Napoli Dengan PSG Seperti Negara Api

Paris Saint-Germain akan menghadapi Napoli di matchday Liga Champions. Superstar PSG Neymar menganggap pertandingan itu seperti final. Napoli musim ini tampil berkualitas di Liga Champions. Setelah mengalahkan Liverpool 1-0, Marek Hamsik dkk juga bisa menahan imbang PSG 2-2 pada matchday ketiga di Paris. Gantian menghibur PSG di San Paolo pada Rabu (11/7/2018) dini hari WIB, Napoli juga membawa catatan rumah yang oke. Mereka tidak terkalahkan dalam 12 pertandingan terakhir dalam kompetisi, sejak kekalahan 2-4 dari AS Roma di Liga Italia musim lalu. Saat ini, Napoli masih menduduki peringkat kedua di Grup C dengan lima poin, terpaut satu poin dari PSG. Karena itu, Neymar memprediksi tujuan selanjutnya akan sengit. “Ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit, ini seperti final bagi kami,” kata Neymar seperti dikutip oleh FourFourTwo. Striker Napoli Lorenzo Insigne menyatakan kekecewaan dengan memanggil timnya untuk menang di pertandingan perdana Liga Champions 2018-1919. Pelatih Napoli Carlo Ancelotti mengaku lega dengan hasil imbang 1-1 yang timnya temukan ketika mereka melawan Paris Saint-Germain dalam pertandingan terbuka Grup Liga Champions C di San Paolo pada Rabu (7/11) pagi.

PSG memimpin pada menit ke-45 melalui gol Juan Bernat. Setelah istirahat, kiper Napoli, Gianluigi Buffon membuat beberapa penyelamatan gemilang sebelum Lorenzo Insigne menyamakan skor dengan penalti menit ke-63. Di akhir pertandingan, Napoli hanya kebobolan lagi, tembakan beruntung Kylian Mabppe dari jarak jauh hanya menyeberang ke sisi gawang. Pertandingan berakhir dengan hasil imbang 1-1, sementara di pertemuan pertama, kedua tim sama-sama kuat 2-2. Lorenzo Insigne mengungkapkan bahwa timnya bisa menang ketika memainkan partai Liga Champions musim ini. Dimasukkan di Grup C bersama Liverpool, Paris Saint-Germain dan Crvena Zvezda, tim asuhan Carlo Ancelotti hanya mampu bermain imbang di pertandingan pertama mereka. Perjalanan Napoli ke Serbia di markas Crvena Zvezda untuk memainkan fase penyisihan grup pada Rabu (19/9/2018) dini hari.

Dalam pertandingan itu, Lorenzo Insigne dan teman-temannya hanya bisa bermain tanpa gol sampai pertandingan berakhir. “Kami harus mengatakan ini dan kami bisa mendapatkan hasil bagus untuk mencapai hasil yang baik. Kami telah mampu mewujudkannya,” tambah striker asal Brasil itu.

Pochettino Optimis Tottenham Bisa Lolos Ke 16 Besar

Kemenangan yang didapatkan dari PSV Eindhoven membuat rasa percaya diri yang dimiliki Mauricio Pochettino semakin meningkat. Pelatih klub Tottenham tersebut sangat optimis sekali menyambut dua pertandingan yang tersisa didalam kompetisi Liga Champions.

Tottenham berhasil memenangkan pertandingan melawan PSV didalam matchday empat Liga Champions. Menjalani laga di Wembley Stadion di hari Rabu tanggal 7 November 2018 dini hari WIB, Tottenham yang sempat tertinggal terlebih dahulu pada akhirnya berbalik menang dengan skor 2-1.

Kemenangan tersebut tentunya kembali membuka peluang Tottenham untuk bisa lolos kedalam babak 16 besar. The Spurs sekarang ini menempat peringkat ketiga klasemen sementara dengan terolehan enam angka didalam empat pertandingan yang sudah mereka jalani.

Tottenham berjarah enam poin dari Barca yang berada di puncak klasemen sementara dan juga sudah memastikan diri lolos kedalam babak 16 besar. Tottenham masih akan bersaing dengan Inter yang memiliki tujuh angka untuk memperebutkan satu tiket yang tersisa.

Didalam dua pertandingan yang akan datang nanti, Tottenham masih akan menghadapi Inter pada tanggal 28 November di markas sendiri dan kemudian pergi ke markas Barca disaat tanggal 11 Desember mendatang. Mereka diwajibkan untuk memenangkan dua laga tersebut agar bisa lolos kedalam babak yang berikutnya.

Setelah mengalahkan PSV, Pochettino lantas memfokuskan pertandingan melawna Inter. Pelatih berkebangsaan Argentina itu sangat yakin kalau Tottenham akan mampu untuk menaklukan Inter yang membuat jalan menuju babak 16 besar akan semakin besar.

“Ada dua lagi pertandingan dan jika kami dapat mengalahkan Inter, maka kami akan sama-sama memiliki tujuh angka dan hanya satu pertandingan yang tersisa. Semuanya pasti bisa terjadi didalam satu pertandingan,” kata Pochettino.

“Kita lihat saja, akankah Barcelona yang sudah lolos dan kami akan pergi kesana dengan memenangkan pertandingan. Saya berpikir mengenai keyakinannya saja dan masih ada dan tentu Anda kenal dengan saya, saya sangat optimis.”

“Sekarang ini fokus kepada hari Sabtu, namun didalam Liga Champions, fokusnya tentu kepada Inter dan kami sudah hampir menang dan pantas sekali dapat yang lebih dari Milan. Kami sudah bermain dengan lebih baik daripda mereka dan kami tidak beruntung pada saat kebobolan, namun saya yakin kalau kami dapat menaklukan mereka.”

“Saya sanagt optimis dan kami bisa mengalahkan mereka serta saya yakin kalau kami akan lolos ke babak berikutnya,” tutupnya.

Napoli Bermain Imbang 1-1 Dengan PSG

Tidak ada pemenang di dalam pertandingan antara Napoli melawan Paris Saint-Germain di San Paolo. Kedua kesebelasan mesti puas berbagi angka setelah bermain seri 1-1.

Persaingan di Grup C Liga Champions menjadi semakin terbuka setelah Liverpool takluk di kandang Red Star Belgrade. Liverpool saat ini mengoleksi nilai 6 poin, disusul oleh Napoli dan PSG yang masing-masing memiliki nilai 5 poin dan 4 poin sebelum pertandingan.

Akan tetapi, baik Napoli dan PSG tidak bisa memaksimalkan situasi itu. Kedua kesebelasan cuma bermain seri 1-1 di San Paolo pada hari Rabu (7/11/2018) dinihari WIB.

Tim tamu memimpin terlebih dulu melalui Juan Bernat pada akhir paruh pertama. Lantas tim tuan rumah membalasnya di babak kedua lewat tendangan penalti Lorenzo Insigne.

Dengan hasil ini, I Partenopei mengoleksi nilai 6 poin dari 4 laga. Napoli pun berbagi posisi teratas Grup C dengan Liverpool yang mempunyai jumlah poin yang sama. Sementara itu Les Parisiens berada di urutan 3 dengan nilai 5 poin dan Red Star berada di dasar dengan nilai 4 poin.

Jalannya Laga

Pertandingan berjalan dengan tempo yang lambat pada menit-menit awal. Bola lebih banyak berada di lapangan tengah.

Kesempatan pertama diperoleh PSG pada menit ke-25 melalui tendangan voli Kylian Mbappe. Akan tetapi tembakan Mbappe dari sudut sempit cuma melintas di muka gawang Napoli.

Napoli mendapatkan sepakan bebas, tapi tidak bisa memaksimalkannya. Tendangan Dries Mertens masih melenceng dari gawang PSG.

Tendangan bebas buat Napoli kembali tidak membuahkan hasil. Kali ini eksekusi Insigne mengenai pagar betis pemain PSG dan cuma menghasilkan tendangan sudut.

Tidak lama berselang, Insigne kembali mendapatkan kesempatan. Insigne melepaskan sepakan voli sambil membalikkan badan. Akan tetapi bola mengenai Marquinhos dan melenceng dari sasaran.

Malah PSG yang bisa menciptakan gol di penghujung paruh pertama. Bernat membungkam publik San Paolo setelah menggetarkan jala gawang David Ospina. Gol ini bermula dari Mbappe yang bergerak di sebelah kiri. Sesudah melakukan tusukan, lantas Mbappe melepaskan umpan tarik yang dituntaskand dengan baik oleh Bernat. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan 1-0 untuk PSG.

Di babak kedua, Napoli langsung mengambil inisiatif serangan. Tekanan yang dilancarkan oleh Napoli menghasilkan beberapa peluang.

Mertens masuk ke dalam kotak penalti usai melakukan kerjasama satu dua dan kemudian melepaskan tendangan ke arah gawang. Tembakan Mertens itu memaksa Gianluigi Buffon membuat penyelamatan bagus.

Buffon kembali menggagalkan upaya dari Mertens tidak lama berselang. Kiper veteran Italia itu menghalau sepakan lob Mertens.

Serangan-serangan yang terus dilancarkan oleh Napoli lantas menghasilkan penalti pada menit ke-61. Wasit asal Belanda, Bjorn Kuipers, memberikan hadiah penalti kepada Napoli usai Thiago Silva dan Buffon menjatuhkan Jose Maria Callejon di dalam kotak terlarang. Insigne maju sebagai algojo. Walaupun arah sepakan Insigne bisa ditebak Buffon, akan tetapi bola mengarah terlalu deras dan tidak mampu dijangkau sang kiper. Kini skor menjadi 1-1.

Mbappe membuang-buang kesempatan yang didapatnya pada menit ke-86. Berdiri dengan bebas di dalam kotak penalti saat menerima umpan Neymar, Mbappe malah tidak bisa mengarahkan tendangannya ke gawang. Tembakan Mbappe melenceng dari gawang Ospina.

Di sisa waktu pertandingan, tak ada lagi gol tambahan yang tercipta dari kedua tim. Skor 1-1 pun tetap bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.

Schmeichel Turut Berduka Atas Meninggalnya Bos Leicester

Sang kiper membuka tentang melihat kecelakaan yang merenggut nyawa Vichai Srivaddhanaprabha dan empat lainnya segera setelah lepas landas. Kasper Schmeichel mengatakan memori melihat kecelakaan helikopter yang menewaskan pemilik Leicester City Vichai Srivaddhanaprabha akan tinggal bersamanya. Helikopter itu jatuh tak lama setelah lepas landas dari lapangan Leicester pada 27 Oktober, mengklaim kehidupan pemilik klub dan empat lainnya.

The Foxes memenangkan pertandingan pertama mereka setelah insiden ketika mereka mengalahkan Cardiff City 1-0 pada hari Sabtu, yang didahului dan diikuti oleh upeti kepada Srivaddhanaprabha oleh para pemain dan penggemar. Dan Schmeichel membuka tentang dampak yang dilihat dari kecelakaan yang terjadi padanya selama seminggu terakhir, memberitahu para wartawan: “Saya ada di lapangan dan saya melambaikan tangannya. Ini adalah sesuatu yang akan tetap bersama saya, sayangnya.

“Saya melihat itu semua terjadi. Itu bukan ingatan yang bagus, tetapi saya memiliki semua dukungan yang saya butuhkan. Klub telah hebat dan semua orang telah menerima dukungan yang mereka butuhkan. ”

Kemenangan hari Sabtu terbukti sebagai pertandingan emosional bagi Schmeichel dan rekan satu timnya karena mereka terus berduka cita atas kehilangan orang yang membangun tim juara Liga Premier 2016.

“Itu sulit,” kata Schmeichel.

“Tapi kami ingin melakukannya untuk ketua dan keluarganya. Kami ingin bersama tentang ini, karena kami semua kehilangan apa yang terasa seperti anggota keluarga.

“Ketika dia mengambil alih klub ini, dia berada dalam situasi yang sangat berbahaya, dan untuk membangun apa yang dia miliki sangat menakjubkan. Ini adalah satu hal membangun tim dan klub yang dapat tampil di lapangan, tetapi kami lebih bangga dengan keluarga yang ia ciptakan dan perasaan yang ditanamkan dalam diri setiap orang yang diterima. ”

Schmeichel, Jamie Vardy dan kapten Wes Morgan adalah bagian dari delegasi pemain yang terbang ke Thailand untuk menghadiri pemakaman Srivaddhanaprabha, yang dimulai pada hari Sabtu dan akan terdiri dari satu minggu upacara untuk menghormatinya.

Tiga Gol Dianulir, Inter Menang 1-0 di Markas Sampdoria

 

Drama terjadi di pertandingan antara Sampdoria melawan Inter Milan saat 3 gol dianulir oleh VAR (Video Assistant Referee). Inter pada akhirnya menang tipis 1-0 melalui gol Marcelo Brozovic pada menit-menit akhir.

Di dalam pertandingan giornata 5 yang dimainkan di Luigi Ferraris pada hari Minggu (23/9/2018) dinihari WIB, Inter bermain ganas dengan mencatatkan total 11 tembakan dengan 3 di antaranya mengarah ke sasaran. Walaupun begitu, Sampdoria sempat menguasai jalannya pertandingan dengan membuat 6 tembakan dengan 3 di antaranya mengarah ke gawang.

Di sepanjang 90 menit, terjadi drama saat 3 gol dianulir oleh VAR. Dua dari kubu Inter dan satu dari Sampdoria.

Inter kemudian menjadi pemenang usai Brozovic menciptakan gol pada menit keempat masa injury time babak kedua. Tiga angka ini membuat I Nerazzurri naik ke peringkat 7 dengan nilai 7 poin, sama dengan punya I Blucerchiati di posisi 6, namun Inter kalah selisih gol.

Jalannya Laga

Inter melakukan 2 perubahan dengan mengistirahatkan Ivan Perisic dan Stefan De Vrij setelah kemenangan dramatis atas Tottenham Hotspur di Liga Champions.

Walaupun Sampdoria kehilangan 4 pemain kuncinya, akan tetapi mereka tampil agresif sejak menit awal. Baru 22 detik pertandingan berjalan, Fabio Quagliarella mendapatkan kesempatan melalui tendangan akrobatik, namun masih bisa diamankan Samir Handanovic.

Pada menit ke-10, Sampdoria mendapatkan kesempatan saat Gregoire Defrel mendapatkan bola di muka kotak penalti tim tamu. Setelah memutar badan, Defrel melepaskan tembakan, tapi Danilo D’Ambrosio masih bisa menghalaunya. Bola liar disambar oleh Karol Linetty, namun masih melenceng dari gawang. Inter benar-benar tidak mampu lepas dari tekanan Sampdoria. Ada lagi peluang dari Quagliarella pada menit ke-27 setelah menerima umpan Albin Ekdal, tapi tembakannya masih tepat ditangkapan Handanovic.

Inter baru bisa memberikan ancaman pada menit ke-33 saat umpan silang Antonio Candreva disambut Matias Vecino dengan sundulan di muka gawang, akan tetapi bola masih melambung.

Kejadian kontroversial terjadi pada penghujung babak pertama saat Inter mencetak gol melalui Radja Nainggolan yang melepaskan tendangan first time memanfaatkan kemelut di depan kotak penalti Sampdoria. Wasit tiba-tiba memutuskan untuk meninjau VAR sesudah ada kode dari ofisial diluar lapangan. Sesudah itu wasit menganulir gol Nainggolan karena Mauro Icardi yang berada dalam posisi offside dianggap mengganggu pandangan kiper tuan rumah, Emil Audero.

Skor 0-0 tetap bertahan sampai babak pertama berakhir.

Memasuki paruh kedua, Inter langsung tancap gas dan mendapatkan peluang mencetak gol pada menit ke-50. Akan tetapi tendangan kaki kiri Candreva yang menusuk dari sebelah kanan hanya menghantam tiang jauh gawang Sampdoria.

Lima menit berselang, Icardi memiliki kesempatan. Umpan silang dari sebelah kanan mengarah ke Icardi di dalam kotak penalti. Sambil menjatuhkan diri Icardi menyundul bola, tapi masih melenceng dari gawang.

Sesudah itu tidak banyak peluang yang bisa diciptakan kedua kesebelasan. Pada menit ke-85, peluang Quagliarella lewat tembakan jarak dekat masih melebar tipis dari gawang tim tamu.

Inter menjebol gawang Sampdoria di menit ke-87 lewat Kwadwo Asamoah dari sepakan jarak dekat usai memanfaatkan umpan silang rekan setimnya. Namun VAR lagi-lagi membatalkan gol itu karena sebelum bola diberikan kepada Asamoah, si kulit bundar sudah keluar dari lapangan permainan.

Dua menit berselang, gantian Sampdoria yang menjebol gawang Inter melalui Defrel lewat sepakan tepat di depan Handanovic. Defrel yang sudah terlanjur merayakan gol dengan membuka bajunya pun mesti gigit jari karena VAR kembali menganulir gol itu. Dalam tayangan ulang, Defrel sudah terperangkap offside.

Injury time 5 menit diberikan wasit dan akhirnya Inter-lah yang tampil sebagai pemenang usai Brozovic menggetarkan jala gawang Sampdoria di menit ke-94! Tendangan bebas dari sebelah kiri diarahkan ke dalam kotak penalti dan bola bisa dibuang oleh bek Sampdoria. Akan tetapi bola justru jatuh ke kaki Brozovic yang langsung menendangnya ke dalam gawang Audero. 1-0 untuk Inter.

Tidak lama kemudian pertandingan pun berakhir dan Inter pulang dengan 3 poin dari lawatannya ke markas Sampdoria.

Crystal Palace Ditahan Imbang Tanpa Gol Oleh Newcastle

Crystal Palace tidak bisa menemukan jalan melalui sisi Newcastle tidak ambisius sebagai pasangan bermain imbang 0-0 menjemukan di Selhurst Park sebab Mamadou Sakho dari istana memiliki kesempatan terbaik untuk bermain di 10 menit terakhir ketika ia menyundul bola dari gawang Andros Townsend maka Para pengunjung memainkan sebagian besar permainan di setengah mereka sendiri, tetapi memiliki peluang, terutama ketika James Tomkins tertangkap dalam kepemilikan oleh Ayoze Perez awal tetapi tembakan lemahnya dipegang oleh Wayne Hennesse jadi Newcastle masih mencari kemenangan pertama mereka dengan enam pertandingan hilang, sementara Palace belum mengambil kemenangan kandang pertama mereka, setelah kalah dua kali dan seri satu dari tiga pertandingan mereka di Selhurst Park kemudian Rafa Benitez telah menyarankan ini akan menjadi permainan di mana timnya akan terlihat menyerang, tetapi 10 tembakan Istana ke tiga Newcastle sebelum babak pertama menceritakan kisahnya sendiri, untuk sekali dari menghadapi Mike Ashley, yang menjadi bahan olok-olok dari klub penggemar untuk banyak permainan dan Mike Ashley berada di kotak direktur ketika Newcastle bermain di Crystal Palace

Wilfried Zaha menepis ketakutan pra-pertandingan ketika dia menghilang dari pemanasan yang memegangi punggungnya untuk mengambil peran yang luar biasa dalam, tetapi masih mengatur banyak permainan Istana saat mereka menekan maju dalam jumlah Meskipun demikian, itu adalah Newcastle yang memiliki peluang awal yang lebih baik. Perez merampok Tomkins dan berjalan melewatinya, hanya untuk gagal mencatat kekuatan yang cukup pada tembakannya untuk menguji Hennessey, sebelum Jamal Lascelles memasang sundulan dekat-pos ketika tidak diberi tanda di sudut jadi Istana datang lebih dekat ketika tendangan bebas Luka Milivojevic dari kiri mengalahkan semua orang dan memantul tiang gawang, dan itu lebih merupakan kasus nyaris gagal bagi tuan rumah sebelum turun minum dan Mereka dibebaskan tak lama setelah istirahat juga, ketika drive Joselu dari sundulan Matt Ritchie cukup sederhana untuk Hennessey Tetapi dalam 15 menit terakhir, mereka benar-benar mulai memutar sekrup di setengah di mana mereka berakhir dengan 66 persen kepemilikan, dan Sakho memiliki tujuan menganga ketika Andros Townsend menyeberang dari kiri, tapi entah bagaimana ia menuju lebar dari pos dekat dari hampir empat meter.

Akhir-akhir ini, Townsend melihat sebuah tembakan tertahan oleh Martin Dubravka, tetapi Istana dibiarkan frustrasi pada suatu sore di mana cuaca separah kualitas pertunjukan dari kedua sisi dan Wan-Bissaka memberi Paul Dummett sebuah sore yang sulit di bawah Istana, menghasilkan tiga salib dan membuat lebih banyak umpan di setengah oposisi daripada siapa pun di lapangan Tetapi di samping itu, ia membuat tiga interceptions dan lima tackle, menunjukkan pentingnya dirinya di kedua ujung lapangan, dan merupakan livewire di sekitar lapangan di Selhurst Park sebab Crystal Palace telah memenangkan hanya satu dari 11 pertandingan Premier League terakhir mereka melawan Newcastle United  kemenangan 5-1 di Selhurst Park pada November 2015 sedangkan  Newcastle gagal memenangkan 17 dari 20 pertandingan terakhir Liga Premier mereka di London namun Crystal Palace gagal mencetak gol dalam tiga pertandingan kandang Premier League berturut-turut untuk pertama kalinya sejak September 2017 jdai Newcastle telah mencetak hanya empat gol Premier League musim ini, satu lebih sedikit dari mantan striker Aleksandar Mitrovic telah menjaringkan untuk Fulham.

Richarlison Sebut Neymar Tiru Gaya Dancenya

Penyerang Everton dan Brasil mengaku menirukan bintang Paris Saint-Germain, tetapi sepatu itu kini berada di kaki lainnya Richarlison mengungkapkan Neymar adalah idola masa kecilnya, pemain depan Everton meniru trik dan potongan rambut timnya di Brasil, tetapi sepatu itu kini berada di kaki lainnya setelah jeda internasional baru-baru ini.

Richarlison telah memulai musim dengan sangat baik, mencetak tiga gol dalam banyak pertandingan untuk klub Liga Premier dan mencetak dua gol untuk Brasil awal bulan ini setelah melakukan debut internasionalnya.Pemain berusia 21 tahun itu berbicara tentang kekagumannya pada Neymar, sejauh meniru gaya rambut flamboyan gaya depan Paris Saint-Germain.

“Neymar telah menjadi idola saya sejak kecil,” Richarlison mengatakan kepada surat kabar Inggris.”Saya selalu mencoba untuk mencerminkan diri saya dalam cara dia bermain dan saya juga mencoba meniru beberapa potongan rambutnya. Ketika saya berumur 12 atau 13 tahun, saya memiliki mohican kuning. Saya tidak cukup menariknya karena saya tidak tidak memiliki produk rambut yang tepat.

“Itu akan tetap terjaga selama lima menit dan kemudian jatuh begitu saja, jadi itu tidak benar-benar berhasil. Saya memberitahunya tentang potongan rambut saat makan siang satu hari pada tugas internasional. Seluruh ruangan jatuh tentang tawa – mereka pikir itu lucu.”

Richarlison mencetak dua gol untuk Brasil melawan El Salvador awal bulan ini, merayakan dengan Neymar dengan ‘tarian merpati’.Mantan America Mineiro dan Fluminense maju mengatakan tarian itu miliknya.

“Ini adalah sesuatu yang kami terorganisir dalam pelatihan. Dia adalah penggemar tarian itu dan dia mengatakan jika kami mencetak gol dalam permainan kami akan melakukan perayaan,” kata Richarlison.”Ini adalah tarianku. Dia yang menyalinku.”

Richarlison akan mencari untuk mempertahankan pembukaan kuatnya ke kampanye 2018-19 pada hari Minggu saat Everton melakukan perjalanan ke London untuk menghadapi Arsenal.

Graeme Souness Sebut Milner Lebih Baik Daripada Pogba

 

 

 

 

Gelandang internasional Perancis telah dituduh membuat permainannya “semua tentang dia”, dengan rival di Anfield menunjukkan apa yang “pemain yang tepat” adalah

Pemain Manchester United Paul Pogba membuat permainannya “semua tentang dia”, kata Graeme Souness, dengan bintang Liverpool James Milner opsi lini tengah yang lebih baik karena ia adalah “pemain yang tepat”.

Setan Merah masih berusaha untuk membawa konsistensi dari aset  89 juta euro dengan itu berharap bahwa eksploitasi pemenang Piala Dunia dengan Perancis selama musim panas akan terbawa ke musim Liga Premier baru.

Pogba telah mengirimkan kilatan kecemerlangan di 2018-19, dengan gol yang menakjubkan terjaring di Liga Champions terakhirnya melawan Young Boys, tetapi ia memiliki banyak kritikus seperti yang dilakukannya pendukung.

Souness duduk di kategori pertama, dengan legenda Liverpool yang sering mengutarakan opini blak-blakan tentang flamboyan berusia 25 tahun.

Orang Skotlandia itu sekarang telah menyarankan agar Pogba tetap terlalu individualistis untuk menjadi salah satu yang terbaik dalam bisnis, dengan pemain yang lebih profesional seperti Milner menunjukkan kepadanya bagaimana hal-hal harus dilakukan.Ditanyakan oleh Paddy Power untuk membuat pilihan antara pemain saingan di Old Trafford dan Anfield, Souness mengatakan: “Itu mudah.

“Itu bukan pertanyaan. Milner, setiap hari dalam seminggu. Dia pemain yang tepat.“Siapa yang lebih suka aku lawan? Paul Pogba. Saya tidak ingin bermain melawan Milner.

“Tapi, dengan Pogba, ini semua tentang dia dan permainannya. Dia tidak akan menghentikan saya, dia membiarkan Anda bermain, dan itu salah satu kritik.“Memiliki bola hanya setengah dari permainan. Bagian besar menjadi pemain top, sebagaimana yang ia inginkan, adalah Anda harus menghentikan orang yang Anda hadapi.

“Dan itu bagian dari kapten. Jika saya mengalami hari yang baik, itu berarti saya menghentikan orang yang saya lawan secara langsung.“Ini bukan hanya tentang saya akan bermain dan saya akan bermain, ada sisi lain dari permainan.”Anda tidak dapat memilih ketika Anda ingin menggedornya.”

Kemampuan Pogba untuk membagi pendapat dilaporkan telah memberi tekanan pada hubungan kerjanya dengan manajer United Jose Mourinho.Souness tidak terkejut dengan pembicaraan perpecahan di Old Trafford, dengan itu “kriminal” bahwa pemain potensi tersebut belum dapat membukanya sepenuhnya.

Manchester United Siap Diuji Di Liga Champions

Paul Pogba telah memperingatkan rekan satu timnya di Manchester United akan menerima tes yang lebih ketat untuk bermain di Liga Champions menyusul kemenangan 3-0 mereka di Young Boys, united berjuang melalui pertandingan pembukaan mereka Grup H dengan Pogba mencetak dua gol dan menyiapkan ketiga gol untuk Anthony Martial dimana tim Jose Mourinho membuat awal yang percaya diri dan Para pemain muda Debutan berjuang setelah tertinggal di belakang gol pembuka Pogba dan United mampu meraih kesuksesan tandang ketiganya berturut-turut di semua kompetisi, namun, Pogba tahu tiga pertandingan Eropa berikutnya akan menjadi barometer nyata untuk seberapa jauh mereka bisa pergi musim ini, mengingat mereka menghadapi Juventus dua kali setelah menyambut Valencia ke Old Trafford.

“Kami mulai dengan tiga poin, itu yang paling penting, Kami tahu bahwa kami memiliki tim yang lebih besar dan kami harus mendapatkan hasil yang kami inginkan, karena kami bermain di Liga Champions dan itu hanya untuk tim papan atas, Jelas itu tidak akan mudah, tetapi kami harus melewati grup ini.” Pogba mencetak gol kedua dari titik penalti, pemain asal Prancis itu mengesampingkan kenangan gagalnya Pinalti melawan Burnley untuk menggandakan keunggulan United sebelum turun minum. “Saya tidak ragu mengambil penalty, Saya tahu saya merindukan yang satu itu  saat melawan Burnley, tetapi saya memberi tahu Jose Mourinho saya tidak akan melakukan kesalahan yang sama kali ini.”

“Saya memiliki kepercayaan diri para pemain juga, mereka membiarkan saya mengambilnya juga, jadi saya berterima kasih kepada mereka untuk ini dan saya berterima kasih kepada manajer dan Yang paling penting adalah memasukkan bola ke dalamnya dan itulah yang terjadi, jadi saya senang kami bisa menang karena saya akan terus berusaha lebih baik untuk membawa United bisa menjadi juara walau saya tahu kalau itu bukanlah hal yang mudah karena banyak sekali tantangan berat yang ada di Liga Champions menanti kami di pekan selanjutnya.”

Malcom Ingin Sesukses Neymar Dan Ronaldinho Di Barca

Barcelona – Malcom tengah akan memulai kariernya bersama dengan Barcelona. Winger asal Brasil tersebut mengungkapkan keinginannya supaya dapat sesukses pendahulunya, yakni Ronaldinho serta Neymar.

Malcom diboyong ke Catalan usai hampir bergabung ke AS Roma pada musim panas ini. Barcelona pun merebut pemain berusia 21 tahun tersebut usai mengajukan tawaran dengan yang lebih tinggi (41 juta euro) atas Roma.

Transfermarkt menyebut, Malcom menjadi pemain asal Brasil ke-31 di dalam sejarah tim Blaugrana. Misalnya saja, Ronaldinho. Dirinya sukses mempersembahkan dua gelar La Liga serta satu kali Liga Champions dan dua kali terpilih dengan sebagai Pemain yang Terbaik Dunia.

Sedangkan itu, Neymar sendiri membantu Barca meraih treble yang keduanya pada 2015. Selama dalam empat musim, pemain yang saat ini memperkuat Paris St. Germain tersebut sudah mengumpulkan delapan trofi termasuk tiga Copa del Rey, dua La Liga, serta sekali Liga Champions. Pemain gesit tersebut juga secara konsisten masuk dengan sebagai kandidat peraih Ballon d’Or.

Malcom sendiri segera menyusul rekan-rekan yang barunya untuk melakoni turpramusim pada Amerika Serikat. Dirinya dapat bikin debut kompetitif dengan berseragam Barca ketika menghadapi Sevilla pada Piala Super Spanyol, di 13 Agustusus.

“Aku memang memiliki peluang bergabung Barcelona serta semenjak kecil aku telah bermimpi bermain bagi klub ini, bersama pemain-pemain yang terbaik di dunia, yang berada di sini,” ujar Malcom.

“Disaat aku tumbuh dewasa, aku amat menyukai Ronaldinho dan lalu Neymar menjadi [idolaku]. Kuharap dapat mengikuti jejak yang sama dengan para pemain Brasil yang telah pernah bermain bagi Barcelona dan juga mempunyai kesuksesan yang sama,’’ sambung Malcom.

Kepindahan dari Malcom ke Catalan bikin kubu Roma berang dan juga tengah mempertimbangkan untuk melayangkan gugatan. Wakil presiden Barca, yakni Jordi Mestre menanggapi polemik dari saga transfer Malcom dengan santai.

“Saya dapat memahami transfernya berakhir buruk untuk Roma, Monchi [direktur olahraga] serta presiden mereka. Namun itu memang bagian dalam negosiasi. Sang pemain lah yang bikin keputusan [akhir],” ungkap Mestre.