Liverpool vs Manchester United 4-1

Dengan pertandingan baru saja berjalan dengan sekitar Sembilan menit, maka Liverpool akan langsung menebarkan dengan melakukan ancaman untuk membobolkan gawang Manchester United. Sadio Mane kan mengirimkan umpan ke arah Mohamed dan ia telah berhasil untuk menyundulkan dengan bolanya. Kiper Manchester United akan cukup langsung cepat menghalanya dan hanya untuk bisa menghasilkan dengan tendangnya pojok.

Sehingga dengan waktu satu menit yang berselang. Van Dijk akan membuat dengan peluang dengan eksekusi sepakan pojokan dari James Milner yang arah ke Van Dijk yang berada di tiang gawang yan jauh, namun dengan sundulannya yang sedikit lagi untuk melewati dengan garis gawang sukses yang di lakukan oleh Andre Herrera.

Pada saat Moh salah berada di kotak penalti akan terlalu sangat membahayai sehingga akan membbuat Demetri Mitchell akan melakukan dengan secara menjatuhkan. Mane yang akan di tunjukkan menjadi sebagai eksekutor yang telah menjadi sukses untuk melakukan tugasnya dan membuat skor menjadi naik saat, pada saat di menit ke dua puluh delapan menjadi 1-0 untuk tim Liverpool.

Namun dari Manchester Untied telah berhasil untuk membalaskan dalam dua menit saja. Andreas Pereira yang akan untuk di percayai dengan melakukan tendangan bebasnya untuk membobolkan gawang mereka. Bahkan ia hanya untuk  bisa melihatkan denang skor yang imbang 1-1.

Dengan kecepatan yang di lakukan Mo Salah dan Sadio Mane akan membuat dengan lini pertahanan Manchester United yang harus untuk bekerja keras untuk mempertahakan. Namun dari klub Manchester United masih belum untuk bisa menerobos dengan pertahanan skuat dengan asuan Jurge Klopp.

Liverpool akan terus untuk menebar dengan ancaman, sehingga tidak ada satu pun yang akan bisa untuk membuatkan Lee Grant harus untuk memungut kan dengan bola dari gawangnya masih dengan skor bertahan 1-1.

Sehingga di babak ke dua, Liverpool akan masih terlihat dengan tampak dominasikan dengan adanya permainan yang selalu menebarkan dengan ancaman. Namun di lini pertengahan Manchester United akan membuat dengan usaha pemain The Reds untuk meneroboskan dengan kegagalan.

 

Barcelona Juara Piala Super Spanyol Setelah Tundukkan Sevilla 2-1

 

Barcelona meraih trofi pertamanya pada musim ini di ajang Piala Super Spanyol. Los Cules mengalahkan Sevilla secara dramatis dengan skor tipis 2-1.

Bertanding di Stade de Tanger, Maroko, pada hari Senin (13/8/2018) dinihari WIB, Barcelona ketinggalan lebih dulu lewat gol yang dicetak Pablo Sarabia saat laga baru berjalan 9 menit.

Barcelona mesti menunggu sampai menit ke-42 untuk menyamakan skor. Kedudukan berubah menjadi 1-1 usai Gerard Pique menggetarkan jala gawang lawannya. Gol Ousmane Dembele pada menit ke-78 membalikkan skor dan membuat Barcelona berbalik memimpin.

Pada masa injury time, Sevilla mendapatkan peluang emas kembali menyamakan skor usai mendapatkan hadiah penalti. Akan tetapi tendangan 12 pas Wissam Ben Yedder tidak berbuah gol karena berhasil ditepis Marc-Andre Ter Stegen.

Jalannya Laga

Barcelona tak memainkan kekuatan terbaiknya, tak ada Ivan Rakitic dan Philippe Coutinho di dalam starting line up. Sementara pemain anyar yang dibeli pada bursa transfer musim panas ini, Arthur dan Clement Lenglet, mendapatkan kesempatan bermain dari awal.

Pada menit-menit awal pertandingan Barcelona mencoba mendominasi pertandingan dengan memainkan bola. Akan tetapi malah Sevilla yang mampu mencuri gol terlebih dulu ketika laga baru berjalan 9 menit. Menusuk dari tengah lapangan, Luis Muriel melepaskan umpan kepada Sarabia yang tidak terkawal di sebelah kanan. Sepakan Sarabia mampu menjebol gawang Ter Stegen dan memberikan Sevilla gol pembuka. 1-0 untuk Sevilla.

Kesempatan pertama Barcelona menyamakan skor tercipta ketika tendangan Lionel Messi dari kotak penalti masih bisa dihalau Tomas Vaclik. Sementara itu kerjasama Messi dan Luis Suarez tidak menghasilkan apa-apa pada menit ke-24. Tembakan Suarez masih terlalu pelan sehingga bisa diamankan dengan mudah oleh Vaclik.

Empat menit kemudian Lenglet hampir mencetak gol ke gawang mantan klubnya itu. Sundulan yang dilepaskan Lenglet memanfaatkan umpan silang Messi masih melenceng tipis di atas mistar gawang Sevilla.

Serangan demi serangan yang dilancarkan oleh Barcelona akhirnya membuahkan hasil saat paruh pertama tinggal tersisa 3 menit. Sepakan bebas Messi dari depan kotak penalti menghantam tiang gawang dan kembali ke dalam permainan, Pique dengan sigap menyambar bola muntah ke dalam gawang Vaclik. Skor 1-1 itu pun menutup jalannya babak pertama.

Di awal paruh kedua, entrenador Barcelona, Ernesto Valverde, menarik Rafinha dan memasukkan Rakitic. Itu dilanjutkan dengan memainkan Coutinho dengan mengganti Arthur.

Kesempatan bersih pertama yang dimiliki Barcelona pada babak kedua ini adalah saat sepakan bebas Messi membuat Vaclik berjibaku mengamankan gawangnya. Sevilla membalas tidak lama kemudian. Tendangan bebas Ever Banega bisa dibelokkan oleh Franco Vazquez dengan kepalanya, namun bola masih gagal masuk ke dalam gawang Barcelona.

Pada menit ke-77, Vaclik membuat penyelamatan gemilang saat secara beruntun menghalau tendangan Coutinho dan tembakan Messi. Akan tetapi berselang semenit, gawang Sevilla akhirnya jebol untuk yang kedua kalinya. Dari depan kotak penalti, Ousmane Dembele melepaskan sepakan keras dengan kaki kanannya. Bola terlebih dulu mengenai mistar gawang dan kemudian memantul masuk ke dalam gawang. Barcelona berbalik unggul 2-1.

Pada masa injury time, Sevilla mempunyai peluang emas untuk menyamakan skor usai wasit memberikan hadiah penalti. Hukuman itu diberikan sesudah Ter Stegen dianggap melanggar Aleix Vidal. Akan tetapi Ben Yedder tidak mampu memaksimalkan kesempatan yang didapatkannya. Tembakan Ben Yedder dapat diantisipasi oleh Ter Stegen. Tidak lama kemudian pertandingan pun tuntas dan Barcelona tampil sebagai juara Piala Super Spanyol.

Tundukkan 10 Pemain Rusia, Uruguay Raih Juara Grup A

 

Uruguay melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2018 dengan status sebagai juara Grup A. Uruguay meraih predikat itu setelah menang 3-0 atas Rusia di pertandingan terakhir fase grup.

Laga yang berlangsung di Samara Arena pada hari Senin (25/6/2018) malam WIB, memperebutkan status sebagai juara grup. Uruguay dan Rusia sudah sama-sama memastikan dirinya lolos ke babak 16 besar.

Uruguay sudah memimpin 2-0 pada babak pertama melalui Luis Suarez dan gol bunuh diri Denis Cheryshev. Sementara Rusia mesti mengakhiri paruh pertama dengan 10 pemain sesudah Igor Smolnikov diusir wasit karena mendapatkan 2 kartu kuning.

Pada babak kedua, Rusia masih berusaha untuk mencetak gol balasan. Rusia tetap menyerang walaupun kalah di dalam jumlah pemain. Tapi mereka kesulitan untuk membuat peluang bersih. Malah Uruguay yang menambah gol pada menit ke-90 lewat tendangan Edinson Cavani.

Dengan hasil ini, Uruguay mengoleksi nilai 9 poin dari 3 pertandingan dan lolos ke babak 16 besar dengan status sebagai juara Grup A. Sedangkan Rusia mesti puas berada di posisi runnerup.

Jalannya Laga

Laga berjalan dengan sangat terbuka pada menit-menit awal. Kedua kesebelasan saling gantian melancarkan serangannya.

Uruguay memperoleh kesempatan pertama melalui sepakan Matias Vecino dari depan kotak penalti. Akan tetapi tembakan Vecino masih melebar dari gawang Rusia.

Pada menit ke-10, Uruguay mendapatkan sepakan bebas tepat di muka kotak penalti Rusia menyusul pelanggaran yang dilakukan Yuri Gazinskiy kepada Rodrigo Bentancur. Suarez mengeksekusi tendangan bebas itu dengan melepaskan sepakan menyusur tanah yang mengarha ke sudut kanan bawah gawang Rusia. Bola tidak mampu dijangkau Igor Akinfeev dan Uruguay pun memimpin 1-0.

Rusia langsung mencoba membalas. Umpan sundulan Artem Dzyuba langsung disambar Cheryshev. Tapi Fernando Muslera masih dapat menghalau bola.

Walaupun sudah kebobolan, Rusia masih terlihat pede. Mereka masih berusaha mencetak gol balasan. Akan tetapi Rusia malah kembali kebobolan pada menit ke-23. Bermula dari sebuah tendangan sudut untuk Uruguay, bola yang dihalau jatuh ke kaki Diego Laxalt yang berada di depan kotak penalti. Laxalt lantas melepaskan tembakan ke arah gawang. Sial buat Rusia karena bola mengenai Cheryshev dan berbelok masuk ke dalam gawang tanpa mampu diantisipasi Akinfeev. 2-0 untuk Uruguay.

Uruguay terus melancarkan serangannya dan nyaris menambah gol. Sepakan Bentancur diblok oleh Akinfeev. Bola liar lantas langsung dibuang oleh pemain Rusia.

Pada menit ke-36, Rusia mesti kehilangan salah seorang pemainnya. Smolnikov diusir oleh wasit sesudah mendapatkan kartu kuning kedua menyusul pelanggaran kepada Laxalt.

Unggul di dalam jumlah pemain, Uruguay pun mengontrol permainan. Tapi tidak ada peluang bersih yang mereka ciptakan lagi pada sisa waktu babak pertama.

Pada awal babak kedua, Uruguay mendapatkan sepakan bebas di muka kotak penalti Rusia. Namun sepakan Cavani masih mengenai pagar betis Rusia.

Walaupun kalah dalam jumlah pemain, Rusia masih bisa merepotkan Uruguay. Tapi minimnya kreativitas serta buruknya aliran bola di sepertiga akhir lapangan membuat Rusia sulit menciptakan peluang.

Unggul 2 gol, Uruguay sendiri perlahan-lahan mengendurkan intensitas serangannya. Sementara Rusia yang sesekali menyerang kesulitan menemukan ruang tembak.

Rusia membuang-buang sebuah peluang bagus pada menit ke-74. Muslera melakukan kesalahan di dalam mengoper bola dan Rusia langsung melancarkan serangan balik. Akan tetapi penyelesaian akhir Dzyuba melebar jauh dari gawang Uruguay.

Gantian Uruguay yang membuang peluang bagus sesudah pemain Rusia salah mengumpan. Cavani melancarkan serangan balik dan memberikan bola kepada Suarez. El Pistolero lantas mencoba mengembalikan bola kepada Cavani dengan melepaskan umpan ke muka gawang. Namun bola masih jauh dari jangkauan Cavani.

Cristian Rodriguez mencoba melepaskan sepakan dari depan kotak penalti. Tapi Akinfeev masih mampu menghalaunya.

Cavani yang masih belum mencetak gol di Piala Dunia 2018, terus berusaha membuka keran golnya. Menusuk dari sebelah kanan, Cavani lantas melepaskan tendangan, namun masih bisa diblok pemain Rusia.

Upaya Cavani pada akhirnya membuahkan hasil pada menitke-90. Bermula dari sepak pojok, Diego Godin menyundul bola dan bisa ditepis Akinfeev. Bola rebound di muka gawang langsung disambar Cavani ke dalam gawang untuk membawa Uruguay unggul 3-0. Tidak ada lagi gol tambahan pada sisa waktu pertandingan.

Arab Saudi Kejutkan Mesir Dengan Skor 2-1

Penyerang Liverpool memberi Mesir keunggulan dengan lob yang brilian atas kiper Yasser Al-Mosailem pada menit ke-22.Essam El Hadary dari Mesir, 45, menjadi pemain tertua yang tampil di Piala Dunia dan menyelamatkan penalti Fahad Al Muwallad.

Namun, ia tidak bisa menghentikan tendangan penalti Salman Al Faraj dan dipukuli lagi oleh Salem Al Dawsari dengan beberapa detik tersisa.Itu adalah setengah pembukaan prestasi dan pengalaman pertama.Penjaga gawang Mesir, El Hadary, menjadi pemain tertua yang tampil dalam pertandingan Piala Dunia dan tim tersebut mencetak gol pertama mereka di Piala Dunia dari permainan terbuka sejak 1934, sementara tim asal Saudi mencetak gol pertama mereka di turnamen tersebut.

Namun, fokusnya adalah pada El Hadary, yang pada 45 tahun dan 161 hari mengalahkan rekor kiper Kolombia Faryd Mondragon (43 dan tiga hari di Brasil 2014) untuk menjadi pemain tertua yang turun ke lapangan. Ia memulai karir internasionalnya pada tahun 1996.Dia memiliki sedikit hal yang harus dilakukan di babak pertama sampai menit ke-41 ketika tim Asia, yang tertinggal 1-0. dianugerahi penalti untuk handball Ahmed Fathy.

Al Muwallad melakukan tendangan penalti, tetapi tendangan kerasnya dengan gemilang didorong ke bar oleh veteran.Namun, euforia dipadamkan pada babak pertama perpanjangan waktu ketika Arab Saudi diberikan penalti kedua setelah tinjauan VAR dikonfirmasi Ali Gabr menurunkan Al Muwallad di daerah tersebut.Al Faraj mengambil alih tugas penalti dan melepaskan usahanya di sebelah kanan El Hadary pada menit keenam dari waktu tambahan babak pertama.

Pemain berusia 45 tahun itu tetap waspada dan membuat pemberhentian luar biasa dari header Hussain Al-Mogahwi dan Mohannad Aseri.Namun, ketika tampaknya kepahlawanannya telah memberi timnya poin pertama mereka di turnamen, Al Dawsari melepaskan tembakan miring untuk kemenangan pertama Piala Dunia Arab Saudi sejak 1994.Itu adalah kisah dua bagian untuk pemain Liverpool.

Pada periode pertama, ia tampak berbahaya dan bekerja dengan baik bersama gelandang Trezeguet sisi kanan.Tujuannya adalah ‘Salah klasik’ – mengumpulkan umpan panjang, menyapu dengan satu sentuhan sebelum mengangkat bola melewati kiper Arab Saudi yang maju.Pemain berusia 26 tahun itu seharusnya melipatgandakan golnya ketika ia menemukan dirinya satu lawan satu dengan Al-Mosailem, tetapi secara misterius ia menghentakkan finisnya ke tiang kiri.

Salah kurang efektif dalam menyerang setelah istirahat, dan dipaksa untuk membela karena Mesir mendapat tekanan dari lawan-lawan mereka.Cedera pra-turnamen dan kontroversi atas pertemuannya dengan pemimpin Chechnya berarti itu bukan build ideal untuk Piala Dunia pertamanya, atau finish yang diinginkannya. Namun setelah mencetak dua gol, Salah meninggalkan jejaknya di panggung terbesar sepakbola.

Kane Hattrick, Inggris Cukur Panama 6-1 dan Melangkah ke 16 Besar

 

Tim nasional Inggris mengunci tiket ke babak 16 besar Piala Dunia setelah menundukkan Panama. Tim Tiga Singa meraih kemenangan besar 6-1 atas Panama.

Di dalam laga Grup G yang berlangsung di Nizhny Novgorod Stadium pada hari Minggu (24/6/2018) malam WIB, Inggris unggul 5 gol tanpa balas pada babak pertama. Harry Kane menciptakan hattrick di dalam pertandingan ini.

Di dalam pertandingan ini, John Stones juga tidak cuma membuat satu gol. Dia membuka keunggulan Inggris pada menit ke-8, Stones mencetak gol lagi di menit ke-40.

Satu gol lain di paruh pertama diciptakan oleh Jesse Lingard. Dia membobol gawang Panama di menit ke-36.

Kemenangan ini membuat The Three Lions dipastikan lolos ke babak sistem gugur. Mereka meraih 2 kemenangan dengan mengalahkan Tunisia 2-1 di pertandingan pertama.

Namun bukan berarti pekerjaan Inggris sudah tuntas. Mereka masih ditunggu pertandingan terakhir melawan Belgia. Duel itu akan menjadi penentu juara grup.

Jalannya Laga

Laga berjalan keras sejak awal. Bahkan Lingard sudah tersungkur pada menit ke-2. Rahangnya terkena sikutan pemain Panama di dalam duel udara. Namun pemain Manchester United itu masih bisa melanjutkan permainan sesudah sempat diminta untuk mengedipkan mata berulang kali oleh wasit.

Inggris hampir kebobolan di menit ke-5. Anibal Godoy hampir menjebol gawang Jordan Pickford. Beruntung buat Inggris karena tendangan Godoy melambung.

Pada menit ke-8, Inggris memimpin 1-0. Sepak pojok Kieran Trippier bisa disundul ke dalam gawang oleh Stones dari tengah kotak penalti.

Inggris menggandakan keunggulannya menjadi 2-0 pada menit ke-22. Kali ini Kane yang mencatatkan namanya di papan skor lewat eksekusi penalti. Inggris mendapatkan penalti itu karena Lingard dijatuhkan oleh Fidel Escobar di dalam kotak terlarang. Kane pun dengan dingin menaklukkan Jaime Penedo.

Di menit ke-36, Inggris kembali memperbesar keunggulannya menjadi 3-0. Setelah bermain umpan satu dua dengan Raheem Sterling, Lingard pun melepaskan tembakan ke arah gawang yang tidak mampu dijangkau Penedo.

Empat menit kemudian, Inggris mencetak gol lagi. Stones melalui sundulannya mencetak gol keduanya dan membawa Inggris memimpin 4-0. Stones memanfaatkan bola yang ditepis Penedo usai mencoba menghalau sundulan Sterling.

Inggris diuntungkan lagi dengan kecerobohan pemain belakang Panama. Godoy melakukan pelanggaran kepada Stones yang berujung penalti untuk Inggris. Kane yang menjadi eksekutor pun berhasil mengecoh Penedo. 5-0 untuk Inggris.

Tidak ada lagi gol tambahan yang tercipta sampai turun minum. Inggris masih unggul lima gol tanpa balas.

Di babak kedua, kedua kesebelasan saling jual beli serangan. Inggris berhasil memperbesar keunggulannya lagi di menit ke-62. Kane mencetak hattrick. Ruben Loftus-Cheek melepaskan tembakan yang mengenai kaki Kane. Penedo pun terkecoh dan bola masuk ke dalam gawang Panama. Sempat ada permintaan peninjauan lewat VAR (Video Assistant Referee), tapi gol tetap dinyatakan sah. Inggris pun unggul 6-0. Bagi Kane, 3 gol ini membuat dia berada di puncak daftar topskor dengan koleksi 5 gol.

Sesudah mencetak gol, manajer Inggris, Gareth Southgate, pun menariknya keluar dan memasukkan Jamie Vardy.

Memasuki menit ke-78, gawang Inggris pun akhirnya kebobolan. Panama mendapatkan hadiah tendangan bebas di sebelah kiri pertahanan Inggris. Ricardo Avila melepaskan umpan lambung ke dalam kotak penalti dan Felipe Baloy menyambar bola untuk menaklukkan Pickford. Inggris 6 Panama 1.

Pada sisa waktu pertandingan, tidak ada lagi gol tambahan yang tercipta dari kedua tim. Inggris menang telak 6-1 atas Panama.

Man City Bermain Imbang Tanpa Gol Dengan Huddersfield

Manchester City dibuat frustrasi oleh Huddersfield Town di Etihad Stadium pada hari Minggu (6/5/2018) malam WIB. City mendominasi di sepanjang pertandingan, namun mesti menerima hasil seri 0-0.

Hasil ini memang sudah tidak terlalu penting buat City yang sudah memastikan diri menjadi juara. Sementara itu satu poin ini sangat krusial buat Huddersfield untuk bisa bertahan di Premier League.

Hasil seri ini membuat The Citizens yang berada di puncak klasemen mengoleksi nilai 94 poin. Sementara itu The Terriers berada di urutan 16 dengan nilai 36 poin, berjarak 3 poin dari zona degradasi.

Jalannya Laga

City langsung mendominasi pertandingan begitu peluit berbunyi. Tim tuan rumah langsung menguasai permainan dan membuat tim tamu berkumpul di lini belakang mereka sendiri untuk bertahan.

Walaupun begitu, Huddersfield perlahan-lahan bisa mulai balas menyerang saat melihat ruang kosong yang ditinggal City. Aaron Mooy mendapatkan kesempatan pertama saat tendangannya masih melambung pada menit ke-10.

Berselang 2 menit, Huddersfield kembali memperoleh kesempatan. Alex Pritchard bisa membongkar pertahanan City melalui aksinya. Pritchard melepaskan kepada Florent Hadergjonaj. Hadergjonaj mendapatkan kesempatan untuk mencetak gol, namun tembakannya masih bisa dihalau Ederson Moraes. Hal ini membuat City mendapatkan kesempatan melanarkan serangan balik. Leroy Sane melepaskan umpan bagus kepada Kevin De Bruyne, tapi tendangannya masih melebar dari gawang.

Walaupun City unggul di dalam penguasaan bola, tapi serangan balik dari Huddersfield selalu berbahaya. Pritchard dan Mooy berulang kali membuat upaya serangan, namun belum berujung baik.

Di menit ke-25, City mendapatkan kans. Gabriel Jesus berhasil lepas dari pengawalan lawan dan menusuk ke dalam kotak penalti Huddersfield, akan tetapi umpan tariknya tidak mengarah ke sasaran karena Raheem Sterling sudah terlanjur kehilangan posisi.

Dua menit kemudian, hal serupa terjadi. Kali ini crossing De Bruyne yang terlewati oleh Jesus dan ditepis Jonas Loessl.

Huddersfield mendapatkan kesempatan di menit ke-30. Huddersfield melancarkan serangan balik yang baik sampai Mooy mendapatkan posisi yang bagus untuk melepaskan umpan ke Chris Loewe. Tapi sepakan kaki kiri Loewe masih melenceng dari gawang.

City nyaris selalu melancarkan serangan dari sebelah kanan pertahanan Huddersfield yang memang mudah ditembus di pertandingan ini. Pada menit ke-35, De Bruyne mendapatkan ruang menembak, namun Loessl masih bisa mengantisipasinya.

City mendominasi penguasaan bola sebesar 71%. Akan tetapi mereka cuma mengurung lawan karena penyelesaian akhirnya tidak ada yang efektif. Paruh pertama pun berakhir dengan skor 0-0.

Tidak ada yang berubah pada babak kedua. City masih mencoba berbagai cara untuk bisa menembus lini belakang Huddersfield.

Di menit ke-53, terjadi kemelut di muka gawang Huddersfield. Bermula dari sepak pojok Sane, Loessl mencoba meninju bola, akan tetapi mengenai rekannya sendiri. Bola sempat berada di depan gawang yang kosong, namun masih bisa dibuang oleh pemain Huddersfield.

Sampai menit ke-70, irama permainan kedua tim terbilang biasa-biasa saja. Upaya City untuk mencetak gol masih menemui jalan buntu. Sementara itu Huddersfield sesekali melancarkan serangan yang juga bisa dibilang tidak tajam.

Huddersfield seakan mempunyai cara untuk menahan City. Mulai dari permainan keras, sampai positioning yang bagus saat bisa membuang atau memblok bola masuk ke dalam kotak penalti mereka. Setiap umpan tarik atau umpan terobosan yang masuk ke kotak penalti Huddersfield, selalu saja terpental keluar.

City mendapatkan kesempatan pada menit ke-83. Namun sepakan keras Bernardo Silva dari depan kotak penalti masih sedikit melebar dari sasaran.

Huddersfield hampir mencetak gol pada masa injury time. Akan tetapi tembakan Scott Malone yang memanfaatkan ruang kosong masih bisa diantisipasi Ederson.

Menjelang pertandingan tuntas, Nicolas Otamendi mendapatkan kesempatan lewat serangan terakhir City. Namun tendangan Otamendi masih melebar. Sampai berakhirnya pertandingan, skor tetap imbang 0-0.

Inter Berhasil Tundukkan Udinese Dengan Skor 4-0

 

Inter Milan sukses meraih kemenangan besar atas Udinese dengan skor 4-0 di dalam laga lanjutan Serie A. Inter menunjukkan kualitasnya dan membuat lawan tidak berdaya di sepanjang babak pertama.

Di dalam laga yang berlangsung di Stadio Friuli pada hari Minggu (6/5/2018) malam WIB, Inter sudah memimpin 3-0 atas Udinese pada babak pertama. Kemenangan Inter dimantapkan oleh gol Borja Valero pada paruh kedua.

Marcelo Brozovic menjadi salah satu pemain yang tampil menonjol di pertandingan ini. Brozovic memberikan 2 assists untuk gol Andrea Ranocchia dan Mauro Icardi. Satu gol lain Inter dicetak oleh Rafinha.

Kemenangan ini tidak membuat I Nerazzurri naik peringkat. Inter masih berada di posisi 5 dengan mengumpulkan nilai 69 poin. Sementara itu I Zebrette turun ke posisi 17 dengan nilai 34 poin.

Jalannya Laga

Babak pertama berjalan dengan tempo cepat. Kedua kesebelasan langsung mengambil inisiatif serangan dan tampil dengan agresif. Kedua tim terlihat sangat bersemangat dan ingin meraup angka penuh.

Inter langsung menciptakan kesempatan di menit ke-5. Sundulan Ivan Perisic memanfaatkan umpan silang Joao Cancelo masih melayang di atas mistar gawang Udinese.

Berselang 4 menit, kesempatan emas didapatkan Inter. Brozovic mendapatkan peluang emas dan berada dalam posisi yang bagus untuk mencetak gol. Akan tetapi tembakan Brozovic masih bisa diselamatkan dengan baik oleh Albano Benjamin Bizzarri.

Tempo pertandingan amat cepat dan jual beli serangan tidak dapat dihindari pada 10 menit pertama. Sampai akhirnya Inter yang berhasil mencetak gol di menit ke-12. Bermula dari sepak pojok Brozovic, Ranocchia mendapatkan ruang dan melakukan tandukan terarah yang berujung gol buat Inter. Tim tamu pun memimpin 1-0.

Inter memperoleh momentumnya. Kesempatan emas kembali hadir pada menit ke-17 lewat Icardi yang tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Bizzarri. Akan tetapi Bizzarri masih bisa menghalau bola, namun sapuan si kiper mengarah kepada Perisic yang tembakannya justru melambung.

Tim tuan rumah sebenarnya berulang kali berhasil menusuk ke dalam kotak penalti Inter. Namun tidak ada satu pun aksi mereka yang menghadirkan peluang emas. Inter yang kembali mendapatkan kesempatan pada menit ke-34.

Udinese akhirnya mendapatka kesempatan bagus di menit ke-36. Umpan ciamik Rodrigo De Paul membuat Kevin Lasagna tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Samir Handanovic. Akan tetapi, Handanovic masih bisa menghalau sepakan Lasagna.

Inter sukses menciptakan gol keduanya di menit ke-43. Rafinha memanfaatkan blunder yang dilakukan Danilo dan menunjukkan aksi individu sebelum menceploskan bola ke dalam gawang Udinese. 2-0 untuk Inter.

Tiga menit kemudian, Inter memperbesar keunggulannya menjadi 3-0. Bermula dari umpan panjang Brozovic, Icardi memperoleh ruang dan bisa mencetak gol dengan mudah. Paruh pertama berakhir, Inter unggul 3-0.

Paruh kedua baru dimulai, Udinese langsung tampil menggebrak. De Paul dan Lasagna kembali memperlihatkan kombinasi bagu. Namun lagi-lagi tendangan Lasagna melenceng dari sasaran.

Di menit ke-49, masalah menimpa Udinese. Seko Fofana menerima kartu merah langsung dari wasit karena melanggar Perisic dengan keras. Hal ini pun menguntungkan Inter yang sudah unggul 3 gol.

Inter pun lebih nyaman dalam bermain karena unggul satu pemain. Secara penguasaan bola pun Inter lebih jelas di atas Udinese dengan 60% sampai menit ke-60.

Inter tidak banyak menciptakan peluang. Tapi mereka lebih banyak memainkan bola dan sesekali melancarkan tusukan berbahaya.

Sampai akhirnya Inter berhasil menciptakan gol keempat di menit ke-72. Tendangan Perisic berhasil dihalau Bizzarri, akan tetapi bola rebound langsung diceploskan Valero dengan mudah ke dalam gawang Udinese. Inter pun unggul 4-0.

Inter benar-benar dominan, sementaa itu Udinese seperti sudah tanpa harapan. Tapi sampai pertandingan tuntas, tak ada lagi gol tambahan yang tercipta.

Jurgen Klopp Berambisi Kejar Liga Champions

Jurgen Klopp mengatakan dia akan memanfaatkan sejarah Liverpool untuk menjadi inspirasi menjelang pertandingan semi final Liga Champions mereka dengan Roma karena Liverpool akan menghadapi Roma untuk tempat di final Liga Champions setelah mengalahkan rival Liga Premier Manchester City di perempat final dan kemenangan itu menandai kembalinya ke Stadio Olimpico untuk dua kali kemenangan Liverpool di Eropa pada tahun 1977 dan tahun 1984 Dan manajer Liverpool Klopp menikmati kembalinya klub ke ibukota Italia dalam mengejar mahkota Eropa keenam mereka. “Saya akan menonton mereka dengan pasti karena itu adalah takdir, Jika ada orang Jerman yang pergi ke Bern di Swiss, dia tidak bisa menghindari berpikir tentang 1954.”

“Tidak ada banyak orang di planet ini dari sekarang, tetapi itu hanya tempat khusus dan Anda berpikir, Ok, itu terjadi di sini, bagus, semua orang ini dan Tim Liverpool itu hebat tetapi mereka menjadi hebat dalam situasi ini dan sekarang orang-orang mengatakan Mereka melakukannya seperti ini Adalah baik untuk memiliki model peran tetapi pada akhirnya Anda harus melakukannya dengan cara Anda sendiri dan Alhamdulillah Roma masih Roma dan disini tempatnya, bukan siapa yang melakukan apa, itu tempatnya sebab saya suka sejarah kita tetapi tidak diizinkan bagi kita untuk membandingkannya secara konstan tapi Seperti seseorang berkata kita menulis sejarah kita sendiri tentu Legenda yang kita semua sukai berada di sekitar dan mereka bertepuk tangan karena mereka menyukai ini.”

“Kenny Dalglish sudah benar-benar terbakar lalu Steven Gerrard dan semua orang lain di antaranya, Anda dapat merasakannya dan melihatnya Itu keren. Sekarang ini adalah kasus sikap, karakter seperti iti kalau Anda tetap tamak, dan ingin melakukan langkah selanjutnya akan berbahaya dan Bila itu terus-menerus fantastis, itu adalah langkah pertama untuk tidak fantastis lagi dan kita harus tetap marah seperti ini karena ada begitu banyak hal yang harus dilakukan dan itu tidak akan pernah berhenti, Tentu saja jika saya menemukan sesuatu yang membantu membuat tempat ini lebih luar biasa atau spesial untuk Liverpool maka saya akan menggunakannya.”

Hasil leg II Liga Europe: Salburg 4-1 Lazio (6-5)

Leg kedua perempat final Liga Europa yang mempertemukan Salzburg dengan Lazio ini berakhirnya dengan skor 4-1. Comeback luar biasa yang ditunjukkan tuan rumah yang sempat tertinggal 2-4 di markas Lazio ini sekaligus meloloskan tim asal Austria tersebut ke Semifinal Liga Europe.

Di babak pertama, Bermain di markas Salzburg di Red Bull Arena pada hari Jumat (13/04) dini hari, berjalan dengan sengit. Karena tim tuan rumah yang tertinggal lebih dulu ini bermain dengan intensitas yang tinggi sejak awal babak pertama dimulai.

Lazio yang memegang agregat 4-2 di Olimpico pekan lalu mampu meredam tekanan dari tuan rumah dengan sesekali mencoba melakukan serangan balik. Beberapa peluang yang didapat oleh kedua kubu ini khusunya tuan rumah masih bellum menghasilkan gol. Skor 0-0 pun harus bertahan hingga jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, tuan rumah massih memegang dominasi laga dengan menggebrak sang tamu. Keasyikan menyerang, Justru Lazio yang mamapu memecahkan kebuntuan tepat di menit ke 55. Berawal dari umpan terobosan Luis Alberto yang kemudian disambar oleh Ciro Immoble dengan tembakannya yang tak bisa dihadang oleh kiper Alexander Walker. SKor pun berubah 0-1 dengan agregat 2-5.

Tertinggal justru membuat Salzburg bangki, semenit berselang, tuan rumah menyamakan kedudukan melalui tembakan dari Munas Dabbur yang coba diblok oleh Dusan Basta dan Stefan Radu. Namun membuat bola malah berbelok arah dan masuk ke gawang Thomas Strakosha.

Petaka bagi Lazio datang di menit ke 72. Dimana dalam 4mpat menit tuan rumah langsung menyarangkan tiga gol sekaligus. Bencana bagi sang tamu ini datang dimulai dari aksi Amadou Haidara dengan tembakan dari jarak jauh yang membuat bola memantul dan membuat Strakosha jaddi mati langkah tidak berdaya melihat gawangnya kebobolan.

Dua menit kemudian, Salzburg mencetak gol ketiga untuk menyamakan agregat melalui pemain asal Korea Selatan, Hwang Hee-Chan saat menyambut umpan panjang dari Duje Caleta Car. Bola sempat mengenai Stefan de Vrij dan berbelok arah masuk ke dalam gawang.

Juga berselang dua menit, tepat di menit ke 76. Aksi Stefan Lainer saat memanfaatkan tendangan sudut Valon Berisha diselesaikan dengan baik melalui tandukan apik Lainer. Skor pun berubah menjadi 4-1, skor berubah menjadi 4-1.

Lazio tersentak dari comeback tuan rumah dan tertinggal satu gol ini mencoba untuk mengejar ketertinggalan. Masuknya Nani juga tidak mengubah permainan dari Laio karena tuan rumah bermain bertahan. HIngga peluit panjang berbunyi, skor 4-1 menjadi hasil akhir pada laga tersebut. Laio pun tersingkir dengan kekalahan agregat 6-5.

Arsenal Berhasil Keluar Dari Tekanan CSKA Moskow

Moskow – Arsenal lolos pada situasi tidak nyaman ketika bertamu ke CSKA Moskow. Meriam London sempat tertinggal dan juga terancam memberikan CSKA suatu comeback.

Arsenal bertamu ke VEB Arena, hari Jumat (13/4/2018) dinihari WIB dengan bermodal keunggulan 4-1 di leg yang pertama di London. Walau datang dengan posisi yang bagus, Arsenal memperkirakan suatu pertandingan sulit mengingat CSKA dapat terinspirai comeback AS Roma dari Barcelona.

Benar saja. CSKA pun tampil dengan gigih serta gencar menekan Arsenal, kemudian mendapatkan gol pertama melalui Fedor Chalov pada menit ke-39.

Gol tersebut bikin CSKA lebih bersemangat sampai mencetak gol kedua lewat Kirill Nababkin di menit ke-50. Pada titik ini, CSKA hanya tertinggal 3-4 secara agregat dan memiliki suatu gol tandang.

Namun kebobolan dua gol bikin Arsenal bereaksi. Tim asuhan Arsene Wenger tersebut pada prosesnya mendapatkan jalan keluar dalam tekanan pada menit ke-75 melalui gol Danny Welbeck.

Gol tersebut praktis mengendurkan tekanan dari CSKA, mengingat mereka perlu menciptakan dua gol lagi untuk dapat setidaknya membawa pertandingan pada babak tambahan. Arsenal pun mengunci kelolosan dengan gol dari Aaron Ramsey pada masa injury time.

Kedudukan akhirnya 2-2, Arsenal pun berhasil lolos ke semifinal dengan memiliki agregat 6-3.

“Ini pertandingan yang tak nyaman. Kita telah melihat pada kompetisi Eropa betapa situasi dapat menjadi sulit walau menuju pertandingan dengan suatu keunggulan,” ujar Welbeck.

“Pertandingan hari ini sulit, suatu pertandingan tandang di dalam kondisi yang berbeda, namun kami sukses melewatinya,” katanya.

Mengenai golnya yang mengeluarkan Arsenal dalam tekanan, Welbeck menyebut hal tersebut hasil dari kesuksesannya memelajari bek lawan pada laga. Dirinya mengubah pola tusukannya serta mengecoh bek untuk memperoleh ruang pada kotak penalti.

“Bek mengawal diri saya dengan ketat. Dirinya berpikir saya bakal berlari ke dalam seperti yang sebelumnya, maka saya pun berlari pada sisi lain, memainkan umpan satu-dua bersama Mo (Elneny), dengan mengetahui bila itu bakal menaklukkan bek serta menyelesaikan peluang tersebut dengan baik,” ungkap Welbeck.