Pochettino Diisukan Hengkang Jika Tottenham Juara Liga Champions

Mauricio Pochettino memberikan sebuah kode bahwa dirinya akan pergi dari Tottenham Hotspur jika berhasil menjadi juara dalam kompetisi Liga Champions. Fokus The Spurs untuk menjadi juara dia tegaskan tidak akan terganggu.

Pochettino sudah sukses untuk mencatatkan sejarah dengan membawa Tottenham Hotspur pertama kalinya menuju babak final kompetisi Liga Champions. Hal terebut terjadi setelah mereka mampu menaklukan Ajax Amsterdam didalam babak semifinal.

Keberhasilan tersebut lantas membuat banyak sekali klub besar yang berminat untuk mendatangkan manajer asal Argentina itu. Klub AC Milan dan juga Manchester United dikabarkan sangat tertarik untuk mendapatkan jasa dari pria yang berusia 47 tahun tersebut.

Pochettino sendiri sudah memberikan isyarat bahwa dirinya akan pergi dari klub asal kota London tersebut pada saat musim panas nanti. Gosip tersebut sempat dikhawatirkan akan mengganggu konsentrasi dari para pemain The Lilywhites menjelang pertandingan pamungkas Liga Champions di musim ini.

Akan tetapi Hugo Lloris yang merupakan kapten klub menegaskan kalau tim yang diperkuatnya akan tetap fokus kedalam pertandingan terakhir Champions League. Dia juga menjelaskan gosip tersebut sama sekali tidak akan mengurangi rasa hormat mereka kepada sang manajer.

“Kami akan terus fokus kedalam pertandingan final Liga Champions. Kami semuanya sangat menghormati manajer kami dan kami akan tetap melakukannya. Dia sudha melakukan banyak sekali hal bagi kami dan juga membantu kami untuk terus berkembang dengan sangat baik. Andai saja Tottenham berada didalam level yang sekarang ini, semua itu tentu berkat dirinya,” kata Lloris.

“Sangat luar biasa sekali dapat memainkan pertandingan inal Liga Champions dan kami tentu akan melakukan semua yang dapat kami lakukan untuk bisa memenangkan laga itu. Prioritas utama yang kami punya sekarang adalah untuk mendapatkan istirahat yang cukup. Satu-satunya fokus kami pada saat pekan depan adalah untuk memulihkan stamina kami dan siap pergi ke Madrid.”

“Anda tentu dapat melihat seberapa lelah kami di saat babak kedua menghadapi Everton. Kami mengakhirinya dengan terduduk,” ujar penjaga gawang yang berasal dari Prancis tersebut.

Pertandingan final Liga Champions nanti akan mempertemukan Tottenham menghadapi Liverpool dalam laga yang dilangsungkan di Wanda Metropolitano pada tanggal 2 Juni yang akan datang.

Keylor Navas Akan Kemana?

Keylor Navas diisebut-sebut sudah tidka lagi diinginkan oleh klub Real Madrid. Kemana nantinya penjaga gawang yang berusia 32 tahun tersebut akan bisa pergi?

Salah satu media di Spanyol mengabarkan kalau Navas telah dipersilahkan untuk pergi dari Santiao Bernabeu pada saat akhir musim nanti atas keinginan dari para petinggi klub. Zinedine Zidane sendiri disebut sudah menyerah untuk terus mempertahankan si pemain tersebut.

Masih belum diketahui kemana nantinya penjaga gawang yang berasal dari negara Kosta Rika tersebut akan hengkang. Namun beberapa media di Spanyol menyebut ada sejumlah klub besar yang siap menjadi tempat pelabuhan yang berikutnya bagi Navas, terlebih lagi dia disebut-sebut akan dilepas dengan harga yang sangat murah mengingat kalau kontraknya juga akan berakhir pada saat musim depan.

Salah satu klub yang paling memungkinkan adalah Arsenal. Meriam London pada akhir musim ini telah ditinggal oleh penjaga gawang utama mereka, Petr Cech dikarenakan sudah memutuskan untuk hengkang. Kehilangan Cech tentunya bisa mereka tambal dengan mendatangkan Navas.

AS Roma juga disebut-sebut menjadi klub yang meminati Navas. Giallorossi hingga sekarang ini masih belum bisa mendapatkan penjaga gawang yang selevel dengan Alisson Becker yang diboyong oleh Liverpool pada saat musim panas yang lalu.

Robin Olsen yang diharapkan akan menjadi penerus masih belum dapat memuaskan Roma. Penjaga gawang yang berasal dari Swedia tersebut tercatat kebobolan sebanyak 58 buah gol didalam 35 pertandingan yang dia jalani.

Paris Saint-Germain juga dikabarkan memberikan tawaran kepada penjaga gawang klub Manchester United, David de Gea. Hal itu juga menjadi pertanda bahwa kontrak yang dimiliki oleh Gianluigi Buffon mungkin tidak akan lagi diperpanjang.

Andai saja rumor mengenai PSG dan juga De Gea menjadi kenyataan, MU juga bisa mengambil langkah cepat dengan menjadikan Navas sebagai pengganti De Gea. Dengan keberadaan Navas juga pastinya dapat menjadi modal yang cukup bagus untuk menambah pemain yang memiliki banyak pengalaman pada ruang ganti yang dimana MU sekarang ini sedang dihuni oleh para pemain muda.

Navas tentunya dapat menjadi alat tukar bagi Madrid untuk bisa mendatangkan De Gea. Dengan performa Thibaut Courtois yang sekarang belum bagus, bukan berarti Madrid tidak akan lagi melirik De Gea yang sempat hampir masuk ke Santiago Bernabeu pada saat tahun 2015 yang lalu.

Dua Laga Tersisa, Inter Tak Boleh Lagi Buang Angka

Inter Milan masih terus berusaha untuk menjaga kans mereka untuk menyudahi musim ini pada peringkat empat besar. Dua ujian terakhir yang akan dihadapi oleh Inter adalah Empoli dan juga NApoli.

Inter mendapatkan tekanan yang hebat untuk dapat meraih tiga angka saat menghadapi Chievo di markas sendiri, Gieseppe MEazza di hari Selasa tanggal 14 Mei 2019 dini hari WIB. Pasalnya Atalanta, AS Roma, AC Milan, Lazio dan juga Torino yang merupakan para rival Inter mampu untuk menang.

Dengan persaingan yang semakin ketat didalam dua pekan yang tersisa, Inter sudah tidak lagi boleh kehilangan angka. Terlebih lagi didalam lima laga yang terakhir Inter hanya mampu menang satu kali dan bermain imbang sebanyak empat kali.

Posisi ketiga pada awalnya sangat nyaman diduduki oleh Inter yang sempat didekati oleh Atalanta yang sudha bermain sangat impresif belakangan ini. Namun Inter lantas menjawab tekanan tersebut dengan memenangkan laga melawan Cheivo dengan skor 2-0 berkat gol dari Ivan Perisic dan juga Chievo.

“Saya sudah melihat kedewasaa, ketajaman, ketenangan serta kewaspadaan dari pemain-pemain agar tidak lagi berbuat hal yang bodoh dikarenakan biasanya disaat buntu, Anda dapat hilang kendali serta terlalu banyak mengambil resiko,” kata Lucuano Spalletti yang merupakan pelatih klub Inter.

“Kai sudah terorganisir dan saya merasa kalau kami tampil seperti itu dan juga membuat banyak sekal peluang, sekalipun kami kesulitan agar dapat mengunci hasil dari secepatnya,” lanjutnya.

Inter kembali lagi kedalam peringkat ketiga klasemen dengan terolehan 66 angka didalam 36 laga yang sudah mereka jalani. Dua pertandingan yang harus dilewati adalah menghadapi Napoli dan juga Empoli.

Satu kemenangan saja dari dua pertandingan yang tersisa sejatinya telah cukup untuk membawa Inter Milan bisa finis pada peringkat empat besar. Hal tersebut tentunya bisa menjadi hadiah besar bagi Inter yang telah menjalani musim yang sangat sulit.

Milan sendiri sekarang ini hanya berjarak sebanyak empat angka saja dari AC Milan dan Roma yang ada diurutan kelima dan keenam. Jika Mereka kalah lagi dalam dua laga yang terakhir dan Roma, Milan dan atalanta mampu untuk memenangkan semua laga yang tersisa, maka Inter akan gagal untuk mengakhiri musim di peringkat empat besar.

5 Pemain yang Sempat Membela Barcelona dan Madrid

 

Seteru kekal bebuyutan, Real Madrid serta Barcelona akan kembali berjumpa minggu ini. Tidak hanya sekali, dalam satu pekan ini ke-2 team akan berjumpa 2x di dua arena berlainan.

Yang pertama, pertemuan ke-2 team berlangsung di leg ke-2 semi final Copa del Rey pada Kamis (28/2/2019) pagi hari WIB. Sesudah itu ke-2 team akan bertanding di kelanjutan La Liga minggu ke-26 pada Minggu (3/3/3019) pagi hari WIB.

Santiago Bernabeu bisa menjadi saksi buat ke-2 laga El Clasico itu. Real Madrid akan berusaha untuk akhiri empat laga tiada kemenangan menantang juara Spanyol itu.

Pada El Clasico pertama musim ini dalam arena La Liga, Los Blancos dibantai Barcelona 1-5 di Camp Nou. Sesudah itu, hasil imbang 1-1 memberi warna pertemuan ke-2 team pada leg pertama semi final Copa del Rey.

Walau Madrid serta Barcelona telah ikut serta pertarungan seru saat sekian tahun, terdapat beberapa pemain yang sempat membela ke-2 team dalam selama karirnya. Hal tersebut jelas membuat aroma pertarungan di El Clasico makin memanas.

Di bawah ini lima pemain yang sempat bermain untuk Barcelona serta Real Madrid.

Michael Laudrup

Pemain terunggul Denmark selama hidup ini bermain untuk Barcelona dari 1989 sampai 1994. Dia adalah salah satunya bintang “Dream Tim” Barcelona bimbingan Johan Cruyff.

Laudrup begitu impresif untuk Barca serta memenangi empat titel La Liga beruntun. Merea pun memenangi Piala Champions pada tahun 1992 serta itu adalah trofi pertama dalam riwayat club.

Saat musim 1993-94, Cruyff akan memutuskan untuk mencadangkan Laudrup pada sejumlah besar musim. Hal tersebut untuk memberikan jalan pada penyerang asal Brasil Romario.

Ini memaksa playmaker Denmark itu untuk mencari team baru serta ia geser ke Real Madrid.

Laudrup menolong Los Blancos memenangi titel La Liga pada musim pertamanya serta Real selanjutnya dapat akhiri dominasi Barcelona di La Liga.

Pemain terunggul Denmark selama hidup ini bermain untuk Barcelona dari 1989 sampai 1994. Dia adalah salah satunya bintang “Dream Tim” Barcelona bimbingan Johan Cruyff.

Laudrup begitu impresif untuk Barca serta memenangi empat titel La Liga beruntun. Merea pun memenangi Piala Champions pada tahun 1992 serta itu adalah trofi pertama dalam riwayat club.

Saat musim 1993-94, Cruyff akan memutuskan untuk mencadangkan Laudrup pada sejumlah besar musim. Hal tersebut untuk memberikan jalan pada penyerang asal Brasil Romario.

Ini memaksa playmaker Denmark itu untuk mencari team baru serta ia geser ke Real Madrid.

Laudrup menolong Los Blancos memenangi titel La Liga pada musim pertamanya serta Real selanjutnya dapat akhiri dominasi Barcelona di La Liga.

Luis Enrique

Luis Enrique ialah salah satunya pemain yang geser langsung dari Real Madrid ke Barcelona.

Ia geser ke Madrid pada tahun 1991 serta habiskan lima musim di Bernabeu. Enrique dapat cetak 18 gol dalam 213 penampilannya untuk club.

Enrique memenangi Copa del Rey pada tahun 1993 serta La Liga dua tahun lalu dengan Los Blancos, sebelum geser ke club lawan Barcelona dengan status bebas transfer.

Karir Enrique di Barcelona mengagumkan sesudah mainkan 300 laga untuk club serta cetak lebih dari 100 gol. Ia memenangi tujuh titel di Camp Nou, termasuk juga dua La Liga serta satu Piala Winners.

Samuel Eto’o

Samuel Eto’o mengawali karir profesionalnya di Santiago Bernabeu serta pemain Kamerun itu cuma bermain enam kali untuk Real Madrid.

Eto’o lalu geser ke Barcelona pada 2004 sesudah bermain empat musim bersama dengan Real Mallorca.

Eto’o cetak 130 gol dalam 199 tampilan untuk Barcelona serta mungkin ialah salah satunya pemain favorite pengagum di Camp Nou.

Ia memenangi tiga titel La Liga bersama dengan Barca serta mainkan peranan terpenting dalam membawa club memenangi treble bersejarah pada tahun 2009 dengan cetak 36 gol di semua pertandingan.

Luis Figo

Luis Figo ialah bakat mengagumkan yang begitu di cintai di Camp Nou semenjak kehadirannya di Barcelona pada 1995.

Figo mainkan 249 laga untuk team Catalan serta cetak 45 gol membawa klubnya. Ia sukses mencapai dua titel La Liga pada 1998 serta 1999.

Penampilannya menantang Real Madrid membuat mendapatkan status legenda di Barcelona. Akan tetapi, semua selesai pada tahun 2000 saat dia geser ke Madrid dalam salah satunya transfer sangat polemis dalam riwayat sepakbola.

Setiap saat bermain di Camp Nou bersama dengan Real, Figo tetap mendapatkan cemoohan dan lemparan benda, seperti korek api, botol minum mineral serta bahkan juga kepala babi, dari beberapa supporter Barcelona.

Pemain Portugal itu habiskan lima tahun di Bernabeu serta memenangi Liga Champions pada tahun 2002 dengan Galacticos yang populer. Ia saat ini dicap menjadi pengkhianat oleh supporter Barcelona.

Ronaldo

Ronaldo cuma habiskan satu musim di Barcelona dengan cetak 47 gol dalam 49 laga serta jadi pemain termuda yang sempat memenangi Pemain Terunggul Dunia FIFA pada umur 20 tahun.

Ia geser ke Inter pada tahun 1997, sebelum di tandatangani kontrak dengan Real Madrid sesudah Piala Dunia 2002.

Supporter Barcelona sangat sakit hati dengan transfer Ronaldo layaknya seperti Figo, mungkin sebab Ronaldo cuma habiskan setahun di Camp Nou.

Pemain Brasil itu membuat 177 tampilan untuk Real Madrid serta cetak 104 gol. Ia memenangi titel La Liga 2x, tapi tidak dapat memperoleh trofi Liga Champions.

Berbual, Kapten City Mau Ikuti Sikap Kepa Arrizabalga

 

Kapten Manchester City, Vincent Kompany, menghina sikap sikap penjaga gawang Chelsea,Kepa Arrizabalaga yang tidak ingin ditarik keluar. Ini berlangsung waktu Manchester City menantang Chelsea di final Piala Liga di Wembley Fase, Minggu malam (24/2/2019).

Alih-alih memberikan komentar serius tentang sikap Kepa Arrizabalaga, Kompany justru membuatnya bahan olok-olokan. Ia menjelaskan, jika dapat ikuti langkah Kepa yang menampik ditarik keluar oleh pelatih.

Pada saat injury time, Maurizio Sarri punya niat masukkan Willy Caballero sesudah lihat Kepa Arrizabalaga alami kesakitan di lapangan. Tapi, penjaga gawang asal Spanyol itu dengan tegas menampik ketetapan sang manajer serta pilih melanjutkan permainan.

Kepa Arrizabalaga lantas meneruskan permainan sampai ke set beradu penalti, serta sudah sempat lakukan penyelamatan pada eksekusi Leroy Sane. Akan tetapi, tindakan heroiknya itu tidak dapat membantu The Blues terlepas dari kekalahan.

Demikian laga selesai, bermacam tanggapan juga banyak muncul. Vincent Kompany, bek Manchester City, menyikapi sikap Kepa lewat cara jenaka. Dia menjelaskan dianya tertarik untuk lakukan hal yang sama, waktu dia ingin ditarik keluar lapangan oleh sang pelatih, Josep Guardiola.

“Tentunya saya tidak sempat lihat yang semacam itu,” papar Kompany pada Sky Sports.

“Saya mengharap dapat mengerjakannya dari mulai saat ini sampai kelak waktu tidak ingin ditarik keluar,” tuturnya.

Willy Caballero gagal masuk ke lapangan, serta kelihatannya ketetapan itu dapat disyukuri Kompany. Saat membela Manchester City, persisnya dalam pertandingan final Piala Liga 2016 kontra Liverpool, dia jadi penyelamat pada set beradu penalti.

“Saya ketahui berapa bagus Willy dalam beradu penalti. Waktu kami menang di pertandingan ini menantang Liverpool, ia mengagumkan. Ia memenangi penalti untuk kami,” imbuhnya.

“Itu bisa menjadi satu permainan pikiran yang perlu dijalani. Itu tidak berlangsung serta keyakinan diri muncul untuk cetak penalti,” katanya.

Dalam pertandingan itu, Willy Caballero sukses selamatkan tiga dari empat eksekusi penalti Liverpool, membuat Manchester City menang dengan score 3-1.

Sarri Katakan Kejadian Kepa Cuma Selisih Paham Saja

 

Penjaga gawang Chelsea, Kepa Arrizabalaga, sudah sempat menunjukkan tingkah laku kurang menyenangkan pada sang manajer, Maurizio Sarri, dalam pertandingan final Piala Liga kontra Manchester City, Minggu malam (24/2/2019).

Kepa sudah sempat tunjukkan tindakan heroik dalam laga yang perlu disudahi dengan drama beradu penalti itu. Dia sukses menepis eksekusi Leroy Sane yang ditunjuk menjadi penendang ke-3 City. Akan tetapi, itu tidak dapat menolong The Blues mencetak kemenangan.

City sukses menjaga titel juara sesudah menang 4-3 atas Chelsea.

Satu diantara peristiwa menarik yang dapat disaksikan dalam pertandingan kesempatan ini ialah insiden yang berlangsung diantara Sarri serta Kepa. Manajer asal Italia itu sebelumnya punya niat ganti Kepa yang tampak alami kram di dalam lapangan.

Dia telah minta Willy Cabalero untuk siap-siap menggantikannya. Akan tetapi, Kepa menampik perintah Sarri untuk keluar lapangan serta kembali meneruskan permainan.

Sarri tidak lihat itu menjadi persoalan yang besar. Bekas manajer Napoli itu lantas berkata insiden dianya dengan Kepa berlangsung cuma sebab salah pengertian semata-mata.

“Itu ialah salah paham yang besar,” tutur Sarri seperti yang diambil dari situs sah club.

“Saya ketahui ia alami kram, jadi saya tidak ingin seseorang penjaga gawang bermain di set beradu penalti dengan keadaan semacam itu,” sambungnya.

Bahkan juga, selanjutnya, Sarri menyebutkan ketetapan Kepa telah pas, walau dibalut sikap yang kurang menyenangkan. Dia mengakui sudah sempat geram karena perlakukan anak asuhannya itu padanya.

“Kepa telah benar, walau triknya berlaku tidak pas. Dengan mental dia pas, ia dapat meneruskan permainan ke beradu penalti,” lebih Sarri.

“Tetapi, saya baru mengerti semua waktu dokter bisa kembali, bukan awal mulanya. Saya begitu geram. Saya ingin bicara kepadanya sebab ia mesti memahami jika dengan salah paham, kami dapat alami permasalahan, terpenting dengan anda [media],” katanya.

Di lain sisi, sikap Kepa mengundang bermacam reaksi kemarahan dari beberapa kelompok, satu salah satunya dari Chris Sutton. Figur yang sempat membela The Blues itu bahkan juga mengatakan Kepa telah tidak kembali patut mengenakan seragam Chelsea.

Banyak Cedera Pemain MU Buka Peluang untuk Pemain Muda

 

Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer mulai bicara sekitar badai cedera yang menerpa timnya. Solskjaer menyebutkan jika dia kemungkinan akan menyertakan beberapa pemain muda dalam timnya untuk beberapa minggu ke depan.

Sebelum laga menantang Liverpool, ada banyak pemain United yang alami cedera. Anthony Martial, Jesse Lingard, Marcos Rojo serta Nemanja Matic diberitakan mesti mangkir sebab alami cedera.

Akan tetapi pada laga menantang Liverpool tempo hari, badai cedera United makin lebih buruk. Marcus Rashford, Ander Herrera serta Juan Mata memperoleh cedera pada pertandingan itu.

Solskajer mengakui tidak demikian cemas dengan badai cedera itu. “Kami mempunyai team yang kuat, team kami betul-betul kuat,” membuka Solskjaer pada MUTV.

Solskjaer menyebutkan jika MU mempunyai kedalaman team yang bagus hingga beberapa pemain yang sampai kini kurang memperoleh jam bermain siap untuk unjuk gigi.

“Kami mempunyai pemain yang ingin bermain. serta kami dapat lihat semangat itu di ruangan ubah kami sesudah laga barusan tuntas.”

“Kami ketahui jika kami tidak bermain dengan demikian bagus ini hari, akan tetapi kami bertahan dengan begitu rapat menjadi satu team ini hari.”

Pada kesempatan kali ini Solskjaer memberikan indikasi jika dia kemungkinan akan menyertakan beberapa pemain muda Manchester United.

“Ini hari kami kehilangan beberapa pemain sebab cedera otot, cedera hamstring. Akan tetapi kami mempunyai beberapa pemain muda yang begitu bagus yang dapat bermain buat kami, hingga kami tak perlu sangat mencemaskan badai cedera ini.”

“Kami mujur miliki dua hari untuk memulihkan keadaan kami. Michael (Carrick) mungkin bisa jadi kembali pada atas lapangan, akan tetapi keadaan cedera ini belumlah demikian kronis sebab kami belum juga memerlukan saya kembali bermain diatas lapangan, akan tetapi saya dapat katakan kami akan baik-baik saja.” canda pelatih 45 tahun itu.

Manchester United akan melawan Crystal Palace di laga minggu ke 28 Premier League pada tengah minggu kelak.

Bournemouth Ditahan Imbang Wolves

Josh King mencetak gol tetapi kemudian gagal mengeksekusi penalti saat tendangan penalti Raul Jimenez menyelamatkan satu poin bagi Wolves di Bournemouth, Sabtu yakni King membuka skor dengan penalti menit ke-14, sebelum Jimenez menyamakan kedudukan dengan tendangan penaltinya yang sukses tujuh menit menjelang pertandingan usai Namun, tuan rumah melewatkan kesempatan untuk mengambil ketiga poin ketika King gagal mengeksekusi penalti pada pertandingan penuh semangat di pantai selatan yang menghasilkan 25 pelanggaran dan 10 kuning Alhasil, Wolves tetap kedelapan di Liga Premier, sementara Bournemouth naik ke urutan ke-10 sebab Roger East adalah perubahan terlambat sebagai wasit di Vitality, dan pejabat itu menjadi pusat perhatian di babak pertama setelah memberikan satu penalti dan secara kontroversial menolak untuk memberikan yang lain sehingga Tuan rumah memimpin ketika Tuan East dengan tepat memutuskan bahwa King telah tersandung di kotak oleh Joao Moutinho, dengan pemain internasional Norwegia melakukan sisanya dari titik penalti untuk gol liga kesembilannya musim ini Namun, Wolves akan merasa dirugikan karena mereka tidak diberi kesempatan untuk menyamakan kedudukan hanya enam menit kemudian setelah bola tampaknya mengenai lengan Chris Mepham ketika bek membuat hash mencoba membersihkan bola untuk sepak pojok.

Jimenez dengan acuh tak acuh menggulirkan penalti untuk gol liga ke-10 musim ini, hanya untuk Bournemouth diberi kesempatan untuk merebut kembali kepemimpinan hanya beberapa menit kemudian setelah perjalanan Ivan Cavaleiro pada Ryan Fraser Namun, kali ini, King menembak ke luar tiang kanan, meski dengan pelanggaran yang sebenarnya terjadi di luar kotak, Wolves akan merasa keadilan telah dilakukan Tetapi mereka mungkin tidak merasa bahwa itulah yang terjadi dengan gelandang Bournemouth Jefferson Lerma, yang tampaknya beruntung hanya dapat dipesan setelah sikunya yang terbang meninggalkan Joao Moutinho yang marah dengan wajah berdarah 20 menit dari waktu karena Atas dasar tampilan yang halus seperti sutra ini, Anda dapat melihat mengapa beberapa yang disebut Big Boys di Liga Premier dilaporkan tertarik untuk merekrut bek tengah berkelas Bournemouth sebab Pemain internasional Belanda itu tidak melakukan kesalahan sepanjang sore, membuat banyak intersepsi vital untuk mencegah lini depan Wolves yang berbahaya mencetak gol jadi Ake benar-benar sensasional hari ini, terutama di babak kedua ketika dia mempertaruhkan segalanya. Dia memiliki keputusan besar untuk dibuat dan benar-benar man of the match,” kata pakar Olahraga Sky Charlie Nicholas tentang kinerja pemain.

Eddie Howe: “Satu-satunya bahaya dengan VAR, jika Anda melihat keputusan itu, mungkin keputusan Ryan ada di luar kotak tetapi ada yang jelas? Tidak, mungkin tidak. Jadi itu masih akan menjadi interpretasi orang lain sebab Saya pikir yang Ryan mungkin di luar kotak dengan jujur ??tapi saya belum melihatnya lagi. Yang pertama saya melihat sesuatu, kusut kaki. Yang paling mungkin saya pikirkan adalah penalti mereka Hanya saja kamu jarang melihat mereka diberikan. Adam berkomitmen untuk tantangannya, Doherty melepaskan tembakannya. Aku benar-benar tidak mengharapkan penalti diberikan sedangkan Nuno Espirito Santo: “Hasil yang tidak pernah kita ketahui dan keadilan dalam sepakbola terkadang tidak adil jika Anda menginginkannya Tapi yang saya lihat adalah pertandingan yang sangat emosional dan kompetitif, kedua tim berusaha memenangkan pertandingan. Babak pertama, saya pikir kami bermain dengan sangat baik, babak kedua tidak begitu baik maka Saya pikir yang pertama (penalti) cukup keras, “kata orang Skotlandia itu kepada Sky Sports.” Yang kedua agak lunak menurut pendapat saya, untuk Wolves. Mungkin itu seimbang jika Anda suka. ”

 

 

Arsenal Menang Dua Gol Tanpa Balas Atas Southampton

Gol pada babak pertama dari Alexandre Lacazette dan Henrikh Mkhitaryan membuat Arsenal menang 2-0 atas Southampton yang membawa mereka ke tempat keempat di klasemen Liga Premier dimana Lacazette diberikan salah satu peluang paling sederhana yang bisa ia harapkan setelah enam menit ketika tendangan voli Mkhitaryan menemukannya tanpa tanda enam meter dan ia mengarahkan bola melewati kiper Saints Angus Gunn dengan tendangan cerdas kemudian Mkhitaryan berubah dari penyedia menjadi pencetak gol 11 menit kemudian, membalikkan umpan silang Alex Iwobi yang dibelokkan ke gawang dengan sudut yang tenang di sudut dekat dari kanan sedangkan Southampton sesekali mengancam dan Matt Targett dua kali memaksa Bernd Leno melakukan penyelamatan cerdas, tetapi Arsenal kembali ke posisi empat besar dan di atas Manchester United dengan kemenangan namun Southampton memulai dengan semangat yang sama dari kemenangan mengejutkan mereka atas Arsenal pada bulan Desember dan bisa memimpin dalam lima menit ketika Nathan Redmond melakukan dengan sangat baik untuk mengalahkan jebakan offside dan memotong ke dalam, tetapi tendangannya diblok oleh kaki Leno.

Arsenal segera memberi pengunjung mereka pelajaran dalam menyelesaikan karena mereka membuat bola maju dalam hitungan detik, dengan umpan silang Iwobi mencapai Mkhitaryan, yang tendangan setengah voli melintasi gawang Lacazette dan sentuhan kedua pemain Prancis itu melepaskan bola melewati Gunn dari enam meter dengan Targett menguji kiper Gunners, Leno lagi ketika ia menyalip melewati Stephan Lichtsteiner ke kiri, tetapi dua tangan yang kuat terus melepaskan tembakannya ke arah tiang jauh kemudian Arsenal menggandakan keunggulan mereka dalam keadaan lucu ketika izin buruk Gunn mendarat dengan sempurna untuk Iwobi, yang umpan silangnya dibelokkan jatuh dengan baik bagi Mkhitaryan untuk menggeser bola ke dalam tiang jauh karena Lacazette seharusnya menyingkirkan permainan dari pandangan Southampton ketika Sead Kolasinac tanpa mementingkan diri sendiri memainkan bola untuknya dalam posisi mencetak gol yang bagus, tetapi ia berkobar dari jarak yang sama dengan pembuka dan membiarkan Saints lolos dengan Dua perubahan paruh waktu menyerang dari tim tamu tidak banyak memberi inspirasi bagi mereka untuk kembali bermain, dan Arsenal menguasai sebagian besar 45 menit kedua seperti pertandingan latihan sebab Terlambat, pemain pengganti Pierre-Emerick Aubameyang bisa saja menambahkan yang ketiga tetapi tendangan silangnya ke arah Lacazette dicegah oleh kaki Gunn yang tertinggal jadi Voli Targett memanggil Leno untuk beraksi lagi, tetapi keunggulan Arsenal tidak pernah dalam bahaya besar saat mereka berjalan kembali ke empat besar.

Pemain sayap Arsenal sering berjuang dengan bola terakhirnya tetapi pertandingan serba sangat baik melawan Southampton, yang ditampilkan oleh keterlibatannya dalam kedua gol sebab itu adalah salibnya yang Mkhitaryan berbalik ke arah gawang untuk pembuka Lacazette, dan yang lainnya dihabisi oleh Mkhitaryan untuk menggandakan keunggulan bahkan Dia memasukkan lebih banyak umpan silang dalam permainan terbuka daripada siapa pun (5), dan juga membuat lebih banyak umpan kunci (3) daripada rekan setimnya dengan kemenangan ini Arsenal tetap menjaga peluang untuk bersaing di posisi papan atas dengan menargetkan bisa lolos ke LIga Champions musim depan adalah harapan mereka untuk bisa bersaing di Eropa untuk menjadi juara musim ini, Arsenal seperti sangat sulit sebab penampilan mereka kurang meyakinkan musim ini.

 

Brentford Menang Telak Atas Hull

Said Benrahma mencetak hattrick ketika Brentford datang dari belakang ke pantai untuk kemenangan 5-1 atas Hull di Griffin Park sebab Gol dari pencetak gol terbanyak Neal Maupay, Kamohelo Mokotjo dan treble pemain sayap Aljazair membatalkan gol pembuka Fraizer Campbell pada menit ke-24 untuk Macan kemudian Kamil Grosicki memiliki peluang besar untuk memberi tim tamu keunggulan setelah 10 menit tetapi tendangan voli di tiang jauh melebar tipis di atas sudut sebab Mantan pemain City Moses Odubajo melakukan usaha pertama tepat sasaran untuk tuan rumah yang kurang bersemangat setelah 20 menit, tetapi kiper David Marshall menangkis upaya rendahnya yang melebar dan Campbell kemudian bangkit tanpa tanda di kotak penalti untuk memberi umpan silang pada sayap kiri Grosicki setelah 24 menit untuk membuat Hull unggul karena Tujuannya memicu Lebah menjadi hidup dan mereka membalas dalam waktu lima menit ketika Mokotjo melewati sudut bawah dari tepi kotak setelah berbalik cepat dan lulus dari Benrahma maka Maupay kemudian memiliki peluang besar tetapi mengebor usahanya hanya dengan melebar dimana Said Benrahma mencetak hat-trick untuk Brentford

Benrahma menguasai bola dan menempatkan tuan rumah memimpin setelah setengah jam dengan menggiring bola melewati tiga pemain belakang Tigers yang berakhir dengan tendangan melengkung ke sudut atas sedangkan Hull, yang memulai permainan dengan sangat baik dan dengan tempo yang tinggi, goyang dan tidak mengherankan ketika London menambah keunggulan mereka, Maupay memanfaatkan dari garis byline untuk Benrahma untuk memotong bola melewati kiper Seperti babak pertama, Hull memulai lebih terang setelah istirahat dan hanya menyelamatkan dari kiper Brentford Daniel Bentley yang sebagian besar tidak terganggu menyangkal upaya jangka panjang Goebel Evandro langsung dari awal dan Brentford kemudian membuat empat, Ollie Watkins meledak jelas ke kanan hanya untuk melihat tembakannya diblokir oleh Marshall, sebelum ia kembali ke gawang di mana Maupay menunggu mengetuk rumah dari jarak dekat karena Itu semua adalah Brentford sekarang dan Maupay dan Yoann Barbet sama-sama memiliki peluang untuk ditambahkan ke papan skor, hanya Marshall yang tidak melakukan kesalahan menyelamatkan Lebah yang merajalela kemudian Benrahma mengklaim bola pertandingan dengan hasil akhir yang luar biasa dengan sembilan menit tersisa ketika ia melengkung bola dengan santai ke sudut atas dari tepat di dalam kotak.

Thomas Frank: “Ketika [Benrahma] bermain seperti itu, ia sangat menyenangkan untuk ditonton. Ia menyenangkan setiap kali mendapat bola karena ia dapat menciptakan sesuatu dari ketiadaan. Itu seperti sulap dan sangat sedikit tim di liga ini yang memilikinya karena Penyelesaiannya semakin baik dan lebih baik, tetapi assistnya juga luar biasa. Lari dan operasinya untuk Kamohelo Mokotjo menjadikan gol yang paling indah bagi saya. Ia tumbuh semakin tenang dan ketika ia berlari dengan pertahanan, ia menakutkan.” karena dia bisa ke kiri atau kanan sedangkan Nigel Adkins: Kami memulai dengan sangat baik selama 25 menit pertama, mengubah bentuk kami karena kami tahu betapa bagusnya Brentford dengan penguasaan bola – tetapi kami tegas dan berada di kaki depan dan selalu ingin mencega jadi “Kami tahu tiga pemain depan mereka sangat berbahaya dan ingin menjadi agresif, dan kami mencetak gol pertama yang sangat baik. Tetapi kemudian kami membiarkan mereka kembali dalam permainan dan lini tengah kami tidak melacak – dan kami masuk dengan unggul 3-1. kecewa dengan cara tujuan kami kebobolan