Mampu Juara di Musim Ini, Liverpool?

 

Liverpool telah menambal kelemahan timnya dengan aktivitas di bursa transfer musim panas ini. Liverpool pun sudah bisa lebih pede untuk menantang Manchester City.

Pada musim lalu, lini pertahanan The Reds masih memperlihatkan penampilan yang kurang sip. Di antara tim 4 besar, Liverpool menjadi tim dengan jumlah kebobolan paling banyak, yakni 38 kali.

Persoalan itu mulai terselesaikan dengan kehadiran Virgil Van Dijk di bulan Januari. Permasalahan di lini belakang pun perlahan-lahan mulai terselesaikan.

Persoalan baru lantas muncul dengan tidak adanya sosok yang tangguh di bawah mistar gawang. Simon Mignolet dan Loris Karius tidak bisa bermain sesuai ekspektasi manajer Liverpool, Juergen Klopp.

Puncaknya terjadi di final Liga Champions. Dua kesalahan fatal Karius membantu Real Madrid meraih trofi juara Liga Champions untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Menyambut musim baru, ‘Si Merah’ langsung bergerak dengan cepat. Fabinho direkrut dari AS Monaco beberapa hari setelah final Liga Champions, sebelumnya Naby Keita sudah digaet dari RB Leipzig.

Kemudian menyusul Xherdan Shaqiri yang didatangkan dari Stoke City. Lantas Alisson Becker dibeli dari AS Roma untuk mengisi posisi di bawah mistar gawang.

Uang tidak kurang dari 161,2 juta poundsterling telah dibelanjakan untuk menambah kekuatan. Jika ditambah dengan pembelian Van Dijk pada bulan Januari lalu, Liverpool sudah membelanjakan 236,2 juta pounds atau sekitar Rp 4,4 triliun untuk mendapatkan pemain baru.

Dengan kekuatan baru ini, Liverpool telah memperlihatkan penampilan yang sip. Di dalam 8 pertandingan yang dijalani selama pramusim, Liverpool meraih 6 kemenangan, 1 imbang dan sekali menelan kekalahan.

Dua kemenangan di antaranya didapat dari pesaing-pesaing utamanya, yakni Manchester City dan Manchester United. City dikalahkan dengan skor 2-1, sementara MU dilibas dengan skor 4-1.

Performa lini belakang yang rapuh dan pos penjaga gawang yang rawan melakukan kesalahan sudah ada perbaikan. Alisson mampu membuat clean sheet di laga menghadapi Napoli. Di dalam pertandingan tersebut, Liverpool menang 5-0.

Trisula Mohamed Salah, Roberto Firmino dan Sadio Mane masih tetap menjadi tumpuan di lini depan. Lini tengah juga sudah lebih bagus dan banyak pilihan dengan kehadiran Fabinho dan Keita.

Dengan skuat yang komplit saat ini, mampukah Liverpool menjuarai Premier League 2018/2019? Pada pekan pertama Premier League, Liverpool akan menjamu West Ham United di Anfield pada hari Minggu (12/8/2018).

Guardiola Terkesan Dengan Performa Phil Foden

London – Pep Guardiola merasa terkesan terhadap penampilan pemain muda Manchester City, yakni Phil Foden. Foden akan diberi waktu bermain lebih banyak di musim ini.

Amat jarang bisa dikatakan Pep mengorbitkan pemain mudanya di sepanjang melatih City. Dapat dihitung dengan jari, yaitu nama-nama seperti Oleksandr Zinchenko, Brahim Diaz, Patrick Roberts, serta Lukas Nmencha, yang selalu menghiasi tim musim lalu.

Namun mereka pun paling dimainkan disaat City tidak memiliki pertandingan yang menentukan atau cuma sebagai pemain pengganti. Guardiola masih percaya kepada para pemain bintangnya untuk dapat menjaga performa tim supaya tetap stabil.

Mulai musim 2018/2019, bisa jadi akan ada pemain muda yang peruntungannya pada tim utama City lebih baik. Dia merupakan Phil Foden, pemain Inggris berusia 17 tahun yang namanya melejit saat mengantarkan Inggris juara di Piala Dunia U-17 tahun yang lalu.

Foden sebenarnya telah dilibatkan pada sejumlah laga City musim lalu. Tercatat, ada 10 penampilan pada tim senior dengan raihan satu assist. Waktu mainnya merupakan sekitar lebih dalam 300 menit dengan rataan yang terbanyak dicatat pada Liga Champions, 194 menit dalam tiga pertandingan atau rata-rata sekitar selama 60 menit.

Dengan kemampuan dirinya sebagai gelandang serang, Foden dapat menjadi opsi bagi Guardiola di saat Ilkay Guendogan, David Silva, atau Kevin De Bruyne menemui kebuntuan ketika menyerang. Hal tersebut dibuktikan Foden pada pertandingan Community Shield melawan Chelsea, hari Minggu (5/8/2018).

Dimainkan sebagai starter, Foden bikin satu assist untuk gol yang pertama Sergio Aguero. Selain hal itu Foden juga membuat dua dribel, dua tekel, serta 76 persen akurasi umpan. Foden tidak segan berduel dengan dua gelandang dari Chelsea, Cesc Fabregas serta Jorginho, yang notabene jauh lebih berpengalaman.

Memang masih banyak yang butuh diperbaiki Foden, namun performa selama 76 menit melawan Chelsea ternyata telah cukup memikat Guardiola.

“Phil merupakan bagian dari tim. Disaat Anda bicara mengenai Phil, maka Anda bakal menyebut nama David Silva, Kevin De Bruyne, Guendogan,” ungkap Guardiola.

Kalahkan Sriwijaya FC 2-0, Persib Tuntaskan Dendam

 

Persib Bandung sukses tuntaskan ‘dendam’ setelah menang 2-0 atas Sriwijaya FC dalam lanjutan kompetisi Liga 1 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (4/8).

Pasalnya, di putaran pertama lalu Persib menelan kekalahan 1-3 dari Sriwijaya FC saat pertandingan digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, April lalu.

Meski tanpa beberapa pilar seperti penyerang Ezechiel N’Douassel, bek Bojan Malisic, dan gelandang Hariono, tuan rumah Persib tetap bisa menerapkan permainan menyerang. Sriwijaya FC yang baru saja ditinggal beberapa pemain bintangnya juga bisa memberikan perlawanan.

Serangan-serangan Persib akhirnya membuahkan gol pada menit ke-16 melalui kaki Jonathan Bauman. Gol tersebut berawal dari sepakan kaki kiri Agung Mulyadi yang membentur tiang gawang kiri kiper Teja Paku Alam.

Bola muntah itu lalu jatuh di kaki Yu Hyunkoo. Tetapi pemain asal Korea Selatan tersebut tidak menyadari ada Bauman yang berlari di belakangnya dan merebut bola. Tanpa pikir panjang Bauman langsung menyontek bola masuk ke dalam gawang serta membawa Persib unggul 1-0.

Persib menambah keunggulannya pada menit ke-29 melalui kepala Patrich Wanggai. Dari sisi kiri Bauman berakselerasi, setelah mengecoh satu bek Sriwijaya FC, pemain asal Argentina itu melepaskan umpan kepada Wanggai yang berada di depan gawang. Dengan tenang mantan pemain Sriwijaya FC tersebut menyundul bola yang melewati sela-sela kaki kiper Teja.

Dalam tayangan ulang bola terlihat sudah melewati garis gawang, namun segera ditangkap dan dihentikan Teja untuk diletakkan tepat di atas garis gawang. Karena tidak terima dengan keputusan wasit yang mengesahkan gol Persib, Teja dan pemain Sriwijaya FC lainnya melakukan protes kepada hakim garis serta wasit.

Meski tertinggal dua gol, Laskar Wong Kito tidak mengendurkan serangan. Sriwijaya FC hampir saja memperkecil kedudukan pada menit ke-40 melalui Manuchekhr Dzhalilov. Sayangnya, sundulan Dzalilov masih bisa dimentahkan aksi gemilang kiper Muhammad Natshir. Persib pun tetap unggul 2-0 di babak pertama.

Di babak kedua serangan Persib tidak seintensif di babak pertama. Tetapi tim asuhan Roberto Carlos Mario Gomez ini tetap bisa memberikan ancaman ke kubu Laskar Wong Kito.

Sriwijaya FC beberapa kali melakukan tekanan ke pertahanan Persib. Tetapi, rapatnya tembok Pangeran Biru membuat usaha lini serang tim asuhan Subangkit itu gagal membuahkan gol.

Tim tamu memiliki peluang emas memperkecil kedudukan pada menit ke-88. Tetapi, kesempatan dari Dzhalilov yang sudah berhadapan satu lawan satu dengan kiper Natshir tidak menjadi gol. Tendangan Dzhalilov hanya menyamping di sisi kiri gawang Persib.

Tanpa ada tambahan gol di babak kedua Persib menang dengan skor 2-0. Itu merupakan kemenangan ketiga secara beruntun Persib usai mengalahkan Persebaya 4-2 dan PS TIRA 3-2. Hasil tersebut sekaligus mengukuhkan Persib di puncak klasemen sementara Liga 1 2018.

 

Hasil Pertandingan Liga 1 Gojek Indonesia 23 Juli: Madura United 3-1 PS TIRA

Dalam laga di pekan ke 19 GoJek Liga 1 Indoensia 2018, Madura United sukses memetik kemenangan kandang saat menjamu PS TIRA dengan skor 3-1. Pada laga yang digelar di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, pada hari Jumat (03/08) malam wib.

Slamet Nurcahyo tampil apik dengan menyumbangkan dua gol untuk tim tuan rumah dan satu gol lainnya dicetak oleh kapten tim, Fabiano Beltrame. Adapun satu gol balasan dari PS TIRA dicetak oleh Abou Bakr Radhanfa.

Dengan hasil kemenangan ini, tim Laskar Sapeh Kerrab menggenapi torehan poinnya jadi 30 dan berada di posisi kedua dengan menempel ketat pemucak klamsemen sementara Persib Bandung dengan terpaut dua angka. Sementara itu, PS TIRA masih belum beranjak di zona merah tepatnya di posisi ke 17 dengan 18 poin.

Di babak pertama, Madura yang tampil di hadapan pendukungnya sendiri ini mencoba tampil menekan sejak awal laga dimulai. Madura United pun memiliki peluang saat laga memasuki menit kesembilan. Saat memanfaatkan umpan kiriman dari Zah Rahan, Greg Nwokolo melepaskan sepakan keras di depan kotak pinalti, sayangnya bola masih melambung di atas gawang.

Selanjutnya, tim tuan rumah masih tampil menekan. Beberapa kali peluang sempat didapat, salah satunya saat Alfath Fathier yang menusuk ke area pertahanan lawan dan melepaskan tendangan keras dari jarak dekat. Sayangnya bola hasil sepakanya masih melayang kelewat tinggi.

Peluang kembali didapat tuan rumah di menit ke 35. Saat menusuk ke dalam kotak penalti, Slamet Nurcahyo yang hanya tinggal berhadapan dengan Angga Prasetya kemudian melepaskan tendangannya yang sempat mengecoh sang kiper, namun sayagnya bola hanya menghantam mistar gawang.

Terus tampil menekan, tuan rumah justru harus kebobolan terlebih dahulu di menit ke 39. Memaksimalkan umpan sepak pojok hasil kiriman Jeon Woo Young, dari dalam kotak penalti Abou Bakr menyambar bola dengan melepaskan sepakan tenang. Bola pun meluncur ke sudut kanan bawah gawang. Skor pun berubah menjadi 0-1.

Tertinggal, Madura United kemudian tampil keluar menyerang dengan permaianan yang cepat. Mereka nyaris menyamakan kedudukan tiga menit berselang. Sayangnya bola hasil sepakan Milad Zeneyedpour juga masih melambung saja di atas gawang. Hasil yang sama juga didapat Greg Nwokolo semenit kemudian. Skor 0-1 ini pun harus bertahan hingga jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, tuan rumah langsung tampil menggebrak. Hasilnya, belum genap semenit babak kedua berlangsung, mereka bisa menyamakan kedudukan. Slamet Nurcahyo berhasil mencatatkan namanya pada papan skor usai melepaskan sepakan akurat lewat sebuah tendangan keras tanpam mampu dihalau oleh Angga. Skor pun berubah menjadi imbang 1-1.

Selanjutnya, jual beli serangan pun terjadi diantara kedua tim ini. Namun, tuan rumah berhasil berbalik unggul lewat gol dari Fabiano Beltrame dari titik putih pada menit ke 78. Hadiah pinalti diberikan oleh wasit setelah pelanggaran yang dilakukan Abduh Lestaluhu terhadap Greg Nwokolo di dalam kotak terlarang. Skor kembali berubah menjadi 2-1.

Tim tamu yang tertinggal mencoba untuk merespon dengan permainan terbuka mereka yang meski mampu memaksa tuan rumah bermain bertahan. Namun Madura United pun merespon dengan serangan balasan yang tak kalah membahayakan pertahanan PS TIRA.

Tepat dimenit ke 82, Slamet Nurcahyo sukses mencetak gol keduanya di laga ini. Penyerang bernomor punggung 10 ini usai memaksimalkan sebuah umpan terobosan kiriman Alfath Fathier dalam serangan balik. Slamet sempat melewati kiper Angga Saputra dan kemudian menceploskan bola ke dalam gawang yang sudah kosong. Skor pun berubah menjadi 3-1, dan bertahan hingga laga usai.

Frank Lampard Tidak Mau Berilusi Setelah Kesepakatan dengan Derby

Manajer baru Derby County Frank Lampard, mengatakan dia “tidak berilusi” tentang tekanan yang akan dia dapatkan untuk mendapatkan hasil di Kejuaraan. Mantan pemain Chelsea itu akan memimpin Derby County untuk pertama kalinya dalam pertandingan kompetitif pada Jumat ketika timnya melakukan perjalanan ke Reading – yang pertama dari 526 pertandingan yang melibatkan 24 klub di tingkat kedua Inggris.

Banyak dari mereka, termasuk Derby, akan memiliki harapan asli untuk kembali ke tanah yang dijanjikan Liga Premier. Dengan hanya dua tempat promosi otomatis yang ditawarkan dan rute pelarian lain yang ditawarkan melalui empat tim playoff, Kejuaraan telah menjadi salah satu liga yang paling melelahkan dan tidak dapat diprediksi di Eropa – kelangsungan hidup terkuat.

Lampard, yang menandatangani kontrak tiga tahun pada Mei setelah mengakhiri karir bermain termasyhurnya dengan New York City FC, akan membuat karyanya terputus. Derby selesai keenam musim lalu di bawah Gary Rowett, jatuh di semifinal playoff ke Fulham. Mencapai posisi yang sama akan menjadi pencapaian yang mengesankan bagi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Chelsea. Saya tidak berilusi, saya tahu saya akan dinilai berdasarkan hasil, gaya permainan,” kata Lampard, 40 tahun. “Dengan 46 pertandingan dalam 40 minggu, penilaian akan datang dengan cepat.

Derby tidak hanya harus bersaing dengan tiga klub terdegradasi dari Liga Premier dengan pembayaran parasut yang menguntungkan – Stoke City, West Bromwich Albion dan Swansea City – ada sejumlah klub lain seperti rival lokal Nottingham Forest, Middlesbrough, Leeds United dan Aston Villa semua putus asa untuk kembali ke tempat mereka merasa menjadi milik mereka.

Sudah 10 tahun sejak mantan juara Inggris Derby berada di Liga Premier – salah satu alasan Lampard mengatakan dia dibujuk untuk mengambil pekerjaan itu.

“Itu dijual kepada saya, dan itu bukan penjualan yang sulit karena ukuran klub,” katanya. “Saya tahu itu sudah 10 tahun di luar Liga Premier, tetapi ketika saya benar-benar pertama kali pergi ke Derby, saya terpesona oleh semangat dan intensitas basis penggemar di kota ini, apa artinya bagi semua penggemar di sini.

“Tentu saja promosi adalah target, setiap klub di Championship memiliki target yang sama. Tapi kami akan melangkah selangkah demi selangkah. Kami ingin memaksimalkan semuanya dari tim.

Dinamo Minsk Unggul 4-1 atas DAC 1904 Dunajska Streda

Dalam laga leg kedua pada babak kedua kualifikasi Liga Europa 2018-2019 yang berlangsung pada hari Kamis (2/8/2018) malam hari di Dinamo Stadion,tim tuan rumah Dinamo Minsk yang bermain didepan publiknya sendiri pada tadi malam itu pun berhasil mengantongi kemenangannya usai menundukkan lawannya DAC 1904 Dunajska Streda dengan skor 4-1. Dimana gol-gol kemenangan dari tim tuan rumah Dinamo Minsk itu pun dipersembahkan oleh Vladimir Khvashchinski, Filipp Ivanov dan dua buah gol yang dikemas oleh Uros Nikolic. Sedangkan satu buah gol dari tim DAC 1904 Dunajska Streda itu pun dipersembahkan oleh Kristopher Vida.

Dalam jalannya pertandingan yang berlangsung pada tadi malam,tim tuan rumah Dinamo Minsk yang bermain didepan publiknya sendiri itu pun memang terlihat menjalani permainan yang ketat dan sengit dari lawannya DAC 1904 Dunajska Streda. Dimana seperti yang kita ketahui bahwa baik tim tuan rumah Dinamo Minsk maupun tim DAC 1904 Dunajska Streda pun bermain dengan cukup berimbang didalam sepanjang pertandingannya pada babak pertama. Namun akhirnya tim tuan rumah Dinamo Minsk pun akhirnya bisa membuka keunggulannya dan memimpin dengan skor 1-0 terlebih dahulu dimenit 19 pada babak pertama melalui gol dari Uros Nikolic. Akan tetapi skor 1-0 yang didapatkan oleh tim tuan rumah Dinamo Minsk itu pun lantas tidak lagi berubah dan bahkan tetap bertahan didalam sepanjang sisa waktu yang ada pada babak pertama.

Didalam laga babak kedua,tim tuan rumah Dinamo Minsk yang masih unggul dengan skor 1-0 itu pun berhasil menambah keunggulannya menjadi 2-0 disaat laga babak kedua pun baru saja berjalan dua menit melalui gol dari Vladimir Khvashchinski. Hanya berselang empat menit kemudian,tim tuan rumah Dinamo Minsk pun berhasil menggandakan keunggulannya lagi menjadi 3-0 melalui gol hasil tendangan pinalti yang dilakukan oleh Filipp Ivanov. Dimenit 58,tim tuan rumah Dinamo Minsk pun kembali menambah keunggulannya lagi menjadi 4-0 melalui gol kedua dari Uros Nikolic. Sementara itu tim DAC 1904 Dunajska Streda pun baru bisa membalas dan memperkecil kedudukannya menjadi 4-1 dimenit 73 melalui gol dari Kristopher Vida.

Dengan keberhasilan dari tim Dinamo Minsk yang mendapatkan kemenangannya pada tadi malam itu pun tentunya membuat mereka melangkah kebabak ketiga didalam ajang kualifikasi Liga Europa 2018-2019 dengan keunggulan agregat gol 7-2 atas lawannya DAC 1904 Dunajska Streda. Dengan demikian tim Dinamo Minsk yang akan bermain didalam laga babak ketiga yang nantinya akan berlangsung pada 10 Agustus mendatang itu pun lantas membuat mereka akan berhadapan dengan lawannya Zenit St. Petersburg.

Messi Menangis Dalam Mengejar Impian Menjuarai PD

 

Ibu Lionel Messi, Celia Cuccittini, mengatakan putranya telah sangat terpengaruh oleh kritik atas penampilannya dengan Argentina dan menegaskan dia tidak ingin lebih dari memenangkan Piala Dunia. Messi memiliki penalti disimpan dalam imbang Argentina 1-1 dengan Islandia pada hari Sabtu, satu hari setelah Cristiano Ronaldo memiliki hattrick dalam imbang 3-3 Portugal dengan Spanyol.

Argentina kehilangan tiga final langsung di kompetisi utama dalam rentang tiga tahun – Piala Dunia 2014 melawan Jerman dan yang kedua dan ketiga di Copa America dua tahun berikutnya. Tujuannya adalah untuk membawa pulang Piala, untuk memenangkan Piala Dunia,” kata Cuccittini dalam penampilan di acara televisi El Trece “Diario de Mariana.” “Ini salah satu keinginan terbesarnya. Kami melihat dia menderita dan menangis pada waktu itu.

“Dia adalah yang pertama yang ingin membawa Piala dengan dia. Dia lebih dari siapa pun akan memberikan segalanya untuk ini menjadi Piala Dunia-nya. Messi dan rekan-rekannya memiliki hubungan yang tegang dengan media Argentina dan sering merasa dikritik secara tidak adil. Tekanan itu menyebabkan Messi berhenti, meski sebentar, dari tugas internasional pada 2016 setelah Argentina kalah dari Cile di Copa America.

“Kami menderita semua kritik yang Leo terima,” kata Cuccittini. “Ketika orang mengatakan bahwa dia tidak merasakannya atau bahwa dia bermain untuk tim nasional karena kewajiban, yang menyakitkan sebagai ibu dan sebagai keluarga. Untungnya, orang sangat mencintainya dan mereka mengirimkan itu kepadanya dan dia menghargai ini banyak. Sebagai seorang ibu, saya juga. ”

Argentina merebut tempat di Piala Dunia ketika Messi memiliki hattrick di kualifikasi terakhir timnya, kemenangan 3-1 di Ekuador pada 10 Oktober.

“Saya melihat dia jauh lebih santai, lebih tenang dan lebih percaya diri,” kata Cuccittini. “Saya berharap dia banyak keberuntungan. Saya mengatakan kepadanya untuk menikmati dirinya sendiri, untuk hidup di saat itu dan menjadi bahagia. Saya mengatakan kepadanya untuk melakukan apa yang dia ketahui, untuk bermain seolah-olah dia sedang bermain ketika dia mulai dengan Grandoli. Saya melihatnya dengan harapan. … Semua keluarga di sini mendukungnya. ”

Cuccittini juga mengatakan bahwa bakat Messi tidak hanya di lapangan. Leo adalah putra yang ilahi, saudara yang cantik, ayah yang lebih baik dan suami yang luar biasa,” katanya. “Aku mencintai keempat anakku, tapi aku akan memberikan apa pun untuk ini menjadi Piala Dunia-nya.

Amrabat Tetap Bermain Meski Gegar Otak

 

Nordin Amrabat dari Maroko telah mengungkapkan ia mengambil keputusan untuk bermain dalam kekalahan 1-0 Rabu ke Portugal meski menderita gegar otak melawan Iran lima hari lalu.

“Mereka [pelatih kepala Maroko dan dokter tim] bertanya kepada saya semalam bagaimana saya merasa dan itu adalah keputusan saya untuk bermain. Saya ingin bermain, saya mengatakan kepada mereka dan saya bermain,” katanya kepada ESPN FC pada hari Rabu.

Gelandang Maroko itu sadar bahwa ia bisa membahayakan keselamatannya, dengan bermain kembali begitu cepat setelah gegar otaknya. Seminggu adalah waktu resmi Anda harus memulihkan untuk memastikan bahwa Anda aman tetapi saya memutuskan untuk membuatnya lebih pendek. Saya tidak khawatir tentang keselamatan saya karena saya merasa baik,” katanya.

“Saya menjalani pemindaian otak di rumah sakit dan semuanya baik. Tidak ada kerusakan pada otak saya atau apa pun. Saya merasa baik, jujur, pada hari-hari berikutnya. Saya mencari konsekuensi yang gegar otak dapat terjadi pada seseorang dan saya pikir saya bisa melakukannya, saya bisa bermain.

“Saya adalah dokter saya sendiri dan semoga tidak ada yang terjadi pada saya dalam jangka panjang,” tambahnya. Amrabat juga mengungkapkan bahwa dia tidak dapat mengingat apapun tentang kejadian itu.

“Saya tidak dapat mengingat apa pun dari itu. Saya bahkan tidak dapat mengingat permulaan pertandingan sebelum insiden. Dari menit pertama pertandingan sampai saya terbangun di rumah sakit lima atau enam jam kemudian, saya telah melupakan segalanya! Ketika saya memikirkannya sekarang, itu cukup menakutkan, “lanjutnya.

Pemain Watford, yang dipinjamkan ke Leganes musim ini, mengenakan helm pelindung saat kick-off tetapi melepaskannya setelah hanya 16 menit.

“Itu terlalu panas. FIFA tidak meminta saya untuk mengenakan helm. Saya ingin memakainya dan saya memesannya sendiri. Saya merasa seperti saya memiliki kaki yang berat selama pertandingan hari ini, tetapi secara keseluruhan itu baik-baik saja,” katanya.

FIFA tidak senang bahwa dokter Maroko tidak mengikuti dengan benar protokol gegar otak setelah Amrabat menderita cederanya terhadap Iran. Amrabat berkata: “Saya tidak mengerti mengapa FIFA terlibat. Mereka mengirim surat kepada dokter kami mengenai prosedur setelah gegar otak dan perawatan yang dia berikan kepada saya di lapangan. Saya tidak tahu pasti mengapa.

 

 

Pelatih Kroasia : Argentina adalah Pertandingan Termudah kami

 

Analisis pelatih Kroasia Zlatko Dalic tentang pertandingan Piala Dunia melawan Argentina membutuhkan pengambilan ganda. Dia mengatakan pada hari Rabu bahwa Argentina akan menjadi “permainan paling mudah” bagi Kroasia di babak penyisihan grup.

Dalic menjelaskan: “Saya tidak mengatakan bahwa Argentina adalah lawan yang paling mudah. ??Saya mengatakan bahwa ini adalah pertandingan termudah bagi kami. Kami tidak akan rugi. Kami bermain melawan salah satu yang terbaik.”

Dalic berpendapat bahwa tidak ada yang mengharapkan Kroasia untuk mengalahkan Lionel Messi dan Argentina di Nizhny Novgorod pada hari Kamis dan sehingga tekanannya turun. Kami punya tiga poin di tas itu,” kata Dalic.

Kroasia terkesan mengalahkan Nigeria 2-0 untuk membuka Piala Dunia mereka. Argentina berada di ujung lain dari spektrum tekanan. Hasil imbang 1-1 yang mengejutkan dengan Islandia – yang termasuk penalti Messi yang tidak terjawab – berarti Amerika Selatan sangat membutuhkan kemenangan untuk membawa kembali Piala Dunia mereka ke jalurnya.

Memang benar Kroasia adalah yang diunggulkan dalam pertemuan Grup D, tetapi Dalic bersikap sederhana tentang timnya. Argentina memiliki Messi, yakin, pemain Dalic dan Kroasia gelandang Ivan Rakitic keduanya disebut sebagai yang terbaik di dunia.

“Saya hanya akan mengulangi sekali lagi: Bagi saya, Lionel Messi adalah pemain terbaik sepanjang masa,” kata Rakitic, rekan satu tim Messi di Barcelona. Tapi Kroasia memiliki individu yang luar biasa di tim mereka, juga, khususnya pasangan lini tengah Rakitic dan Luka Modric Real Madrid.

Rakitic dan Dalic, penuh pujian untuk Messi dan Argentina, juga mengatakan bahwa Kroasia akan diangkat dengan bermain melawan mereka. Dan itu tidak perlu, kata Rakitic, untuk menggunakan pengetahuannya bermain dengan Messi di Barcelona untuk memberi saran kepada para pembela Kroasia tentang cara menghentikannya.

“Apa yang bisa saya katakan kepada mereka bahwa mereka tidak tahu?” Kata Rakitic. “Dunia tahu. Messi adalah salah satu pemain terbaik di dunia. Dia akan memiliki momen-momennya, jelas. Itu terserah kita untuk menghentikannya, untuk bermain dengan cara yang benar melawannya, dan untuk menikmati pertandingan dan memainkan yang terbaik .

“Ini hal yang indah untuk bermain melawan salah satu tim terbaik di dunia. Kami sangat termotivasi. Kroasia akan lolos ke babak sistem gugur dengan kemenangan, yang akan menjadi kali pertama mereka lolos dari babak penyisihan grup sejak mencapai semifinal dan finish di posisi ketiga pada 1998.

Frank Lampard Siap Masuk Ke Manajemen Sepak Bola

Frank Lampard mengatakan dia siap untuk masuk ke dalam manajemen sepak bola jika ada kesempatan yang tepat datang menghampiri dirinya.

Gelandang mantan Inggris telah bekerja melalui kualifikasi kepelatihannya di mantan klub Chelsea saat ia lebih dekat dengan pekerjaan pertama dalam manajemen. Lampard mengharapkan lebih banyak generasi pemain Inggris untuk pindah ke pelatihan dalam waktu, dan didukung Steven Gerrard untuk mewujudkan ambisi pembinaan sendiri.

Sementara itu Gerrard menutup mengambil posisi manajerial yang kosong di Rangers, Lampard baru-baru ini dikaitkan dengan Ipswich dan mengakui dia bergerak semakin dekat untuk mengambil peran pembinaan lini depan. Saya sedang melakukan lencana pelatihan saya saat ini. Saya telah menghabiskan banyak waktu di Chelsea tahun ini, mendapatkan jam pengalaman, kata Lampard.

Saya sudah berhasil mendapatkan Lisensi A dalam pelatihan. Jadi ya, dengan kesempatan yang tepat dan waktu yang tepat untuk saya, saya benar-benar akan sangat memperhatikannya, karena anda ingin memberikan kembali, menunjukkan Anda dapat membantu mencoba mengembangkan pemain, dan membantu mereka secara taktis dan apakah anda bisa jadilah manajer pria yang baik.

Dan saya pasti berpikir Gerrard akan membuat kesuksesan. Saya sudah mengenal Steven sejak lama, dia adalah seorang pemikir serius tentang permainan. Saya bekerja dengannya sekarang, dan analisis dan tingkat pengetahuannya tentang permainan adalah besar sekali. Dia akan menjadi akuisisi besar bagi siapa pun untuk mengambil alih. Dan bagus untuknya, itulah yang ingin dia lakukan dan saya pikir dia akan sangat baik dalam hal itu.

FA kini bekerja lebih erat dengan mantan pemain untuk mencoba memasukkan mereka ke dalam lencana kepelatihan mereka. Saya pikir kami mengalami tahun-tahun tandus ketika bantuan tidak ada di sana, dan pemain pergi dari pertandingan. Tapi sekarang saya pikir mereka mencoba membantu pemain langsung mendapatkan lencana pelatihan mereka. Lampard memenangkan 106 caps Inggris antara 1999 dan 2014, dan pensiun sepenuhnya pada tahun 2016 setelah bertugas dengan New York City di Major League Soccer.

Pemain berusia 39 tahun itu percaya bahwa transisi dari pemain ke manajer bisa terbukti lebih sulit daripada yang disadari banyak orang. Jika Steven Gerrard dikaitkan dengan pekerjaan segera orang mengatakan dia membutuhkan pengalaman, tetapi dia harus mendapatkan pengalaman itu di suatu tempat, kata Lampard.

Saya telah belajar banyak hal sehari-hari di lapangan latihan bersama Chelsea tahun ini. Ini adalah cara yang bagus untuk memotong gigi anda, dan Steven melakukannya di akademi Liverpool telah pintar.