaksi terhadap perawatan dan bagaimana dia akan maju untuk pertandingan yang akan dimulai akhir pecan depan, kata De Bruyne.

Mudah-mudahan dia akan bugar secepat mungkin, tetapi kita tidak harus mengambil risiko. Kami harus dapat melewati grup dengan tim yang kami miliki. Tetapi jelas jika dia bugar, itu akan membantu kita. Kiper Chelsea dan Belgia Thibaut Courtois menggemakan komentar pemain 26 tahun itu, tetapi berharap Kompany akhirnya akan bergabung dengan skuad.

Dia menambahkan. Vincent adalah pemain hebat tapi sayangnya baginya sepanjang tahun lalu dia telah berjuang dengan beberapa cedera dan sebagai tim kami selalu berharap dia akan fit untuk bermain. Tetapi kami juga memiliki pemain bagus yang bisa menggantikannya, tetapi Vincent adalah seorang pemimpin, dia telah menunjukkan bahwa di Man City, menunjukkan bahwa di sini di Belgia juga jadi kami berharap dia bisa ikut dengan kami.

De Bruyne dan Courtois akan memainkan wajah yang akrab ketika Belgia menghadapi Inggris pada 28 Juni dalam pertandingan penyisihan grup. Berbicara di pertandingan Courtois mengatakan. Saya harap pertandingan lawan Inggris memutuskan grup. Saya harap kami berdua telah memenangkan pertandingan kami melawan Panama dan Tunisia, tetapi keduanya juga akan sulit.

Di Piala Dunia, setiap pertandingan adalah pertandingan yang sulit, tetapi semoga pertandingan ini akan menjadi pertandingan yang luar biasa dengan Belgia dan bisa melewatinya dengan kemenangan yang diinginkan nantinya.