Man City Bermain Imbang Tanpa Gol Dengan Huddersfield

Manchester City dibuat frustrasi oleh Huddersfield Town di Etihad Stadium pada hari Minggu (6/5/2018) malam WIB. City mendominasi di sepanjang pertandingan, namun mesti menerima hasil seri 0-0.

Hasil ini memang sudah tidak terlalu penting buat City yang sudah memastikan diri menjadi juara. Sementara itu satu poin ini sangat krusial buat Huddersfield untuk bisa bertahan di Premier League.

Hasil seri ini membuat The Citizens yang berada di puncak klasemen mengoleksi nilai 94 poin. Sementara itu The Terriers berada di urutan 16 dengan nilai 36 poin, berjarak 3 poin dari zona degradasi.

Jalannya Laga

City langsung mendominasi pertandingan begitu peluit berbunyi. Tim tuan rumah langsung menguasai permainan dan membuat tim tamu berkumpul di lini belakang mereka sendiri untuk bertahan.

Walaupun begitu, Huddersfield perlahan-lahan bisa mulai balas menyerang saat melihat ruang kosong yang ditinggal City. Aaron Mooy mendapatkan kesempatan pertama saat tendangannya masih melambung pada menit ke-10.

Berselang 2 menit, Huddersfield kembali memperoleh kesempatan. Alex Pritchard bisa membongkar pertahanan City melalui aksinya. Pritchard melepaskan kepada Florent Hadergjonaj. Hadergjonaj mendapatkan kesempatan untuk mencetak gol, namun tembakannya masih bisa dihalau Ederson Moraes. Hal ini membuat City mendapatkan kesempatan melanarkan serangan balik. Leroy Sane melepaskan umpan bagus kepada Kevin De Bruyne, tapi tendangannya masih melebar dari gawang.

Walaupun City unggul di dalam penguasaan bola, tapi serangan balik dari Huddersfield selalu berbahaya. Pritchard dan Mooy berulang kali membuat upaya serangan, namun belum berujung baik.

Di menit ke-25, City mendapatkan kans. Gabriel Jesus berhasil lepas dari pengawalan lawan dan menusuk ke dalam kotak penalti Huddersfield, akan tetapi umpan tariknya tidak mengarah ke sasaran karena Raheem Sterling sudah terlanjur kehilangan posisi.

Dua menit kemudian, hal serupa terjadi. Kali ini crossing De Bruyne yang terlewati oleh Jesus dan ditepis Jonas Loessl.

Huddersfield mendapatkan kesempatan di menit ke-30. Huddersfield melancarkan serangan balik yang baik sampai Mooy mendapatkan posisi yang bagus untuk melepaskan umpan ke Chris Loewe. Tapi sepakan kaki kiri Loewe masih melenceng dari gawang.

City nyaris selalu melancarkan serangan dari sebelah kanan pertahanan Huddersfield yang memang mudah ditembus di pertandingan ini. Pada menit ke-35, De Bruyne mendapatkan ruang menembak, namun Loessl masih bisa mengantisipasinya.

City mendominasi penguasaan bola sebesar 71%. Akan tetapi mereka cuma mengurung lawan karena penyelesaian akhirnya tidak ada yang efektif. Paruh pertama pun berakhir dengan skor 0-0.

Tidak ada yang berubah pada babak kedua. City masih mencoba berbagai cara untuk bisa menembus lini belakang Huddersfield.

Di menit ke-53, terjadi kemelut di muka gawang Huddersfield. Bermula dari sepak pojok Sane, Loessl mencoba meninju bola, akan tetapi mengenai rekannya sendiri. Bola sempat berada di depan gawang yang kosong, namun masih bisa dibuang oleh pemain Huddersfield.

Sampai menit ke-70, irama permainan kedua tim terbilang biasa-biasa saja. Upaya City untuk mencetak gol masih menemui jalan buntu. Sementara itu Huddersfield sesekali melancarkan serangan yang juga bisa dibilang tidak tajam.

Huddersfield seakan mempunyai cara untuk menahan City. Mulai dari permainan keras, sampai positioning yang bagus saat bisa membuang atau memblok bola masuk ke dalam kotak penalti mereka. Setiap umpan tarik atau umpan terobosan yang masuk ke kotak penalti Huddersfield, selalu saja terpental keluar.

City mendapatkan kesempatan pada menit ke-83. Namun sepakan keras Bernardo Silva dari depan kotak penalti masih sedikit melebar dari sasaran.

Huddersfield hampir mencetak gol pada masa injury time. Akan tetapi tembakan Scott Malone yang memanfaatkan ruang kosong masih bisa diantisipasi Ederson.

Menjelang pertandingan tuntas, Nicolas Otamendi mendapatkan kesempatan lewat serangan terakhir City. Namun tendangan Otamendi masih melebar. Sampai berakhirnya pertandingan, skor tetap imbang 0-0.

Inter Berhasil Tundukkan Udinese Dengan Skor 4-0

 

Inter Milan sukses meraih kemenangan besar atas Udinese dengan skor 4-0 di dalam laga lanjutan Serie A. Inter menunjukkan kualitasnya dan membuat lawan tidak berdaya di sepanjang babak pertama.

Di dalam laga yang berlangsung di Stadio Friuli pada hari Minggu (6/5/2018) malam WIB, Inter sudah memimpin 3-0 atas Udinese pada babak pertama. Kemenangan Inter dimantapkan oleh gol Borja Valero pada paruh kedua.

Marcelo Brozovic menjadi salah satu pemain yang tampil menonjol di pertandingan ini. Brozovic memberikan 2 assists untuk gol Andrea Ranocchia dan Mauro Icardi. Satu gol lain Inter dicetak oleh Rafinha.

Kemenangan ini tidak membuat I Nerazzurri naik peringkat. Inter masih berada di posisi 5 dengan mengumpulkan nilai 69 poin. Sementara itu I Zebrette turun ke posisi 17 dengan nilai 34 poin.

Jalannya Laga

Babak pertama berjalan dengan tempo cepat. Kedua kesebelasan langsung mengambil inisiatif serangan dan tampil dengan agresif. Kedua tim terlihat sangat bersemangat dan ingin meraup angka penuh.

Inter langsung menciptakan kesempatan di menit ke-5. Sundulan Ivan Perisic memanfaatkan umpan silang Joao Cancelo masih melayang di atas mistar gawang Udinese.

Berselang 4 menit, kesempatan emas didapatkan Inter. Brozovic mendapatkan peluang emas dan berada dalam posisi yang bagus untuk mencetak gol. Akan tetapi tembakan Brozovic masih bisa diselamatkan dengan baik oleh Albano Benjamin Bizzarri.

Tempo pertandingan amat cepat dan jual beli serangan tidak dapat dihindari pada 10 menit pertama. Sampai akhirnya Inter yang berhasil mencetak gol di menit ke-12. Bermula dari sepak pojok Brozovic, Ranocchia mendapatkan ruang dan melakukan tandukan terarah yang berujung gol buat Inter. Tim tamu pun memimpin 1-0.

Inter memperoleh momentumnya. Kesempatan emas kembali hadir pada menit ke-17 lewat Icardi yang tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Bizzarri. Akan tetapi Bizzarri masih bisa menghalau bola, namun sapuan si kiper mengarah kepada Perisic yang tembakannya justru melambung.

Tim tuan rumah sebenarnya berulang kali berhasil menusuk ke dalam kotak penalti Inter. Namun tidak ada satu pun aksi mereka yang menghadirkan peluang emas. Inter yang kembali mendapatkan kesempatan pada menit ke-34.

Udinese akhirnya mendapatka kesempatan bagus di menit ke-36. Umpan ciamik Rodrigo De Paul membuat Kevin Lasagna tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Samir Handanovic. Akan tetapi, Handanovic masih bisa menghalau sepakan Lasagna.

Inter sukses menciptakan gol keduanya di menit ke-43. Rafinha memanfaatkan blunder yang dilakukan Danilo dan menunjukkan aksi individu sebelum menceploskan bola ke dalam gawang Udinese. 2-0 untuk Inter.

Tiga menit kemudian, Inter memperbesar keunggulannya menjadi 3-0. Bermula dari umpan panjang Brozovic, Icardi memperoleh ruang dan bisa mencetak gol dengan mudah. Paruh pertama berakhir, Inter unggul 3-0.

Paruh kedua baru dimulai, Udinese langsung tampil menggebrak. De Paul dan Lasagna kembali memperlihatkan kombinasi bagu. Namun lagi-lagi tendangan Lasagna melenceng dari sasaran.

Di menit ke-49, masalah menimpa Udinese. Seko Fofana menerima kartu merah langsung dari wasit karena melanggar Perisic dengan keras. Hal ini pun menguntungkan Inter yang sudah unggul 3 gol.

Inter pun lebih nyaman dalam bermain karena unggul satu pemain. Secara penguasaan bola pun Inter lebih jelas di atas Udinese dengan 60% sampai menit ke-60.

Inter tidak banyak menciptakan peluang. Tapi mereka lebih banyak memainkan bola dan sesekali melancarkan tusukan berbahaya.

Sampai akhirnya Inter berhasil menciptakan gol keempat di menit ke-72. Tendangan Perisic berhasil dihalau Bizzarri, akan tetapi bola rebound langsung diceploskan Valero dengan mudah ke dalam gawang Udinese. Inter pun unggul 4-0.

Inter benar-benar dominan, sementaa itu Udinese seperti sudah tanpa harapan. Tapi sampai pertandingan tuntas, tak ada lagi gol tambahan yang tercipta.

Jurgen Klopp Berambisi Kejar Liga Champions

Jurgen Klopp mengatakan dia akan memanfaatkan sejarah Liverpool untuk menjadi inspirasi menjelang pertandingan semi final Liga Champions mereka dengan Roma karena Liverpool akan menghadapi Roma untuk tempat di final Liga Champions setelah mengalahkan rival Liga Premier Manchester City di perempat final dan kemenangan itu menandai kembalinya ke Stadio Olimpico untuk dua kali kemenangan Liverpool di Eropa pada tahun 1977 dan tahun 1984 Dan manajer Liverpool Klopp menikmati kembalinya klub ke ibukota Italia dalam mengejar mahkota Eropa keenam mereka. “Saya akan menonton mereka dengan pasti karena itu adalah takdir, Jika ada orang Jerman yang pergi ke Bern di Swiss, dia tidak bisa menghindari berpikir tentang 1954.”

“Tidak ada banyak orang di planet ini dari sekarang, tetapi itu hanya tempat khusus dan Anda berpikir, Ok, itu terjadi di sini, bagus, semua orang ini dan Tim Liverpool itu hebat tetapi mereka menjadi hebat dalam situasi ini dan sekarang orang-orang mengatakan Mereka melakukannya seperti ini Adalah baik untuk memiliki model peran tetapi pada akhirnya Anda harus melakukannya dengan cara Anda sendiri dan Alhamdulillah Roma masih Roma dan disini tempatnya, bukan siapa yang melakukan apa, itu tempatnya sebab saya suka sejarah kita tetapi tidak diizinkan bagi kita untuk membandingkannya secara konstan tapi Seperti seseorang berkata kita menulis sejarah kita sendiri tentu Legenda yang kita semua sukai berada di sekitar dan mereka bertepuk tangan karena mereka menyukai ini.”

“Kenny Dalglish sudah benar-benar terbakar lalu Steven Gerrard dan semua orang lain di antaranya, Anda dapat merasakannya dan melihatnya Itu keren. Sekarang ini adalah kasus sikap, karakter seperti iti kalau Anda tetap tamak, dan ingin melakukan langkah selanjutnya akan berbahaya dan Bila itu terus-menerus fantastis, itu adalah langkah pertama untuk tidak fantastis lagi dan kita harus tetap marah seperti ini karena ada begitu banyak hal yang harus dilakukan dan itu tidak akan pernah berhenti, Tentu saja jika saya menemukan sesuatu yang membantu membuat tempat ini lebih luar biasa atau spesial untuk Liverpool maka saya akan menggunakannya.”

Hasil leg II Liga Europe: Salburg 4-1 Lazio (6-5)

Leg kedua perempat final Liga Europa yang mempertemukan Salzburg dengan Lazio ini berakhirnya dengan skor 4-1. Comeback luar biasa yang ditunjukkan tuan rumah yang sempat tertinggal 2-4 di markas Lazio ini sekaligus meloloskan tim asal Austria tersebut ke Semifinal Liga Europe.

Di babak pertama, Bermain di markas Salzburg di Red Bull Arena pada hari Jumat (13/04) dini hari, berjalan dengan sengit. Karena tim tuan rumah yang tertinggal lebih dulu ini bermain dengan intensitas yang tinggi sejak awal babak pertama dimulai.

Lazio yang memegang agregat 4-2 di Olimpico pekan lalu mampu meredam tekanan dari tuan rumah dengan sesekali mencoba melakukan serangan balik. Beberapa peluang yang didapat oleh kedua kubu ini khusunya tuan rumah masih bellum menghasilkan gol. Skor 0-0 pun harus bertahan hingga jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, tuan rumah massih memegang dominasi laga dengan menggebrak sang tamu. Keasyikan menyerang, Justru Lazio yang mamapu memecahkan kebuntuan tepat di menit ke 55. Berawal dari umpan terobosan Luis Alberto yang kemudian disambar oleh Ciro Immoble dengan tembakannya yang tak bisa dihadang oleh kiper Alexander Walker. SKor pun berubah 0-1 dengan agregat 2-5.

Tertinggal justru membuat Salzburg bangki, semenit berselang, tuan rumah menyamakan kedudukan melalui tembakan dari Munas Dabbur yang coba diblok oleh Dusan Basta dan Stefan Radu. Namun membuat bola malah berbelok arah dan masuk ke gawang Thomas Strakosha.

Petaka bagi Lazio datang di menit ke 72. Dimana dalam 4mpat menit tuan rumah langsung menyarangkan tiga gol sekaligus. Bencana bagi sang tamu ini datang dimulai dari aksi Amadou Haidara dengan tembakan dari jarak jauh yang membuat bola memantul dan membuat Strakosha jaddi mati langkah tidak berdaya melihat gawangnya kebobolan.

Dua menit kemudian, Salzburg mencetak gol ketiga untuk menyamakan agregat melalui pemain asal Korea Selatan, Hwang Hee-Chan saat menyambut umpan panjang dari Duje Caleta Car. Bola sempat mengenai Stefan de Vrij dan berbelok arah masuk ke dalam gawang.

Juga berselang dua menit, tepat di menit ke 76. Aksi Stefan Lainer saat memanfaatkan tendangan sudut Valon Berisha diselesaikan dengan baik melalui tandukan apik Lainer. Skor pun berubah menjadi 4-1, skor berubah menjadi 4-1.

Lazio tersentak dari comeback tuan rumah dan tertinggal satu gol ini mencoba untuk mengejar ketertinggalan. Masuknya Nani juga tidak mengubah permainan dari Laio karena tuan rumah bermain bertahan. HIngga peluit panjang berbunyi, skor 4-1 menjadi hasil akhir pada laga tersebut. Laio pun tersingkir dengan kekalahan agregat 6-5.

Arsenal Berhasil Keluar Dari Tekanan CSKA Moskow

Moskow – Arsenal lolos pada situasi tidak nyaman ketika bertamu ke CSKA Moskow. Meriam London sempat tertinggal dan juga terancam memberikan CSKA suatu comeback.

Arsenal bertamu ke VEB Arena, hari Jumat (13/4/2018) dinihari WIB dengan bermodal keunggulan 4-1 di leg yang pertama di London. Walau datang dengan posisi yang bagus, Arsenal memperkirakan suatu pertandingan sulit mengingat CSKA dapat terinspirai comeback AS Roma dari Barcelona.

Benar saja. CSKA pun tampil dengan gigih serta gencar menekan Arsenal, kemudian mendapatkan gol pertama melalui Fedor Chalov pada menit ke-39.

Gol tersebut bikin CSKA lebih bersemangat sampai mencetak gol kedua lewat Kirill Nababkin di menit ke-50. Pada titik ini, CSKA hanya tertinggal 3-4 secara agregat dan memiliki suatu gol tandang.

Namun kebobolan dua gol bikin Arsenal bereaksi. Tim asuhan Arsene Wenger tersebut pada prosesnya mendapatkan jalan keluar dalam tekanan pada menit ke-75 melalui gol Danny Welbeck.

Gol tersebut praktis mengendurkan tekanan dari CSKA, mengingat mereka perlu menciptakan dua gol lagi untuk dapat setidaknya membawa pertandingan pada babak tambahan. Arsenal pun mengunci kelolosan dengan gol dari Aaron Ramsey pada masa injury time.

Kedudukan akhirnya 2-2, Arsenal pun berhasil lolos ke semifinal dengan memiliki agregat 6-3.

“Ini pertandingan yang tak nyaman. Kita telah melihat pada kompetisi Eropa betapa situasi dapat menjadi sulit walau menuju pertandingan dengan suatu keunggulan,” ujar Welbeck.

“Pertandingan hari ini sulit, suatu pertandingan tandang di dalam kondisi yang berbeda, namun kami sukses melewatinya,” katanya.

Mengenai golnya yang mengeluarkan Arsenal dalam tekanan, Welbeck menyebut hal tersebut hasil dari kesuksesannya memelajari bek lawan pada laga. Dirinya mengubah pola tusukannya serta mengecoh bek untuk memperoleh ruang pada kotak penalti.

“Bek mengawal diri saya dengan ketat. Dirinya berpikir saya bakal berlari ke dalam seperti yang sebelumnya, maka saya pun berlari pada sisi lain, memainkan umpan satu-dua bersama Mo (Elneny), dengan mengetahui bila itu bakal menaklukkan bek serta menyelesaikan peluang tersebut dengan baik,” ungkap Welbeck.

Tanpa Messi dan Aguero, Argentina Menang 2-0 Atas Italia

Lionel Messi dan Sergio Aguero absen ketika Argentina menjalani uji coba melawan Italia. Akan tetapi hal itu tidak menghalangi La Albiceleste meraih kemenangan dengan skor 2-0.

Messi dan Aguero hanya menjadi penonton di laga yang berlangsung di Etihad Stadium, Manchester, pada hari Sabtu (24/3/2018) dinihari WIB. Messi sempat mengalami masalah di otot sehingga Argentina tidak mau mengambil resiko, sementara Aguero absen karena cedera lutut.

Walaupun 2 pemain bintangnya itu tidak berada di lapangan, Argentina tetap mampu mengatasi perlawanan Italia, yang mengawali era baru di bawah pelatih Luigi Di Biagio. Gol-gol dari Ever Banega di menit ke-75 dan Manuel Lanzini di menit ke-85 menjadi penentu kemenangan Argentina.

Sesudah ini, Argentina bakal beruji coba dengan Spanyol pada hari Rabu (28/3/2018) dinihari WIB. Sedangkan Italia bakal menghadapi Inggris di hari yang sama.

Jalannya Laga

Argentina terlebih dulu memberikan ancaman lewat Angel Di Maria di menit ke-5. Akan tetapi tendangan diagonal Di Maria masih dapat dihalau Gianluigi Buffon.

Buffon kembali menunjukkan ketangguhannya pada menit ke-16. Kiper veteran itu memperlihatkan refleks bagus dengan menepis sundulan Nicolas Otamendi.

Di menit ke-39, Leandro Paredes mencoba peruntungannya dengan melepaskan sepakan jarak jauh. Namun sepakan Paredes masih sedikit melebar dari gawang.

Empat menit kemudian, Argentina memperoleh peluang lainnya. Nicolas Tagliafico lolos ke dalam kotak penalti Italia dan melepaskan tendangan keras. Tapi Buffon berada di posisi yang tepat untuk menghalaunya.

Aksi bagu Buffon berlanjut pada menit terakhir paruh pertama. Dalam situasi satu lawan satu dengan Gonzalo Higuain, Buffon bisa menggagalkan sepakan rekan satu timnya di Juventus itu.

Pada awal paruh kedua, Lorenzo Insigne membuang-buang sebuah peluang emas untuk membawa Italia unggul. Insigne tinggal berhadapan dengan Willy Caballero usai lini belakang Argentina membuat kesalahan, akan tetapi tendangannya tidak mengarah ke gawang.

Di Maria kembali menguji Buffon ketika pertandingan memasuki menit ke-57. Di Maria melepaskan tendangan jarak jauh, namun lagi-lagi Buffon mampu mengamankan gawangnya.

Tidak lama kemudian, Ciro Immobile mempunyai kesempatan untuk membawa Italia unggul. Immobile lepas dari perangkap offside ketika menerima umpan Marco Verratti, akan tetapi penyelesaian akhirnya bisa digagalkan Caballero.

Gawang Argentina kembali terancam pada menit ke-68 sesudah Insigne lepas dari perangkap offside. Akan tetapi Caballero bisa menepis sepakan sepakan Insigne dari sudut sempit.

Kebuntuan akhirnya terpecahkan pada menit ke-75 sesudah Banega mencetak gol. Gelandang Sevilla itu bermain umpan satu dua dengan Giovani Lo Celso di muka kotak penalti Italia sebelum melepaskan tendangan mendatar yang menaklukkan Buffon. Argentina memimpin 1-0.

Serangan balik Argentina di menit ke-85 membuahkan gol kedua Argentina. Lanzini yang mendapatkan umpan Higuain dengan dingin menjebol gawang Italia via tendangan keras ke sudut atas gawang Buffon. 2-0 untuk Argentina.

Sesudah gol itu, tidak ada lagi gol yang tercipta sampai pertandingan bubar.

Arsenal Diminta Waspadai De Bruyne

Salah seorang pemain yang harus terus diwaspadai oleh Arsenal dalam klub Manchester United tidak lain adalah Kevin De Bruyne. Hal tersebut dilontarkan oleh Shkodran Mustafi sembari memperingati para rekannya yang lain untuk menjaga ketat pemain tersebut.

Arsenal akan berduel melawan Manchester City dalam laga yang dilangsungkan di Wembley pada hari Minggu tanggal 25 Febuari 2018 malam hari WIB untuk memperebutkan titel juara Piala Liga Inggris. Melirik laju dari kedua tim didalam musim ini, The Gunners memang layak mendapat julukan underdog.

City sendiri mampu untuk melaju dengan mulu dalam kompetisi Premier League yang dimana dia mampu untuk unggul sebanyak 27 angka dari Arsenal, dan bahkan mereka juga memiliki modal yang bagus didalam kompetisi Premier League untuk melaju ke babak perempatfinal serta mereka hanya menelan sebanyak tiga pertandingan saja didalam semua kompetisi di musim ini.

Sedangkan Arsenal hanya mampu menduduki peringkat keenam klasemen Premier League dan terhenti sampai dengan babak ketiga kompetisi Piala FA dan juga mereka baru saja kalah dengan sangat mengejutkan dari Ostersund meskipun tetap lolos kedalam babak 16 besar kompetisi Liga Europa.

De Bruyne juga merupakan salah satu pemain yang cukup berpengaruh dalam keberhasilan The Citizens. Pemain gelandang yang berasal dari Belgia tersebut sudah berhasil untuk mencetak sebanyak 11 buah gol dan memberikan 19 kali assist didalam 39 pertandingan yang dijalaninya bersama dengan The Citizens didalam semua kompetisi.

“Kevin De Bruyne sudah memperlihatkan seberapa besar kualitasnya didalam beberapa musim ini dan dia merupakan salah satu pemain kelas dunia,” kata Mustafi.

“Akan penting sekali bagi kami untuk mencoba menghentikan kualitasnya dikarenakan dia merupakan pemain yang bisa melakukan banyak sekali hal,” lanjutnya.

“Kami harus bisa mencoba untuk membuat segalanya menjadi rapat, tidak akan membuat mereka bisa mendapatkan banyak sekali waktu untuk mengendalikan bola. Kami juga diharuskan untuk terorganisir dan juga penuh dengan konsentrasi yang penuh didalam 90 menit pertandingan, extra time andai itu memang diperlukan,” tuntas pemain asal Jerman itu.

De Bruyne juga cukup mengenal Arsenal. Didalam tujuh pertandingan yang mempertemukan keduanya, De Bruyne mampu mencetak sebanya empat buah gol didalam gawang Arsenal serta memberikan dua kali assist.

Juventus akan kenbali meladeni Atalanta

Pada tanggal 26 Februari 2018, Juventus akan menjamu tim Atalanta di Alliantz Stadium pada giornata 26 Serie A 2017/2018. Kemudian dua hari setelah laga ini,  di tempat yang sama dalam partai penentuan kelolosan ke final Coppa Italia. Laga ini ibarat Persia[an bagi kedua tim sebelum melakukan pertandingan yang krusial di leg ke dua semi final Coppa.

Juventus dan Atlanta pernah berjumpa di Serie A pada musim ini. Keduanya bermain imbang 2-2 di kandang Atalanta. Juventus yang sempat unggul melalui Bernandeschi dan Gonzalo Higuain mampu dikejar oleh Atalanta melalui Mattia Caldara dan Bryan Christante.

Pada semifinal Coppa leg pertama, mereka kembali bertemu dan Juventus mampu memenangkan laga melalui gol tunggal Higuain.

Pada pertarungan kali ini, tim Juventus harus  bermain tanpa Higuain, karena sang striker asal Argentina ini sedang mengalami cedera ketika bermain di derby melawan tim Torino.

Meskipun demikian, pelatih Juventus, Massimilliano Alegri bisa sedikit lega karena paolo dybala telah kembali dari cedera. Higuain telah bermain selama 24 menit saat melawan Torino. Untuk menghadapi Atalanta, dia di yakini akan bermain dari awal.

Saat ini, performa tim Atalanta sedang dalam keadaan menurun. Dalam empat kali laga terakhirnya di semua kompetisi, Atalanta belum pernah sekalipun menang. Dan itu sudah termasuk di singkirkan Borussia Dortmunddi babak 32 besar Liga Europa. Atalanta yang dalam keadaan masih terluka akan melawan Juventus. Luka itu sepertinya akan semakin parah.

Di sisi lain, Juventus bisa melupakan sejenak pertarungan leg pertama babak 16 besarLiga Champions saat menjamu Atalanta . Si nyonya tua, Juventus belum pernah merasakan kekaalahan di semua kompetisi sepanjang 2015 dan mereka bahkan tidak terkalahkan dalam 14 laga terakhir Serie A.

Juventus saat ini sedang berada di puncak klasemen sementara SErie A dengan perolehan 54 poin dan dan jika mereka berhasil mengalahkan Atalanta, maka jarak dengan AS Roma akan semakin dekat menjadi 10 poin.

Juventus juga harus membagi focus dalam pertandingan melawan Atalanta, karena mereka juga harus menghadapi Borussia Dortmund di Liga Champions padahari Rabu, 25 Februarii 2018 dini hari WIB. Meskipun begitu, gelandang Juventus, Claudio Marchisio, menegaskan jadwal pertandungan LIga Champions tidak akan mengganggu focus timnya saat menyambut Atalanta.

Wenger Yang Puas Dengan Penampilan Timnya

Arsenal kembali melanjutkan perjalannya di Premier Laegue dimana pada pertandingannya kali ini mereka menghadapi Everton sebagai lawan pada pertandingannya. tampil bagus pada pertandingannya pihak Arsenal sukses meraih kemenangan 5-1 pada pertandingannya dimana mereka benar-benar menghajar habis Everton yang menjadi lawannya.

pada laga yang dilangsungkan di Emirates Stadium pihak Arsenal memang unggul dalam berbagai hal pada pertandingannya. mereka langsung menekan Everton sejak awal pertandingan dilangsungkan dan hal itu menjadi hal yang paling membantu Arsenal meraih kemenangan. mereka unggul 4-0 dibabak pertama pertandingan dan menambah keunggulan dibabak kedua. hasil itu tentunya hasil yang sangat luar biasa yang bisa diperlihatkan oleh Arsenal.

menanggapi kemenangan manis ini manajer Arsenal, Arsene Wenger menyebutkan kalau ia merasa puas akan penampilan timnya. dia sangat berharap kalau timnya keluar sebagai pemenang pada pertandingan tersebut namun dia tak menduga kalau timnya bisa tampil sebagus itu mengamankan kemenangan dimarkas dengan sangat baik.

” Saya melihat dari awal hingga akhir penampilan tim sudah sangat bagus dilapangan. saya yakin kalau kita akan keluar sebagai pemenang terlebih kita mampu menciptakan banyak keunggulan dimenit-menit awal pertandingan. saya sangat senang dengan penampilan tim yang bagus dilaga tersebut dan jujur saya puas dan berharap kalau tim bisa mempertahankan penampilan yang bagus itu.” ujar Wenger

” laga yang lebih sulit sudah menanti namun saya tidak ragu untuk melanjutkan perjalanan. Arsenal sudah memperlihatkan tekad bagusnya pada pertandingan kali ini dan kita akan melakoni laga-laga yang semakin berat dengan semangat baru tentunya. kita akan mengejar ketertinggalan yang masih bisa kita kejar dipapan klasemen.” tambahnya

Liverpool Yakin Bisa Taklukan City

Liverpool didalam kepercayaan diri yang sangat tinggi sekali menjelang pertandingan melawan Manchester City. The Reds sendiri bertekad ingin memberikan City kekalahan pertama mereka didalam musim ini.

Pertandingan Big Match tersebut akan dilangsungkan di Anfield pada hari Minggu tanggal 14 Januari 2018 malam hari WIB. Liverpool mau membalas dendam setelah mereka dipercundangi 0-5 pada saat menjalani pertandingan di Etihad Stadium pada saat awal musim.

City yang memiliki cacatan yang sangat bagus yang dimana mereka tidak terkalahkan didalam 22 laga di kompetisi Premier League yang dimana 20 pertandingan diantaranya berhasil diakhiri dengan kemenangan. Pertandingan ini juga akan menjadi ujian yang sangat besar untuk The Citiznes. Hal tersebut dikarenakan dalam 10 tahun terakhir didalam laga yang dilangsungkan di markas Liverpool, mereka sangat sulit untuk menaklukannya.

Tentu dengan suntikan moral yang didapatkan oleh Liverpool dalam rekor tidak terkalahkan di Anfield pada semua kompetisi di musim ini. Joe Gomez juga sangat yakin sekali bahwa Liverpool akan bisa menaklukan tim apapun didalam kandang mereka sendiri, termasuk sang pemimpin klasemen Premier League Manchester City.

“Saya rasa tidak ada satu orangpun yang berada disini bahwa kami tidak akan bisa melakukannya. Mereka memang tengah melakukan sebuah hal yang sangat luar biasa besar pada musim ini dengan semua laju tidak terkalahkan mereka memperlihatkan tangguhan mereka,” ujar Gomez.

“Namun, pada saat mereka pergi ke Anfield, saya tidak merasa siapapun yang jauh lebih superior daripada kami disaat datang kemari.”

“Laga tentu akan menjadi sebuah pertempuran dikarenakan mereka merupakan tim yang besar dan kami juga merasakan hal yang sama untuk kami. Sudah sangat jelas sekali kalau besok akan menjadi sebuah laga yang sangat hebat serta kami juga sangat percaya diri,” lanjutnya.

Kemenangan tentu sangat penting sekali bagi The Reds yang menduduki urutan keempat klasemen sementara dengan terolehan 44 angka. Tim yang dilatih oleh Juergen Klopp tentu mau menerima tekanan dari Tottenham Hotspur serta menyalip Chelsea jika kalah dalam laga yang mereka jalani

“Bagi kami tentu sangat penting untuk bisa finish pada empat besar, terlebih lagi setelah di musim ini. Itulah dikarenakan target klub dan juga saya rasa kami harus bisa memiliki semuanya agar bisa mencapainya bersama dengan manajer serta dengan skuat kami,” tutup pemain bertahan asal Inggris tersebut.