Liverpool Tidak Terpengaruh Dengan Laju Kencang City

Manchester City masih melaju dengan kencang di dalam upayanya mempertahankan gelar juara Premier League. Virgil Van Dijk mengatakan jika Liverpool lebih memilih untuk fokus menjaga konsistensinya.

Premier League di musim ini sudah melewati 12 pekan. City, sang juara bertahan, masih superior dengan memuncaki klasemen sementara setelah mengoleksi nilai 32 poin hasil dari 10 kemenangan dan 2 hasil seri tanpa kekalahan.

Di bawah The Citizens, Liverpool di posisi 2 dengan jarak 2 poin dan Chelsea yang mengoleksi 28 poin. Ketiga tim teratas ini sama-sama belum terkalahkan di sepertiga awal kompetisi.

Walaupun begitu, City menunjukkan keunggulan daripada kedua rivalnya tersebut. Tim asuhan Josep Guardiola ini amat produktif dengan mencetak 36 gol atau rata-rata 3 gol per pertandingan, serta baru kebobolan 5 gol, yang paling sedikit bersama Liverpool.

Tentu sangat realistis jika City kembali difavoritkan untuk memenangkan Premier League di akhir musim ini. Van Dijk mengatakan, timnya saat ini hanya fokus menjalani pertandingan terdekat saja.

“Tantangan buat kami adalah meraih kemenangan atau mencoba memenangkan semua pertandingan yang ada di depan kami” kata Van Dijk.

“Musim ini masih sangat panjang. Manchester City tidak akan memenangkan semua pertandingan dengan skor 5-0 dan akan menjalani pertandingan yang sulit seperti tim-tim lainnya. Kami mesti melihat apa yang kami miliki karena itu lebih penting daripada melihat tim lain” lanjut bek berusia 27 tahun itu.

“Kami berhasil memenangkan banyak pertandingan, bekerja dengan sangat baik dan mengawali musim lebih baik daripada tahun lalu. Kami membangun sesuatu dari sana dan terus mencoba untuk berkembang. Menjadi hal yang positif karena kami mampu menunjukkan progres dengan bekerja sangat baik” sambung Van Dijk.

“City merupakan juara bertahan dan merupakan tim terbaik di liga. Akan tetapi kami akan melakukan segalanya untuk menjadi yang terbaik. Kami tidak perlu melihat pihak lain, kami cuma menatap pertandingan di depan dan tantangan selanjutnya adalah pertandingan melawan Watford yang berat. Untuk saat ini kami akan fokus membela negara” demikian Van Dijk.

Akan Kemana Neymar Jika Kembali Ke Spanyol? Barca Atau Madrid?

Meski sekarang ini masih memperkuat klub Paris Saint Germain, akan tetapi Neymar kerap dikabarkan ingin kembali pulang ke Spanyol. Namun yang menjadi pertanyaannya, kemana nantinya dia akan pergi? Akankah dia akan kembali pulang ke FC Barcelona atau malah berlabuh ke Real Madrid?

Pada saat tahun lalu, Neymar memutuskan untuk pergi dari Barcelona dan bergabung bersama dengan PSG yang bersedia membelinya dengan klasul pelepasan sebesar 222 juta euro. Akan tetapi semenjak bergabung dengan Les Parisiens, Neymar acap kali dikabarkan akan kembali lagi ke kompetisi La Liga.

Penyerang asal Brasil tersebut sudah berulang kali menegaskan kalau dirinya merasa sangat nyaman didalam klub PSG. Kontrak yang dimiliki Neymar sendiri akan berakhir pada saat tahun 2022 yang akan datang.

Sempat sebelumnya dihubungan akan pergi ke Real MAdrid pada saat awal kepindahannya ke PSG disaat tahun lalu, Neymar kemudian dikaitkn lagi dengan klub Barcelona.

Andres Inies menilai kalau peluang bagi Neymar untuk bergabung bersama dengan Real Madrid jauh lebih besar daripada pulang ke Barca. Meskipun nantinya Neymar bergabung bersama dengan El Real, hal tersebut tidak akan membuat Iniesta merasa kecewa.

“Dia (Neymar) tentu akan menjadi rekrutan yang sangat fantastis sekali untuk Madrid. Akan tetapi hal tersebut juga tidak akan menyakiti saya. Mereka mendatangkan pemain yang unik kedalam skuat mereka. Didalam sepakbola semua keputusan yang seperti ini pasti akan bisa terjadi dan Anda seharusnya bisa menerima hal itu,” kata Iniesta kepada salah satu media asal Spanyol.

“Apakah nantinya Neymar dapat kembali algi ke Camp Nou? Itu pastinya akan sangat sulit. Namun saya tidak dapat mengatakan kalau itu mustahil, akan tetapi sangat sulit untuk dia,” lanjut Iniesta.

Sebelumnya Neymar pernah memperkuat Barca dan mampu tampil dengan sangat istimewa sekali. Dia mampu mencatatkan sebanyak 105 buah gol dan juga memberikan 76 kali assist didalam total 186 pertandingan yang dijalaninya bersama dengan Barca semenjak didatangkan dari Santos FC pada sat musim 2013/2014 yang lalu.

Ozil Tolak Tawaran Gila Klub Asia

Mesut Ozil menolak tawaran gila dari klub-klub Asia senilai £ 1 juta seminggu yang dilaporkan untuk tinggal di Arsenal, menurut agennya, Pemain berusia 30 tahun itu menyetujui kesepakatan baru dengan The Gunners pada Februari yang dikatakan sekitar x £ 300.000 per minggu, setelah berbulan-bulan spekulasi atas masa depannya dan perwakilannya, Dr Erkut Sogut, membantah uang adalah masalah utama selama negosiasi berlarut-larut dengan klub dan menyebut Ozil bisa menembus jumlah transfer rekor dunia jika dia setuju untuk pindah dari klub London utara. “Kami memiliki beberapa penawaran yang sangat besar dari Asia, Ada beberapa tawaran gila,  tapi, bagi Mesut, uang bukanlah faktor terbesar.”

“Uang jelas merupakan hal yang penting untuk dipertimbangkan, tetapi orang harus ingat bahwa kemampuan bermain sepakbola hanyalah salah satu aspek dari negosiasi kontrak, Dampak komersial dari pemain sepakbola sangat penting saat ini, Mesut memiliki pengikut media sosial terbesar dari setiap pemain di Liga Premier dan saya baru saja membaca bahwa nomor penjualan bajunya adalah yang terbesar di klub maka Pada akhirnya, ini semua informasi yang harus dipertimbangkan, Jadi, sisi komersial sangat besar dengan pemain seperti Mesut, yang telah bermain di berbagai negara dan merupakan nomor 10 dari tim Jerman, di mana dia memenangkan Piala Dunia dan Pasarnya di seluruh dunia cukup besar dimana Klub menghasilkan uang dari para pemain ini juga. ”

Ozil, yang bergabung dari Real Madrid pada tahun 2013, sekarang berkomitmen untuk Arsenal hingga 2021 dan telah menyarankan dia bisa tinggal di Stadion Emirates untuk sisa karirnya, Sogut mengatakan cinta pemain untuk klub adalah faktor kunci di balik keputusannya untuk tetap tinggal. “Itu sampai pada apa yang ada di dalam hatinya, Kami bebas untuk bergabung dengan klub lain dan, pada akhirnya, Mesut mencintai klub tapi Saya menyerahkan segalanya kepadanya dan dia hanya berkata, ‘Ini adalah rumah saya, saya ingin berada di sini’. “

Wayne Rooney layak menerima kartu merah Inggris, kata Gary Neville

Tim Gareth Southgate menjadi tuan rumah AS dalam pertandingan persahabatan pada Kamis malam, diikuti oleh runner-up Piala Dunia Kroasia dalam pertandingan penting Liga A UEFA, bentrok Grup 4 tiga hari kemudian. Rooney sedang dalam antrean untuk memenangkan topi ke-120nya sebagai pemain pengganti di pertandingan pertama, dengan pertandingan yang akan disebut The Wayne Rooney Foundation International untuk mendukung kepentingan amal. Namun, sementara terkejut pada waktunya, Neville  yang dibatasi 85 kali oleh negaranya antara 1995 dan 2007 – berpikir DC United maju layak perpisahan pas di Stadion Wembley. Saya terkejut itu telah terjadi karena saya pikir itu adalah jenis hal yang tidak akan diizinkan Gareth selama 18 bulan terakhir,” kata mantan bek Manchester United dan Inggris itu kepada Sky Sports. Tapi apa yang saya katakan adalah bahwa 18 bulan yang lalu, saya pikir itu adalah Maret 2017 ketika Wayne pertama kali ditinggalkan, itulah waktunya untuk memilih dia dan melakukan perpisahan.

Itu adalah waktu untuk menempatkannya dalam skuad dan menghadapinya dengan benar pada saat itu, dia pantas mendapatkannya pada saat itu. Saya senang untuk dia secara pribadi karena saya pikir dia benar-benar mencintai Inggris dan dia telah menjadi pemain hebat untuk Inggris dan saya menantikan pertandingan karena fakta bahwa para fans akan menyambutnya dalam 10 menit terakhir. Tapi saya sedikit terkejut. Saya cukup netral mengenai hal itu – saya tidak seperti orang yang menganggapnya sebagai aib mutlak, saya kira saya tidak berpikir bahwa Wayne Rooney pantas menerima itu 18 bulan lalu. Hanya saja FA punya waktu yang salah.  Salah satu kritik yang dilontarkan terhadap FA dan Rooney atas keputusan ini adalah bahwa comeback pemain berusia 33 tahun itu telah menolak pemain yang lebih muda untuk dipanggil sendiri.

Catatan Dan Data Seputar Dalam Laga Liverpool Vs Man City

Tim Liverpool menurut dari data pada seputar pada laga ini , tim Liverpool memang tidak terkalahkan dari 17 laga dalam kandang kontra Man City yang berada di seluruh Kompetisi ( dengan memenangkan 12 menang dan juga 5 kali imbang ) dan kalah sejak dengan skornya yaitu 1-2 di Anfield pada bulan Mei 2003 yang lalu.

Man City yang telah kalah tiga kali dalam beberapa duel kontra pada tim Liverpool di tahun 2018. Dan juga kalah di Premier League pada bulan januari dan juga dua di liga champions pada bulan April. Mereka bagaimana pun juga cuman hanya dua kali mengalami empat kekalahan yang secara beruntun di tim mereka selama setahun kalender, yakni hal itu juga dari Grimsby Town pada tahun 1936 dan Spurs 1993.

Baik dari Liverpool dan juga Man City masih memang belum terkalahkan di tujuh pertandingan  pembuka pada premier league pada malam ini, dan ini juga menjadi salah satu pertemuan pertama dengan dua tim yang masih belum bisa terkalahkan di premier league sejak dengan Man City berhadapan dengan Newcastle di pekan ke-12 musim 2011/2012.

Liverpool yang masih berhasil menjaga pertahanan dan memang belum kebobolan di Sembilan laga kandangnya terakhirnya di premier league , dan selain itu juga cuman hanya Manchester United ( 12 desember 1994 ) yang memang punya periode yang lebih panjang dalam kompetisi ini.

Manchester City yang cuman hanya kalah dalam sekali dari 25 laga-laga away yang terakhirnya ( 20 menang dan juga 4 kali seimbang). Kekalahan itu terjadi di saat partai ini pada musim lalu dengan skornya mereka pada saat itu skor 3-4.

Liverpool juga tidak pernah kalah dari 13 laga kandang terakhir pada saat  dengan kontra tim-tim yang enam besar ( 6 kali menang dan 7 kali seimbang ) , sejak kalah 0-1 dari tim Manchester United atau Setan Merah pada bulan januari 2016.

 

Jurgen Klopp Puji Kehebatan dari Ancelotti

Bertanding ke markas Napoli, Stadio San Paolo Liverpool harus menelan kekalahan pahit di matchday pada laga kedua Grup C Liga Champions 2018/19, Kamis (4/10) dini hari WIB. The Reds yang menyerah dengan skor tipis 0-1. Gol Lorenzo Insigne di menit ke-90 membuyarkan harapan Liverpool untuk dapat mencuri satu poin di laga tersebut.

Penampilan Liverpool di laga ini mungkin layak disebut sebut sebagai penampilan yang paling buruk di sepanjang musim 2018/19 ini. Jurgen Klopp mengakuinya. Pelatih Liverpool ini mengakui Liverpool tampil tak cukup baik oleh sebab itu layak untuk menerima kekalahan.

Memang Liverpool terbilang cukup tampil sangat buruk di laga tersebut. Statistik mencatat skuat Liverpool hanya menang empat kali melepaskan tembakan, tak ada yang tepat sasaran. Berbanding jauh dengan Napoli yang telah melepaskan 14 percobaan tembakan, lima di antaranya tepat sasaran.

Klopp sendiri merasa kemenangan Napoli lebih disebabkan oleh penampilan Liverpool yang jauh di bawah standart.

Ancelotti

Saat ini Klopp belum mengetahui akan alasan Liverpool tampil begitu buruk, dia berdalih perlu untuk melihat rekaman video sebelum berkomentar. Meski demikian, dia mengakui kehebatan dari Napoliyang dilatih oleh Carlo Ancelotti. Klopp menilai Ancelotti merupakan pelatih yang hebat dan cukup bisa di andalkan.

“Saya cukup yakin atas kekalahan kami akan tampak jelas dan kemudian kami harus dapat mengatasi hal tersebut, tetapi mala mini kami sudah mengatakannya, kami tak cukup bagus dalam mengatasi hal tersebut.” Ucap klopp.

“Carlo Ancelotti merupakan seorang pelatih yang sangat luar biasa. Kami kalah di pertandingan sepak bola dan terkadang sangat sulit menjelaskan alasan anda untuk  tampil sebagaimana yang terjadi sebelum anda dapat melihat pertandingan itu kembali,” sambung Klopp di laman resmi liverpoolfc.

“Dan ketika anda tidak cukup handal atau bagus, pada umumnya anda akan kalah dan itulah yang akan terjadi pada kami malam ini,” lanjut nya kembali.

Tembakan Ke Gawang

Lebih lanjut, Klopp juga berkomentar mengenai skuat Liverpool yang gagal membuat tembakan tepat sasaran. Dia merasa cukup aneh dengan catatan tersebut, Klopp tak ingat kapan terakhir kali Liverpool mengalami masalah yang serupa.

Naby Keita Jalani Pemeriksaan Jantung

Liverpool mengalami kekalahan saat sedang bertandang di Stadion San Paolo untuk menantang Napoli. Meski laga sebenarnya telah berjalan imbang sepanjang menit hingga di menit ke 90, Napoli yang akhirnya bisa keluar sebagai pemenang lewat gol tunggal dari Lorenzo Insigne.

Dalam laga pertandingan itu, Liverpool juga harus terpaksa kehilangan salah satu pemain tengah mereka, yaitu Naby Keita. Pemain yang berasal dari Guinea itu merasakan cedera pada punggungnya dan terpaksa harus ditarik keluar pada menit ke 20, lalu digantikan oleh Jordan Henderson.

Keita ternyata langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat di pusat kota Napoli. Keita harus menjalani berbagai macam pemeriksaan, salah satunya adalah pemeriksaan jantungnya.

Pernyataan Resmi Pihak Liverpool

Pihak Liverpool pun sudah membuat pernyataan resmi terkait masalah  tersebut :

“Liverpool mengkonfirmasi bahwa Naby Keita dibawa ke rumah sakit di Napoli pada Rabu malam dalam babak pertama pertandingan Liga Champions melawan Napoli. Naby Keita menjadi starter dalam pertandingan di Stadio San Paolo tapi harus diganti pada menit ke 20 dan digantikan dengan Jordan Henderson setelah ia memberitahu kepada pihak staf medis tentang rasa sakit di punggungnya.

Naby keita lalu segera di transfer ke rumah sakit setempat bersama dengan doktor klub. Dengan persetujuan dari sang pemain, dia lalu menjalani berbagai tes kesehatan untuk mengetahui kondisi fisiknya itu.

Belum ada keputusan kapan Naby Keita akan dapat diizinkan kembali untuk meninggalkan rumah sakit Liverpool , ia di jadwalkan menginap di Napoli sampai Kamis pagi sebelum kemudia terbang kembali ke Inggri.”

Kemungkinan Masalah Jantung?

Media Italia langsung segera mengejar berita tentang Naby Keita ke rumah sakit tempatnya dirawat. Sky Sports Italia dan Radio Marte berhasil mengungkap bahwa Naby Keita ternyata dirawat di Rumah Sakit Cardarelli.

Di rumah sakit tersebut, Keita juga harus menjalani tes jantung. Hal itu cukup menarik mengingat yang dikeluhkan oleh Keita adalah sakit di punggung sehingga ia ditandu keluar pada babak pertama menit ke 20.

Namun di pinggir lapangan, Naby Keita disinyalir sempat hampir pingsan sehingga staf medis Liverpool merasa ia perlu dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Untuk mengetahui kondisinya, Keita menjalani berbagai serangkaian panjang tes di Cardarelli. Untungnya, semua tes mengindikasikan bahwa Naby Keita tidak mengalami masalah yang cukup serius.

Stoke Menang Meyakinkan Atas Bolton

Gol-gol dari Bruno Martins Indi dan Tom Ince membawa Stoke kemenangan yang sangat dibutuhkan saat mereka mengalahkan Bolton 2-0 di Stadion bet365 yakni Sundulan delapan menit Martins Indi menempatkan anak buah Gary Rowett, sebelum pemogokan akhir Ince mengakhiri penampilan percaya diri bagi tuan rumah maka Kesempatan nyata pertama dari permainan jatuh ke pengunjung ketika silang Will Buckley dari kiri dibelokkan dari kapten City Ryan Woods, bola jatuh ke Josh Magennis yang mengarahkan tendangan voli nya di atas mistar gawang Jack Butland Sampai ke ujung yang lain, kiper Bolton Remi Matthews dipaksa beraksi, mendorong drive kuat Ince dari luar kotak penalti untuk mendapatkan tendangan sudut dimana Stoke memimpin 10 menit ketika pojok mengundang Ince dari kanan disambut oleh Martins Indi, yang bertenaga dalam header dari delapan meter di luar menyelam Matthews dan ke sudut kiri bawah lalu The Potters memiliki peluang untuk memperpanjang keunggulan mereka dengan striker Benik Afobe menyendoki tembakan ke mistar gawang ketika jarak yang tepat dari gawang.

Kapten Wanderers, Jason Lowe, datang untuk menyelamatkan timnya ketika blok tebasannya yang gagah berani menggagalkan upaya Bojan sementara Matthews harus menyingkirkan Saido Berahino dari sudut yang sempit Ketika permainan dilanjutkan untuk babak kedua, Stoke mulai di bagian depan kaki, dengan Ince menguji Matthews lagi ketika Bolton stopper mengalahkan tendangan bebasnya dari jarak 25 yard sednagkan Bolton, mencari penyamarataan, melihat gerakan yang baik berhasil ke Craig Noone di sebelah kanan, dengan gelandang memotong ke dalam kaki kirinya, tetapi usahanya dipegang oleh Butland kemudian Afobe melihat kesempatan pergi memohon melawan mantan sisi pinjamannya, menempel ke Erik Pieters ‘lintas dari kiri untuk memukul pemogokan menuju tujuan hanya untuk melihatnya ditahan oleh Matthews dan Bolton kemudian memiliki tujuan dianulir pada menit ke-66 ketika sudut Erhun Oztumer dari kanan menuju di pos kembali oleh Magennis, namun, wasit Jeremy Simpson menepis pemogokan setelah memutuskan maju untuk mengotori Ashley Williams Tapi Stoke menggandakan keunggulan mereka dengan 74 menit pada jam ketika pengganti salib James McClean dari kiri menemukan jalan ke Ince yang mengesankan, yang mengalahkan Jonathan Grounds sebelum menghantam Matthews rendah kaki kanan masa lalu.

Gary Rowett: “Kami memiliki beberapa permainan yang sangat bagus malam ini dan banyak dari itu datang dari Tom Ince. Saya bosan menempatkan dampak pemain di 2-0 jadi saya pikir ‘mengapa tidak mulai dengan pemain dampak’ dan lihat apakah kita bisa mendapatkan skor 2-0 dan itu berhasil, jadi itu adalah hal utama jika kita dapat mengambil lebih banyak spekulasi dari awal Dalam beberapa pertandingan kandang terakhir, sementara kami memiliki kontrol yang baik, kami mungkin tidak memiliki pemain tambahan untuk menemukan umpan. Kami telah mengungguli posisi kami di liga tetapi kami belum mendapatkan hasil, tetapi Saya benar-benar senang malam ini, dan untuk mendapatkan lembar bersih sedangkan Phil Parkinson: “Dia [wasit Jeremy Simpson] jelas telah menebak ketika dia sedang mencari melalui tubuh, tidak ada kontak sama sekali, Butland salah menilai salib dan Magennis telah menuju di belakang tongkat dan saya benar-benar marah maka Saya marah bahwa antara empat pejabat yang tidak dapat mereka lihat itu adalah tujuan yang sah, kami telah datang ke tempat yang sulit malam ini dan mereka mendapat tumpangan dengan tujuan mereka, kami bisa melihatnya mengangkat tingkat energi mereka, itu satu yang lembut untuk kita akui, tetapi di babak kedua.

Mbappe Sebentar Lagi Hadir Ke City

Manchester City dilaporkan ingin merekrut Kylian Mbappe dari Paris Saint-Germain. Manajer City Pep Guardiola langsung membantah kabar tersebut. Laporan di media Inggris minggu ini mengklaim bahwa Kota ingin membawa Mbappe di jendela transfer Januari. The Citizens dikatakan siap memecahkan rekor pemain berusia 19 tahun itu. Selain itu, City juga akan menggantikan Raheem Sterling untuk membiayai perekrutan Mbappe. Berita itu langsung diberhentikan oleh Guardiola. “Itu tidak akan terjadi. Kadang saya tidak tahu dari mana berita itu datang,” kata Guardiola pada konferensi pers menjelang pertandingan melawan Hoffenheim seperti dilansir Sky Sports.

“Manchester City tidak memiliki, dan tidak akan mengeluarkan, uang yang mungkin sesuai untuk Mbappe atau PSG.” “Saya tidak berpikir PSG akan menjual pemain seperti ini dalam beberapa tahun mendatang. Jadi itu tidak akan terjadi,” lanjutnya. “Mbappe tidak akan datang ke sini dan kami tidak akan bertukar Raheem (Sterling) atau pemain lain yang kami miliki,” kata Guardiola. Hingga saat ini, Sterling dan manajemen City belum mencapai istilah yang terkait dengan kontrak baru. Durasi pemain sayap timnas Inggris bekerja dengan The Citizens akan berakhir pada 30 Juni 2020.

Negosiasi Manchester City dengan Sterling berakhir menemui jalan buntu setelah kedua pihak tidak mencapai kata-kata Rajah tentang jumlah gaji. Sterling dilaporkan ingin menjadi pemain berbayar paling mahal di City. Mantan pemain Liverpool ingin meningkatkan dari 175 ribu pound (Rp. 3,3 miliar) per minggu ke minimum 220 ribu pound (Rp. 4,2 miliar) per minggu. Jika gagal memperpanjang kontrak Sterling, Manchester City akan membawa Kylian Mbappe ke Etihad Stadium pada awal musim depan. 200 juta pound (Rp 3,8 triliun) pekerjaan Man City untuk menukarkan Mbappe dari Paris Saint-Germain. Namun, PSG tidak hanya akan merilis tim nasional Prancis ke Manchester City. Sebab, Kylian Mbappe adalah sosok penting dalam lini serang Les Parisiens, dengan skor 26 gol dan 17 assist dari 49 pertandingan di semua kompetisi.

Nasibnya Pochettino Dengan Barca Satu Arah

Spekulasi Mauricio Pochettino akan melatih Barcelona. Namun, itu tidak terjadi karena Pochettino tinggal di lingkungan yang berlawanan dengan Barca. Spekulasi muncul pada tahun 2017, ketika Luis Enrique tidak memiliki prospek kontrak. Pochettino masuk sebagai salah satu pelatih baru bersama Jorge Sampaoli. Dalam prosesnya, Ernesto Valverde adalah korban Enrique. Pochettino tetap bersama Tottenham Hotspur dan Sampaoli untuk menjadi pelatih tim nasional Argentina. Kini, Pochettino akan memimpin Spurs menghadapi Barcelona di matchday kedua Liga Champions di Wembley, Kamis (10/4/2018) dinihari WIB. Pria asal Argentina itu ditanya mengapa dia tidak melatih Blaugrana. “(Menghadapi Barca) memotivasi saya, sebagai penggemar Espanyol dan hidup selama bertahun-tahun di Barcelona,” kata Pochettino seperti dikutip oleh Skysports.

“Sulit untuk dipahami (bahwa saya tidak akan pernah melatih Barca). Jalan saya dan jalur Barcelona berbeda, arah sebaliknya. Pelatihan mungkin tidak memungkinkan,” katanya. Pochettino adalah sosok yang bisa dikatakan dibulatkan oleh Espanyol. Dia mulai bermain untuk tim rival Barcelona pada tahun 1994 hingga 2001. Pria berusia 46 tahun pindah ke Liga Prancis untuk musim 2006 dengan seragam Espanyol. Karir latihan Pochettino juga dimulai di Espanyol dari 2009 hingga 2012. Setelah itu dia pindah ke Inggris untuk melatih Southampton dan Tottenham Hotspur. Ini kemungkinan akan menambah panasnya persaingan antara Real Madrid dan Barcelona. Pasalnya, Pochettino, dijuluki pelatih asuhan Barcelona saat ini, Ernesto Valverde, saat masih aktif bermain di Espanyol. “Valverde membuat keputusan yang tepat untuk tidak membuat saya bisa bermain di Espanyol,” kata Pochettino seperti dikutip oleh BolaSport.com dari Marca.
“Saya punya banyak teman di Barcelona, ??yang berasal dari Barcelona dan saya sangat menghormati mereka. Namun, Barcelona dan saya berada di jalur yang berbeda. Kami berada di arah yang berlawanan dan kami tidak bisa pergi bersama,” katanya. ditambahkan. Pelatih berusia 46 tahun itu adalah produksi abadi di Espanyol. Pada periode 1994-2001, ia memasuki tim tim senior El Periquitos. Meskipun telah terjadi di Liga Prancis, Pochettino kembali ke Espanyol pada tahun 2004. Mantan pelatih Southampton memberi dua gelar Copa del Rey pada tahun 2000 dan 2006.