Chelsea Dinilai Kurang Konsisten

Kondisi untuk internasional Inggris untuk berkembang sempurna di bawah Pep Guardiola tetapi Chelsea tidak berfungsi dengan playmaker mereka dari bentuk.Eden Hazard mengeja dalam sebuah wawancara dengan Play Sports, penyiar Belgia, minggu ini ketika melihat pertandingan Liga Premier antara Chelsea dan Manchester City di Stamford Bridge.

Kembalilah beberapa minggu dan ini akan menjadi puncak pertarungan di meja. Bersama Liverpool dan City, Chelsea menikmati 12 pertandingan tak terkalahkan pada awal musim. Sementara tim Jurgen Klopp berhasil mengimbangi City – dengan keduanya masih tanpa entri di kolom kerugian – Chelsea telah goyah dalam beberapa minggu terakhir.

Sarri-ball tidak berfungsi. The Blues memiliki semua tetapi keluar dari perburuan gelar dan sekarang 10 poin di belakang City yang terus mengatur kecepatan tanpa henti. Mereka gagal memenangkan tiga dari empat pertandingan terakhir mereka – dengan dua kekalahan – dan kritik mulai jatuh pada kepala manajer Italia Maurizio Sarri.

Bahaya mungkin telah memulai musim ini dalam bentuk kelas dunia – menyediakan gol dan assist yang luar biasa – tetapi bentuk itu tidak perlu diragukan lagi. Penggemar Chelsea di media sosial berusaha mengungkap masalah ini minggu ini dan menyimpulkan bahwa jika Hazard tidak bermain bagus maka Chelsea tidak bermain bagus. Dan tanpa bermain bagus, Chelsea semakin sulit memenangkan pertandingan.

“Chelsea memiliki banyak kepemilikan, tetapi kami sering harus bergantung pada tindakan individu untuk mencetak gol,” katanya. Game Wolves berakhir dengan sisi London membual 70 persen dari bola tetapi sedikit untuk menunjukkan untuk itu.

“Kota semua tentang bermain tim. Anda dapat melihat banyak gerakan dari mereka yang menciptakan ruang.“Mereka mendapatkan umpan silang mereka dan mereka menciptakan lebih banyak peluang, mencetak lebih banyak gol dan memiliki lebih banyak jawaban.“Satu-satunya hal yang tidak mereka miliki adalah Eden Hazard! Itulah bedanya. ”

 

Sean Dyche Balas Kritikan Jurgen Klopp

Sean Dyche mengakui dia sedikit bingung oleh kritik dari manajer Liverpool Jurgen Klopp atas permainan Burnley selama pertandingan Premier League hari Rabu di Turf Moor pasalnya The Reds membalikkan defisit babak kedua untuk menang 3-1, meskipun kemenangan datang dengan membayar harga bek Joe Gomez menderita patah kaki kiri di babak pertama, pemain internasional Inggris itu cedera menyusul bentrokan dari Ben Mee, dengan Klopp mengklaim setelah pertandingan dia berbicara dengan wasit Stuart Attwell tentang bahaya cedera dalam menghadapi adu fisik dengan tim tuan rumah. “Saya mengatakan setelah bentrokan pertama, saya tidak tahu siapa yang melakukannya duluan, saya berkata kepada wasit ‘itu tidak curang tapi tolong katakan pada mereka Anda tidak boleh melakukan itu’,” Kata pelatih Jerman dalam konferensi pers pasca pertandingan.

“Tidak ada yang bisa menilai itu sebab anda mendapatkan bola, bagus, tapi itu seperti bowling bisa terjadi bentrokan, Karena Anda berebut dengan pemain juga, Itu terjadi empat atau lima kali, semua orang menyukainya, tapi Joe terluka, dan mungkin tidak ringan.” Liverpool mengkonfirmasi pada hari Kamis bahwa Gomez terpaksa untuk keluar hingga enam minggu, yang berarti dia akan kehilangan laga Liga Champions penting Liverpool dengan Napoli minggu depan, serta bentrokan kandang dengan Manchester United pasalnya Joe Gomez menderita patah tulang di kaki kiri bawah saat pertandingan semalam melawan Burnley, Dyche berdoa yang terbaik kepada Mee yang berusia 21 tahun tapi bersikeras tidak melakukan kesalahan apa pun.

“Saya sedikit bingung. Saya tidak dapat melihat bagian mana yang benar dan salah, Apa yang akan saya katakan adalah ini, dan saya pikir itu penting untuk melihat lebih terperinci, ada beberapa bentrokan hebat terjadi dan Saya pikir satu-satunya yang dipertanyakan adalah dari Phil Bardsley tapi saya pikir yang terjadi pada Ben Mee adalah tackle yang fantastis lantas saya rasa ia seorang pemain yang jujur, Gomez, menyadari hal itu pastinya tapi Kami mengirimkan doa yang terbaik kepada dia jika ada cedera, tetapi itu bukan karena tekel curang. “

Mourinho Minta Diberikan Waktu Lagi Agar Skuatnya Tampil Konsisten

Jose Mourinho sangat kesal karena tim yang dilatihnya terus menerus dibandingkan dengan skuat yang dimiliki oleh Manchester United pada saat era Sir Alex Ferguson. Dia lantas meminta timnya tersebut mendapatkan waktu untuk bisa memperbaiki konsistensi atas performa mereka.

Manchester United hanya mampu untuk bermain imbang melawan Arsenal dengan skor 2-2 dalam laga yang dilangsungkan di Old Trafford di hari Kamis tanggal 6 Desember 2018. Didalam pertandingan tersebut, Setan Merah bahkan harus kesusahan untuk bisa mengimbangi performa yang dimiliki The Gunners yang membuat mereka harus ketinggalan dua kali terlebih dahulu.

Arsenal sendiri berhasil untuk membuat Manchester United kesulitan sebanyak dua kali setelah dibobol oleh Shkordran Mustafi disaat menit ke 26 dan juga Marco Rojo yang membuat gol bunuh diri disaat menit ke 68. Akan tetapi MU cukup beruntung karena mereka mampu untuk kembali lagi membuat kedudukan menjadi imbang pada saat menit ke 30 melalui Anthony Martial dan juga Jesse Lingard disaat menit ke 69.

Kegagalan MU untuk bisa mendapatkan angka penuh di markas sendiri, Old Trafford tentu sudah membuat mereka sekarang ini harus turun ke peringkat kedelapan klasemen sementara dengan terolehan sebanyak 23 angka dan harus tertinggal 18 angka dari Manchester City yang masih kokoh di puncak klasemen sementara. Kondisi yang dimilik oleh The Red Devils lantas membuat Mourinho terus menerus mendapatkan banyak kritikan dari pada fans Setan Merah.

Pelatih yang berasal dari Portugal itu juga dianggap sudah merusak tradisi yang dimiliki oleh Setan Merah saat masih dilatih oleh pelatih legendarisnya, Sir Alex Ferguson yang mampu untuk mendominasi kompetisi Liga Inggris.

Menanggapi hal itu, Mourinho lantas mengungkapkan rasa tidak senangnya dikarenakan tim yang dia latih sekarang dibandingkan terus dengan masa kejayaan MU. Dia menilai kalau para pemain asuhannya itu membutuhkan waktu agar bisa kembali lagi tampil dengan menawan.

“Saya sangat tidak setujuh dengan orang-orang yang sudah membandingkan tim yang sekarang ini dengan tim yang masih diisi dengan Ruud van Nistelrooy, Roy Keane dan juga Nemanja Vidic. Berikanlah kami waktu dan juga sedikit kesempatan lagi,” kata Mourinho kepada salah satu media di Inggris.

“Saya merasa sangat senang sekali dengan semangat serta hati yang kami punya, akan tetapi sekarang ini kami memang sedang tidak konsisten.”

“Hari ini juga kurang lebihnya sama. Akan tetapi dengan semangat yang sangat besar dan juga para pemain yang terus siap untuk berjuang dengan keras, tim kami tentulah sangat layak sekali mendapatkan pujian,” tutup mantan pelatih klub Chelsea tersebut.

Bukan hanya tertinggal jauh dari rival sekotanya, peluang MU untuk bisa finis pada peringkat empat besar sendiri masih sangat diragukan. MU tertinggal sebanyak delapan angka dari Chelsea dan juga Arsenal yang ada diurutan keempat dan kelima klasemen sementara.

Untuk laga yang berikutnya, MU masih akan menjamu Fulham dalam laga lanjutan Premier League yang akan dilangsungkan di Old Trafford pada hari Sabtu tanggal 8 Desember 2018 besok malam WIB sebelum menjalani laga terakhir babak fase grup Liga Champions dengan bertandang ke markas Valencia di tanggal 13 Desember 2018 dini hari WIB mendatang.

Dalam kompetisi Liga Champions, MU sudah memastikan diri lolos kedalam babak 16 besar bersama dengan Juventus dari Grup H.

Bigmatch Antara Manchester United vs Arsenal Berakhir Dengan Hasil Imbang

Tak ada pemenang dalam duel Manchester United versus Arsenal pada Premier League pekan ke-15, Kamis (6/12/2018) dini hari WIB. Skor 2-2 menghiasi papan skor yang terpampang di Old Trafford malam itu. Shkodran Mustafi dan Alexandre Lacazette (setelah ditinjau ulang, pihak Premier League memutuskan gol ini lahir dari aksi bunuh diri Marcos Rojo) jadi penyumbang gol Arsenal, sementara sepasang gol United dicetak Anthony Martial dan Jesse Lingard.

Hasil imbang ini membuat United dan Arsenal melorot satu setrip dari posisi sebelumya. ‘Iblis Merah’ turun ke peringkat ke-9 dengan koleksi 22 poin, sementara Arsenal terlempar ke peringkat lima dengan torehan 30 angka.

Jose Mourinho kembali mengaplikasi pakem lima bek dalam duel kali ini. Menariknya, The Special One mengubah seluruh komposisi para pemain belakangnya. Bila Phil Jones, McTominay, dan Nemanja Matic yang mengisi pos bek sentral versus Southampton akhir pekan lalu, kini Eric Bailly, Chris Smalling, dan Marcos Rojo yang jadi andalan. Begitu pula Diogo Dalot yang dijadikan starter untuk pertama kalinya, melengkapi Matteo Darmian sebagai full-back kanan.

Perombakan Mourinho tak berhenti sampai di situ, Paul Pogba dan Romelu Lukaku hanya duduk di bangku cadangan. Dia lantas menunjuk Ander Herrera sebagai tandem Matic, sementara Marcus Rashford menemani Anthony Martial di lini depan.

Lain United, lain pula Arsenal. Unai Emery masih memercayakan Pierre-Emerick Aubameyang sebagai ujung tombak. Topskorer Premier League dengan 10 gol itu disokong Alex Iwobi dan Aaron Ramsey. Terhitung hanya Granit Xhaka yang disisihkan Emery dari skuatnya lantaran suspensi. Posisinya digantikan Matteo Guendouzi yang berduet bersama Lucas Toreira di area sentral.

Secara garis besar, United lebih unggul ketimbang Arsenal di babak pertama–khususnya soal intensitas serangan. Total empat tembakan tepat sasaran sukses mereka lepaskan, kendati tiga di antaranya diukir dari luar kotak penalti.

Namun, perkara efektivitas, Arsenal masih lebih baik. Nyatanya mereka berhasil membuat publik Old Trafford bungkam via tandukan Mustafi di menit 26. David De Gea sebenarnya sempat menyentuh bola kiriman mantan bek Everton itu. Namun, bola masih meluncur kemudian melewati garis gawang.

Namun, euforia Arsenal hanya bertahan seumur jagung. Empat menit setelahnya Martial sukses mencetak gol balasan usai mengakhiri umpan mendatar Herrera dari sisi kanan, sekaligus jadi gol ketujuhnya di Premier League musim ini.

Kedudukan yang berimbang membuat tensi pertandingan makin meninggi. Di saat itu pula pelanggaran keras mulai bermunculan. Lima kartu kuning dikeluarkan wasit Andre Marriner hanya dalam durasi lima menit. Bahkan, Rob Holding pun menjadi salah satu korbannya dan kudu ditarik keluar. Emery kemudian menunjuk Stephan Lichtsteiner untuk menggantikan bek berusia 23 tahun tersebut.

Guna mendongkrak daya gedor timnya, Emery menarik Aaron Ramsey dan memasukkan Henrikh Mkhitaryan. Ramsey memang unggul dalam urusan pendistribusian bola. Akan tetapi, Emery membutuhkan winger murni demi mangakomodir Aubameyang. Itulah mengapa Alexandre Lacazette juga akhirnya diturunkan di menit 64, untuk membuat serangan di lini depan Arsenal menjadi cair.

Keputusan Emery terbukti jitu. Pada menit 68, tiga menit setelah memasuki lapangan, Lacazette berhasil membawa Arsenal kembali unggul setelah memanfaatkan kesalahan Marcos Rojo saat melancarkan tekel.

Namum, lagi-lagi United berhasil membalasnya semenit berselang. Diawali dari skema umpan lambung, Lingard yang sukses memanfaatkan kesalahan Sead Kolasinac dalam mengontrol bola, langsung menceploskan si kulit bundar ke arah gawang Bernd Leno.

Mourinho kemudian bereaksi dengan memasukkan Marouane Fellaini dan Paul Pogba. Sebelumnya, Romelu Lukaku juga sudah masuk menggantikan Martial. Kedua tim sama-sama meningkatkan tempo permainan di penghujung laga. Bahkan, Arsenal sempat mengoyak jala United di menit 9+1. Akan tetapi, wasit menganulirnya lantaran offside.

Tak ada lagi gol tambahan, United dan Arsenal harus puas berbagi angka karena laga berkesudahan dengan skor akhir 2-2.

Thierry Henry Antar Monaco Keluar Dari Zona Merah

Untuk pertama kalinya dalam hampir tiga bulan, klub Ligue 1 keluar dari tiga terbawah Untuk pertama kalinya dalam 10 minggu, AS Monaco Thierry Henry keluar dari zona degradasi karena klub Ligue 1 pindah ke peringkat 17 dengan kemenangan atas klub promosi Amiens di hari Selasa.

Monaco bertahan untuk kemenangan 2-0 atas Amiens, yang memasuki pertandingan satu tempat di depan klub kerajaan di tempat ke-18. Dengan kemenangan itu, Monaco melompati Amiens dan Dijon pada diferensial gol, sementara pindah ke tempat yang aman di Ligue 1.

Sekarang dalam Minggu 16 dari kampanye Ligue 1, ini adalah pertama kalinya klub telah lolos dari zona degradasi sejak Minggu 6. Gol pertama terjadi pada menit ke-46 dari bentrokan Selasa di Amiens ‘Stade de la Licorne, dengan Radamel Falcao menyediakan pemenang pertandingan dari titik penalti.

Falcao menambahkan satu lagi dari titik di menit ke-97, membatasi kemenangan setelah Bakaye Dibassy dari Amiens diusir pada perpanjangan waktu. Bintang Kolombia sekarang memiliki tujuh gol dan satu assist pada musim ini, dengan tanda golnya memimpin klub.

Secara total, Falcao telah berkontribusi pada persis setengah dari 16 gol Ligue 1 Monaco pada musim ini. Henry, yang bermain untuk klub dari 1994 hingga 1999, mengambil alih kekuasaan pada bulan Oktober setelah pemecatan Leonardo Jardim.

Klub berada di 18 pada saat keberangkatan Jardim, tetapi Henry juga mengalami awal yang buruk yang melihat Monaco tidak dapat mengamankan kemenangan selama lebih dari sebulan. Monaco kini telah memenangkan dua dari tiga pertandingan terakhir Ligue 1 mereka setelah mengalahkan Caen pada 24 November sebelum jatuh ke Montpellier akhir pekan lalu.

Di Liga Champions, klub telah tersingkir dari grup yang mencakup Atletico Madrid, Borussia Dortmund dan Club Brugge, setelah memastikan tempat terakhir. Selanjutnya untuk Monaco adalah bentrokan dengan mantan rekan setimnya Henry Patrick Vieira sebagai tuan rumah klub Nice pada hari Jumat.

Juventus tidak izinkan kepada pemain andalanya menggunakan tendangan bebas

Saat melawan dengan Setan Merah, pihak dari Juventus melarang kepada Cristiano Ronaldo untuk mengambil tendan bebas. Karena dengan Cristiano Ronaldo telah memasuki di daftar starter Juventus pada saat adanya laga Liga Champions melawan dengan Manchester United pada hari kamis. Maka dengan Nyonya Tua akan menikmati di satu musim Eropa dengan tampilannya cukup lumayan bagus, dan sehingga mereka telah berhasil untuk bisa memenangkan di tiga laga grup.

Cristiano Ronaldo mendaptkan kartu merah dengan berada dalam sebuah situasi kontroversial saat mereka telah berhasil menang dengan skor 2-0 atas Valencia pada matchday pertama. Maka dengan hasilnya sang bintang Portugal absen pada laga kemenangan 3-0 atas klub Swiss.

Namun, dengan adanya seorang pemain yang berusia tiga puluh tiga tahun untuk kembali ke daftar susunan pemain saat Juventus tandang melawan Manchester United di Old Trafford bulan lalu. Pemain asal Argentina Paulo Dybala mencetak satu-satunya gol.

Cristiano Ronaldo tampil menakjubkan untuk Juventus selama beberapa pekannya, agar supaya bisa membantu mereka menikmati awal musim terbaik di Serie A. Dari dua puluh empat gol liga klub, ia telah terlibat langsung sebagai pencetak gol atau pemberi assist dalam setengah di antaranya.

Namun dengan pelatih Juventus yang bernama, Massimiliano Allegri telah mengungkapkan bahwa dengan dirinya untuk melarang dengan Cristiano Ronaldo untuk mengambil tendangan bebas.

Dan sehingga dengan seorang pemain internasional Portugal itu di kenal sangat mematikan dalam situasi-situasi bola mati seperti tendangan bebas. Namun Allegri telah memutuskan untuk menyerahkan tugas mengambil free-kick kepada Miralem Pjanic dan Dybala.

“Ketika ada tendangan bebas dari jarak jauh, Cristiano Ronaldo bisa mengambilnya, akan tetapi kami memutuskan Dybala dan Pjanic akan untuk mengambil bola-bola mati yang dekat dengan penalti.”

Maka dengan adanya seorang mantan bintang Juventus bernama Gianluigi Buffon, ia yang akan menjadi penjaga gawang di PSG. Dan sehingga mereka berbicara tentang adanya peluang di Liga Champions mereka, dia berpikir Barcelona adalah favorit terbesar.

Semen Padang Gagal Menang atas Aceh United

Misi harus menang tidak berhasil direalisasikan Semen Padang waktu melayani Aceh United pada minggu ke-3 set 8 besar Group A yang diselenggarakan di Stadion H. Agus Salim Padang, Minggu sore (4/11/2018).

Pada pertandingan kandang ke-2 itu, team Kabau Sirah nyaris mengamankan kemenangan, akan tetapi pertandingan penting itu berakhir dengan score 3-3.

Tiga gol Semen Padang dipersembahkan Afriansyah (2 gol) serta Abdurahman Lestaluhu. Sesaat gol Aceh United diceploskan oleh Eka Hera, Gufron serta Hardani.

Lengahnya posisi pertahanan jadi permasalahan fundamental Semen Padang sampai dapat digunakan Aceh United. Walau sebenarnya, sebelum laga, Semen Padang membidik kemenangan.

Hasil imbang ini jadi peringatan keras karena dapat meneror langkah team urang awak ke semi final.

Di klassemen sesaat Group A, Semen Padang masih ada di tempat ke-3 dengan koleksi point empat. Sesaat Aceh United yang masih tetap tersisa dua laga kandang bercokol di posisi ke empat dengan point dua.

Rangking pertama dihuni PS Mojokerto Putra dengan koleksi point enam, dibarengi tempat ke-2, Kalimantan tengah Putra, dengan point sama Semen Padang.

Selesai laga, pelatih Semen Padang, Syafrianto Rusli, tidak dapat sembunyikan kekecewaan. Hal tersebut karena team asuhannya sudah sempat pimpin 2x, akan tetapi dapat disamakan team lawan hingga pertandingan selesai dengan hasil imbang.

Syafrianto menyebutkan kapasitas posisi belakang yang tidak baik jadi perihal penting, sesaat posisi depan kerja optimal.

“Bidang pertahanan yang memiliki masalah jadi perihal yang perlu kami perbaiki. Perjuangan anak-anak begitu mengagumkan. Mereka selalu berusaha menguber gol sampai beberapa detik akhir,” ulasnya.

Kegagalan mengoptimalkan kemenangan kandang, automatis dikit menyulitkan langkah team urang awak ke set big four. Masalahnya untuk pastikan jatah satu ticket ke set empat besar diperlukan tiga kemenangan kandang serta minimum dua hasil seri di luar kandang.

Dengan point minimum 11, Semen Padang memerlukan dua kemenangan plus satu hasil imbang dari tiga laga bekas.

Performa Arsenal Hampir Sempurna

Manajer Arsenal, yakni Unai Emery, mengatakan timnya hampir tampil sempurna di sepanjang 90 menit. Namun sayangnya, dua gol Vorskla mesti menodai performa bagus tim dengan nama lain The Gunners itu.

Arsenal mengawali kiprahnya pada Liga Europa di musim ini dengan raihan tiga poin pada markas sendiri, Emirates Stadium. Melawan wakil Ukraina, yakni Vorskla, Arsenal menang 4-2, hari Jumat (21/9/2018) dinihari WIB.

Sempat kesulitan untuk membongkar pertahanan Vorskla, Arsenal pada akhirnya memecah kebuntuan di menit ke-32 melalui gol Pierre-Emerick Aubameyang. Usai itu, Arsenal dapat dengan mudah membuat peluang demi peluang.

Ada sebanyak 12 attempts dibikin Arsenal dengan lima yang mengarah ke gawang. Tiga gol tambahan diciptakan Arsenal pada babak kedua. Dimulai gol Danny Welbeck pada awal babak, kemudian Aubameyang bikin gol keduanya diikuti dengan Mesut Oezil.

Posisi unggul 4-0, Arsenal sejatinya dapat menambah gol lebih banyak bila mengingat mereka masih memiliki sisa waktu 15 menit. Tapi, Arsenal menurunkan tekanan yang dimanfaatkan oleh Vorskla untuk menciptakan dua gol hiburan pada menit ke-76 serta ke-91.

Dua gol yang masuk dalam gawang Bernd Leno ini juga sedikit menodai performa bagus Arsenal. Oleh sebab itu Emery meminta para pemainnya untuk dapat lebih fokus sepanjang laga serta tak menarik pedal gas sebelum laga usai.

“Saya pikir kami tampil bagus dalam selama 60 menit, dapat mengaplikasikan ide permainan kami melawan mereka serta, perlahan selama laga, kami dapat memenangkan duel untuk dapat menciptakan gol,” kata Emery.

“Dengan membuat empat gol, saya pikir kami pada posisi yang bagus. Namun kami mau tampil kompetitif selama dalam 90 menit dan saya pikir kami terlalu banyak membiarkan kesempatan lawan pada 20 menit terakhir. Kami mesti lebih baik lagi,” tambahnya.

“Kekecewaan kami merupakan dua gol yang masuk dalam gawang kami. Namun saya mau berpikir bila kami tampil amat bagus pada 60 menit pertama serta kami bakal terus bermain dengan gaya yang seperti itu,” ungkap Emery.

Tikung Barcelona, Real Madrid Seriusi Kejar Frenkie De Jong

Rencana Barcelona untuk mendaratkan Frenkie De Jong menemui masalah baru. Rival mereka, Real Madrid dikabarkan turut serius dalam perburuan gelandang muda Ajax Amsterdam tersebut.

De Jong sendiri bisa dikatakan sebagai salah satu gelandang muda yang paling bersinar di Eredivisie. Ia memiliki kemampuan dan talenta yang berada di atas rata-rata pemain lainnya, dimana ia kerap disebut memiliki kemampuan mirip dengan gaya bermain Andres Iniesta.

Performa apik De jong itu kini kabarnya membuat Barcelona tertarik untuk mendatangkannya. Tim asal Catalunya itu beberapa kali melayangkan tawaran kepada Ajax, namun hingga kini tawaran mereka selalu ditolak oleh tim Belanda tersebut.

Dilansir Don Balon, Barcelona kini dikabarkan mendapatkan rival baru untuk mendaratkan De jong. Mereka kabarnya harus bersaing dengan rival abadi mereka, Real Madrid yang juga menginginkan jasa sang pemuda (Frenkie De Jong).

Alasan Madrid mengejar De Jong

Memiliki Rencana Cadangan, Menurut Laporan tersebut , Real Madrid memiliki alasan mengapa ingin mendatangkan De Jong. Alasannya karena sang pemuda diproyeksikan untuk pengganti Luka Modric.

Dalam lima tahun terakhir, Modric sudah menjadi sosok yang berpengaruh di Real Madrid. Bersama dengan Toni Kroos, kedua gelandang ini bertugas untuk mengatur aliran bola Los Blancos.

Namun Modric sendiri telah dirumorkan akan meninggalkan Real Madrid untuk menuju ke Inter Milan, sehingga pihak Los Blancos melakukan langkah antisipasi dengan mendatangkan De Jong.

Bakal Sulit

Menurut laporang tersebut, langkah Real Madrid untuk mendatangkan De Jong akan menemui berbagai halangan sulit, salah satunya dikarenakan hubungan antara Barcelona dan Ajax.

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya kedua klub itu, memiliki hubungan yang sangat baik dan dekat. Ajax bahkan bisa disebut sebagai pemasok pemain-pemain terbaik untuk Barcelona dalam dua decade terakhir ini, sehingga De Jong kabarnya akan lebih diprioritaskan untuk dijual ke Barca.

Namun Florentino Perez kabarnya tidak menyerah begitu saja akan fakta tersebut. Ia bahkan siap membayar mahal sang gelandang agar Ajax tertarik melepas sang pemuda ke Bernabeu.

TENTANG PERJALANAN TIMNAS INDONESIA MENUJU PIALA ASIA U-16

Timnas Indonesia U-16 Kini bakal tampil lagi di Piala Asia setelah mereka sempat absend di tiga edisi terakhir. Dan bagaimana perjalanan dari tim besutan Fakhiri Husaini untuk menuju kancah Asia?

Bagaimana pun juga Indonesia sudah duluan memulai perjalanannya di Piala Asia U-16 pada saat mereka menghadapi tim Iran di stadion bukit Jalil, Kuala Lumpur, pada hari jumat (21/9/2018) sore WIB, Indonesia juga akan melangkah ke Piala Asia U-16. Setelah mereka lolos sebagai salah satu juara grup di babak kualifikasi nantinya.

Indonesia juga sudah berhasil meraih poin sempuran dengan mengalahkan tim Thailand, Timor ,Leste, Laos, dan juga kepulauan Mariana Utara. Dan dari tim Besutan FAkhri Husaini itu sudah berhasil mencetak 25 gol dan cuman hanya kebobolan satu gol saja dalam pertandingan itu. Dan sutan Diego Zico sudah berhasil menjadi top skorer dengan perolehan 10 gol yang ia miliki pada saat ini.

Laju apik dari Timnas Indonesia U-16 Jelang Piala Asia itu sudah kembali berlanjut di Piala AFF U-16. Indonesia juga selalu meraih kemenangan dalam waktu 90 menit atau pun 2 babak sejak dari fase grup sampai ke semifinal.

Pada babak final, Indonesia juga sudah sukses ataupun berhasil mengalahkan tim Thailand lewat tendangan adu penalti yang di berikan oleh tim Indonesia. Kedua tim juga sebelumnya bermain imbang dengan skornya yaitu 1-1 di waktu yang normal. Striker Amiruddin Bagus Kahfi Al-Fikri itu menyandung status top skorer dalam ajang itu setelah ia berhasil mencetak 12 gol.

Sementara itu juga Indonesia sudah berada di Malaysia sejak pada bulan Agustus guna untuk mempersiapkan diri di ajang Piala Asia. Disana mereka juga sudah mengikuti tiga laga uji coba dengan hasil kemenangannya yaitu 5-0 atas lawannya Felda united U-17. Dan 4-0 atas lawannya yaitu Sime Darby U-17. Dan imbang dengan skornya yaitu 3-3 dengan Oman.

Komposisi pemain Indonesia di Piala Asia itu tidak jauh beda dengan Piala AFF.