Barcelona vs Tottenham Hotspur Di Camp Nou

 

Laga berat akan dijalani Tottenham dalam melakoni laga di matchday ke 6 Grup B Liga Champions 2018/19 menghadapi Barcelona. Bertandang ke markas Camp Nou, pada hari Rabu (12/12) dini hari wib, Spurs membawa misi untuk meraup tiga poin.

Pasalnya, Spurs memiliki poin yang sama dengan Inter Mian di yang saat ini menduduki peringkat klasemen di Grup B. Sementara Inter akan menjamu PSV di waktu yang sama, sehingga Spurs harus melakonin laga berat tersebut dengan kemenangan agar tidak tersingkir dari Liga Champions musim ini.

Barcelona yang sudah pasti menjadi juara grup, karena poinnya sudah tak bisa dikejar oleh kedua tim dibawahnya ini tidak akan berpengaruh bahi mereka apapun hasil akhir di Camp Nou nanti. Namun Barcelona juga bisa memilih siapa apakah memberi jalan pada Tottenham atau justru menenggelamkannya.

Rekor pertemuan kedua tim:

21/07/17 Tottenham 1-1 Barcelona (FR)

04/10/18 Tottenham 2-4 Barcelona (UCL)

Lima Pertandingan terakhir Barcelona:

25/11/18 Atletico 1-1 Barcelona (LaLiga)

29/11/18 PSV 1-2 Barcelona (UCL)

03/12/18 Barcelona 2-0 Villarreal (LaLiga)

06/12/18 Barcelona 4-1 Leonesa (Copa del Rey)

09/12/18 Espanyol 0-4 Barcelona (LaLiga).

Lima Pertandingan terakhir Tottenham:

25/11/18 Tottenham 3-1 Chelsea (EPL)

29/11/18 Tottenham 1-0 Inter (UCL)

02/12/18 Arsenal 4-2 Tottenham (EPL)

06/12/18 Tottenham 3-1 Southampton (EPL)

09/12/18 Leicester 0-2 Tottenham (EPL).

Selama beberapa edisi terakhir, Barcelona biasanya selalu tampil dengan tidak menurunkan kekuatan penuh dalam laga laga pemungkas mereka di fase grup Liga Champions. Kemungkina melawan Tottenham nanti, Barcelona juga akan memberikan kesempatan pada para pemain lapisnya. Jika itu benar, maka itu bisa jadi kabar bagus buat Tottenham. Prediksi memperkirakan, skor sama kuat 2-2 kemungkinan akan menjadi hasil akhir pada laga nanti.

Perkiraan susunan pemain:

Barcelona (4-3-3): Jasper Cillessen, Nelson Semedo, Clement Lenglet, Thomas Vermaelen, Jordi Alba, Juan Miranda, Arthur, Munir El Haddadi, Malcom, Luis Suarez, Ousmane Dembele

Pelatih: Ernesto Valverde.

Tottenham (4-2-3-1): Hugo Lloris, Serge Aurier, Toby Alderweireld, Jan Vertonghen, Ben Davies, Moussa Sissoko, Eric Dier, Christian Eriksen, Delle Alli, Son Heung-Min, Harry Kane

Pelatih: Mauricio Pochettino.

Persija Jakarta 2-1 Mitra Kukar

Tim Macan Kemayoran resmi tampil sebagai Juara GoJek Liga 1 2018 usai mengalakan Mitra Kukar dalam laga penentuan juara dan degradasi. Dalam laga pamungkas dipekan ke 34 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada hari Minggu (09/12) malam wib, yang berakhir dengan skor tipis 2-1.

Dua gol kemenangan Persija Jakarta dicetak oleh Marko Simic, yang hanya dapat dibalas Mitra Kukar dengan satu gol lewat Aldino Herdianto. Hasil ini membuat Persija tampil sebagai juara GoJek Liga 1 musim ini dengan torehan 62 poin di puncak klasemen akhir Liga 1. Sedangkan nasib berbanding terbalik dialami oleh Mitra Kukar. Tim Naga Mekes harus rela terdegradasi ke Liga 2 musim depan dengan turun ke peringkat 17 dengan 39 poin.

Pada babak pertama, atmosfer pertandingan suddah terasa menegangkan sejak awal laga dimulai. Pasalnya kedua tim langsung tampil ngotot demi meraih kemenangan yang menentukan posisi mereka di musim ini. Persija yang diuntungkan dengan tampil di Stadion GBK yang penuh sesak dengan para pendukung mereka.

Persija pun sempat lebih dulu mengancam lewat tendangan keras Ismed Sofyan dari luar kotak penalti, sayang bola hanya melayang di atas mistar gawang. Mitra Kukar pun sempat merespons lewat sontekan dari Fernando Rodriguez empat menit berselang. Sayangnya, sontekan dari sang pemain masih menyamping dari sisi kanan gawang Persija yang dikawal Andritany.

Sayangnya perlawanan sengit dari Mitra Kukar menjadi seolah tak berarti karena pada menit 17, pemain Mitra Kukar Saepuloh Maulana justru melakukan pelanggaran didalam kotak terlarang. Hingga wasit pun memberikan hadiah tendangan penalti untuk Persija. Marko Simic yang tampil sebagai eksekutor sukses memperdaya kiper Yoo Jae Hoon dan menjadikan skor 1-0. Gelora Bung Karno pun semakin bergemuruh.

Unggul satu gol, Persija tetap mendominasi permainan dengan menghasilkan peluang yang cukup berbahaya. Pada menit ke 21, tandukan dari Simic masih menyamping saat menyambut umpan sepak pojok. Peluang lain hadir lewat sepakan akurat Jaimerson saat menerima umpan crossing dari Rohit Chand yang mampu dibendung oleh kiper Yoo Jae Hoon tujuh menit jelang waktu normal babak pertama usai. Skor 1-0 ini pun tetap bertahan hingga jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, Mitra Kukar yang tertinggal satu gol mencoba lebih dulu melakukan gebrakan. Peluang pun sempat didapat oleh Fernando Rodriguez lewat sepakan jarak dekat yang masih dapat dihadang oleh kiper Andritany. Selanjutnya tim Naga Mekes terus mencoba melakukan penguasaan bola untuk menekan tuan rumah.

Namun alih alih untuk mengejar ketertinggalan, sang tamu justru kembali kebobolan lagi pada menit 59. Gol kedua ini kembali tercipta dengan proses yang cukup kontroversial. Berawal dari kemelut di depan kotak penalti, Marko Simic mencoba menuntaskan umpan sundulan Maman Abdurrahman dengan tandukan yang sempat mengecoh Yoo Jae Hoon dan bola pun masuk kedalam gawang. Smepat terjadi prostes karena terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh pemain Persija. Namun wasit tetap menegsahkan gol tersebut, skor pun berubah jadi 2-0.

Mitra Kukar sempat mendapatkan momentum untuk memperkecil ketertinggalan dari titik putih pada menit ke 71, menyusul handsball dari pemain belakang Persija. Sayangnya, Fernandor Rodriguez yang menjadi eksekutor gagal mencetak gol usai tendangannya mampu ditepis dengan mudah oleh Andritany.

Mitra Kukar akhirnya benar benar meperkecil ketertinggalan mereka tepat di menti ke 88. Melalui sepakan keras pemain pengganti, Aldino Herdianto dari luar kotak pinalti sukses memperdaya kiper Andritany dan mengubah kedudukan menjadi 2-1. Di sisa waktu yang ada Mitra Kukar terus mengepung pertahanan tuan rumah, namun tidak bisa menghasil gol lagi. Skor akhir 2-1 pun menjadi hasil di laga ini.

Manchester United Tidak Akan Bahagia Dengan Mourinho Dengan Kondisi Seperti ini

Mantan bek Manchester United, Rio Ferdinand telah menyangkal klaim bahwa Manchester United senang dengan pekerjaan yang dilakukan oleh Jose Mourinho.

Agen Jorge Mendes merilis sebuah pernyataan atas nama pelatih Portugal pada Jumat yang menolak spekulasi keberangkatannya dari Old Trafford sudah dekat.

Dia menambahkan bahwa United puas dengan pekerjaan yang dilakukan oleh Mourinho, dan bahwa mantan bos Chelsea dan Real Madrid ingin tetap tinggal – dengan dua tahun tersisa di kontraknya.

Tapi Ferdinand merasa klarifikasi tidak mencerminkan kenyataan dan merasa Mourinho secara signifikan berkinerja buruk.

Berbicara di BT Sport, dia berkata: “Saya sangat mengenal Jorge. Dia teman yang baik. Dia menjaga kliennya dengan jelas.

“Tetapi saya tidak akan mengatakan kata ‘senang’ akan menjadi kalimat ketika Anda berbicara tentang di mana Man United berada pada tahap musim ini dan keadaan yang mereka hadapi. Ini sedikit berlebihan.

“Dia datang dihadapan Mourinho, ketika memenangkan tiga trofi di musim pertamanya, menstabilkan tempat itu tetapi saya tidak berpikir Man United telah pindah sejak saat itu.”

Satu tema yang berulang dari kampanye ini adalah keluhan terus-menerus Mourinho atas kurangnya sumber daya di bursa transfer.

Sebelas pemain baru telah tiba di lima jendela transfer dengan lebih dari 362.000.000 poundsterling menghabiskan selama periode itu.

Dan sebagai hasilnya, Ferdinand telah mempertanyakan protes tersebut dan merasa Mourinho memiliki banyak kesempatan untuk memaksakan ide-idenya sendiri di skuad United.

“Dia mengerang tentang pemain dan pemain-pemain tertentu di timnya tetapi dia memiliki beberapa jendela transfer untuk membuatnya sekarang,” tambah pemenang Liga Premier enam kali.

“Sayangnya beberapa pemain yang dia beli justru berada di bangku cadangan. Pogba, Lukaku, Sanchez tidak fit, Fred tidak tampil, Lindelof dan Bailly bukanlah pemula yang siap pakai dalam hal ini. Ini semua adalah pemain yang dia buat yang tidak bermain di tim utama.

“Jadi, untuk mengerang bahwa dia tidak memiliki pemain yang tepat atau yang lainnya, dia memiliki beberapa jendela transfer untuk membuat timnya benar.”

Persebaya Surabaya 1-0 PSIS Semarang

Dalam laga pamungkas dipekan ke 34, Tim Bajol Ijo sukses mengalahkan PSIS dalam laga terakhir GoJek Liga 1 2018. Pada laga yang digekar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada hari Sabtu (08/12) sore wib, Persebaya menang dengan keunggulan tipis 1-0.

Gol tunggal dari Fandi Eko Utomo di babak kedua Bajul Ijo mengakhiri musim dengan mulus. Dengan tambahan tiga poin, Persebaya unatuk sementara naik ke posisi lima klasemen sementara dengan 50 poin. Sementara bagi PSIS, kekalahan ini membuat mereka tertahan di posisi ke sembilan klasemen dengan 46 poin. Klasemen kedua tim ini masih bisa berubah karena menunggu laga dari tim lain yang baru akan memainkan laga terakhirnya besok sore.

Jalannya pertandingan di babak pertama ini dimulai dengan gebrakan dari tuan rumah sejak awal laga dimulai. Di menit keenam, Persebaya mendapatkan peluang lewat David Da Silva saat menyambut umpan terobosan dari lini tengah, pemain asal Brasil itu sebenarnya berhasil melewati kiper Joko Ribowo, sayang sepakannya justru masih menyamping di sisi kiri gawang yang sudah kosong.

Selanjutnya, serangan terus gencar dilancarkan oleh tuan rumah. Pada menit ke 27, peluang matang kembali didapat melalui sepakan keras dari Rendi Irwan dari jarak jauh, sayangnya sepakannya masih dapat dihalau oleh kiper Joko Ribowo. Semenit kemudian, PSIS membalas peluang lewat Hari Nur Yulianto dengan tembakan dari luar kotak pinalti. Kiper Miswar Saputra masih bisa mengamankan laju bola dengan baik.

Memasuki akhir babak pertama, kedua tim pun meningkatkan intensitas permainan mereka dan saling membalas peluang. David Da Silva mendapatkan kesempatan saat memanfaatkan umpan lambung dari Irwan, sayang tandukkannya masih melambung tipis di atas gawang. Dua menit jelang berakhir laga, tim tamu membalas peluang lewat Bruno Silva lewat sepakan keras dari jarak dekat yang masih diantisipasi oleh Miswar Saputra, skor tetap 0-0 pun bertahan hingga jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, tuan rumah Persebaya kembali memulai laga dengan gebrakannya di awal interval. Delapan menit berlangsung, Fandi Eko Utomo mencoba melakukan akselerasi dengan melewati beberapa pemain lawan dengan diakhiri tendangan dari luar kotak pinalti. Sayang sepakannya masih menyamping di sisi gawang.

Terus gencar melalukan serangan dan tekanan, pendukung tuan rumah pun bergemuruh saat laga memasuki menit ke 56 lewat gol dari Fandi Eko Utomo. Berawal dari kerja sama Irfan Jaya dengann Rendi Irwan di sisi kanan serangan, diakhiri dengan sepakan Irfan yang membentur tiang gawang. Fandi yang tak terkawal menyambut bola rebound dengan sekali sentuhan didepan gawang yang sudah kosong. Skor pun berubah menjadi 1-0.

Tertinggal satu gol, tim asuhan Jafri Sastra ini langsung meningkatkan tempo permainan mereka. Tampil menyerang kerap memberikan perlawanan dibarisan pertahanan Bajul Ijo. Beberapa kali serangan yang dibangun Mahesa Jenar bisa membuat barisan pertahanan tuan rumah cukup kerepotan. Peluang didapat Bruno Silva lewat tendangan bebasnya pada menit 76 masih bisa diamankan kiper Miswar Saputra yang tampil gemilang dibawah mistar.

Merasa tertekan, Persebaya mencoba membalas serangan. Peluang sempat didapat di pengujung laga, lewat David Da Silva juga dari tendangan bebas. Sayangnya laju bola hanya membentur tiang gawang dan keluar lapangan. Tidak ada peluang yang bisa menghasilkan gol hingga wasit meniupkan peluit panjang tanda berakhirnya laga. Skor 1-0 pun bertahan hingga laga usai.

Manchester City Menang 2-1 di Kandang Watford

 

Manchester City masih terlalu tangguh untuk Watford. Bertandang ke Watford, City menang 2-1 lewat gol Leroy Sane dan Riyad Mahrez. Melawat ke Vicarage Road pada hari Rabu (5/12/2018) dinihari WIB, City mendominasi dengan penguasaan bola mencapai 70%. Akan tetapi kedua kesebelasan relatif berimbang di dalam hal peluang.

Tim tamu memiliki 15 tembakan dimana 7 di antaranya mengarah ke sasaran. Sementara Watford juga mempunyai 7 tembakan ke gawang, namun hanya dari 11 tembakan.

City meraih keunggulan pada menit ke-40 lewat Sane. Keunggulan itu kemudian digandakan Mahrez pada menit ke-51. Tim tuan rumah lantas meningkatkan intensitas serangannya dan berhasil memperkecil selisih melalui Abdoulaye Doucoure di menit ke-85.

Ini adalah kemenangan ketujuh beruntun The Citizens di Premier League sekaligus memastikan mereka belum terkalahkan di sepanjang musim ini dari 15 pekan. City kokoh di puncak klasemen dengan nilai 41 poin, sementara itu The Hornets berada di peringkat 11 dengan nilai 20 poin.

Jalannya Laga

City mengawali pertandingan seperti biasanya, akan tetapi Watford yang menebar ancaman terlebih dulu pada menit ke-9. Umpan Troy Deeney didapatkan Roberto Pereyra yang kemudian mengelabui Fernandinho dan melepaskan tembakan, tapi masih melenceng dari sasaran.

Dua menit berselang, City membuang sebuah kesempatan bagus. Umpan ceroboh Pereyra di tengah dicuri Sane yang langsung berlari ke arah gawang. Akan tetapi tendangan Sane gagal membuahkan gol sesudah ditepis Ben Foster yang bergerak maju dari sarangnya.

Kemelut terjadi di dalam kotak penalti Watford di menit ke-18. Tendangan Mahrez meneruskan umpan Fernandinho dihalau Foster. Bola rebound disambar Bernardo Silva, namun Foster kembali menepis si kulit bundar. Pada kesempatan ketiga, bola didapatkan David Silva, tapi sepakannya terhalang lini pertahanan Watford.

Umpan terobosan Bernardo Silva didapatkan Gabriel Jesus di sebelah kiri. Lalu Jesus melewati Christian Kabasele dan mencoba menaklukkan Foster, akan tetapi gagal.

Watford hampir menciptakan gol pada menit ke-32. Sepakan Deeney dari dekat digagalkan oleh reflesk bagus Ederson Moraes.

City memimpin 1-0 pada menit ke-40. Awalnya crossing Mahrez disambar David Silva di muka gawang, akan tetapi diblok Foster. Bola lantas kembali ke Mahrez di sebelah kanan dan kali ini dia melepaskan umpan silang ke arah tiang jauh. Sane menyambut bola dengan dadanya dan masuk ke dalam gawang Watford. Tidak ada lagi gol tambahan di sisa waktu babak pertama.

City menggandakan keunggulannya menjadi 2-0 pada menit ke-51. Jesus menusuk dari sebelah kiri dan kemudian melepaskan umpan mendatar yang disambar Mahrez dengan tembakan untuk menggetarkan jala gawang Watford.

Sebuah sundulan yang kurang sempurna dari Vincent Kompany di wilayah pertahanan City membuat bola mengarah ke Isaac Success. Akan tetapi penyelesaian akhir Success masih melenceng dari sasaran.

Umpan bagus dari Mahrez tidak bisa dituntaskan Jesus pada menit ke-69. Tendangan Jesus masih melebar tipis di sebelah kiri gawang Watford.

Watford balas memberikan ancamannya pada menit ke-75. Sepakan mendatar Doucoure masih dapat dijinakkan Ederson.

Mahrez merangsek pada menit ke-82, kemudian mengarahkan tembakan ke arah gawang. Foster masih bisa membaca arah sepakannya dan menghalau bola.

Watford akhirnya berhasil memperkecil skor menjadi 1-2 pada menit ke-85. Gerard Deulofeu mencuri bola dari sebelah kanan dan kemudian melepaskan umpan mendatar yang dicocor oleh Doucoure. Tendangan pertama Doucoure diblok Kyle Walker, akan tetapi tembakan keduanya masuk ke dalam gawang City.

Sundulan kepala Deeney di muka gawang menyambut tendangan sudut di menit ke-87 masih bisa ditangkap Ederson. Sampai pertandingan tuntas, tidak ada lagi gol yang tercipta.

 

Tundukkan Inter Milan, ‘Si Nyonya Tua’ Menangi Derbi d’Italia

Juventus berhasil memuaskan publik Allianz Stadium setelah sukses menaklukkan Inter Milan 1-0 pada giornata 15 Serie A, Sabtu (8/12/2018). Mario Mandzukic jadi pahlawan kemenangan ‘Si Nyonya Tua’ lewat gol semata wayangnya di menit 66.

Tambahan tiga angka membuat posisi Juve makin teguh sebagai capolista dengan koleksi 43 angka, 11 angka lebih banyak dari Napoli di posisi kedua. Sebaliknya, Inter yang masih mengemas 29 poin belum beranjak dari urutan ketiga.

Para pemain terbaik dihadirkan Massimiliano Allegri dalam duel kali ini. Cristiano Ronaldo ditopang Mario Mandzukic dan Paulo Dybala. Area sentral diisi Miralem Pjanic, Blaise Matuidi, dan Rodrigo Betancur. Nama yang disebut belakangan memang sedang tampil bagus-bagusnya usai menyumbang satu gol kala Juve menundukan Fiorentina pekan lalu.

Di pos bek sentral, Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini masih jadi tumpuan. Terhitung hanya sektor full-back yang diubah Allegri. Alex Sandro yang terjangkit cedera digantikan dengan Mattia De Sciglio.

Sementara untuk Inter, ada beberapa perubahan dalam daftar starting line-up. Stefan De Vrij serta Danilo D’Ambrosio, yang tampil saat bersua AS Roma, digantikan dengan Miranda dan Sime Vrsaljko. Sama halnya dengan Roberto Gagliardini yang mengisi tempat Borja Valero. Selain itu Luciano Spalletti juga masih belum bisa menurunkan Radja Nainggolan yang belum 100% fit. Sementara di lini depan, Spalletti memercayakan Matteo Politano sebagai tandem Mauro Icardi dan Ivan Perisic.

Juve langsung melancarkan pressing sejak menit awal. Itulah mengapa mereka sukses melepaskan sepasang tembakan saat laga baru berjalan 10 menit.   Gempuran Juve makin banter setelahnya. Beruntung bagi Inter karena Samir Handanovic sukses mementahkan peluang Ronaldo, Mandzukic, dan juga Chiellini.

Tekanan yang dicanangkan Bianconeri tak hanya mendongkrak agresivitas mereka sendiri, tetapi juga sukses mengerdilkan build-up serangan Inter. Distribusi bola ke lini depan menjadi pampat. Nyatanya, cuma delapan sentuhan yang dicatat Icardi sepanjang babak pertama–paling rendah di antara pemain lainnya.

Meski begitu, bukan berarti pasangan Wanda Nara itu miskin kontribusi. Sodoran umpannya hampir saja berbuah gol di menit 28. Sayang, sepakan Gagliardini masih membentur mistar gawang. Tak ada gol yang tercipta, skor kacamata bertahan hingga turun minum.

Inter tak melakukan banyak perubahan usai rehat. Serangan sayap masih jadi andalan mereka untuk menembus pertahanan Juve. Namun, kombinasi Perisic dan Politano yang disokong Vrsaljko serta Kwadwo Asamoah masih belum berbuah hasil. Pemain yang disebut belakangan bahkan sudah kehilangan penguasaan bola sebanyak empat kali hingga menit ke-60.

Untuk menambah variasi serangan, Spalletti lantas menukar Politano dengan Borja Valero yang piawai dalam mendistribusikan boal dari lini tengah. Namun, alih-alih memecah kebuntuan, gawang Inter justru kebobolan di menit 66. Adalah Mandzukic yang jadi aktornya setelah meneruskan umpan lambung Joao Cancelo dari sisi kiri.

Unggul satu gol belum membuat Allegri puas. Douglas Costa dimasukkan dan Dybala ditarik keluar. Spalletti juga menambah daya tempur anak asuhnya dengan menampilkan Keita Balde.

Kendati begitu, gempuran Juve masih sulit dipatahkan. Lagipula Inter juga masih kesulitan dalam membangun serangan. Kedukan tak berubah sampai wasit Massimiliano Irrati meniup peluit panjang. Juve keluar sebagai pemenangan dengan skor akhir 1-0.

Leicester City vs Tottenham Hotspur Di Stadion King Power

Duel seru akan tersaji dipekan ke 16 Premier League yang mempertemukan antara The Foxes dalam menjamu Tottenham Hotspur yang akan digelar di Stadion King Power, pada hari Minggu (09/12) dini hari wib. Di laga ini, adu tajam antara dua penyerang Inggris Jamie Vardy dan Harry Kane bisa menjadi faktor krusial.

Baik Leicester maupun Spurs sama sama menorehkan tren yang positif di EPL musim ini. Di kubu Leicester, tim asuhan Claude Puel ini masih tidak terkalahkan dalam enam laga terakhir mereka. Leicester mengantongi dua kemenangan dan empat sisanya berakhir imbang termasuk saat menang adu pinalti melawan Southampton di ajang Piala FA Cup.

Sementara di kubu Spurs, anak asuh Mauricio Pochettino ini telah memenangi delapan dari sepuluh pertandingan terakhir mereka di EPL. Dua diantaranya menelan kekalahan termasuk saat melawat ke markas Crystal Palace dan Emirates Stadium saat bertemu Arsenal. Sehingga secara statistik, Spurs bisa lebih diunggulkan dalam laga nanti.

Kendati Spurs sedikit lebih diunggulkan, namun The Foxes bukanlah lawan yang mudah dikalahkan. Leicester memiliki pertahanan yang kuat serta memanfaatkan faktor tuan rumah bisa menjadi motivasi timnya. Meskipun demikian, Tottenham lebih diuntungkan dalam kepadatan jadwal pertandingan di Inggris lantaran memiliki kedalaman skuat cadangan lebih baik.

Selain komposisi pemain yang lebih baik, rekor pertemuan kedua tim ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Spurs. The Lilywhites telah mengantongi tiga kemenangan dan dua kali hasil imbang serta hanya menelan satu kali kekalahan dari Leicester. Bahkan dalam dua pertandingan mereka di musim lalu di King Power, Spurs mampu melumat tuan rumah dengan skor fantastik 1-6. Di pertemuan kedua, The Foxes bisa tampil lebih baik meski tetap kalah dengan hujan gol di Wembley 5-4.

Lima pertemuan terakhir kedua tim:

29/10/16 Tottenham 1–1 Leicester (EPL)

21/01/16 Leicester 0–2 Tottenham (EPL)

29/11/17 Leicester 2–1 Tottenham (EPL)

19/05/17 Leicester 1–6 Tottenham (EPL)

13/05/18 Tottenham 5–4 Leicester (EPL)

Lima pertandingan terakhir Leicester City :

10/11/18 Leicester 0–0 Burnley (EPL)

24/11/18 Brighton 1–1 Leicester (EPL)

28/11/18 Leicester P 0-0 Southampton (FA)

01/12/18 Leicester 2-0 Watford (EPL)

06/12/18 Fulham 1–1 Leicester (EPL)

Lima pertandingan terakhir Tottenham Hotspur :

11/11/18 Crystal 0–1 Tottenham (EPL)

25/11/18 Tottenham 3–1 Chelsea (EPL)

29/11/18 Tottenham 1–0 Inter Milan (UCL)

02/12/18 Arsenal 4–2 Tottenham (EPL)

06/12/18 Tottenham 3–1 Southamton (EPL)

Dilihat dari statistik pertandingan kedua tim, Spurs memang sedang dalam tren yang bagus. Namun menghadapi Leicester mereka bisa ditahan di King Power, jika tidak berhati hati Spur bisa jadi terjungkal karena tidak terfokus di lini belakang yang lemah sama seperti saat melawat ke markas Crystal Palacce beberapa pekan silam.

Leicester bisa dikatakan lebih bagus dari hal performa dengan Crystal, mereka juga terbukti sedikit tangguh saat menghadapi tim besar. Prediksi skor memperkirakan kedua tim akan menghasilkan laga imbang atau dengan kemenangan tipis Spurs 1-2 menjadi hasil akhir di laga nanti.

Perkiraan susunann pemain:

Leicester (4-2-3-1): Kasper Schmeichel, Danny Simpson, Wes Morgan, Caglar Soyuncu, Ben Chilwell, Wilfred Ndidi, Nampalys Mendy, Marc Albrighton, James Maddison, Demarai Gray, Jamie Vardy

Pelatih: Claude Puel

Tottenham (4-2-3-1): Hugo Lloris, Kieran Trippier, Toby Alderweireld, Jan Vertonghen, Danny Rose, Eric Dier, Harry Winks, Delle Alli, Christian Eriksen, Son Heung Min, Harry Kane

Pelatih: Mauricio Pochettino

Napoli Dengan PSG Seperti Negara Api

Paris Saint-Germain akan menghadapi Napoli di matchday Liga Champions. Superstar PSG Neymar menganggap pertandingan itu seperti final. Napoli musim ini tampil berkualitas di Liga Champions. Setelah mengalahkan Liverpool 1-0, Marek Hamsik dkk juga bisa menahan imbang PSG 2-2 pada matchday ketiga di Paris. Gantian menghibur PSG di San Paolo pada Rabu (11/7/2018) dini hari WIB, Napoli juga membawa catatan rumah yang oke. Mereka tidak terkalahkan dalam 12 pertandingan terakhir dalam kompetisi, sejak kekalahan 2-4 dari AS Roma di Liga Italia musim lalu. Saat ini, Napoli masih menduduki peringkat kedua di Grup C dengan lima poin, terpaut satu poin dari PSG. Karena itu, Neymar memprediksi tujuan selanjutnya akan sengit. “Ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit, ini seperti final bagi kami,” kata Neymar seperti dikutip oleh FourFourTwo. Striker Napoli Lorenzo Insigne menyatakan kekecewaan dengan memanggil timnya untuk menang di pertandingan perdana Liga Champions 2018-1919. Pelatih Napoli Carlo Ancelotti mengaku lega dengan hasil imbang 1-1 yang timnya temukan ketika mereka melawan Paris Saint-Germain dalam pertandingan terbuka Grup Liga Champions C di San Paolo pada Rabu (7/11) pagi.

PSG memimpin pada menit ke-45 melalui gol Juan Bernat. Setelah istirahat, kiper Napoli, Gianluigi Buffon membuat beberapa penyelamatan gemilang sebelum Lorenzo Insigne menyamakan skor dengan penalti menit ke-63. Di akhir pertandingan, Napoli hanya kebobolan lagi, tembakan beruntung Kylian Mabppe dari jarak jauh hanya menyeberang ke sisi gawang. Pertandingan berakhir dengan hasil imbang 1-1, sementara di pertemuan pertama, kedua tim sama-sama kuat 2-2. Lorenzo Insigne mengungkapkan bahwa timnya bisa menang ketika memainkan partai Liga Champions musim ini. Dimasukkan di Grup C bersama Liverpool, Paris Saint-Germain dan Crvena Zvezda, tim asuhan Carlo Ancelotti hanya mampu bermain imbang di pertandingan pertama mereka. Perjalanan Napoli ke Serbia di markas Crvena Zvezda untuk memainkan fase penyisihan grup pada Rabu (19/9/2018) dini hari.

Dalam pertandingan itu, Lorenzo Insigne dan teman-temannya hanya bisa bermain tanpa gol sampai pertandingan berakhir. “Kami harus mengatakan ini dan kami bisa mendapatkan hasil bagus untuk mencapai hasil yang baik. Kami telah mampu mewujudkannya,” tambah striker asal Brasil itu.

Pochettino Optimis Tottenham Bisa Lolos Ke 16 Besar

Kemenangan yang didapatkan dari PSV Eindhoven membuat rasa percaya diri yang dimiliki Mauricio Pochettino semakin meningkat. Pelatih klub Tottenham tersebut sangat optimis sekali menyambut dua pertandingan yang tersisa didalam kompetisi Liga Champions.

Tottenham berhasil memenangkan pertandingan melawan PSV didalam matchday empat Liga Champions. Menjalani laga di Wembley Stadion di hari Rabu tanggal 7 November 2018 dini hari WIB, Tottenham yang sempat tertinggal terlebih dahulu pada akhirnya berbalik menang dengan skor 2-1.

Kemenangan tersebut tentunya kembali membuka peluang Tottenham untuk bisa lolos kedalam babak 16 besar. The Spurs sekarang ini menempat peringkat ketiga klasemen sementara dengan terolehan enam angka didalam empat pertandingan yang sudah mereka jalani.

Tottenham berjarah enam poin dari Barca yang berada di puncak klasemen sementara dan juga sudah memastikan diri lolos kedalam babak 16 besar. Tottenham masih akan bersaing dengan Inter yang memiliki tujuh angka untuk memperebutkan satu tiket yang tersisa.

Didalam dua pertandingan yang akan datang nanti, Tottenham masih akan menghadapi Inter pada tanggal 28 November di markas sendiri dan kemudian pergi ke markas Barca disaat tanggal 11 Desember mendatang. Mereka diwajibkan untuk memenangkan dua laga tersebut agar bisa lolos kedalam babak yang berikutnya.

Setelah mengalahkan PSV, Pochettino lantas memfokuskan pertandingan melawna Inter. Pelatih berkebangsaan Argentina itu sangat yakin kalau Tottenham akan mampu untuk menaklukan Inter yang membuat jalan menuju babak 16 besar akan semakin besar.

“Ada dua lagi pertandingan dan jika kami dapat mengalahkan Inter, maka kami akan sama-sama memiliki tujuh angka dan hanya satu pertandingan yang tersisa. Semuanya pasti bisa terjadi didalam satu pertandingan,” kata Pochettino.

“Kita lihat saja, akankah Barcelona yang sudah lolos dan kami akan pergi kesana dengan memenangkan pertandingan. Saya berpikir mengenai keyakinannya saja dan masih ada dan tentu Anda kenal dengan saya, saya sangat optimis.”

“Sekarang ini fokus kepada hari Sabtu, namun didalam Liga Champions, fokusnya tentu kepada Inter dan kami sudah hampir menang dan pantas sekali dapat yang lebih dari Milan. Kami sudah bermain dengan lebih baik daripda mereka dan kami tidak beruntung pada saat kebobolan, namun saya yakin kalau kami dapat menaklukan mereka.”

“Saya sanagt optimis dan kami bisa mengalahkan mereka serta saya yakin kalau kami akan lolos ke babak berikutnya,” tutupnya.

Napoli Bermain Imbang 1-1 Dengan PSG

Tidak ada pemenang di dalam pertandingan antara Napoli melawan Paris Saint-Germain di San Paolo. Kedua kesebelasan mesti puas berbagi angka setelah bermain seri 1-1.

Persaingan di Grup C Liga Champions menjadi semakin terbuka setelah Liverpool takluk di kandang Red Star Belgrade. Liverpool saat ini mengoleksi nilai 6 poin, disusul oleh Napoli dan PSG yang masing-masing memiliki nilai 5 poin dan 4 poin sebelum pertandingan.

Akan tetapi, baik Napoli dan PSG tidak bisa memaksimalkan situasi itu. Kedua kesebelasan cuma bermain seri 1-1 di San Paolo pada hari Rabu (7/11/2018) dinihari WIB.

Tim tamu memimpin terlebih dulu melalui Juan Bernat pada akhir paruh pertama. Lantas tim tuan rumah membalasnya di babak kedua lewat tendangan penalti Lorenzo Insigne.

Dengan hasil ini, I Partenopei mengoleksi nilai 6 poin dari 4 laga. Napoli pun berbagi posisi teratas Grup C dengan Liverpool yang mempunyai jumlah poin yang sama. Sementara itu Les Parisiens berada di urutan 3 dengan nilai 5 poin dan Red Star berada di dasar dengan nilai 4 poin.

Jalannya Laga

Pertandingan berjalan dengan tempo yang lambat pada menit-menit awal. Bola lebih banyak berada di lapangan tengah.

Kesempatan pertama diperoleh PSG pada menit ke-25 melalui tendangan voli Kylian Mbappe. Akan tetapi tembakan Mbappe dari sudut sempit cuma melintas di muka gawang Napoli.

Napoli mendapatkan sepakan bebas, tapi tidak bisa memaksimalkannya. Tendangan Dries Mertens masih melenceng dari gawang PSG.

Tendangan bebas buat Napoli kembali tidak membuahkan hasil. Kali ini eksekusi Insigne mengenai pagar betis pemain PSG dan cuma menghasilkan tendangan sudut.

Tidak lama berselang, Insigne kembali mendapatkan kesempatan. Insigne melepaskan sepakan voli sambil membalikkan badan. Akan tetapi bola mengenai Marquinhos dan melenceng dari sasaran.

Malah PSG yang bisa menciptakan gol di penghujung paruh pertama. Bernat membungkam publik San Paolo setelah menggetarkan jala gawang David Ospina. Gol ini bermula dari Mbappe yang bergerak di sebelah kiri. Sesudah melakukan tusukan, lantas Mbappe melepaskan umpan tarik yang dituntaskand dengan baik oleh Bernat. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan 1-0 untuk PSG.

Di babak kedua, Napoli langsung mengambil inisiatif serangan. Tekanan yang dilancarkan oleh Napoli menghasilkan beberapa peluang.

Mertens masuk ke dalam kotak penalti usai melakukan kerjasama satu dua dan kemudian melepaskan tendangan ke arah gawang. Tembakan Mertens itu memaksa Gianluigi Buffon membuat penyelamatan bagus.

Buffon kembali menggagalkan upaya dari Mertens tidak lama berselang. Kiper veteran Italia itu menghalau sepakan lob Mertens.

Serangan-serangan yang terus dilancarkan oleh Napoli lantas menghasilkan penalti pada menit ke-61. Wasit asal Belanda, Bjorn Kuipers, memberikan hadiah penalti kepada Napoli usai Thiago Silva dan Buffon menjatuhkan Jose Maria Callejon di dalam kotak terlarang. Insigne maju sebagai algojo. Walaupun arah sepakan Insigne bisa ditebak Buffon, akan tetapi bola mengarah terlalu deras dan tidak mampu dijangkau sang kiper. Kini skor menjadi 1-1.

Mbappe membuang-buang kesempatan yang didapatnya pada menit ke-86. Berdiri dengan bebas di dalam kotak penalti saat menerima umpan Neymar, Mbappe malah tidak bisa mengarahkan tendangannya ke gawang. Tembakan Mbappe melenceng dari gawang Ospina.

Di sisa waktu pertandingan, tak ada lagi gol tambahan yang tercipta dari kedua tim. Skor 1-1 pun tetap bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.