Son Heung-min Telah Menjadi Salah Satu Pemain Terbaik di Liga Premier Musim Ini

Penyerang Tottenham, Son Heung-min, telah menjadi salah satu pemain yang menonjol di Liga Premier musim ini, menurut Jamie Carragher.

Sejak kembali dari tugas internasional dengan Korea Selatan pada akhir Januari, setelah bermain di Piala Asia, Son telah mencetak gol di semua empat pertandingan Spurs, termasuk gol yang terlambat dan menentukan melawan Watford, Newcastle dan Leicester.

Dampaknya dalam beberapa minggu terakhir telah mengesankan banyak orang, termasuk Carragher, terutama mengingat waktu yang dibutuhkan Tottenham mengingat krisis cedera mereka, dengan Harry Kane dan Dele Alli saat ini absen.

“Saya pikir dia menjadi salah satu pemain terbaik di Liga Premier musim ini,” kata mantan bek Liverpool Carragher.

“Ada banyak pembicaraan musim ini bahwa Tottenham akan merindukan Kane dan Alli, tetapi mereka tidak dirindukan karena Son. Son bermain sangat fantastis sebagai penyerang tengah, kiri dan kanan.

“Dia memiliki awal yang baik untuk karirnya di Jerman tetapi, ketika dia pertama kali datang ke Tottenham, beberapa penggemar berpikir dia akan menjadi pemain skuad. Tapi, sekarang, dia telah menjadikan dirinya pemain pilihan pertama.”

Secara total, Son telah mencetak 16 gol dalam 32 pertandingan musim ini dan telah memberikan sembilan assist. Namun, itu adalah bentuknya di paruh kedua kampanye yang sangat penting.

Dalam 15 pertandingan Liga Premier terakhirnya, Son telah terlibat langsung dalam 17 gol, mencetak 11 dan membantu enam.

Bentuk baiknya juga telah meluas ke kompetisi piala dan Son telah mencetak gol di FA dan Piala Liga kampanye ini dan menemukan bagian belakang jaring di Liga Champions pada Rabu malam di Spurs yang menang 3-0 dari Dortmund.

Mantan pemain Bayer Leverkusen itu hanya mencetak dua menit memasuki babak kedua sebelum gol akhir Jan Vertonghen dan Fernando Llorente tampaknya telah memastikan tempat klub London itu di perempat final Liga Champions.

Pasukan Mauricio Pochettino memiliki jarak 10 hari antara bentrokan Dortmund dan pertandingan berikutnya karena tersingkirnya mereka dari Piala FA di babak terakhir.

Inter taklukkan Rapid Vienna 1-0

Inter Milan memetik kemenangan 1-0 di markas Rapid Vienna, pada laga leg pertama babak 32 besar Liga Europa. Penalti Lautaro Martinez jadi satu-satunya pembeda. Bertandang ke Allianz Stadion, Jumat (15/2/2019) dinihari WIB, Inter langsung menggebrak di menit kedua. Matteo Politano mendapatkan bola hasil sapuan dari Richard Strebinger dan mengarahkan sepakan, namun masih melebar.

Eksekusi tendangan bebas Ivan Perisic di menit ke-15 masih melambung. Di menit ke-38, Inter mendapat hadiah penalti usai Lautaro Martinez dijatuhkan Manuel Thurnwald. Martinez maju sebagai eksekutor dan sukses menaklukkan Strebinger. Martinez nyaris menggandakan keunggulan inter di menit ke-45, namun sepakan volinya masih bisa dihalau Strebinger.

Rapid sempat mencetak gol lewat Dejan Ljubicic di masa injury time, tapi dianulir. Veton Berisha lebih dulu berada dalam posisi offside. Babak pertama berakhir 1-0. Peluang didapatkan Inter lagi di menit ke-60, ketika Martinez menyambar bola lambung dari tendangan bebas. Namun arah bola masih melebar dari gawang.

Rapid nyaris menyamakan kedudukan lima menit berselang. Umpan silang Berisha disambar Christoph Knasmueller, tapi Samir Handanovic masih mampu menghalau bola. Inter kembali menciptakan peluang di emnti ke-74, Tembakan Radja Nainggolan usai meneruskan umpan Perisic masih melebar. Rapid mencoba menungkatkan intensitas serangan, namun usaha mereka tidak membuahkan hasil hingga pertandingan usai. inter menang 1-0.

Performa apik Lautaro Martinez membuat Luciano Spalletti senang. Spalletti senang pemain mudanya itu bisa menggantikan peran Icardi. “Dia punya tanggung jawab penting dan Anda harus memujinya karena dia membuat penampilan yang hebat. Dia terus memberi kerepotan, menekan, mendapat penalti, dan mencetak golnya. Hasil pertandingan sesuai dengan usahanya berjuang menguasai bola,” kata Spalletti.

“Dia nyaman memerankan posisi penyerang tengah, tetapi dia harus membuktikan bisa selalu bisa mematikan di area tersebut,” tambah Spalletti. Musim ini, Lautaro Martinez sudah bermain 22 kali dan mencetak 7 gol untuk Inter Milan. Selanjutnya tim Biru Hitam gantian menjamu Rapid Vienna di Giuseppe Meazza, 22 Februari mendatang.

Arsenal kalah 0-1 dari BATE

Arsenal menelan kekalahan dari BATE Borisov pada leg I babak 32 besar Liga Europa 2018/2019. Alexandre Lacazette mendapat kartu merah, The Gunners kalah 0-1. Dalam pertandingan di Borisov Arena, Jumat (15/2/2018) dinihari WIB, Arsenal melakukan banyak percobaan di babak pertama. Tapi, dari 10 kali percobaan cuma ada satu yang mencapai sasaran.

Pada menit kedua Henrikh Mkhitaryan melepaskan tembakan kaki kanannya dari jarak dekat setelah meneruskan umpan Sead Kolasinac. Namun masih belum membuahkan gol. Sementara itu, tim tuan rumah mampu mencatatkan dua tembakan ke gawang, satu berbuah gol pada babak pertama. Umpan tendangan bebas dari Igor Stasevich disundul dengan sempurna oleh Stanislav Dragun. Tim tuan rumah pun unggul 1-0 saat turun minum.

Arsenal langsung tancap gas di babak kedua. Hasilnya, Alexandre Lacazette bisa membobol gawang BATE pada menit ke-55. Sial bagi tim asal London utara itu, Lacazette sudah dalam posisi offside hingga Arsenal tak jadi menyamakan kedudukan. BATE malah mengancam lagi pada menit ke-61. Igor Stasevich melepaskan tembakan jarak jauh, belum menjadi gol kedua tuan rumah.

Arsenal melepaskan cobaan pada 11 menit berselang. Percobaan Kolasinac masih belum mencapai sasaran. Arsenal harus bermain dengan 10 pemain pada menit ke-85. Lacazette mendapatkan kartu merah langsung karena menyikut Aleksandar Filipovic sebab mendapatkan pengawalan ketat. Di sisa laga tak ada gol lagi, Arsenal kalah 0-1.

Dengan kekalahan ini, The Gunners pun disebut menyulitkan diri sendiri. Kiper Arsenal, Cech, menilai bahwa hasil ini membuat tim London utara itu menyulitkan diri sendiri. Dia menyesali peluang-peluang yang tak dapat dimaksimalkan degan baik.

“Kami tak memanfaatkan kesempatan yang kami dapat. Saya pikir kami bermain bagus di babak pertama dan mencetak peluang yang cukup untuk bisa unggul. Tapi, sialnya kami tak bisa memanfaatkan peluang kami dan kami kebobolan di akhir babak pertama,” kata Cech di situs Arsenal.

“Kami mendapatkan hasil akhir yang tidak kami inginkan. Kami ingin mencetak gol dan ingin memetik kemenangan agar memposisikan diri di tempat yang bagus pada leg kedua. Tapi, kami membuatnya lebih sulit untuk diri kami,” dia menambahkan.

Chelsea redam malmo 2-1

Chelsea pulang dengan hasil bagus dari lawatan ke Malmo FF. Kemenangan 2-1 dipetik The Blues berkat gol Ross Barkley dan Olivier Giroud. Chelsea melawat ke Swedbank Stadium, Jumat (15/2/2019) dinihari WIB di laga leg pertama babak 32 besar Liga Europa. Dalam pertandingan ini, Chelsea tak menurunkan Eden Hazard, N’Golo Kante, dan Gonzalo Higuain sebagai starter.

Meski demikian, Chelsea menunjukkan tetap superior atas sang lawan. Selepas kick-off, Chelsea langsung berupaya menguasai jalannya pertandingan. Peluang- peluang dapat dipatahkan tuan rumah hingga pada menit k-30 chelsea berjasil unggul. Ross barkley yang mendapat umpan silang dari Pedro Rodriguez dengan mudah mengecoh Johan Dahlin. Malmo meningkatkan intensitas serangan.

Pada menit ke-35 tuan rumah mendapat peluang melalui tembakan jarak jauh Fouad Bachirou, yang masih sedikit melambung di atas gawang Chelsea. Babak pertama berakhir 1-0 untuk The Blues. Pada awal babak kedua, Malmo langsung mencoba menyerang Chelsea. Pada menit ke-55, mereka mendapat peluang. Arnor Ingvi Traustason melepas sepakan voli keras. Namun, David Luiz menghalau dengan kepalanya.

Chelsea menggandakan keunggulannya di menit ke-58. Tusukan Willian dari sisi kiri berhasil dilanjutkan dengan sontekan Giroud. Pada menit ke-79, Malmo berhasil memperkecil ketertinggalan melalui serangan balik. Umpan terobosan Rosenberg diselesaikan dengan manis oleh Christiansen. Malmo gagal mencari gol penyama kedudukan di sisa waktu pertandingan. Chelsea menang dengan skor 2-1.

Pelatih chelsea, Maurizio Sarri merasa seharusnya timnya bisa menang dengan selisih besar. “Saya rasa kami menampilkan permainan yang bagus melawan sebuah tim yang sangat mengandalkan fisik, kami agak takut dengan bola-bola mati. Kami mengontrol pertandingan dan layak menang dengan gol lebih banyak,” ungkap Sarri.

“Saya senang karena kami bermain dengan kepercayaan diri dan itu sungguh tidaklah mudah setelah laga terakhir. Memang kami bermain baik dan kebobolan karena kesalahan, itu bisa terjadi, tapi level perhatian para pemain sangat bagus untuk 90 menit.”

“Jadi saya sangat senang, tapi kami tahu kami harus meraih kelolosan di laga berikutnya. Saya rasa, saya selalu percaya diri. Tapi kadang kami punya pendekatan yang keliru jadi kami perlu berhati-hati di setiap pertandingan,” tambahnya.

Sevilla Menang 2-0 tanpa balas atas Girona

Dalam laga match day ke 16 pada ajang kompetisi La Liga Santander yang berlangsung hari Minggu (16/12/2018) malam hari di Ramon Sanchez Pizjuan,tim tuan rumah Sevilla yang tampil didepan publiknya sendiri itu pun berhasil mendapatkan kemenangan dan juga raihan tiga poinnya usai menundukkan lawannya Girona dengan skor 2-0 tanpa balas. Dimana gol-gol kemenangan dari tim tuan rumah Sevilla itu pun dipersembahkan oleh Ever Banega dan Pablo Sarabia.

Dalam jalannya laga pertandingan yang berlangsung pada tadi malam,tim tuan rumah Sevilla yang bermain didepan publiknya sendiri itu pun memang terlihat mendapatkan perlawanan yang ketat dan sengit saat menghadapi lawannya Girona. Karena hal itu pun bisa terlihat dari jalannya permainan yang cukup berimbang diantara tim tuan rumah Sevilla dengan tim Girona didalam sepanjang pertandingannya pada babak pertama. Akan tetapi hingga akhir pertandingan babak pertama,baik tim tuan rumah Sevilla maupun tim Girona pun harus puas dengan kedudukan imbang sementara 0-0 yang mereka dapatkan didalam laga babak pertama tersebut.

Didalam laga babak kedua,tim tuan rumah Sevilla pun mulai terlihat bermain lebih impresif dari awal mulainya laga babak kedua,dimana hal itu pun harus dilakukan oleh tim tuan rumah Sevilla agar nantinya mereka pun bisa mendapatkan raihan poin positifnya pada tadi malam. Hasilnya dimenit 55 pada babak kedua,tim tuan rumah Sevilla pun akhirnya bisa membuka keunggulannya dan memimpin dengan skor 1-0 terlebih dahulu melalui gol hasil tendangan pinalti yang dilakukan oleh Ever Banega. Keunggulan 1-0 yang baru saja didapatkan oleh tim tuan rumah Sevilla itu pun tidak bertahan lama,sebab berselang 9 menit kemudian tim tuan rumah Sevila pun berhasil menggandakan keunggulannya menjadi 2-0 melalui gol dari Pablo Sarabia. Setelah itu skor 2-0 yang didapatkan oleh tim tuan rumah Sevilla itu pun lantas tidak lagi berubah dan tetap bertahan hingga akhir pertandingan babak kedua.

Dengan demikian raihan kemenangan dan juga tambahan tiga poin yang didapatkan oleh tim tuan rumah Sevilla pada tadi malam itu pun tentunya masih membuat mereka berada diperingkat kedua pada papan klasemen La Liga Santander dengan jumlah raihan 31 poin. Sementara itu tim Girona yang gagal dalam mendapatkan raihan poin positifnya sendiri pada tadi malam itu pun membuat mereka tertahan diperingkat sepuluh dengan jumlah raihan 21 poin.

Neymar: Versi kesalahan Messi dan Ronaldo

Sepak bola yang sangat panjang di seluruh dunia selalu bertanya siapa yang mematahkan duo yang cukup dominan, Lionel Messi – Cristiano Ronaldo. Masih diyakini bahwa bintang Brasil Neymar da Silva Santos Junior (Neymar Jr) adalah nama terbaik. Tapi Neymar secara bertahap menunjukkan bahwa ia hanyalah versi buggy dari dua superstar itu. Pertama-tama harus dikonfirmasi bahwa bakat alami Neymar adalah “langka” tetapi tidak selalu terlihat. Ini adalah jenis jenius yang telah terungkap pada Pele, Maradona, Ronaldo de Lima atau Messi yang cukup untuk mempesona para pemain. Tepat sebelum kompetisi untuk Barcelona, Neymar adalah bintang di YouTube dengan kelas penanganan bola, ekstasi. Neymar’s Samba adalah salah satu tujuan paling terkenal tahun ini. Itulah mengapa tim Catalan menghabiskan hampir 100 juta euro dari anak ajaib Brazil, Pele kedua.

Dan apakah bermain untuk Barcelona atau merekrut Brasil, Neymar selalu membuktikan level superiornya. Tentu saja kemuliaan itu berubah menjadi pengakuan dan menegaskan kembali bahwa suatu hari ia akan mengambil alih posisi Messi di Camp Nou, juara Brasil untuk mendapatkan kembali kejayaannya di Piala Dunia dan dirinya sendiri akan mengambil kembali. QBV setelah Kaka – pemain Brasil lainnya – pada 2007 baru saja pindah antara Messi dan Ronaldo. Tapi ada pepatah yang mengatakan “jarak tahu kuda yang baik”, giok yang tidak diasah tidak akan menjadi permata. Menonton Neymar, penggemar punya cukup waktu untuk menilai apakah dia “jenius” seperti Messi atau bukan? Dan sampai sekarang jawabannya adalah “tidak”.

Dapat dikatakan bahwa dua elit Brazil dan Argentina adalah “masing-masing terlihat” dengan kekuatan yang unggul dibandingkan dengan sebagian besar pemain, tetapi rupanya penggemar Barca atau pemain sepak bola di seluruh dunia menegaskan. Sangat mudah bahwa Messi lebih dari sekedar neymar. Brasil Neymar tidak pernah gagal mengesankan Argentina Messi tetapi itu tidak cukup untuk membuat orang lupa bahwa Neymar hanya bayangan Messi di Camp Nou, jadi dia harus pergi ke Paris Saint Germain untuk melakukan “No. 1”.

Namun dengan PSG yang terlalu kecil ketika ditempatkan di samping Barcelona, posisi Neymar tidak lebih baik jika dibandingkan dengan Messi lima kali QBV.  Menariknya, meskipun bermain bersama Messi dari 2013 hingga 2017 tetapi menonton gaya bermain Neymar berubah dari waktu ke waktu, orang tidak melihat dampak M10 pada bintang Brasil melainkan karakter Ronaldo. – Persaingan besar Messi  mengisi Neymar.

Ini adalah ambisi, kenakalan, dan kemenangan dengan segala cara. Tidak seperti “kesegaran” dari hari ketika Eropa datang untuk bermain di Barcelona, Neymar terlalu pragmatis, terampil dan terampil. Tidak sulit untuk memikirkan Ronaldo karena superstar Portugis selalu membuat lawan berhati-hati, di satu sisi dia terlalu bagus, di sisi lain tidak tahu apa yang akan dilakukan Ronaldo pada pertandingan dengan mereka.

Ada banyak alasan untuk Neymar “nakal” sebagai saat ini tetapi mungkin terutama setelah cedera serius di Piala Dunia 2014 yang Neymar tidak bisa bersama rekan satu timnya semi-final dan Brasil kalah dengan Jerman berlumpur, perak. Kegagalan itu telah menghantui Neymar sampai sekarang. Tidak banyak kali dia mengakui “makan” nya hanya “perlindungan diri”. Namun, Ronaldo tidak. Meskipun reputasinya sebagai kecurangan, nakal dan lucu, CR7 bukanlah tipe pemain yang suka bermain di rumput atau makan mentah. Untuk Ronaldo, itu adalah pertahanan diri sejati, atau tingkat “diterima” pragmatis. Ini seperti jejak pada permata untuk menunjukkan bahwa tidak ada yang disebut “tidak terlihat”.

Liverpool Masih Bertahan Skornya Manchester United

Babak pertama Liverpool dan Manchester United di Anfield usai. Skor sementara adalah 1-1. Liverpool langsung menggebrak sejak menit awal pertandingan dimulai dan tidak memberi peluang bagi MU untuk mengembangkan permainan. Di menit kedua, Liverpool mendapat peluang melalui Roberto Firmino yang memukul bek Manchester United dan terjaring di tikungan. MU telah membobol gawang Liverpool pada menit keempat tetapi gol Romelu Lukaku dianulir karena petenis Belgia itu tertangkap offside terlebih dahulu. Di menit ketujuh Firmino mendapat peluang lain tetapi tendangannya didorong oleh David De Gea dan dipantulkan oleh Mohamed Salah meski tendangannya melambung di atas mistar gawang. Dua menit kemudian Liverpool mendapat satu peluang lagi untuk membuat gol namun Fabinho ditendang dari luar kotak penalti yang membuahkan gol membentur bek MU dan hanya menghasilkan sepak pojok. Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba di menit ke-24 ketika umpan lambung Fabinho ke area penalti disambut oleh Sadio Mane yang berdiri bebas dan tanpa kesulitan menggeser bola ke gawang De Gea dari jarak dekat. Keunggulan 1-0 membuat Liverpool semakin bersemangat untuk menyerang pertahanan MU. Pada menit ke-27, Liverpool hampir menggandakan keunggulan krisis di depan gawang. Cinta tendangan Lovren dari enam meter ke arah langit.

MU lebih ditekan untuk menyamakan skor di menit ke-33 setelah Alisson Becker membuat kesalahan ketika mengantisipasi umpan Lukaku. Bola dilepaskan dan Jesse Lingard yang berada di depan gawang dengan mudah mengirimnya ke gawang. Tidak ada gol lagi yang diciptakan sehingga pertandingan babak pertama berakhir imbang 1-1. Liverpool menjamu Manchester United pada pertandingan Premier League 2018-2019 di Anfield Stadium, Minggu (15/12/2018), pukul 23.00 WIB. Hingga babak pertama selesai, Liverpool dan Man United sama-sama menciptakan satu gol sehingga hasil imbang itu disampaikan sampai jeda tiba.

Pada awal pertandingan, keduanya melakukan serangan beli dan jual untuk menemukan gol cepat. Cukup mengejutkan melihat Man United melayani pertandingan terbuka Liverpool sejak menit awal, karena pertahanan tim Jose Mourinho tidak sebagus musim sebelumnya. Namun, Man United sempat mengejutkan Liverpool ketika Romelu Lukaku mencetak gol di menit keempat. Kendati demikian, gol harus dibatalkan oleh wasit karena pemain asal Belgia itu dari posisi offside.

Wolves Menang Meyakinkan Atas Bournemouth

Wolves dijamin kemenangan ketiga pada bouncing sebagai gol dari Raul Jimenez dan Ivan Cavaleiro memberi mereka kemenangan 2-0 atas Bournemouth sebab Tidak ada pihak yang mampu menemukan penampilan terbaik mereka di Molineux tetapi Jimenez (12) mendapat keuntungan dari kesalahan Charlie Daniels untuk memberi Wolves keunggulan dan, dengan Bournemouth mendorong untuk menyamakan kedudukan, Cavaleiro (90 + 4) memastikan poin jauh ke dalam penghentian waktu karena Kekalahan itu berlanjut dengan penampilan yang mengkhawatirkan bagi tim Eddie Howe, yang kini telah kehilangan enam dari tujuh pertandingan Liga Primer terakhir mereka sebab Mereka tetap di bagian atas meskipun sisi Nuno Espirito Santo naik ke urutan tujuh, mengalahkan lawan hari ini, dan hanya satu poin di belakang Manchester United jadi Kedua belah pihak gagal memanfaatkan sebagian pembukaan yang layak setelah awal yang hidup dengan Josh King menunggu terlalu lama untuk melepaskan tembakannya setelah menemukan ruang di sisi kanan kotak pada menit ketiga, memungkinkan Conor Coady meluncur melintasi dan alihkan ke bar.

Kecerobohan adalah tema dari babak pertama yang diselingi oleh kesalahan, tetapi Bournemouth yang dihukum karena Daniels mengebor umpan silangnya langsung ke Diogo Jota karena Pemain sayap itu melaju melewati Nathan Ake dan masuk ke kotak dan meskipun ia menyeret tembakannya, Jimenez berada di tangan di tiang jauh untuk menggerakkan bola ke gawang yang kosong dari enam meter kemudian Bournemouth terhambat lebih lanjut setelah Tyrone Mings dipaksa keluar setelah tanda setengah jam, menahan punggung bawahnya, sementara Wolves kehilangan Jota karena cedera setelah tabrakan dengan Steve Cook sesaat sebelum jeda pertandingan maka Bek Bournemouth berhasil melewatinya dengan luar biasa untuk menyangkal peluang satu lawan satu setelah Jimenez lulus, tetapi Jota tetap bertahan dan tidak bisa melanjutkan dimana Helder Costa menggantikannya dan seharusnya menggandakan keunggulan Wolves sebelum jam setelah dikirim ke kanan bawah oleh Morgan Gibbs-White. Costa tidak mampu membawa bola ke kaki kirinya yang difavoritkan, Jimenez berusaha keras untuk maju sebagai pendukung tetapi pemain pengganti itu pergi untuk mencetak gol dengan kanannya dan mengiris usaha itu dengan sangat keras dengan hanya mengalahkan Asmir Begovic.

Howe dikirim pada Callum Wilson yang cocok-lagi dan pengantarnya memicu dimulainya permainan terbaik Bournemouth karena Junior Stanislas mengguncang mistar dengan tendangan bebas dari tepi kotak tetapi, saat pertandingan terus berjalan, Wolves bergulat dengan kontrol dan setelah Costa melalui bola dengan sempurna mengirimnya jelas, Cavaleiro menempatkan bola melewati Begovic untuk mengamankan kemenangan di detik-detik terakhir jadi Para frontman Wolves menunjukkan naluri pemangsa untuk hantu di pos jauh untuk mencetak gol pembuka tetapi itu adalah permainan serba bisa yang benar-benar menarik perhatian. Sebuah bola yang menakjubkan dengan bagian luar kaki kanannya untuk mengirim Jota pada akhir babak pertama menunjukkan dia jauh lebih dari sekedar target man sebab Permainan link-up-nya sangat rapi seperti biasa dan dengan kesediaannya untuk menjalankan saluran dan mengganggu para pemain bertahan Bournemouth, bahkan ketika dia tidak mengancam gawang secara langsung, dia mempertahankan lini belakang yang diduduki maka dengan kemenangan ini membuka peluang besar bagi tim yang baru promosi musim ini ke Premier League, Wolves untuk bisa bertahan di ajang tertinggi di Inggris tersebut sebab penampilan mereka terbilang sangat bagus.

Setelah Dikalahkan Chelsea, Manchester City Sudah Harus Bangkit Lagi

Laju tidak terkalahkan yang dimiliki oleh Manchester City sudah berhasil dihentikan oleh Chelsea. Kekalahan tersebut tentu langsung menjadi peringatan bagi City.

City sempat memulai musim 2018/2019 di kompetisi Premier League dengan sangat impresif. MEreka tidak mau terkalahkan didalam 15 pertandingan yang dimana mereka hanya kehilangan empat angka saja.

Akan tetapi laju itu berhasil dipatahkan oleh Chelsea disaat pekan lalu. Menjalani pertandingan di stamford Bridge, The Citizens harus kalah dengan skor 0-2.

Hasil tersebut tidak hanya menodai performa positif yang dibuat oleh Manchester City. Akibat dari kekalahan tersebut juga membuat City harus kehilangan posisi mereka di puncak klasemen sementara dan harus disalip oleh Liverpool.

Leroy Sane yang merupakan pemain sayap klub Manchester City menyebut kalau kekalahan dari Chelsea tersebut menjadi peringatan keras bagi tim yang diperkuatnya. Sekarang ini City tahu kalau mereka harus bisa melakukan perbaikan.

“Selalu menyebalkan serta menyakitkan disaat kalah, terlebih lagi didalam pertandingan besar. Kami sangat kecewa sekali karena hal tersebut. Kami sangat kecewa sekali dikarenaan awal musim kami selalu seperti memegang kendali dan juga mempunyai peluang disejumlah kesempatan,” kata Sane.

“Semua orang dapat melihat kalau level yang tinggi itu tentu sangatlah sulit. Saya berpikir kalau pertandingan ini tentu akan menjadi alarm peringatan bagi kami, namun kami terus saja lapar, semuanya masih terasa sangat ketat dan juga masih terlalu awal.”

“Saya berpikir kalau kami terkadang membuat sebuah kesalahan yang sederhana didalam permainan kami, seperti sebuah operan yang sangat gampang disaat kami tidak on ataupun 100 persen fokus kami diawal, kami bisa saja kalah dan juga gagal untuk membuat gol,” lanjut pemain yang berasal dari Jerman tersebut.

“Hal yang seperti itu terkadang dapat menciptakan sebuah kesulitan, memberikan tim lain peluang dan membuat mereka menjadi percaya diri. Kami tentu harus bisa lebih fokus lagi kedalam permainan kami dan memaksimalkan semua kesempatan yag kami dapatkan. Saya menilai kalau kami telah membuat banyak peningkatan pada saat musim ini.”

Liverpool Tidak Terpengaruh Dengan Laju Kencang City

Manchester City masih melaju dengan kencang di dalam upayanya mempertahankan gelar juara Premier League. Virgil Van Dijk mengatakan jika Liverpool lebih memilih untuk fokus menjaga konsistensinya.

Premier League di musim ini sudah melewati 12 pekan. City, sang juara bertahan, masih superior dengan memuncaki klasemen sementara setelah mengoleksi nilai 32 poin hasil dari 10 kemenangan dan 2 hasil seri tanpa kekalahan.

Di bawah The Citizens, Liverpool di posisi 2 dengan jarak 2 poin dan Chelsea yang mengoleksi 28 poin. Ketiga tim teratas ini sama-sama belum terkalahkan di sepertiga awal kompetisi.

Walaupun begitu, City menunjukkan keunggulan daripada kedua rivalnya tersebut. Tim asuhan Josep Guardiola ini amat produktif dengan mencetak 36 gol atau rata-rata 3 gol per pertandingan, serta baru kebobolan 5 gol, yang paling sedikit bersama Liverpool.

Tentu sangat realistis jika City kembali difavoritkan untuk memenangkan Premier League di akhir musim ini. Van Dijk mengatakan, timnya saat ini hanya fokus menjalani pertandingan terdekat saja.

“Tantangan buat kami adalah meraih kemenangan atau mencoba memenangkan semua pertandingan yang ada di depan kami” kata Van Dijk.

“Musim ini masih sangat panjang. Manchester City tidak akan memenangkan semua pertandingan dengan skor 5-0 dan akan menjalani pertandingan yang sulit seperti tim-tim lainnya. Kami mesti melihat apa yang kami miliki karena itu lebih penting daripada melihat tim lain” lanjut bek berusia 27 tahun itu.

“Kami berhasil memenangkan banyak pertandingan, bekerja dengan sangat baik dan mengawali musim lebih baik daripada tahun lalu. Kami membangun sesuatu dari sana dan terus mencoba untuk berkembang. Menjadi hal yang positif karena kami mampu menunjukkan progres dengan bekerja sangat baik” sambung Van Dijk.

“City merupakan juara bertahan dan merupakan tim terbaik di liga. Akan tetapi kami akan melakukan segalanya untuk menjadi yang terbaik. Kami tidak perlu melihat pihak lain, kami cuma menatap pertandingan di depan dan tantangan selanjutnya adalah pertandingan melawan Watford yang berat. Untuk saat ini kami akan fokus membela negara” demikian Van Dijk.